Your browser does not support JavaScript!
 07 Mar 2020    18:00 WIB
Dampak Dari Kekurangan Protein Bagi Kesehatan Anda
Protein merupakan salah satu nutrisi penting yang diperlukan tubuh untuk proses pertumbuhan, perkembangan, dan fungsi sel. Kekurangan protein, yaitu hanya mengkonsumsi sekitar 50-175 gram protein setiap harinya dapat membuat Anda mengalami kelemahan otot, kesulitan mengeluarkan air dari dalam tubuh (retensi cairan), gangguan kulit dan rambut. Selain itu, kekurangan protein juga dapat menghambat keinginan Anda untuk menurunkan berat badan. Akan tetapi, kekurangan protein juga dapat menyebabkan terjadinya penurunan berat badan yang tidak sehat seperti yang ditemukan pada keadaan busung lapar, di mana banyak jaringan tubuh yang hilang. Kekurangan protein juga dapat menyebabkan terjadinya pembengkakan (edema) tubuh, karena tubuh tidak dapat mengeluarkan kelebihan cairan. Hal ini tentu saja dapat menyebabkan terjadinya peningkatan berat badan. Selain akibat kekurangan protein, edema juga dapat terjadi akibat terlalu banyak mengkonsumsi garam, mengkonsumsi obat-obatan tertentu, sedang hamil, atau karena menderita gangguan kesehatan tertentu seperti gagal ginjal dan gangguan jantung. Mengkonsumsi diet tinggi karbohidrat tetapi rendah protein dapat membuat Anda merasa lebih lapar karena makanan tinggi protein dapat membantu mengendalikan kadar gula darah dan nafsu makan Anda. Kekurangan protein juga dapat terjadi bila Anda sedang berusaha melakukan penurunan berat badan dengan melakukan diet rendah kalori yang sangat ketat, yaitu hanya mengkonsumsi 800 kalori atau kurang setiap harinya.  Selain itu, kekurangan protein juga dapat membuat tidur nyenyak Anda di malam hari terganggu dan Anda dapat merasa sangat lelah.Sumber: healthyeating
 06 Mar 2020    18:00 WIB
Konsumsi Protein Dengan Baik Dapat Menaikkan Berat Badan?
Hampir semua orang ingin memiliki bentuk tubuh dan berat badan yang ideal. Ada yang ingin menurunkan berat badan namun ada juga yang ingin menaikkan berat badan. Apakah saat ini Anda sedang ingin menaikkan berat badan? Salah satu cara untuk Anda menaikkan berat badan yaitu konsumsi protein Mengapa Anda membutuhkan protein? Protein dapat membantu membentuk massa otot. Anda tidak inginkan menaikkan berat badan namun hanya berisi lemak. Maka yang harus Anda lakukan: 1.      Konsumsi makanan tinggi protein Makanan tersebut seperti: telur, daging merah, makanan laut, ikan, produk kedelai, kacang-kacangan dll merupakan sumber makanan yang sangat kaya protein. Untuk tambahan ekstra, dianjurkan untuk mengkonsumsi roti gandum dengan makanan tinggi protein seperti selai kacang. 2.      Hindari makan satu jenis makanan terlalu banyak Meski protein membantu membentuk otot Anda. Namun Anda harus menyeimbangkan diet Anda dengan asupan pendukung lain yang sehat seperti buah-buahan dan sayuran. 3.      Olahraga yang teratur Apabila Anda konsumsi protein berlebih Anda tentu harus membantunya dengan melakukan olahraga yang teratur. Usahakan lakukan latihan yang dapat membentuk otot seperti angkat beban.  4.      Tidak terlalu banyak Konsumsi protein terlalu berlebihan juga dapat menyebabkan kembung, sakit perut atau kram. Anda dapat mencoba kiat diatas. Untuk mendapatkan hasil yang sesuai dengan keinginan Anda lakukan dengan baik dan konsisten. Sumber: stylecraze
 28 Feb 2020    11:00 WIB
Apa yang Anda Makan Mempengaruhi Kesehatan Ginjal Anda
