Your browser does not support JavaScript!
 25 Nov 2018    11:00 WIB
Perawatan Alami Untuk Radang Sendi
Nyeri sendi, nyeri pada kaki dan nyeri panggul dapat berakhir menjadi radang sendi. Radang sendi sebenarnya merupakan inflamasi dari sendi. Arthritis juga dapat menyebabkan kemerahan dan pembengkakan sekitar sendi. Kebanyakan dokter akan mencoba mengobati nyeri sendi dengan meresepkan berbagai resep. Tetapi sebelum pergi ke dokter Anda bisa mencoba melakukan pengobatan alami yang dilakukan di rumah untuk mengobati radang sendi. Cuka ApelCuka apel kaya akan mineral, magnesium, kalsium dan potasium, sehingga dapat menyembuhkan nyeri sendi dan membuang toksin yang menumpuk di sendi. Tambahkan satu sendok teh cuka apel kedalam segelas air hangat, juga tambahkan madu dan minumlah campuran ini setiap pagi. Jahe Jahe kaya akan zat anti inflamasi. Giling enam sendok teh jahe, biji jinten dan tiga sendok teh lada. Aplikasikan campuran ini tiga kali sehari ke daerah yang mengalami nyeri sendi. Atau Anda bisa tambahkan sedikit parutan jahe ke makanan Anda. Pijat Menggunakan Minyak MustardMinyak mustard mempunyai bahan antiinflamasi yang dapat melegakan nyeri yang disebabkan nyeri sendi dan juga melancarkan aliran darah di sekitar daerah yang mengalami nyeri. Campurkan minyak mustard hangat dengan air perasan bawang dan pijatlah darah yang nyeri menggunakan campuran tersebut. Kemudian bungkus sendi tersebut dengan plastik kemudian tutup kembali dengan air hangat. Ulangi ritual ini setiap hari jika nyeri masih dirasakan. KunyitKunyit mengandung curcumin yang merupakan bahan antiinflamasi yang membantu meredakan nyeri dan pembengkakan. Penelitian juga sudah membuktikan jika kunyit dapat meredakan nyeri yang diakibatkan radang sendi. Campurkan dua sendok teh kunyit dengan segelas susu hangat dan minum setiap malam. Anda juga dapat mengganti kunyit dengan suplemen curcumin (500-1.000 mg). Kayu ManisKayu manis berisi berbagai antioksidan dan antiinflamatory. Dalam segelas air hangat tambahkan beberapa sendok teh kayu manis dan beberapa sendok teh madu. Minum campuran ini untuk meredakan nyeri karena radang sendi. Minyak IkanMinyak ikan kaya akan asam lemak omega 3 yang merupakan sumber antioksidan dan antiinflamatory. Anda dapat mengkonsumsi suplemen minyak ikan dalam bentuk kapsul atau meminum beberapa sendok teh minyak ikan setiap harinya.Sumber: healthmeup
 31 May 2018    08:00 WIB
7 Manfaat Pijatan Untuk Kesehatan Tubuh
Sampai saat ini mungkin Anda berpikir bahwa pijat hanya memiliki satu manfaat saja yaitu membuat tubuh Anda terasa lebih rileks. Padahal pijat mempunyai banyak sekali manfaat untuk tubuh Anda. Berikut adalah beberapa manfaat dari pijat untuk kesehatan Anda.   1.  Meningkatkan sirkulasi darahSebuah pijatan dapat meningkatkan sirkulasi darah, sehingga membantu jantung dalam memompa lebih banyak darah ke seluruh tubuh. Hal ini dapat menyebabkan lebih banyak oksigen dan nutrisi penting yang disalurkan ke organ vital dan jaringan lain. 2.  Meredakan stressPijat dapat menjadi pilihan terbaik untuk meredakan stress. Menurut penelitian, kortisol yang merupakan hormon penyebab stress dapat mengalami penurunan setelah menjalani sesi pemijatan. 3.  Meningkatkan imunitasSeperti yang disebutkan diatas, hormon penyebab stress (kortisol) akan mengalami penurunan setelah Anda melakukan pemijatan. Kortisol ini juga bertanggung jawab dalam rusaknya sel imunitas. Dengan menurunkan kadar kortisol maka sistem imunitas tubuh dapat bekerja dengan lebih baik lagi dan juga dengan pemijatan dapat meningkatkan sel darah putih yang baik untuk meningkatkan sistem imunitas tubuh. 