Your browser does not support JavaScript!
 10 Jan 2019    16:00 WIB
Stop Bertengkar Di Depan Anak! Kesalahan Yang Anda Buat Ini Bisa Membuat Buah Hati Menjadi...
Dalam kehidupan pernikahan, tidak hanya ada kebahagiaan. Masalah juga bisa datang menghadang. Dari yang awalnya masalah kecil sampai menjadi masalah besar, dalam kondisi ini pertengkaran bisa saja terjadi. Namun ada hal yang perlu Anda waspadai yaitu jangan sampai bertengkar di depan anak. Karena anak adalah buah hati Anda yang harusnya tumbuh dalam kasih sayang dan keinginannya yang ingin selalu melihat hubungan kedua orangtuanya baik-baik saja. Apabila Anda dan pasangan sering bertengkar di hadapan anak, mungkin buah hati Anda akan mengalami hal dibawah ini: Merasa kesepian Anak-anak tidak hanya membutuhkan ibu, tidak hanya membutuhkan ayah. Namun dia membutuhkan keduanya. Keharmonisan yang Anda dan pasangan tunjukkan adalah hal yang penting dan akan memberinya kehangatan. Namun pertengkaran yang Anda dan pasangan lakukan bisa membuat anak Anda merasa kesepian dimana tidak ada lagi tempat yang nyaman baginya. Menjadi agresif Anak-anak yang sering melihat orang tua bertengkar, dimana mereka mungkin akan mengatakan kata-kata kasar, terlebih bila ada aksi kekerasan. Hal ini bisa membuat anak menjadi lebih agresif. Setiap ada orang yang mendekat secara tidak sadar ada keinginan dari anak untuk melawan dan melakukan seperti apa yang orang tuanya lakukan saat bertengkar. Merasa ketakutan Saat Anda dan pasangan bertengkar maka akan ada suara keras atau mungkin ada barang-barang yang terlempar. Kondisi seperti ini bisa memberikan rasa ketakutan kepada anak. Anak akan tumbuh dalam kondisi mentalnya yang tertekan dan selalu merasa terintimidasi Merasa tidak bahagia Kehidupan anak yang harusnya penuh kebahagian akan rusak apabila Anda dan pasangan sering bertengkar di depan matanya. Maka akan hilang semua kebahagiaan anak Anda, dia akan merasa rumah bukan lagi tempat dia untuk pulang. Karena sudah tidak ada kebahagiaan. Anak adalah anugrah terindah yang dapat Anda miliki. Berikanlah masa kanak-kanak yang penuh kebahagiaan untuk mereka. Keharmonisan yang Anda dan pasangan tunjukkan akan menjadi modal terbaik baginya untuk menjadi pribadi yang hebat. Apabila Anda dan pasangan memang memiliki masalah sebaiknya cari tempat yang jauh dari anak Anda, selesaikan dengan baik tanpa anak-anak Anda harus menjadi saksinya. Baca juga: Makanan Untuk Perkembangan Anak Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang Sumber: magforwomen
 09 Jan 2019    18:00 WIB
3 Jenis Air Mata dan Manfaatnya Bagi Kesehatan
Apakah Anda pernah bertanya-tanya mengenai apa sebenarnya air mata itu dan di mana air mata dihasilkan? Air mata merupakan suatu cairan yang dihasilkan oleh kelenjar air mata atau kelenjar lakrimal, yang terletak di antara bola mata dan kelopak mata.   Tergantung dari caranya terbentuk, air mata ternyata terdiri dari beberapa jenis. Di bawah ini Anda dapat melihat beberapa jenis air mata tersebut.   AIR MATA BASAL Air mata basal merupakan jenis air mata yang berfungsi untuk melindungi dan melumasi kornea mata sehingga tidak menjadi kering dan terlindung dari berbagai benda asing. Air mata basal ini diproduksi setiap hari dan mengandung protein yang dapat membuat mata tetap lembab dan terhindar dari berbagai jenis infeksi.   AIR MATA REFLEKS Air mata jenis ini diproduksi saat ada rangsangan dari luar, misalnya saat mata terkena debu, asap, saat mengiris cabai atau bawang, atau akibat terkena sesuatu benda secara tidak sengaja. Air mata ini terbentuk sebagai bentuk pertahanan mata terhadap bahaya dari luar.   