Ginjal terdiri dari berjuta-juta nefron, memiliki peranan penting bagi kesehatan anda. Ginjal memiliki suatu sistem penyaringan yang membuat berbagai nutrisi penting di dalam darah anda tidak dapat keluar dari dalam tubuh anda, tetapi berbagai zat beracun dapat melalui sistem penyaringan ini dan keluar melalui air kemih anda. Ginjal juga berfungsi untuk mencegah penumpukkan cairan yang berlebihan di dalam tubuh anda dan menghasilkan hormon, yaitu renin, yang dapat mengatur tekanan darah anda. Terdapat beberapa hal yang dapat mempengaruhi kesehatan ginjal anda. Faktor genetika merupakan salah satu faktor yang tidak dapat anda kendalikan yang dapat mempengaruhi kesehatan ginjal anda. Akan tetapi, apa yang anda makan merupakan salah satu faktor yang berperan bagi kesehatan ginjal anda, yang dapat anda kendalikan. Diet sehat dan seimbang dapat membantu ginjal anda berfungsi dengan baik, sebaliknya diet yang buruk dapat menyebabkan kerusakan ginjal. Di bawah ini terdapat beberapa hal dalam makanan anda yang dapat mempengaruhi fungsi ginjal anda.1.  Natrium (Garam)Awasi konsumsi garam anda untuk menjaga kesehatan ginjal anda. Natrium (garam) dapat membantu menjaga keseimbangan cairan tubuh untuk mencegah terjadinya tekanan darah rendah, akan tetapi terlalu banyak mengkonsumsi natrium dapat meningkatkan tekanan darah anda lebih banyak daripada yang dibutuhkan. Seiring dengan berlalunya waktu, tekanan darah anda yang tinggi akan membuat ginjal anda harus bekerja lebih keras, yang dapat meningkatkan resiko terjadinya gagal ginjal. Batasi konsumsi natrium anda, yaitu sebesar 2.3 gram setiap harinya atau sama dengan 5.8 gram garam setiap harinya.2.  Vitamin B6Mengkonsumsi vitamin B6 dapat membantu menjaga kesehatan dan fungsi ginjal anda.Menurut sebuah penelitian, rendahnya kadar vitamin B6 dapat meningkatkan resiko terbentuknya batu ginjal. Batu ginjal terjadi akibat terbentuknya kristal-kristal mineral di dalam ginjal anda, yang menyebabkan timbulnya rasa nyeri pinggang. Batu ginjal yang besar bahkan dapat menghambat fungsi normal ginjal atau menyumbat saluran kemih anda. Pemberian suplemen vitamin B6 dapat membantu mencegah terbentuknya batu ginjal pada orang yang rentan terhadapnya, walaupun diperlukan pengawasan ketat oleh dokter. Konsumsilah setidaknya 1.3 mg vitamin B6 setiap harinya untuk mencegah terjadinya defisiensi (kekurangan) vitamin B6.3.  ProteinDiet tinggi protein dapat berdampak negatif pada ginjal anda. Untuk menjaga kesehatan berbagai jaringan tubuh, anda memerlukan sejumlah protein, akan tetapi proses pencernaan protein menghasilkan amonia. Amonia merupakan suatu zat racun yang harus diubah oleh ginjal menjadi zat lain yang tidak terlalu berbahaya. Mengkonsumsi banyak protein membuat ginjal anda harus bekerja lebih keras untuk memproses zat hasil metabolisme protein yang berbahaya tersebut. Bila terus berlangsung, hal ini dapat menyebabkan penurunan fungsi ginjal, terutama bila ginjal anda memang telah mengalami gangguan.Pastikan anda mengkonsumsi berbagai jenis makanan sumber vitamin B6 dan batasi konsumsi garam anda untuk membantu menjaga kesehatan dan fungsi ginjal. Hindari berbagai jenis makanan siap saji, junk food, dan makanan olahan; karena semuanya mungkin mengandung banyak garam. Batasi juga konsumsi berbagai jenis makanan yang mengandung banyak garam seperti ham, jus tomat, dan acar. Konsumsilah berbagai jenis daging, ikan, gandum, alpukat, kentang, kacang, pisang, dan semangka yang merupakan sumber vitamin B6.Sumber: healthyeating.sfgate
 19 Dec 2019    08:00 WIB
Para Vegan Ini Yang Anda Butuhkan Agar Selalu Prima
Ada banyak manfaat yang bisa didapatkan apabila Anda menjadi seorang vegetarian. Apabila Anda berpikir menjadi vegetarian akan ada banyak zat penting yang hilang dalam menu Anda. Hal ini tidak sepenuhnya benar, karena Anda seorang vegetarian juga bisa mendapatkan nutrisi yang tepat dan seimbang bagi tubuh asalkan berbekal pemahaman dan perencanaan pola makan yang baik agar Anda selalu tampil prima. Untuk seorang vegetarian, apabila tidak memperhatikan pola makan dengan baik maka dapat terjadi kekurangan beberapa asupan nutrisi yang penting untuk fungsi normal tubuh. Oleh karena itu perlunya seorang vegetarian memperhatikan pola makanan yang dimakan setiap harinya untuk mendapatkan nutrisi yang seimbang seperti dibawah ini: 1.      