Your browser does not support JavaScript!
 30 Jul 2019    08:00 WIB
Gula, Racun Manis yang Dapat Membunuh Anda!
Segala sesuatu yang berlebihan tentu tidak baik, termasuk makanan. Walaupun diperlukan oleh tubuh sebagai sumber tenaga, mengkonsumsi gula secara berlebihan juga dapat berdampak buruk bagi kesehatan Anda. Selain dapat mempercepat proses penuaan, konsumsi gula secara berlebihan ternyata juga memiliki berbagai dampak buruk lainnya bagi kesehatan seperti yang akan dibahas di bawah ini.   Baca juga: Kadar Gula Darah Selalu Tinggi, Apa Saja Resikonya?   Menurunkan Daya Tahan Tubuh Konsumsi gula secara berlebihan tentu saja akan membuat Anda mengalami peningkatan berat badan, yang pada akhirnya akan menyebabkan terjadinya obesitas. Obesitas akan membuat seseorang menjadi lebih rentan terhadap berbagai gangguan kesehatan. Hal ini dikarenakan daya tahan tubuh yang seharusnya digunakan untuk melawan berbagai jenis penyakit terpaksa harus digunakan untuk mengatasi berbagai masalah yang timbul akibat obesitas.   Menurunkan Daya Ingat Sebuah penelitian baru menemukan bahwa mengkonsumsi gula secara berlebihan dapat menurunkan daya ingat dan kemampuan berpikir. Hal ini dikarenakan gula dapat mempercepat proses penuaan sel, termasuk sel otak.   Perubahan Kadar Hormonal Tahukah Anda bahwa mengkonsumsi gula secara berlebihan juga akan menyebabkan terjadinya perubahan kadar hormonal di dalam tubuh Anda? Salah satu hormon yang paling terpengaruh adalah hormon ghrelin. Kadar hormon ini akan menurun bila Anda mengkonsumsi terlalu banyak gula.   Meningkatkan Resiko Terjadinya Gangguan Jantung Kenaikan berat badan yang Anda alami seiring dengan semakin banyaknya gula yang Anda konsumsi juga akan membuat kadar kolesterol Anda meningkat. Hal ini tentu saja akan berdampak buruk pada kesehatan jantung Anda.   Selain itu, suatu molekul yang terdapat di dalam gula, glucose 6 phosphate (G6P), dapat menyebabkan terjadinya perubahan di dalam protein otot jantung, yang dapat memicu terjadinya gagal jantung.   Mendukung Pertumbuhan Sel Kanker Tahukah Anda bahwa gula merupakan sumber makanan utama bagi para sel kanker seperti halnya sel-sel tubuh? Oleh karena itu, kurangi dan batasi konsumsi gula Anda untuk membantu mencegah dan menghambat pertumbuhan sel kanker.   Selain itu, adanya gula di dalam usus juga akan menstimulasi suatu protein yang disebut dengan beta katenin. Adanya protein ini akan membuat sel-sel tubuh menjadi lebih rentan terhadap sel-sel kanker.   Meningkatkan Resiko Terjadinya Diabetes Saat Anda mengkonsumsi gula secara berlebihan, maka tubuh pun harus memproduksi lebih banyak hormon insulin untuk menurunkan kadar gula darah Anda. Bila hal ini terus berlangsung dalam waktu yang lama, maka keadaan ini dapat memicu terjadinya diabetes tipe 2.   Meningkatkan Berat Badan Tahukah Anda bahwa kelebihan karbohidrat yang Anda konsumsi akan disimpan dalam bentuk lemak di dalam tubuh? Jadi, saat Anda mengkonsumsi karbohidrat atau gula secara berlebihan, maka kelebihan gula di dalam tubuh pun akan diubah menjadi lemak. Selain itu, berbeda dengan serat, lemak, dan protein yang dapat membuat Anda merasa kenyang; gula hanya akan membuat Anda mengkonsumsi banyak kalori tetapi tidak terlalu mengenyangkan.   