Your browser does not support JavaScript!
 01 Aug 2014    10:00 WIB
7 Cara Menghilangkan Kebiasaan Menghakimi Orang Lain
Tidak Ada Orang yang Sempurna Hal pertama yang harus Anda lakukan untuk menghentikan kebiasaan buruk Anda yang sering menghakimi orang lain adalah dengan menyadari bahwa tidak ada orang yang sempurna di dunia ini. Kebiasaan buruk Anda ini dapat membuat Anda kehilangan teman dan rasa bahagia dalam hidup Anda.     Kritik Diri Anda Sendiri Tidak ada seorang pun di dunia ini yang dapat memecahkan setiap masalah dalam kehidupan. Oleh karena itu, tidak ada seorang pun yang berhak menghakimi orang lain. Tanyakanlah pada diri Anda sendiri mengapa Anda seringkali menghakimi orang lain. Berbagai pertanyaan yang Anda ajukan pada diri Anda sendiri ini mungkin dapat membantu Anda menemukan bagaimana kepribadian Anda yang sebenarnya.   Maafkan Kesalahan Orang Lain Berhenti menghakimi orang lain dapat merupakan suatu hal yang sangat sulit untuk dilakukan. Anda dapat mengganti kebiasaan Anda ini dengan memaafkan orang lain. Orang yang sering menghakimi orang lain seringkali menyimpan dendam pada orang-orang yang tidak disukainya. Mereka seringkali merasa sulit memaafkan kesalahan orang lain. Memaafkan merupakan cara yang paling efektif untuk menghentikan kebiasaan buruk ini. Akan tetapi, sebelum Anda dapat memaafkan orang lain, Anda pun harus dapat memaafkan diri Anda sendiri.    Belajar Bersimpati Setiap orang memiliki pandangan hidup dan prinsip hidupnya masing-masing. Setiap keluarga pun memiliki masalahnya sendiri. Menghakimi orang lain merupakan suatu hal yang salah, kecuali Anda merupakan orang yang sedang mengalami masalah tersebut sehingga Anda tahu seperti apa rasanya menjadi dirinya. Daripada menghakimi orang lain, akan lebih baik bila Anda belajar untuk bersimpati dan membantunya.   Tentukan Suatu Target Untuk membantu menghilangkan kebiasaan buruk menghakimi orang lain ini, Anda harus memiliki tekad yang kuat. Selain itu, Anda juga dapat mengikuti berbagai kegiatan positif sehingga Anda pun menjadi lebih sibuk dan tidak lagi memiliki cukup waktu luang untuk memikirkan orang lain.    Cari Tahu Apa Kebenarannya Sekarang ini banyak orang menilai dan mengkritik apa yang dilakukan oleh orang lain tanpa tahu apa kebenarannya. Oleh karena itu, pastikan Anda telah mengetahui kebenarannya sebelum mulai menghakimi orang lain agar Anda tidak terlihat sebagai seorang pembohong. Setelah mengetahui kebenarannya, Anda baru kemudian dapat memutuskan untuk membantu orang tersebut atau hanya mengkritik segala sesuatu yang dilakukannya.   Perlu Rasa Kasih Sayang Rasa kasih sayang bukanlah suatu kelemahan, melainkan suatu kekuatan yang dapat menyembuhkan hati yang luka dan benih bagi tumbuhnya rasa cinta dan kebaikan dalam diri seseorang. Saat Anda menyayangi seseorang maka Anda pun akan selalu berusaha untuk membantunya. Kasih sayang merupakan suatu obat yang dapat menahan kebiasaan menghakimi dan mengkritik orang lain.    Sumber: womanitely
 23 Jul 2014    10:00 WIB
7 Hal yang Dapat Anda Lakukan Untuk Mengatasi Rasa Malu
1.  Tarik Napas Dalam-dalamSalah satu hal terbaik yang dapat Anda lakukan untuk mengatasi rasa malu Anda adalah dengan menarik napas dalam-dalam. Hal ini dapat membantu menurunkan denyut jantung Anda dan membuat Anda merasa lebih rileks. 2.  Tersenyum dan TertawalahTersandung saat berjalan kaki, buang angin di depan orang lain, ada makanan tersangkut di antara gigi Anda merupakan berbagai hal memalukan yang sering dialami oleh siapa saja. Kadangkala, tersenyum dan menertawakan diri sendiri dapat membantu Anda mengatasi rasa malu yang Anda alami. 3.  