Your browser does not support JavaScript!
 26 May 2019    08:00 WIB
Bau Mulut Saat Puasa? Cegah Dengan Cara Ini
Bulan suci Ramadhan adalah bulan yang dinantikan umat muslim. Tentu Anda yang menjalankan ibadah puasa ingin menjalankannya dengan nyaman. Salah satu masalah yang sering dihadapi saat bulan puasa adalah bau mulut. Bau mulut atau yang disebut halitosis disebabkan oleh bakteri.  Saat berpuasa, bakteri mungkin sekali berkembang di dalam mulut karena mulut kita kekurangan cairan. Agar Anda tidak mengalami bau mulut, berikut tips yang dapat Anda ikuti: 1.      Sikat gigi dan berkumur setelah Sahur Kotoran yang tertinggal dalam mulut Anda merupakan medium yang sangat cocok bagi perkembangan kuman dan bakteri yang membuat mulut menjadi bau. Sikatlah gigi setelah makan Sahur, dan berkumurlah untuk mendapatkan hasil terbaik. Anda dapat menggunakan mouthwash untuk berkumur, namun pastikan mouthwash tidak mengandung alkohol karena dapat mulut Anda kering. Gunakan benang gigi (dental floss) untuk membersihkan sela-sela gigi yang tidak terjangkau sikat gigi. 2.      Bersihkan lidah Lidah juga merupakan tempat menempelnya bakteri. Pastikan Anda membersihkan lidah Anda sampai bagian belakang sikat gigi khusus pembersih lidah. 3.      Minum banyak air putih Air putih bermanfaat mempertahakan kadar cairan di dalam mulut dan tubuh Anda. Manusia dianjurkan untuk meminum 8-10 gelas air bahkan lebih pada malam hari ketika tidak berpuasa. Saat sahur, minumlah air 2-3 gelas air putih agar Anda tidak dehidrasi. 4.      Hindari makan makanan yang berbau tajam Sebaiknya Anda tidak mengkosumsi makanan yang meninggalkan aroma tajam, terutama saat sahur. Hindari makanan seperti petai, jengkol dan duren. 5.      Banyak makan sayur dan buah-buahan Sayur dan buah berguna untuk mengontrol kadar keasaman darah serta mempertahankan tubuh Anda pada pH basa. Selain itu, beberapa jenis buah seperti semangka dan melon mengandung banyak air yang menjaga Anda dari dehidrasi selama berpuasa. 6.      Hindari merokok Merokok membuat mulut Anda menjadi bau dan asapnya juga menganggu orang lain. Pastikan Anda tidak merokok setelah makan sahur. 7.      Konsumsi teh hijau tanpa gula Teh hijau mengandung catechin yang dapat membunuh bakteri di dalam mulut dan mengurangi plak di gigi. Teh hijau juga berguna mengurangi gula di dalam mulut. Gula yang tertinggal di mulut adalah media bagi perkembangan kuman penyebab bau mulut. Pastikan Anda mengkosumsi teh hijau tanpa gula pada saat berbuka dan sahur. 8.      Berkumur Berkumur sangat efektif mengurangi bau mulut. Berkumur-kumurlah dengan kuat agar bakteri terangkat dari mulut Anda. Semoga tips diatas dapat mencegah bau mulut saat Anda berpuasa. Selamat menjalankan ibadah puasa. Baca juga: Mau puasa tetap lancar? Sumber: teruskan
 15 May 2019    16:00 WIB
Ini Alasan Mengapa Banyak Makan Serat Sangat Dianjurkan