Gula Adalah Silent Killer Selain daripada garam yang dapat memicu terjadinya tekanan darah tinggi, gula juga dapat membunuh seseorang! Sebuah penelitian menemukan bahwa mengkonsumsi fruktosa (gula) secara berlebihan dapat meningkatkan resistensi leptin (suatu jenis hormon yang berfungsi untuk memberitahu tubuh bahwa ia telah merasa kenyang). Akibatnya adalah Anda tidak akan pernah merasa kenyang sehingga Anda pun akan makan secara berlebihan dan mengalami obesitas.   Kecanduan Gula Dapat Diturunkan Sebuah penelitian baru menemukan bahwa mutasi genetik pada hormon ghrelin (hormon yang berfungsi untuk memberitahu Anda bahwa Anda sedang lapar)akan membuat seseorang menjadi lebih ingin mengkonsumsi gula dan minuman beralkohol dibandingkan dengan orang yang tidak mengalami mutasi genetik tersebut.   Gula Sama Beracunnya Seperti Minuman Beralkohol Sebuah penelitian baru menemukan bahwa ternyata gula sama berbahayanya seperti minuman beralkohol bagi hati manusia. Bila dikonsumsi secara berlebihan, maka tubuh akan memetabolisme gula dengan menggunakan cara yang sama seperti saat tubuh sedang memetabolisme etanol (bahan aktif di dalam minuman beralkohol).   Gula Bikin Umur Anda Lebih Pendek Sebuah penelitian yang dilakukan pada tahun 2013 menemukan bahwa banyak sekali kematian yang berhubungan dengan berbagai jenis minuman manis. Hal ini dikarenakan berbagai minuman manis tersebut dapat meningkatkan resiko terjadinya berbagai jenis penyakit kronik seperti diabetes, gangguan jantung, dan kanker.   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya Dokter sekarang . Sumber: huffingtonpost
 04 Dec 2018    11:00 WIB
Ternyata Ada 7 Jenis RACUN di Dalam Minuman Soda
Udara panas membuat Anda sangat haus? Minuman bersoda biasanya merupakan pilihan banyak orang untuk melepas dahaga pada saat cuaca panas. Minuman bersoda atau yang juga dikenal dengan nama soft drink biasanya mengandung air bersoda, pemanis, dan perasa alami atau buatan. Minuman bersoda juga mungkin mengandung kafein, pewarna, pengawet, dan berbagai bahan lainnya. Selain karena banyaknya iklan dan promosi, rasanya yang enak, mudah didapat, dan murah membuat minuman ini sangat populer. Bahkan, sebenarnya banyak orang mengalami kecanduan akan minuman bersoda. Akan tetapi, tahukah Anda bahwa minuman bersoda memiliki banyak dampak negatif pada tubuh Anda? Minuman bersoda mengandung banyak sekali gula, yang tidak baik bagi kesehatan Anda. Gula akan meningkatkan kadar hormon insulin, yang dapat memicu terjadinya diabetes, tekanan darah tinggi, kolesterol tinggi, gangguan jantung, penuaan dini, dan banyak dampak negatif lainnya. Selain itu, minuman bersoda juga tidak mengandung nutrisi penting sama sekali. Minuman bersoda bahkan telah diketahui berhubungan dengan terjadinya berbagai jenis gangguan kesehatan seperti obesitas, gangguan gigi, dan gangguan persendian. Di bawah ini Anda dapat melihat 7 jenis bahan beracun di dalam minuman bersoda yang dapat berbahaya bagi kesehatan Anda.   Asam Fosfat Asam fosfat merupakan unsur dasar dari minuman bersoda. Fungsi utamanya adalah untuk memberikan rasa yang kuat dan mencegah perkembangbiakan jamur dan bakteri di dalam minuman bersoda. Saat digunakan dalam jumlah yang terbatas, asam fosfat tidak berbahaya bagi tubuh, akan tetapi bila digunakan dalam dosis tinggi, asam fosfat dapat mempengaruhi kemampuan tubuh untuk menyerap kalsium. Kekurangan kalsium dapat menyebabkan tulang menjadi lemah dan bahkan dapat membuat gigi menjadi lebih rapuh dan mudah berlubang. Sebuah penelitian yang dilakukan pada tahun 2006 menemukan bahwa minuman bersoda (cola) diketahui berhubungan dengan rendahnya kadar mineral di dalam tulang wanita lanjut usia karena kandungan kafein dan asam fosfat di dalamnya. Selain itu, tingginya kadar asam fosfat di dalam minuman bersoda juga dapat mempengaruhi fungsi lambung, yang dapat menyebabkan terjadinya gangguan pencernaan dan perut kembung.   