4.  Mengatur tekanan darahPemijatan juga dapat membantu menurunkan tekanan darah tinggi. Hal ini terjadi karena pemijatan membantu menstimulasi sel-sel pengatur tekanan darah pada otak sehingga dapat mengatur tekanan darah dengan lebih baik. 5.  Mengurangi nyeriTujuan utama dari pemijatan adalah untuk meredakan nyeri yang Anda rasakan dan membuat tubuh terasa lebih tenang. Dengan pemijatan yang baik Anda dapat menghilangkan berbagai nyeri misalnya saja kram perut, nyeri karena penggunaan otot secara perlebihna, spasme otot. Selain itu pijat juga dapat meredakan nyeri sendi dan meningkatkan fleksibilitas sendi. Dengan pemijatan dapat melepaskan hormon endorfin yang merupakan hormon alami yang dapat menghilangkan nyeri dan memberikan rasa tenang pada tubuh. 6.  Meredakan kecemasan dan tekananPemijatan dapat membuat Anda merasa lebih baik. Hal ini terjadi karena proses pemijatan yang baik dapat melepaskan berbagai zat kimia seperti endorfin dan oksitosin yang membuat tubuh terasa lebih tenang dan terbebas dari berbagai tekanan , kecemasan dan depresi. 7.  Sangat membantu pasien radang sendiOrang pengidap radang sendi arthritis ataupun osteoarthritis dapat meredakan nyeri yang mereka rasakan dengan menjalankan sesi pemijatan. Hal ini terjadi karena dengan pemijatan akan membantu menurunkan kekakuan dari otot, meredakan nyeri dan membuat gerakan sendi lebih baik.   Sumber: magforwomen
 16 May 2018    16:00 WIB
Gejala Radang Sendi Yang Mempengaruhi Bagian Tubuh Lain
Radang sendi atau rheumatoid arthritis dapat mempengaruhi bagian tubuh yang lain. Efek ini merupakan hasil dari proses inflamasi, yang menyebabkan banyaknya variasi dari gejala radang sendi, misalnya:•  Pegal-pegal•  Merasa kesakitan•  Penurunan nafsu makan yang dapat menyebabkan penurunan berat badan•  Nyeri otot   Semua gejala ini sering dibandingkan dengan gejala flu, walaupun biasanya gejala di radang sendi dapat bertahan lebih lama. Radang sendi dapat mempengaruhi bagian tubuh lainnya. dengan terlibatnya banyak area tubuh yang terkena efek radang sendi maka akan memperburuk tingkat keparahan dari radang sendi. Gejala-gejala tersebut adalah: •  Rheumatoid nodulesRheumatoid nodules adalah pembengkakan di bawah kulit, dan paling sering terlihat di bagian siku. Terkadang timbulnya pembengkakan ini disertai rasa sakit. •  Paru-paruRadang sendi bisa menyebabkan kerusakan pada paru-paru atau menimbulkan inflamasi di sekitar paru-paru. Hal ini sangat sering terjadi sebenarnya, tetapi kebanyakan kasus tidak menimbulkan gejala apapun. Gejala yang mungkin timbul meliputi nafas yang cepat. Gejala ini dapat diobati dengan mengkonsumsi obat antiinflamasi paru. •  Pita suaraRadang sendi dapat mempengaruhi sendi di laring (cricoarytenoid joint), sehingga menimbulkan suara serak. •  JantungRadang sendi dapat menimbulkan inflamasi di jantung, tetapi biasanya tidak disertai gejala apapun. Gejala yang mungkin timbul biasanya nafas yang cepat dan pendek-pendek atau nyeri dada. Sebagai tambahan, pasien dengan radang sendi mudah mengalami sumbatan arteri pada daerah jantung yang menimbulkan resiko terjadinya nyeri dada dan serangan jantung. •  MataRadang sendi juga dapat mempengaruhi mata. Sebanyak 5% penderita radang sendi mengalami inflamasi di daerah mata. Gejala yang timbul meliputi mata merah, nyeri dan mata kering. Jika Anda sudah mengalami gejala dari radang sendi, pengobatan dini dan agresif dapat membantu mencegah terjadinya gejala-gejala lain dan juga mencegah progesivitas dari radang sendi itu sendiri.   Sumber: webmd
 16 Sep 2017    12:00 WIB
Atasi Nyeri Akibat Radang Sendi Dengan Obat Tradisional Cina
