Your browser does not support JavaScript!
 21 Jul 2020    16:00 WIB
Apakah Diet Puasa Dapat Menurunkan Resiko Penyakit Jantung?
Apakah diet puasa dapat menurunkan resiko penyakit jantung? Mungkin saja. Para peneliti memang belum dapat memastikan mengapa, tetapi kemungkinan dengan menjalankan puasa (tidak makan dan minum selama 24 jam) ternyata dapat meningkatkan kesehatan jantung Anda. Sulit untuk mengatakan apa saja efek puasa untuk kesehatan jantung Anda karena ada sebagian orang yang menjalankan puasa dengan teratur dengan alasan agama. Orang-orang ini juga cenderung tidak merokok dan minum alkohol, yang juga merupakan faktor mengurangi resiko penyakit jantung. Tetapi, akan tetap terlihat bahwa mereka yang menjalankan diet puasa mempunyai kondisi jantung yang lebih baik dibanding mereka yang tidak melakukannya. Hal ini mungkin disebabkan karena mereka yang berpuasa secara rutin memiliki kontrol diri untuk membatasi asupan kalori yang mereka makan dan minum dan perilaku ini dapat diartikan sebagai perubahan pola makan menjadi lebih baik saat mereka tidak melakukan puasa. Hubungan antara puasa periodik dan kondisi jantung yang lebih baik juga dapat terkait dengan cara tubuh Anda melakukan proses metabolisme kolesterol dan gula. Puasa reguler dapat menurunkan kadar LDL kolesterol atau kolesterol jahat. Puasa juga dapat memperbaiki metabolisme tubuh terhadap gula. Hal tersebut akan mengurangi resiko penambahan berat badan dan menurunkan resiko diabetes dimana keduanya merupakan faktor resiko dari penyakit jantung. Jika Anda mempertimbangkan untuk melakukan puasa periodik, maka konsultasikan dahulu dengan dokter Anda sebelum melakukannya. Dokter Anda akan mengatakan apakah berpuasa akan baik untuk Anda lakukan atau tidak dan bagaimana Anda harus melakukannya. Ingatlah bahwa dengan melakukan puasa secara teratur tidak hanya dapat meningkatkan kesehatan jantung Anda tetapi juga meningkatkan kesehatan tubuh Anda secara keseluruhan.   Sumber: mayoclinic
 18 Jul 2020    08:00 WIB
Diet Puasa, Seberapa Efektifkah Untuk Kesehatan Tubuh ?
Halo sahabat setia Dokter.Id, bagi kita yang mengalami masalah berat badan, atau punya masalah obesitas, apalagi yang siap-siap mau menjadi mempelai, atau bagi yang tidak percaya diri dengan bentuk tubuhnya, nah, pembahasan kita hari ini bisa membantu banget loh. Mungkin kata diet sering kita dengar, apalagi puasa, namun kalau kedua kata ini digabung, hmm…apa artinya yah, kok terdengar sama saja. Mari kita cari tahu. Diet puasa (Intermitten fasting) adalah perputaran pola makan kita, di antara waktu makan dan puasa. Cara diet puasa (Intermitten Fasting) bukan membahas tentang makanan apa yang harus dimakan, tetapi lebih tepatnya, membahas tentang kapan kita harus memakannya. Ada beberapa metode puasa intermitten yang berbeda, yaitu melalui pembagian hari atau minggu, menjadi periode makan dan periode puasa. Kita dapat melakukan ini dengan melewatkan sarapan, makan makanan pertama kita di siang hari dan makan terakhir kita pada jam 8 malam. Maka kita secara teknis puasa selama 16 jam setiap hari, dan membatasi selang makan kita selama 8 jam, dari jam 12 siang menuju jam 8 malam. Ini adalah bentuk puasa intermitten paling populer, dikenal sebagai metode 16/8. Terlepas dari apa yang kita pikirkan, puasa intermitten sebenarnya cukup mudah dilakukan. Banyak orang melaporkan merasa lebih baik dan memiliki lebih banyak energi selama menjalani diet puasa. Kelaparan biasanya bukan masalah besar, meskipun itu bisa menjadi masalah di awal, sementara tubuh kita mulai terbiasa tidak makan untuk waktu yang lama. Tidak ada makanan yang diizinkan selama periode puasa, tetapi kita masih dapat minum air, kopi, teh, dan minuman non-kalori lainnya. Beberapa bentuk puasa intermitten diperbolehkan mengkonsumsi sejumlah kecil, makanan rendah kalori selama