Sirup Jagung Tinggi Fruktosa Sirup jagung tinggi fruktosa merupakan bentuk gula yang diperoleh dari jagung. Gula ini lebih murah dan lebih mudah digunakan daripada gula alami. Sebagian besar pabrik minuman bersoda menggunakan gula ini sebagai ganti gula biasa. Selain itu, gula ini juga memiliki masa kadarluarsa yang lebih lama. Sebuah penelitian yang dilakukan pada tahun 2004 menemukan bahwa mengkonsumsi minuman bersoda berkalori tinggi dan mengandung sirup jagung tinggi fruktosa secara berlebihan merupakan salah satu penyebab utama terjadinya obesitas. Obesitas akan meningkatkan resiko terjadinya sindrom metabolik, kumpulan gejala yang terdiri dari tekanan darah tinggi, kadar gula darah tinggi, lemak tubuh berlebih di daerah perut, dan kadar kolesterol yang abnormal atau kadar trigliserida yang tinggi. Sindrom metabolik akan meningkatkan resiko terjadinya gangguan jantung, serangan jantung, stroke, dan diabetes.   Asam Sitrat Asam sitrat yang terdapat di dalam soda diet dan soda biasa merupakan bahan berbahaya lainnya, terutama bagi kesehatan mulut Anda. Hal ini dikarenakan asam sitrat dapat merusak lapisan email gigi. Kerusakan lapisan ini akan membuat gigi lebih mudah berlubang, mengalami perubahan warna, dan akhirnya membusuk. Sebuah penelitian yang dilakukan pada tahun 2013 menemukan bahwa asam sitrat yang ada di dalam minuman bersoda dapat menyebabkan erosi gigi. Mengunyah permen karet bebas gula atau berkumur dengan air putih setelah mengkonsumsi minuman bersoda dapat membantu meningkatkan produksi air liur untuk menetralkan keasaman mulut akibat minuman bersoda.   Baca juga: Bahaya Soda Diet   Bisphenol A (BPA) Botol plastik minuman bersoda mengandung sejenis zat kimia yang disebut dengan bisphenol A (BPA) yang digunakan untuk mengeraskan plastik, mencegah terjadinya karat dan mengeliminasi bakteri. Sebuah penelitian yang dilakukan pada tahun 2012 menemukan bahwa paparan BPA telah diketahui berhubungan dengan terjadinya gangguan jantung dan pembuluh darah. Zat kimia ini juga diketahui dapat menyebabkan berbagai gangguan organ reproduksi pada pria dan terjadinya pubertas dini pada wanita. Selain itu, BPA juga dapat mengganggu aktivitas hormonal, yang dapat memicu terjadinya berbagai gangguan kesehatan.   Natrium Benzoat Natrium benzoate atau yang juga dikenal sebagai E211, biasanya digunakan sebagai bahan pengawet dalam minuman bersoda, acar, bumbu salad, jus buah, selai, dan jelly untuk mencegah terbentuknya jamur. Akan tetapi, E211 ini dapat menyebabkan terjadinya kerusakan sel berat dan mempercepat proses penuaan sel. Jadi, sering mengkonsumsi minuman bersoda dapat memicu terjadinya penyakit metabolik karena penuaan dini. Efek samping lainnya dari E211 adalah hiperaktivitas, pusing, kepala terasa ringan, dan sulit tidur.   Perwarna Karamel dan Pewarna Buatan Pewarna karamel akan memberikan warna cokelat klasik pada cola. Pewarna ini dan pewarna buatan lainnya dapat meningkatkan resiko terjadinya kanker. Kedua zat kimia ini juga diketahui dapat meningkatkan frekuensi serangan asma dan memicu terjadinya gejala asma.   