Your browser does not support JavaScript!
 06 Mar 2019    11:00 WIB
Tegas Bukan Berarti Kasar, Para Orang Tua Harus Tau Nih!
Ketegasan merupakan sikap yang diperlukan dalam berperilaku dan juga berkomunikasi. Seseorang yang memiliki sikap dan cara berkomunikasi yang tegas mampu menyampaikan perasaan dan pikiran mereka dengan sikap pantas dan langsung tepat sasaran. Memiliki ketegasan adalah hal yang sangat penting terutama dalam mendidik anak. Dengan bersikap tegas para orangtua mampu mendidik anak menjadi pribadi yang lebih baik. Namun  kebanyakan orang tua sulit membedakan antara bersikap tegas dengan kasar. Untuk membantu Anda dalam memutuskan dalam bersikap, berikut adalah perbedaan antara tegas dan kasar: Bersikap tegas Bersikap tegas adalah kemampuan untuk mengekspresikan diri dengan lebih efektif, mampu mempertahankan pendapat sendiri namun juga mampu menghargai hak dan keyakinan orang lain. Ketegasan melibatkan semua keterampilan berkomunikasi yang Anda miliki, yaitu kata-kata, tindakan, bahasa tubuh, nada suara, dan ekspresi wajah. Ketika seseorang berkomunikasi dengan tegas, semua unsur ini bekerja secara harmonis. Singkatnya, ketegasan adalah percaya diri tanpa menjadi agresif. Hal ini berarti Anda sebagai orang tua harus mampu membuat peraturan yang nantinya harus dituruti oleh anak Anda. Namun dalam peraturan tersebut Anda harus memperhatikan kondisi anak Anda. Berikan anak Anda kesempatan dalam menjelaskan keadaanya mengapa dia sampai menyalahi sebuah aturan. Misal suatu saat anak Anda mendapatkan nilai yang terlalu bagus, padahal sebagai orang tua selalu mengharapkan anak-anaknya memiliki prestasi di kelas. Jangan langsung memarahi dia, tanyakan terlebih dahulu berikan dia kesempatan untuk menjelaskan. Bisa saja dia memiliki nilai jelek karena guru yang mengajar kurang kompeten, tidak memberikan kisi-kisi karena tidak ikut les atau mungkin kondisi tubuhnya yang kurang fit pada saat ujian. Berikan kesempatan untuknya menunjukkan bahwa dia mampu mendapat nilai yang baik pada ujian berikut. Sikap kasar Dalam sikap kasar tidak ada rasa menghormati terhadap orang lain seperti menghormati perasaan, keyakinan, dan juga pandangan mereka. Seseorang yang kasar cenderung akan bersikap sarkastis, marah, kejam. Saat bersikap kasar biasanya disertai dengan teriakan, bahasa ofensif, ancaman, gerakan mengintimidasi seperti menunjuk atau bahkan mendorong. Dalam kondisi ini, biasanya orang tua berkata kasar pada anak, tidak segan memukul dan melakukan hal buruk lain seperti tidak memberi makan malam atau memotong uang jajan. Anda memang boleh memberikan sedikit hukuman bila anak Anda berbuat salah namun bukan menyiksanya. Sikap kasar yang terlalu berlebihan dapat merusak mental anak, sehingga anak cenderung menjadi pribadi yang rentan akan depresi, menjadi pendiam atau mungkin menjadi seorang pemberontak. Perhatikan bahwa orang tua tegas selalu dapat mengendalikan kemarahan mereka. Saat anak berbuat salah, dapat dimengerti kenapa Anda merasa ingin marah. Namun sekali lagi orangtua yang tegas mampu menghargai perasaan anak. Berusahalah untuk mengendalikan kemarahan Anda, berikan dia kesempatan untuk memperbaiki kesalahannya. Orang tua yang tegas mampu mengkritik sikap anak namun tidak menjatuhkan mental anak. Cara orang tua dalam mendidik yang tegas namun jauh dari kasar akan membentuk karakter anak menjadi pribadi yang lebih baik. Karakter anak yang terbentuk adalah tergantung bagaimana  orang tua mendidik dan membimbing anak. Baca juga: Ingin Anak Lebih Cerdas? Coba Tips Berikut Ini! Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang Sumber: lifehack
 10 Jan 2019    16:00 WIB
Stop Bertengkar Di Depan Anak! Kesalahan Yang Anda Buat Ini Bisa Membuat Buah Hati Menjadi...