periode puasa. Mengonsumsi suplemen umumnya diperbolehkan saat berpuasa, asalkan tidak ada kalori di dalamnya. Puasa intermiten telah menjadi sangat trendi dalam beberapa tahun terakhir ini, khususnya bagi kalangan selebrity dan para pefitnes. Berikut beberapa cara diet puasa (Intermitten fasting): Metode 16/8: Cara diet puasa selama 16 jam setiap hari, yaitu hanya makan siang (jam 12) dan makan malam pada jam 8 malam. Makan-Berhenti-Makan: Sekali atau dua kali seminggu, jangan makan apa pun, sejak makan malam satu hari, sampai makan malam di hari berikutnya (dalam hitungan 24 jam). 5: 2 Diet: Selama 2 hari dalam seminggu, makan hanya sekitar 500-600 kalori. Memang lebih banyak orang yang menjadi penggemar metode 16/8 (dipopulerkan oleh Martin Berkhan dari LeanGains), karena metode ini dianggap sebagai metode yang paling sederhana dan paling mudah untuk dijalani. Karena kebanyakan orang biasanya tidak terlalu lapar di pagi hari, dan tidak merasa harus makan sampai sekitar jam 1 siang. Lalu kita bisa makan makanan terakhir kita di antara jam 6 - 9 malam, jadi kita akhirnya secara naluriah puasa selama 16-19 jam setiap hari. Lalu apa saja keuntungan yang bisa kita dapatkan dari diet puasa (Intermitten fasting) ini: Puasa Intermitten Mengubah Fungsi Sel, Gen dan Hormon. Ketika kita berpuasa, kadar insulin menurun dan hormon pertumbuhan kita meningkat. Sel-sel kita juga memulai proses perbaikan seluler yang penting dan mengubah gen mana yang akan di ekspresikan. Puasa Intermitten dapat membantu kita menurunkan Berat Badan dan Lemak Perut. Puasa Intermitten dapat mengurangi Resistensi Insulin, menurunkan risiko Diabetes Tipe 2. Puasa Intermitten dapat mengurangi Stres dan Peradangan Oksidatif di tubuh. Puasa Intermitten bermanfaat bagi kesehatan jantung. Puasa Intermitten menginduksi berbagai proses perbaikan seluler. Puasa Intermitten dapat membantu mencegah Kanker. Puasa Intermitten baik untuk Otak kita. Puasa Intermitten dapat membantu mencegah penyakit Alzheimer. Puasa Intermiten dapat memperpanjang Umur kita.   Well…sahabat, setelah mendengar penjelasan di atas, bagi kita yang ada masalah kesehatan atau susah sekali menjalani diet, kita bisa mencoba cara diet puasa (Intermitten fasting) ini. Semoga berhasil dan tetap Semangat yah…salam sehat!   Sumber : www.medicalnewstoday.com
 12 May 2020    11:00 WIB
Kapan Seorang Anak Sebaiknya Mulai Berpuasa?
Berpuasa memang merupakan suatu kewajiban bagi seorang muslim yang telah dewasa, namun pernahkah Anda bertanya-tanya kapan sebenarnya seorang anak harus mulai berpuasa seperti halnya orang dewasa? Seperti yang tertulis di dalam kitab suci agama Islam, Al Quran, seorang anak dianjurkan untuk mulai belajar berdoa (sholat) saat ia telah berusia 7 tahun, bahkan harus "dipaksa" (diberi hukuman bila tidak sholat) sholat saat ia telah berusia 10 tahun, dan diwajibkan untuk melakukan sholat saat ia telah memasuki usia pubertas. Tanda-tanda pubertas yang dapat ditemukan adalah mulai timbulnya gairah seksual atau tumbuhnya rambut di daerah kemaluan atau keluarnya sperma tanpa disadari saat tidur atau telah berusia 15 tahun. Bagi seorang remaja perempuan, tanda pubertas adalah saat ia telah mulai mengalami menstruasi. Akan tetapi, masih menurut Al Quran, kewajiban sholat ini tidak berlaku pada beberapa keadaan di bawah ini, yaitu: Saat seseorang sedang tertidur Saat seorang anak belum memasuki masa pubertas Saat seseorang mengalami gangguan kejiwaan Jadi, kapan sebaiknya seorang anak mulai diwajibkan untuk melakukan ibadah puasa di bulan Ramadan? Sama seperti halnya sholat, menurut Al Quran, seorang anak laki-laki dan perempuan mulai dianjurkan untuk berpuasa saat mereka telah berusia 7 tahun hingga mereka pun mulai terbiasa berpuasa. Para orang tua pun diwajibkan untuk mengajarkan anaknya mulai berpuasa saat sang anak telah berusia 7 tahun. Dan saat sang anak telah memasuki masa pubertas, maka mereka pun wajib untuk berpuasa seperti halnya orang dewasa. Bagaimana bila sang anak baru saja mencapai masa pubertasnya di bulan Ramadan? Bila ulang tahun sang anak yang ke 15 bertepatan dengan hari puasa, maka ia pun wajib berpuasa di hari itu, tetapi hanya setengah hari (hanya hingga pukul 12 siang), akan tetapi hari berikutnya, ia wajib berpuasa penuh (hingga azan maghrib berkumandang).   Baca juga: Pola Hidup Sehat Saat Bulan Puasa     Sumber: islamweb