AIR MATA EMOSIONAL Air mata jenis ini terbentuk tatkala Anda merasa sedih ataupun bahagia. Seorang ahli biokimia, William Frey telah melakukan beberapa kajian tentang air mata dan menemukan bahwa air mata yang keluar dari hasil menangis karena emosional ternyata mengandung racun! Tapi jangan salah, keluarnya air mata yang beracun itu menandakan bahwa ia membawa racun dari dalam tubuh dan mengeluarkannya dari mata.   Selain dapat membuang racun, air mata jenis ini juga mengandung sejenis zat kimia yang dapat membuat Anda menjadi lebih rileks dan lebih lega setelah menangis. Menangis ternyata juga dapat menurunkan denyut jantung yang akan membuat Anda merasa lebih baik setelah menangis. Baca juga: Mengapa Air Mata Keluar Saat Memotong Bawang?  Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang   Sumber: interestingthings
 05 Dec 2018    08:00 WIB
7 Cara Bijak Untuk Menghilangkan Kebiasaan Mengeluh
Mengeluh merupakan kebiasaan buruk yang dapat membuat hidup Anda tidak bahagia. Berbagai penelitian telah menunjukkan bahwa kebiasaan mengeluh dapat mempengaruhi otak Anda, kesehatan fisik Anda, dan kesehatan mental Anda secara negatif. Kebiasaan buruk ini dapat menyebabkan Anda selalu merasa tidak puas dalam hidup Anda dan bahkan dapat menyebabkan terjadinya gangguan cemas, depresi, dan berbagai gangguan emosi lainnya.   Jangan Terus Memikirkan Berbagai Hal yang Tidak Dapat Anda Kendalikan Atau Ubah Di dunia ini terdapat banyak hal yang tidak dapat Anda ubah atau kendalikan, tidak perduli seberapa keras usaha Anda. Anda tidak dapat mengubah cuaca ataupun apa keputusan atasan Anda; oleh karena itu berhentilah memikirkan berbagai hal ini dan jangan biarkan diri Anda menjadi depresi.   Bersyukurlah Atas Apa yang Anda Miliki Banyak orang seringkali mengeluhkan berbagai hal yang tidak mereka miliki tanpa menyadari berbagai hal lainnya yang mereka miliki. Bersyukurlah atas apa yang telah Anda miliki di dalam hidup Anda. Daripada terus mengeluhkan sesuatu, belajarlah untuk mengambil tindakan dan hidup Anda pun akan berubah.   Berpikir Positif Bersikap dan berpikir positif bukanlah sesuatu hal yang mudah jika Anda seringkali mengeluh. Belajarlah untuk menerima kenyataan dan ketahuilah bahwa tidak ada sesuatu yang sempurna di dunia. Kesalahan dan kegagalan yang Anda alami justru dapat membantu Anda memiliki kehidupan yang lebih baik bila Anda tidak terus berkubang dalam kegagalan dan kesalahan Anda tersebut dan melanjutkan hidup.   Belajarlah Untuk Beradaptasi  Hidup selalu penuh dengan perubahan sehingga belajar bagaimana beradaptasi terhadap berbagai perubahan tersebut merupakan suatu hal yang penting. Berusahalah untuk selalu mencari sisi positif dari sesuatu hal atau situasi yang Anda alami.   Belajar Menjadi Orang yang Lebih Tegas Jika Anda ingin menghentikan kebiasaan mengeluh yang Anda miliki, maka Anda pun harus belajar menjadi seseorang yang tegas. Belajarlah untuk membela diri Anda sendiri sambil tetap menghormati orang lain. Berhentilah mengeluh, tunjukkan rasa percaya diri Anda, tetapi pastikan Anda tetap bersikap sopan dan hargailah orang lain.   Berhenti Menghakimi Orang Lain Kadangkala Anda mengeluhkan sesuatu hal yang dilakukan oleh orang lain terhadap Anda tanpa mengetahui mengapa ia melakukan hal tersebut atau mengapa ia bersikap demikian. Sebagian besar orang seringkali menghakimi orang lain tanpa alasan, yang justru membuat situasi semakin buruk. Cobalah tempatkan diri Anda pada posisi orang tersebut, mungkin dengan demikian Anda dapat mengerti mengapa ia melakukan hal tersebut.   Jadilah Teladan Jika Anda ingin orang-orang di sekitar Anda berhenti mengeluh sepanjang waktu, maka Anda pun harus mulai menghentikan kebiasaan mengeluh Anda terlebih dahulu. Jika seseorang mengeluh tentang sesuatu hal, gantilah topik pembicaraannya dan buatlah ia menyadari bahwa mengeluh merupakan suatu kebiasaan buruk yang dapat mengganggu kesehatannya, baik fisik maupun mental.   Sumber: womanitely