Mungkin Anda sering mendengar nasihat yang diberikan dokter yaitu perbanyak makan serat dan olahraga. Seolah kata-kata ini menjadi kata wajib yang selalu akan dikatakan. Serat memang dianggap sebagai bahan terbaik yang akan memberikan banyak manfaat sehingga Anda harus memasukkanya ke dalam menu harian Anda. Serat akan membantu membuat Anda merasa lebih kenyang. Dan bukan hanya itu serat memiliki banyak manfaat lain. Berikut Adalah Manfaat Dari Serat: Menurunkan Kolesterol Serat larut memiliki kemampuan untuk mengurangi kadar kolesterol dalam tubuh dengan cara mengurangi jumlah empedu yang diserap dalam usus. Serat menyela penyerapan empedu dalam usus dan empedu diekskresikan dalam tinja. Jadi, tubuh menggunakan lebih banyak kolesterol yang disimpan untuk membuat empedu. Meningkatkan Fungsi Saluran Pencernaan Serat membantu dalam meningkatkan fungsi saluran pencernaan serta berperan dalam mengatasi sembelit. Serat akan membantu menjaga saluran pencernaan dan membuat kotoran di dalam saluran pencernaan keluar dengan lancar. Pastikan untuk minum cukup air setelah mengkonsumsi makanan kaya serat untuk menjaga diri terhidrasi. Mengurangi Risiko Diabetes Jika Anda telah bertanya-tanya apa saja manfaat serat maka manfaat berikutnya adalah mengurangi risiko diabetes mellitus. Penyakit ini bisa menghinggapi siapa saja yang memiliki pola makan yang tidak baik. Serat akan membantu mencegah diabetes karena serat lebih mudah dicerna bila dibandingkan dengan karbohidrat lainnya. Sebagian dari serat melewati sistem pencernaan secara utuh dan ini membantu mengurangi risiko diabetes Meningkatkan Kesehatan Jantung Serat dikenal dapat mengurangi kadar kolesterol LDL yang dikenal dapat meningkatkan resiko penyakit jantung. Serat membantu menangkal LDL (kolesterol jahat) dan oleh karena itu melindungi jantung. Mengurangi Sembelit Salah satu manfaat kesehatan dari serat adalah bahwa serat larut dikenal menambahkan lebih banyak air untuk tinja, sehingga lebih mudah untuk melewati usus dan karenanya dapat mencegah sembelit. Mencegah Radang Usus Radang usus dikenal sebagai divertikulitis, dapat menimbulkan banyak ancaman bagi tubuh jika tidak diobati. Kebiasaan konsumsi makanan rendah serat meningkatkan kemungkinan mengalami diverticulitis dan cara terbaik untuk mencegahnya adalah dengan mengonsumsi makanan yang kaya serat. Kontrol Kadar Gula Darah Anda sudah melihat serat memiliki kemampuan untuk mencegah risiko diabetes dan dengan cara itu juga membantu mencegah lonjakan kadar gula darah. Makanan kaya serat memiliki kemampuan untuk memperlambat penyerapan gula dalam tubuh. Ini adalah salah satu manfaat kesehatan terbaik dari makan makanan kaya serat. Beberapa makanan kaya serat termasuk roti gandum, sereal, pasta, buah-buahan, sayuran, beras merah, kacang kering, oatmeal. Jadi bila Anda ingin sehat makanlah banyak serat seperti yang dianjurkan oleh para dokter. Baca juga: Makanan yang Mengandung Serat Tinggi Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang Sumber: boldsky
 05 May 2019    16:00 WIB
Ingin Puasa Tetap Nyaman? Ikuti Tips Berikut
Berpuasa bukan berarti membuat tubuh Anda menjadi merana. Apabila Anda merasa menderita saat berpuasa, hal ini bisa disebabkan tubuh Anda kurang mendapatkan nutrisi. Untuk mendapatkan nutrisi yang tepat tentu Anda harus memperhatikan cara mengatur kalori makanan, jenis makanan dan pola makannya Simak tip berikut agar puasa Anda lebih nyaman: Kuncinya adalah Sahur Jangan pernah melewatkan untuk bersantap sahur. Sahur adalah modal bagi tubuh Anda selama berpuasa. Tetapi ingat! Jangan juga terlalu berlebihan Pilihlah makanan yang memiliki komposisi