 12 May 2020    03:00 WIB
Makanan Yang Baik Dikonsumsi Saat Sahur dan Berbuka
Selama bulan Ramadhan, para keluarga akan berkumpul untuk menikmati sajian makanan. Pada saat seperti ini pasti akan terpikir untuk mengonsumsi makanan favorit setelah hampir 14 jam berpuasa. Namun seperti kita ketahui, saat berpuasa seseorang tidak akan makan dan minum hampir 14 jam sehingga diperlukan nutrisi yang tepat saat santap sahur dan saat berbuka puasa.   Makanan apa yang baik dikonsumsi saat Sahur dan berbuka puasa? - Untuk sahur Menu untuk Sahur harus sehat. Karena pada keadaan ini makanan yang dikonsumsi harus mampu menyediakan energi yang cukup untuk bertahan selama berjam-jam saat Anda berpuasa.  Untuk Sahur harus terdapat makanan seperti:  Buah-buahan dan sayuran  Buah-buahan dan sayuran kaya akan serat, buah-buahan dan sayuran penting untuk dikonsumsi oleh Anda yang akan berpuasa karena dapat meningkatkan rasa kenyang dan membantu mencegah terjadinya sembelit. Selain itu buah-buahan dan sayuran juga mengandung vitamin, mineral dan fitokimia yang penting untuk kesehatan. Beras dan karbohidrat lainnya Karbohidrat tinggi serat seperti beras merah dan roti gandum membutuhkan waktu lebih lama untuk dicerna, sehingga membantu untuk mempertahankan energi yang lebih lama.  Daging dan sumber protein lainnya Ayam tanpa kulit, ikan dan produk susu rendah lemak adalah sumber protein. Dengan mengonsumsi makanan tinggi protein hal ini akan membatasi asupan lemak. Selain itu, makanan tinggi protein membantu memperbaiki dan membentuk jaringan tubuh, dan membangun sistem kekebalan tubuh Anda. Mengkonsumsi produk susu tinggi kalsium Mengkonsumsi produk susu tinggi kalsium juga membantu mempertahankan tulang yang kuat. Untuk seseorang yang alergi terhadap laktosa dapat memilih susu bebas laktosa atau susu kedelai yang diperkaya kalsium.    - Untuk berbuka puasa Saat berbuka adalah waktu dimana Anda mengisi kembali energi yang hilang selama berpuasa sehingga diperlukan untuk mengkonsumsi makanan dari semua kelompok makanan utama: seperti buah dan sayuran, nasi, serta daging (termasuk susu).  Buah dan sayuran  Health Promotion Board (HPB) merekomendasikan dua porsi sayuran dan dua porsi buah per hari. Sehingga Anda harus mengkonsumsi masing-masing satu porsi buah dan satu porsi sayuran dalam dua kali makan.  Selama bulan Ramdhan kurma menjadi makanan wajib yang sering dikonsumsi. Selain merupakan sumber energi yang baik, kurma juga kaya akan kalium sehingga  membantu otot dan saraf berfungsi dengan baik. Namun jangan terlalu banyak mengkonsumsi kurma, karena kurma tinggi akan gula. Beras dan karbohidrat lainnya Roti gandum, beras merah atau mie gandum adalah karbohidrat kompleks yang memberikan tubuh energi, kaya akan serat dan mineral. Dibandingkan dengan makanan manis dan makanan penutup yang akan terbakar dengan cepat, karbohidrat kompleks ini memberikan energi yang lebih stabil dan bertahan lama.  Daging dan sumber protein lainnya Jangan lupakan makanan yang satu ini yaitu makanan yang kaya akan protein seperti daging tanpa lemak, ayam tanpa kulit, ikan, telur, kacang-kacangan dan produk susu rendah lemak.   Untuk menjaga makanan Anda tetap sehat, batasi penggunaan minyak dan lebih baik mengunakan cara mengukus, memanggang, memanggang. Ketika memilih minyak, Anda juga harus lebih baik memilih lemak tak jenuh seperti minyak canola dan minyak kedelai. Gunakan saat Ramadan ini untuk menumbuhkan kebiasaan makan yang baik. Dan pada saat bulan puasa berakhir, Anda akan merasa lebih sehat.     Sumber : healthxchange
