Your browser does not support JavaScript!
 19 Mar 2019    18:00 WIB
7 Kebiasaan yang Membuat Lemak Menumpuk di Perut
1.      Sering Mengkonsumsi Minuman Bersoda Berdasarkan penelitian, mengkonsumsi 1 atau 2 gelas minuman bersoda setiap harinya dapat meningkatkan lebar pinggang anda hingga setidaknya 5 kali lebih cepat daripada orang yang jarang mengkonsumsi minuman bersoda. Hal ini dikarenakan kandungan gula yang tinggi dalam minuman bersoda memicu rasa lapar, sehingga anda makan lebih banyak daripada biasanya saat makan. Diet soda juga tidak berbeda, karena diet soda mengandung pemanis buatan, yang akan meningkatkan nafsu makan seperti gula. Gantilah pilihan minuman anda dengan jus buah segar atau air lemon yang lebih baik bagi kesehatan anda. Minuman bersoda dapat menyebabkan peningkatan berat badan tanpa menghilangkan rasa haus anda.   2.      Menggunakan Piring Besar Saat Makan Berhati-hatilah dalam memilih ukuran piring yang anda gunakan saat makan. Sebuah pengamatan pada sekelompok orang yang mengalami obesitas menemukan bahwa orang-orang ini lebih memilih menggunakan piring berukuran besar. Karena piring besar dapat menampung lebih banyak makanan, maka anda pun cenderung mengkonsumsi lebih banyak makanan daripada yang diperlukan dan menyebabkan lemak menumpuk pada tubuh anda. Gunakanlah piring yang lebih kecil saat makan untuk mencegah terjadinya hal di atas.   3.      Makan Terlalu Malam Walaupun tubuh anda tetap akan membakar sejumlah lemak selama anda tidur, bukan berarti anda dapat makan kenyang sesaat sebelum tidur. Selain menyebabkan penumpukkan lemak pada perut, hal ini juga dapat meningkatkan resiko terjadinya refluks asam lambung dan nyeri perut karena anda berbaring tidak lama setelah makan. Untuk mencegah terjadinya hal ini, makanlah dengan porsi yang lebih kecil di malam hari dan jangan berbaring setidaknya hingga 3 jam setelah makan.   4.      Makan Saat Marah atau Sedih Apakah anda selalu melampiaskan emosi anda pada makanan? Bila ya, maka anda harus segera mengatasi kebiasaan ini karena tidak memberikan manfaat apapun pada anda selain penumpukkan lemak pada perut. Untuk mengatasinya, anda dapat mencoba meminum segelas air atau berbicara dengan teman anda atau berjalan-jalan untuk meredakan stress atau emosi anda. Kuncinya adalah lakukan berbagai kegiatan yang tidak berhubungan dengan makan sehingga anda dapat menghindari kelebihan kalori ini.   5.      Sering Mengkonsumsi Makanan Rendah Lemak Berhati-hatilah saat anda mengkonsumsi berbagai jenis makanan rendah lemak karena mungkin mengandung gula yang akan diubah menjadi lemak oleh tubuh bila kadarnya terlalu banyak di dalam darah. Mengkonsumsi lemak tidak jenuh tunggal justru baik bagi anda dan dapat membantu mengurangi lemak pada perut anda. Beberapa jenis makanan yang mengandung lemak tidak jenuh tunggal adalah alpukat, minyak olive, dan biji-bijian.   6.      Kurang Tidur Idealnya, setiap orang dewasa membutuhkan tidur setidaknya selama 7-9 jam setiap malamnya. Bila anda kekurangan tidur, maka kadar kortisol (hormon stress) akan meningkat dan membuat anda ingin mengkonsumi makanan manis. Usahakanlah agar waktu tidur anda cukup setiap malamnya sehingga kadar kortisol tidak terlalu tinggi dan malah membuat produksi leptin meningkat. Leptin merupakan suatu jenis hormon yang dapat membantu mengendalikan nafsu makan anda.   7.      Kekurangan Protein Dalam Menu Makanan Orang dewasa dalam keadaan kesehatan yang baik harus mengkonsumsi setidaknya 20-25 gram protein pada setiap waktu makan, walaupun hal ini tergantung pada aktivitas dan ukuran tubuh anda. Pria biasanya membutuhkan lebih banyak protein (sekitar 10 gram lebih banyak) untuk menjaga kesehatan tubuhnya. Dengan meningkatkan konsumsi protein anda, maka anda dapat membantu menyeimbangkan kadar gula darah anda dengan mengurangi kadar insulin untuk meningkatkan laju metabolisme tubuh. Selain itu, protein juga membantu mengendalikan hormon yang dapat meningkatkan nafsu makan anda sehingga berat badan anda pun dapat turun dengan sendirinya. Oleh karena itu, konsumsilah berbagai jenis makanan tinggi kalori seperti keju ricotta, kerang, ayam kalkun, ayam tanpa kulit, salmon, dan telur.   Sumber: lifespan
