Your browser does not support JavaScript!
 01 Mar 2021    14:00 WIB
7 Tips Untuk Membantu Anda Melanjutkan Hidup Setelah Dikhianati
Sembuh dari luka akibat dikhianati oleh seseorang yang Anda cintai mungkin bukan merupakan hal yang mudah, tetapi bukan berarti tidak mungkin. Hal terpenting yang diperlukan adalah kesabaran untuk menghadapi semua rasa marah dan sedih yang Anda rasakan saat mengetahui bahwa Anda telah dikhianati. Pengkhianatan tidak hanya dapat membuat Anda merasa sedih dan marah, tetapi juga dapat mempengaruhi rasa percaya diri Anda dan membuat Anda mengalami depresi. Di bawah ini terdapat beberapa hal yang mungkin dapat membantu Anda sembuh dari luka akibat pengkhianatan tersebut. 1. Beritahu Dia Apa yang Anda Rasakan Salah satu langkah terpenting untuk sembuh dari pengkhianatan adalah dengan memberitahunya tentang rasa sakit Anda dan perasaan Anda. Jelaskan padanya bahwa ia telah menyakiti Anda dan Anda sekarang ini sedang mengalami kesulitan. Cobalah untuk mengendalikan perasaan Anda dan juga perilaku serta sikap Anda. Anda tentunya ingin agar orang yang mengkhianati Anda tahu apa kesalahan mereka dan bertanggung jawab. 2. Terimalah Semua Emosi yang Berkecambuk di Dalam Diri Anda Pengkhianatan seringkali membuat berbagai perasaan negatif muncul dalam diri seseorang, mulai dari rasa marah, bingung, sedih, dan sebagainya. Akan tetapi, Anda perlu menerima semua perasaan ini. Jika Anda tahu apa yang Anda rasakan maka Anda tentunya memiliki lebih banyak kesempatan untuk berpikir ulang dan melepaskan diri dari permasalahan tersebut. 3. Tenangkan Diri Jangan menangis dan jangan menghindari komunikasi dengan orang lain. Tentu saja Anda mungkin membutuhkan waktu untuk menyendiri dan berduka sebelum kembali melanjutkan hidup Anda. Hal ini dapat membantu Anda menjernihkan pikiran Anda dan membantu menenangkan diri Anda. 4. Tingkatkan Rasa Percaya Diri Rasa percaya diri merupakan salah satu hal yang paling Anda butuhkan untuk kembali melanjutkan hidup setelah dikhianati. Terus ingatkan diri Anda mengenai betapa istimewanya diri Anda. Fokuskan pikiran dan perhatian Anda pada berbagai hal positif dan pencapaian yang telah Anda peroleh. 5. Lakukanlah Berbagai Hal yang Anda Sukai Anda harus mencoba untuk menggantikan kesedihan Anda dengan berbagai perasaan positif. Ciptakanlah suasana positif di sekitar diri Anda untuk menghilangkan berbagai pikiran dan perasaan negatif dengan melakukan berbagai hal yang Anda sukai. Menonton film komedi atau berpergian bersama teman-teman atau keluarga Anda dapat membantu. Hal ini dapat membantu mengalihkan pikiran Anda dari berbagai hal negatif. 6. Kendalikan Amarah Anda Kemarahan merupakan salah satu pembunuh kesehatan fisik dan mental Anda. Rasa marah juga dapat mencuri rasa bahagia di dalam diri Anda dan membuat Anda terus berpikir negatif. Menyimpan dendam dan kemarahan hanya akan melukai diri Anda sendiri. Cobalah untuk mengendalikan amarah Anda dan urungkan niat Anda untuk membalas dendam. Hal ini dapat membantu Anda terhindar dari melakukan berbagai hal bodoh yang akan Anda sesali nantinya. 7. Memaafkan Memaafkan merupakan bagian penting dari proses pertumbuhan emosi. Langkah sulit ini dapat membantu Anda kembali melanjutkan hidup dan menjauhkan Anda dari rasa benci dan amarah. Memaafkan bukan berarti kalah. Sumber: womanitely
 11 Feb 2021    19:00 WIB
5 Tanda Kamu Lelah Hati
Sudah ngambil cuti berhari-hari tapi masih merasa lelah sekali? Padahal weekday mu tak begitu menghabiskan energi, tapi kenapa masih merasa sangat lelah? Rasa lelah itu hal wajar, terlebih kalau kamu sedang banyak kegiatan yang menuntut aktivitas fisik. Tapi, lelah itu tidak selamanya fisik lho. Ada kalanya yang lelah itu hatimu. Hal itulah yang membuatmu tetap merasa lelah meski kamu tidak melakukan sesuatu yang berat dan menguras tenaga. Berikut ini lima tanda kamu sudah lelah hati. Kamu gampang tersinggung karena hal sederhana Belakangan emosimu mudah sekali tersulut hanya karena hal-hal kecil yang kamu dengar dan kamu lihat. Contohnya seperti temanmu pergi makan siang sendirian, tapi kamu merasa ditinggalkan. Padahal mungkin kamu sedang sibuk dan temanmu tidak enak mengganggu. Pola tidur berantakan, sudah memejam