Alihkan Pandangan Anda atau Ubah Posisi AndaMengalihkan perhatian atau pandangan Anda selama beberapa waktu dapat membantu mengurangi rasa tidak nyaman pada saat merasa malu. Mengalihkan pandangan Anda atau mengubah posisi duduk Anda dapat membantu membuat Anda merasa lebih baik.4.  Jangan Melakukan Hal yang Menarik Perhatian Orang LainApapun yang Anda lakukan jangan melakukan berbagai hal yang dapat menarik perhatian orang lain. Jangan menunjukkan rasa marah atau bersikap defensif atau pergi karena hal ini dapat menarik perhatian orang lain yang tentunya tidak Anda inginkan. Akan lebih baik bila Anda melakukan berbagai hal di atas yang tidak terlalu menarik perhatian orang lain.5.  Belajar Mengatasi Rasa Takut AndaBeberapa orang mungkin mengalami fobia keramaian, yang membuatnya merasa cemas dan takut saat berada di keramaian yang membuatnya dapat melakukan berbagai hal memalukan yang justru membuatnya semakin takut berada di keramaian. Belajarlah untuk  mengatasi rasa takut dan cemas Anda sehingga emosi Anda tidak selalu tampak pada wajah atau bahasa tubuh Anda.6.  Pikiran Anda Merupakan KuncinyaRasa malu sebenarnya timbul dari bagaimana cara Anda menghadapi suatu situasi, bagaimana Anda menghubungkannya dengan rasa malu, dan bagaimana kepribadian Anda. Apapun keunikkan yang Anda miliki, pikiran Anda merupakan hal yang dapat mengendalikan emosi Anda. Jika Anda percaya bahwa sesuatu hal yang Anda lakukan bukanlah hal yang memalukan, maka hal tersebut pun tidak akan membuat Anda merasa malu saat melakukannya. 7.  Temukan PenyebabnyaMenanyakan pada diri Anda sendiri mengapa Anda merasa malu atau cemas atau takut dapat membantu Anda menghadapi rasa malu atau cemas atau takut yang Anda alami. Dengan mengetahui penyebab timbulnya berbagai hal di atas, maka Anda pun dapat menyiapkan diri untuk menghadapi berbagai situasi tersebut.Sumber: allwomenstalk
 19 Jul 2014    10:00 WIB
Kenali Gejala Ejakulasi Dini
Ejakulasi dini terjadi saat seorang pria mengalami ejakulasi yang terlalu cepat saat berhubungan seksual. Ejakulasi dini adalah permasalahan seksual yang sering dialami. Diperkirakan sebanyak 1 dari 3 pria mengalami ejakulasi dini dalam beberapa waktu. Apabila seseorang mengalami ejakulasi dini tidak terlalu sering, hal ini tidak perlu dikuatirkan. Namun bila terjadi terus menerus hal ini yang harus diperhatikan. Apa saja kriteria diagnosa ejakulasi dini: Selalu atau hampir selalu mengalami ejakulasi dalam waktu satu menit melakukan penetrasi. Hampir selalu tidak dapat menunda ejakulasi selama berhubungan seksual  Merasa tertekan dan frustasi dan akhirnya cenderung menghindari untuk berhubungan seksual. Faktor psikologis dan biologis dapat mempengaruhi terjadinya ejakulasi dini. Meskipun banyak pria merasa malu untuk berbicara mengenai hal ini. Ejakulasi dini adalah kondisi yang sering dialami oleh pria dan dapat diatasi. Obat-obatan, konseling dan teknik seksual dapat mengatasi ejakulasi dini dan dapat meningkatkan kehidupan seksual Anda dengan pasangan. Gejala utama dari ejakulasi dini adalah ketidakmampuan untuk menunda ejakulasi selama lebih dari satu menit setelah penetrasi. Namun masalah ejakulasi dini tidak hanya terjadi selama saat berhubungan seksual namun juga bisa terjadi saat masturbasi. Ejakulasi dini dapat diklasifikasikan:  Primer Sekunder (didapat)  Ejakulasi dini yang primer adalah ejakulasi dini yang dialami seorang pria hampir setiap atau setiap akan melakukan hubungan seksual.  Ejakulasi dini sekunder (yang didapat) adalah keadaan dimana seorang belum pernah mengalami ejakulasi dini pada awalnya kemudian mengalami ejakulasi dini saat berhubungan seksual. Apabila Anda mempunyai masalah ejakulasi dini dan hal ini sudah mengganggu kehidupan Anda. Anda dapat segera melakukan konsultasi kepada dokter. Bicarakan dengan dokter Anda jika Anda mengalami ejakulasi lebih cepat dari yang Anda inginkan hampir setiap melakukan hubungan seksual.  