Your browser does not support JavaScript!
 05 Jun 2018    13:00 WIB
Tips Lancarkan ASI Selama Bulan Ramadhan Bagi Para Ibu yang Berpuasa
Walaupun ibu menyusui sebenarnya tidak dianjurkan untuk berpuasa, apalagi bila bayi Anda masih berusia kurang dari 6 bulan, akan tetapi bila Anda tetap mau berpuasa, maka dianjurkan agar Anda berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter Anda. Hal ini dikarenakan ASI masih merupakan satu-satunya sumber makanan bagi bayi yang berusia kurang dari 6 bulan. Selain itu, walaupun Anda harus berpuasa di siang hari, bukan berarti Anda tidak dapat memenuhi kebutuhan nutrisi harian Anda. Selama puasa, Anda pun dapat tetap makan 3 kali sehari, hanya saja dengan waktu yang berbeda. Untuk mencukupi kebutuhan nutrisi harian Anda, dianjurkan agar Anda mengkonsumsi diet seimbang, yang terdiri dari karbohidrat (50%), protein (30%), dan lemak (10-20%). Di bawah ini Anda dapat melihat beberapa tips yang dapat membantu membuat produksi ASI Anda tetap lancar. Bagi ibu yang sedang menyusui, dibutuhkan sekitar 700 kalori tambahan setiap harinya, di mana 500 kalori tersebut diambil dari makanan ibu dan 200 kalori sisanya diambil dari cadangan lemak tubuh. Oleh karena itu, sangat penting bagi ibu yang sedang menyusui dan ingin berpuasa untuk tetap mempertahankan pola makannya (3 kali sehari) dengan mengkonsumsi makanan bergizi. Pastikan Anda mengkonsumsi berbagai jenis makanan bergizi saat sahur dan setelah sholat tarawih. Dengan demikian, Anda akan memiliki energi yang cukup untuk melakukan aktivitas harian Anda dan dapat mencukupi kebutuhan nutrisi yang diperlukan oleh bayi Anda. Beberapa hal yang perlu diperhatikan oleh ibu yang sedang menyusui tetapi ingin berpuasa adalah: Konsumsilah banyak air putih, setidaknya 2 liter setiap harinya, mulai dari saat berbuka hingga sahur Minumlah segelas susu setiap sahur untuk menurunkan resiko terjadinya anemia Konsumsilah minuman hangat saat berbuka puasa untuk menstimulasi pengeluaran ASI Baca juga: Manfaat Kurma Saat Puasa Sumber: aritunsa
 01 Jun 2018    16:00 WIB
Apakah Diet Puasa Dapat Menurunkan Resiko Penyakit Jantung?
Apakah diet puasa dapat menurunkan resiko penyakit jantung? Mungkin saja. Para peneliti memang belum dapat memastikan mengapa, tetapi kemungkinan dengan menjalankan puasa (tidak makan dan minum selama 24 jam) ternyata dapat meningkatkan kesehatan jantung Anda.   Sulit untuk mengatakan apa saja efek puasa untuk kesehatan jantung Anda karena ada sebagian orang yang menjalankan puasa dengan teratur dengan alasan agama. Orang-orang ini juga cenderung tidak merokok dan minum alkohol, yang juga merupakan faktor mengurangi resiko penyakit jantung.   Tetapi, akan tetap terlihat bahwa mereka yang menjalankan diet puasa mempunyai kondisi jantung yang lebih baik dibanding mereka yang tidak melakukannya. Hal ini mungkin disebabkan karena mereka yang berpuasa secara rutin memiliki kontrol diri untuk membatasi asupan kalori yang mereka makan dan minum dan perilaku ini dapat diartikan sebagai perubahan pola makan menjadi lebih baik saat mereka tidak melakukan puasa.   Hubungan antara puasa periodik dan kondisi jantung yang lebih baik juga dapat terkait dengan cara tubuh Anda melakukan proses metabolisme kolesterol dan gula. Puasa reguler dapat menurunkan kadar LDL kolesterol atau kolesterol jahat. Puasa juga dapat memperbaiki metabolisme tubuh terhadap gula. Hal tersebut akan mengurangi resiko penambahan berat badan dan menurunkan resiko diabetes dimana keduanya merupakan faktor resiko dari penyakit jantung.   Jika Anda mempertimbangkan untuk melakukan puasa periodik, maka konsultasikan dahulu dengan dokter Anda sebelum melakukannya. Dokter Anda akan mengatakan apakah berpuasa akan baik untuk Anda lakukan atau tidak dan bagaimana Anda harus melakukannya. Ingatlah bahwa dengan melakukan puasa secara teratur tidak hanya dapat meningkatkan kesehatan jantung Anda tetapi juga meningkatkan kesehatan tubuh Anda secara keseluruhan.     Sumber: mayoclinic
