Your browser does not support JavaScript!
 15 Aug 2019    11:00 WIB
7 Nutrisi Penting yang Diperlukan Oleh Ibu Hamil
Saat seorang wanita hamil, ia memerlukan berbagai jenis vitamin dan mineral penting (lebih banyak) untuk mendukung perkembangan janin di dalam tubuhnya. Sayangnya, hanya dengan mengkonsumsi diet sehat dan seimbang biasanya tetap tidak dapat mencukupi seluruh kebutuhan nutrisi yang diperlukan oleh bayi Anda. Oleh karena itu, para ibu hamil pun biasanya memerlukan tambahan suplemen vitamin dan mineral selama kehamilan berlangsung. Di bawah ini Anda dapat melihat beberapa jenis vitamin dan mineral yang diperlukan oleh para ibu hamil.   Asam Folat Asam folat dapat ditemukan dalam kacang-kacangan, jeruk, dan sayuran berdaun hijau (terutama kale dan bayam). Asam folat membantu mendukung pertumbuhan dan perkembangan normal dari sistem saraf pusat bayi, yaitu otak dan medulla spinalis. Karena perkembangan sistem saraf bayi terjadi pada bulan pertama kehamilan, di mana Anda biasanya belum mengetahui kehamilan Anda tersebut, maka tidak ada salahnya bila Anda mengkonsumsi suplemen asam folat bila sedang berusaha untuk hamil. The Centers for Disease Control and Prevention (CDC) menganjurkan para wanita untuk mengkonsumsi suplemen asam folat setidaknya satu bulan sebelum kehamilan. Dosis yang dianjurkan adalah 400 mcg setiap harinya. Dosis lebih tinggi mungkin akan diberikan pada: Wanita penderita diabetes Wanita yang pernah memiliki anak yang menderita kelainan sistem saraf pusat Wanita yang menderita sickle cell disease   Zat Besi Zat besi dapat ditemukan dalam kacang merah, tiram, biji wijen, kacang polong, dan bayam. Menurut sebuah penelitian yang dilakukan pada tahun 2011, kekurangan zat besi pada masa awal kehamilan berpengaruh besar pada perkembangan otak jangka panjang seorang anak. Jadi, sangat penting bagi para wanita yang sedang berencana untuk hamil untuk mencukupi kebutuhan zat besinya. Dosis harian zat besi yang dianjurkan bagi wanita yang tidak sedang hamil adalah 18 mg. Untuk mempermudah penyerapan zat besi, konsumsilah berbagai jenis makanan yang mengandung zat besi bersamaan dengan makanan yang mengandung banyak vitamin C seperti jeruk dan tomat karena akan mempermudah proses penyerapan zat besi.   Vitamin C Vitamin C dapat ditemukan dalam strawberi, jeruk, kiwi, mangga, dan blueberi. Menurut the American Pregnancy Association (APA), vitamin C dapat membantu memicu terjadinya ovulasi (lepasnya sel telur matang ke dalam saluran telur) dan meningkatkan jumlah sperma seorang pria. Dosis harian yang dianjurkan adalah 90 mg (bagi pria) dan 75 mg (bagi wanita yang tidak sedang hamil), dan 85 mg (bagi wanita yang sedang hamil).   Baca juga: 5 Jenis Olahraga yang Dapat Dilakukan Saat Hamil   Kalsium Kalsium dapat ditemukan dalam susu, keju, yogurt, brokoli, dan sayuran berdaun hijau. Mengkonsumsi kalsium sebelum hamil dapat membantu meningkatkan cadangan kalsium di dalam tubuh ibu untuk mendukung perkembangan tulang bayi nantinya. Dosis harian yang dianjurkan adalah setidaknya 1.000 mg kalsium setiap harinya, baik sebelum maupun selama seorang wanita hamil. Jika Anda tidak dapat mengkonsumsi susu, konsumsilah brokoli dan sayuran berdaun hijau yang juga mengandung banyak kalsium.   Vitamin B6 Vitamin B6 dapat ditemukan dalam daging ayam, daging kalkun, bayam, wortel, beras cokelat, dan biji bunga matahari (kuaci). Mengkonsumsi vitamin B6 secara teratur dapat membantu mengatur keseimbangan hormonal di dalam tubuh dan dengan "menumpuknya" sebelum hamil, maka berbagai gejala morning sickness selama hamil pun akan berkurang. Selain itu, vitamin B6 juga penting bagi perkembangan otak bayi. Dosis harian yang dianjurkan adalah 1.3 mg setiap harinya (sebelum hamil).   