 15 Mar 2019    18:00 WIB
Cegah Rapuhnya Sistem Imun Tubuh Dengan Menjauhkan 4 Kebiasaan Ini
Anda mungkin sudah sering mendengar bahwa kurang berolahraga dan sering mengkonsumsi makanan berlemak tinggi dapat mengganggu kesehatan Anda, akan tetapi tahukah Anda bahwa berbagai kebiasaan lain yang sering Anda lakukan sehari-hari juga berdampak buruk bagi kesehatan Anda ?   Di bawah ini Anda dapat melihat 4 hal yang mungkin Anda lakukan setiap hari dan ternyata berbahaya bagi kesehatan Anda.   DUDUK TERLALU LAMA Tahukah Anda bahwa duduk terlalu lama ternyata berbahaya bagi kesehatan Anda? Tidak hanya dapat memicu timbulnya varises atau pelebaran pembuluh darah vena yang akan membuat kaki Anda terus merasa pegal, tetapi duduk lama ternyata juga dapat membuat Anda lebih gampang sakit lho!   Hal ini dikarenakan duduk terlalu lama dapat memperlambat proses metabolisme tubuh sehingga penyerapan berbagai nutrisi penting yang diperlukan tubuh pun melambat. Akibatnya, sistem kekebalan tubuh Anda pun akan menurun.   Baca juga: 5 Hal Tak Terduga yang Dapat Membuat Anda Tampak Lelah     POLUSI Tinggal di lingkungan yang dikelilingi oleh udara yang terkontaminasi berbagai zat berbahaya (polusi) dapat mengganggu kesehatan dan menurunkan efektivitas sistem imun tubuh Anda. Polusi akan membuat Anda lebih rentan terhadap berbagai jenis gangguan saluran pernapasan seperti flu, batuk, dan bronkitis.   KURANG TIDUR Saat Anda kurang tidur, maka tubuh Anda pun tidak akan memproduksi cukup banyak melatonin. Akibatnya, sistem kekebalan tubuh Anda pun tidak dapat memproduksi cukup banyak sel darah putih yang berfungsi untuk melawan berbagai bakteri dan virus yang masuk ke dalam tubuh Anda.   Selain membuat daya tahan tubuh menurun, kurangnya produksi melatonin ini juga akan membuat tubuh kesulitan memperbaiki sel-selnya yang telah mengalami kerusakan.   TERLALU BANYAK PROTEIN Kelebihan protein di dalam tubuh, khususnya protein hewani, akan membuat tubuh memproduksi hormon IGF1 lebih banyak dari yang seharusnya. Hormon ini merupakan hormon yang berfungsi untuk mempercepat proses penuaan di dalam tubuh. Selain mempercepat timbulnya garis-garis halus pada kulit, proses penuaan juga akan membuat daya tahan tubuh seseorang menurun sedikit demi sedikit seiring dengan semakin bertambahnya usia orang tersebut.   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya Dokter sekarang.   Sumber: healthy
 07 Feb 2019    08:00 WIB
Tanda-Tanda Tubuh Kelebihan Konsumsi Protein
Protein merupakan nutrisi penting yang dibutuhkan oleh tubuh, namun konsumsi protein terlalu berlebihan juga tidak baik untuk kesehatan Berikut adalah tanda-tanda Anda berlebihan dalam mengkonsumsi protein: Berat Badan Apabila Anda terlalu banyak konsumsi protein dibandingkan kebutuhan protein yang Anda butuhkan maka Anda akan mengalami kenaikan berat badan yang tidak diinginkan dari waktu ke waktu. Kekurangan gizi Apabila Anda terlalu fokus pada salah satu jenis nutrisi yaitu hanya protein berarti Anda kurang mendapatkan nutrisi yang lain. Konsumsi protein terlalu banyak dalam jangka waktu panjang maka akan meningkatkan risiko kekurangan gizi. Apabila Anda makan makanan kaya protein yang berasal dari produk hewani, Anda