nutrisi lengkap. Kemudian, pilih makanan yang mengandung karbohidrat kompleks. Sayur dan buah yang kaya nutrisi plus serat juga sangat dianjurkan. Selain bagus bagi tubuh, sayur dan buah membuat Anda kenyang lebih lama karena sifat serat yang lama terurai. Usahakan untuk minum sekitar 2-3 gelas pada saat Sahur. Jangan berbuka dengan "dendam" Setelah berpuasa kurang lebih sekitar 14 jam, seringkali orang melakukan "balas dendam" dan makan yang terlalu berlebihan. Apabila konsumsi kalori berlebihan maka akan membuat  perut kembung, membuat Anda mudah mengantuk dan lemak yang menumpuk. Agar hal ini terjadi sebaiknya Anda berbuka puasa dengan dua sesi. Sesi pertama Anda dapat makan makanan ringan seperti makan buah kurma tiga buah dan teh manis. Kemudian sesi kedua baru Anda dapat menyantap menu utama. Makan secara perlahan Penting untuk makan secara perlahan agar tidak membuat pencernaan Anda "kaget". Makan dengan cepat bisa mengganggu kestabilan kadar gula dalam darah, sehingga Anda akan selalu merasa lapar dan semakin semangat mengunyah makanan. Otak membutuhkan sekitar 20 menit untuk mengirim sinyal kenyang. Makan cepat dapat membuat Anda mengonsumsi makanan berlebihan dan memakan kalori lebih banyak. Tentunya Anda tidak mau, setelah 1 bulan berpuasa, tubuh justru akan jadi lebih gemuk. Mengunyah secara perlahan akan memberi waktu bagi tubuh untuk menyerap glukosa dan kalori yang diperlukan tubuh.   Semoga kiat diatas dapat membantu Anda agar dapat menjalankan puasa dengan nyaman. Selamat menjalankan ibadah puasa. Sumber: readersdigest
 11 Dec 2018    11:00 WIB
Diet Puasa, Seberapa Efektifkah Untuk Kesehatan Tubuh ?
Halo sahabat setia Dokter.Id, bagi kita yang mengalami masalah berat badan, atau punya masalah obesitas, apalagi yang siap-siap mau menjadi mempelai, atau bagi yang tidak percaya diri dengan bentuk tubuhnya, nah, pembahasan kita hari ini bisa membantu banget loh. Mungkin kata diet sering kita dengar, apalagi puasa, namun kalau kedua kata ini digabung, hmm…apa artinya yah, kok terdengar sama saja. Mari kita cari tahu. Diet puasa (Intermitten fasting) adalah perputaran pola makan kita, di antara waktu makan dan puasa. Cara diet puasa (Intermitten Fasting) bukan membahas tentang makanan apa yang harus dimakan, tetapi lebih tepatnya, membahas tentang kapan kita harus memakannya. Ada beberapa metode puasa intermitten yang berbeda, yaitu melalui pembagian hari atau minggu, menjadi periode makan dan periode puasa. Kita dapat melakukan ini dengan melewatkan sarapan, makan makanan pertama kita di siang hari dan makan terakhir kita pada jam 8 malam. Maka kita secara teknis puasa selama 16 jam setiap hari, dan membatasi selang makan kita selama 8 jam, dari jam 12 siang menuju jam 8 malam. Ini adalah bentuk puasa intermitten paling populer, dikenal sebagai metode 16/8. Terlepas dari apa yang kita pikirkan, puasa intermitten sebenarnya cukup mudah dilakukan. Banyak orang melaporkan merasa lebih baik dan memiliki lebih banyak energi selama menjalani diet puasa. Kelaparan biasanya bukan masalah besar, meskipun itu bisa menjadi masalah di awal, sementara tubuh kita mulai terbiasa tidak makan untuk waktu yang lama. Tidak ada makanan yang diizinkan selama periode puasa, tetapi kita masih dapat