Dalam kehidupan pernikahan, tidak hanya ada kebahagiaan. Masalah juga bisa datang menghadang. Dari yang awalnya masalah kecil sampai menjadi masalah besar, dalam kondisi ini pertengkaran bisa saja terjadi. Namun ada hal yang perlu Anda waspadai yaitu jangan sampai bertengkar di depan anak. Karena anak adalah buah hati Anda yang harusnya tumbuh dalam kasih sayang dan keinginannya yang ingin selalu melihat hubungan kedua orangtuanya baik-baik saja. Apabila Anda dan pasangan sering bertengkar di hadapan anak, mungkin buah hati Anda akan mengalami hal dibawah ini: Merasa kesepian Anak-anak tidak hanya membutuhkan ibu, tidak hanya membutuhkan ayah. Namun dia membutuhkan keduanya. Keharmonisan yang Anda dan pasangan tunjukkan adalah hal yang penting dan akan memberinya kehangatan. Namun pertengkaran yang Anda dan pasangan lakukan bisa membuat anak Anda merasa kesepian dimana tidak ada lagi tempat yang nyaman baginya. Menjadi agresif Anak-anak yang sering melihat orang tua bertengkar, dimana mereka mungkin akan mengatakan kata-kata kasar, terlebih bila ada aksi kekerasan. Hal ini bisa membuat anak menjadi lebih agresif. Setiap ada orang yang mendekat secara tidak sadar ada keinginan dari anak untuk melawan dan melakukan seperti apa yang orang tuanya lakukan saat bertengkar. Merasa ketakutan Saat Anda dan pasangan bertengkar maka akan ada suara keras atau mungkin ada barang-barang yang terlempar. Kondisi seperti ini bisa memberikan rasa ketakutan kepada anak. Anak akan tumbuh dalam kondisi mentalnya yang tertekan dan selalu merasa terintimidasi Merasa tidak bahagia Kehidupan anak yang harusnya penuh kebahagian akan rusak apabila Anda dan pasangan sering bertengkar di depan matanya. Maka akan hilang semua kebahagiaan anak Anda, dia akan merasa rumah bukan lagi tempat dia untuk pulang. Karena sudah tidak ada kebahagiaan. Anak adalah anugrah terindah yang dapat Anda miliki. Berikanlah masa kanak-kanak yang penuh kebahagiaan untuk mereka. Keharmonisan yang Anda dan pasangan tunjukkan akan menjadi modal terbaik baginya untuk menjadi pribadi yang hebat. Apabila Anda dan pasangan memang memiliki masalah sebaiknya cari tempat yang jauh dari anak Anda, selesaikan dengan baik tanpa anak-anak Anda harus menjadi saksinya. Baca juga: Makanan Untuk Perkembangan Anak Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang Sumber: magforwomen
 15 Dec 2018    16:00 WIB
Mengenali Perbedaan Antara Autisme dan Retardasi Mental
Apa Itu Autisme?Autisme merupakan suatu keadaan di mana anak mengalami perubahan perilaku sosial, sering melakukan gerakan yang sama berulang-ulang, dan mengalami kesulitan dalam berkomunikasi, baik komunikasi verbal maupun non verbal. Apa Itu Retardasi Mental?Retardasi mental merupakan suatu gangguan fungsi kognitif yang diikuti dengan penurunan IQ, yaitu kurang dari 70.Perbedaan PenyebabPenyebab terjadinya autisme tidak diketahui dengan jelas, akan tetapi faktor genetika diduga memiliki peranan penting. Sementara itu, retardasi mental biasanya disebabkan oleh kelainan kongenital seperti sindrom Down, sindrom Klinefelter, hipoksia (kekurangan oksigen) selama persalinan, terpapar oleh zat racun tertentu (alkohol dan rokok) selama kehamilan, atau kekurangan iodium. Perbedaan GejalaAutismeAnak yang menderita autis biasanya lebih suka bermain sendirian dan mengalami kesulitan untuk berinteraksi dengan anak-anak lainnya dan orang dewasa. Anak autis biasanya jarang melakukan kontak mata saat