Your browser does not support JavaScript!
 06 Aug 2019    16:00 WIB
Kurangi Radang dan Turunkan Berat Badan Dengan Makanan Berikut
Inflamasi (radang) kronik dapat mengganggu berbagai fungsi tubuh Anda, termasuk mekanisme lapar, pengaturan hormon, resistensi insulin, dan bahkan membuat tubuh Anda menahan lebih banyak cairan di dalam tubuh sehingga berat badan Anda pun bertambah.  Selain itu, berdasarkan sebuah penelitian, para peneliti menemukan adanya hubungan antara peningkatkan kadar zat inflamasi di dalam tubuh dengan peningkatan berat badan di masa yang akan datang. Di bawah ini terdapat beberapa jenis makanan yang dapat membantu mengurangi proses peradangan di dalam tubuh Anda sekaligus membantu menurunkan berat badan Anda.   Salmon Lemak di dalam tubuh membantu pembentukan suatu zat penurun proses inflamasi di dalam tubuh, yaitu prostaglandin. Akan tetapi, tidak semua jenis lemak dapat membantu proses pembentukan prostaglandin ini. Beberapa jenis lemak justru dapat menambah proses peradangan di dalam tubuh. Beberapa jenis lemak yang dapat membantu meningkatkan kadar prostaglandin di dalam tubuh adalah kedua jenis asam lemak omega 3, yaitu EPA dan DHA, yang banyak ditemukan di dalam salmon.  Selain mampu mengurangi proses peradangan di dalam tubuh, asam lemak omega 3 juga dapat membantu menurunkan kadar kolesterol LDL dan trigliserida yang dapat memicu terjadinya proses peradangan di dalam tubuh.   Blueberi Blueberi merupakan buah yang mengandung banyak bioflavonoid, yang mengandung antioksidan dan agen anti inflamasi. Antioksidan juga dapat membantu mengurangi efek radikal bebas, yang berarti juga dapat mengurangi proses peradangan di dalam tubuh.   Kunyit Selain mengandung banyak bioflavonoid, kunyit juga dapat menghambat kerja NF-kappa B, yang merupakan suatu jenis protein pengatur sistem imunitas yang dapat memicu terjadinya proses inflamasi di dalam tubuh.   Buah Ceri Berdasarkan sebuah penelitian di Amerika, buah ceri yang biasa dapat Anda temukan di atas sebuah kue tart ternyata mengandung zat anti inflamasi tertinggi dibandingkan dengan berbagai jenis makanan lainnya. Hal ini dikarenakan buah ceri mengandung antosianin, suatu antioksidan yang telah dikenal dapat mengurangi proses inflamasi di dalam tubuh dengan efektivitas yang sama seperti beberapa jenis obat anti nyeri.   Edamame Edamame dapat membantu mengurangi proses inflamasi di dalam tubuh karena mengandung banyak isoflavonoid dan asam lemak omega 3, yang dapat menurunkan kadar C reaktif protein, yang merupakan sebuah penanda adanya proses inflamasi di dalam tubuh.   Teh Hijau Berdasarkan sebuah penelitian di India, berbagai jenis teh sebenarnya juga dapat membantu menurunkan proses inflamasi di dalam tubuh, akan tetapi, teh hijau merupakan jenis teh yang memiliki paling banyak zat anti inflamasi.   Gandum Berdasarkan sebuah penelitian di Amerika, orang yang mengkonsumsi gandum seperti oatmeal, beras coklat, dan barley memiliki kadar C reaktif protein yang lebih rendah (38% lebih rendah) dibandingkan dengan orang yang mengkonsumsi gandum olahan.    Sumber: womenshealthmag
 14 May 2019    11:00 WIB
Radang Amandel (Tonsilitis) Ternyata Menular!