akan kehilangan serat makanan dari protein nabati, dan Anda akan mengalami gejala seperti masalah pencernaan, sembelit. Gangguan kesehatan Menurut sebuah artikel yang diterbitkan pada tahun 2006 dalam "International Journal of Sports Nutrition & Exercise Metabolism," dimana seseorang melakukan diet tinggi hanya mengkonsumsi lebih dari 200 gram protein setiap hari. Hal ini akan meningkatkan risiko kondisi tertentu. Gejala yang terjadi termasuk hiperaminoacidemia yaitu suatu keadaan kelebihan asam amino, hiperamonemia yaitu suatu keadaan dimana terjadi kelebihan amonia, hiperinsulinemia yaitu suatu keadaan insulin yang berlebihan yang dapat menimbulkan rasa mual dan bahkan kematian dini. Sumber: livestrong
 10 Jan 2019    18:00 WIB
Lebih Banyak Mana Protein Dalam Daging Atau Telur Ya ?
Protein berfungsi sebagai pembentukan sel tubuh, otot, jaringan dan organ tubuh. Bila kadar karbohidrat dalam tubuh rendah, maka protein juga berfungsi sebagai sumber energi yang berharga. Protein berasal dari berbagai makanan, seperti daging, telur, produk susu, biji-bijian, dan kacang-kacangan. 2 makanan sumber protein yang sering dikonsumsi banyak orang adalah daging dan telur.   Nah yang menjadi pertanyaan sebenarnya lebih banyak mana kandungan protein dalam telur atau dalam daging? Berikut Penjelasannya: Telur vs Daging Telur ukuran besar mengandung lebih dari 6 gram protein. Daging cenderung mengandung lebih banyak protein per porsi dibanding telur. Namun, berbagai jenis daging mengandung jumlah protein yang sedikit berbeda. Misalnya, porsi 3-ons daging sapi tanpa lemak mengandung lebih dari 18 gram protein, sementara porsi 3 ons kalkun mengandung protein lebih dari 19 gram, sementara porsi dada ayam mengandung 18 gram protein. Perbandingan yang Lebih Baik Ukuran porsi daging dan telur bervariasi dan cukup signifikan, jadi sulit untuk membandingkan keduanya hanya berdasarkan kandungan protein. Tapi jika Anda mengintip protein dari sudut pandang gram, Anda mendapatkan perbandingan yang jauh lebih akurat. Telur mengandung sekitar 0,13 gram protein per gram telur. Daging sapi rumahan, dada ayam mengandung sekitar 0,21 gram protein per gram daging, sementara kalkun mengandung 0,22 gram protein per gram daging. Dengan membandingkan rasio gram ke gram, mudah untuk melihat bahwa daging mengandung lebih banyak protein daripada telur. Kuning Telur vs Putih Telur Ingatlah bahwa jumlah protein 6 gram berlaku untuk keseluruhan satu buah telur. Jika Anda hanya makan putih telur atau kuning telur, Anda akan mendapatkan lebih sedikit protein per porsi. Dalam telur ukuran besar, putih telur mengandung sekitar 3,6 gram protein, sedangkan kuning telur mengandung sekitar 2,7 gram. Tentu saja, Anda mungkin akan menyiapkan makanan Anda dengan lebih dari satu telur jika Anda hanya menggunakan putih telur. Menggunakan hanya dua putih telur akan memberi Anda sedikit protein daripada menggunakan satu butir telur utuh. Pertimbangan Lain Telur tidak hanya mengandung sedikit protein, tapi juga secara signifikan lebih banyak mengandung kolesterol. Telur ukuran besar mengandung sekitar 3,6 gram lemak dan 140 mg kolesterol. Sajian daging kalkun, ayam, atau daging sapi 3 ons mengandung sekitar 1,5-5 gram lemak dan 50-60 mg kolesterol. Saat kolesterol menumpuk di dalam tubuh, ia membentuk plak di sepanjang dinding pembuluh darah dan menghalangi aliran darah yang normal. Konsumsi  kolesterol tinggi bisa membuat Anda berisiko terkena penyakit kardiovaskular, serangan jantung dan stroke.   Baca juga: Amankah Konsumsi Telur Setiap Hari?   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang   Sumber: healthyeating.sfgate
 23 Dec 2018    16:00 WIB
Serangga Tinggi Protein, Benarkah ?