 11 May 2020    08:00 WIB
Luar Biasa, Ini 9 Manfaat Berpuasa Yang Buat Tubuh Makin Sehat
Banyak orang telah mengetahui bahwa berpuasa di bulan Ramadan merupakan salah satu kewajiban agama Islam, akan tetapi tahukah Anda bahwa berpuasa ternyata juga memiliki beberapa manfaat positif bagi kesehatan Anda secara keseluruhan?Bila dilakukan dengan benar, puasa dapat membantu mengeluarkan berbagai zat racun dari dalam tubuh, menurunkan kadar gula darah, mengurangi cadangan lemak, dan bahkan dapat membantu meningkatkan daya tahan tubuh. Di bawah ini, Anda dapat melihat 9 manfaat berpuasa bagi kesehatan.  1.      Membantu Mengeluarkan Zat BeracunMakanan olahan mengandung sangat banyak pengawet, yang mungkin bersifat racun bagi tubuh manusia. Beberapa dari zat pengawet ini bahkan dapat memicu terbentuknya advanced glycation end products (AGEs). Sebagian besar zat beracun ini disimpan di dalam lemak. Karena berpuasa dapat memicu terjadinya pembakaran lemak, maka berpuasa dapat membantu mengeluarkan berbagai zat beracun tersebut dari dalam tubuh. 2.      "Mengistirahatkan" Saluran PencernaanSaat berpuasa, maka organ pencernaan Anda pun akan "beristirahat". Akan tetapi, berbagai fungsi fisiologis normal tetap akan berlanjut terutama proses produksi enzim pencernaan, walaupun dalam jumlah yang lebih sedikit. Namun, karena berpuasa tidak menghentikan produksi asam lambung, maka banyak orang yang memang telah menderita sakit maag akan mengalami kekambuhan selama berpuasa. 3.      Membantu Mengatasi Reaksi RadangBeberapa penelitian menunjukkan bahwa berpuasa dapat membantu mengatasi berbagai gejala radang dan alergi, seperti artritis reumatoid (rematik), radang sendi, dan psoriasis (sejenis gangguan kulit). Beberapa ahli menyatakan bahwa berpuasa memang dapat membantu mengatasi berbagai gejala radang usus besar. 4.      Menurunkan Kadar Gula DarahBerpuasa dapat meningkatkan pemecahan gula karena dibutuhkan tubuh sebagai sumber energi. Hal ini tentu saja akan menurunkan produksi hormon insulin, yang berarti membuat pankreas dapat "beristirahat". Karena gula hanya diperoleh melalui pemecahan gula di dalam tubuh, maka kadar gula Anda pun akan lebih rendah daripada biasanya. 5.      Meningkatan Pembakaran LemakRespon pertama tubuh saat berpuasa adalah dengan memecahkan cadangan gula di dalam tubuh, akan tetapi saat cadangan gula di dalam tubuh habis, maka proses pemecahan lemak pun dimulai. Hal ini tentu berarti puasa dapat meningkatkan pembakaran lemak di dalam tubuh. 6.      Membantu Menurunkan Tekanan DarahBerpuasa merupakan salah satu cara untuk menurunkan tekanan darah tanpa mengkonsumsi obat. Hal ini dikarenakan berpuasa dapat menurunkan laju metabolisme tubuh sehingga tekanan darah pun ikut menurun. Selain itu, berpuasa juga dapat menurunkan resiko terjadinya aterosklerosis, penumpukkan lemak pada dinding pembuluh darah. 7.      Membantu Menurunkan Berat BadanBerpuasa juga dapat menurunkan berat badan dalam waktu singkat. Hal ini dikarenakan berpuasa dapat mengurangi cadangan lemak tubuh. Akan tetapi, berpuasa bukanlah metode diet yang bagus. Mengurangi konsumsi lemak dan gula, serta meningkatkan konsumsi buah dan sayuran merupakan metode diet yang lebih baik. 8.      Mendorong Konsumsi Diet SehatMenurut beberapa penelitian, berpuasa juga dapat menurunkan keinginan seseorang untuk mengkonsumsi berbagai jenis makanan olahan. Berpuasa justru akan membuat seseorang lebih ingin mengkonsumsi berbagai jenis makanan alami, terutama buah dan air putih. 9.      