 26 May 2018    13:00 WIB
3 Langkah Tetap Cantik Selama Bulan Puasa
Karena selama berpuasa tubuh Anda kekurangan asupan cairan, apalagi dengan cuaca panas sekarang ini, maka hal ini tentu akan turut mempengaruhi penampilan Anda. Untuk mengatasinya, di bawah ini Anda dapat melihat beberapa tips yang dapat membantu Anda tetap tampil cantik walaupun sedang berpuasa.   1. Perbanyak Konsumsi Protein Berbagai jenis makanan sumber protein seperti daging, ikan, dan kacang-kacangan sangat baik dikonsumsi saat sahur dan berbuka. Karena selain membuat Anda merasa kenyang lebih lama, protein juga dapat menjaga kulit, kuku, dan rambut Anda tetap sehat dan lembab. Akan tetapi, jangan lupa untuk mengkonsumsi karbohidrat juga, hanya saja pastikan Anda tidak mengkonsumsi karbohidrat secara berlebihan. Selain itu, jangan terlalu banyak mengkonsumsi makanan asin karena akan mempengaruhi jumlah air di dalam tubuh.   2. Cukup Tidur Selain mengkonsumsi diet sehat dan seimbang, memiliki waktu tidur yang cukup juga sangat penting untuk menjaga kesehatan Anda selama berpuasa. Apalagi bila besok pagi Anda harus menyiapkan makan sahur dan bekerja di siang hari.   3. Konsumsi Cukup Air Putih Karena selama berpuasa Anda tidak dapat mengkonsumsi cukup air putih, maka banyak orang yang sedang berpuasa mengalami dehidrasi. Selain mempengaruhi stamina dan kemampuan berpikir, dehidrasi juga dapat membuat tubuh terasa lemas dan mengantuk. Oleh karena itu, pastikan Anda memenuhi kebutuhan cairan Anda, yaitu sebanyak 1.5 liter setiap harinya saat sahur dan berbuka puasa.     Sumber: puteriputeri
 25 May 2018    13:00 WIB
Puasa Untuk Ibadah Dan Kesehatan
Sahabat Sehat, selamat memasuki bulan suci Ramadan. Selain ibadah, ternyata puasa juga bermanfaat untuk menurunkan berat badan dan juga untuk memulihkan kesehatan kita. Tapi tentu saja jika dilakukan secara benar. Fakta ini sudah berdasarkan penelitian beberapa peneliti dunia.   Alasan kenapa puasa biasa menurunkan berat badan Pada kondisi yang normal, tubuh mendapatkan energi dari glukosa yang tersimpan di dalam hati dan otot. Pada saat puasa dari subuh sampai maghrib ketika glukosa ini habis maka yang digunakan sebagai energi adalah lemak tubuh. Penggunaan lemak tubuh untuk energi inilah yang membantu kita menurunkan berat badan. Ini juga menjaga otot dan menurunkan kadar kolesterol seperti yang dituturkan oleh Dr. Razeen Mahroof, seorang konsultan dari the University of Oxford. Jadi bukan saja sobat sehat bisa menurunkan berat badan namun juga bisa mengendalikan diabetes lebih baik dan juga menurunkan tekanan darah. Masih ada lagi guys, Dia menambahkan bahwa puasa juga menyebabkan terjadinya proses detoksifikasi karena toksin apapun yang tersimpan dalam lemak akan dilarutkan dan dibuang dari dalam tubuh. Dia mencatat setelah beberapa hari berpuasa, kadar endorphin yang lebih tinggi dihasilkan di dalam darah. Endorphin adalah senyawa yang membuat sesorang merasa senang dan untuk kekebalan tubuh.   