Kafein Sebagian besar minuman bersoda mengandung kafein, yang berfungsi untuk memberikan sedikit rasa pahit dan menetralisir rasa gula dan pemanis di dalam minuman bersoda. Jumlah kafein di dalam minuman bersoda dapat bervariasi, tergantung pada merk minuman bersoda. Akan tetapi, kandungan kafein yang biasa ditemukan di dalam minuman bersoda adalah antara 34-38 mg untuk setiap 240 ml. Sebuah penelitian yang dilakukan pada tahun 2015 menemukan bahwa mengkonsumsi kafein secara berlebihan dapat meningkatkan resiko terjadinya gangguan jantung pada orang dewasa muda yang sudah menderita tekanan darah tinggi (hipertensi) ringan. Seiring dengan berlalunya waktu, hal ini dapat meningkatkan resiko terjadinya hipertensi berat dan diabetes. Kafein juga telah diketahui merupakan salah satu penyebab gangguan kesuburan. Sebuah penelitian yang dilakukan pada tahun 2012 menemukan bahwa wanita yang mengkonsumsi minuman bersoda secara teratur akan mengalami gangguan kesuburan. Selain itu, karena kafein merupakan sebuah stimulan, maka konsumsi kafein juga dapat menyebabkan terjadinya insomnia. Kafein juga dapat membuat tubuh mengalami dehidrasi.   Beberapa tips yang dapat Anda lakukan untuk mengurangi jumlah minuman bersoda yang Anda konsumsi dan meminimalisir efeknya adalah: Mengganti minuman bersoda dengan minuman yang lebih sehat seperti jus buah segar, smoothies, atau teh herbal Untuk mengatasi rasa haus, air putih merupakan pilihan terbaik Jika Anda tidak suka rasa tawar air putih, Anda dapat menambahkan buah-buahan segar di dalamnya (infused water) Jika Anda ingin mengkonsumsi minuman bersoda, minumlah dalam jumlah sedang dan jangan dalam waktu yang lama Setelah minum minuman bersoda, pastikan Anda berkumur dengan air putih untuk menetralkan asam dan gula di dalam mulut Jangan mengkonsumsi minuman bersoda sebelum tidur   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang.   Sumber: top10homeremedies
 28 Sep 2017    18:00 WIB
10 Makanan yang Paling Sering Menyebabkan Keracunan
Pernahkah Anda bertanya-tanya apakah mengkonsumsi berbagai jenis sayuran seperti salad juga dapat menyebabkan Anda mengalami keracunan makanan? Di Amerika, salad sayuran merupakan salah satu jenis makanan yang cukup sering menyebabkan terjadinya keracunan makanan. Dari 76 juta kasus keracunan makanan di Amerika setiap tahunnya, sayuran berdaun hijau merupakan penyebab dari sekitar 30% kasus di antaranya.Keracunan makanan sendiri sebenarnya merupakan suatu gangguan kesehatan yang terjadi saat seseorang mengkonsumsi makanan yang terkontaminasi oleh kuman seperti bakteri, virus, parasit, atau toksin yang dihasilkan oleh ketiganya.Di bawah ini Anda dapat melihat hasil analisis data yang dilakukan oleh The Washington-based Centers for Science dari tahun 1990 sampai tahun 2006 mengenai berbagai jenis makanan yang paling sering menyebabkan terjadinya keracunan makanan dalam kurun waktu tersebut.  1.      Sayuran Berdaun HijauBerdasarkan analisis data dari tahun 1990-2006, sayuran berdaun hijau telah menyebabkan sekitar 363 kasus keracunan makanan. Hal ini dikarenakan sayuran berdaun hijau mengandung berbagai jenis kuman seperti bakteri E.coli, norovirus, dan salmonella. Berbagai jenis kuman ini biasanya mengkontaminasi sayuran pada waktu sayuran tersebut dipanen atau saat dicuci sebelum dikemas. 2.      