Your browser does not support JavaScript!
 10 Jan 2019    18:00 WIB
Lebih Banyak Mana Protein Dalam Daging Atau Telur Ya ?
Protein berfungsi sebagai pembentukan sel tubuh, otot, jaringan dan organ tubuh. Bila kadar karbohidrat dalam tubuh rendah, maka protein juga berfungsi sebagai sumber energi yang berharga. Protein berasal dari berbagai makanan, seperti daging, telur, produk susu, biji-bijian, dan kacang-kacangan. 2 makanan sumber protein yang sering dikonsumsi banyak orang adalah daging dan telur.   Nah yang menjadi pertanyaan sebenarnya lebih banyak mana kandungan protein dalam telur atau dalam daging? Berikut Penjelasannya: Telur vs Daging Telur ukuran besar mengandung lebih dari 6 gram protein. Daging cenderung mengandung lebih banyak protein per porsi dibanding telur. Namun, berbagai jenis daging mengandung jumlah protein yang sedikit berbeda. Misalnya, porsi 3-ons daging sapi tanpa lemak mengandung lebih dari 18 gram protein, sementara porsi 3 ons kalkun mengandung protein lebih dari 19 gram, sementara porsi dada ayam mengandung 18 gram protein. Perbandingan yang Lebih Baik Ukuran porsi daging dan telur bervariasi dan cukup signifikan, jadi sulit untuk membandingkan keduanya hanya berdasarkan kandungan protein. Tapi jika Anda mengintip protein dari sudut pandang gram, Anda mendapatkan perbandingan yang jauh lebih akurat. Telur mengandung sekitar 0,13 gram protein per gram telur. Daging sapi rumahan, dada ayam mengandung sekitar 0,21 gram protein per gram daging, sementara kalkun mengandung 0,22 gram protein per gram daging. Dengan membandingkan rasio gram ke gram, mudah untuk melihat bahwa daging mengandung lebih banyak protein daripada telur. Kuning Telur vs Putih Telur Ingatlah bahwa jumlah protein 6 gram berlaku untuk keseluruhan satu buah telur. Jika Anda hanya makan putih telur atau kuning telur, Anda akan mendapatkan lebih sedikit protein per porsi. Dalam telur ukuran besar, putih telur mengandung sekitar 3,6 gram protein, sedangkan kuning telur mengandung sekitar 2,7 gram. Tentu saja, Anda mungkin akan menyiapkan makanan Anda dengan lebih dari satu telur jika Anda hanya menggunakan putih telur. Menggunakan hanya dua putih telur akan memberi Anda sedikit protein daripada menggunakan satu butir telur utuh. Pertimbangan Lain Telur tidak hanya mengandung sedikit protein, tapi juga secara signifikan lebih banyak mengandung kolesterol. Telur ukuran besar mengandung sekitar 3,6 gram lemak dan 140 mg kolesterol. Sajian daging kalkun, ayam, atau daging sapi 3 ons mengandung sekitar 1,5-5 gram lemak dan 50-60 mg kolesterol. Saat kolesterol menumpuk di dalam tubuh, ia membentuk plak di sepanjang dinding pembuluh darah dan menghalangi aliran darah yang normal. Konsumsi  kolesterol tinggi bisa membuat Anda berisiko terkena penyakit kardiovaskular, serangan jantung dan stroke.   Baca juga: Amankah Konsumsi Telur Setiap Hari?   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang   Sumber: healthyeating.sfgate
 23 Dec 2018    16:00 WIB
Serangga Tinggi Protein, Benarkah ?