Manfaat puasa bagi sistem kekebalan tubuh Suatu studi yang dilakukan oleh Dr. Valter Longo dari the University of Southern California (USC) di Los Angeles, menemukan bahwa periode puasa yang lebih lama dari 2-4 hari akan "reboot" sistem imunitas kita. Tubuh akan membersihkan sel imun yang lama dan meregenerasi sel imun yang baru. Proses ini dapat menjaga kerusakan sel semisal yang disebabkan oleh faktor usia dan kemoterapi. Dia menjelaskan ketika kita kelaparan sistem tubuh akan berusaha menyimpan energi dan salah satu yang dilakukan sistem tubuh kita untuk menyimpan energi adalah dengan mendaur ulang banyak sel imunitas yang tidak diperlukan khususnya yang telah rusak. Tim Dr. Longo menemukan bahwa pasien kanker yang puasa tiga hari sebelum kemoterapi akan menyebabkan sistem imunitas akan terjaga dari kerusakan yang disebabkan oleh terapi kemoterapi ini.   Jadi sobat sehat tetap semangat menjalankan ibadah puasa yang ternyata bermanfaat untuk ibadah dan juga berfaedah untuk kesehatan kita.     Sumber: nhs.uk dan medicalnewstoday
 24 May 2018    13:00 WIB
Manfaat Puasa Bagi Tubuh
Sobat sehat pasti tidak asing dengan aktor super hero seperti Chris Hemsworth dan Hugh Jackman, bukan? Keduanya berperan sebagai Thor dan Wolverine yang sering kali memperlihatkan kekekaran tubuh mereka dalam aksinya. Nah, sobat sehat ternyata salah satu hal yang mereka lakukan untuk membentuk tubuh adalah dengan puasa berselang yang bahasa kerennya adalah intermittent fasting. Intermettent fasting ini adalah puasa yang dilakukan sekitar 16 jam sepanjang hari. Banyak yang mengatakan bahwa puasa jenis ini bisa menurunkan berat badan. Namun ternyata sebagian orang lagi mengatakan bahwa puasa ini memiliki keuntungan lainnya seperti meningkatkan daya tahan tubuh dan bahkan para peneliti mulai meneliti apakah puasa ini bisa meningkatkan kesehatan jantung serta menurunkan resiko terkena kanker. Liz Weinandy, M.P.H., R.D., seorang ahli diet di the Ohio State University Wexner Medical Center menyatakan bahwa belum cukup ada riset yang menyatakan dengan pasti apakah berpuasa memiliki manfaat kesehatan. Namun, pada tahun 2014 seorang ahli biokimia yang bernama Valter Longo, yang juga kepala departemen anti penuaan di USC, mengadakan percobaan puasa selama empat hari terhadap tikus dan manusia yang menderita kanker. Selama melakukan puasa, baik tikus dan pasien kanker mengeluarkan sel darah lama. Setelah berhenti berpuasa, sel yang baru menggantikan sel lama yang terbuang sehingga secara efektif meregenerasi sistem kekebalan tubuh mereka yang ditandai dengan kulit mereka yang cerah. Karena itu, Longo berkesimpulan bahwa periode puasa yang berkepanjangan dapat  mengurangi efek samping yang keras dari kemoterapi bagi penderita kanker dan bahkan meningkatkan kekekebalan tubuh bagi orang yang sehat.   Baca juga: Ingin Puasa Tetap Nyaman? Ikuti Tips Berikut   Lebih maju lagi pada tahun 2015, Yale Medical School dalam studinya menemukan bahwa diet dan puasa menghasilkan suatu senyawa yang mencegah munculnya penyakit seperti diabetes dan atherosclerosis (penyakit di mana plak terbentuk di dinding arteri. Akibatnya, arteri menjadi lebih tebal. Arteri adalah pembuluh darah berotot yang membawa darah dari jantung). Namun Weinandy menandaskan bahwa penelitian lebih lanjut masih diperlukan dengan sample yang lebih luas dibandingkan dengan penelitian Longo, misalkan saja untuk orang tua atau penderita diabetes. Selain itu ada beberapa pengecualian yaitu bagi mereka yang memiliki gangguan sistem kekebalan tubuh serta gangguan fungsi hati atau ginjal. Jadi secara umum, puasa relative aman bagi orang sehat dan seefektif diet renda karbohidrat untuk menurunkan berat badan. Untuk lebih jelas dan terperincinya sobat sehat bisa konsultasi dengan dokter kami. Salam sehat dan tetap semangat menjalani puasa.   Sumber: Menshealth dan Detikhealth