Yang sering terjadi adalah pria sering merasa malu saat membahas masalah kesehatan seksual, tapi jangan biarkan hal ini mencegah Anda berbicara dengan dokter Anda. Karena Ejakulasi dini adalah masalah yang sering terjadi  dan dapat diobati.   Bagi sebagian pria, percakapan dengan dokter dapat membantu meringankan rasa kekhawatiran tentang ejakulasi dini. Sebagai contoh, seseorang akan merasa lebih tenang apabila sudah mendengar bahwa saat melakukan hubungan seksual sampai terjadinya ejakulasi sekitar lima menit masih dianggap normal. Sumber: mayoclinic
 10 Jul 2014    09:00 WIB
7 Cara Melupakan Berbagai Hal Buruk di Masa Lalu
Melupakan masa lalu tentunya bukanlah hal yang mudah, apalagi bila Anda tidak tahu apa yang harus dilakukan untuk mencegah diri Anda teringat kembali terhadap berbagai hal buruk di masa lalu. Di bawah ini terdapat beberapa cara yang mungkin dapat membantu Anda melupakan hal buruk di masa lalu Anda.    •    Jangan MenyerahSeperti saat seorang anak belajar naik sepeda dan jatuh, ia tidak akan menyerah dan kembali mencoba naik sepeda lagi hingga bisa, demikian juga dengan Anda. Jika Anda mengalami suatu hal buruk dalam kehidupan Anda, maka jangan menyerah. Anda selalu dapat memulai suatu hal baru dan memulai kembali kehidupan Anda. Karena jika Anda hanya memfokuskan hidup Anda pada masa lalu yang negatif, maka masa depan dan kehidupan Anda pun akan terganggu.     •    Memaafkan dan MelupakanSalah satu hal terpenting untuk melupakan masa lalu Anda adalah dengan memaafkan dan melupakan. Walaupun terdengar klise, akan tetapi hal ini benar-benar sangat penting. Maafkanlah diri Anda sendiri karena melakukan kesalahan besar tersebut, yang mungkin membuat Anda kehilangan pekerjaan, teman, keluarga, atau pasangan. Maafkanlah orang-orang yang tidak dapat mengerti Anda. Maafkanlah teman atau pasangan Anda karena telah mengkhianati Anda. Anda harus memaafkan semua orang dan melupakan segala sesuatunya untuk merasa bahagia dan memiliki kehidupan yang berbahagia.    •    Bersyukurlah Atas Apa yang Anda MilikiTidak peduli seberapa buruk Anda pikir hidup Anda saat ini, selalu ada sesuatu yang dapat Anda syukuri. Sisihkanlah waktu sejenak dan renungkanlah berbagai hal yang baik yang terjadi dalam hidup Anda yang patut Anda syukuri hari ini. Hal ini bukan hanya berarti adanya uang, pasangan, atau pernikahan yang indah. Adanya sinar matahari atau orang lain yang tersenyum pada Anda hari ini juga merupakan hal-hal yang dapat Anda syukuri.    •    Ketahuilah Bahwa Segala Sesuatu Terjadi Untuk Suatu AlasanAnda tidak dapat mengubah apa yang sudah terjadi bukan? Oleh karena itu, daripada terus mencoba mengubah berbagai hal yang telah terjadi, maka lanjutkanlah hidup Anda. Jangan biarkan berbagai hal yang terjadi di masa lalu Anda mempengaruhi kebahagiaan dan hidup Anda saat ini. Sangatlah penting untuk menyadari bahwa segala sesuatu terjadi untuk suatu alasan tertentu. Terimalah bahwa ada banyak hal dalam hidup Anda yang tidak dapat Anda kendalikan. Jangan terus memfokuskan pikiran dan perhatian Anda pada masa lalu, fokuslah pada kehidupan Anda saat ini.    •    Berpikirlah Tentang “Saat Ini”Seperti yang telah banyak disebutkan di atas, fokuskanlah pikiran dan perhatian Anda di masa kini. Lupakanlah masa lalu dan jangan terlalu terobsesi akan hal-hal yang belum terjadi di masa mendatang. Anda mungkin tidak dapat berubah dalam waktu yang singkat, perubahan memang memerlukan waktu dan kesabaran. Akan tetapi, Anda akan merasa lebih baik bila Anda lebih fokus pada apa yang terjadi saat ini dibandingkan dengan apa yang telah dan akan terjadi di masa lalu dan di masa mendatang.    •    Cintailah Diri Anda SendiriJika alasan Anda tidak dapat melupakan masa lalu Anda adalah karena seseorang yang tidak mempercayai Anda, menyakiti Anda, atau meremehkan Anda; maka hapuslah orang tersebut dari kehidupan Anda dan lupakanlah berbagai perkataan serta tindakan yang pernah dilakukannya pada Anda. Anda merupakan orang yang spesial dan ada seseorang di luar sana yang mencintai Anda apa adanya. Salah satu cara untuk melupakan masa lalu Anda adalah dengan mencintai dan menghargai diri Anda sendiri. Jangan biarkan orang lain membuat Anda merasa sedih, percayalah pada diri Anda sendiri walaupun tidak orang lain yang mempercayai Anda.    •    Jangan Terus Menyalahkan Diri Anda SendiriBanyak orang seringkali bersikap kejam pada dirinya sendiri dengan terus menyalahkan dirinya sendiri atas apa yang telah terjadi, akan tetapi bila Anda tidak dapat bersikap baik pada diri Anda sendiri maka Anda pun akan sulit melupakan masa lalu dan merasa bahagia. Jangan biarkan kesalahan yang pernah Anda lakukan di masa lalu menghancurkan kebahagiaan dan kehidupan Anda di masa sekarang dan di masa depan. Semua orang pasti pernah melakukan kesalahan. Oleh karena itu, maafkanlah diri Anda dan lanjutkan hidup Anda.Sumber: womanitelyTags: psikologis
 04 Jul 2014    16:00 WIB
Tips Efektif Untuk Menghindari Konflik
Konflik atau pertengkaran merupakan hal yang pasti pernah dialami oleh setiap orang. Berpikiran lebih terbuka, belajar untuk bertoleransi, dan menerima pendapat orang lain dapat membantu Anda menghindari berbagai konflik yang tidak perlu. Kedamaian bukanlah suatu keadaan di mana tidak ada konflik sama sekali, tetapi suatu keadaan di mana konflik dapat diatasi dengan cara yang lebih baik dan tanpa kekerasan.  Pertengkaran atau konflik tidak selalu menyebabkan putusnya hubungan Anda dengan orang-orang terdekat. Pertengkaran yang Anda alami seringkali juga merupakan salah satu cara untuk lebih mengenal orang-orang yang Anda cintai. Di bawah ini terdapat beberapa hal yang dapat Anda lakukan untuk menghindari berbagai konflik yang tidak perlu.   Jangan Ikut Campur Dalam Masalah Orang Lain Orang yang sering ikut campur dalam masalah orang lain dengan niat ingin menolong justru sangatlah berbahaya. Mereka justru dapat menyalahkan Anda atas masalah yang mereka alami. Oleh karena itu, biarkanlah orang lain menyelesaikan masalah mereka sendiri. Fokuskanlah perhatian Anda pada kehidupan dan masalah Anda sendiri.   Bersabarlah Saat seseorang terus membuat Anda terpojok, cobalah untuk bersabar dan bersikaplah baik padanya. Sikap baik dan sabar Anda mungkin justru dapat membuatnya enggan untuk berbuat jahat pada Anda. Kebaikan merupakan mekanisme pertahanan yang baik terhadap berbagai emosi negatif.    Cintailah Kedamaian Orang yang mencintai kedamaian biasanya lebih mudah bekerja sama dengan orang lain tanpa emosi negatif yang dapat menyebabkan terjadinya pertengkaran. Kemenangan yang sesungguhnya adalah kemenangan yang didapatkan tanpa pertengkaran.   Hindari Orang yang Selalu Berpikiran Negatif dan Berlebihan Hindarilah orang yang suka berpikiran negatif dan bersikap berlebihan terhadap suatu masalah karena orang-orang seperti inilah yang dapat menghancurkan rasa percaya diri Anda. Selain itu, mereka juga dapat mempengaruhi kesehatan fisik dan mental Anda.    Hindari Orang yang Suka “Memanaskan” Keadaan Salah satu cara paling efektif untuk menghindari konflik adalah dengan menghindari orang-orang yang suka memicu terjadinya konflik. Bila Anda terpaksa harus berhadapan dengan orang yang suka memicu terjadinya konflik, maka usahakanlah agar reaksi atau emosi Anda tidak Anda tunjukkan di hadapannya.    Sumber: womanitely
 04 Jul 2014    09:00 WIB
5 Keuntungan Keuntungan Menjadi Orang yang Sensitif