minum air, kopi, teh, dan minuman non-kalori lainnya. Beberapa bentuk puasa intermitten diperbolehkan mengkonsumsi sejumlah kecil, makanan rendah kalori selama periode puasa. Mengonsumsi suplemen umumnya diperbolehkan saat berpuasa, asalkan tidak ada kalori di dalamnya. Puasa intermiten telah menjadi sangat trendi dalam beberapa tahun terakhir ini, khususnya bagi kalangan selebrity dan para pefitnes. Berikut beberapa cara diet puasa (Intermitten fasting): Metode 16/8: Cara diet puasa selama 16 jam setiap hari, yaitu hanya makan siang (jam 12) dan makan malam pada jam 8 malam. Makan-Berhenti-Makan: Sekali atau dua kali seminggu, jangan makan apa pun, sejak makan malam satu hari, sampai makan malam di hari berikutnya (dalam hitungan 24 jam). 5: 2 Diet: Selama 2 hari dalam seminggu, makan hanya sekitar 500-600 kalori. Memang lebih banyak orang yang menjadi penggemar metode 16/8 (dipopulerkan oleh Martin Berkhan dari LeanGains), karena metode ini dianggap sebagai metode yang paling sederhana dan paling mudah untuk dijalani. Karena kebanyakan orang biasanya tidak terlalu lapar di pagi hari, dan tidak merasa harus makan sampai sekitar jam 1 siang. Lalu kita bisa makan makanan terakhir kita di antara jam 6 - 9 malam, jadi kita akhirnya secara naluriah puasa selama 16-19 jam setiap hari. Lalu apa saja keuntungan yang bisa kita dapatkan dari diet puasa (Intermitten fasting) ini: Puasa Intermitten Mengubah Fungsi Sel, Gen dan Hormon. Ketika kita berpuasa, kadar insulin menurun dan hormon pertumbuhan kita meningkat. Sel-sel kita juga memulai proses perbaikan seluler yang penting dan mengubah gen mana yang akan di ekspresikan. Puasa Intermitten dapat membantu kita menurunkan Berat Badan dan Lemak Perut. Puasa Intermitten dapat mengurangi Resistensi Insulin, menurunkan risiko Diabetes Tipe 2. Puasa Intermitten dapat mengurangi Stres dan Peradangan Oksidatif di tubuh. Puasa Intermitten bermanfaat bagi kesehatan jantung. Puasa Intermitten menginduksi berbagai proses perbaikan seluler. Puasa Intermitten dapat membantu mencegah Kanker. Puasa Intermitten baik untuk Otak kita. Puasa Intermitten dapat membantu mencegah penyakit Alzheimer. Puasa Intermiten dapat memperpanjang Umur kita.   Well…sahabat, setelah mendengar penjelasan di atas, bagi kita yang ada masalah kesehatan atau susah sekali menjalani diet, kita bisa mencoba cara diet puasa (Intermitten fasting) ini. Semoga berhasil dan tetap Semangat yah…salam sehat!   Sumber : www.medicalnewstoday.com
 09 Jun 2018    08:00 WIB
Jaga Kebugaran Tubuh Dengan Tetap Rajin Berolahraga di Bulan Puasa
Bulan puasa seharusnya bukan menjadi alasan untuk tidak berolahraga. Sebaliknya, dengan berolahraga, kondisi kesehatan tubuh akan lebih terjaga. Akan tetapi, tentu saja stamina yang Anda miliki saat berpuasa tidak sama dengan stamina Anda di hari-hari biasa. Hal ini tentu akan mempengaruhi intensitas, lama, dan waktu olahraga Anda. Di bawah ini terdapat beberapa tips yang membuat Anda tetap dapat berolahraga walaupun sedang berpuasa.   