 17 May 2018    18:00 WIB
Berbagai Manfaat Menakjubkan Kurma Sebagai Menu Awal Berbuka Puasa
Berbuka dengan makanan manis sebenarnya bertujuan untuk meningkatkan kadar gula darah dalam waktu singkat agar Anda kembali merasa segar setelah seharian berpuasa. Salah satu makanan yang menjadi menu favorit berbuka puasa selain kolak adalah buah kurma.   Mengapa kurma cocok sebagai menu berbuka puasa? Hal ini dikarenakan kurma merupakan salah satu buah yang mengandung paling banyak gula alami. Sekitar 75-87% kurma terdiri dari gula, di mana sekitar 55% di antaranya berbentuk glukosa, sedangkan 45% sisanya berbentuk fruktosa.   Di dalam tubuh, dengan cepat glukosa akan diubah menjadi fruktosa yang akan langsung diserap oleh organ pencernaan Anda sebagai sumber energi. Energi yang diperoleh ini akan langsung dihantarkan ke berbagai jaringan tubuh penting yang memerlukannya seperti otak, saraf, sel darah merah, dan sel tulang belakang.   Selain itu, kurma juga mengandung sejumlah protein, lemak, vitamin A, vitamin B2, dan vitamin B12. Buah kurma juga mengandung beberapa jenis mineral yang baik bagi kesehatan seperti kalsium, fosfor, kalium, sulfat, natrium, magnesium, kobalt, seng, florin, tembaga, mangan, dan sejumlah selulosa.   Karena kandungan nutrisi di dalamnya, kurma pun memiliki beberapa manfaat bagi kesehatan manusia, seperti: Mencegah terjadinya gangguan sistem pencernaan Mengatasi sembelit Menghaluskan kulit Menebalkan rambut Meningkatkan berat badan Membantu menjaga kesehatan jantung Mencegah terjadinya kanker usus     Sumber: saibumi
 17 May 2018    13:00 WIB
Tips Berpuasa Bagi Anda Yang Sedang Hamil
Bulan puasa adalah bulan yang dinantikan oleh semua umat muslim. Semua orang tentu sudah mempersiapkan diri mulai dari kesehatan fisik dan mental menjelang bulan puasa. Nah bagaimana untuk Anda yang sedang hamil. Apakah berpuasa aman untuk ibu hamil? Melakukan ibadah puasa untuk ibu hamil tergantung dengan kondisi ibu itu sendiri. Melakukan ibadah puasa meski sedang hamil ternyata tidak akan mempengaruhi kondisi kesehatan bayi yang Anda kandung. Karena bayi di kandungan mendapatkan asupan makanannya dari plasenta melalui aliran darah. Jadi meski pola makan Anda berubah, asalkan Anda tetap mengonsumsi makanan sehat yang dibutuhkan selama kehamilan, maka bayi di kandungan akan tetap mendapatkan kecukupan zat gizi dan mineral penting untuk pertumbuhannya.   Jadi agar Anda tetap dapat berpuasa dengan aman saat hamil, berikut tips yang dapat Anda ikuti: Konsultasi dengan dokter Tentu sebelum Anda memutuskan untuk berpuasa, sebaiknya Anda memeriksakan kesehatan dan kondisi kehamilan Anda apakah memungkinkan untuk berpuasa atau tidak. Secara umum kondisi ibu hamil paling "fit" untuk berpuasa setelah kehamilannya masuk minggu ke 16-28 atau usia kandungan 4-7 bulan. Minum yang banyak Minum sebanyak-banyaknya setelah waktu berbuka puasa dan sahur untuk mencegah dehidrasi. Makan makanan yang bergizi Usahakan untuk makan sahur menjelang waktu imsak (sekitar satu atau setengah jam sebelumnya). Penuhi kebutuhan asupan ibu hamil adalah 2.200 – 2.300 kalori perhari. Perhatikan kecukupan gizi dan mineral pada makanan yang Anda konsumsi, yaitu: 50% karbohidrat, 25% lemak baik, dan 10-15% protein dan mineral. Istirahat yang cukup Istirahat dengan cukup dan beraktivitas sesuai kondisi tubuh. Terutama Anda sedang hamil yang mungkin lebih mudah lelah.   Sekian tips yang dapat Anda ikuti. Selamat menjalankan ibadah puasa.     Sumber: parentsindonesia
 19 Jun 2017    08:00 WIB
Apakah Orang Yang Mengalami Kencing Manis Boleh Puasa?