Seng Seng dapat ditemukan dalam daging merah, daging unggas, kacang, gandum, berbagai produk susu, dan tiram. Menurut the APA, seng sangat penting bagi proses ovulasi dan kesuburan seorang wanita serta produksi sperma dan testosteron pada pria. Dosis harian yang dianjurkan adalah 15 mg setiap harinya untuk menjaga organ reproduksi Anda tetap sehat dan prima.   Asam Lemak Omega 3 Asam lemak omega 3 dapat ditemukan dalam kacang walnut, edamame, daging sapi yang diberi makan rumput, dan ikan (salmon, sarden, dan forel). Para ahli percaya bahwa asam lemak omega 3 dapat meningkatkan kualitas embrio pada wanita yang sedang menjalani program inseminasi buatan (IVF). Selain itu, asam lemak omega 3 juga dapat membantu pertumbuhan dan perkembangan janin di dalam kandungan. The American Congress of Obstetricians and Gynecologists (ACOG) menganjurkan agar seorang wanita mengkonsumsi 2-3 porsi ikan atau kerang setiap minggunya, termasuk saat mereka hamil atau menyusui. Akan tetapi, pastikan Anda mengkonsumsi berbagai jenis ikan yang hanya mengandung sedikit merkuri. Jangan mengkonsumsi berbagai jenis ikan yang mengandung banyak merkuri seperti ikan hiu, ikan pedang, dan ikan mackerel. Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang. Sumber: womenshealthmag
 12 Aug 2019    08:30 WIB
Hidup Sehat Untuk Si Alergi Telur
Telur di mana-mana. Setidaknya, itulah yang  Anda rasakan apabila Anda memiliki alergi terhadap telur dan Andapun  mencoba untuk menghindari mengkonsumsi telur!  Berikut adalah penjelasan mengenai makanan yang mengandung telur, agar Anda terhindar dari reaksi alergi yang ditimbulkan oleh telur Telur dan Protein  Kebanyakan orang yang alergi dengan telur, biasanya alergi terhadap putih telur, namun tidak dengan kuning telur. Tapi jauh lebih aman, Anda tidak memakan  putih dan kuning telur.  Walau Anda sudah memisahkannya kuning telur juga masih mengandung protein,  hindari juga: Bubuk telur Telur kering  Telur padat   Makanan apa saja yang mengandung telur? Banyak makanan yang mengandung telur, seperti: Salad Krim pie Crepes dan wafel  Puding, dan es krim Minuman  kopi seperti cappuccino (telur kadang-kadang digunakan untuk membuat busa)  Lolipop dan permen lainnya Marshmallow  Mayones Pasta   Nama lain dari telur Jika Anda melihat bahan-bahan tersebut pada label makanan, itu berarti makanan tersebut mengandung protein telur: Albumin Globulin Lesitin Lisozim Ovalbumin Ovovitellin   Bagaimana dengan vaksin? MMR adalah vaksin untuk mencegah terjadinya penyakit. Vaksin ini aman untuk orang-oarng yang alergi terhadap telur. Vaksin flu juga kemungkinan mengandung protein telur di dalamnya. Sudah lama disarankan bahwa orang dengan alergi telur tidak harus mendapatkan vaksinasi flu. Namun The American College of Allergy, Asthma and Immunology mengatakan vaksin tersebut mengandung protein telur dalam jumlah yang sangat rendah sehingga tidak menimbulkan reaksi alergi pada orang-orang yang alergi terhadap telur. Jika Anda memiliki alergi telur parah/anafilaksis. Anda harus konsultasi terlebih dahulu dengan dokter Anda sebelum dilakukan pemberian vaksin flu.  Namun ada juga vaksin flu yang tidak terbuat dari telur, Vaksin, yang disebut FluBlok, telah disetujui  dan digunakan untuk mereka yang berusia 18 sampai 49 tahun. Baca juga: Berbagai Hal Yang Membuat Anda Alergi  Baca Label  Satu-satunya cara untuk mengetahui secara pasti apakah makanan tersebut mengandung telur atau tidak di dalamnya adalah dengan membaca label makanan dan daftar komposisi dengan hati-hati, atau bertanya mengenai item menu di restoran. Apabila Anda masih belum yakin, sebaiknya jangan makan makanan tersebut Selain itu periksa juga label kosmetik, sampo, krim dan lotion. Kadang barang-barang tersebut juga mengandung telur di dalamnya. Sumber: webmd