Halo Sobat Sehat! Kalau kalian pernah berkunjung ke negara lain seperti, Bangkok-Thailand, Vietnam atau Afrika. Kita akan menemukan beberapa daerah yang menjual makanan (camilan) yang berasal dari serangga. Seperti belalang, ulat, kalajengking ataupun laba-laba, dan masih banyak lagi. Bagi kita yang tidak pernah mencobanya, pasti terlihat menjijikkan, tapi banyak orang bilang bahwa rasanya tidak seburuk penampilannya, selain itu, tahukah kalian bahwa serangga kaya akan protein, dan tidak sedikit orang yang menyukainya untuk dijadikan camilan sehari-hari. Masa sih? Untuk jelasnya kita cari tahu yuk. Laporan PBB tahun 2013 mengatakan serangga dapat memberi makan penduduk dunia yang terus bertambah, dengan efek yang lebih sedikit terhadap lingkungan daripada makanan lain. Semakin banyak, restoran menampilkan dan menyediakan serangga sebagai camilan atau menu utama mereka, kadang-kadang sebagai barang gourmet, acara sosial dan pendidikan yang berpusat pada serangga. Bahkan para peneliti di bidang antropologi dan bidang lainnya menyelenggarakan konferensi penelitian. "Jangkrik adalah salah satu serangga kecil yang banyak dimakan warga Negara Amerika, serangga kecil ini sekarang dikelola menjadi lebih baik dalam bisnis di Perkebunan Cricket Armstrong di West Monroe, LA, kata pemilik Jack Armstrong". Produk seperti keripik tortilla bubuk kriket (jangkrik) dan camilan jangkrik dalam bentuk batangan juga sangat menjual, lebih terlihat normal (tidak menjijikkan), dan lebih mudah dikonsumsi, khususnya bagi orang-orang yang belum pernah mencobanya. Para peneliti juga menemukan bahwa serangga bergizi dan mudah dicerna, dan jarang menyebabkan terjadinya alergi. Pada 2013, serangga menjadi solusi untuk kekurangan makanan. Organisasi Pangan dan Pertanian Perserikatan Bangsa-Bangsa mengeluarkan laporan panjang, "serangga yang bisa dimakan: Prospek ke depan untuk keamanan pangan dan pakan." Dalam kata pengantar, penulis mengatakan: "Sudah diterima secara luas bahwa pada tahun 2050 dunia akan menjadi tuan rumah 9 miliar orang." Pada tahun 2018, totalnya adalah 7,6 miliar. "Untuk mengakomodasi jumlah ini, produksi pangan saat ini akan dibutuhkan lebih banyak, hampir dua kali lipat." Laporan ini menjelaskan bagaimana serangga yang dapat dimakan dapat menjadi solusinya. Ada laporan bahwa, serangga merupakan bagian dari diet tradisional, setidaknya sebanyak 2 miliar orang di seluruh dunia. Dan daftar sasaran menu diet itu termasuk kumbang, ulat, lebah, tawon, semut, belalang, jangkrik, dan lainnya. "Jangkrik mendapatkan perhatian," kata Gina Louise Hunter, PhD, seorang profesor antropologi di Illinois State University di Normal, yang menulis buku untuk konsumen tentang serangga yang dapat dimakan. Katanya "ada sekitar 2.000 spesies serangga di seluruh dunia yang dapat dimakan". Bahkan beberapa serangga seperti jangkrik dan mealworm (larva), dibesarkan di penangkaran, "mayoritas di seluruh dunia serangga ini dipanen secara liar." Sekarang dari segi kesehatannya, kita bisa lihat bahwa "Serangga menyediakan sumber protein berkualitas tinggi," kata Hunter. Serangga juga merupakan protein lengkap, yang dapat menyediakan sembilan asam amino esensial. Jumlah protein bervariasi berdasarkan produk. Menurut pembuat chip Chirps, dengan bubuk kriket, 1-ons porsi (umumnya sekitar 10 atau 15 chip) memiliki 4 gram protein. 