berbicara dan sering melakukan gerakan yang sama secara berulang-ulang. Perubahan apapun pada lingkungan sekitarnya cenderung membuat anak merasa terganggu. Sebagian besar anak autis memiliki IQ normal dan beberapa anak lain bahkan memiliki IQ yang tinggi. Anak autis kurang dapat menunjukkan emosinya dan sulit membangun suatu hubungan atau kedekatan dengan orang lain. Baik anak autis maupun anak penderita retardasi mental menyukai musik dan keduanya pun cenderung menarik diri dari lingkungan sekitarnya, akan tetapi anak autis mengalami kesulitan berkomunikasi akibat keterlambatan penyampaian impuls, sementara anak penderita retardasi mental mengalami kesulitan berkomunikasi akibat adanya gangguan fungsi otak yang berperan dalam proses perkembangan keterampilan. Anak autis seringkali mengulang kata-kata yang sama dan melakukan suatu gerakan yang sama berulang-ulang. Retardasi MentalAnak yang menderita retardasi mental cenderung mengalami keterlambatan perkembangan, termasuk dalam perkembangan berbicara dan berjalan. IQ yang rendah membuat anak memiliki kemampuan daya ingat dan kemampuan belajar serta kemampuan menganalisis yang lebih rendah daripada anak-anak lainnya. Seringkali, anak yang mengalami retardasi mental juga mengalami fase vegetatif total yang membatasi perilaku dan pergerakan anak. Selain itu, anak penderita retardasi mental juga membutuhkan perhatian khusus dan seringkali tidak dapat hidup mandiri. Berbeda dengan anak autis, anak dengan retardasi mental mudah menjalin ikatan atau kedekatan dengan orang lain. Perbedaan PengobatanBagi anak penderita autis, diperlukan terapi konseling dan pendidikan khusus yang membuat mereka lebih dapat berkomunikasi dan berinteraksi dengan anak lainnya. Anak autis seringkali juga mengalami kesulitan untuk menunjuk suatu benda tertentu sehingga diperlukan pendidikan khusus agar mereka mampu menunjuk benda yang tepat. Untuk merawat anak penderita retardasi mental, diperlukan kesabaran dan kasih sayang serta perhatian yang lebih karena mereka memiliki kecepatan belajar yang lebih lambat daripada anak-anak lainnya. Anak penderita retardasi mental akan mengalami kesulitan saat harus melakukan sesuatu yang membutuhkan kemampuan berpikir, logika, dan analisa. Oleh karena itu, pendidikan khusus yang diberikan lebih bertujuan untuk mengajar suatu keterampilan khusus sehingga mereka dapat hidup mandiri, baik dalam segi keuangan maupun berkomunikasi. Sumber: differencebetween
 27 Nov 2018    18:00 WIB
Perceraian dan Akibatnya Pada Anak
Perceraian kedua orang tua seringkali membuat anak merasa sangat tertekan, beberapa anak bahkan merasa bahwa hal tersebut terjadi akibat kesalahannya. Hal ini dapat membuat anak merasa sedih dan depresi. Untuk mencegah berbagai hal yang tidak diinginkan, sebaiknya anda bekerja sama dengan pasangan anda untuk memberikan pengertian pada anak anda.   Bagaimana Cara Memberitahu Anak Anda ? Akan lebih baik bila anda dapat memberitahukan mengenai hal ini bersama dengan pasangan anda. Jangan bersikap saling menyalahkan atau bertengkar di depan anak anda. Satu hal yang penting adalah beritahu bahwa perceraian terjadi bukan karena kesalahan anak anda tetapi merupakan suatu masalah di antara anda dan pasangan anda.   