Obat tradisional Cina telah banyak digunakan untuk mengatasi berbagai gangguan kesehatan sejak beribu-ribu tahun lalu. Saat ini, sebuah cara pengobatan tradisional Cina, moksibusi, telah terbukti cukup efektif untuk mengatasi nyeri akibat radang sendi pada daerah lutut. Pada moksibusi, terapis akan membakar beberapa jenis herbal dalam suatu wadah, kemudian menempatkan wadah tersebut pada beberapa titik tertentu pada tubuh. Para peneliti di Cina mengamati sekitar 110 orang penderita radang sendi lutut. Pada penelitian ini, setengah peserta penelitian diobati dengan metode moksibusi, sedangkan setengah lainnya tidak. Para peneliti kemudian menemukan bahwa kelompok peserta yang menerima terapi moksibusi 3 kali seminggu selama 6 minggu berturut-turut tidak lagi merasa terlalu nyeri dan dapat bergerak dengan lebih baik dibandingkan dengan kelompok yang tidak menerima terapi moksibusi tersebut. Perbaikan gejala ini bahkan dapat berlangsung hingga 18 minggu (6 bulan) sejak terapi terakhir. Selain mampu mengurangi rasa nyeri dan meningkatkan mobilitas penderita, moksibusi juga tidak memiliki efek samping apapun.  Walaupun para ahli masih belum mengetahui secara pasti bagaimana cara kerja terapi moksibusi ini dalam mengurangi gejala radang sendi, akan tetapi para ahli menduga bahwa terapi ini mungkin memiliki cara kerja yang sama dengan terapi akupuntur.  Menurut beberapa orang peneliti, terapi moksibusi ini merupakan terapi yang aman dan cukup efektif mengatasi nyeri akibat radang sendi, yang membuat penderita dapat berjalan serta beraktivitas dengan lebih leluasa.       Sumber: foxnews
 19 Aug 2017    18:00 WIB
7 Jenis Sepatu yang Berbahaya Bagi Kaki Anda!
1.      Ultra High HeelsPada zaman sekarang ini, sepatu atau sandal wanita terus saja bertambah tinggi. Menurut para ahli kesehatan kaki (podiatris), sepatu atau sandal yang memiliki hak terlalu tinggi dapat menyebabkan berbagai gangguan pada kaki, mulai dari terkilirnya pergelangan kaki, luka pada kulit, hingga nyeri kronik. Memakai sepatu atau sandal yang memiliki hak terlalu tinggi dapat menyebabkan terbentuknya luka pada bagian belakang kaki. Hal ini dikarenakan bahan sepatu atau sandal tersebut menekan kulit, yang menyebabkan terbentuknya lepuhan, pembengkakan, peradangan, dan bahkan nyeri pada tendon Achilles. Walaupun luka pada kulit ini dapat sembuh dan penggunaan penyanggah (heel pad) dapat membantu meredakan nyeri, akan tetapi perubahan tulang yang terjadi akibat gesekan terus-menerus bersifat permanen.Selain itu, posisi kaki yang abnormal (berjinjit), akan membuat tulang-tulang kaki dan jari terus bergesekkan dan meradang atau bahkan menekan saraf di sekitarnya. Stress kronik pada tulang-tulang kaki ini bahkan dapat menyebabkan tulang kaki menjadi retak (fraktur hairline). Menggunakan sepatu atau sandal yang terlalu tinggi juga meningkatkan resiko terkilirnya pergelangan kaki Anda. Hal ini akan membuat jaringan ikat (ligamen) di pergelangan kaki Anda meregang melebihi batas normalnya dan akhirnya robek. Untuk mengatasinya, kaki perlu diistirahatkan secara total (tidak boleh digerakkan) dan perlu dilakukan terapi fisik agar sembuh sempurna. Selain itu, pada keadaan berat atau bila tulang pergelangan kaki patah, maka Anda pun lebih beresiko menderita radang sendi. Jadi, apa yang harus dilakukan? Gantilah sepatu atau sandal Anda yang terlalu tinggi dengan sepatu atau sandal yang berhak lebih rendah untuk menghindari berbagai gangguan pada tulang kaki Anda. Semakin rendah hak sepatu atau sandal yang Anda gunakan, maka posisi kaki Anda pun semakin alami. Para ahli menganjurkan untuk tidak menggunakan sepatu atau sandal yang memiliki hak lebih dari 5 cm atau setidaknya kurangilah frekuensi penggunaan sepatu atau sandal hak tinggi Anda. 2.      