Your browser does not support JavaScript!
 26 May 2019    18:00 WIB
Berapakah Kadar Normal Dari Asam Urat?
Asam urat adalah hasil pemecahan metabolik dari nukliotida purin yang berasal dari makanan yang Anda makan. Kebanyakan asam urat difilter keluar oleh ginjal dan keluar dari tubuh melalui urin. Sebagian kecil lagi keluar dari tubuh melalui tinja. Tetapi jika terlalu banyak asam urat yang diproduksi atau jika ginjal tidak mampu mengeluarkan asam urat dari darah secara alami, maka kadar asam urat didalam darah akan meningkat. Asam urat merupakan ikatan heterosiklik yang terbentuk dari ion dan garam yang dikenal sebagai urates dan asam urates seperti misalnya asam urat amonium. Kadar asam urat Darah yang mengandung asam urat dengan kadar yang tinggi dapat menyebabkan gout. Ikatan kimia ini juga berkaitan dengan kondisi medis lainnya seperti diabetes dan pembentukan batu ginjal dari asam amonium. Pada plasma darah manusia, kadar normal asam urat dibagi berdasarkan jenis kelamin yaitu: Untuk laki - laki, kadar normalnya 3,5 mg/dl – 7 mg/dl Untuk perempuan, kadar normalnya 3 mg/dl – 6 mg/dl Kadar asam urat diatas normal dikenal sebagai hiperurisemia dan kadar asam urat dibawah normal disebut hipouresemia. Penurunan kadar asam urat pada serum sering dihubungkan dengan terjadinya multipel sklerosis. Bagi orang yang memiliki batu ginjal, asam urat atau gout, makanan yang tinggi kandungan purin harus dihindari, termasuk jeroan (seperti hati dan ginjal), dan ikan sarden. Alkohol juga sebaiknya dihindari, karena memperlambat pengeluaran asam urat dari tubuh. Puasa dan diet yang membuat kelaparan juga bisa meningkatkan kadar asam urat.   Sumber: healthmeup
 26 May 2019    08:00 WIB
Bau Mulut Saat Puasa? Cegah Dengan Cara Ini
Bulan suci Ramadhan adalah bulan yang dinantikan umat muslim. Tentu Anda yang menjalankan ibadah puasa ingin menjalankannya dengan nyaman. Salah satu masalah yang sering dihadapi saat bulan puasa adalah bau mulut. Bau mulut atau yang disebut halitosis disebabkan oleh bakteri.  Saat berpuasa, bakteri mungkin sekali berkembang di dalam mulut karena mulut kita kekurangan cairan. Agar Anda tidak mengalami bau mulut, berikut tips yang dapat Anda ikuti: 1.      Sikat gigi dan berkumur setelah Sahur Kotoran yang tertinggal dalam mulut Anda merupakan medium yang sangat cocok bagi perkembangan kuman dan bakteri yang membuat mulut menjadi bau. Sikatlah gigi setelah makan Sahur, dan berkumurlah untuk mendapatkan hasil terbaik. Anda dapat menggunakan mouthwash untuk berkumur, namun pastikan mouthwash tidak mengandung alkohol karena dapat mulut Anda kering. Gunakan benang gigi (dental floss) untuk membersihkan sela-sela gigi yang tidak terjangkau sikat gigi. 2.      Bersihkan lidah Lidah juga merupakan tempat menempelnya bakteri. Pastikan Anda membersihkan lidah Anda sampai bagian belakang sikat gigi khusus pembersih lidah. 3.      Minum banyak air putih Air putih bermanfaat mempertahakan kadar cairan di dalam mulut dan tubuh Anda. Manusia dianjurkan untuk meminum 8-10 gelas air bahkan lebih pada malam hari ketika tidak berpuasa. Saat sahur, minumlah air 2-3 gelas air putih agar Anda tidak dehidrasi. 4.      Hindari makan makanan yang berbau tajam Sebaiknya Anda tidak mengkosumsi makanan yang meninggalkan aroma tajam, terutama saat sahur. Hindari makanan seperti petai, jengkol dan duren. 5.      Banyak makan sayur dan buah-buahan Sayur dan buah berguna untuk mengontrol kadar keasaman darah serta mempertahankan tubuh Anda pada pH basa. Selain itu, beberapa jenis buah seperti semangka dan melon mengandung banyak air yang menjaga Anda dari dehidrasi selama berpuasa. 