Protein Tubuh membutuhan protein untuk tulang, kulit, otot dan organ tubuh lain untuk tetap sehat. Untuk vegetarian, sumber protein dapat diperoleh dari produk kedelai dan biji-bijian, kacang-kacangan, dan gandum. Sangat penting untuk mengonsumsi beragam jenis sumber protein untuk memenuhi kebutuhan tubuh tiap hari. Seorang vegetarian paling sering mengkonsumsi kedelai sebagai sumber protein. Kedelai merupakan protein berkualitas tinggi dan diperkaya isoflavin yang mampu mencegah penyakit seperti, kanker payudara, usus besar, kanker prostat, paru – paru, kanker rahim. 2.      Kalsium Tubuh membutuhkan kalsium untuk membangun tulang dan gigi sehat. Untuk vegetarian, sumber kalsium dapat diperoleh dari produk  kedelai seperti tahu dan tempe, beras, atau gandum yang telah difortifikasi atau diberikan zat-zat tambahan, tahu, biji wijen, kacang-kacangan, roti dengan tambahan kalsium, dan buah-buahan kering seperti kismis. 3.      Vitamin D Untuk membantu menyerap kalsium, tubuh membutuhkan Vitamin D. Bagi seorang vegetarian, selain mendapatkannya dari sinar matahari, zat ini dapat diperoleh dari sereal dan minuman kedelai yang sudah dilengkapi vitamin D. Selain itu, konsumsi suplemen vitamin D bisa menjadi pilihan lain. Pastikan produk yang Anda beli tidak mengandung produk-produk hewani dengan selalu membaca label produk sebelum Anda membelinya. 4.      Iodin Bermanfaat sebagai salah satu komponen hormon tiroid yang membantu mengatur metabolisme, pertumbuhan, dan fungsi organ-organ tubuh utama. Untuk vegetarian, sumber iodin dapat diperoleh dari kacang kedelai, kentang manis, dan jenis sayuran kubis seperti brokoli, bok choy, dan kembang kol. Selain itu, Anda bisa menambahkan sekitar seperempat sendok garam yang mengandung iodin juga dapat membantu memenuhi kebutuhan tersebut. 5.      Vitamin B12 Tubuh membutuhkan vitamin B12 untuk menjaga sistem saraf dan darah tetap sehat. Sayangnya, zat gizi ini ditemukan secara alami dari produk-produk hewani. Untuk seorang vegetarian, produk-produk yang dapat menjadi sumber vitamin B12 sangat terbatas. Beberapa produk seperti sereal atau minuman kedelai yang sudah difortifikasi dengan vitamin B12 dapat menjadi pilihan. Namun ada baiknya mempertimbangkan suplemen tambahan untuk memenuhi kebutuhan tubuh. 6.      Zat Besi Produksi sel darah merah di dalam tubuh akan membutuhkan zat besi. Untuk vegetarian, sumber zat besi dapat diperoleh dari biji-bijian, tepung dan roti yang terbuat dari gandum, sereal yang diperkaya dengan zat besi, serta sayuran berwarna hijau seperti brokoli, bayam, kacang-kacangan, serta buah yang dikeringkan. 7.      Seng (Zinc) Enzim ini sangat penting dan berfungsi di dalam proses pembelahan sel dan pembentukan protein. Seng yang berasal dari nabati lebih sulit diserap dibandingkan dengan seng yang berasal dari hewani. Apabila Anda masih mengonsumsi produk olahan susu, maka keju dapat menjadi sumber zat seng. Selain itu dapat diperoleh dari gandum, produk kedelai, biji-bijian, dan kacang-kacangan. 8.      Asam Lemak Omega-3 Asam lemak omega-3 pentinguntuk menjaga kesehatan jantung. Ikan salmon dan telur yang biasanya mengandung banyak asam lemak omega-3. Namun untuk seorang vegetarian yang tidak konsumsi daging maka bisa mendapatkan Asam lemak omega-3 dari minyak kanola, minyak kedelai, dan kacang kedelai. Jika asupan dirasa belum mencukupi, Anda dapat mengonsumsi produk yang telah difortifikasi atau suplemen tambahan. Perhatikan terus asupan yang Anda konsumsi untuk memenuhi kebutuhan nutrisi Anda. Anda bisa melakukan konsultasi dengan dokter spesialis gizi untuk mendapatkan saran mengenai pola makan yang baik. Baca juga: Sumber Omega 3 Untuk Vegetarian Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang Sumber: bbcgoodfood
 01 Dec 2019    16:00 WIB