Bulan puasa yang suci dan dinantikan semua umat Muslim sudah tiba. Maka semua umat Muslim tentu ingin menjalankan ibadah puasa. Untuk bisa menjalankan ibadah puasa dengan lancar maka dibutuhkan tubuh yang sehat. Ada beberapa kondisi yang perlu diperhatikan sebelum Anda memutuskan untuk melakukan ibadah puasa atau tidak. Salah satunya adalah kencing manis. Kencing manis atau Diabetes Mellitus (DM) ada 2 tipe. Tipe 1 tergantung pada insulin Tipe 2 tidak tergantung pada insulin Untuk mereka yang mengalami DM tipe 2 masih bisa berpuasa. Asal mengikuti tips dibawah ini: Konsultasi dengan dokter Tetap yang pertama adalah konsultasi dahulu dengan dokter. Biasanya dokter akan melakukan beberapa pemeriksaan penunjang untuk mengetahui kesehatan Anda. Setelah mengetahui kondisi tubuh Anda maka dokter akan memutuskan apakah kondisi Anda memungkinkan untuk berpuasa atau tidak.   Tetap minum obat yang diberikan Untuk membantu mengontrol kadar gula darah maka Anda harus tetap minum obat. Misal obat yang diminum metformin 3 kali sehari. Diminum 2 tablet saat berbuka dan 1 tablet saat sahur. Pola makan Perhatikan makanan yang Anda makan. Hindari makanan yang terlalu banyak mengandung gula. Saat berbuka cukup makan kurma dan teh yang diberi gula sedikit, setelah ibadah sholat baru Anda bisa makan menu utama.   Olahraga Untuk penderita DM selalu dianjurkan untuk berolahraga. Tetapi perlu diingat lakukan olahraga hanya boleh dilakukan 2 jam setelah berbuka dan hanya olahraga ringan.   Tips tambahan: Anda perlu mengetahui bagaimana cara menangani saat kadar gula darah rendah atau tinggi, termasuk penggunaan tablet glukosa atau suntikan glukagon. Selama puasa, periksa kadar gula darah Anda lebih sering. Menyimpan informasi kontak darurat di mana orang lain bisa menemukan Anda dengan mudah bila terjadi sesuatu kepada Anda. Itu adalah anjuran untuk mereka yang mengalami DM tipe 2. Kemudian bagaimana dengan mereka yang mengalami DM tipe 1? Penderita DM tipe 1, biasanya memiliki kadar gula yang tidak teratur. Terkadang bisa sangat tinggi dan bisa sangat rendah. Selain itu biasanya memiliki komplikasi sehingga untuk penderita DM tipe 1 maka tidak dianjurkan untuk berpuasa di bulan Ramadan. Agar ibadah puasa Anda lancar, maka Anda harus memperhatikan kesehatan dengan baik. Semoga ulasan diatas bermanfaat. Selamat menjalankan ibadah puasa. Baca juga: https://www.dokter.id/berita/makanan-sehat- yang-bikin- tubuh-tetap- bugar-ketika- puasa Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur <a href="https://dokter.id/tanya-dokter"> Tanya dokter sekarang </a> Sumber: medindia
 11 Jun 2017    15:00 WIB
Tips dan Trik Afdol Jalani Puasa Sambil Tetap Menjaga Si Buah Hati di Dalam Kandungan
Karena dapat membahayakan kesehatan janin di dalam kandungan, maka ibu hamil biasanya tidak dianjurkan untuk berpuasa. Akan tetapi, bila Anda tetap ingin mengikuti Ibadah puasa di bulan Ramadhan ini, maka dianjurkan agar Anda berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter kandungan Anda. Selain itu, di bawah ini terdapat beberapa tips yang dapat membantu Anda menjalankan puasa sambil menjaga kesehatan buah hati Anda.   Konsumsi Protein dan Lemak Karena protein dan lemak lebih sulit dicerna, maka keduanya pun dapat bertahan lebih lama di dalam tubuh, yang dapat membantu membuat Anda tetap kenyang hingga mendekati waktu buka puasa. Oleh karena itu, jangan lupa untuk menambahkan daging di dalam menu sahur Anda.   Konsumsi Cukup Vitamin C Selain makanan yang bernutrisi tinggi, dianjurkan agar Anda juga mengkonsumsi berbagai jenis makanan yang mengandung vitamin C dan seng untuk menjaga stamina dan mencegah terjadinya anemia saat hamil.   Hindari Makanan Manis Saat sahur, pastikan Anda tidak mengkonsumsi terlalu banyak makanan manis dan karbohidrat agar Anda tidak cepat merasa lapar dan lemas.   Konsumsi Banyak Air Putih Selama periode tidak berpuasa (dari berbuka hingga sahur) usahakanlah untuk mengkonsumsi sebanyak mungkin cairan, setidaknya 1.5 liter setiap harinya sehingga Anda pun terhindar dari dehidrasi. Tips diatas adalah tips yang dapat ikuti agar lancar saat berpuasa. Agar kesehatan Anda dan si jabang bayi selalu terjaga, sebaiknya melakukan konsultasi terlebih dahulu dengan dokter spesialis kandungan   Sumber: womansday