6.      Hindari merokok Merokok membuat mulut Anda menjadi bau dan asapnya juga menganggu orang lain. Pastikan Anda tidak merokok setelah makan sahur. 7.      Konsumsi teh hijau tanpa gula Teh hijau mengandung catechin yang dapat membunuh bakteri di dalam mulut dan mengurangi plak di gigi. Teh hijau juga berguna mengurangi gula di dalam mulut. Gula yang tertinggal di mulut adalah media bagi perkembangan kuman penyebab bau mulut. Pastikan Anda mengkosumsi teh hijau tanpa gula pada saat berbuka dan sahur. 8.      Berkumur Berkumur sangat efektif mengurangi bau mulut. Berkumur-kumurlah dengan kuat agar bakteri terangkat dari mulut Anda. Semoga tips diatas dapat mencegah bau mulut saat Anda berpuasa. Selamat menjalankan ibadah puasa. Baca juga: Mau puasa tetap lancar? Sumber: teruskan
 16 May 2019    08:00 WIB
Luar Biasa, Ini 9 Manfaat Berpuasa Yang Buat Tubuh Makin Sehat
Banyak orang telah mengetahui bahwa berpuasa di bulan Ramadan merupakan salah satu kewajiban agama Islam, akan tetapi tahukah Anda bahwa berpuasa ternyata juga memiliki beberapa manfaat positif bagi kesehatan Anda secara keseluruhan?Bila dilakukan dengan benar, puasa dapat membantu mengeluarkan berbagai zat racun dari dalam tubuh, menurunkan kadar gula darah, mengurangi cadangan lemak, dan bahkan dapat membantu meningkatkan daya tahan tubuh. Di bawah ini, Anda dapat melihat 9 manfaat berpuasa bagi kesehatan.  1.      Membantu Mengeluarkan Zat BeracunMakanan olahan mengandung sangat banyak pengawet, yang mungkin bersifat racun bagi tubuh manusia. Beberapa dari zat pengawet ini bahkan dapat memicu terbentuknya advanced glycation end products (AGEs). Sebagian besar zat beracun ini disimpan di dalam lemak. Karena berpuasa dapat memicu terjadinya pembakaran lemak, maka berpuasa dapat membantu mengeluarkan berbagai zat beracun tersebut dari dalam tubuh. 2.      "Mengistirahatkan" Saluran PencernaanSaat berpuasa, maka organ pencernaan Anda pun akan "beristirahat". Akan tetapi, berbagai fungsi fisiologis normal tetap akan berlanjut terutama proses produksi enzim pencernaan, walaupun dalam jumlah yang lebih sedikit. Namun, karena berpuasa tidak menghentikan produksi asam lambung, maka banyak orang yang memang telah menderita sakit maag akan mengalami kekambuhan selama berpuasa. 3.      Membantu Mengatasi Reaksi RadangBeberapa penelitian menunjukkan bahwa berpuasa dapat membantu mengatasi berbagai gejala radang dan alergi, seperti artritis reumatoid (rematik), radang sendi, dan psoriasis (sejenis gangguan kulit). Beberapa ahli menyatakan bahwa berpuasa memang dapat membantu mengatasi berbagai gejala radang usus besar. 4.      Menurunkan Kadar Gula DarahBerpuasa dapat meningkatkan pemecahan gula karena dibutuhkan tubuh sebagai sumber energi. Hal ini tentu saja akan menurunkan produksi hormon insulin, yang berarti membuat pankreas dapat "beristirahat". Karena gula hanya diperoleh melalui pemecahan gula di dalam tubuh, maka kadar gula Anda pun akan lebih rendah daripada biasanya. 5.      Meningkatan Pembakaran LemakRespon pertama tubuh saat berpuasa adalah dengan memecahkan cadangan gula di dalam tubuh, akan tetapi saat cadangan gula di dalam tubuh habis, maka proses pemecahan lemak pun dimulai. Hal ini tentu berarti puasa dapat meningkatkan pembakaran lemak di dalam tubuh. 6.      Membantu Menurunkan Tekanan DarahBerpuasa merupakan salah satu cara untuk menurunkan tekanan darah tanpa mengkonsumsi obat. Hal ini dikarenakan berpuasa dapat menurunkan laju metabolisme tubuh sehingga tekanan darah pun ikut menurun. Selain itu, berpuasa juga dapat menurunkan resiko terjadinya aterosklerosis, penumpukkan lemak pada dinding pembuluh darah. 