Your browser does not support JavaScript!
 31 Jul 2020    11:00 WIB
Lebih Banyak Mana Protein Dalam Daging Atau Telur Ya ?
Protein berfungsi sebagai pembentukan sel tubuh, otot, jaringan dan organ tubuh. Bila kadar karbohidrat dalam tubuh rendah, maka protein juga berfungsi sebagai sumber energi yang berharga. Protein berasal dari berbagai makanan, seperti daging, telur, produk susu, biji-bijian, dan kacang-kacangan. 2 makanan sumber protein yang sering dikonsumsi banyak orang adalah daging dan telur.   Nah yang menjadi pertanyaan sebenarnya lebih banyak mana kandungan protein dalam telur atau dalam daging? Berikut Penjelasannya: Telur vs Daging Telur ukuran besar mengandung lebih dari 6 gram protein. Daging cenderung mengandung lebih banyak protein per porsi dibanding telur. Namun, berbagai jenis daging mengandung jumlah protein yang sedikit berbeda. Misalnya, porsi 3-ons daging sapi tanpa lemak mengandung lebih dari 18 gram protein, sementara porsi 3 ons kalkun mengandung protein lebih dari 19 gram, sementara porsi dada ayam mengandung 18 gram protein. Perbandingan yang Lebih Baik Ukuran porsi daging dan telur bervariasi dan cukup signifikan, jadi sulit untuk membandingkan keduanya hanya berdasarkan kandungan protein. Tapi jika Anda mengintip protein dari sudut pandang gram, Anda mendapatkan perbandingan yang jauh lebih akurat. Telur mengandung sekitar 0,13 gram protein per gram telur. Daging sapi rumahan, dada ayam mengandung sekitar 0,21 gram protein per gram daging, sementara kalkun mengandung 0,22 gram protein per gram daging. Dengan membandingkan rasio gram ke gram, mudah untuk melihat bahwa daging mengandung lebih banyak protein daripada telur. Kuning Telur vs Putih Telur Ingatlah bahwa jumlah protein 6 gram berlaku untuk keseluruhan satu buah telur. Jika Anda hanya makan putih telur atau kuning telur, Anda akan mendapatkan lebih sedikit protein per porsi. Dalam telur ukuran besar, putih telur mengandung sekitar 3,6 gram protein, sedangkan kuning telur mengandung sekitar 2,7 gram. Tentu saja, Anda mungkin akan menyiapkan makanan Anda dengan lebih dari satu telur jika Anda hanya menggunakan putih telur. Menggunakan hanya dua putih telur akan memberi Anda sedikit protein daripada menggunakan satu butir telur utuh. Pertimbangan Lain Telur tidak hanya mengandung sedikit protein, tapi juga secara signifikan lebih banyak mengandung kolesterol. Telur ukuran besar mengandung sekitar 3,6 gram lemak dan 140 mg kolesterol. Sajian daging kalkun, ayam, atau daging sapi 3 ons mengandung sekitar 1,5-5 gram lemak dan 50-60 mg kolesterol. Saat kolesterol menumpuk di dalam tubuh, ia membentuk plak di sepanjang dinding pembuluh darah dan menghalangi aliran darah yang normal. Konsumsi  kolesterol tinggi bisa membuat Anda berisiko terkena penyakit kardiovaskular, serangan jantung dan stroke.   Baca juga: Amankah Konsumsi Telur Setiap Hari?   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang   Sumber: healthyeating.sfgate
 17 May 2020    11:00 WIB
Bagaimana Cara Meningkatkan Sel Darah Putih?