Membantu Mengatasi KecanduanBeberapa peneliti menemukan bahwa berpuasa ternyata juga dapat membantu mengurangi keinginan mereka untuk mengkonsumsi sesuatu, seperti nikotin (rokok), alkohol, kafein, dan berbagai zat aditif lainnya.Akan tetapi, walaupun berpuasa memang memiliki berbagai dampak positif bagi kesehatan, berpuasa juga memiliki beberapa dampak negatif bagi kesehatan seperti dehidrasi, nyeri kepala, migrain, nyeri ulu hati.Selain itu; wanita hamil, ibu yang sedang menyusui, penderita malnutrisi, dan penderita gangguan jantung juga tidak dianjurkan untuk berpuasa. Semua manfaat bisa Anda dapatkan dengan berpuasa. Agar puasa Anda berjalan lancar jangan lupa banyak minum air putih saat sahur dan saat berbuka puasa.  Sumber: nairaland
 07 May 2020    11:00 WIB
Puasa Aman Untuk Si Pengidap Penyakit Kencing Manis
Bulan Ramadhan adalah bulan yang dinantikan semua umat muslim. Namun bagaimana untuk yang mengidap penyakit kencing manis. Kadar gula yang turun naik dapat menghambat seseorang untuk menjalankan  ibadah puasa. Apakah berbahaya bila si pengidap kencing manis berpuasa? Ternyata untuk yang mengidap penyakit kencing manis masih diperbolehkan untuk berpuasa. Pengidap kencing manis yang boleh berpuasa adalah  pengidap kencing manis yang masih dapat mengontrol kadar gula darah dengan perencanaan makan, olahraga dan obat-obatan. Namun bagi pengidap kencing manis yang membutuhkan suntikan insulin, penderita yang sudah memiliki komplikasi berat seperti gagal ginjal maupun gagal jantung tidak diperbolehkan berpuasa Berikut adalah tips yang dapat diikuti untuk pengidap kencing manis dan dapat menikmati ibadah puasa: Konsultasikan dengan dokter Anda  Apakah keadaan tubuh Anda cukup sehat dan dapat melakukan ibadah puasa. Cara minum obat Tanyakan kepada dokter cara mengkonsumsi obat penurun gula darah agar bisa disesuaikan dengan waktu berbuka dan waktu sahur. Contoh golongan obat metformin yang harusnya diminum 3 kali 500 mg dapat diminum  2 tablet saat berbuka dan 1 tablet saat sahur Pola makan Sesuaikanlan  jadwal dan jumlah  makanan saat sahur dan berbuka puasa. Makan tidak terlalu banyak saat berbuka boleh konsumsi teh manis dengan kurma, setelah sholat maghrib baru makan menu utama yang terdiri dari karbohidrat, protein. Setelah sholat tarawih boleh konsumsi 1 buah singkong rebus. Saat sahur Anda mengkonsumsi menu lengkap karbohidrat, protein, buah dan minum yang cukup  Olahraga Tetap berolahraga dan pilih yang gerakannya ringan, dan lakukan usai salat tarawih.  Selalu kontrol kadar gula darah Jika terlalu tinggi ataupun terlalu rendah, sebaiknya tidak berpuasa. Seorang pengidap kencing manis yang ingin berpuasa sebaiknya memiliki kadar gula darah terkontrol dibawah normal selama tiga bulan.   Pemantauan kadar gula darah juga bisa menghindari pasien dari ancaman hipoglikemia (kekurangan kadar gula dalam darah).  Dengan mengikuti tips di atas semoga Anda tetap bisa menjalankan ibadah puasa dengan lancar
 07 May 2020    08:00 WIB
Pola 2-2-4 Untuk Menghindari Dehidrasi Ketika Berpuasa
Kandungan air yang terdapat di dalam tubuh manusia mencapai 60-70 persen. Saat berpuasa, kurang lebih 14 jam manusia beraktivitas sambil menahan rasa lapar dan juga haus.  Selama berpuasa, tentu Anda tetap menjalani rutinitas harian. Ketika Anda beraktivitas, mineral dalam tubuh yang didapat dari air akan terus berkurang. Air bukan hanya keluar dari tubuh saat buang air kecil (BAK), tetapi juga saat berkeringat dan bernapas. Kebutuhan cairan setiap orang berbeda untuk menjaga kesehatan tubuh. Kementerian Kesehatan, melalui Direktorat Promosi Kesehatan, menyarankan pada orang dewasa untuk mengonsumsi air putih sekitar 8 gelas berukuran 230 ml per hari atau total 2 liter. Lantas, bagaimana dengan aturan minum air putih saat sedang menjalankan ibadah puasa? Sama saja, kok! Anda tetap harus dapat memenuhi cairan tubuh agar terhindar dari dehidrasi. Hanya