 03 Nov 2018    11:00 WIB
7 Fakta Unik Mengenai Bersin yang Tidak Di Sadari
Setiap orang pasti pernah mengalami kejadian "memuaskan" yang satu ini, bersin. Bersin sebenarnya merupakan suatu reaksi refleks dari hidung saat ia ingin mengeluarkan berbagai jenis iritan yang tidak diinginkan seperit debu, bulu, atau serbuk sari. Bersin juga merupakan suatu cara tubuh Anda untuk mengeluarkan berbagai hal yang tidak boleh terhisap masuk ke dalam paru-paru Anda. Selain memiliki manfaat yang menakjubkan, bersin ternyata juga memiliki beberapa fakta unik yang mungkin tidak pernah Anda sadari sebelumnya. Di bawah ini Anda dapat melihat beberapa fakta unik tersebut.   1.      Matahari Dapat Menjadi Pemicunya  Tahukah Anda bahwa terjadinya bersin ternyata dapat dipicu oleh sinar matahari? ACHOO (autosomal dominant compulsive helio-opthalmic) merupakan kelainan langka yang membuat penderitanya bersin setiap kali ia menatap matahari. Selain sinar matahari, penderita ACHOO juga akan bersin setiap kali ia melihat cahaya terang. Karena tidak dianggap berbahaya, tidak banyak penelitian yang dilakukan terhadap ACHOO ini sehingga hingga saat ini para ahli tidak mengetahui apa sebenarnya penyebab pasti dari ACHOO ini. Beberapa ahli menduga ACHOO terjadi akibat adanya suatu kelainan pada sistem saraf parasimpatik.   2.      Seks Juga Merupakan Pemicu Tahukah Anda bahwa bersin juga seringkali terjadi setelah seseorang berhubungan intim? Para ahli masih tidak mengetahui apa penyebabnya, akan tetapi mereka menduga hal ini berhubungan dengan sistem saraf parasimpatik, yang berfungsi untuk mengatur denyut jantung, pencernaan, dan jaringan serta cairan yang berhubungan dengan terjadinya orgasme.   3.      Bersin Membuat Cairan Terpental Sangat Cepat Lho! Pada tahun 1950, seorang ahli biologi dari Harvard, William Firth Wells, pernah memperkirakan bahwa cairan yang keluar dari dalam hidung saat seseorang bersin dapat bergerak hingga 100 meter per detik atau sekitar 224 mph. Akan tetapi, berbagai penelitian baru yang melakukan penelitian mengenai hal yang sama menemukan hasil yang jauh berbeda, di mana kecepatan bersin hanya sekitar 10-35 mph, tergantung pada ukuran tubuh seseorang. Semakin besar tubuhnya, maka semakin cepat pula kecepatan bersinnya. Menarik bukan???   Baca juga: Flu Babi dan Kehamilan   4.      Bersin Tidak Dapat Terjadi Saat Tidur Pernah bertanya-tanya mengapa Anda tidak pernah terbangun karena bersin? Para ahli pun memiliki pertanyaan yang sama. Saat Anda berbaring, membran mukosa di dalam hidung Anda sebenarnya akan membengkak, yang seharusnya membuat Anda menjadi lebih sensitif terhadap debu yang masuk ke dalam hidung Anda. Akan tetapi, ternyata saat Anda berada pada fase REM, tidur nyenyak di mana Anda bermimpi, semua otot tubuh kecuali otot mata akan mengalami kelumpuhan, termasuk otot yang diperlukan untuk bersin. Selain itu, bahkan saat Anda tidak berada dalam fase REM, semua sel saraf yang berfungsi untuk memicu terjadinya bersin juga ditekan sehingga bersin pun tidak dapat terjadi.   