Sel darah putih atau yang dikenal sebagai leukosit berperan sebagai pertahanan alami tubuh terhadap infeksi. Sel darah putih berfungsi menggerogoti bakteri asing dan organisme lain yang menyerang tubuh. Apabila jumlah sel darah putih rendah dalam tubuh seseorang akan rentan terhadap penyakit. Berikut adalah cara mudah untuk meningkatkan sel darah putih: Konsumsi protein yang cukup Makan-makanan sehat yang seimbang dapat menutrisi sumsum tulang dimana sel-sel darah putih yang diproduksi. Konsumsi protein seperti daging, ikan, unggas, telur dan susu. Konsumsi lemak baik  Hindari lemak jenuh, konsumsi lemak jenuh secara berlebihan akan meningkatkan risiko penyakit jantung. Contoh lemak baik seperti minyak jagung, kedelai, wijen. Konsumsi karbohidrat kompleks Konsumsi karbohidrat kompleks untuk membantu tubuh memproduksi sel darah putih seperti pisang, beras merah, oat, kentang, jagung, ubi jalar, kacang polong, labu, apel, brokoli, kol, wortel, timun, strawberry, tomat. Stop konsumsi alkohol Metabolisme alkohol dalam tubuh akan menghasilkan bahan yang dapat menghancurkan sel-sel darah putih.  Berhenti merokok Rokok mengandung bahan kimia karsinogenik dan tar yang akan menghasilkan peningkatan infeksi dan penurunan sel darah putih Tidur yang cukup Dengan tidur yang cukup akan membantu tubuh dalam proses regenerasi dan pembentukan sel darah putih Olahraga teratur Olahraga teratur membantu fungsi sel-sel darah putih dan merangsang produksi sel-sel ini dari sumsum tulang. Baca juga: Kondisi Apa Sel Darah Putih Meningkat Dan Menurun? Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang Sumber: wikihow
 14 May 2020    16:00 WIB
Tanda-Tanda Tubuh Kelebihan Konsumsi Protein
Protein merupakan nutrisi penting yang dibutuhkan oleh tubuh, namun konsumsi protein terlalu berlebihan juga tidak baik untuk kesehatan Berikut adalah tanda-tanda Anda berlebihan dalam mengkonsumsi protein: Berat Badan Apabila Anda terlalu banyak konsumsi protein dibandingkan kebutuhan protein yang Anda butuhkan maka Anda akan mengalami kenaikan berat badan yang tidak diinginkan dari waktu ke waktu. Kekurangan gizi Apabila Anda terlalu fokus pada salah satu jenis nutrisi yaitu hanya protein berarti Anda kurang mendapatkan nutrisi yang lain. Konsumsi protein terlalu banyak dalam jangka waktu panjang maka akan meningkatkan risiko kekurangan gizi. Apabila Anda makan makanan kaya protein yang berasal dari produk hewani, Anda akan kehilangan serat makanan dari protein nabati, dan Anda akan mengalami gejala seperti masalah pencernaan, sembelit. Gangguan kesehatan Menurut sebuah artikel yang diterbitkan pada tahun 2006 dalam "International Journal of Sports Nutrition & Exercise Metabolism," dimana seseorang melakukan diet tinggi hanya mengkonsumsi lebih dari 200 gram protein setiap hari. Hal ini akan meningkatkan risiko kondisi tertentu. Gejala yang terjadi termasuk hiperaminoacidemia yaitu suatu keadaan kelebihan asam amino, hiperamonemia yaitu suatu keadaan dimana terjadi kelebihan amonia, hiperinsulinemia yaitu suatu keadaan insulin yang berlebihan yang dapat menimbulkan rasa mual dan bahkan kematian dini. Sumber: livestrong
 07 Mar 2020    18:00 WIB
Dampak Dari Kekurangan Protein Bagi Kesehatan Anda
Protein merupakan salah satu nutrisi penting yang diperlukan tubuh untuk proses pertumbuhan, perkembangan, dan fungsi sel. Kekurangan protein, yaitu hanya mengkonsumsi sekitar 50-175 gram protein setiap harinya dapat membuat Anda mengalami kelemahan otot, kesulitan mengeluarkan air dari dalam tubuh (retensi cairan), gangguan kulit dan rambut. Selain itu, kekurangan protein juga dapat menghambat keinginan Anda untuk menurunkan berat badan. Akan tetapi, kekurangan protein juga dapat menyebabkan terjadinya penurunan berat badan yang tidak sehat seperti yang ditemukan pada keadaan busung lapar, di mana banyak jaringan tubuh yang hilang. Kekurangan protein juga dapat menyebabkan terjadinya pembengkakan (edema) tubuh, karena tubuh tidak dapat mengeluarkan kelebihan cairan. Hal ini tentu saja dapat menyebabkan terjadinya peningkatan berat badan. Selain akibat kekurangan protein, edema juga dapat terjadi akibat terlalu banyak mengkonsumsi garam, mengkonsumsi obat-obatan tertentu, sedang hamil, atau karena menderita gangguan kesehatan tertentu seperti gagal ginjal dan gangguan jantung. Mengkonsumsi diet tinggi karbohidrat tetapi rendah protein dapat membuat Anda merasa lebih lapar karena makanan tinggi protein dapat membantu mengendalikan kadar gula darah dan nafsu makan Anda. Kekurangan protein juga dapat terjadi bila Anda sedang berusaha melakukan penurunan berat badan dengan melakukan diet rendah kalori yang sangat ketat, yaitu hanya mengkonsumsi 800 kalori atau kurang setiap harinya.  Selain itu, kekurangan protein juga dapat membuat tidur nyenyak Anda di malam hari terganggu dan Anda dapat merasa sangat lelah.Sumber: healthyeating
 06 Mar 2020    18:00 WIB
Konsumsi Protein Dengan Baik Dapat Menaikkan Berat Badan?