7.      Membantu Menurunkan Berat BadanBerpuasa juga dapat menurunkan berat badan dalam waktu singkat. Hal ini dikarenakan berpuasa dapat mengurangi cadangan lemak tubuh. Akan tetapi, berpuasa bukanlah metode diet yang bagus. Mengurangi konsumsi lemak dan gula, serta meningkatkan konsumsi buah dan sayuran merupakan metode diet yang lebih baik. 8.      Mendorong Konsumsi Diet SehatMenurut beberapa penelitian, berpuasa juga dapat menurunkan keinginan seseorang untuk mengkonsumsi berbagai jenis makanan olahan. Berpuasa justru akan membuat seseorang lebih ingin mengkonsumsi berbagai jenis makanan alami, terutama buah dan air putih. 9.      Membantu Mengatasi KecanduanBeberapa peneliti menemukan bahwa berpuasa ternyata juga dapat membantu mengurangi keinginan mereka untuk mengkonsumsi sesuatu, seperti nikotin (rokok), alkohol, kafein, dan berbagai zat aditif lainnya.Akan tetapi, walaupun berpuasa memang memiliki berbagai dampak positif bagi kesehatan, berpuasa juga memiliki beberapa dampak negatif bagi kesehatan seperti dehidrasi, nyeri kepala, migrain, nyeri ulu hati.Selain itu; wanita hamil, ibu yang sedang menyusui, penderita malnutrisi, dan penderita gangguan jantung juga tidak dianjurkan untuk berpuasa. Semua manfaat bisa Anda dapatkan dengan berpuasa. Agar puasa Anda berjalan lancar jangan lupa banyak minum air putih saat sahur dan saat berbuka puasa.  Sumber: nairaland
 15 May 2019    16:00 WIB
Ini Alasan Mengapa Banyak Makan Serat Sangat Dianjurkan
Mungkin Anda sering mendengar nasihat yang diberikan dokter yaitu perbanyak makan serat dan olahraga. Seolah kata-kata ini menjadi kata wajib yang selalu akan dikatakan. Serat memang dianggap sebagai bahan terbaik yang akan memberikan banyak manfaat sehingga Anda harus memasukkanya ke dalam menu harian Anda. Serat akan membantu membuat Anda merasa lebih kenyang. Dan bukan hanya itu serat memiliki banyak manfaat lain. Berikut Adalah Manfaat Dari Serat: Menurunkan Kolesterol Serat larut memiliki kemampuan untuk mengurangi kadar kolesterol dalam tubuh dengan cara mengurangi jumlah empedu yang diserap dalam usus. Serat menyela penyerapan empedu dalam usus dan empedu diekskresikan dalam tinja. Jadi, tubuh menggunakan lebih banyak kolesterol yang disimpan untuk membuat empedu. Meningkatkan Fungsi Saluran Pencernaan Serat membantu dalam meningkatkan fungsi saluran pencernaan serta berperan dalam mengatasi sembelit. Serat akan membantu menjaga saluran pencernaan dan membuat kotoran di dalam saluran pencernaan keluar dengan lancar. Pastikan untuk minum cukup air setelah mengkonsumsi makanan kaya serat untuk menjaga diri terhidrasi. Mengurangi Risiko Diabetes Jika Anda telah bertanya-tanya apa saja manfaat serat maka manfaat berikutnya adalah mengurangi risiko diabetes mellitus. Penyakit ini bisa menghinggapi siapa saja yang memiliki pola makan yang tidak baik. Serat akan membantu mencegah diabetes karena serat lebih mudah dicerna bila dibandingkan dengan karbohidrat lainnya. Sebagian dari serat melewati sistem pencernaan secara utuh dan ini membantu mengurangi risiko diabetes Meningkatkan Kesehatan Jantung Serat dikenal dapat mengurangi kadar kolesterol LDL yang dikenal dapat meningkatkan resiko penyakit jantung. Serat membantu menangkal LDL (kolesterol jahat) dan oleh karena itu melindungi jantung. Mengurangi Sembelit Salah satu manfaat kesehatan dari serat adalah bahwa serat larut dikenal menambahkan lebih banyak air untuk tinja, sehingga lebih mudah untuk melewati usus dan karenanya dapat mencegah sembelit. Mencegah Radang Usus Radang usus dikenal