mata tapi tidak terlelap juga Rasa lelah itu mulai mengganggu ritme tidurmu. Bila yang lelah adalah fisik, kamu akan segera lelap begitu tubuhmu menyentuh Kasur dan bantal. Tapi yang ini beda! Kamu perlu menghabiskan waktu berjam-jam berbaring tapi tidak terlelap juga. Merasa sangat lelah padahal aktivitas biasa saja Tanda inilah yang paling jelas dan mudah dilihat. Bila capekmu itu akibat lembur seminggu, mengurus acara kantor yang membuatmu mondar-mandir ke sana kemari selama berhari-hari, itu hal yang wajar. Tapi sesibuk apa aktivitasmu belakangan? Apakah hanya duduk seperti biasa dan pulang kantor di jam normal? Nah kalau begitu, kenapa kamu merasa kelelahan? Benci situasi saat ini, tapi tak bisa melakukan apa-apa Kamu membenci situasi yang kamu hadapi saat ini, namun kamu tidak tahu apa yang harus kamu lakukan untuk keluar dari situasi itu. Kalaupun ada, kamu tidak berani untuk mengambil keputusan. Setiap bangun pagi kamu bertanya-tanya "Aku harus begini lagi? Sampai kapan?" Kamu mulai mempertanyakan hidupmu setiap pagi, saat bangun tidur. Kegiatan yang sudah kamu lakukan sejak dulu, mendadak kehilangan esensinya di matamu. Hubungan yang kamu jalani bertahun-tahun, mendadak serba buram di matamu. Kamu mulai bertanya-tanya apa yang sebenarnya kamu lakukan, apa yang kamu inginkan, sampai kapan akan terus begini, dan apakah memang harus tetap begini? Yuk, coba berkomunikasi lebih baik lagi dengan hati. Mari mulai mencari solusi untuk situasi yang dihadapi. Entah itu pekerjaan-pekerjaan yang menyita tenaga, ataupun relasi-relasi lain yang membebani. Mungkin kamu hanya butuh sedikit liburan, atau mungkin memang kamu harus benar-benar melepaskan. Baca juga: Stres Bisa Memicu Nafsu Makan Berlebihan Lho! Sumber: Hipwee
 11 Feb 2021    15:00 WIB
Merekam Aktivitas Seks, Apa Tujuannya?
Belakangan ini publik dihebohkan dengan kemunculan video syur mirip artis, Gisella Anastasia atau yang kerap disapa Gisel. Menanggapi video yang viral itu, Gisel mengatakan kasus seperti ini sudah pernah terjadi sebelumnya, dan Gisel pun bingung mengklarifikasi hal itu dari sisi mana. Baiklah... Mari kita doakan semoga kasusnya cepat selesai dan yuk kita bahas hal lain yang lebih menarik, yaitu: "Mengapa ada orang yang suka merekam aktivitas seksual pribadinya?" Pakar hubungan dan seks dari Lovehoney, Annabelle Knight mengatakan, bahwa ada alasan yang sangat sederhana di balik ini. Yakni: KESENANGAN! "Sebagian orang merekam aktivitas seksnya dengan pasangan ya karena menyenangkan," ungkap Annabelle seperti yang dilansir dari Metro, Senin (9/11/2020). Kehidupan manusia saat ini begitu dekat dengan ponsel, oleh karenanya beberapa orang merasa terangsang ketika melihat dirinya sedang bercinta dari layar ponsel yang sedang merekam aktivitas tersebut. "Banyak pasangan yang melihat kembali rekaman video itu karena membuat mereka begitu bergairah. Terlebih saat bercinta mengenakan pakaian seksi, mungkin ia menginginkan cuplikan dari aksi panasnya itu," jelasnya. Berdasarkan studi yang dilakukan situs kencan untuk orang-orang yang ingin berselingkuh, Illicit Encounters, terungkap bahwa sepertiga dari pasangan memfilmkan diri mereka saat melakukan hubungan seks, dan tiga perempat peserta menyatakan bahwa mereka menggunakan ponsel mereka untuk "meningkatkan" kehidupan seks mereka, baik dengan mengambil foto atau menonton video erotis. Annabelle menyebut, hal itu tidak sepenuhnya ide buruk, asalkan.. Dilakukan bukan dalam kondisi mabuk atau tidak sadarkan diri, demi menjaga privasi video tersebut. Serta pastikan melakukannya dengan pasangan yang bisa Anda percaya. " Siapa yang tahu kemana rekaman ini mungkin akan berakhir? Anda tidak tahu dengan siapa mereka akan membagikannya," ujarnya. Senada dengan Annabelle, psikolog klinis dari Personal Growth, Diah Ayu mengatakan, bahwa faktor keamanan sangat perlu diperhatikan. Dalam hal ini keamanan dari video hasil rekaman. "Perlu diperhatikan juga dalam penyimpanan video atau rekaman aktivitas seksual tersebut. Simpan di tempat yang tidak diakses oleh orang lain," kata Diah seperti dikutip dari Kompas.com. "Jangan menyimpannya secara sembarangan, untuk mencegah penyalahgunaan dari oknum yang tidak bertanggungjawab," imbuhnya.