waktu minumnya saja yang disesuaikan selama berpuasa. Rumus minum air putih "2-2-4" dapat Anda terapkan selama menjalani puasa satu bulan penuh. Pola itu terdiri dari 2 gelas pada saat sahur, 2 gelas ketika berbuka puasa, dan 4 gelas pada malam hari di waktu selang antara berbuka dan sahur. Jika dijabarkan, berikut pola 2-2-4 yang dapat Anda terapkan: 1 gelas setelah bangun sahur 1 gelas setelah makan sahur 1 gelas saat adzan maghrib 1 gelas setelah sholat maghrib 1 gelas setelah berbuka puasa 1 gelas sebelum sholat isya 1 gelas setelah sholat tarawih 1 gelas sebelum tidur Saat sahur, air yang kita minum menjadi bekal untuk menjalani puasa pada hari itu. Saat berbuka, waktunya menggantikan mineral yang hilang selama berpuasa. Jadi sangat penting untuk mengonsumsi air putih terlebih dahulu saat berbuka dibandingkan meminum minuman manis dan dingin. Perlu Anda ketahui, air putih berperan membantu sistem metabolisme tubuh, melancarkan proses pencernaan, penyerapan nutrisi, sirkulasi hingga menjaga suhu tubuh. Minum air putih secara teratur juga dapat mencegah gangguan pada otak, melancarkan sistem pernapasan, membuat ginjal tetap sehat, hingga menjaga kesehatan kulit.   Sumber : Mayapada Hospital
 06 May 2020    11:00 WIB
Tips Lancarkan ASI Selama Bulan Ramadhan Bagi Para Ibu yang Berpuasa
Walaupun ibu menyusui sebenarnya tidak dianjurkan untuk berpuasa, apalagi bila bayi Anda masih berusia kurang dari 6 bulan, akan tetapi bila Anda tetap mau berpuasa, maka dianjurkan agar Anda berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter Anda. Hal ini dikarenakan ASI masih merupakan satu-satunya sumber makanan bagi bayi yang berusia kurang dari 6 bulan. Selain itu, walaupun Anda harus berpuasa di siang hari, bukan berarti Anda tidak dapat memenuhi kebutuhan nutrisi harian Anda. Selama puasa, Anda pun dapat tetap makan 3 kali sehari, hanya saja dengan waktu yang berbeda. Untuk mencukupi kebutuhan nutrisi harian Anda, dianjurkan agar Anda mengkonsumsi diet seimbang, yang terdiri dari karbohidrat (50%), protein (30%), dan lemak (10-20%). Di bawah ini Anda dapat melihat beberapa tips yang dapat membantu membuat produksi ASI Anda tetap lancar. Bagi ibu yang sedang menyusui, dibutuhkan sekitar 700 kalori tambahan setiap harinya, di mana 500 kalori tersebut diambil dari makanan ibu dan 200 kalori sisanya diambil dari cadangan lemak tubuh. Oleh karena itu, sangat penting bagi ibu yang sedang menyusui dan ingin berpuasa untuk tetap mempertahankan pola makannya (3 kali sehari) dengan mengkonsumsi makanan bergizi. Pastikan Anda mengkonsumsi berbagai jenis makanan bergizi saat sahur dan setelah sholat tarawih. Dengan demikian, Anda akan memiliki energi yang cukup untuk melakukan aktivitas harian Anda dan dapat mencukupi kebutuhan nutrisi yang diperlukan oleh bayi Anda. Beberapa hal yang perlu diperhatikan oleh ibu yang sedang menyusui tetapi ingin berpuasa adalah: Konsumsilah banyak air putih, setidaknya 2 liter setiap harinya, mulai dari saat berbuka hingga sahur Minumlah segelas susu setiap sahur untuk menurunkan resiko terjadinya anemia Konsumsilah minuman hangat saat berbuka puasa untuk menstimulasi pengeluaran ASI Baca juga: Manfaat Kurma Saat Puasa Sumber: aritunsa
 04 May 2020    11:00 WIB
Sakit Maag Tidak Boleh Puasa? Ikuti Tips Ini Agar Puasa Lancar