Bagaimana Reaksi Anak Anda ? Reaksi setiap anak dapat berbeda-beda. Anak-anak biasanya mulai mengkhawatirkan mengenai berbagai hal yang biasa mereka lakukan, seperti di mana mereka tinggal nantinya atau siapa yang akan mengantar mereka ke sekolah dan lain sebagainya. Lama-kelamaan, anak akan mulai merasakan dampak dari perpisahan anda dan pasangan. Anak yang lebih kecil dapat mengalami stress dan menunjukkan dengan bersikap lebih pendiam, murung, menarik diri, atau bahkan kembali mengompol. Anak yang lebih besar juga dapat mengalami stress yang ditunjukkan dengan sikap bermusuhan atau menyalahkan atau sering berkelahi, atau depresi dan menarik diri. Apapun reaksi anak anda, disarankan agar anda dapat menerima dan bersabar menghadapinya. Bila anak anda tampak depresi atau menarik diri anda dapat memulai dengan menjadi temannya atau bila perlu lakukan konseling bersama.   Apa yang Dapat Anda Lakukan ? Hal penting yang perlu diingat adalah jangan menjelekkan pasangan anda di hadapan anak anda. Hal ini dapat membuat anak anda lebih sulit beradaptasi dan justru dapat menyebabkan anak merasa bersalah setiap kali ia bersama dengan pasangan anda. Di bawah ini terdapat beberapa hal dapat anda lakukan untuk membantu anak anda beradaptasi dengan perceraian anda dan pasangan, yaitu: Jangan mengatakan hal buruk atau menjelekkan pasangan anda di depan anak anda Jangan menuduh pasangan anda di depan anak anda Jangan memaksa anak anda untuk memilih antara anda atau pasangan anda Jangan jadikan anak anda sebagai pembawa pesan antara anda dan pasangan anda Jangan membicarakan mengenai pembagian tugas merawat atau tanggung jawab terhadap anak anda di depan anak anda Jangan menanyakan anak anda mengenai apa yang pasangan anda lakukan Jangan menggunakan anak anda untuk menyakiti pasangan anda Beberapa hal lainnya yang juga perlu anda ingat adalah jangan merubah peraturan rumah anda karena anak anda merasa sedih atau depresi akibat perceraian yang terjadi. Hal ini justru dapat memperburuk perilaku anak. Selain itu, jangan jadikan anak anda sebagai tempat sandaran anda. Hal ini dapat membuat anak anda merasa tertekan dan stress. Lakukanlah konseling dengan para ahli untuk melalui perceraian anda. Selalu jadikan kepentingan anak sebagai yang utama juga merupakan salah satu cara membantu anak anda melalui perceraian ini. Walaupun anda mungkin tidak ingin bertemu lagi dengan pasangan anda, namun anda harus dapat bersikap dewasa demi kepentingan anak anda. Bagaimanapun keberadaan dan peran kedua orang tua tetap merupakan hal yang terpenting bagi perkembangan psikologis anak. Baca juga: Hati-hati Aktivitas di Media Sosial Mampu Picu Perceraian Lho! Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang
 12 Nov 2018    16:00 WIB
Pelukan Hangat Untuk Anak Memberikan Efek Bahagia Dan Sehat
Setiap orang tua pasti ingin melihat anak mereka sehat dan selalu bahagia, sehingga mereka akan melakukan apa saja untuk membuat mereka bahagia. Salah satu cara untuk membuat anak Anda menjadi lebih sehat dan bahagia tidak harus dengan cara yang sulit. Anda bisa memulainya dengan cara yang sangat mudah. Cara apakah itu? Caranya adalah dengan memeluknya. Cara ini sangat mudah untuk dilakukan dan tentunya sangat menyenangkan. Ketika Anda memeluk seseorang rasanya akan memberikan kekuatan, meningkatkan kesehatan- dan merangsang hormon pertumbuhan, yang sangat bermanfaat bagi anak Anda. Sebuah pelukan adalah semua yang Anda butuhkan untuk merangsang pertumbuhan anak melalui reaksi biokimia dan fisiologis dalam tubuh untuk meningkatkan kesehatan, menenangkan sistem saraf dan merangsang emosi positif. Berikut adalah manfaat dari pelukan untuk anak: 1.      