Jangan Berolahraga Terlalu Berat Banyak orang sering menggunakan waktu puasa sebagai waktu menurunkan berat badan. Akibatnya, mereka pun menjadi lebih giat berolahraga. Akan tetapi, membakar terlalu banyak kalori saat berpuasa justru dapat berdampak buruk pada kesehatan Anda. Hal ini dikarenakan olahraga berlebihan saat puasa justru dapat menurunkan daya tahan tubuh Anda. Oleh karena itu, pastikan tujuan olahraga Anda adalah untuk menjaga kebugaran tubuh, bukannya untuk membakar kalori.   Kurangi Intensitas Olahraga Anda Karena jumlah energi yang Anda miliki berkurang saat puasa, maka intensitas olahraga Anda pun sebaiknya dikurangi. Yang paling penting dari berolahraga adalah Anda konsisten dalam melakukannya, artinya berolahraga secara teratur.   Pilih Waktu yang Tepat Selama berpuasa, ada baiknya bila Anda menyesuaikan waktu olahraga Anda. Bila Anda biasanya berolahraga di pagi hari, ada baiknya bila Anda menggantinya menjadi sore hari setelah berbuka puasa. Olahraga ringan seperti berjalan kaki selama 30 menit juga telah dapat membantu menjaga kesehatan tubuh Anda selama berpuasa. Jalankan olahraga meski sedang puasa, semoga tips diatas dapat membantu membuat puasa Anda lancar... Sumber: prevention
 01 Jun 2018    16:00 WIB
Apakah Diet Puasa Dapat Menurunkan Resiko Penyakit Jantung?
Apakah diet puasa dapat menurunkan resiko penyakit jantung? Mungkin saja. Para peneliti memang belum dapat memastikan mengapa, tetapi kemungkinan dengan menjalankan puasa (tidak makan dan minum selama 24 jam) ternyata dapat meningkatkan kesehatan jantung Anda.   Sulit untuk mengatakan apa saja efek puasa untuk kesehatan jantung Anda karena ada sebagian orang yang menjalankan puasa dengan teratur dengan alasan agama. Orang-orang ini juga cenderung tidak merokok dan minum alkohol, yang juga merupakan faktor mengurangi resiko penyakit jantung.   Tetapi, akan tetap terlihat bahwa mereka yang menjalankan diet puasa mempunyai kondisi jantung yang lebih baik dibanding mereka yang tidak melakukannya. Hal ini mungkin disebabkan karena mereka yang berpuasa secara rutin memiliki kontrol diri untuk membatasi asupan kalori yang mereka makan dan minum dan perilaku ini dapat diartikan sebagai perubahan pola makan menjadi lebih baik saat mereka tidak melakukan puasa.   Hubungan antara puasa periodik dan kondisi jantung yang lebih baik juga dapat terkait dengan cara tubuh Anda melakukan proses metabolisme kolesterol dan gula. Puasa reguler dapat menurunkan kadar LDL kolesterol atau kolesterol jahat. Puasa juga dapat memperbaiki metabolisme tubuh terhadap gula. Hal tersebut akan mengurangi resiko penambahan berat badan dan menurunkan resiko diabetes dimana keduanya merupakan faktor resiko dari penyakit jantung.   Jika Anda mempertimbangkan untuk melakukan puasa periodik, maka konsultasikan dahulu dengan dokter Anda sebelum melakukannya. Dokter Anda akan mengatakan apakah berpuasa akan baik untuk Anda lakukan atau tidak dan bagaimana Anda harus melakukannya. Ingatlah bahwa dengan melakukan puasa secara teratur tidak hanya dapat meningkatkan kesehatan jantung Anda tetapi juga meningkatkan kesehatan tubuh Anda secara keseluruhan.     Sumber: mayoclinic
 26 May 2018    13:00 WIB
3 Langkah Tetap Cantik Selama Bulan Puasa