2-ons Exo Cricket (jangkrik) dalam camilan batangan dengan rasa kayu manis apel memiliki 10 gram protein, kata perusahaan. Dalam studi lain, para peneliti dari University of Wisconsin di Madison menemukan bahwa protein pada jangkrik dapat meningkatkan bakteri alami usus (microbiome) dan meredakan peradangan. Mereka memberi makan 20 sukarelawan cricket protein (dimasukkan ke dalam muffin atau shake) untuk sarapan selama 2 minggu. Lalu para peneliti mengambil sampel tinja dan darah pada awal dan pada akhir penelitian. Bubuk kriket (jangkrik) ternyata meningkatkan pertumbuhan bakteri usus yang baik dan mengurangi indikator peradangan. Selain daging, serangga juga memiliki nutrisi yang luar biasa berbeda," kata Charlotte Payne, research associate dari University of Oxford, sekaligus penulis studi yang terbit di European Journal of Clinical Nutrition. Mari kita lihat perbandingannya:  1. Larva lebah vs Daging sapi Satu bola sarang lebah memiliki sekitar 850 persen protein yang jumlahnya sama besar dengan satu garpu daging sapi. 2. Mealworm (larva kumbang) vs Daging ayam Satu ons larva kumbang memang tak memiliki banyak kalori, tapi setiap 3,5 ons mealworm ini memiliki sekitar 247 kalori. Sementara 3,5 ons daging ayam hanya memiliki 152 kalori. 3. Ulat sutera vs Daging sapi Mengejutkan, rupanya satu ulat sutera memiliki lemak jenuh yang sama dengan satu potong daging. 4. Jangkrik vs Daging ayam Serangga yang satu ini sangat renyah, memiliki kandungan sodium yang tinggi dan baik dibandingkan daging ayam. Nah, sahabat, jangan anggap remeh serangga kecil yang terlihat menjijikkan yah, karena ternyata di dalam serangga-serangga kecil ini, terdapat suplain protein yang amat tinggi. Jadi, selamat mencoba. Sumber : www.webmd.com, www.liputan6.com
 07 Aug 2018    16:00 WIB
Bagaimana Cara Meningkatkan Sel Darah Putih?
Sel darah putih atau yang dikenal sebagai leukosit berperan sebagai pertahanan alami tubuh terhadap infeksi. Sel darah putih berfungsi menggerogoti bakteri asing dan organisme lain yang menyerang tubuh. Apabila jumlah sel darah putih rendah dalam tubuh seseorang akan rentan terhadap penyakit. Berikut adalah cara mudah untuk meningkatkan sel darah putih: Konsumsi protein yang cukup Makan-makanan sehat yang seimbang dapat menutrisi sumsum tulang dimana sel-sel darah putih yang diproduksi. Konsumsi protein seperti daging, ikan, unggas, telur dan susu. Konsumsi lemak baik  Hindari lemak jenuh, konsumsi lemak jenuh secara berlebihan akan meningkatkan risiko penyakit jantung. Contoh lemak baik seperti minyak jagung, kedelai, wijen. Konsumsi karbohidrat kompleks Konsumsi karbohidrat kompleks untuk membantu tubuh memproduksi sel darah putih seperti pisang, beras merah, oat, kentang, jagung, ubi jalar, kacang polong, labu, apel, brokoli, kol, wortel, timun, strawberry, tomat. Stop konsumsi alkohol Metabolisme alkohol dalam tubuh akan menghasilkan bahan yang dapat menghancurkan sel-sel darah putih.  Berhenti merokok Rokok mengandung bahan kimia karsinogenik dan tar yang akan menghasilkan peningkatan infeksi dan penurunan sel darah putih Tidur yang cukup Dengan tidur yang cukup akan membantu tubuh dalam proses regenerasi dan pembentukan sel darah putih Olahraga teratur Olahraga teratur membantu fungsi sel-sel darah putih dan merangsang produksi sel-sel ini dari sumsum tulang. Baca juga: Kondisi Apa Sel Darah Putih Meningkat Dan Menurun? Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang Sumber: wikihow