Halo Sobat Sehat! Kalau kalian pernah berkunjung ke negara lain seperti, Bangkok-Thailand, Vietnam atau Afrika. Kita akan menemukan beberapa daerah yang menjual makanan (camilan) yang berasal dari serangga. Seperti belalang, ulat, kalajengking ataupun laba-laba, dan masih banyak lagi. Bagi kita yang tidak pernah mencobanya, pasti terlihat menjijikkan, tapi banyak orang bilang bahwa rasanya tidak seburuk penampilannya, selain itu, tahukah kalian bahwa serangga kaya akan protein, dan tidak sedikit orang yang menyukainya untuk dijadikan camilan sehari-hari. Masa sih? Untuk jelasnya kita cari tahu yuk. Laporan PBB tahun 2013 mengatakan serangga dapat memberi makan penduduk dunia yang terus bertambah, dengan efek yang lebih sedikit terhadap lingkungan daripada makanan lain. Semakin banyak, restoran menampilkan dan menyediakan serangga sebagai camilan atau menu utama mereka, kadang-kadang sebagai barang gourmet, acara sosial dan pendidikan yang berpusat pada serangga. Bahkan para peneliti di bidang antropologi dan bidang lainnya menyelenggarakan konferensi penelitian. "Jangkrik adalah salah satu serangga kecil yang banyak dimakan warga Negara Amerika, serangga kecil ini sekarang dikelola menjadi lebih baik dalam bisnis di Perkebunan Cricket Armstrong di West Monroe, LA, kata pemilik Jack Armstrong". Produk seperti keripik tortilla bubuk kriket (jangkrik) dan camilan jangkrik dalam bentuk batangan juga sangat menjual, lebih terlihat normal (tidak menjijikkan), dan lebih mudah dikonsumsi, khususnya bagi orang-orang yang belum pernah mencobanya. Para peneliti juga menemukan bahwa serangga bergizi dan mudah dicerna, dan jarang menyebabkan terjadinya alergi. Pada 2013, serangga menjadi solusi untuk kekurangan makanan. Organisasi Pangan dan Pertanian Perserikatan Bangsa-Bangsa mengeluarkan laporan panjang, "serangga yang bisa dimakan: Prospek ke depan untuk keamanan pangan dan pakan." Dalam kata pengantar, penulis mengatakan: "Sudah diterima secara luas bahwa pada tahun 2050 dunia akan menjadi tuan rumah 9 miliar orang." Pada tahun 2018, totalnya adalah 7,6 miliar. "Untuk mengakomodasi jumlah ini, produksi pangan saat ini akan dibutuhkan lebih banyak, hampir dua kali lipat." Laporan ini menjelaskan bagaimana serangga yang dapat dimakan dapat menjadi solusinya. Ada laporan bahwa, serangga merupakan bagian dari diet tradisional, setidaknya sebanyak 2 miliar orang di seluruh dunia. Dan daftar sasaran menu diet itu termasuk kumbang, ulat, lebah, tawon, semut, belalang, jangkrik, dan lainnya. "Jangkrik mendapatkan perhatian," kata Gina Louise Hunter, PhD, seorang profesor antropologi di Illinois State University di Normal, yang menulis buku untuk konsumen tentang serangga yang dapat dimakan. Katanya "ada sekitar 2.000 spesies serangga di seluruh dunia yang dapat dimakan". Bahkan beberapa serangga seperti jangkrik dan mealworm (larva), dibesarkan di penangkaran, "mayoritas di seluruh dunia serangga ini dipanen secara liar." Sekarang dari segi kesehatannya, kita bisa lihat bahwa "Serangga menyediakan sumber protein berkualitas tinggi," kata Hunter. Serangga juga merupakan protein lengkap, yang dapat menyediakan sembilan asam amino esensial. Jumlah protein bervariasi berdasarkan produk. Menurut pembuat chip Chirps, dengan bubuk kriket, 1-ons porsi (umumnya sekitar 10 atau 15 chip) memiliki 4 gram protein. 2-ons Exo Cricket (jangkrik) dalam camilan batangan dengan rasa kayu manis apel memiliki 10 gram protein, kata perusahaan. Dalam studi lain, para peneliti dari University of Wisconsin di Madison menemukan bahwa protein pada jangkrik dapat meningkatkan bakteri alami usus (microbiome) dan meredakan peradangan. Mereka memberi makan 20 sukarelawan cricket protein (dimasukkan ke dalam muffin atau shake) untuk sarapan selama 2 minggu. Lalu para peneliti mengambil sampel tinja dan darah pada awal dan pada akhir penelitian. Bubuk kriket (jangkrik) ternyata meningkatkan pertumbuhan bakteri usus yang baik dan mengurangi indikator peradangan. Selain daging, serangga juga memiliki nutrisi yang luar biasa berbeda," kata Charlotte Payne, research associate dari University of Oxford, sekaligus penulis studi yang terbit di European Journal of Clinical Nutrition. Mari kita lihat perbandingannya:  1. Larva lebah vs Daging sapi Satu bola sarang lebah memiliki sekitar 850 persen protein yang jumlahnya sama besar dengan satu garpu daging sapi. 2. Mealworm (larva kumbang) vs Daging ayam Satu ons larva kumbang memang tak memiliki banyak kalori, tapi setiap 3,5 ons mealworm ini memiliki sekitar 247 kalori. Sementara 3,5 ons daging ayam hanya memiliki 152 kalori. 3. Ulat sutera vs Daging sapi Mengejutkan, rupanya satu ulat sutera memiliki lemak jenuh yang sama dengan satu potong daging. 4. Jangkrik vs Daging ayam Serangga yang satu ini sangat renyah, memiliki kandungan sodium yang tinggi dan baik dibandingkan daging ayam. Nah, sahabat, jangan anggap remeh serangga kecil yang terlihat menjijikkan yah, karena ternyata di dalam serangga-serangga kecil ini, terdapat suplain protein yang amat tinggi. Jadi, selamat mencoba. Sumber : www.webmd.com, www.liputan6.com
 07 Aug 2018    16:00 WIB
Bagaimana Cara Meningkatkan Sel Darah Putih?