sebagai divertikulitis, dapat menimbulkan banyak ancaman bagi tubuh jika tidak diobati. Kebiasaan konsumsi makanan rendah serat meningkatkan kemungkinan mengalami diverticulitis dan cara terbaik untuk mencegahnya adalah dengan mengonsumsi makanan yang kaya serat. Kontrol Kadar Gula Darah Anda sudah melihat serat memiliki kemampuan untuk mencegah risiko diabetes dan dengan cara itu juga membantu mencegah lonjakan kadar gula darah. Makanan kaya serat memiliki kemampuan untuk memperlambat penyerapan gula dalam tubuh. Ini adalah salah satu manfaat kesehatan terbaik dari makan makanan kaya serat. Beberapa makanan kaya serat termasuk roti gandum, sereal, pasta, buah-buahan, sayuran, beras merah, kacang kering, oatmeal. Jadi bila Anda ingin sehat makanlah banyak serat seperti yang dianjurkan oleh para dokter. Baca juga: Makanan yang Mengandung Serat Tinggi Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang Sumber: boldsky
 09 May 2019    16:00 WIB
Sakit Maag Tidak Boleh Puasa? Ikuti Tips Ini Agar Puasa Lancar
Selama bulan suci Ramadan, jutaan umat Muslim di seluruh dunia akan menjalankan ibadah puasa. Secara umum, umat Muslim yang mengalami gastritis atau peradangan pada lambung atau biasa disebut maag akan mempertanyakan bagaimana cara mereka bisa menunaikan ibadah dengan baik dan tidak memperburuk gejala penyakit yang sudah mereka alami. Pada akhirnya kebanyakan dari mereka mengutamakan puasa tanpa mempertimbangkan efek terhadap kesehatannya. Padahal bukan ini tujuan dari puasa. Anda harus bisa menyeimbangkan antara puasa dan masalah kesehatan yang Anda derita. Sebagai awalnya, Anda harus memahami bagaimana riwayat dari penyakit ini. Gastritis adalah infeksi atau inflamasi yang terjadi pada dinding lambung, sementara maag adalah ketidakseimbangan asam lambung yang bisa mengganggu mekanisme perlindungan dari saluran cerna. Kedua penyakit diatas mempunyai penyebab yang sama yaitu infeksi bakteri yang dikenal dengan nama Helicobacter pylori (H. pylori) yang mempengaruhi dinding saluran cerna, terutama lambung. Penggunaan obat anti nyeri seperti ibuprofen, naproxen dan aspirin, steroid dosis tinggi, konsumsi alkohol dan merokok juga dapat menyebabkan gastritis dan maag. Penderita gastritis tetap dapat menjalankan ibadah tanpa harus meningkatkan resiko komplikasi terhadap penyakit gastritis yang dideritanya asal mengikuti beberapa tips dibawah ini: Jangan tidur setelah habis sahur. Tidur sehabis makan akan menghasilkan asam lambung yang naik keatas (refluks asam) Menunda sahur tapi mempercepat waktu buka puasa Jangan makan berlebihan saat berbuka puasa karena akan memicu refluks asam dan gejala gastritis lainnya. Penderita asam lambung dan gastritis harus berbuka dengan secukupnya. Makan dengan porsi yang kecil tetapi sering. Sebagai contoh, Anda bisa memulai berbuka puasa dengan kurma dan diikuti dengan makanan yang ringan sebelum mengambil jeda untuk sholat Mahgrib. Setelah itu Anda bisa menikmati menu utama sebelum melaksanakan doa teraweh. Berhenti makan 3-4 jam sebelum Anda pergi tidur. Oleh karena itu hindari konsumsi makanan kecil atau kudapan manis setelah selesai taraweh. Kurangi konsumsi makanan yang pedas, panas dan makanan yang mengandung asam sehingga mengurangi resiko iritasi saluran cerna. Hindari konsumsi minuman yang mengandung kafein seperti kopi, karena minuman ini bersifat diuretik yang akan menstimulasi tubuh mengeluarkan cairan melalui air kemih. Hal ini bisa menyebabkan dehidrasi. Hal yang sama juga terjadi pada minuman manis Saat sahur dan  berbuka, lengkapi makanan Anda dengan makanan yang kaya nutrisi, seperti