Your browser does not support JavaScript!
 15 Apr 2019    11:00 WIB
Puting Sakit ? Kenali Penyebabnya Dari Sekarang
Halo sahabat setia Dokter.ID! kabar sehat untuk kita semua, hari ini kita akan membahas masalah kesehatan tentang puting. Baik laki-laki ataupun kita para wanita bisa mendapatkan masalah puting, terutama sebagian besar pada wanita. Seperti apa sih penyakit yang menyerang puting kita? mari kita pelajari sama-sama. Kalau diantara kita pernah merasakan nyeri di puting kita, dengan sensasi sakit, nyeri, kesemutan, berdenyut, atau terbakar, bisa termasuk di sekitar areola, atau cincin kulit berpigmen di sekitar puting. Dan nyeri pada puting dapat berasal dari beberapa penyebab berbeda, tetapi sebagian besar tidak serius. Paling umum, nyeri puting datang dari semacam trauma ke puting, dan kadang-kadang trauma itu bisa halus dan sulit dikenali. Cara paling penting untuk mengidentifikasi penyebab nyeri puting adalah dengan mempertimbangkan apa yang kita lakukan tepat sebelum rasa sakit itu mulai. Beberapa akan menjadi penyebab yang jelas, yang lain tidak. Berikut adalah beberapa hal yang membuat puting kita sakit. Yaitu: Penyebab traumatis yang paling umum dari nyeri puting adalah menyusui, aktivitas seksual, atau yang jarang terjadi gigitan serangga, atau infeksi karena tindikan di puting. Penyakit kanker. Penyakit Ectasia, yaitu ketika seorang wanita mendekati menopause (sekitar akhir 40-an atau awal 50-an), saluran susu yang terletak di bawah puting menjadi melebar (melebar). Proses normal pelebaran kelenjar susu ini disebut ektasia. Ectasia adalah kondisi payudara yang bukan kanker. Dalam beberapa kasus, ini dapat menyebabkan penyumbatan saluran. Kemudian cairan dapat terkumpul dan bocor ke jaringan terdekat. Ini menyebabkan infeksi, peradangan kronis, atau infeksi yang berisi nanah yang disebut abses. Jika ada infeksi (disebut periductal mastitis), itu dapat menyebabkan jaringan parut terbentuk. Ini menarik puting ke dalam. Infeksi ini juga dapat menyebabkan nyeri payudara dan keluarnya puting susu yang tebal dan lengket. Jogger's nipple (Puting pelari) adalah luka bakar gesekan yang berasal dari pakaian yang menggesek puting. Perubahan hormon. Reaksi alergi. Beberapa orang mengembangkan alergi pada sabun, deterjen, kondisioner, atau lotion yang pada akhirnya menyebabkan ruam, kemerahan, atau gatal-gatal. Puting sering menjadi yang pertama teriritasi oleh alergi baru dan tanda pertama bisa berupa rasa sakit pada puting. Sengatan matahari, bagi orang yang suka berjemur dengan telanjang dada, dan tidak menggunakan tabir surya akan mendapatkan sensasi terbakar dan perih pada bagian puting . Penyakit Paget. Penyakit ini dapat memengaruhi kelenjar susu atau di luar kelenjar susu. Ketika puting terlibat, itu dianggap sebagai penyakit Paget susu (MPD), yang memiliki hubungan sangat tinggi dengan kanker. Penyakit Paget memerlukan diagnosis dokter, setelah melakukan biopsi. Biasanya, penyakit Paget hanya menyerang satu sisi. Adenomatosis puting yang erosif adalah tumor jinak pada puting. Papilloma intraductal. Papilloma intraductal adalah benjolan kecil seperti kutil yang tidak berbahaya. Benjolan tumbuh di dalam saluran susu dan biasanya dekat dengan puting. Kondisinya tidak bersifat kanker. Papilloma intraductal dapat menyebabkan darah atau cairan lengket keluar dari puting. Jadi banyak hal bisa menyebabkan puting kita terluka (sakit). Karena itu perlu sekali kita menjaga kesehatan puting kita, dengan banyak cara, seperti: Makan-makanan yang bergizi, jangan sering mengkonsumsi alkohol, cafeine dan makan-makanan berlemak seperti (kulit ayam, ayam boiler, dll). Jauhi paparan sinar matahari langsung jika ingin berjemur telanjang dada, gunakan tabir surya. Kompres dengan air hangat jika mengalami nyeri atau sakit. Oleskan Medical Grade Lanolin Ointment (khususnya bagi ibu yang menyusui). Gunakan ukuran bra yang tepat. Lepas bra jika ingin tidur. Jaga agar bra dan bantalan bra Anda bersih dan kering. Jika menemukan benjolan yang mencurigakan atau merasakan nyeri di sekitar puting dan sangat mengganggu serta tidak kunjung sembuh, segera berkonsultasi ke dokter dan jangan menunda. Salam sehat untuk kita semua, sampai jumpa.   Sumber : www.medicalnewstoday.com, www.webmd.com, youngwomenshealth.org, www.hopkinsmedicine.org, www.verywellhealth.com, www.healthline.com