Membuat Mereka Bahagia Berpelukan erat dengan anak akan membantu melepaskan "hormon bahagia" atau oksitosin. Hormon ini meningkatkan ikatan yang kuat, kepercayaan, kenyamanan, keamanan dan pengabdian. Semakin lama memeluk, efek yang diberikan akan lebih baik. Bahkan ketika Anda yang sangat sibuk pastikan pelukan Anda berlangsung setidaknya 6 detik, namun pelukan yang lebih lama sekitar 20 detik akan memberikan hasil yang lebih baik. 2.      Membuat Tidur Anak Lebih Nyenyak Jika Anda memeluk anak Anda selama beberapa menit sebelum mereka tertidur, Anda dapat memastikan tidur yang lebi baik untuk dia dan diri Anda sendiri. Memeluk akan menenangkan dan memiliki efek terapi yang membantu tidur anak yang lebih nyenyak. 3.      Mengurangi Stres Hal ini berlaku untuk kedua orang tua dan anak-anak. Saat Anda merasa hidup Anda penuh dengan masalah, merasa lelah. Saat pulang kerja segeralah peluk anak Anda, maka semua rasa lelah dan beban pikiran yang menganggu akan hilang semua. Hal ini dikarenakan saat Anda memeluk anak maka kadar hormon kortisol atau hormon stres menurun sehingga Anda dan anak akan merasa lebih rileks dan  aman. 4.      Membuat Anak Menjadi Lebih Percaya Diri Sebuah pelukan dari keluarga akan meningkatkan rasa percaya diri dan harga diri anak, cara ini akan membantu dia menjaga kesehatan emosional yang optimal. Sebuah pelukan akan melawan rasa kesepian, rasa tidak aman, membuat anak merasa dihargai dan dicintai. Hal ini juga mengaktifkan Solar Plexus Chakra, pusat energi yang memegang kunci untuk harga diri dan kepercayaan diri seseorang. 5.      Meningkatkan Kekebalan Tubuh Pelukan dan dekapan dari hati dapat meningkatkan daya tahan tubuh dengan meningkatkan produksi sel darah putih dengan merangsang kelenjar thymus. Hal ini akan membantu untuk menjaga anak Anda selalu sehat dan bebas dari penyakit! 6.      Mengangkat Mood Anak Sebuah pelukan akan merangsang dopamin, yang dikenal sebagai hormon kesenangan, ditambah dengan serotonin yang mengirimkan gelombang kenikmatan secara instan dalam tubuh dan meningkatkan mood. Seorang anak yang rewel dapat dengan mudah ditangani dengan pelukan erat selama beberapa menit! 7.      Mengekspresikan Cinta Anda Mungkin Anda mungkin tidak harus selalu mengatakan "I love you" kepada anak Anda, tetapi pelukan yang diberikan merupakan cara untuk mengekspresikan cinta Anda tanpa kata-kata dan membuat anak Anda merasa dekat dengan Anda. Penelitian mengatakan bahwa keluarga yang mengekspresikan kasih sayang terhadap satu sama lain dengan beberapa cara yang 47% lebih mungkin untuk lebih akrab. 8.      Membantu Untuk Menyembuhkan Penyakit Apakah Anda tahu bahwa pelukan membantu menyembuhkan penyakit? Hal ini dikaitkan dengan pelepasan hormon oksitosin. Untuk alasan ini, orang tua dari bayi prematur didorong untuk memiliki sentuhan kulit dengan kulit untuk membantu mereka tumbuh dan berkembang. Alasan ini dianjurkan oleh para ahli yang juga menemukan bahwa seorang ibu yang baru melahirkan akan sembuh lebih cepat setelah melahirkan jika dia dekat bayinya. Betapa banyak manfaat yang didapat dari memeluk anak Anda. Jadi tunggu apa lagi segera peluk anak Anda dan dapatkan manfaatnya. Anda harus memberikan 12 pelukan dalam sehari untuk mendapat manfaat diatas. Baca juga: Menjaga Kesehatan Gigi Anak Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang Sumber: beingtheparent
 05 Aug 2018    18:00 WIB
Bagaimana Berbicara Tentang Seks Dengan Putri Anda ?