Selama bulan suci Ramadan, jutaan umat Muslim di seluruh dunia akan menjalankan ibadah puasa. Secara umum, umat Muslim yang mengalami gastritis atau peradangan pada lambung atau biasa disebut maag akan mempertanyakan bagaimana cara mereka bisa menunaikan ibadah dengan baik dan tidak memperburuk gejala penyakit yang sudah mereka alami. Pada akhirnya kebanyakan dari mereka mengutamakan puasa tanpa mempertimbangkan efek terhadap kesehatannya. Padahal bukan ini tujuan dari puasa. Anda harus bisa menyeimbangkan antara puasa dan masalah kesehatan yang Anda derita. Sebagai awalnya, Anda harus memahami bagaimana riwayat dari penyakit ini. Gastritis adalah infeksi atau inflamasi yang terjadi pada dinding lambung, sementara maag adalah ketidakseimbangan asam lambung yang bisa mengganggu mekanisme perlindungan dari saluran cerna. Kedua penyakit diatas mempunyai penyebab yang sama yaitu infeksi bakteri yang dikenal dengan nama Helicobacter pylori (H. pylori) yang mempengaruhi dinding saluran cerna, terutama lambung. Penggunaan obat anti nyeri seperti ibuprofen, naproxen dan aspirin, steroid dosis tinggi, konsumsi alkohol dan merokok juga dapat menyebabkan gastritis dan maag. Penderita gastritis tetap dapat menjalankan ibadah tanpa harus meningkatkan resiko komplikasi terhadap penyakit gastritis yang dideritanya asal mengikuti beberapa tips dibawah ini: Jangan tidur setelah habis sahur. Tidur sehabis makan akan menghasilkan asam lambung yang naik keatas (refluks asam) Menunda sahur tapi mempercepat waktu buka puasa Jangan makan berlebihan saat berbuka puasa karena akan memicu refluks asam dan gejala gastritis lainnya. Penderita asam lambung dan gastritis harus berbuka dengan secukupnya. Makan dengan porsi yang kecil tetapi sering. Sebagai contoh, Anda bisa memulai berbuka puasa dengan kurma dan diikuti dengan makanan yang ringan sebelum mengambil jeda untuk sholat Mahgrib. Setelah itu Anda bisa menikmati menu utama sebelum melaksanakan doa teraweh. Berhenti makan 3-4 jam sebelum Anda pergi tidur. Oleh karena itu hindari konsumsi makanan kecil atau kudapan manis setelah selesai taraweh. Kurangi konsumsi makanan yang pedas, panas dan makanan yang mengandung asam sehingga mengurangi resiko iritasi saluran cerna. Hindari konsumsi minuman yang mengandung kafein seperti kopi, karena minuman ini bersifat diuretik yang akan menstimulasi tubuh mengeluarkan cairan melalui air kemih. Hal ini bisa menyebabkan dehidrasi. Hal yang sama juga terjadi pada minuman manis Saat sahur dan  berbuka, lengkapi makanan Anda dengan makanan yang kaya nutrisi, seperti karbohidrat, protein, lemak, vitamin, serat dan lain sebagainya. Tetap cukupi kebutuhan cairan tubuh, yaitu 2,5 liter perhari. Siapkan obat-obat yang memang Anda butuhkan untuk mengatasi gejala gastritis yang Anda alami, misalnya saja antasida, proton pump inhibitor, H2 antagonis. Tetapi Anda  memerlukan pengawasan dokter dalam mengkonsumsi obat ini. Hindari makanan yang berlemak dan buah-buahan yang mengandung asam (misalnya buah citrus seperti lemon, jeruk nipis, anggur dan jeruk) dan juga tomat (karena tomat merupakan buah yang mengandung banyak asam). Makanan ekstra pedas, makanan kaleng terutama berbasis tomat juga harus Anda hindari. Jangan merokok. Rokok dapat menimbulkan gejala gastritis dan maag. Jenis makanan yang harus Anda makan: Konsumsi karbohidrat yang lambat cerna, sehingga makanan tersebut akan dicerna dalam waktu lebih lama, Anda akan lapar lebih lama sehingga Anda merasa lebih berenergi sepanjang hari. Kurma merupakan makanan yang sempurna karena mengandung gula, serat, karbohidrat, potasium dan magnesium. Almond merupakan jenis makanan yang kaya akan protein dan serat. Pisang merupakan buah yang mengandung karbohidrat, potasium dan magnesium. Pilihlah makanan yang di panggang dibanding makanan yang digoreng, terlebih jika makanan tersebut berlemak. Jangan lupa mengkonsumsi obat yang Anda butuhkan saat sahur atau berbuka. Baca juga: Puasa Aman Bagi Penderita Kencing ManisSumber: thestar
 24 Apr 2020    16:00 WIB
Ramadan Aman Selama Wabah COVID-19 di Indonesia