 19 Jul 2018    11:00 WIB
Masalah Yang Ditemui Para Ibu Menyusui Dan Bagaimana Cara Mengatasinya
Hore! Anda sudah berhasil melewati masa kehamilan dan persalinan Anda. Sekarang bayi mungil dan lucu sudah hadir dalam pangkuan Anda. Pasti saat-saat ini adalah saat yang membahagiakan Anda. Anda yang telah berhasil melewati masa kehamilan dan persalinan berjanji untuk memberikan ASI. Seperti kita ketahui manfaat ASI adalah yang terbaik untuk bayi. Namun perlu Anda ketahui menyusui juga memiliki tantangan tersendiri ada beberapa hal yang bisa Anda hadapi. Kebanyakan wanita mengalami beberapa rasa ketidaknyamanan saat menyusui. Berikut adalah kendala yang paling umum dirasakan saat menyusui: Pembengkakan payudara Masalah: Setelah melahirkan, payudara Anda akan menjadi seperti batu keras dimana pasokan air ASI meningkat yang begitu banyak sehingga Anda mungkin hampir tidak dapat mengangkat lengan Anda. Solusi: Untungnya rasa sakit yang terburuk akan mereda dalam beberapa hari dan akan hampir hilang dalam beberapa minggu menyusui. Sampai saat itu, untuk meringankan ketidaknyamanan karena menyusui yang sering, gunakan kompres hangat sebelum menyusui dan kompres dingin setelahnya,  pijat payudara Anda saat menyusui, beralih posisi kanan dan kiri, kemudian mengenakan bra menyusui yang nyaman. Keluar cairan Masalah: bocor, cairan keluar dari payudara pada saat hamil adalah hal yang wajar, terutama dalam beberapa minggu pertama setelah melahirkan sebagai pasokan dan permintaan ASI. Anda kemungkinan mengalami "bocor" ketika Anda mendengar atau bahkan berpikir tentang bayi Anda, yang dapat merangsang kelaurnya ASI. Solusi: Kenakan bantalan pada daerah puting dan areola sehingga Anda menjadi satu-satunya orang yang tahu bila Anda sedang "bocor" Setelah pasokan ASI Anda stabil setelah beberapa minggu pertama, Anda dapat mencoba menerapkan tekanan pada payudara Anda untuk membendung kebocoran tersebut. Mastitis Masalah: infeksi payudara ini sering terjadi ketika kuman, biasanya dari mulut bayi, masuk melalui celah di puting Anda atau melalui saluran susu Anda. Hal ini paling mungkin terjadi dalam enam minggu pertama, menimbulkan rasa sakit pada satu payudara dengan gejala seperti flu, termasuk demam dan kelelahan. Solusi: Dokter akan meresepkan antibiotik yang akan membuat Anda merasa lebih baik dengan cepat. Dan Anda tetap didorong untuk terus menyusui bahkan saat Anda sedang mengobati infeksi. ASI sedikit Masalah: Payudara Anda ASI sesuai permintaan, tapi akan sulit untuk tahu persis berapa banyak yang akan diproduksi. Bisa banyak bisa sedikit. Solusi: pasokan ASI cukup jika bayi memproduksi banyak popok kotor (8 sampai 10 popok basah dan setidaknya 5x buang air besar dalam sehari selama beberapa minggu pertama) dan biasanya bayi akan menunjukkan kenaikan berat badan. Jika pasokan susu Anda rendah, periksa apakah bayi Anda minum ASI dengan benar. Juga pastikan Anda cukup makan, beristirahat dan terhidrasi juga. Puting datar atau terbalik Masalah: Sebagian besar puting menonjol ke luar, bentuk ideal untuk mulut bayi. Namun puting beberapa perempuan ada yang datar atau masuk kedalam. Solusi: Memiliki puting datar atau terbalik tidak mempengaruhi kemampuan Anda untuk memasok susu, dan sering bayi bisa minum ASI tanpa hambatan. Jika bayi Anda mengalami kesulitan menempelkan mulutnya, kompres areola Anda dan menggunakan breast shell  atau pelindung payudara pada sesi menyusui. Puting sakit atau terbakar Masalah: Puting luka, terasa terbakar atau berkerak, itu mungkin karena infeksi jamur yang disebut thrush. Solusi: Periksa posisi menyusui Anda dan bayi Anda apakah menempel ke kedua areola dan puting dengan benar. Setelah menyusui biarkan payudara Anda terkena udara selama beberapa menit jika mungkin dan gosok krim lanolin. Membasmi sariawan dengan krim antijamur untuk Anda dan bayi yang direkomendasikan oleh dokter Anda. Masalah pada saat menyusui memang membuat bingung para ibu, tetapi jangan pernah karena masalah ini kemudian Anda berhenti menyusui karena ASI adalah susu yang terbaik untuk bayi Anda. Baca juga: Makanan Sehat Untuk Ibu Menyusui Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang Sumber: whattoexpect
 01 Oct 2016    12:00 WIB
Nih Bagi Yang Mau Tahu Lebih Banyak Tentang Puting Susu!