TelurBerdasarkan analisis data dari tahun 1990-2006, telur telah menyebabkan sekitar 325 kasus keracunan makanan. Sebagian besar kasus keracunan makanan akibat telur disebabkan oleh adanya salmonella di dalamnya karena proses memasak yang tidak tepat. Kejadian ini paling sering terjadi di restoran, misalnya saat mereka menyajikan telur yang terlalu mentah atau terlalu lama membiarkannya di dalam tempat terbuka, misalnya di tempat makan buffet. 3.      Ikan TunaBerdasarkan analisis data dari tahun 1990-2006, ikan tuna telah menyebabkan sekitar 268 kasus keracunan makanan. Penyebab utamanya adalah karena keracunan scombroid, sejenis racun yang dilepaskan saat ikan segar disimpan di dalam tempat bersuhu kurang dari 15.5 derajat Celcius. Gejala yang biasa ditemukan adalah nyeri kepala, kram perut, mual, diare, berdebar-debar, dan gangguan penglihatan. 4.      TiramBerdasarkan analisis data dari tahun 1990-2006, tiram telah menyebabkan sekitar 132 kasus keracunan makanan. Penyebab utamanya adalah adanya norovirus di dalam tiram dan biasanya berasal dari air tempatnya berasal. Selain norovirus, sejenis bakteri yang bernama Vibrio juga dapat ditemukan di dalam tiram dan dapat masuk ke dalam aliran darah dan mengancam nyawa seseorang. 5.      KentangBerdasarkan analisis data dari tahun 1990-2006, kentang telah menyebabkan sekitar 108 kasus keracunan makanan. Keracunan ini biasanya berasal dari kentang yang telah terkontaminasi atau karena kentang salad yang tidak dimasukkan ke dalam lemari pendingin. Bakteri yang paling sering menjadi penyebab keracunan makanan akibat kentang adalah E. coli dan salmonella. Baca juga: Keracunan Makanan Lebih Sering Terjadi di Restoran Daripada di Rumah 6.      KejuBerdasarkan analisis data dari tahun 1990-2006, keju telah menyebabkan sekitar 83 kasus keracunan makanan. Penyebab tersering adalah adanya bakteri salmonella. Selain itu, dianjurkan agar para ibu hamil tidak mengkonsumsi berbagai jenis keju lunak seperti Brie atau Camembert karena keduanya sering mengandung Listeria, yang dapat menyebabkan terjadinya keguguran. 7.      Es KrimBerdasarkan analisis data dari tahun 1990-2006, es krim telah menyebabkan sekitar 75 kasus keracunan makanan. Sebagian besar kasus terjadi akibat adanya bakteri salmonella dan staphylococcus yang seringkali berasal dari telur mentah di dalam es krim rumahan. 8.      TomatBerdasarkan analisis data dari tahun 1990-2006, tomat telah menyebabkan sekitar 31 kasus keracunan makanan. Sebagian besar kasus terjadi akibat adanya bakteri salmonella di dalam tomat. Kasus keracunan makanan akibat tomat sebagian besar terjadi di restoran, yaitu sekitar 70%. 9.      KecambahBerdasarkan analisis data dari tahun 1990-2006, kecambah telah menyebabkan sekitar 31 kasus keracunan makanan. Hal ini dikarenakan biji kecambah telah terkontaminasi oleh salmonella atau E.coli saat disimpan. Oleh karena itu, BPOM Amerika menganjurkan agar orang yang memiliki daya tahan tubuh yang rendah, orang lanjut usia, dan anak-anak tidak mengkonsumsi kecambah mentah. 10.  Buah BeriBerdasarkan analisis data dari tahun 1990-2006, buah beri telah menyebabkan sekitar 25 kasus keracunan makanan. Buah beri seringkali terkontaminasi oleh virus hepatitis A atau cyclospora. Kontaminasi kemungkinan terjadi saat panen atau proses pengemasan.Berdasarkan berbagai penelitian, mengkonsumsi suplemen probiotik setiap harinya dapat membantu mengurangi keparahan dan membantu mengatasi gejala keracunan makanan.  Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang  Sumber: newsmax
 16 Jan 2017    11:00 WIB
Ini Dia 8 Jenis Laba-laba Paling Mematikan!