Ketika putri anda tumbuh remaja, mereka mulai bertanya apakah itu menstruasi ? dari mana bayi datang? Apakah itu kondom? Sebelum dia mendapatkan informasi yang salah dari teman-temannya, dia perlu diberikan informasi yang akurat tentang seks dari orangtuanya, terutama ibunya. Jika "pembicaraan" ini membuat anda gugup, berikut tips yang anda dapat ikuti : Merasa malu itu tidak salah Bagian terberat untuk berbicara mengenai seks dengan anak anda adalah saat memulai pembicaraan. Adalah alami untuk merasa malu untuk memulai pembicaraan, tetapi anda harus dapat melalui ketakutan itu. Jika diperlukan mulailah dengan humor. Selagi anda merasa gugup, anda dapat tertawa dan berkata "ibuku dan aku tidak pernah membicarakan ini. Biarkan putri anda mengetahui jika anda malu untuk membicarakan masalah tersebut sehingga dia juga akan merasa lebih santai. Mulailah dengan mekanisme dan anatomi Seiring dengan pertumbuhan seksual sekunder putri anda mungkin bertanya "apakah aku perlu bra? Atau "kapan aku mendapat menstruasi?"  Ide yang bagus untuk mencari buku yang berisi informasi dan gambar mengenai organ reproduksi agar putri anda memahami apa yang terjadi pada tubuhnya. Jelaskan pada putri anda apa yang terjadi saat dia mengalami menstruasi, sehingga dia tidak merasa ketakutan saat terjadi. Jelaskan juga apa yang terjadi, apa yang harus disipakan dan apa yang harus dilalui. Gunakan gambar untuk menjelaskan lebih mudah. Diskusikan seks dalam konteks mencintaim hubungan yang dewasa Setelah anda berdikusi tentang mekanisme tubuh dengan putri anda, mudah-mudahan anda akan merasa lebih mudah untuk berbicara mengenai seks. Hal yang penting dalam membicarakan tentang seks adalah anda harus menekankan bahwa seks adalah suatu yang sehat dan normal. Tetapi anda harus menjelaskan bahwa seksual adalah hal yang harus dilakukan dalam kerangka hubungan yang dewasa dan dilakukan setelah dewasa, dimana ada cinta dan komitment didalamnya. Hal utama yang anda ingin hasilkan adalah, setelah berdiskusi dengan anda, putri anda akan berkata " sekarang saya mempunyai informasi yang akurat mengenai apa yang terjadi pada diri saya dan ibu saya berkata saya perlu menghormati dan melidungi tubuh saya" Berdikusi topik yang sesuai dengan dengan usianya Seberapa banyak informasi yang dapat dimengerti putri anda? Jika anda tidak yakin, gunakan pertanyaan-pertanyaanya sebagai barometer tentang apa yang harus dibicakan. Adalah sesuatu yang aneh untuk berbicara mengenai orgasme kepada anak umur 9 tahun. Anda tidak ingin berbicara mengenai hal-hal yang dia tidak dapat mengerti. Mulailah menanyakan tentang beberapa hal, kemudian diskusikan lagi minggu depan. Tetap ingat untuk menjaga komunikasi terbuka Ubah konteks pembicaraan anda Jika anda sedang duduk bersama putri anda di sofa, kemudian anda melihat ke matanya langsung dan berkata "kita harus berbicara tentang sex" putri anda mungkin akan terjatuh karena kaget. Coba ubah topik pembicaraan anda sehingga tidak membuatnya terlalu terkejut. Coba bicara saat situasi sedang santai, seperti saat anda menyetir mobil dan mereka dapat melihat keluar melalui jendela sehingga suasana tidak menjadi kaku.   Sumber : drphil    