 09 Feb 2021    17:00 WIB
Pacaran Beda Agama, Harus Bagaimana?
Kamu yakin sama dia yang beda kepercayaan? Kalau sudah beda keyakinan, rasanya enggak mungkin bisa disatukan -- begitu anggapan orang banyak. Dalam menjalani sebuah hubungan, akan selalu ada tantangan yang harus dilewati. Dalam hal ini adalah perbedaan agama antara kamu dan pasangan. Tak sedikit yang akhirnya memutuskan berpisah karena perbedaan ini, namun ada juga yang berusaha bertahan. Saat ini kita bukan lagi mencari jawaban atas pertanyaan "Apakah pacaran beda agama itu salah?" BUKAN. Tapi kita akan membahas hal-hal yang mungkin akan kalian hadapi dan persiapkan ketika kalian memilih bertahan. Saat memutuskan pilihan untuk bertahan, kamu dan pasangan harus tahu bahwa perjalanan pacaran berbeda agama tak semudah menjalani hubungan dengan pasangan yang seagama denganmu. Berikut ini beberapa hal yang mungkin akan kalian hadapi kedepannya: Sulit Mendapat Restu Keluarga Apakah kamu siap menghadapi kemungkinan tersebut? Entah dengan cara halus ataupun keras, keluargamu mungkin akan menyuruhmu untuk memutuskan hubungan dengan pacarmu. Kalau sudah begitu, pilihanmu cuma dua: mengikuti perintah mereka dan memutuskan pacarmu atau berupaya sekuat tenaga agar keluargamu akhirnya bisa memberi restu. Ingat, tidak ada pilihan yang bebas dari konsekuensi, jadi kalian harus sama-sama siap menanggung akibat apapun yang muncul dari pilihan kalian. Tekanan Orang Sekitarmu Kamu mungkin berpikir, "Ya cuekin aja orang-orang kayak gitu!". Mengatakannya memang gampang, tapi melakukannya tidak semudah itu. Sebuah komentar negatif bisa sangat menyakitkan hati dan membuat stres. Kalaupun kamu kuat menghadapinya, apakah pacarmu sama kuatnya denganmu? Jangan egois, pikirkan juga perasaan pacarmu lalu putuskanlah apa yang terbaik bagi kamu dan dia. Keinginan yang Tak Bisa Terwujud, yaitu Beribadah Bersama Sekilas, hal itu kedengarannya bukan sebuah masalah besar. Tapi sewaktu-waktu dalam hatimu bisa muncul keinginan untuk beribadah bersama dengan pacar, yang sayangnya tidak bisa diwujudkan. Apakah kamu tahan menghadapi perasaan itu? Dan bagaimana dengan pacarmu? Renungkanlah baik-baik, supaya itu tidak menjadi beban pikiran bagi kalian. Dorongan untuk Berpindah Agama Pemikiran seperti itu sebenarnya sah-sah saja. Tidak ada salahnya mempelajari sebuah keyakinan baru dan membandingkannya dengan keyakinanmu yang sekarang. Justru hal itu bagus, karena itu berarti kamu ingin memeluk agama yang benar-benar kamu yakini, bukan semata-mata karena orang tua dan keluargamu menganut agama tersebut. Tapi hati-hati, kamu harus bisa memisahkan antara rasa cintamu pada pacar dengan keinginan untuk mempelajari keyakinan baru. Jika kamu memilih pindah agama karena benar-benar yakin, itu bagus. Tapi jangan pindah agama hanya demi menyenangkan pacarmu karena hal itu tidak akan bermanfaat bagimu ataupun baginya. --- Atas dasar kemauan dan komitmen, kamu dan pasangan berusaha untuk menghadapinya berdua. Lalu, apa yang bisa dilakukan? Hadapi pacaran beda agama dengan cara ini: Pahami perbedaan budaya yang akan dijalani Agama adalah prinsip atau pedoman hidup yang dimiliki seseorang. Dengan kata lain, rutinitas seseorang biasanya akan mengacu pada ajaran agama yang dianutnya. Dalam menjalani hubungan beda agama, kalian harus bisa memahami dan mengerti rutinitas masing-masing yang mengacu pada agama atau bagaimana kalian memaknai sebuah peristiwa hingga mengekspresikan emosi. Saling mendalami agama yang dianut Lakukan tanpa paksaan. Kalian bisa saling berbagi informasi soal agama masing-masing sehingga kamu dan si dia bisa lebih memahami pribadi masing-masing. Namun, sebaiknya kamu sudah mendalami agamamu lebih dulu sebelum membaginya dengan pasangan. Tidak mencoba mengubah keyakinan pasangan Jangan pernah