Karena selama berpuasa tubuh Anda kekurangan asupan cairan, apalagi dengan cuaca panas sekarang ini, maka hal ini tentu akan turut mempengaruhi penampilan Anda. Untuk mengatasinya, di bawah ini Anda dapat melihat beberapa tips yang dapat membantu Anda tetap tampil cantik walaupun sedang berpuasa.   1. Perbanyak Konsumsi Protein Berbagai jenis makanan sumber protein seperti daging, ikan, dan kacang-kacangan sangat baik dikonsumsi saat sahur dan berbuka. Karena selain membuat Anda merasa kenyang lebih lama, protein juga dapat menjaga kulit, kuku, dan rambut Anda tetap sehat dan lembab. Akan tetapi, jangan lupa untuk mengkonsumsi karbohidrat juga, hanya saja pastikan Anda tidak mengkonsumsi karbohidrat secara berlebihan. Selain itu, jangan terlalu banyak mengkonsumsi makanan asin karena akan mempengaruhi jumlah air di dalam tubuh.   2. Cukup Tidur Selain mengkonsumsi diet sehat dan seimbang, memiliki waktu tidur yang cukup juga sangat penting untuk menjaga kesehatan Anda selama berpuasa. Apalagi bila besok pagi Anda harus menyiapkan makan sahur dan bekerja di siang hari.   3. Konsumsi Cukup Air Putih Karena selama berpuasa Anda tidak dapat mengkonsumsi cukup air putih, maka banyak orang yang sedang berpuasa mengalami dehidrasi. Selain mempengaruhi stamina dan kemampuan berpikir, dehidrasi juga dapat membuat tubuh terasa lemas dan mengantuk. Oleh karena itu, pastikan Anda memenuhi kebutuhan cairan Anda, yaitu sebanyak 1.5 liter setiap harinya saat sahur dan berbuka puasa.     Sumber: puteriputeri
 25 May 2018    13:00 WIB
Puasa Untuk Ibadah Dan Kesehatan
Sahabat Sehat, selamat memasuki bulan suci Ramadan. Selain ibadah, ternyata puasa juga bermanfaat untuk menurunkan berat badan dan juga untuk memulihkan kesehatan kita. Tapi tentu saja jika dilakukan secara benar. Fakta ini sudah berdasarkan penelitian beberapa peneliti dunia.   Alasan kenapa puasa biasa menurunkan berat badan Pada kondisi yang normal, tubuh mendapatkan energi dari glukosa yang tersimpan di dalam hati dan otot. Pada saat puasa dari subuh sampai maghrib ketika glukosa ini habis maka yang digunakan sebagai energi adalah lemak tubuh. Penggunaan lemak tubuh untuk energi inilah yang membantu kita menurunkan berat badan. Ini juga menjaga otot dan menurunkan kadar kolesterol seperti yang dituturkan oleh Dr. Razeen Mahroof, seorang konsultan dari the University of Oxford. Jadi bukan saja sobat sehat bisa menurunkan berat badan namun juga bisa mengendalikan diabetes lebih baik dan juga menurunkan tekanan darah. Masih ada lagi guys, Dia menambahkan bahwa puasa juga menyebabkan terjadinya proses detoksifikasi karena toksin apapun yang tersimpan dalam lemak akan dilarutkan dan dibuang dari dalam tubuh. Dia mencatat setelah beberapa hari berpuasa, kadar endorphin yang lebih tinggi dihasilkan di dalam darah. Endorphin adalah senyawa yang membuat sesorang merasa senang dan untuk kekebalan tubuh.   Manfaat puasa bagi sistem kekebalan tubuh Suatu studi yang dilakukan oleh Dr. Valter Longo dari the University of Southern California (USC) di Los Angeles, menemukan bahwa periode puasa yang lebih lama dari 2-4 hari akan "reboot" sistem imunitas kita. Tubuh akan membersihkan sel imun yang lama dan meregenerasi sel imun yang baru. Proses ini dapat menjaga kerusakan sel semisal yang disebabkan oleh faktor usia dan kemoterapi. Dia menjelaskan ketika kita kelaparan sistem tubuh akan berusaha menyimpan energi dan salah satu yang dilakukan sistem tubuh kita untuk menyimpan energi adalah dengan mendaur ulang banyak sel imunitas yang tidak diperlukan khususnya yang telah rusak. Tim Dr. Longo menemukan bahwa pasien kanker yang puasa tiga hari sebelum kemoterapi akan menyebabkan sistem imunitas akan terjaga dari kerusakan yang disebabkan oleh terapi kemoterapi ini.   Jadi sobat sehat tetap semangat menjalankan ibadah puasa yang ternyata bermanfaat untuk ibadah dan juga berfaedah untuk kesehatan kita.     Sumber: nhs.uk dan medicalnewstoday