Perhatian Ternyata orang sensitif merupakan orang yang lebih perhatian terhadap orang lain dan dirinya sendiri, bahkan terhadap hewan.   Memperhatikan Perasaan Orang Lain Orang yang sensitif biasanya juga cukup sensitif terhadap perasaan orang lain. Mereka pun biasanya cukup berhati-hati dalam menjaga perasaan orang lain sebab mereka tahu bagaimana tidak enaknya perasaan mereka bila diperlakukan demikian.    Kreatif Jika Anda merupakan orang yang sensitif, maka Anda mungkin juga merupakan orang yang kreatif. Banyak orang sensitif juga merupakan orang yang introvert, yang juga mendukung kreativitas. Orang-orang ini biasanya memiliki cara pandang yang unik dan melihat dunia dengan cara yang berbeda.   Tidak Suka Berpura-pura Orang yang sensitif biasanya juga merupakan orang yang tidak suka berpura-pura. Mereka biasanya dapat menerima diri mereka apa adanya. Sikap tulus merupakan karakter utama orang yang sensitif. Selain itu, mereka juga biasanya berusaha sebaik-baiknya untuk membuat orang-orang di sekitar mereka merasa nyaman.    Tidak Egois Orang yang egois sudah pasti bukanlah orang yang sensitif. Sebagian besar orang yang sensitif biasanya menghabiskan banyak waktunya untuk memperhatikan orang lain. Selain itu, mereka juga memiliki rasa tanggung jawab yang tinggi bagi orang-orang di sekitarnya. Kemampuan mereka untuk bersimpati dan berempati membuat mereka banyak disukai orang-orang di sekitarnya.   Sumber: womanitely
 16 Jun 2014    09:00 WIB
4 Tanda Anda Adalah Seorang Penimbun Barang
Kebiasaan menimbun barang dapat terjadi pada siapa saja dan ternyata cukup sering dialami oleh banyak orang. Akan tetapi, bila kebiasaan ini telah sangat berlebihan, maka Anda mungkin telah mengalami suatu gangguan psikologis. Hal ini bukan berarti Anda memiliki terlalu banyak pakaian atau buku.  Tidak hanya buku, seorang penimbun akan menyimpan setiap benda yang ditemukannya, dalam jumlah yang sangat banyak hingga ia sendiri pun tidak dapat mengingat barang apa saja yang disimpannya. Bila Anda telah menimbun cukup banyak barang, maka Anda bahkan mungkin mengalami kesulitan untuk memasuki suatu ruangan di rumah Anda atau kesulitan untuk melihat perabotan rumah Anda karena tertutup oleh timbunan barang yang Anda kumpulkan tersebut.   Menyimpan Barang Untuk Berjaga-jaga Menyimpan barang karena Anda mungkin membutuhkan suatu hari nanti bukanlah pertAnda bahwa Anda adalah seorang penimbun barang. Akan tetapi, hal pernyataan ini seringkali merupakan alasan yang digunakan oleh penimbun barang untuk terus menyimpan barang-barang yang ditemukannya. Seorang penimbun barang akan tetap menyimpan suatu barang, walaupun barang tersebut telah rusak dengan alasan ia mungkin akan membutuhkannya suatu hari nanti.   Menumpuk Barang Secara Berlebihan Orang dengan pemikiran dan kepribadian pragmatis seringkali membeli barang-barang yang belum diperlukannya saat ini karena ia mungkin akan memerlukannya nanti, akan tetapi bila hal ini terus berlangsung hingga Anda kesulitan menemukan ruang kosong di dalam rumah atau kamar Anda atau mengganggu aktivitas Anda sehari-hari, maka Anda mungkin telah menjadi seorang penimbun barang dan bukannya seorang pragmatis.   Marah atau Menjadi Emosional Saat Kehilangan Suatu Barang  Amarah adalah salah satu tAnda adanya kecanduan, termasuk pada seorang penimbun barang. Penimbun biasanya merasakan hal ini saat mereka harus membuang atau memberikan suatu barang pada orang lain. Merasa emosional saat harus membuang suatu barang yang penuh dengan kenangan merupakan hal yang normal, akan tetapi bila suatu respon emosi tertentu membuat Anda tidak dapat membuang atau memberikan suatu barang, maka hal ini merupakan suatu tAnda adalah seorang penimbun barang.   Sering Menyimpan Berbagai Jenis Barang yang Telah Rusak Menyimpan berbagai jenis barang yang telah rusak bukan berarti Anda pasti adalah seorang penimbun barang. Akan tetapi, bila Anda menyimpan barang yang telah rusak dengan berlebihan, maka Anda mungkin telah menjadi seorang penimbun barang.    Sumber: allwomenstalk