Hampir semua orang ingin memiliki bentuk tubuh dan berat badan yang ideal. Ada yang ingin menurunkan berat badan namun ada juga yang ingin menaikkan berat badan. Apakah saat ini Anda sedang ingin menaikkan berat badan? Salah satu cara untuk Anda menaikkan berat badan yaitu konsumsi protein Mengapa Anda membutuhkan protein? Protein dapat membantu membentuk massa otot. Anda tidak inginkan menaikkan berat badan namun hanya berisi lemak. Maka yang harus Anda lakukan: 1.      Konsumsi makanan tinggi protein Makanan tersebut seperti: telur, daging merah, makanan laut, ikan, produk kedelai, kacang-kacangan dll merupakan sumber makanan yang sangat kaya protein. Untuk tambahan ekstra, dianjurkan untuk mengkonsumsi roti gandum dengan makanan tinggi protein seperti selai kacang. 2.      Hindari makan satu jenis makanan terlalu banyak Meski protein membantu membentuk otot Anda. Namun Anda harus menyeimbangkan diet Anda dengan asupan pendukung lain yang sehat seperti buah-buahan dan sayuran. 3.      Olahraga yang teratur Apabila Anda konsumsi protein berlebih Anda tentu harus membantunya dengan melakukan olahraga yang teratur. Usahakan lakukan latihan yang dapat membentuk otot seperti angkat beban.  4.      Tidak terlalu banyak Konsumsi protein terlalu berlebihan juga dapat menyebabkan kembung, sakit perut atau kram. Anda dapat mencoba kiat diatas. Untuk mendapatkan hasil yang sesuai dengan keinginan Anda lakukan dengan baik dan konsisten. Sumber: stylecraze
 28 Feb 2020    11:00 WIB
Apa yang Anda Makan Mempengaruhi Kesehatan Ginjal Anda
Ginjal terdiri dari berjuta-juta nefron, memiliki peranan penting bagi kesehatan anda. Ginjal memiliki suatu sistem penyaringan yang membuat berbagai nutrisi penting di dalam darah anda tidak dapat keluar dari dalam tubuh anda, tetapi berbagai zat beracun dapat melalui sistem penyaringan ini dan keluar melalui air kemih anda. Ginjal juga berfungsi untuk mencegah penumpukkan cairan yang berlebihan di dalam tubuh anda dan menghasilkan hormon, yaitu renin, yang dapat mengatur tekanan darah anda. Terdapat beberapa hal yang dapat mempengaruhi kesehatan ginjal anda. Faktor genetika merupakan salah satu faktor yang tidak dapat anda kendalikan yang dapat mempengaruhi kesehatan ginjal anda. Akan tetapi, apa yang anda makan merupakan salah satu faktor yang berperan bagi kesehatan ginjal anda, yang dapat anda kendalikan. Diet sehat dan seimbang dapat membantu ginjal anda berfungsi dengan baik, sebaliknya diet yang buruk dapat menyebabkan kerusakan ginjal. Di bawah ini terdapat beberapa hal dalam makanan anda yang dapat mempengaruhi fungsi ginjal anda.1.  Natrium (Garam)Awasi konsumsi garam anda untuk menjaga kesehatan ginjal anda. Natrium (garam) dapat membantu menjaga keseimbangan cairan tubuh untuk mencegah terjadinya tekanan darah rendah, akan tetapi terlalu banyak mengkonsumsi natrium dapat meningkatkan tekanan darah anda lebih banyak daripada yang dibutuhkan. Seiring dengan berlalunya waktu, tekanan darah anda yang tinggi akan membuat ginjal anda harus bekerja lebih keras, yang dapat meningkatkan resiko terjadinya gagal ginjal. Batasi konsumsi natrium anda, yaitu sebesar 2.3 gram setiap harinya atau sama dengan 5.8 gram garam setiap harinya.2.  