5.      Anda Mungkin Tidak Dapat Membuat Mata Anda Tetap Terbuka Saat Bersin Hati-hati matamu akan copot bila bersin terlalu kuat! Ungkapan ini mungkin pernah Anda dengar sewaktu duduk di bangku sekolah dasar. Akan tetapi, pada kenyataannya hal ini tidak mungkin terjadi, tidak peduli seberapa kuat kekuatan bersin Anda. Yang terjadi justru mata Anda akan menutup saat Anda bersin. Hal ini merupakan refleks karena saraf di dalam hidung Anda ternyata berhubungan dengan saraf yang terdapat pada mata Anda, yang membuat Anda pasti akan berkedip saat Anda bersin.   6.      Bersin Bisa Perlambat Denyut Jantung Lho Bersin ternyata dapat memperlambat denyut jantung Anda lho. Hal ini dikarenakan Anda menarik napas dalam sebelum Anda bersin. Tarikan napas dalam yang Anda lakukan ini menyebabkan otot-otot dada Anda mengencang dan meningkatkan tekanan di dalam paru-paru Anda, yang akan membuat lebih banyak darah masuk ke dalam jantung Anda, dan menurunkan tekanan darah serta meningkatkan denyut jantung untuk sementara waktu. Kemudian saat seluruh udara tersebut dikeluarkan dalam satu kali bersin, maka tekanan darah Anda akan kembali naik dan denyut jantung Anda pun akan melambat, bukan berhenti seperti yang dikira oleh banyak orang.   7.      Anda Sebaiknya Menutup Mulut Saat Bersin Tidak hanya untuk alasan kesopanan, menutup mulut saat bersin juga bertujuan untuk mencegah penyebaran kuman penyakit ke udara sekitar Anda lho. Para ahli di MIT menemukan bahwa kuman penyakit yang ikut dikeluarkan saat Anda bersin ternyata dapat bertahan cukup lama di udara, lebih lama daripada yang diperkirakan.   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang.   Sumber: menshealth
 30 Oct 2018    11:00 WIB
Tidak Dapat Hidup Tanpa Ponsel? Awas Nomophobia
Nomophobia merupakan rasa takut tidak dapat selalu terhubung dengan ponsel setiap saat. Kebanyakan orang tidak dapat membayangkan hidupnya tanpa ponsel, terutama smartphone, dan mereka secara konstan memeriksa ponselnya untuk memastikan apakah ada notifikasi atau email masuk ke ponselnya. Mereka yang menderita nomophobia akan menganggap ponsel sebagai bagian terpenting dari hidupnya agar tetap terhubung dengan orang lain, dengan demikian mereka akan merasa lebih tenang dan merasa lebih dekat dengan kenalannya yang jauh. Secara umum mereka yang menderita nomophobia akan merasa cemas, gugp dan juga tingkat stress akan meningkat tajam saat menyadari betere handphonenya habis atau saat masuk ke daerah dimana tidak ada sinyal. Jika Anda mengalami gejala yang disebutkan diatas maka Anda menderita nomophobia. Apakah nomophobia baik atau buruk?Fobia ini sebenarnya timbul karena kecanduan yang menyebar ke seluruh dunia seperti api. Nomophobia dapat memberi pengaruh yang tidak baik untuk kesehatan tubuh dan juga kehidupan sosial seseorang. Fobia itu sendiri sudah berasosiasi buruk. Dengan pertumbuhan jalur komunikasi dan tehnologi yang semakin canggih di seluruh penjuru dunia membuat kita bergantung pada penggunaan ponsel agar tetap terhubung dengan orang lain sepanjang hari. Masalah yang timbul saat Anda mengalami nomophobiaNomophobia dapat berpengaruh pada kesehatan Anda dan juga pada kehidupan sosial Anda. Telah diketahui jika penggunaan tehnologi secara berlebihan dapat menyebabkan berbagai gangguan kesehatan seperti kanker, carpal tunnel sindrom, gangguan syaraf pusat. Juga sudah banyak kasus terjadinya kecelakaan yang berhubungan dengan penggunaan ponsel saat berkendara. Sama seperti internet, ponsel juga membuat kemampuan sosial kita berkurang dan dapat memberikan masalah sosial terhadap keseimbangan kehidupan kita di tengah masyarakat.Sumber: healthmeup