Siapa orang di dunia ini yang tidak pernah melihat laba-laba? (kecuali bayi tentu saja). Bahkan didalam rumah yang paling bersih sekalipun Anda dapat menemukan laba-laba. Bagi Anda yangmenderita arachnofobia, keadaan ini mungkin akan membuat Anda sangat menderita. Akantetapi, apakah laba-laba merupakan makhluk yang sangat berbahaya?Laba-laba biasanya tidak berbahaya. Sebagian besar orang yang bertemu dengan laba-laba lebihsering terluka karena ketakutannya sendiri akan laba-laba dibandingkan karena laba-laba itusendiri.Akan tetapi, di bawah ini Anda dapat melihat 8 jenis laba-laba yang cukup berbahaya yang perluAnda waspadai.1. Brown Recluse SpiderLaba-laba jenis ini biasanya berburu di malam hari dan cenderung muncul di Amerika Serikatbagian Selatan dan Tengah. Laba-laba ini memiliki beberapa karakteristik unik seperti memiliki6 mata (dan bukannya 8 mata seperti laba-laba lainnya).Walaupun beberapa sumber menyebutkan bahwa laba-laba ini memiliki tanda yang berbentukseperti biola di bagian atas kepalanya, akan tetapi tanda ini dapat menghilang seiring denganberlalunya waktu. Laba-laba ini biasanya berwarna cokelat keemasan.Sekitar 10% gigitan laba-laba ini menyebabkan kerusakan kulit sedang atau lebih parah danmenyebabkan terbentuknya jaringan ikat. Namun, sebagian besar orang yang digigit oleh laba-laba ini akan sembuh tanpa pengobatan medis. Intinya, gigitan laba-laba jenis ini jarang sekaliberakibat fatal.2. Black Widow SpiderLaba-lba ini biasanya berwarna gelap dan tampak mengkilap dengan tanda berbentuk jam pasirberwarna merah pada bagian bawah tubuhnya. Di Amerika Serikat, laba-laba betina lebih seringditemukan daripada laba-laba jantan.Black widow dapat ditemukan pada gudang, gubuk, dinding batu, perabotan rumah tangga, danbangunan luar ruangan lainnya. Laba-laba ini membentuk sarangnya di antara benda dan iabiasanya akan menggigit orang yang menyentuh sarangnya tersebut.Gigitan laba-laba ini dapat terasa sangat nyeri, walaupun ada beberapa kasus di mana seseorangsama sekali tidak menyadari dirinya telah digigit oleh laba-laba. Seringkali, rasa nyeri akanmenjalar dari tempat gigitan ke bagian perut dan akhirnya ke punggung. Gejala lain yang dapatditemukan adalah kram atau kekakuan otot perut, mual, sesak napas, peningkatan tekanan darah,dan demam.3. Brown Widow SpiderLaba-laba beracun ini lebih sering ditemukan pada Amerika Serikat bagian selatan. Laba-labaini biasanya berwarna cokelat gelap atau cokelat muda. Laba-laba ini juga memiliki tandaberbentuk jam pasir pada bagian perutnya, yang biasanya berwarna oranye atau kadang-kadangkuning. Laba-laba ini biasanya juga memiliki bintik merah atau putih pada bagian tengahpunggungnya. Racunnya dapat menyebabkan kaku otot menyeluruh, nyeri perut, mual, danmuntah.4. Red Widow SpiderLaba-laba ini dapat ditemukan di Florida. Seperti semua jenis laba-laba widow lainnya, hanyabetinanya saja yang dianggap berbahaya. Laba-laba ini berukuran sekitar 1.2 cm dan memilikiwarna merah-oranye pada kepala, punggung, dan kakinya.Menurut sebuah penelitian yang dilakukan oleh University of Missouri, laba-laba ini sulitditemukan dan walaupun beracun, tetapi tampaknya tidak pernah ditemukan kasus gigitan padamanusia. Racunnya merupakan neurotoksin yang akan menyebabkan terjadinya kram otot dankerusakan