karbohidrat, protein, lemak, vitamin, serat dan lain sebagainya. Tetap cukupi kebutuhan cairan tubuh, yaitu 2,5 liter perhari. Siapkan obat-obat yang memang Anda butuhkan untuk mengatasi gejala gastritis yang Anda alami, misalnya saja antasida, proton pump inhibitor, H2 antagonis. Tetapi Anda  memerlukan pengawasan dokter dalam mengkonsumsi obat ini. Hindari makanan yang berlemak dan buah-buahan yang mengandung asam (misalnya buah citrus seperti lemon, jeruk nipis, anggur dan jeruk) dan juga tomat (karena tomat merupakan buah yang mengandung banyak asam). Makanan ekstra pedas, makanan kaleng terutama berbasis tomat juga harus Anda hindari. Jangan merokok. Rokok dapat menimbulkan gejala gastritis dan maag. Jenis makanan yang harus Anda makan: Konsumsi karbohidrat yang lambat cerna, sehingga makanan tersebut akan dicerna dalam waktu lebih lama, Anda akan lapar lebih lama sehingga Anda merasa lebih berenergi sepanjang hari. Kurma merupakan makanan yang sempurna karena mengandung gula, serat, karbohidrat, potasium dan magnesium. Almond merupakan jenis makanan yang kaya akan protein dan serat. Pisang merupakan buah yang mengandung karbohidrat, potasium dan magnesium. Pilihlah makanan yang di panggang dibanding makanan yang digoreng, terlebih jika makanan tersebut berlemak. Jangan lupa mengkonsumsi obat yang Anda butuhkan saat sahur atau berbuka. Baca juga: Puasa Aman Bagi Penderita Kencing ManisSumber: thestar
 05 May 2019    16:00 WIB
Ingin Puasa Tetap Nyaman? Ikuti Tips Berikut
Berpuasa bukan berarti membuat tubuh Anda menjadi merana. Apabila Anda merasa menderita saat berpuasa, hal ini bisa disebabkan tubuh Anda kurang mendapatkan nutrisi. Untuk mendapatkan nutrisi yang tepat tentu Anda harus memperhatikan cara mengatur kalori makanan, jenis makanan dan pola makannya Simak tip berikut agar puasa Anda lebih nyaman: Kuncinya adalah Sahur Jangan pernah melewatkan untuk bersantap sahur. Sahur adalah modal bagi tubuh Anda selama berpuasa. Tetapi ingat! Jangan juga terlalu berlebihan Pilihlah makanan yang memiliki komposisi nutrisi lengkap. Kemudian, pilih makanan yang mengandung karbohidrat kompleks. Sayur dan buah yang kaya nutrisi plus serat juga sangat dianjurkan. Selain bagus bagi tubuh, sayur dan buah membuat Anda kenyang lebih lama karena sifat serat yang lama terurai. Usahakan untuk minum sekitar 2-3 gelas pada saat Sahur. Jangan berbuka dengan "dendam" Setelah berpuasa kurang lebih sekitar 14 jam, seringkali orang melakukan "balas dendam" dan makan yang terlalu berlebihan. Apabila konsumsi kalori berlebihan maka akan membuat  perut kembung, membuat Anda mudah mengantuk dan lemak yang menumpuk. Agar hal ini terjadi sebaiknya Anda berbuka puasa dengan dua sesi. Sesi pertama Anda dapat makan makanan ringan seperti makan buah kurma tiga buah dan teh manis. Kemudian sesi kedua baru Anda dapat menyantap menu utama. Makan secara perlahan Penting untuk makan secara perlahan agar tidak membuat pencernaan Anda "kaget". Makan dengan cepat bisa mengganggu kestabilan kadar gula dalam darah, sehingga Anda akan selalu merasa lapar dan semakin semangat mengunyah makanan. Otak membutuhkan sekitar 20 menit untuk mengirim sinyal kenyang. Makan cepat dapat membuat Anda mengonsumsi makanan berlebihan dan memakan kalori lebih banyak. Tentunya Anda tidak mau, setelah 1 bulan berpuasa, tubuh justru akan jadi lebih gemuk. Mengunyah secara perlahan akan memberi waktu bagi tubuh untuk menyerap glukosa dan kalori yang diperlukan tubuh.   Semoga kiat diatas dapat membantu Anda agar dapat menjalankan puasa dengan nyaman. Selamat menjalankan ibadah puasa. Sumber: readersdigest