Vitamin B6Mengkonsumsi vitamin B6 dapat membantu menjaga kesehatan dan fungsi ginjal anda.Menurut sebuah penelitian, rendahnya kadar vitamin B6 dapat meningkatkan resiko terbentuknya batu ginjal. Batu ginjal terjadi akibat terbentuknya kristal-kristal mineral di dalam ginjal anda, yang menyebabkan timbulnya rasa nyeri pinggang. Batu ginjal yang besar bahkan dapat menghambat fungsi normal ginjal atau menyumbat saluran kemih anda. Pemberian suplemen vitamin B6 dapat membantu mencegah terbentuknya batu ginjal pada orang yang rentan terhadapnya, walaupun diperlukan pengawasan ketat oleh dokter. Konsumsilah setidaknya 1.3 mg vitamin B6 setiap harinya untuk mencegah terjadinya defisiensi (kekurangan) vitamin B6.3.  ProteinDiet tinggi protein dapat berdampak negatif pada ginjal anda. Untuk menjaga kesehatan berbagai jaringan tubuh, anda memerlukan sejumlah protein, akan tetapi proses pencernaan protein menghasilkan amonia. Amonia merupakan suatu zat racun yang harus diubah oleh ginjal menjadi zat lain yang tidak terlalu berbahaya. Mengkonsumsi banyak protein membuat ginjal anda harus bekerja lebih keras untuk memproses zat hasil metabolisme protein yang berbahaya tersebut. Bila terus berlangsung, hal ini dapat menyebabkan penurunan fungsi ginjal, terutama bila ginjal anda memang telah mengalami gangguan.Pastikan anda mengkonsumsi berbagai jenis makanan sumber vitamin B6 dan batasi konsumsi garam anda untuk membantu menjaga kesehatan dan fungsi ginjal. Hindari berbagai jenis makanan siap saji, junk food, dan makanan olahan; karena semuanya mungkin mengandung banyak garam. Batasi juga konsumsi berbagai jenis makanan yang mengandung banyak garam seperti ham, jus tomat, dan acar. Konsumsilah berbagai jenis daging, ikan, gandum, alpukat, kentang, kacang, pisang, dan semangka yang merupakan sumber vitamin B6.Sumber: healthyeating.sfgate
 19 Dec 2019    08:00 WIB
Para Vegan Ini Yang Anda Butuhkan Agar Selalu Prima
Ada banyak manfaat yang bisa didapatkan apabila Anda menjadi seorang vegetarian. Apabila Anda berpikir menjadi vegetarian akan ada banyak zat penting yang hilang dalam menu Anda. Hal ini tidak sepenuhnya benar, karena Anda seorang vegetarian juga bisa mendapatkan nutrisi yang tepat dan seimbang bagi tubuh asalkan berbekal pemahaman dan perencanaan pola makan yang baik agar Anda selalu tampil prima. Untuk seorang vegetarian, apabila tidak memperhatikan pola makan dengan baik maka dapat terjadi kekurangan beberapa asupan nutrisi yang penting untuk fungsi normal tubuh. Oleh karena itu perlunya seorang vegetarian memperhatikan pola makanan yang dimakan setiap harinya untuk mendapatkan nutrisi yang seimbang seperti dibawah ini: 1.      Protein Tubuh membutuhan protein untuk tulang, kulit, otot dan organ tubuh lain untuk tetap sehat. Untuk vegetarian, sumber protein dapat diperoleh dari produk kedelai dan biji-bijian, kacang-kacangan, dan gandum. Sangat penting untuk mengonsumsi beragam jenis sumber protein untuk memenuhi kebutuhan tubuh tiap hari. Seorang vegetarian paling sering mengkonsumsi kedelai sebagai sumber protein. Kedelai merupakan protein berkualitas tinggi dan diperkaya isoflavin yang mampu mencegah penyakit seperti, kanker payudara, usus besar, kanker prostat, paru – paru, kanker rahim. 