berpikir untuk mengubah keyakinan pasangan demi membuat hubungan kalian lebih lancar, apalagi kalau si dia ternyata punya keyakinan yang cukup kuat. Bukan hanya hal ini hanya akan memicu konflik besar, kamu juga akan memberikan kesan tidak bisa menerima pasangan seutuhnya. Mendiskusikan masa depan Mungkin hubungan kalian sudah cukup serius. Ada baiknya untuk mendiskusikan soal masa depan, seperti bagaimana upacara pernikahan nanti? Mungkinkah upacara pernikahan dilakukan dalam dua agama? Bagaimana agama yang akan dianut oleh anak-anak kalian nanti? Pastikan kamu dan pasangan mendiskusikan hal ini agar tak ada "kejutan" di masa depan. Selain itu, kalian pun akan merasa lebih yakin dan aman saat menjalani hubungan berdua. Sumber: IDN Times & Herworld
 25 Jan 2021    11:00 WIB
Sudahkah Anda Pelukan Hari Ini?
Sebuah penelitian mengungkap bahwa manusia membutuhkan 4 pelukan dalam sehari untuk bertahan hidup, 8 pelukan untuk perawatan diri, dan 12 pelukan sehari untuk bisa tumbuh. Meski ungkapan tersebut belum didukung oleh fakta-fakta rinci yang jelas, namun tak perlu diragukan bahwa pelukan memang diperlukan manusia. Pelukan bisa memberikan banyak manfaat kesehatan yang sudah terbukti secara ilmiah. Menurut penelitian, berpelukan dapat meningkatkan system imunitas tubuh, menyembuhkan depresi, mengurangi stress. Berikut adalah beberapa manfaat pelukan: Merangsang oxytocin Oxytocin adalah senyawa penghubung pada otak yang bekerja dalam sistem limbik, pusat emosi pada otak yang berkaitan dengan perasaan manusia. Oxytocin bertugas untuk meredakan rasa cemas, stres, dan bahkan bisa membuat mamalia menjadi setiap pada pasangannya. Oxytocin sangat ampuh dalam mempengaruhi emosi wanita. Senyawa ini juga yang membuat wanita tak lagi merasakan sakit pada tubuh mereka ketika melihat bayi yang dilahirkannya untuk pertama kalinya. Penelitian terbaru dari University of California mengungkap bahwa senyawa ini juga yang mempengaruhi pria agar lebih menyayangi dan terikat pada pasangannya. Oxytocin juga diketahui bisa meningkatkan libido serta gairah seksual. Ketika berpelukan, otak akan melepaskan oxytocin dan menurunkan stres, tekanan darah, sekaligus mencegah penyakit jantung. Membuat lebih tenang dan sabar Hubungan dan koneksi antar manusia membuat mereka menghargai satu sama lain. Pelukan adalah salah satu cara manusia untuk menunjukkan betapa mereka menghargai orang lain. Di era yang segalanya serba instan, cepat, dan sibuk, orang secara konstan terburu-buru untuk melakukan banyak tugas. Pelukan akan membuat seseorang lebih tenang dan tak lagi diburu-buru waktu sepanjang hari. Mereka akan lebih sabar dan menghargai hal-hal yang terjadi di sekitar mereka. Mencegah penyakit Penelitian yang dilakukan oleh Touch Research Institute di University of Miami School of Medicine mengungkap bahwa sentuhan dan pelukan memiliki efek yang besar terhadap kesehatan tubuh. Beberapa di antaranya adalah mencegah penyakit, membuat bayi prematur lebih cepat tumbuh, meredakan rasa sakit, dan meningkatkan sistem kekebalan tubuh pada pasien kanker. Merangsang kelenjar timus Pelukan tak hanya bisa meningkatkan sistem kekebalan tubuh, namun juga merangsang kelenjar timus yang penting untuk pertumbuhan dan kesehatan manusia. Kelenjar timus bagi remaja penting dalam mengatur pertumbuhan dan pubertas. Sementara pada orang dewasa, kelenjar timus berkaitan dengan produksi sel darah putih yang akan memperkuat kekebalan tubuh dan menangkal segala jenis penyakit. Produksi dopamine Semua hal yang dilakukan manusia bisa berpengaruh terhadap aliran dopamin pada tubuh. Dopamin yang rendah akan menyebabkan beberapa masalah kesehatan seperti penyakit Parkinson atau depresi. Dopamin berfungsi memberikan perasaan bahagia pada seseorang, sekaligus memberikan motivasi. Pelukan bisa