Sel darah putih atau yang dikenal sebagai leukosit berperan sebagai pertahanan alami tubuh terhadap infeksi. Sel darah putih berfungsi menggerogoti bakteri asing dan organisme lain yang menyerang tubuh. Apabila jumlah sel darah putih rendah dalam tubuh seseorang akan rentan terhadap penyakit. Berikut adalah cara mudah untuk meningkatkan sel darah putih: Konsumsi protein yang cukup Makan-makanan sehat yang seimbang dapat menutrisi sumsum tulang dimana sel-sel darah putih yang diproduksi. Konsumsi protein seperti daging, ikan, unggas, telur dan susu. Konsumsi lemak baik  Hindari lemak jenuh, konsumsi lemak jenuh secara berlebihan akan meningkatkan risiko penyakit jantung. Contoh lemak baik seperti minyak jagung, kedelai, wijen. Konsumsi karbohidrat kompleks Konsumsi karbohidrat kompleks untuk membantu tubuh memproduksi sel darah putih seperti pisang, beras merah, oat, kentang, jagung, ubi jalar, kacang polong, labu, apel, brokoli, kol, wortel, timun, strawberry, tomat. Stop konsumsi alkohol Metabolisme alkohol dalam tubuh akan menghasilkan bahan yang dapat menghancurkan sel-sel darah putih.  Berhenti merokok Rokok mengandung bahan kimia karsinogenik dan tar yang akan menghasilkan peningkatan infeksi dan penurunan sel darah putih Tidur yang cukup Dengan tidur yang cukup akan membantu tubuh dalam proses regenerasi dan pembentukan sel darah putih Olahraga teratur Olahraga teratur membantu fungsi sel-sel darah putih dan merangsang produksi sel-sel ini dari sumsum tulang. Baca juga: Kondisi Apa Sel Darah Putih Meningkat Dan Menurun? Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang Sumber: wikihow
 26 Jul 2018    08:00 WIB
Rasakan Khasiat Toge Untuk Kesehatan
Toge merupakan salah satu jenis makanan yang mengandung nutrisi tinggi, mudah didapatkan dan harganya tidak mahal. Toge adalah bentuk transisional dari biji ke tanaman. Toge merupakan jenis makanan yang kaya akan kandungan protein, serat dan vitamin B. berikut adalah beberapa manfaat dari toge untuk kesehatan. Toge kaya akan vitamin Kandungan vitamin dalam toge lebih tinggi 20 kali lipat dibandingkan tanaman lain. Vitamin yang terkandung dalam toge kebanyanyak vitamin A, B kompleks, C dan E. Merupakan sumber enzim Toge mengandung enzim 100 kali lebih banyak dibanding yang terdapat di buah-buahan dan sayiran mentah. Enzim merupakan bentuk khusus dari protein yang memiliki efek seperti katalisator dan membuat fungsi tubuh berjalan lancar. Merupakan sumber protein Toge juga merupakan sumber protein yang baik, terutama untuk para vegetarian yang tidak mengkonsumsi protein hewani. Toge mengandung 35% protein sehingga dapat memenuhi kebutuhan protein tubuh tanpa menambahkan lemak, kolesterol dan kalori seperti saat kita makan makanan sumber protein lainnya. Mudah dicerna Karena kandungan enzim didalamnya menjadikan toge mudah dicerna. Toge juga dapat membantu mengurangi masalah kembung dan masalah pencernaan lainnya. Membantu menurunkan berat badan Karena toge kaya akan nutrisi dan juga rendah kalori, toge mampu memenuhi kebutuhan nutrisi tubuh Anda. selain itu kandungan serat didalamnya juga dapat membuat perut Anda kenyang lebih lama. Semua manfaat ini dapat membantu Anda yang sedang menurunkan berat badan.   Sumber: healthmeup  
 20 Jun 2018    11:00 WIB
Berapa Banyak Protein Dalam Telur Rebus?