 08 Oct 2018    08:00 WIB
Arti Warna Pakaian Anda
1.      Merah Warna merah merupakan warna yang mencerminkan energi, ambisi, kekuatan, motivasi, dan kekuatan fisik. Kenakanlah pakaian berwarna merah saat anda memerlukan dorongan motivasi dan semangat untuk meningkatkan energi anda dalam bekerja atau beraktivitas.   2.      Kuning atau Oranye Warna kuning atau oranye merupakan warna yang mencerminkan semangat, gairah hidup, dan menstimulasi. Kenakanlah pakaian berwarna kuning atau oranye  saat anda ingin memperbaiki mood atau membuat diri anda lebih optimis dan bersemangat.   3.      Merah Muda (Pink) Warna merah muda atau pink merupakan warna yang mencerminkan kelembutan, keanggunan, perlindungan, dan penuh kasih sayang. Kenakanlah pakaian berwarna merah muda saat anda merasa romantis.   4.      Coklat Warna coklat merupakan warna yang paling menyatu dengan lingkungan di sekitar anda. Warna coklat dapat membuat anda merasa lebih dekat dengan dunia di sekitar anda. Kenakanlah pakaian berwarna coklat  saat anda ingin menyatu dengan alam di sekitar anda.   5.      Biru Warna biru merupakan warna yang mencerminkan komunikasi, imajinasi, kekuatan di dalam diri anda, kedamaian, dan ketentraman. Kenakanlah pakaian berwarna biru saat anda ingin bersantai dan menikmati waktu beristirahat.   6.      Hijau Warna hijau merupakan warna yang berhubungan dengan keseimbangan, keharmonisan, kebaikan, kasih sayang, kepedulian, dan tenggang rasa. Kenakanlah pakaian berwarna hijau saat anda merasa stress atau saat anda membutuhkan penghiburan.  
 10 Aug 2018    16:00 WIB
Menggigit Kuku Bisa Mengganggu Kesehatan!
Kebiasaan menggigiti kuku atau yang juga dikenal dengan nama onikofagia, merupakan kebiasaan yang diderita oleh banyak orang bahkan tanpa ia sadari. Kebiasaan ini biasanya dimulai sejak masa kanak-kanak dan dapat berlanjut hingga mereka menjadi orang dewasa. Tanpa disadari, seseorang dapat menggigiti kukunya saat mereka sedang melakukan aktivitas lainnya seperti membaca, menonton televisi, berbicara, atau menelepon. Kebiasaan ini akan semakin sering dilakukan saat ia mengalami stress atau sedang bahagia atau sedang merasa bosan. Kadangkala, kebiasaan menggigiti kuku juga dapat merupakan gejala dari gangguan kesehatan lain yang lebih berbahaya seperti gangguan obsesif-kompulsif atau gangguan depresi. Jika Anda merupakan salah satu orang yang sering menggigiti kukunya, maka sekarang adalah saat yang tepat untuk berhenti karena selain efek kosmetik, kebiasaan menggigiti kuku ternyata juga berbahaya bagi kesehatan lho! Di bawah ini Anda dapat melihat beberapa dampak berbahaya dari kebiasaan menggigiti kuku bagi kesehatan.   Menyebarkan Kuman ke Dalam Mulut Tangan dan kuku Anda dipenuhi oleh bakteri, jamur, dan berbagai kuman berbahaya lainnya. Saat Anda memasukkan tangan dan kuku yang belum dicuci ke dalam mulut Anda, maka resiko terjadinya infeksi pun akan meningkat. Kuku merupakan lokasi paling ideal bagi tempat tinggal bakteri seperti salmonella dan E.coli. Selain itu, kebiasaan menggigiti kuku juga meningkatkan resiko terjadinya kutil dan infeksi herpes. Menurut sebuah penelitian yang dilakukan pada tahun 2007, anak-anak yang memiliki kebiasaan menggigiti kuku memiliki lebih banyak bakteri Enterobacteriaceae di dalam mulutnya dibandingkan dengan anak-anak yang tidak memiliki kebiasaan tersebut.   