StilettosWalaupun semua jenis sepatu atau sandal berhak tinggi dapat mengganggu kesehatan kaki Anda, akan tetapi sepatu atau sandal yang memiliki hak yang sangat kecil (stilettos) lebih berbahaya lagi. Hal ini dikarenakan seluruh berat tubuh Anda hanya dipusatkan pada suatu area kecil (hak), yang akan membuat keseimbangan Anda agak terganggu saat berjalan. Hal ini tentu saja akan meningkatkan resiko terkilirnya kaki Anda.Oleh karena itu, gunakanlah sepatu atau sandal yang memiliki hal lebih besar dan lebar sehingga berat badan Anda pun dapat tersebar dengan lebih merata. Selain itu, keseimbangan Anda saat berjalan pun akan menjadi lebih baik. 3.      Sepatu Balet/Sepatu DatarBila sepatu atau sandal berhak tinggi dapat mengganggu kesehatan kaki Anda, demikian pula halnya dengan sepatu atau sandal datar seperti sepatu balet atau sandal jepit. Hal ini dikarenakan keduanya tidak memiliki penyanggah lengkung kaki (arch support), yang diperlukan oleh kaki untuk menjalankan fungsinya dengan optimal.Sepatu datar ini dapat menyebabkan terjadinya gangguan pada lutut, pinggul, pinggang, dan punggung Anda. Selain itu, kurangnya penyanggah lengkung kaki juga dapat meningkatkan resiko terjadinya fasciitis plantaris, suatu gangguan di mana selaput pembungkus otot kaki (fascia) mengalami peradangan.Bila Anda tetap lebih menyukai sepatu datar, akan lebih baik bila Anda menggunakan orthotic insert atau heel pad di dalam sepatu Anda tersebut sehingga lengkung kaki Anda pun memiliki suatu penyanggah dan rasa nyeri pun akan berkurang. 4.      Sandal JepitSadarkah Anda bahwa sandal jepit hampir tidak memberikan perlindungan apapun pada kaki Anda? Saat Anda menggunakan sandal jepit, resiko terjadinya berbagai luka atau bahkan terkilir menjadi jauh lebih tinggi karena kaki Anda hampir tidak terlindungi. Oleh karena itu, para ahli menganjurkan agar para penderita diabetes tidak menggunakan sandal jepit, karena dapat menyebabkan kaki terluka atau tergores tanpa diketahui, yang dapat berakhir pada komplikasi berat.Selain itu, seperti halnya sepatu datar, sandal jepit juga tidak menyanggah lengkung kaki Anda, yang dapat menyebabkan terjadinya fasciitis plantaris, nyeri lutut, nyeri punggung, dan nyeri pinggang.Fasciitis plantaris sendiri terjadi akibat suatu jaringan pada telapak kaki yang disebut dengan fascia plantar mengalami peradangan, robek, atau terlalu meregang akibat penggunaan alas kaki yang tidak tepat (tanpa peyanggah lengkung kaki). Keadaan ini seringkali membuat tumit terasa sangat nyeri, bahkan seperti ditusuk-tusuk jarum. Mengistirahatkan kaki biasanya hanya meredakan nyeri untuk sementara waktu. 5.      Platform Shoes/WedgesKarena platform shoes dan wedges cenderung memiliki alas yang keras, maka telapak kaki Anda pun tidak dapat bergerak bebas sebagaimana mestinya, yang akan mengganggu mekanisme berjalan itu sendiri. Selain itu, bila bagian belakang (bagian tumit) sepatu lebih tinggi daripada jari kaki, maka hal ini juga akan menambahkan tekanan pada tulang telapak kaki Anda.Oleh karena itu, walaupun tetap tidak dianjurkan, akan lebih baik bila Anda menggunakan sepatu platform atau wedges yang lebih datar (perbedaan tinggi antara bagian depan dan belakang tidak terlalu jauh), sehingga tekanan pada tulang kaki Anda pun tidak terlalu besar. 6.      