Sebutir telur rebus yang berukuran besar hanya mengandung 78 kalori, serta mengandung vitamin A dan vitamin B kompleks. Merebus telur tidak menambahkan jumlah lemak di dalamnya. Telur merupakan sumber protein yang baik. Akan tetapi, perlu diingat bahwa telur tidak mengandung karbohidrat dan mengandung banyak kolesterol. Protein berfungsi untuk membentuk struktur sel, membentuk dan memperbaiki jaringan, dan diperlukan untuk berbagai proses lainnya bagi kesehatan anda, seperti hormon, enzim, dan hemoglobin. Saat dicerna, protein akan dipecah menjadi asam amino, yang kemudian akan digunakan oleh tubuh untuk membentuk berbagai protein khusus yang diperlukan tubuh. Mengkonsumsi protein setiap harinya sangat penting karena tubuh anda tidak dapat menyimpan dan membentuk asam amino.Dosis Harian ProteinPria harus mengkonsumsi 56 gram protein setiap harinya dan wanita harus mengkonsumsi 46 gram protein setiap harinya. Atlet dan orang-orang yang harus melakukan berbagai olahraga berat membutuhkan lebih banyak protein. Jumlah protein yang harus dikonsumsi oleh atlet setiap harinya adalah 1.2-2 gram protein untuk setiap 1.1 kg berat badan, tergantung pada seberapa berat latihan yang dilakukan. Jumlah protein yang dibutuhkan setiap harinya dapat bervariasi, tergantung pada keadaan kesehatan anda.Protein di Dalam TelurTelur merupakan sumber protein yang baik dan mengandung semua jenis asam amino esensial yang dibutuhkan. Satu butir telur rebus mengandung 6.29 gram protein, sehingga dapat memenuhi 11% kebutuhan protein harian pria dan 14% kebutuhan protein harian wanita. Pada telur yang besar, sekitar 43% protein ditemukan pada kuning telur, tergantung pada ukuran kuning telur. Bila anda hanya mengkonsumsi putih telur, maka anda hanya memperoleh setengah dari total protein di dalam telur. Satu hal yang perlu diingat adalah telur juga tinggi kolesterol. Jika anda merupakan orang yang sehat, batasi konsumsi kolesterol harian anda hingga 300 mg atau kurang. Sebutir telur rebus yang besar mengandung 186 mg kolesterol. Jika anda memiliki gangguan jantung dan pembuluh darah atau memiliki kadar kolesterol yang tinggi, maka batasi konsumsi kolesterol harian anda hingga 200 mg. Konsumsi lemak total anda setiap harinya seharusnya tidak lebih dari 25-35% total kalori harian anda, di mana lemak jenuh tidak lebih dari 7%. Sebutir telur rebus mengandung 5.3 gram lemak dan 1.63 gram lemak jenuh, yang berarti 47.7 kalori yang berasal dari lemak dan 14.7 kalori yang berasal dari lemak jenuh.Sumber: healthyeating.sfgate
 02 Jun 2018    08:00 WIB
Apakah Benar Sering Olahraga Bikin Sehat? Berikut Kiat Agar Anda Tetap Bugar
Untuk Anda yang sering melakukan olahraga. Anda perlu memperhatikan beberapa hal karena bisa saja olahraga tersebut akan membuat Anda kehabisan tenaga dan tidak mendapatkan hasil yang maksimal.   Berikut kiat agar Anda tetap bugar: 1.      Hindari berolahraga dengan perut kosong Tentukan waktu yang paling cocok untuk Anda makan sebelum berolahraga dan jumlah yang tepat saat makan. 2.      Minum yang cukup Minum cairan yang cukup selama dan setelah latihan untuk menyeimbangkan kehilangan cairan. Usahakan agar Anda terhidrasi dengan baik sebelum latihan. 3.      Makan makanan yang bervariasi Mulai dari sereal, sayuran, buah-buahan, kacang-kacangan, susu, ikan dan daging tanpa lemak dapat memastikan semua vitamin dan mineral yang penting bagi tubuh dan memenuhi kebutuhan energi Anda. 4.      Hati-hati dengan asupan protein Terlalu banyak protein dalam diet dapat meningkatkan lemak tubuh dan dapat meningkatkan kemungkinan dehidrasi serta hilangnya kalsium. 5.      