 26 Jul 2018    08:00 WIB
Rasakan Khasiat Toge Untuk Kesehatan
Toge merupakan salah satu jenis makanan yang mengandung nutrisi tinggi, mudah didapatkan dan harganya tidak mahal. Toge adalah bentuk transisional dari biji ke tanaman. Toge merupakan jenis makanan yang kaya akan kandungan protein, serat dan vitamin B. berikut adalah beberapa manfaat dari toge untuk kesehatan. Toge kaya akan vitamin Kandungan vitamin dalam toge lebih tinggi 20 kali lipat dibandingkan tanaman lain. Vitamin yang terkandung dalam toge kebanyanyak vitamin A, B kompleks, C dan E. Merupakan sumber enzim Toge mengandung enzim 100 kali lebih banyak dibanding yang terdapat di buah-buahan dan sayiran mentah. Enzim merupakan bentuk khusus dari protein yang memiliki efek seperti katalisator dan membuat fungsi tubuh berjalan lancar. Merupakan sumber protein Toge juga merupakan sumber protein yang baik, terutama untuk para vegetarian yang tidak mengkonsumsi protein hewani. Toge mengandung 35% protein sehingga dapat memenuhi kebutuhan protein tubuh tanpa menambahkan lemak, kolesterol dan kalori seperti saat kita makan makanan sumber protein lainnya. Mudah dicerna Karena kandungan enzim didalamnya menjadikan toge mudah dicerna. Toge juga dapat membantu mengurangi masalah kembung dan masalah pencernaan lainnya. Membantu menurunkan berat badan Karena toge kaya akan nutrisi dan juga rendah kalori, toge mampu memenuhi kebutuhan nutrisi tubuh Anda. selain itu kandungan serat didalamnya juga dapat membuat perut Anda kenyang lebih lama. Semua manfaat ini dapat membantu Anda yang sedang menurunkan berat badan.   Sumber: healthmeup  
 20 Jun 2018    11:00 WIB
Berapa Banyak Protein Dalam Telur Rebus?
Sebutir telur rebus yang berukuran besar hanya mengandung 78 kalori, serta mengandung vitamin A dan vitamin B kompleks. Merebus telur tidak menambahkan jumlah lemak di dalamnya. Telur merupakan sumber protein yang baik. Akan tetapi, perlu diingat bahwa telur tidak mengandung karbohidrat dan mengandung banyak kolesterol. Protein berfungsi untuk membentuk struktur sel, membentuk dan memperbaiki jaringan, dan diperlukan untuk berbagai proses lainnya bagi kesehatan anda, seperti hormon, enzim, dan hemoglobin. Saat dicerna, protein akan dipecah menjadi asam amino, yang kemudian akan digunakan oleh tubuh untuk membentuk berbagai protein khusus yang diperlukan tubuh. Mengkonsumsi protein setiap harinya sangat penting karena tubuh anda tidak dapat menyimpan dan membentuk asam amino.Dosis Harian ProteinPria harus mengkonsumsi 56 gram protein setiap harinya dan wanita harus mengkonsumsi 46 gram protein setiap harinya. Atlet dan orang-orang yang harus melakukan berbagai olahraga berat membutuhkan lebih banyak protein. Jumlah protein yang harus dikonsumsi oleh atlet setiap harinya adalah 1.2-2 gram protein untuk setiap 1.1 kg berat badan, tergantung pada seberapa berat latihan yang dilakukan. Jumlah protein yang dibutuhkan setiap harinya dapat bervariasi, tergantung pada keadaan kesehatan anda.Protein di Dalam TelurTelur merupakan sumber protein yang baik dan mengandung semua jenis asam amino esensial yang dibutuhkan. Satu butir telur rebus mengandung 6.29 gram protein, sehingga dapat memenuhi 11% kebutuhan protein harian pria dan 14% kebutuhan protein harian wanita. Pada telur