Seperti halnya setiap manusia memiliki kepribadian yang berbeda, setiap orang, baik pria maupun wanita, juga memiliki puting susu yang berbeda-beda. Selain dipengaruhi oleh faktor genetika; kadar hormonal tampaknya juga dapat mempengaruhi perbedaan bentuk dan warna puting susu setiap orang, khususnya wanita. Di bawah ini Anda dapat melihat beberapa fakta unik mengenai puting susu yang mungkin belum Anda ketahui sebelumnya.   Puting Dapat Mengeras Tahukah Anda bahwa puting susu merupakan area payudara yang paling sensitif terhadap sentuhan? Putting susu yang mengeras juga dapat menjadi petunjuk bahwa seorang wanita atau pria sedang merasa bergairah, walaupun tidak selalu. Hal ini dikarenakan perubahan suhu, terutama suhu dingin, juga dapat menstimulasi puting susu sehingga mengeras.   Bagaimana puting susu dapat mengeras? Berbeda dengan ereksi penis yang disebabkan oleh masuknya darah ke dalam pembuluh darah di area sekitar penis, mengerasnya puting susu terjadi karena kontraksi otot-otot di bawah kulit, seperti yang terjadi saat seseorang merinding, hanya saja dengan efek yang lebih kuat.   Ukuran Berbeda Seperti halnya payudara kanan dan kiri yang berbeda ukuran, puting susu kanan dan kiri juga memiliki ukuran yang berbeda. Beberapa orang bahkan memiliki puting susu yang masuk ke arah dalam. Walaupun tidak membahayakan, hal ini dapat membuat Anda mengalami kesulitan saat akan menyusui anak Anda.   Puting Tampak Masuk ke Dalam Pada beberapa orang, puting susu justru tampak masuk ke dalam kulit dan bukannya menonjol keluar. Keadaan ini biasanya tidak berbahaya, kecuali bila baru saja terjadi. Masuknya puting susu ke dalam kulit dapat merupakan tanda kanker payudara yang menarik puting susu masuk ke dalam kulit payudara. Oleh karena itu, bagi Anda yang sebelumnya memiliki puting susu yang menonjol, tetapi kemudian puting susu mengalami perubahan menjadi masuk ke dalam kulit, segera hubungi dokter Anda.   Warna Berubah Selain ukuran dan bentuk yang berbeda-beda, warna puting susu pun dapat berubah warna. Perubahan warna ini biasanya disebabkan oleh perubahan kadar hormonal saat seorang wanita sedang hamil atau menyusui. Pada beberapa keadaan, warna puting susu juga dapat berubah menjadi lebih gelap seiring dengan semakin bertambahnya usia seseorang.   Baca Juga: Apakah Arti Benjolan Pada Payudara Anda?   Keluar Cairan dari Puting Susu Kadangkala, Anda mungkin menyadari ada semacam cairan yang keluar dari puting susu Anda, bahkan di saat Anda tidak hamil atau menyusui. Hal ini normal terjadi bila payudara atau puting susu Anda ditekan dengan sangat kuat, misalnya saat Anda sedang menjalani pemeriksaan mamografi.   Akan tetapi, keluarnya cairan dari dalam puting susu juga dapat merupakan suatu tanda bahaya bila terjadi tanpa adanya rangsangan apapun pada payudara atau puting susu Anda atau bila cairan yang keluar merupakan darah atau bila hanya terjadi pada salah satu puting susu Anda.   Implan Buat Puting Susu Mati Rasa Sebuah penelitian menemukan bahwa semakin besar implan yang dimasukkan ke dalam payudara seseorang, maka semakin besar kemungkinan orang tersebut akan mengalami mati rasa di daerah puting susunya. Hal ini juga dapat terjadi saat seseorang melakukan operasi untuk mengecilkan ukuran payudaranya.   Tindik Buat Puting Susu Semakin Besar Ternyata, menindik daerah puting susu Anda dapat membuat puting susu Anda menjadi lebih besar lho! Pembesaran ini juga bersifat permanen.   Memiliki 3 Puting Susu Puting susu tambahan biasanya terbentuk di "garis susu" tubuh Anda, yaitu dari daerah ketiak yang melewati puting susu normal Anda dan turun hingga ke selangkangan. Puting susu tambahan yang tumbuh pada "garis susu" ini biasanya akan menghilang saat Anda masih berada di dalam kandungan ibu Anda, akan tetapi pada beberapa orang, puting susu tambahan ini tidak menghilang, sehingga orang tersebut pun memiliki puting susu yang lebih banyak daripada orang lain, yang seringkali dikira tahi lalat. Keadaan ini biasanya lebih sering ditemukan pada pria daripada pada wanita. Baca juga:  Ingin Payudara Lebih Kencang? Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang Sumber: buzzfeed