Asupan lemak harus cukup Berikan tubuh Anda asam lemak esensial dan vitamin yang larut dalam lemak untuk memberikan kontribusi energi dalam pemeliharaan berat badan. 6.      Jus buah atau secangkir yogurt Minum segelas jus buah atau secangkir yogurt satu jam atau lebih sebelum Anda memulai olahraga. 7.      Camilan bar protein Apabila Anda akan olahraga lebih dari satu setengah jam, sebaiknya Anda mengkonsumsi karbohidrat atau bar protein setelah 2 jam. 8.      Tidak minum madu Makan gula atau minum madu sebelum mulai olahraga tidak akan membantu melainkan dapat menyebabkan dehidrasi. Dibutuhkan sekitar 30 menit untuk gula memasuki aliran darah. 9.      Jangan melakukan diet yang tidak tepat Bereksperimen melakukan diet untuk menurunkan berat badan dapat menyebabkan gangguan makan dan dapat menyebabkan gangguan kinerja seseorang. Sebaiknya Anda melakukan konsultasi dengan ahli gizi. 10.  Tidak minum protein Apabila setelah Anda berolahraga mengkonsumsi protein dan suplemen asam amino dalam bentuk bubuk atau pil tidak dianjurkan karena dapat menyebabkan dehidrasi, peningkatan berat badan dan gangguan pada ginjal dan hati.   Kombinasi dengan antara makanan yang baik dengan olahraga yang baik akan memberikan hasil yang maksimal, membuat Anda tetap aktif dan bugar dalam menghadapi kesibukan Anda sehari-hari.     Sumber: medindia
 15 Apr 2018    11:00 WIB
Konsumsi Protein Hewani Berlebihan Tingkatkan Resiko Diabetes, Benarkah?
Secara umum, orang dewasa biasanya mengkonsumsi sekitar 90 gram protein setiap harinya dan orang yang mengkonsumsi lebih banyak protein biasanya memiliki indeks massa tubuh yang lebih besar. Berdasarkan sebuah penelitian di Eropa ditemukan bahwa orang yang mengkonsumsi banyak protein, terutama protein hewani memiliki resiko yang lebih tinggi untuk mengalami diabetes tipe 2.   Akan tetapi, penelitian ini tidak membandingkan berapa banyak jumlah protein yang dikonsumsi para peserta penelitian. Peneliti hanya membandingkan diet atau makanan yang dikonsumsi oleh peserta yang mengalami diabetes dan peserta yang tidak mengalami diabetes di kemudian hari.   Penelitian ini melakukan pengamatan pada peserta (orang dewasa di Eropa) selama 12 tahun. Beberapa hal yang diamati oleh para peneliti adalah diet (menu makan peserta), aktivitas fisik, tinggi badan, berat badan, dan lingkar pinggang. Para peneliti kemudian melihat siapa di antara peserta yang mengalami diabetes.   Sebuah penelitian lainnya pun telah menemukan bahwa semakin banyak protein yang anda konsumsi, terutama protein hewani berhubungan dengan peningkatan resiko terjadinya diabetes pada masa yang akan datang.   Penelitian lainnya di Belanda menemukan bahwa setiap penambahan protein sebanyak 10 gram setiap harinya dapat meningkatkan resiko terjadinya diabetes hingga 6% (setelah mempertimbangkan berbagai faktor resiko diabetes lainnya).   Penelitian ini membagi peserta penelitian menjadi 5 kelompok berdasarkan pada jumlah protein yang mereka konsumsi setiap harinya. Penelitian ini kemudian menemukan bahwa orang yang mengkonsumsi protein paling banyak (sekitar 111 gram) setiap harinya, memiliki resiko diabetes yang lebih tinggi, yaitu 17% lebih tinggi daripada orang yang mengkonsumsi protein paling sedikit (sekitar 72 gram) setiap harinya. Dan orang yang mengkonsumsi sekitar 78 gram protein hewani setiap harinya memiliki resiko diabetes yang lebih tinggi (22% lebih tinggi) daripada orang yang mengkonsumsi sekitar 36 gram protein setiap harinya.   Hasil penelitian ini tampaknya memiliki hubungan yang cukup kuat pada wanita yang mengalami obesitas. Hal lainnya yang juga meningkatkan resiko diabetes akibat mengkonsumsi protein hewani adalah berbagai nutrisi lain yang ikut terkonsumsi seperti lemak jenuh, kolesterol, dan natrium.   