memicu aliran dopamin dalam tubuh sehingga membuat seseorang lebih bahagia, termotivasi, dan jauh dari depresi. Merangsang serotonin Tak hanya dopamin, pelukan juga merangsang pelepasan endorphin dan serotonin pada pembuluh darah ke seluruh tubuh. Kedua hal ini akan memicu perasaan senang, meredakan rasa sakit mencegah perasaan sedih, serta menjaga kesehatan jantung. Selain itu, serotonin dan endoprhin juga membantu menghilangkan kelebihan lemak dan menambah harapan hidup. Uniknya, hal ini juga berlaku ketika seseorang memeluk hewan peliharaan mereka. Berpelukan meningkatkan jumlah serotonin dalam tubuh, menaikkan mood, menghilangkan stres, dan membuat bahagia. Keseimbangan sistem saraf Pelukan juga berfungsi untuk menyeimbangkan sistem saraf. Kulit mengandung jaringan yang bisa merasakan sentuhan dan berkaitan langsung dengan otak melalui saraf vagus. Respon yang terjadi pada tubuh ketika seseorang mendapatkan pelukan ini membuat sistem saraf parasimpatik menjadi semakin seimbang dan berfungsi dengan baik. Meningkatkan kepercayaan diri Berpelukan dapat meningkatkan ras percaya diri seseorang. Rangsang taktil sangat penting untuk perkembangan bayi karena bayi pertama kali mengenal orangtuanya melalui sentuhan. Sejak pertama kali, keluarga memberikan kita pelukan untuk menunjukkan bahwa kita special dan dicintai. Pelukan yang kita dapatkan dari orangtua bahkan tertanam sampai tingkat sel kita dan berhubungan denga kemampuan kita untuk mencintai diri sendiri Itulah beberapa manfaat kesehatan yang bisa didapatkan seseorang dengan berpelukan. Bayangkan, hal sederhana seperti berpelukan dengan orang yang Anda sayangi, bahkan dengan hewan peliharaan, bisa memberikan banyak keuntungan untuk tubuh. Jadi, sudahkah Anda memeluk seseorang hari ini? Baca juga: Pelukan, Obat Ajaib Yang Diperlukan Semua Orang
 20 Jan 2021    11:00 WIB
Tanpa Anda Sadari Ini Hal yang Bisa Menghancurkan Hubungan
Anda merasa bahagia dengan pasangan yang sekarang namun seiring berjalannya waktu, tiba-tiba saja semua hal yang dilakukannya kerap membuat Anda kesal. Simak dulu hal-hal penghancur hubungan berikut sebelum Anda benar-benar melakukannya. Mengijinkan rasa sakit hati menghantui Kita semua pernah disakiti. Itu adalah suatu hal yang tak bisa dihindari, dan bukan inti dari permasalahan di sini. Intinya adalah bagaimana kita lupa mengakhiri rasa sakit hati. Aspek negatif yang dipendam ini hanya akan mengendap menjadi pemicu. Saat pasangan baru Anda melakukan atau mengucapkan hal yang mengingatkan Anda pada masa lalu yang buruk, Anda bisa saja langsung meledak tanpa disadari. Jika Anda tak bisa menyelesaikan rasa sakit hati itu, cari bantuan profesional. Tak mencintai diri sendiri Saat Anda masuk dalam sebuah hubungan dan berusaha untuk jadi orang lain (yang Anda anggap lebih baik), itu berarti Anda tak menghargai kualitas diri sendiri. Meski klise, ungkapan ini patut Anda telaah. Jika Anda tak bisa menghargai dan mencintai diri sendiri, bagaimana Anda bisa melakukannya pada orang lain? Tak ada orang yang sempurna, tapi cinta bukan untuk orang yang sempurna. Jangan berharap pada pasangan untuk memberikan rasa cinta dan penghargaan yang tidak Anda berikan pada diri sendiri. Itu adalah tanggung jawab Anda. Baca juga: Putus Cinta, Ini Reaksi Tubuh Mu Mengekang pasangan Jika Anda menciptakan hubungan baru dengan perasaan yang rapuh dan needy, lambat-laun Anda akan kerap menuntut. Coba pikir lagi, seberapa sering Anda bertanya, "Kenapa kamu pakai baju itu?", "Kamu mau pergi kemana?", dan "Tadi bicara dengan siapa?". Sah-sah saja jika Anda mempertanyakan hal-hal ini, namun saat pertanyaan ini keluar akibat dorongan rasa takut dan kegelisahan, Anda hanya akan menciptakan masalah baru. Pencemburu Merasa cemburu sangatlah normal dan bisa terjadi kapan saja. Namun