 05 May 2019    11:00 WIB
Makanan Yang Baik Dikonsumsi Saat Sahur dan Berbuka
Selama bulan Ramadhan, para keluarga akan berkumpul untuk menikmati sajian makanan. Pada saat seperti ini pasti akan terpikir untuk mengonsumsi makanan favorit setelah hampir 14 jam berpuasa. Namun seperti kita ketahui, saat berpuasa seseorang tidak akan makan dan minum hampir 14 jam sehingga diperlukan nutrisi yang tepat saat santap sahur dan saat berbuka puasa.   Makanan apa yang baik dikonsumsi saat Sahur dan berbuka puasa? - Untuk sahur Menu untuk Sahur harus sehat. Karena pada keadaan ini makanan yang dikonsumsi harus mampu menyediakan energi yang cukup untuk bertahan selama berjam-jam saat Anda berpuasa.  Untuk Sahur harus terdapat makanan seperti:  Buah-buahan dan sayuran  Buah-buahan dan sayuran kaya akan serat, buah-buahan dan sayuran penting untuk dikonsumsi oleh Anda yang akan berpuasa karena dapat meningkatkan rasa kenyang dan membantu mencegah terjadinya sembelit. Selain itu buah-buahan dan sayuran juga mengandung vitamin, mineral dan fitokimia yang penting untuk kesehatan. Beras dan karbohidrat lainnya Karbohidrat tinggi serat seperti beras merah dan roti gandum membutuhkan waktu lebih lama untuk dicerna, sehingga membantu untuk mempertahankan energi yang lebih lama.  Daging dan sumber protein lainnya Ayam tanpa kulit, ikan dan produk susu rendah lemak adalah sumber protein. Dengan mengonsumsi makanan tinggi protein hal ini akan membatasi asupan lemak. Selain itu, makanan tinggi protein membantu memperbaiki dan membentuk jaringan tubuh, dan membangun sistem kekebalan tubuh Anda. Mengkonsumsi produk susu tinggi kalsium Mengkonsumsi produk susu tinggi kalsium juga membantu mempertahankan tulang yang kuat. Untuk seseorang yang alergi terhadap laktosa dapat memilih susu bebas laktosa atau susu kedelai yang diperkaya kalsium.    - Untuk berbuka puasa Saat berbuka adalah waktu dimana Anda mengisi kembali energi yang hilang selama berpuasa sehingga diperlukan untuk mengkonsumsi makanan dari semua kelompok makanan utama: seperti buah dan sayuran, nasi, serta daging (termasuk susu).  Buah dan sayuran  Health Promotion Board (HPB) merekomendasikan dua porsi sayuran dan dua porsi buah per hari. Sehingga Anda harus mengkonsumsi masing-masing satu porsi buah dan satu porsi sayuran dalam dua kali makan.  Selama bulan Ramdhan kurma menjadi makanan wajib yang sering dikonsumsi. Selain merupakan sumber energi yang baik, kurma juga kaya akan kalium sehingga  membantu otot dan saraf berfungsi dengan baik. Namun jangan terlalu banyak mengkonsumsi kurma, karena kurma tinggi akan gula. Beras dan karbohidrat lainnya Roti gandum, beras merah atau mie gandum adalah karbohidrat kompleks yang memberikan tubuh energi, kaya akan serat dan mineral. Dibandingkan dengan makanan manis dan makanan penutup yang akan terbakar dengan cepat, karbohidrat kompleks ini memberikan energi yang lebih stabil dan bertahan lama.  Daging dan sumber protein lainnya Jangan lupakan makanan yang satu ini yaitu makanan yang kaya akan protein seperti daging tanpa lemak, ayam tanpa kulit, ikan, telur, kacang-kacangan dan produk susu rendah lemak.   Untuk menjaga makanan Anda tetap sehat, batasi penggunaan minyak dan lebih baik mengunakan cara mengukus, memanggang, memanggang. Ketika memilih minyak, Anda juga harus lebih baik memilih lemak tak jenuh seperti minyak canola dan minyak kedelai. Gunakan saat Ramadan ini untuk menumbuhkan kebiasaan makan yang baik. Dan pada saat bulan puasa berakhir, Anda akan merasa lebih sehat.     Sumber : healthxchange
 05 May 2019    08:00 WIB
Kapan Seorang Anak Sebaiknya Mulai Berpuasa?