Hai guys! We back again dengan pembahasan menarik yang seru dan sangat bermanfaat untuk kita semua, hari ini kita akan membahas penyakit Tonsillitis (radang amandel), ini merupakan salah satu penyakit infeksi amandel yang menyerang jutaan orang setiap tahun. Amandel terletak di belakang tenggorokan. Dua bantalan jaringan berbentuk oval di bagian belakang tenggorokan - satu amandel di setiap sisi (kiri dan kanan). Amandel adalah bagian dari sistem limfatik sehingga mereka adalah bagian dari sistem kekebalan atau pertahanan tubuh. Amandel umumnya lebih besar pada anak-anak daripada pada orang dewasa, relatif berbicara, dan diduga bahwa amandel memiliki peran yang lebih penting dalam sistem kekebalan tubuh pada anak-anak daripada orang dewasa. Jadi mereka tidak hanya di sana untuk hiasan. Infeksi bakteri dan virus dapat menyebabkan tonsilitis. Penyebab umum adalah bakteri Streptococcus (strep). Penyebab umum lainnya termasuk: Adenovirus Virus influenza Virus Epstein-Barr Virus parainfluenza Enterovirus Virus herpes simpleks Ada berbagai jenis tonsilitis yang ditentukan oleh gejala dan periode pemulihannya. Ini termasuk: Tonsilitis akut: Gejala biasanya berlangsung sekitar 3 hingga 4 hari tetapi bisa bertahan hingga 2 minggu. Tonsilitis berulang: seseorang memiliki banyak kasus berbeda dari tonsilitis akut dalam setahun. Tonsilitis kronis: Individu akan mengalami sakit tenggorokan yang terus-menerus dan napas berbau busuk. Mendiagnosis jenis radang amandel akan membantu dokter memutuskan bagaimana cara mengobatinya. Perlu diketahui bahwa Tonsilitis paling sering menyerang anak-anak antara usia prasekolah dan pertengahan remaja. Tanda dan gejala umum tonsilitis meliputi: Merah, pembengkakan amandel Lapisan putih atau kuning atau bercak pada amandel Sakit tenggorokan Ketika menelan sulit atau menyakitkan Demam Pembesaran, kelenjar lunak (kelenjar getah bening) di leher Suara yang gatal, teredam, atau serak Bau mulut Sakit perut, terutama pada anak kecil Leher kaku Sakit kepala Pada anak-anak kecil yang tidak dapat menggambarkan perasaan mereka, tanda-tanda tonsilitis mungkin termasuk: Sering mengeluarkan air liur karena menelan yang sulit atau menyakitkan Susah makan Rewel atau perubahan perilaku Karena sebagian besar serangan radang amandel disebabkan oleh virus, sebagian besar perawatan ditujukan untuk membantu meringankan gejala seperti nyeri dan demam. Parasetamol dapat membantu dan kita harus beristirahat. Sebagian besar anak-anak dengan tonsilitis merasa tidak enak badan dan itu menyakitkan mereka untuk menelan. Cobalah minuman dingin, atau es krim. Jangan khawatir jika anak berhenti makan selama satu atau dua hari. Biasanya, nafsu makan mereka akan pulih dengan cepat ketika infeksi telah hilang. Banyak minum cairan dan makan makanan yang halus. Untuk tonsilitis yang disebabkan oleh bakteri, antibiotik diresepkan. Dan jalan terakhir jika serangan tonsilitis menjadi sering dan parah, atau menyebabkan komplikasi, dokter mungkin akan menyarankan operasi, yang dikenal sebagai tonsilektomi. Alasan untuk tonsilektomi dapat termasuk: Serangan tonsilitis berulang disertai dengan rasa sakit, ketidaknyamanan dan suhu tinggi Tonsilitis kronis yang tidak sembuh dengan antibiotik Infeksi telinga yang sering dikaitkan dengan tonsilitis Kesulitan bernapas karena pembesaran amandel Abses terbentuk di tenggorokan (abses peri-tonsillar atau quinsy) Seorang anak gagal tumbuh subur karena kesulitan menelan yang disebabkan oleh infeksi yang sering dan pembesaran pada amandel mereka Tonsilitis sangat menular. Untuk mengurangi risiko terkena radang amandel, jauhi orang yang memiliki infeksi aktif. Sering-seringlah mencuci tangan, terutama setelah bersentuhan dengan seseorang yang sakit tenggorokan, atau batuk atau bersin. Jika kita menderita radang amandel, cobalah menjauh dari orang lain sampai kita tidak lagi menular.   Sumber : www.medicalnewstoday.com, www.webmd.com, www.livescience.com, reverehealth.com, www.betterhealth.vic.gov.au, www.myvmc.com, www.healthline.com
 11 Jan 2019    16:00 WIB
Waspada, Penyakit “Ringan” Ternyata Juga Bisa Berbahaya!