saat hal ini mulai menguasai hubungan Anda, penting untuk menghentikannya sekarang. Ingat, rasa cemburu sebenarnya bukan soal "orang lain", namun lebih pada "diri sendiri". Buat keputusan positif yang dapat membuat Anda terlihat lebih tegar dan bahagia, dengan atau tanpa pria. Tak bisa mengatasi tekanan Setiap hubungan pasti akan diwarnai dengan tekanan. Masalahnya adalah kadang kita tidak tahu cara terbaik mengatasi momen bersitegang tersebut, yang akhirnya berujung pada pertengkaran. Sangat penting untuk mengatasi hal negatif dengan cara yang dewasa. Ini berarti berani bertanggung-jawab dengan memberikan kontribusi positif saat Anda bersitegang dengan pasangan, dan menganjurkan si dia untuk melakukan hal yang sama. Baca juga: Ini Cara Pasangan Bahagia Mengatasi Pertengkaran Sumber: Herworld
 19 Jan 2021    11:00 WIB
Perlukah Melakukan Konseling Pernikahan?
Setiap pasangan yang menikah tentunya berharap pernikahannya akan berlangsung awet dan langgeng sampai maut memisahkan. Namun, ketika hubungan dihadapkan pada banyak tekanan dan masalah hidup, tidak sedikit pasangan yang menjadi goyah dan mempertimbangkan untuk bercerai. Sejatinya, mendatangi terapi pernikahan tidak selalu berarti bahwa rumah tangga Anda sedang di ujung tanduk. Bantuan profesional juga bisa membantu Anda mengenali kepribadian Anda sendiri secara lebih dalam dan membuka pola pikir dari berbagai sisi. Pertimbangkan untuk ikut serta konseling pernikahan jika salah satu dari keadaan di bawah ini kerap ditemui di dalam keseharian rumah tangga Anda. Tidak Lagi Berkomunikasi Jika Anda atau pasangan, atau bahkan kalian berdua, terlalu sibuk dengan rutinitas masing-masing sehingga interaksi menjadi terbatas dan jarang berkomunikasi, hal ini bisa menjadi pertanda hubungan yang meregang. Menurut psikolog Enlightmind, Rini Hapsari Sentosa, komunikasi yang tidak sehat ditandai oleh prilaku tidak merespon, memberhentikan pembicaraan, pergi dari rumah, dan mengisolasi diri. Jika salah satu dari hal ini sering terjadi, sebaiknya Anda mencari bantuan dari pihak ketiga, yaitu psikolog pernikahan. Hubungan Seks Anda dan Pasangan Semakin Jarang "Perasaan bosan bisa menyebabkan meredupnya hubungan intim," ujar Rini kembali. Sayangnya, tidak jarang pasangan menghindari pembicaraan soal ini walaupun mereka menyadari masalah tersebut bisa mengancam hubungan pernikahan. Hal ini diungkapkan Tracy K. Ross, konsultan pernikahan dan keluarga dari New York. "Terapi bisa membantu pasangan menavigasi tantangan dan percakapan yang dianggap tabu, serta menemukan solusi untuk keduanya," ungkap sang psikolog. Perselingkuhan Hadirnya orang ketiga di dalam rumah tangga merupakan salah satu sinyal merah dalam pernikahan. "Pengkhianatan emosional, seperti berhubungan dekat dengan orang lain di luar pernikahan sampai menyita keseharian, patut diwaspadai," saran Ross. Walaupun prilaku tersebut baru sebatas kata-kata menggoda, namun hal tersebut bisa berujung lebih buruk, yaitu hubungan fisik terlarang. Selalu Bertengkar Apakah Anda semakin sulit berbicara baik-baik kepada pasangan dan setiap kata yang keluar selalu berujung perdebatan? Jika obrolan suami-istri berangsur-angsur menjadi sebuah tantangan, bahkan berkesan negatif dan satu arah, mulailah mempertimbangkan untuk bergabung dengan sesi konseling pernikahan. Gail Saltz, psikiater dan penulis buku The Power of Different: The Link Between Disorder and Genius, mendukung hal tersebut. "Jangan abaikan pertanda awal. Anggap hal itu seperti sebuah gejala penyakit yang harus dicegah sebelum semakin parah," sarannya. Ingin Memiliki Pasangan yang Lebih Baik Psikolog Kasandra Putranto mengakui jika permasalahan dalam pernikahan yang telah berjalan lama sering sekali dimulai dari pemikiran "suami/istri saya telah berubah" atau "dia bukanlah lagi seperti orang yang kukenal dulu." Hal seperti ini bisa membuat sang suami atau istri berimajinasi soal pasangan/pernikahan yang lebih baik. Jika Anda sendiri yang memendam perasaan ini, hal ini menjadi pertanda jika pernikahan Anda butuh bantuan profesional. Baca juga: Hal-hal yang Membuat Pria Tertekan Dalam Pernikahan Sumber: Bridestory