2.      Kalsium Tubuh membutuhkan kalsium untuk membangun tulang dan gigi sehat. Untuk vegetarian, sumber kalsium dapat diperoleh dari produk  kedelai seperti tahu dan tempe, beras, atau gandum yang telah difortifikasi atau diberikan zat-zat tambahan, tahu, biji wijen, kacang-kacangan, roti dengan tambahan kalsium, dan buah-buahan kering seperti kismis. 3.      Vitamin D Untuk membantu menyerap kalsium, tubuh membutuhkan Vitamin D. Bagi seorang vegetarian, selain mendapatkannya dari sinar matahari, zat ini dapat diperoleh dari sereal dan minuman kedelai yang sudah dilengkapi vitamin D. Selain itu, konsumsi suplemen vitamin D bisa menjadi pilihan lain. Pastikan produk yang Anda beli tidak mengandung produk-produk hewani dengan selalu membaca label produk sebelum Anda membelinya. 4.      Iodin Bermanfaat sebagai salah satu komponen hormon tiroid yang membantu mengatur metabolisme, pertumbuhan, dan fungsi organ-organ tubuh utama. Untuk vegetarian, sumber iodin dapat diperoleh dari kacang kedelai, kentang manis, dan jenis sayuran kubis seperti brokoli, bok choy, dan kembang kol. Selain itu, Anda bisa menambahkan sekitar seperempat sendok garam yang mengandung iodin juga dapat membantu memenuhi kebutuhan tersebut. 5.      Vitamin B12 Tubuh membutuhkan vitamin B12 untuk menjaga sistem saraf dan darah tetap sehat. Sayangnya, zat gizi ini ditemukan secara alami dari produk-produk hewani. Untuk seorang vegetarian, produk-produk yang dapat menjadi sumber vitamin B12 sangat terbatas. Beberapa produk seperti sereal atau minuman kedelai yang sudah difortifikasi dengan vitamin B12 dapat menjadi pilihan. Namun ada baiknya mempertimbangkan suplemen tambahan untuk memenuhi kebutuhan tubuh. 6.      Zat Besi Produksi sel darah merah di dalam tubuh akan membutuhkan zat besi. Untuk vegetarian, sumber zat besi dapat diperoleh dari biji-bijian, tepung dan roti yang terbuat dari gandum, sereal yang diperkaya dengan zat besi, serta sayuran berwarna hijau seperti brokoli, bayam, kacang-kacangan, serta buah yang dikeringkan. 7.      Seng (Zinc) Enzim ini sangat penting dan berfungsi di dalam proses pembelahan sel dan pembentukan protein. Seng yang berasal dari nabati lebih sulit diserap dibandingkan dengan seng yang berasal dari hewani. Apabila Anda masih mengonsumsi produk olahan susu, maka keju dapat menjadi sumber zat seng. Selain itu dapat diperoleh dari gandum, produk kedelai, biji-bijian, dan kacang-kacangan. 8.      Asam Lemak Omega-3 Asam lemak omega-3 pentinguntuk menjaga kesehatan jantung. Ikan salmon dan telur yang biasanya mengandung banyak asam lemak omega-3. Namun untuk seorang vegetarian yang tidak konsumsi daging maka bisa mendapatkan Asam lemak omega-3 dari minyak kanola, minyak kedelai, dan kacang kedelai. Jika asupan dirasa belum mencukupi, Anda dapat mengonsumsi produk yang telah difortifikasi atau suplemen tambahan. Perhatikan terus asupan yang Anda konsumsi untuk memenuhi kebutuhan nutrisi Anda. Anda bisa melakukan konsultasi dengan dokter spesialis gizi untuk mendapatkan saran mengenai pola makan yang baik. Baca juga: Sumber Omega 3 Untuk Vegetarian Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang Sumber: bbcgoodfood