Berpuasa memang merupakan suatu kewajiban bagi seorang muslim yang telah dewasa, namun pernahkah Anda bertanya-tanya kapan sebenarnya seorang anak harus mulai berpuasa seperti halnya orang dewasa? Seperti yang tertulis di dalam kitab suci agama Islam, Al Quran, seorang anak dianjurkan untuk mulai belajar berdoa (sholat) saat ia telah berusia 7 tahun, bahkan harus "dipaksa" (diberi hukuman bila tidak sholat) sholat saat ia telah berusia 10 tahun, dan diwajibkan untuk melakukan sholat saat ia telah memasuki usia pubertas. Tanda-tanda pubertas yang dapat ditemukan adalah mulai timbulnya gairah seksual atau tumbuhnya rambut di daerah kemaluan atau keluarnya sperma tanpa disadari saat tidur atau telah berusia 15 tahun. Bagi seorang remaja perempuan, tanda pubertas adalah saat ia telah mulai mengalami menstruasi. Akan tetapi, masih menurut Al Quran, kewajiban sholat ini tidak berlaku pada beberapa keadaan di bawah ini, yaitu: Saat seseorang sedang tertidur Saat seorang anak belum memasuki masa pubertas Saat seseorang mengalami gangguan kejiwaan Jadi, kapan sebaiknya seorang anak mulai diwajibkan untuk melakukan ibadah puasa di bulan Ramadan? Sama seperti halnya sholat, menurut Al Quran, seorang anak laki-laki dan perempuan mulai dianjurkan untuk berpuasa saat mereka telah berusia 7 tahun hingga mereka pun mulai terbiasa berpuasa. Para orang tua pun diwajibkan untuk mengajarkan anaknya mulai berpuasa saat sang anak telah berusia 7 tahun. Dan saat sang anak telah memasuki masa pubertas, maka mereka pun wajib untuk berpuasa seperti halnya orang dewasa. Bagaimana bila sang anak baru saja mencapai masa pubertasnya di bulan Ramadan? Bila ulang tahun sang anak yang ke 15 bertepatan dengan hari puasa, maka ia pun wajib berpuasa di hari itu, tetapi hanya setengah hari (hanya hingga pukul 12 siang), akan tetapi hari berikutnya, ia wajib berpuasa penuh (hingga azan maghrib berkumandang).   Baca juga: Pola Hidup Sehat Saat Bulan Puasa     Sumber: islamweb
 11 Dec 2018    11:00 WIB
Diet Puasa, Seberapa Efektifkah Untuk Kesehatan Tubuh ?
Halo sahabat setia Dokter.Id, bagi kita yang mengalami masalah berat badan, atau punya masalah obesitas, apalagi yang siap-siap mau menjadi mempelai, atau bagi yang tidak percaya diri dengan bentuk tubuhnya, nah, pembahasan kita hari ini bisa membantu banget loh. Mungkin kata diet sering kita dengar, apalagi puasa, namun kalau kedua kata ini digabung, hmm…apa artinya yah, kok terdengar sama saja. Mari kita cari tahu. Diet puasa (Intermitten fasting) adalah perputaran pola makan kita, di antara waktu makan dan puasa. Cara diet puasa (Intermitten Fasting) bukan membahas tentang makanan apa yang harus dimakan, tetapi lebih tepatnya, membahas tentang kapan kita harus memakannya. Ada beberapa metode puasa intermitten yang berbeda, yaitu melalui pembagian hari atau minggu, menjadi periode makan dan periode puasa. Kita dapat melakukan ini dengan melewatkan sarapan, makan makanan pertama kita di siang hari dan makan terakhir kita pada jam 8 malam. Maka kita secara teknis puasa selama 16 jam setiap hari, dan membatasi selang makan kita selama 8 jam, dari jam 12 siang menuju jam 8 malam. Ini adalah bentuk puasa intermitten paling populer, dikenal sebagai metode 16/8. Terlepas dari apa yang kita pikirkan, puasa intermitten sebenarnya cukup mudah dilakukan. Banyak orang melaporkan merasa lebih baik dan memiliki lebih banyak energi selama menjalani diet puasa. Kelaparan biasanya bukan masalah besar, meskipun itu bisa menjadi masalah di awal, sementara tubuh kita mulai terbiasa tidak makan untuk waktu yang lama. Tidak ada makanan yang diizinkan selama periode puasa, tetapi kita masih dapat minum air, kopi, teh, dan minuman non-kalori lainnya. Beberapa bentuk puasa intermitten diperbolehkan mengkonsumsi sejumlah kecil, makanan rendah kalori selama periode puasa. Mengonsumsi suplemen umumnya diperbolehkan saat berpuasa, asalkan tidak ada kalori di dalamnya. Puasa intermiten telah menjadi sangat trendi dalam beberapa tahun terakhir ini, khususnya bagi kalangan selebrity dan para pefitnes. Berikut beberapa cara diet puasa (Intermitten fasting): Metode 16/8: Cara diet puasa selama 16 jam setiap hari, yaitu hanya makan siang (jam 12) dan makan malam pada jam 8 malam. Makan-Berhenti-Makan: Sekali atau dua kali seminggu, jangan makan apa pun, sejak makan malam satu hari, sampai makan malam di hari berikutnya (dalam hitungan 24 jam). 