5 Fakta Menarik Tentang Protein
Protein tersusun dari berbagai asam amino yang turut berperan dalam perkembangan dan pembentukan otot, jaringan ikat, neurotransmiter, sel-sel darah, dan hormon. 1.  Konsumsilah Protein di Setiap Waktu MakanBanyak orang menganggap bahwa mereka hanya perlu mengkonsumsi protein dalam satu waktu makan (pagi, siang, atau malam). Akan tetapi, pada kenyataannya anda perlu mengkonsumsi protein secara merata di sepanjang hari anda. Anda hanya mempunyai sedikit cadangan protein di dalam tubuh anda, berbeda dengan karbohidrat dan lemak. 2.  Protein Nabati Juga BermanfaatBanyak orang berpikir bahwa protein nabati tidaklah sebaik protein hewani dan tidak dapat mencukupi kebutuhan protein harian anda. Akan tetapi, protein nabati pun sebenarnya mengandung semua jenis asam amino yang diperlukan oleh tubuh anda. Beberapa jenis sumber protein nabati adalah kacang hitam, kacang-kacangan, oat, kacang almond, kacang walnut, dan biji-bijian. 3.  Protein Juga Dapat Menyebabkan Peningkatan Berat Badan, Walaupun Lebih SulitBanyak orang mengira bahwa mereka tidak dapat mengkonsumsi terlalu banyak protein, karena seperti halnya karbohidrat, hal ini dapat menyebabkan terjadinya peningkatan berat badan. Akan tetapi, proses pencernaan protein di dalam tubuh tidaklah semudah karbohidrat dan lemak. Bila anda memiliki pola hidup yang cukup aktif, maka anda tidak perlu mengkhawatirkan hal ini.4.  Konsumsilah Protein Setelah BerolahragaBanyak orang berpikir bahwa mereka harus segera mengkonsumsi makanan yang mengandung protein segera setelah berolahraga untuk mencegah tubuh menggunakan cadangan protein di dalam otot. Akan tetapi, sebuah penelitian menemukan bahwa anda masih memiliki waktu sekitar 2 jam untuk mencegah pengambilan protein ini.5.  Mencukupi Kebutuhan Protein Tidaklah SulitMemenuhi kebutuhan protein harian anda tidak sesulit bayangan anda. Terdapat banyak makanan yang mengandung protein yang dapat anda konsumsi, baik protein nabati maupun hewani. Sumber: details
 20 Nov 2019    11:00 WIB
5 Tanda Anda Mungkin Mengalami Kekurangan Protein
Ingin Mengkonsumsi Makanan Manis Salah satu tanda awal Anda mungkin kekurangan protein adalah Anda mulai merasa sangat ingin mengkonsumsi makanan manis dan membuat Anda merasa tidak pernah merasa kenyang. Anda mungkin mengira bahwa saat Anda kekurangan protein, Anda akan merasa ingin mengkonsumsi steak dan telur, akan tetapi salah satu fungsi utama protein di dalam tubuh adalah untuk menjaga kestabilan kadar gula darah, yang berarti saat Anda kekurangan protein, maka kadar gula darah Anda pun akan terganggu, yang akan membuat Anda merasa ingin mengkonsumsi permen.   Tidak Dapat Berpikir Dengan Jernih Memiliki kadar gula darah yang stabil merupakan hal yang penting untuk menjaga Anda dapat tetap fokus. Jadi saat tubuh Anda kekurangan protein, Anda pun dapat merasa kesulitan untuk mempelajari sesuatu.   Rambut Rontok Protein merupakan salah satu zat penyusun berbagai sel-sel di dalam tubuh Anda, termasuk folikel rambut. Oleh karena itu, bila Anda mengalami kekurangan protein, maka rambut Anda pun akan menjadi lebih mudah rontok.   Badan Terasa Lemas Otot juga merupakan salah satu bahan utama yang membentuk otot, jadi jika Anda tidak memiliki kadar protein yang cukup di dalam tubuh, maka otot-otot tubuh Anda pun akan mulai mengecil seiring dengan berlalunya waktu. Hal ini akan menyebabkan Anda merasa lemah dan tidak dapat melakukan kegiatan olahraga yang biasanya Anda lakukan.   Mudah Jatuh Sakit Selain otot, protein juga diperlukan oleh tubuh Anda untuk membentuk sistem kekebalan tubuh Anda. Jadi jika Anda tampaknya lebih mudah mengalami flu dan batuk daripada orang lain, maka hal ini dapat merupakan pertanda Anda mengalami kekurangan protein.   Sumber: womenshealthmag
 06 Sep 2019    18:00 WIB
Makan Tinggi Protein Bisa Bikin Gemuk Enggak Ya?