 09 Jun 2014    11:00 WIB
6 Tanda Anda Membutuhkan Konseling
Jika Anda merasa bahwa berbagai permasalahan Anda telah membuat Anda kewalahan dan Anda merasa bahwa Anda membutuhkan bantuan seorang terapis, maka jangan ragu untuk segera menghubungi seorang terapis (psikolog atau psikiater) untuk membantu Anda mengatasi berbagai permasalahan Anda. Berbagai mitos salah seputar konseling kejiwaan seringkali merupakan salah satu penyebab mengapa banyak orang enggan melakukan kegiatan konseling ini. Pada faktanya adalah Anda tidak perlu menjadi orang gila atau putus asa untuk bertemu dengan seorang psikolog atau psikiater. Para terapis ini justru mungkin dapat membantu Anda mengatasi berbagai hal yang membuat Anda stress atau bahkan depresi. Di bawah ini terdapat beberapa hal yang menAndakan bahwa Anda sebaiknya segera melakukan kegiatan konseling dengan seorang ahli.   Anda Memiliki Masalah yang Menyebabkan Gangguan Signifikan Pada Kehidupan Anda Jika salah satu masalah Anda mulai mempengaruhi atau mengganggu kehidupan Anda sehari-hari, baik dalam hal pekerjaan maupun hubungan Anda dengan orang lain, maka Anda mungkin harus segera mencari pertolongan seorang hali. Jika Anda merasa cemas, depresi, atau bila Anda merasa Anda tidak lagi sama seperti biasanya; maka Anda harus melakukan sesuatu seperti konseling dengan seorang ahli untuk memperbaiki keadaan kesehatan mental Anda.   Teman atau Keluarga Anda Tidak Lagi Dapat Membantu Jika teman dan anggota keluarga Anda telah merasa lelah mendengarkan berbagai permasalahan Anda atau mulai merasa kewalahan dengan semua kekhawatiran Anda, maka Anda mungkin harus mempertimbangkan untuk melakukan konseling.    Anda Tidak Lagi Ingin Melakukan Berbagai Hal yang Anda Sukai Apakah Anda telah berhenti melakukan berbagai hal yang Anda sukai karena sesuatu hal? Banyak orang yang telah mengalami berbagai hal yang tidak menyenangkan tidak lagi dapat merasa senang saat melakukan berbagai hal yang dulunya disukai olehnya. Jika Anda merasakan hal ini, maka Anda sebaiknya segera mencari pertolongan seorang ahli.   Anda Telah Mengalami Suatu Peristiwa Traumatis Hal lainnya yang merupakan penAnda bahwa Anda sebaiknya melakukan konseling adalah bila sesuatu yang bersifat traumatis telah terjadi pada diri Anda. Jika Anda baru saja mengalami kecelakaan kendaraan bermotor atau menjadi korban kekerasan atau berbagai trauma lainnya dan berbagai hal ini menyebabkan gangguan signifikan pada kehidupan Anda, maka Anda sebaiknya segera mencari pertolongan seorang ahli untuk membantu Anda mengatasi keadaan ini.   Anda Merasa Semua yang Telah Anda Lakukan Tidak Dapat Membantu Mengurangi Kecemasan Anda Siapapun yang sedang mengalami suatu permasalahan yang membuat hidup mereka terasa sangat sulit tentunya selalu mencari berbagai cara baru untuk mengatasi permasalahan mereka tersebut untuk mengurangi atau menghilangkan rasa khawatir, depresi, dan berbagai perasaan lainnya yang membuat mereka tidak merasa bahagia. Akan tetapi, bila Anda merasa bahwa semua yang Anda lakukan tampaknya tidak dapat membuat Anda merasa lebih baik, maka Anda mungkin harus mulai mencari pertolongan dari ahlinya.   Anda Mulai Menyalahgunakan Berbagai Hal Untuk Mengurangi Stress Jika Anda mulai menyalahgunakan obat-obatan, alkohol, atau bahkan seks; karena Anda merasa bahwa berbagai hal ini dapat membantu Anda bertahan dalam berbagai permasalahan hidup Anda, maka Anda pasti membutuhkan bantuan seorang ahli.    Sumber: allwomenstalk