Saat Anda menderita flu atau batuk, Anda mungkin menganggapnya sebagai penyakit "ringan" yang akan sembuh dengan sendirinya bila Anda cukup beristirahat. Akan tetapi, tahukah Anda bahwa ternyata penyakit yang oleh banyak orang dianggap sebagai penyakit "ringan" ini juga dapat berbahaya bagi kesehatan? Di bawah ini Anda dapat melihat berbagai jenis penyakit yang dianggap "ringan" tetapi ternyata dapat menjadi berbahaya.   Flu dan Batuk Flu dan batuk merupakan penyakit "ringan" yang paling sering dialami oleh banyak orang. Flu disebabkan oleh infeksi virus yang biasanya berlangsung selama 2-3 minggu. Jika Anda mengalami batuk yang cukup berat, hidung meler, dan nyeri sendi; maka pengobatan biasanya tidak diperlukan, atau cukup mengkonsumsi obat batuk dan flu saja. Akan tetapi, bila Anda terus merasa lelah atau merasa akan pingsan saat flu, maka segera periksakan diri Anda ke seornag dokter. Bila Anda juga mengalami muntah, dada terasa seperti tertekan, bingung, nyeri dada, dan demam yang tidak kunjung sembuh; maka segera periksakan diri Anda ke seorang dokter karena gejala ini bukanlah gejala flu biasa. Selain itu, bila gejala flu semakin memburuk atau batuk berlangsng selama lebih dari 10 hari, segera periksakan diri Anda ke dokter.   Radang Tenggorokan Radang tenggorokan biasanya terjadi bersamaan dengan flu akibat banyaknya lendir di dalam saluran pernapasan atau akibat suatu alergi. Radang tenggorokan juga dapat disebabkan oleh kelembaban udara yang rendah, merokok, polusi udaran, berteriak, atau bernapas melalui mulut karena hidung tersumbat. Bila radang tenggorokan Anda juga disertai oleh pembesaran amandel, demam, atau membuat Anda sulit tidur di malam hari; segera periksakan diri ke seorang dokter. Pemberian antibiotik biasanya dapat mengatasi gejala.   Baca juga: 8 Penyakit Mematikan yang Berhasil Diatasi Dengan Vaksin!!!   Flu Perut Flu perut memang merupakan penyakit yang sering diderita oleh anak-anak, akan tetapi penyakit ini sebenarnya dapat mengenai siapa saja, pada usia berapa pun. Gejala biasanya hanya berlangsung selama 24-48 jam. Gejala yang sering ditemukan adalah mual, muntah, dan diare yang dapat membuat Anda mengalami dehidrasi berat. Seperti halnya flu biasa, flu perut juga tidak dapat diatasi dengan pemberian antibiotik. Segera periksakan diri ke seorang dokter bila Anda mengalami demam tinggi, ada darah di dalam tinja, dehidrasi hingga tidak ada air kemih yang diproduksi, atau perut nyeri dan membesar.   Infeksi Telinga Atau Nyeri Telinga Infeksi telinga merupakan infeksi yang sering terjadi karena perubaha ketinggian dan perubahan cuaca. Infeksi telinga juga seringkali merupakan akibat dari infeksi sinus atau flu, yang dapat sembuh dengan sendirinya tanpa pemberian antibiotik. Akan tetapi, bila nyeri telinga berlangsung selama lebih dari 2 minggu atau disertai oleh keluarnya cairan abnormal dari dalam telinga atau gangguan pendengaran atau demam, segera periksakan diri Anda ke seorang dokter.   Bronkitis   Bronkitis memiliki gejala yang mirip seperti pilek tetapi lebih berat. Akan tetapi, berbeda dengan anggapan banyak orang, Anda tidak selalu membutuhkan antibiotik untuk mengatasi bronkitis karena bronkitis biasanya akan sembuh dengan sendirinya dalam waktu 1-3 minggu. Akan tetapi, bila gejala berlangsung selama 1 bulan atau lebih; maka antibiotik dan steroid biasanya diperlukan. Gejala bronkitis yang sering ditemukan adalah rasa tidak nyaman pada dada, batuk, merasa amat sangat lelah, dan demam ringan. Gejala berbahaya yang dapat ditemukan adalah mengi, sesak napas, perubahan warna lendir, dan kurang tidur akibat batuk atau mengi. Segera periksakan diri Anda ke seorang dokter bila Anda mengalami gejala berbahaya ini.   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang.   Sumber: cheatsheet
 27 Mar 2018    16:00 WIB
Pengobatan Radang Pankreas dan Cara Mengetahuinya