Pointy ShoesWalaupun tampak trendi dan gaya, akan tetapi pointy shoes (sepatu berujung lancip) akan membuat seluruh jari kaki dan bagian depan kaki Anda tertekan. Bila hal ini terus berlangsung, maka Anda pun mungkin mengalami nyeri saraf, bunion (benjolan pada pangkal ibu jari kaki karena terus berada pada posisi abnormal sehingga tulang kaki pun bergeser), lepuhan, kelainan bentuk jari kaki, dan bahkan memar pada bagian bawah kuku karena jari kaki terus tertekan.Kelainan bentuk jari kaki biasanya terjadi karena jari kaki terus tertekan saat seorang wanita menggunakan sepatu atau sandal berhak tinggi untuk menahan berat tubuh wanita tersebut. Kadangkala, tindakan pembedahan diperlukan untuk mengatasi nyeri akibat bentuk jari kaki yang abnormal.Oleh karena itu, dianjurkan agar Anda menghindari sepatu berujung lancip dan pilihlah sepatu yang memiliki ujung depan lebih lebar sehingga jari kaki dan bagian depan kaki Anda tidak terpaksa "berdempetan" menjadi satu. Selain itu, pilihlah sepatu dengan bahan yang lebih lembut dan jangan kulit yang keras. 7.      Tidak Sesuai Ukuran KakiTahukah Anda bahwa 9 dari 10 orang wanita menggunakan sepatu yang berukuran lebih kecil daripada kakinya? Akibatnya adalah terbentuknya lepuhan, bunion, kapalan, dan berbagai gangguan lainnya akibat kulit kaki terus bergesekkan dengan sepatu atau sandal. Bila hal ini terus berlangsung untuk waktu yang lama, maka persendian pada kaki pun juga akan mengalami iritasi dan menyebabkan terjadinya radang sendi.   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang . Sumber: webmd
 29 May 2017    12:00 WIB
Mengapa Seorang Pelari Memiliki Resiko Menderita Radang Sendi yang Lebih Rendah?
• Aktivitas Dapat Meningkatkan Kekuatan Sendi Anda Kurang aktif sebenarnya merupakan salah satu faktor resiko utama terjadinya radang sendi (osteoartritis). Sebuah penelitian di Amerika baru-baru ini menemukan bahwa olahraga seperti berlari atau berjalan merupakan salah satu cara untuk mencegah terjadinya gangguan pada lutut. Hal inilah yang menyebabkan mengapa seorang pelari memiliki resiko menderita osteoartritis yang lebih rendah.   Berlari Membantu Melumasi Lutut Anda Saat Anda berolahraga, terutama berlari, maka sendi-sendi Anda pun akan turut terlumasi seperti halnya oli yang melumasi mesin kendaraan bermotor Anda. Pernahkah Anda merasa bahwa saat baru mulai berlari kaki Anda terasa kaku, tetapi setelah berlari beberapa lama, kaki Anda pun tidak lagi terasa kaku?   Seorang Pelari Biasanya Memiliki Berat Badan yang Lebih Ringan Karena berlari merupakan salah satu jenis olahraga yang dapat membakar banyak kalori, maka seorang pelari biasanya memiliki berat badan yang lebih ringan. Memiliki berat badan yang ideal juga turut menurunkan resiko terjadinya osteoartritis. Para ahli bahkan menyatakan setiap 500 gram yang berkurang dari berat badan Anda, maka tekanan pada lutut Anda pun akan berkurang hingga 1-1.5 kg.   Pelari Biasanya Mengkonsumsi Makanan Sehat Walaupun tidak semua pelari melakukannya, akan tetapi sebagian besar pelari mengkonsumsi makanan sehat. Berbagai penelitian telah menunjukkan bahwa orang yang berolahraga secara teratur cenderung lebih bijak dalam memilih makanan.    Kontak Dengan Permukaan Tanah Lebih Jarang Bila Anda Berlari Melalui sebuah penelitian di Kanada yang mengamati sekitar 75.000 pelari, para peneliti menemukan bahwa karena pelari lebih jarang berkontak dengan permukaan tanah maka mereka pun memiliki resiko osteoartritis yang lebih rendah dibandingkan dengan orang lainnya, berapa pun usia mereka. Kuncinya adalah Anda tidak boleh memiliki berat badan berlebih, yaitu lebih dari 10 kg karena tekanan pada sendi lutut Anda pun akan semakin meningkat.   Pelari Seringkali Melakukan Peregangan Pelari seringkali melakukan berbagai jenis peregangan saat berlari. Berbagai jenis peregangan ini dapat membantu melumasi sendi-sendi tubuh Anda dan membuatnya semakin kuat.       Sumber: fitene