 01 Jan 2021    13:00 WIB
Tiga Tanda Anda Butuh Konseling
Jika Anda merasa bahwa berbagai permasalahan Anda telah membuat Anda kewalahan dan Anda merasa bahwa Anda membutuhkan bantuan seorang terapis, maka jangan ragu untuk segera menghubungi seorang terapis (psikolog atau psikiater) untuk membantu Anda mengatasi berbagai permasalahan Anda. Di bawah ini terdapat beberapa hal yang menAndakan bahwa Anda sebaiknya segera melakukan kegiatan konseling dengan seorang ahli. Memiliki Masalah yang Menyebabkan Gangguan Signifikan Pada Kehidupan Anda Jika salah satu masalah Anda mulai mempengaruhi atau mengganggu kehidupan Anda sehari-hari, baik dalam hal pekerjaan maupun hubungan Anda dengan orang lain, maka Anda mungkin harus segera mencari pertolongan seorang hali. Jika Anda merasa cemas, depresi, atau bila Anda merasa Anda tidak lagi sama seperti biasanya; maka Anda harus melakukan sesuatu seperti konseling dengan seorang ahli untuk memperbaiki keadaan kesehatan mental Anda. Mengalami Suatu Peristiwa Traumatis Hal lainnya yang merupakan penAnda bahwa Anda sebaiknya melakukan konseling adalah bila sesuatu yang bersifat traumatis telah terjadi pada diri Anda. Jika Anda baru saja mengalami kecelakaan kendaraan bermotor atau menjadi korban kekerasan atau berbagai trauma lainnya dan berbagai hal ini menyebabkan gangguan signifikan pada kehidupan Anda, maka Anda sebaiknya segera mencari pertolongan seorang ahli untuk membantu Anda mengatasi keadaan ini. Merasa Semua yang Telah Dilakukan Tidak Dapat Membantu Mengurangi Kecemasan Siapapun yang sedang mengalami suatu permasalahan yang membuat hidup mereka terasa sangat sulit tentunya selalu mencari berbagai cara baru untuk mengatasi permasalahan mereka tersebut untuk mengurangi atau menghilangkan rasa khawatir, depresi, dan berbagai perasaan lainnya yang membuat mereka tidak merasa bahagia. Akan tetapi, bila Anda merasa bahwa semua yang Anda lakukan tampaknya tidak dapat membuat Anda merasa lebih baik, maka Anda mungkin harus mulai mencari pertolongan dari ahlinya. Baca juga: Stres Mengganggu? Usir dengan Cara Ini!
 31 Dec 2020    17:00 WIB
Tips Mencapai Resolusi Tahun Baru
Di tahun yang baru semua orang pasti ingin kehidupannya lebih baik. Beberapa diantaranya ada yang membuat resolusi agar bisa mencapai berbagai keinginannya. Tapi enggak cukup hanya bikin resolusi lho, kita juga harus punya cara agar resolusi bisa berjalan mulus dan terwujud. Berikut ini ada beberapa tips untuk menetapkan tujuan dan pencapaian di awal tahun 2021 nanti. Simak yuk! Beritahu Orang Terdekat Tentang Resolusimu Dengan memberi tahu orang-orang terdekat tentang resolusi kamu, maka kamu akan secara sadar berkomitmen. Karena secara tidak langsung kamu tidak hanya membuat komitmen kepada diri sendiri melainkan juga orang yang sudah kamu beri tahu tentang resolusi tersebut. Manfaat bagus lainnya yaitu dukungan orang terdekat. Saat orang dekat mu mengetahuinya, mereka akan mendukung kamu untuk mencapainya. Mereka bisa menjadi pemacu ketika kamu merasa tidak bisa melakukannya. Perjelas Resolusimu Resolusi Tahun 2021: Lebih Banyak Membaca Buku. Resolusi itu terlalu luas. Sebaiknya kamu tambahkan seperti "Membaca tiga buku setiap minggu". Hal itu bisa menjadi cara agar resolusi membaca banyak buku tercapai. Berhenti Fokus Pada Hasil Akhir Ketika kita berkomitmen pada suatu tujuan, kita harus berkomitmen pada prosesnya. Tujuan sering kali terasa seperti kita memegangnya erat-erat. Seolah