jaringan.Baca juga: 5 Penyebab Gatal Pada Hewan Peliharaan Anda5. Funnel Web SpiderLaba-laba besar ini merupakan jenis laba-laba yang paling ditakuti di Australia bagian Selatandan Timur. Telah ditemukan beberapa kasus kematian manusia di Sidney akibat gigitan laba-labaini sejak tahun 1920an.Antidot untuk racunnya terbukti efektif bila segera diberikan. Laba-laba ini cukup unik, di manaia biasanya mengeluarkan benangnya secara horizontal, dengan corong yang menuju ketempatnya bersarang (biasanya pada celah-celah bebatuan atau hutan lebat).6. Redback SpiderLaba-laba ini berasal dari Australia, tetapi juga dapat ditemukan di Selandia Baru, Belgia, danJepang berkat ekspor anggur. Laba-laba ini memiliki punggung yang berwarna hitam dengangaris merah atau bercak berbentuk jam pasir di bagian punggungnya (mirip dengan blackwidow).Menurut Sydney’s Australian Museum, laba-laba ini jarang sekali meninggalkan sarangnya.Orang yang digigitnya biasanya merupakan orang yang menyentuh sarangnya. Racunnyamerupakan neurotoksin yang dapat menyebabkan nyeri, denyut jantung meningkat, danpembesaran kelenjar getah bening.Laporan kematian terakhir akibat gigitan laba-laba ini adalah pada tahun 1956, walaupundemikian, sekitar 250 orang datang ke rumah sakit di Australia setiap tahunnya karena digigitoleh laba-laba ini.7. Brazillian Wandering SpiderMenurut Guinness World Records, laba-laba yang sangat agresif ini merupakan laba-laba palingberacun di seluruh dunia. Laba-laba ini paling sering ditemukan di Brazil. Racunnya akanmempengaruhi sistem saraf dan jantung.Laba-laba ini biasanya berwarna gelap dan dapat berukuran hingga 18 cm. Laba-laba ini seringmasuk ke dalam rumah dan bersembunyi di dalam pakaian atau sepatu. Saat merasa terancam,laba-laba ini dapat menjadi sangat agresif dan dapat menggigit lebih dari sekali. Kematian palingsering terjadi bila yang digigit adalah seorang anak kecil. Saat ini telah tersedia anti racunnya.8. Wolf SpiderLaba-laba ini memiliki banyak sekali spesies, beberapa di antaranya bahkan sangat besar.Disebut wolf karena laba-laba ini memiliki kebiasaan untuk mengejar dan menyerangmangsanya seperti seekor serigala.Laba-laba ini biasanya berburu di malam hari. Sebagian besar jenisnya berwarna cokelat gelapdengan badan yang berbulu panjang dan lebat. Mereka cenderung membentuk sarangnya di atastanah.Gigitannya dapat menyebabkan seseorang menjadi mual, pusing, dan meningkatkan denyutjantung, terutama pada orang yang alergi terhadap laba-laba.Jika Anda menduga bahwa Anda telah digigit oleh seekor laba-laba, jangan biarkan laba-labatersebut kabur. Hal ini dikarenakan dokter hanya dapat mengobati Anda bila mereka mengetahuijenis laba-laba yang telah menggigit Anda.The Centers for Disease Control and Prevention (CDC) menganjurkan untuk membersihkan areagigitan dengan sabun dan air bersih, kemudian kompres dingin area tersebut untuk mengurangipembengkakan. Letakkan bagian tubuh yang tergigit pada posisi yang lebih tinggi, bilamemungkinkan dan jangan mencoba untuk menyingkirkan racunnya. Segera cari pertolonganmedis.Satu hal lagi yang perlu diingat adalah karena laba-laba dapat terinfeksi oleh spora tetanus,dianjurkan agar Anda menerima vaksin tetanus.Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya doktersekarang.Sumber: safebee