 26 Jun 2014    08:00 WIB
5 Fakta Menarik Mengenai Sel Punca (Stem Cells)
Sel punca atau stem cell ditemukan pada semua organisme multiseluler dan merupakan sel tidak dideferensiasi yang dapat dideferensiasikan menjadi sel khusus dan juga bisa dibagi menjadi beberapa sel baru. Sel punca mempunyai dua tipe yaitu sel punca embrionik dan sel punca dewasa. Sudah banyak riset dan penelitian yang dilakukan mengenai sel punca dan banyak sekali ditemukan penggunaan atau manfaat baru dari sel punca. Sel punca juga bisa digunakan untuk menyembuhkan berbagai macam penyakit yang belum mempunyai pengobatan sebelumnya. Berikut adalah beberapa fakta menarik mengenai sel punca yang penting untuk Anda ketahui:1.  Diabetes, penyakit radang sendi rematik, penyakit parkinson, penyakit alzheimer, osteoartritis, stroke dan perbaikan sel otak paska trauma kepala, kelainan belajar, perbaikan syaraf tulang belakang paska cedera, kematian sel jantung, kanker, kebotakan, gigi tanggal, gangguan penglihatan, penyakit crohn dan pemulihan luka merupakan jenis penyakit dan gangguan yang bisa diobati dengan menggunakan sel punca. Ini juga yang menyebabkan mengapa diperlukan biaya yang sangat banyak untuk penelitian sel punca. 2.  Keunikan dari setiap sel punca adalah sesuatu yang membuat mereka spesial dan mengapa banyak peneliti tertarik untuk meneliti. Tiga keunikan dari karakteristik sel punca adalah mereka merupakan sel yang tidak dideferensiasi, mereka bisa diubah menjadi sel khusus dan seperti sel syaraf maupun sel jantung, sel punca bisa dibagi menjadi berbagai bentuk dari sel lain. 3.  Sel punca bisa ditemukan di berbagai tempat di seluruh tubuh. Sel punca bisa dibagi menjadi beberapa tipe seperti tipe sel punca embrionik yang diekstrak dari embrio dan sangat berpotensi karena dapat diubah menjadi bentuk khusus lainnya. Sel punca dewasa merupakan sel punca yang ada pada jaringan tubuh dewasa, misalnya pada sumsum tulang, otak dan darah, tetapi memiliki keterbatasan untuk diubah menjadi sel khusus lainnya. Sel punca tali pusat merupakan sel punca yang diambil dari darah di tali pusat dan merupakan sel punca paling berpotensi untuk mengobati berbagai penyakit. 4.  Ada debat pro dan kontra seputar penelitian dari sel punca embrionik, karena pihak yang kontra menyatakan keraguannya jika pengumpulan sel punca embrionik bisa membunuh potensi dari kehidupan. Tetapi para peneliti tetap melakukan beberapa perbaikan berkaitan dengan hal tersebut, walaupun belum menemukan titik kesuksesan. Pihak yang pro dengan penelitian sel punca embrionik ini berpendapat jika manfaat yang diberikan oleh sel punca tersebut jauh lebih bermanfaat dibandingkan potensi kehidupan. Hal lain yang menimbulkan perdebatan adalah kurangnya transparansi dari proses penelitian. Jika proses penelitian berlangsung lebih transparan dan keuntungan dari penelitian ini jelas terlihat, mungkin akan ada perubahan dari persepsi publik mengenai penggunaan sel punca. 5.  Ketika sel punca dibagi-bagi, maka akan timbul kesulitan untuk mengidentifikasi spesialisasi dari sel tersebut. Ini adalah salah satu kerugian dari terapi sel punca. Tingkat toksik yang tinggi merupakan masalah lain yang harus segera dipecahkan oleh para ilmuwan dalam meneliti sel punca ini.Sangat penting untuk Anda dan orang lain mengerti tentang apa itu penelitian dari sel punca dan bagaimana potensinya dalam mengobati berbagai penyakit mematikan di dunia ini.Sumber: magforwomen