kita harus mencapainya dan kita selesai. Padahal, untuk mencapai tujuan itu ada proses yang harus dilewati, perjalanan yang mungkin panjang. Tahu Kapan Harus Istirahat Kehabisan tenaga adalah kemungkinan yang sangat nyata bila kamu tidak istirahat. Cari waktu untuk menenangkan pikiran. Tidak ada tujuan atau resolusi yang menguras pikiran mu dari saat bangun hingga kembali tertidur. Istirahat yang efektif bisa meningkatkan produktivitas kita. Paksa Dirimu Manusiawi jika ada semua kemandekan dalam kemajuan kamu untuk mencapai resolusi. Akan ada titik di mana kamu tidak yakin bahwa kamu benar-benar bisa mencapai apa yang telah kamu rencanakan. Di sinilah kamu perlu mendorong dirimu sendiri. Katakan pada dirimu bahwa kamu akan berhasil dan mampu mencapai apa yang telah kamu rencanakan. Beri Reward untuk Diri Sendiri Staycation, pergi ke gunung atau lari ke pantai, berikan dirimu penghargaan atas apa yang tengah tercapai. Hal ini bisa menjadi energi tambahan untuk dirimu agar lebih semangat mengejar rencana. Baca juga: 4 Hal Ini Bisa Menjadi Resolusi Agar Hidup Lebih Sehat
 30 Dec 2020    18:00 WIB
Kenali Gejala Ejakulasi Dini
Ejakulasi dini terjadi saat seorang pria mengalami ejakulasi yang terlalu cepat saat berhubungan seksual. Ejakulasi dini adalah permasalahan seksual yang sering dialami. Diperkirakan sebanyak 1 dari 3 pria mengalami ejakulasi dini dalam beberapa waktu. Apabila seseorang mengalami ejakulasi dini tidak terlalu sering, hal ini tidak perlu dikuatirkan. Namun bila terjadi terus menerus hal ini yang harus diperhatikan. Apa saja kriteria diagnosa ejakulasi dini: Selalu atau hampir selalu mengalami ejakulasi dalam waktu satu menit melakukan penetrasi. Hampir selalu tidak dapat menunda ejakulasi selama berhubungan seksual  Merasa tertekan dan frustasi dan akhirnya cenderung menghindari untuk berhubungan seksual. Faktor psikologis dan biologis dapat mempengaruhi terjadinya ejakulasi dini. Meskipun banyak pria merasa malu untuk berbicara mengenai hal ini. Ejakulasi dini adalah kondisi yang sering dialami oleh pria dan dapat diatasi. Obat-obatan, konseling dan teknik seksual dapat mengatasi ejakulasi dini dan dapat meningkatkan kehidupan seksual Anda dengan pasangan. Gejala utama dari ejakulasi dini adalah ketidakmampuan untuk menunda ejakulasi selama lebih dari satu menit setelah penetrasi. Namun masalah ejakulasi dini tidak hanya terjadi selama saat berhubungan seksual namun juga bisa terjadi saat masturbasi. Baca juga: Sulit Mencapai Ereksi, Apa Penyebabnya? Ejakulasi dini dapat diklasifikasikan:  Primer Sekunder (didapat)  Ejakulasi dini yang primer adalah ejakulasi dini yang dialami seorang pria hampir setiap atau setiap akan melakukan hubungan seksual.  Ejakulasi dini sekunder (yang didapat) adalah keadaan dimana seorang belum pernah mengalami ejakulasi dini pada awalnya kemudian mengalami ejakulasi dini saat berhubungan seksual. Apabila Anda mempunyai masalah ejakulasi dini dan hal ini sudah mengganggu kehidupan Anda. Anda dapat segera melakukan konsultasi kepada dokter. Bicarakan dengan dokter Anda jika Anda mengalami ejakulasi lebih cepat dari yang Anda inginkan hampir setiap melakukan hubungan seksual.  Yang sering terjadi adalah pria sering merasa malu saat membahas masalah kesehatan seksual, tapi jangan biarkan hal ini mencegah Anda berbicara dengan dokter Anda. Karena Ejakulasi dini adalah masalah yang sering terjadi  dan dapat diobati.   Bagi sebagian pria, percakapan dengan dokter dapat membantu meringankan rasa kekhawatiran tentang ejakulasi dini. Sebagai contoh, seseorang akan merasa lebih tenang apabila sudah mendengar bahwa saat melakukan hubungan seksual sampai terjadinya ejakulasi sekitar lima menit masih dianggap normal. Baca juga: Ingin Ereksi Semakin Maksimal? Ini Caranya! Sumber: mayoclinic