 26 Jul 2018    11:00 WIB
7 Cara Mengajarkan Anak Anda Rasa Tanggung Jawab
1.      Berikan Tugas Memberikan anak berbagai tugas rumah tangga yang sesuai dengan usianya merupakan salah satu cara sederhana untuk mengajari anak Anda rasa tanggung jawab.   2.      Biarkan Anak Membuat Keputusan Sendiri Membiarkan anak Anda membuat keputusan sendiri dapat mengajarkan pada anak Anda rasa tanggung jawab dan membuat mereka menjadi lebih mandiri. Bila anak Anda masih kecil, maka Anda dapat membantunya dengan memberikan beberapa pilihan yang boleh ia lakukan dan biarkan ia yang memilih apa yang ingin dilakukannya.   3.      Ajarkan Anak Menjadi Lebih Mandiri Satu-satunya cara untuk membuat anak Anda memiliki rasa tanggung jawab dan lebih mandiri adalah dengan latihan. Dengan memberikan berbagai tugas sesuai dengan usianya, misalnya membiarkan anak memakai sendiri pakaiannya, dapat membuat anak menjadi lebih mandiri.   4.      Jadilah Teladan yang Baik Anak biasanya akan meniru perilaku orang tuanya. Jadi, bila Anda ingin mengajarkan rasa tanggung jawab pada anak Anda, maka Anda pun harus menunjukkan rasa tanggung jawab dan menjadi teladan yang baik bagi anak Anda. Beberapa hal yang dapat menunjukkan pada anak Anda bahwa Anda merupakan seseorang yang bertanggung jawab adalah dengan menepati setiap janji yang Anda buat atau datang tepat waktu.   5.      Gunakan Buku Cerita Anak Berbagai buku cerita anak mengandung banyak nilai moral yang baik bagi perkembangan psikologis seorang anak. Jadi, Anda dapat menggunakan buku cerita sebagai salah satu sarana untuk memberitahu anak Anda apa itu rasa tanggung jawab. Berbagai karakter dan situasi yang menarik dapat membuat anak Anda mampu mempertahankan perhatiannya. Selain itu, anak Anda mungkin tidak akan marah pada Anda karena ia tidak merasa sedang "dikuliahi" oleh Anda.   6.      Dampingi Anak di Masa Sulit Walaupun insting pertama Anda adalah untuk langsung melindungi dan memberitahu anak Anda apa yang harus dilakukannya, akan tetapi lebih baik bila Anda mendampinginya melalui masa sulit tersebut hingga ia pun memperoleh kesimpulan atau keputusannya sendiri. Biarkan anak Anda berpikir dan menyelesaikan permasalahannya sendiri, akan tetapi pastikan ia tahu bahwa Anda selalu mendukungnya.   7.      Beritahu Padanya Apa Manfaat Rasa Tanggung Jawab Tujuan akhir dari pengajaran Anda adalah untuk membuat anak Anda melakukan tanggung jawabnya karena ia memang ingin melakukannya, bukan hanya karena ia diminta untuk bersikap demikian. Oleh karena itu, jelaskanlah pada anak Anda bahwa dengan melakukan berbagai tugas dan tanggung jawab yang diberikan kepadanya maka keluarganya pun akan merasa sangat terbantu.   Sumber: sheknows
 12 May 2017    18:00 WIB
Tips Agar Anak Tidak Takut ke Dokter Gigi