yang besar, sekitar 43% protein ditemukan pada kuning telur, tergantung pada ukuran kuning telur. Bila anda hanya mengkonsumsi putih telur, maka anda hanya memperoleh setengah dari total protein di dalam telur. Satu hal yang perlu diingat adalah telur juga tinggi kolesterol. Jika anda merupakan orang yang sehat, batasi konsumsi kolesterol harian anda hingga 300 mg atau kurang. Sebutir telur rebus yang besar mengandung 186 mg kolesterol. Jika anda memiliki gangguan jantung dan pembuluh darah atau memiliki kadar kolesterol yang tinggi, maka batasi konsumsi kolesterol harian anda hingga 200 mg. Konsumsi lemak total anda setiap harinya seharusnya tidak lebih dari 25-35% total kalori harian anda, di mana lemak jenuh tidak lebih dari 7%. Sebutir telur rebus mengandung 5.3 gram lemak dan 1.63 gram lemak jenuh, yang berarti 47.7 kalori yang berasal dari lemak dan 14.7 kalori yang berasal dari lemak jenuh.Sumber: healthyeating.sfgate
 02 Jun 2018    08:00 WIB
Apakah Benar Sering Olahraga Bikin Sehat? Berikut Kiat Agar Anda Tetap Bugar
Untuk Anda yang sering melakukan olahraga. Anda perlu memperhatikan beberapa hal karena bisa saja olahraga tersebut akan membuat Anda kehabisan tenaga dan tidak mendapatkan hasil yang maksimal.   Berikut kiat agar Anda tetap bugar: 1.      Hindari berolahraga dengan perut kosong Tentukan waktu yang paling cocok untuk Anda makan sebelum berolahraga dan jumlah yang tepat saat makan. 2.      Minum yang cukup Minum cairan yang cukup selama dan setelah latihan untuk menyeimbangkan kehilangan cairan. Usahakan agar Anda terhidrasi dengan baik sebelum latihan. 3.      Makan makanan yang bervariasi Mulai dari sereal, sayuran, buah-buahan, kacang-kacangan, susu, ikan dan daging tanpa lemak dapat memastikan semua vitamin dan mineral yang penting bagi tubuh dan memenuhi kebutuhan energi Anda. 4.      Hati-hati dengan asupan protein Terlalu banyak protein dalam diet dapat meningkatkan lemak tubuh dan dapat meningkatkan kemungkinan dehidrasi serta hilangnya kalsium. 5.      Asupan lemak harus cukup Berikan tubuh Anda asam lemak esensial dan vitamin yang larut dalam lemak untuk memberikan kontribusi energi dalam pemeliharaan berat badan. 6.      Jus buah atau secangkir yogurt Minum segelas jus buah atau secangkir yogurt satu jam atau lebih sebelum Anda memulai olahraga. 7.      Camilan bar protein Apabila Anda akan olahraga lebih dari satu setengah jam, sebaiknya Anda mengkonsumsi karbohidrat atau bar protein setelah 2 jam. 8.      Tidak minum madu Makan gula atau minum madu sebelum mulai olahraga tidak akan membantu melainkan dapat menyebabkan dehidrasi. Dibutuhkan sekitar 30 menit untuk gula memasuki aliran darah. 9.      Jangan melakukan diet yang tidak tepat Bereksperimen melakukan diet untuk menurunkan berat badan dapat menyebabkan gangguan makan dan dapat menyebabkan gangguan kinerja seseorang. Sebaiknya Anda melakukan konsultasi dengan ahli gizi. 10.  Tidak minum protein Apabila setelah Anda berolahraga mengkonsumsi protein dan suplemen asam amino dalam bentuk bubuk atau pil tidak dianjurkan karena dapat menyebabkan dehidrasi, peningkatan berat badan dan gangguan pada ginjal dan hati.   Kombinasi dengan antara makanan yang baik dengan olahraga yang baik akan memberikan hasil yang maksimal, membuat Anda tetap aktif dan bugar dalam menghadapi kesibukan Anda sehari-hari.     Sumber: medindia