Memicu Terjadinya Gangguan Pencernaan Saat Anda menggigiti kuku, maka berbagai jenis kuman penyakit berbahaya pun akan berpindah dari kuku Anda ke dalam mulut Anda, yang kemudian akan masuk ke dalam usus Anda. Begitu sampai di dalam perut, berbagai kuman penyakit ini dapat menyebabkan berbagai jensi gangguan pencernaan yang dapat memicu terjadinya diare dan nyeri perut. Anak-anak yang memiliki kebiasaan menggigiti kuku juga memiliki resiko yang lebih tinggi untuk mengalami berbagai jenis gangguan pencernaan seperti cacingan karena daya tahan tubuhnya yang lebih lemah.   Menyebabkan Infeksi Kuku Menggigiti kuku juga dapat meningkatkan resiko terjadinya infeksi pada kuku. Saat Anda menggigiti kuku, maka robekan atau luka lecet kecil dapat terjadi pada daerah di sekitar kuku Anda. Bakteri berbahaya, jamur, dan berbagai kuman penyakit lainnya dapat masuk melalui luka kcil ini dan menyebabkan infeksi. Infeksi dapat menyebabkan daerah kulit di sekitar kuku membengkak, merah, dan bernanah; yang akan sulit diobati bila Anda masih saja menggigiti kuku.   Merusak Bantalan Kuku Selain membuat kuku Anda lebih rentan terhadap infeksi, menggigiti kuku juga dapat menyebabkan terjadinya kerusakan serius pada bantalan kuku, kutikel kuku, dan kulit di sekitar kuku. Menggigiti kuku dalam waktu lama juga dapat menyebabkan terjadinya pemendekan kuku yang tidak dapat diperbaiki lagi.   Baca juga: Hubungan Antara Bentuk Kuku dan Kepribadian Anda   Menyebabkan Gangguan Gigi Menggigiti kuku juga tidak baik bagi kesehatan gigi Anda. Kebiasaan ini dapat mengganggu oklusi gigi dan membuat gigi Anda tergeser dari tempatnya semula. Selain itu, kebiasaan buruk ini juga dapat membuat gigi depan menjadi retak atau bahkan patah, apalagi bila Anda menggunakan kawat gigi. Selain berdampak buruk pada gigi, menggigiti kuku juga dapat merusakan jaringan gusi Anda.   Menyebabkan Terjadinya Bruxism Seseorang yang menggigiti kukunya saat merasa stress memiliki resiko yang lebih tinggi untuk mengalami bruxism. Hal ini dikarenakan mereka yang memiliki kebiasaan buruk ini dapat menggigiti pensil atau menggeretakkan gigi saat merasa stress atau cemas saat tangan mereka disibukkan oleh aktivitas lainnya. Menggeretakkan gigi dapat membuat seseorang memiliki resiko yang lebih tinggi untuk mengalami bruxism. Bruxism dapat menyebabkan terjadinya nyeri wajah, nyeri rahang, otot tegang, nyeri kepala kronik, dan gigi sensitif.   Mengganggu Kualitas Hidup Kebiasaan menggigiti kuku sebenarnya berhubungan dengan keadaan emosional seseorang dan merupakan kebiasaan yang sering dilakukan saat seseorang merasa stress, cemas, dan bosan.   Di bawah ini Anda dapat melihat beberapa hal yang dapat Anda lakukan untuk menghentikan kebiasaan menggigiti kuku: Potonglah kuku jari tangan Anda secara teratur dan pastikan kuku Anda tetap pendek. Anda tidak akan merasa tergoda untuk menggigiti kuku yang pendek Gunakan pemulas kuku yang pahit untuk membuat Anda enggan menggigiti kuku Coba lakukan perawatan manicure Saat menonton televisi atau membaca buku, tutupi kuku Anda dengan selotip atau stiker atau gunakan sarung tangan Saat Anda merasa stress atau tegang, genggamlah bola kecil untuk membuat tangan Anda tetap sibuk dan jauh dari mulut Anda Konsumsi makanan sehat untuk membantu proses perbaikan dan pertumbuhan kuku Berkonsultasilah ke seorang dokter untuk membantu menghentikan kebiasaan Anda tersebut   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang.   Sumber: top10homeremedies
 08 Aug 2018    08:00 WIB
Mengenang Masa Lalu Dapat Membuat Lebih Fokus, Benarkah?