Saat Anda kecil mungkin Anda takut ke dokter gigi. Tetapi dengan selalu menjaga kebersihan mulut, kunjungan rutin ke dokter gigi dan tehnologi baru  yang tersedia saat ini, anak-anak Anda seharusnya tidak takut untuk mengunjungi dokter gigi. Tetapi, beberapa anak tetap merasa gugup saat harus mengunjungi dokter gigi. Kebanyakan alasannya karena tidak mengetahui apa yang akan dialami, padahal penyebab utama biasanya disebabkan oleh  Anda sendiri. Faktanya, sebuah studi yang diterbitkan oleh the International Journal of Paediatric Dentistry mengungkapkan jika salah satu anggota keluarga merasa takut untuk mendatangi dokter gigi, maka ketakutan itu akan menular ke anggota keluarga yang lain. "terkadang orang tua memproyeksikan perasaan mereka sendiri tentang pergi ke dokter gigi kepada anak-anak mereka," kata Dr Steven G. Goldberg, penemu DentalVibe Injection Comfort System. Berita baiknya adalah, jika anak Anda takut untuk pergi ke dokter gigi, cobalah beberapa tips berikut ini: Mulai melatih bersikat gigi sejak dini Bahkan saat bayi Anda belum memiliki gigi, Anda harus secara rutin membersihkan gusinya menggunakan sikat gigi khusus bayi, atau menggunakan jari yang dibungkus kain basah setiap selesai makan. Memperkenalkan kesehatan mulut sejak dini akan mempersiapkan si Anak untuk lebih berani saat harus memeriksakan diri nantinya. Hal ini dikatakan oleh Dr. Bill Dorfman, seorang dokter gigi kosmetik di Beverly Hills, Calif. Berkunjung ke dokter gigi sebelum usia 1 tahun The American Academy of Pediatric Dentistry merekomendasikan agar anak-anak saat gigi pertamanya tumbuh atau pada usia 1 tahun. Kunjungan dokter gigi pada usia dini ini akan membuat anak Anda terbiasa terhadap dokter gigi, mencegah terjadinya kerusakan gigi dan mencegah timbulnya ketakutan mengenai prosedur pemeriksaan gigi di masa depan. Bicarakan Bacalah buku tentang pergi ke dokter gigi dan jelaskan apa yang akan terjadi ke anak Anda tentang pengalaman Anda yang bersifat positif. Berlatih di rumah Anda bisa mendudukkan anak Anda di kursi atau sofa yang bisa disandarkan dan berpura-pura memeriksa dan membersihkan giginya, sehingga mereka memperoleh gambaran apa yang akan mereka alami nanti pada kunjungan ke dokter gigi. Buatlah menyenangkan Bawalah buku atau mainan kesukaan anak Anda atau apapun yang akan membuatnya lebih familiar dan tenang. Jika Anda bisa membuatnya senang dan menjadi pengalaman yang menyenangkan maka akan membawa pengaruh positif pada kunjungan berikutnya. Positif Apapun pengalaman Anda dahulu dengan dokter gigi dan bagaimana perasaan Anda terhadap dokter gigi saat ini, buatlah menjadi positif untuk anak Anda. Hindari pembicaraan mengenai rasa sakit atau ketidaknyamanan, tetapi tekankan pada bagaimana gigi mereka akan menjadis sehat nantinya. Antarkan Dr. Golberg merekomendasikan agar Anda mengantarkan anak Anda ke tempat dokter gigi tersebut berpraktek sebelum waktu perjanjian, agar mereka dapat bertemu dengan staff dan dokter gigi tersebut dan mereka dapat yakin bahwa tidak ada yang perlu ditakutkan. Datanglah ke dokter gigi spesialis anak Dokter gigi spesialis anak lebih terlatih menghadapi anak-anak, menggunakan alat-alat yang lebih kecil dan biasanya memiliki tempat praktek yang ramah anak-anak, dicat dengan warna yang terang, memiliki video dan buku anak-anak. Carilah bantuan Jika Anda sendiri terlalu gugup untuk membawa anak Anda ke dokter gigi, mintalah pasangan Anda atau anggota keluarga lainnya untuk membawa mereka.   Sumber: foxnews