Anda terus mengalami nyeri perut yang membuat Anda sangat tidak nyaman atau nyeri perut sangat hebat hingga Anda sulit beraktivitas? Anda mungkin saja menderita pankreatitis akut. Lalu, bagaimana cara memastikannya? Diagnosa pankreatitis akut ditegakkan berdasarkan pada gejala dan faktor resiko yang ada pada penderita. Bila seorang penderita mengalami nyeri hebat pada perut bagian atas dan memiliki riwayat konsumsi alkohol atau menderita batu empedu, maka dokter akan mencurigai pankreatitis akut. Untuk memastikan diagnosa dokter biasanya akan melakukan pemeriksaan darah untuk mengukur kadar enzim amilase dan lipase. Bila kadar keduanya tinggi, maka hampir dapat dipastikan bahwa orang tersebut menderita pankreatitis akut. Pemeriksaan darah lainnya mungkin akan dilakukan untuk membedakan apakah pankreatitis akut yang Anda alami termasuk ringan atau berat.   Baca juga: Berbagai Penyebab dan Faktor Resiko Terjadinya Kanker Pankreas   Pengobatan Sebagian besar serangan pankreatitis akut bersifat ringan dan pengobatan yang biasa diberikan adalah obat anti nyeri, hidrasi, dan puasa selama sejangka waktu. Pada kasus yang berat diperlukan perawatan yang lebih intensif. Sebagian besar gejala pada kasus pankreatitis ringan biasanya hanya berlangsung selama beberapa hari, kecuali bila telah terjadi kematian pada jaringan pankreas atau ada penumpukkan cairan di dalam atau di sekitar pankreas. Pankreatitis akut yang berat biasanya akan disertai oleh kematian jaringan pankreas dan penumpukkan cairan di dalam atau di sekitar pankreas. Kekambuhan pankreatitis akut dapat dicegah dengan cara mengangkat kandung empedu atau batu empedu dan dengan menghindari konsumsi alkohol. Batu empedu yang menyumbat saluran empedu dapat diangkat dengan endoskopi (ERCP/Endoscopic Retrograde Cholangiopancreatography). Setelah Anda sembuh dari serangan pankreatitis akut, maka kandung empedu dan semua batu empedu yang masih tersisa harus diangkat melalui tindakan laparoskopi kolesistektomi. Bila telah terjadi kematian jaringan pankreas atau penumpukkan cairan di sekitar pankreas, maka diperlukan tindakan lebih lanjut, misalnya dengan melakukan operasi laparoskopi untuk mengangkat jaringan pankreas yang sudah mati. Pilihan lainnya untuk mengeluarkan cairan dan jaringan pankreas yang mati adalah dengan melakukan drainase perkutaneus radiologis.   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang.   Sumber: healthxchange
 16 Nov 2016    11:00 WIB
Benarkah Ukuran Leher Dapat Pengaruhi Kesehatan?
Jika Anda tidak dapat mengancingi kerah baju Anda, maka Anda mungkin memiliki masalah yang lebih besar dari sekedar terlihat gemuk. Sebuah penelitian baru yang dilakukan di Brazil menemukan bahwa pria yang memiliki leher besar memiliki resiko yang lebih tinggi untuk menderita gangguan jantung. Untuk menentukan berapa ukuran leher pria pada umumnya, para peneliti pun melakukan pengukuran pada hampir 4.000 orang pria. Hasilnya adalah ukuran lingkar leher rata-rata pada pria adalah sekitar 30 cm. Pada penelitian ini, para ahli menemukan bahwa untuk setiap penambahan sebesar 1 inchi atau 2.54 cm pada lingkar leher seorang pria, maka resiko mereka terhadap berbagai macam gangguan kesehatan pun akan meningkat seperti: Resiko terjadinya resistensi insulin akan meningkat hingga 32% Resiko terjadinya tekanan darah tinggi akan meningkat hingga 24% Resiko terjadinya peningkatan kadar trigliserida akan meningkat hingga 50% Resiko terjadinya penurunan kadar kolesterol HDL akan meningkat hingga 22% Akibatnya, para pria yang memiliki ukuran lingkar leher lebih dari 30 cm akan memiliki resiko terkena gangguan jantung 3 kali lipat lebih tinggi daripada pria yang memiliki ukuran lingkar leher kurang dari 30 cm. Hal ini dikarenakan lemak yang menumpuk di sekitar area leher dapat memproduksi zat anti radang, yang akan memicu penumpukan lemak di arteri karotis di dalam leher, yang pada akhirnya akan membahayakan kesehatan jantung Anda.   Baca juga: Wanita dan Berusia 40 Tahun? Perhatikan Hal Berikut Ini!   Akan tetapi, hal ini tidak berlaku bagi pria yang memang memiliki leher besar, tetapi bukan disebabkan oleh lemak, melainkan oleh otot. Jadi, yang perlu Anda lakukan adalah ambillah pita pengukur dan ukurlah berapa lingkar leher Anda. Bila hasilnya lebih dari 30 cm, maka ada baiknya bila Anda mulai mengubah gaya hidup Anda sekarang.   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang.   Sumber: menshealth