 24 May 2018    13:00 WIB
Manfaat Puasa Bagi Tubuh
Sobat sehat pasti tidak asing dengan aktor super hero seperti Chris Hemsworth dan Hugh Jackman, bukan? Keduanya berperan sebagai Thor dan Wolverine yang sering kali memperlihatkan kekekaran tubuh mereka dalam aksinya. Nah, sobat sehat ternyata salah satu hal yang mereka lakukan untuk membentuk tubuh adalah dengan puasa berselang yang bahasa kerennya adalah intermittent fasting. Intermettent fasting ini adalah puasa yang dilakukan sekitar 16 jam sepanjang hari. Banyak yang mengatakan bahwa puasa jenis ini bisa menurunkan berat badan. Namun ternyata sebagian orang lagi mengatakan bahwa puasa ini memiliki keuntungan lainnya seperti meningkatkan daya tahan tubuh dan bahkan para peneliti mulai meneliti apakah puasa ini bisa meningkatkan kesehatan jantung serta menurunkan resiko terkena kanker. Liz Weinandy, M.P.H., R.D., seorang ahli diet di the Ohio State University Wexner Medical Center menyatakan bahwa belum cukup ada riset yang menyatakan dengan pasti apakah berpuasa memiliki manfaat kesehatan. Namun, pada tahun 2014 seorang ahli biokimia yang bernama Valter Longo, yang juga kepala departemen anti penuaan di USC, mengadakan percobaan puasa selama empat hari terhadap tikus dan manusia yang menderita kanker. Selama melakukan puasa, baik tikus dan pasien kanker mengeluarkan sel darah lama. Setelah berhenti berpuasa, sel yang baru menggantikan sel lama yang terbuang sehingga secara efektif meregenerasi sistem kekebalan tubuh mereka yang ditandai dengan kulit mereka yang cerah. Karena itu, Longo berkesimpulan bahwa periode puasa yang berkepanjangan dapat  mengurangi efek samping yang keras dari kemoterapi bagi penderita kanker dan bahkan meningkatkan kekekebalan tubuh bagi orang yang sehat.   Baca juga: Ingin Puasa Tetap Nyaman? Ikuti Tips Berikut   Lebih maju lagi pada tahun 2015, Yale Medical School dalam studinya menemukan bahwa diet dan puasa menghasilkan suatu senyawa yang mencegah munculnya penyakit seperti diabetes dan atherosclerosis (penyakit di mana plak terbentuk di dinding arteri. Akibatnya, arteri menjadi lebih tebal. Arteri adalah pembuluh darah berotot yang membawa darah dari jantung). Namun Weinandy menandaskan bahwa penelitian lebih lanjut masih diperlukan dengan sample yang lebih luas dibandingkan dengan penelitian Longo, misalkan saja untuk orang tua atau penderita diabetes. Selain itu ada beberapa pengecualian yaitu bagi mereka yang memiliki gangguan sistem kekebalan tubuh serta gangguan fungsi hati atau ginjal. Jadi secara umum, puasa relative aman bagi orang sehat dan seefektif diet renda karbohidrat untuk menurunkan berat badan. Untuk lebih jelas dan terperincinya sobat sehat bisa konsultasi dengan dokter kami. Salam sehat dan tetap semangat menjalani puasa.   Sumber: Menshealth dan Detikhealth