5: 2 Diet: Selama 2 hari dalam seminggu, makan hanya sekitar 500-600 kalori. Memang lebih banyak orang yang menjadi penggemar metode 16/8 (dipopulerkan oleh Martin Berkhan dari LeanGains), karena metode ini dianggap sebagai metode yang paling sederhana dan paling mudah untuk dijalani. Karena kebanyakan orang biasanya tidak terlalu lapar di pagi hari, dan tidak merasa harus makan sampai sekitar jam 1 siang. Lalu kita bisa makan makanan terakhir kita di antara jam 6 - 9 malam, jadi kita akhirnya secara naluriah puasa selama 16-19 jam setiap hari. Lalu apa saja keuntungan yang bisa kita dapatkan dari diet puasa (Intermitten fasting) ini: Puasa Intermitten Mengubah Fungsi Sel, Gen dan Hormon. Ketika kita berpuasa, kadar insulin menurun dan hormon pertumbuhan kita meningkat. Sel-sel kita juga memulai proses perbaikan seluler yang penting dan mengubah gen mana yang akan di ekspresikan. Puasa Intermitten dapat membantu kita menurunkan Berat Badan dan Lemak Perut. Puasa Intermitten dapat mengurangi Resistensi Insulin, menurunkan risiko Diabetes Tipe 2. Puasa Intermitten dapat mengurangi Stres dan Peradangan Oksidatif di tubuh. Puasa Intermitten bermanfaat bagi kesehatan jantung. Puasa Intermitten menginduksi berbagai proses perbaikan seluler. Puasa Intermitten dapat membantu mencegah Kanker. Puasa Intermitten baik untuk Otak kita. Puasa Intermitten dapat membantu mencegah penyakit Alzheimer. Puasa Intermiten dapat memperpanjang Umur kita.   Well…sahabat, setelah mendengar penjelasan di atas, bagi kita yang ada masalah kesehatan atau susah sekali menjalani diet, kita bisa mencoba cara diet puasa (Intermitten fasting) ini. Semoga berhasil dan tetap Semangat yah…salam sehat!   Sumber : www.medicalnewstoday.com
 09 Jun 2018    08:00 WIB
Jaga Kebugaran Tubuh Dengan Tetap Rajin Berolahraga di Bulan Puasa
Bulan puasa seharusnya bukan menjadi alasan untuk tidak berolahraga. Sebaliknya, dengan berolahraga, kondisi kesehatan tubuh akan lebih terjaga. Akan tetapi, tentu saja stamina yang Anda miliki saat berpuasa tidak sama dengan stamina Anda di hari-hari biasa. Hal ini tentu akan mempengaruhi intensitas, lama, dan waktu olahraga Anda. Di bawah ini terdapat beberapa tips yang membuat Anda tetap dapat berolahraga walaupun sedang berpuasa.   Jangan Berolahraga Terlalu Berat Banyak orang sering menggunakan waktu puasa sebagai waktu menurunkan berat badan. Akibatnya, mereka pun menjadi lebih giat berolahraga. Akan tetapi, membakar terlalu banyak kalori saat berpuasa justru dapat berdampak buruk pada kesehatan Anda. Hal ini dikarenakan olahraga berlebihan saat puasa justru dapat menurunkan daya tahan tubuh Anda. Oleh karena itu, pastikan tujuan olahraga Anda adalah untuk menjaga kebugaran tubuh, bukannya untuk membakar kalori.   Kurangi Intensitas Olahraga Anda Karena jumlah energi yang Anda miliki berkurang saat puasa, maka intensitas olahraga Anda pun sebaiknya dikurangi. Yang paling penting dari berolahraga adalah Anda konsisten dalam melakukannya, artinya berolahraga secara teratur.   Pilih Waktu yang Tepat Selama berpuasa, ada baiknya bila Anda menyesuaikan waktu olahraga Anda. Bila Anda biasanya berolahraga di pagi hari, ada baiknya bila Anda menggantinya menjadi sore hari setelah berbuka puasa. Olahraga ringan seperti berjalan kaki selama 30 menit juga telah dapat membantu menjaga kesehatan tubuh Anda selama berpuasa. Jalankan olahraga meski sedang puasa, semoga tips diatas dapat membantu membuat puasa Anda lancar... Sumber: prevention