Makanan tinggi protein biasanya dihubungkan dengan kekuatan dan pembentukan otot. Akan tetapi, ada sebuah anggapan salah yang membuat banyak orang mengira bahwa dengan mengkonsumsi protein secara berlebihan, maka otot tubuhnya pun akan menjadi lebih besar. Faktanya tidaklah demikian. Diperlukan diet sehat dan seimbang dengan jumlah kalori yang sesuai serta olahraga yang tepat untuk membentuk dan menguatkan otot-otot tubuh manusia. Seperti halnya karbohidrat, semua kelebihan protein juga akan diubah menjadi lemak di dalam tubuh.   Manfaat Protein di Dalam Tubuh Manusia Protein merupakan zat yang sangat penting bagi tubuh, tidak hanya bagi otot. Protein merupakan bagian penting dari hampir sebagian besar struktur tubuh seperti kulit, otot, dan tulang. Kapan pun tubuh bertumbuh, memperbaiki diri, atau mengganti jaringannya; protein selalu dibutuhkan. Tidak hanya diperlukan untuk membentuk rambut, kulit, kuku, tulang, jaringan ikat, dan jaringan penghubung; protein juga diperlukan dalam pembuatan lebih dari 2.000 jenis enzim di dalam tubuh dan berperan penting dalam proses pembekuan darah serta menjaga keseimbangan cairan di dalam tubuh.   Baca juga: Tips Untuk Mencegah Diri Anda Makan di Saat Tidak Lapar   Kebutuhan Protein Harian Kebutuhan protein harian dapat berbeda-beda tergantung pada usia dan aktivitas fisik. Kebutuhan protein harian yang dianjurkan bagi pria dan wanita dewasa adalah 0.8 gram per kg berat badan setiap harinya. Bagi bayi dan anak-anak, kebutuhan protein biasanya lebih tinggi.   Makanan Sumber Protein Sebagian besar orang mencukupi kebutuhan proteinnya melalui makanan yang dikonsumsinya setiap hari. Akan tetapi, seberapa baik pertumbuhan seorang anak dan seberapa baik keadaan kesehatan orang dewasa sangat bergantung pada kualitas protein yang dikonsumsinya. Protein lengkap atau protein berkualitas tinggi mengandung semua jenis asam amino esensial yang diperlukan untuk pertumbuhan dan perbaikan jaringan tubuh. Beberapa makanan sumber protein lengkap adalah telur, susu, daging, ikan, dan daging unggas. Protein tidak lengkap biasanya tidak mengandung 1 atau lebih asam amino esensial. Beberapa makanan yang mengandung protein tidak lengkap adalah protein nabati seperti kacang-kacangan, sayuran, dan gandum. Akan tetapi, mengkonsumsi berbagai jenis protein nabati juga dapat membantu mencukupi kebutuhan asam amino esensial.   Terlalu Banyak Makan Protein, Apa yang Terjadi? Saat Anda mengkonsumsi terlalu banyak protein dalam menu makanan Anda, hal ini justru dapat berdampak buruk pada kesehatan dan performa Anda. Hal ini dikarenakan makanan tinggi protein akan membuat ginjal Anda harus bekerja ekstra keras. Selain itu, pembatasan konsumsi karbohidrat yang biasanya dilakukan bersamaan diet tinggi protein juga dapat menyebabkan terjadinya kekurangan nutrisi dan serat. Sementara itu, berbagai jenis makanan yang mengandung banyak protein biasanya juga mengandung banyak lemak, yang dapat meningkatkan resiko terjadinya gangguan jantung dan beberapa jenis kanker. Oleh karena itu, dianjurkan untuk mengkombinasikan konsumsi protein hewani dengan protein nabati untuk mencukupi kebutuhan protein harian Anda sambil tetap menjaga kesehatan tubuh Anda secara keseluruhan.   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang.   Sumber: sfgate