Sebuah penelitian di Amerika menemukan bahwa mengenang masa lalu mungkin sebenarnya dapat membantu Anda lebih berkonsentrasi. Pada penelitian ini paraa peneliti menemukan bahwa para peserta dalam penelitian ini dapat mencocokkan foto para selebritis dengan lebih cepat dan akurat dibandingkan dengan saat mereka diminta untuk mencocokkan foto orang-orang tidak dikenal. Hal ini dikarenakan foto para selebriti ini memicu aktivasi daya ingat jangka panjang para peserta penelitian, yang juga memicu kemampuan daya ingat jangka pendek para peserta penelitian, yang ternyata juga berhubungan dengan peningkatan aktivitas di bagian otak yang mengatur proses imajinasi atau daya ingat. Dengan kata lain, memikirkan sesuatu hal di masa lalu dapat membantu Anda memecahkan masalah di saat ini. Pada penelitian ini, para peneliti membuktikan bahwa seseorang dapat menggunakan informasi dari masa lalu (daya ingat jangka panjang) untuk menyelesaikan suatu tugas yang harus dilakukan pada masa kini (daya ingat jangka pendek), bahkan dengan lebih baik. Memang benar bahwa mengenang masa lalu mengenai berbagai hal lain yang tidak berhubungan dengan pekerjaan yang Anda lakukan saat ini memang justru dapat memperburuk kinerja Anda dan mengganggu konsentrasi Anda dalam bekerja. Akan tetapi, bila Anda menggunakan daya ingat jangka panjang yang berhubungan dengan pekerjaan Anda saat ini, maka hal ini mungkin dapat meningkatkan performa kerja Anda, misalnya dengan mengingat kesalahan yang pernah Anda lakukan pada pekerjaan Anda terdahulu, maka Anda pun dapat melakukan pekerjaan Anda dengan lebih baik saat ini. Sumber: menshealth
 01 Aug 2018    08:00 WIB
Manfaat Memiliki Sikap Optimis Dalam Kehidupan
Membuat Anda Lebih Maju Memiliki sikap optimis merupakan salah satu hal penting untuk mencapai kesuksesan dan kemajuan dalam kehidupan. Orang yang optimis biasanya memiliki peluang untuk sukses yang lebih besar karena mereka tidak lari dari masalah yang sedang mereka hadapi dan justru mencoba untuk menyelesaikan permasalahan tersebut.    Membantu Anda Berpikir Lebih Positif Hampir setiap orang tentunya memiliki saat-saat bahagia dalam kehidupannya. Memiliki sikap yang optimis juga dapat membantu Anda berpikir lebih positif. Hal ini dapat membantu Anda mengatasi berbagai rintangan dalam kehidupan Anda.  Anda seharusnya merasa bangga terhadap berbagai hal dalam kehidupan Anda, mulai dari keluarga Anda, pekerjaan, hobi, teman, atau berbagai hal lainnya. Syukurilah apa yang Anda miliki saat ini dan Anda pun akan dapat berpikir lebih positif. Selain itu, memiliki pikiran yang positif juga dapat membantu Anda mencapai impian Anda dan membantu menjaga mood Anda. Anda dapat memusatkan perhatian Anda pada berbagai hal penting dalam kehidupan Anda. Lama-kelamaan Anda pun akan terbiasa melihat segala hal positif dalam setiap keadaan.    Membantu Anda Melalui Masa Sulit Dalam Kehidupan Setiap orang yang optimis tentunya mengetahui bahwa kesusahan yang terjadi saat ini tidak akan terjadi selamanya. Pikirkanlah mengenai "hari ini" saja, jangan terlalu mengkhawatirkan masa lalu atau masa depan Anda. Suatu kesulitan hanya merupakan suatu tantangan bagi orang yang berpikiran optimis.   Membuat Anda Lebih Panjang Umur Berdasarkan berbagai penelitian, berpikir optimis dan positif juga dapat membantu menjaga kesehatan Anda. Hal ini dikarenakan keduanya dapat membantu meningkatkan daya tahan tubuh sehingga Anda pun tetap sehat.  Selain itu, memiliki pikiran yang optimis juga merupakan salah satu cara untuk melawan rasa stress. Terus merasa cemas dan khawatir terhadap berbagai hal yang terjadi dalam kehidupan Anda dapat berdampak buruk pada kesehatan fisik dan mental Anda.   Kunci Menuju Kesuksesan Orang yang optimis selalu memiliki inisiatif untuk melakukan sesuatu daripada hanya menunggu keajaiban untuk datang. Melakukan sesuatu untuk mencapai tujuan Anda akan lebih baik daripada hanya menunggu dan menangis.   Baca juga: Sikap Optimis Kumci Kehidupan Yang Lebih Baik, Selain Itu Juga Bisa Bikin Sehat. Kok Bisa???  Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang. Sumber: womanitely