Sobat selamat menuaikan ibadah puasa ya! Nah berikut ini ada beberapa anjuran umum yang sudah dibuatkan oleh Kementerian Agama dan WHO mengenai ibadah puasa selama berlangsungnya wabah COVID-19 di Indonesia, yaitu : Pembatalan kegiatan sosial dan keagamaan perlu menjadi pertimbangan yang serius Dalam hal pembatalan kegiatan sosial dan keagamaan, jika memungkinkan, dapat mempertimbangkan penggunaan platform alternatif,seperti televisi, radio, digital, dan media sosial. Tetap menjaga jarak fisik. Untuk menyapa, gunakan cara-cara alternatif sesuai budaya dan nilai-nilai keagamaan untuk menghindari kontak fisik. Bubarkan massa yang berkumpul dalam jumlah besar di tempat-tempat yang umumnya melaksanakan kegiatan di bulan Ramadan, seperti tempat hiburan, pasar, dan toko. Dorong kebiasaan hidup sehat : Pastikan sarana cuci tangan dilengkapi dengan sabun dan air bersih mengalir yang cukup dan sediakan cairan pembersih tangan berbahan dasar alkohol (minimal 70% alkohol) di pintu masuk dan di dalam masjid. Sediakan tisu sekali-pakai dan tempat sampah bertutup dengan pelapis sekali-pakai, dan pastikan sampah dibuang dengan cara yang aman. 2 April 2020 Tampilkan anjuran yang disertai gambar untuk menjaga jarak fisik, kebersihan tangan, etika bersin dan batuk, dan pesan-pesan umum pencegahan COVID-19. Rutin membersihkan tempat, situs, dan bangunan peribadahan. Di masjid, jaga kebersihan semua bagian masjid dan tempat wudu, maupun kebersihan dan sanitasi secara umum. Benda-benda yang sering disentuh seperti gagang pintu, saklar lampu, dan pegangan tangga harus sering dibersihkan dengan detergen dan disinfektan. Dalam mengumpulkan dan membagikan sedekah atau zakat selama bulan Ramadan, perlu mempertimbangkan untuk menjaga jarak fisik dan kebersihan. Instruksi dari pemerintah pusat dan daerah harus tetap dipatuhi. Kesehatan: Puasa: Belum ada penelitian yang mengaitkan puasa dengan risiko infeksi COVID-19. Orang yang sehat dapat berpuasa selama bulan Ramadan seperti di tahun-tahun sebelumnya, sedangkan pasien COVID-19 dapat mempertimbangkan aturan agama tentang berbuka puasa yang juga berlaku untuk penyakit-penyakit lain, sesuai konsultasi dengan dokter. Kegiatan fisik: Selama pandemi COVID-19 di Indonesia, pergerakan orang-orang dibatasi; Masyarakat didorong untuk melakukan kegiatan fisik di dalam ruangan dan mengikuti kelas olahraga daring. Pola makan yang sehat dan cakupan nutrisi: Makan makanan bernutrisi dan minum air yang cukup sangatlah penting selama bulan Ramadan. Masyarakat sebaiknya mengonsumsi berbagai jenis makanan segar dan makanan bukan olahan pabrik setiap hari, juga minum banyak air. Tembakau: Penggunaan tembakau tidak disarankan dalam keadaan apa pun, terutama selama Ramadan dan pandemi COVID-19. Perokok berat mungkin sudah menderita penyakit paru atau kapasitas paru-parunya sudah menurun. Semua kondisi ini dapat meningkatkan risiko penyakit COVID-19 yang parah. Mempromosikan kesehatan jiwa dan psikososial: Meskipun praktik-praktik yang dijalankan pada tahun ini berbeda, semua umat beragama perlu diingatkan bahwa mereka masih dapat merenung, memperbaiki diri, beribadah, berbagi, dan saling peduli -- dari jarak jauh yang aman. Pastikan untuk tetap melakukan interaksi dengan keluarga, teman-teman, dan lansia; gunakan platform-platform alternatif untuk berinteraksi. Mendoakan orang yang sakit sambil tetap menyampaikan pesan-pesan pengharapan dan penghiburan merupakan cara-cara menjalankan nilai-nilai Ramadan sambil tetap menjaga kesehatan. Menanggapi situasi kekerasan dalam rumah tangga: Di tempat-tempat yang memberlakukan pembatasan pergerakan, insiden kekerasan dalam rumah tangga, terutama terhadap wanita, anakanak, dan kelompok-kelompok marginal kemungkinan akan meningkat. Pemimpin-pemimpin agama dapat aktif menentang kekerasan dan memberikan dukungan atau mendorong agar para korban mencari pertolongan. Sumber : WHO, Safe Ramadan practices in the context of the COVID-19, Interim guidance, 15 April 2020 Kemenag, Surat Edaran No.SE.6/2020, Panduan Ibadah Ramadhan dan Idul Fitri 1 Syawal 1441 H Di Tengah Pandemi wabah COVID-19