Walaupun demikian, protein nabati (berasal dari tumbuh-tumbuhan) ternyata tidak berhubungan dengan peningkatan resiko terjadinya diabetes. Sebuah penelitian lain mengenai hubungan antara protein nabati dan resiko diabetes justru menemukan bahwa berbagai jenis protein nabati (kacang-kacangan dan gandum) justru dapat menurunkan resiko terjadinya diabetes.   Oleh karena itu, akan lebih baik bila anda mengganti protein hewani anda dengan protein nabati untuk mencegah terjadinya diabetes. Hal ini bukan berarti anda tidak boleh mengkonsumsi daging sama sekali, anda tetap dapat mengkonsumsi daging sapi, ayam, ikan, maupun susu dan produk olahannya; tetapi dalam jumlah yang normal (tidak berlebihan), terutama bila anggota keluarga anda ada yang menderita diabetes.   Sebaiknya jangan mengkonsumsi daging sapi atau babi lebih dari 2 kali seminggu dan jangan mengkonsumsi daging ayam atau ikan lebih dari 4 kali seminggu. Batasi juga konsumsi susu, yogurt, keju, dan berbagai jenis daging olahan lainnya.   Sumber: foxnews
 07 Apr 2018    12:30 WIB
7 Jenis Makanan yang Membantu Anda Tambah Tinggi
Banyak orang mungkin tidak mau mengakui, tetapi kebanyakan dari mereka berharap memilliki tubuh lebih tinggi. Apakah Anda sudah mempunyai tinggi badan yang ideal atau Anda ingin memiliki tubuh yang lebih tinggi?   Berikut adalah 7 jenis makanan yang akan membantu Anda tumbuh lebih tinggi: Telur Telur merupakan sumber protein terbaik. Putih telur mengandung albumin yang merupakan bentuk protein yang dapat membantu perkembangan tubuh. Jadi jika Anda ingin tubuh lebih tinggi, masukkanlah telur ke dalam menu diet Anda. Oatmeal Oatmeal merupakan jenis makanan yang memiliki banyak manfaat untuk tubuh. Oatmeal sangat baik untuk massa otot Anda. Oatmeal juga merupakan sumber protein yang dapat membantu mengurangi lemak tubuh dan meningkatkan massa otot. Oatmeal dapat membantu meningkatkan tinggi badan jika Anda mengkonsumsinya setiap hari. Susu  Susu merupakan sumber kalsium yang baik. Kalsium sangat diperlukan untuk pembentukan tulang dan sel. Susu sangat baik untuk perkembangan tubuh secara keseluruhan. Kalsium didalam susu membantu penyerapan protein didalam tubuh, yang sangat baik untuk perkembangan massa otot Anda. Konsumsi susu secara reguler dapat meningkatkan tinggi tubuh Anda. Makanan yang mengandung vitamin C dan D Vitamin C juga sangat diperlukan jika Anda ingin tubuh lebih tinggi. Makanan yang mengandung vitamin C seperti lemon dan jeruk. Vitamin D juga dapat memaksimalkan penyerapan kalsium dan protein didalam tubuh. Makanan yang mengandung vitamin D misalnya ikan, produk susu dan sereal. Kacang-kacangan dan daging Apakah Anda tahu jika karbohidrat juga baik untuk peningkatan tinggi badan? Jadi Anda bisa menambahkan kacang-kacangan ke dalam menu diet Anda untuk meningkatkan massa otot Anda. Juga jangan lupa untuk mengkonsumsi daging minimal dua kali dalam seminggu. Daging merupakan jenis makanan yang mengandung protein yang dapat membantu meningkatkan berat badan. Ayam  Semua makanan yang mengandung protein sangat baik untuk otot dan tulang Anda. Anda bisa mempertimbangkan daging ayam karena daging ayam merupakan jenis makanan yang kaya akan protein. Pisang Pisang merupakan makanan yang mengandung kalsium. Kalsium didalam pisang membantu membentuk tulang yang kuat. Selain itu kalsium juga mengandung mineral penting lainnya yang dapat membantu membentuk otot didalam tubuh. Konsumsi makanan diatas secara teratur dapat membantu meningkatkan berat badan, tetapi tentu ada batasan. Yang paling penting adalah konsumsi makanan diatas dapat memberikan manfaat kesehatan yang maksimal selain menambah tinggi badan.     Sumber: magforwomen