 09 Aug 2019    18:00 WIB
10 Jenis Makanan yang Kaya Protein
Protein adalah suatu senyawa organik yang mempunyai berat molekul besar antara ribuan hingga jutaan satuan(g/mol). Protein tersusun dari atom-atom C,H,O dan N ditambah beberapa unsur lainnya seperti P dan S. Atom-atom itu membentuk unit-unit asam amino. Protein merupakan nutrisi penting yang diperlukan tubuh untuk membentuk jaringan otot. Jika Anda seorang atlet, binaragawan maka Anda memerlukan asupan protein yang tinggi untuk membentuk dan menambah massa otot tubuh Anda. Fungsi protein yang selanjutnya adalah sebagai zat pengatur. Protein membantu mengatur hormon-hormon yang berfungsi dalam proses pencernaan. Protein juga berperan dalam menjaga keseimbangan pH asam dan basa tubuh. Manfaat lainnya dari protein adalah sebagai cadangan makanan dan energi dalam tubuh. Karena pentingnya fungsi protein untuk tubuh kita, maka kita perlu mencukupi kebutuhan protein setiap harinya. Berikut adalah jenis makanan yang mengandung protein tinggi: 1.  TelurTelur mengandung semua jenis asam amino yang ada di protein. Dengan kata lain, telur merupakan jenis makanan yang memiliki kandungan protein paling lengkap. Cukup 1 cangkir telur sudah mengandung 26 gram protein. Jika Anda ingin membatasi masuknya lemak, Anda bisa hanya mengkonsumsi putih telur saja. Putih telur juga dapat memberikan energi yang cukup untuk menghadapi semua aktifitas Anda sepanjang hari. 2.  Susu dan produk susu lainnyaSusu mengandung protein tinggi didalamnya. Terlepas dari kandungan kalsium dan vitamin didalamnya, protein dalam susu dapat memenuhi kebutuhan energi tubuh dan memperbaiki jaringan rusak didalam tubuh. Setiap orang harus meminum segelas susu setiap harinya. Jika Anda tidak menyukai susu, Anda bisa menggantinya dengan pilihan lain misalnya milkshake, keju, krim, yoghurt dan produk susu lain. 3.  KacangDaripada ngemil keripik dan cookies saat Anda lapar, cobalah mengganti cemilan Anda dengan kacang. Almond, walnut, cashew nut dan berbagai jenis kacang lainnya kaya akan protein dibanding cemilan lainnya. Kacang juga kaya akan asam lemak omega 3 yang membantu pembentukan otot dan kulit indah. 4.  Makanan lautUntuk Anda pecinta makanan laut, ini adalah berita baik untuk Anda. makanan laut kaya akan protein. Salmon, ikan cod, tuna dan kerang merupakan jenis makanan laut yang kaya protein dan juga omega 3 dan 6. 5.  BrokoliBrokoli tidak hanya merupakan makanan rendah lemak tetapi juga merupakan jenis wayuran yang mengandung protein tinggi. Satu cengkir brokoli memiliki kandungan protein sebanyak 4 gram. Brokoli dalapt diolah menjadi salad, di rebus, di panggang sesuai dengan selera Anda. 6.  PisangBuah tropis ini tidak hanya baik untuk pencernaan tetapi dapat menjadi bagian penting untuk diet Anda. setiap seribu gram pisang yang Anda konsumsi mengandung 4 gram protein 7.  Jagung manisTahukan Anda jika jagung manis sangatlah bergizi. Selain nikmat, ternyata setiap seribu gram jagung manis mengandung 3 gram protein. 8.  BayamDalam satu cangkir bayam terkandung 3 gram protein. Anda bisa mengonsumsinya dengan cara dikukus, rebus atau cah. Pastikan Anda tidak terlalu lama memasaknya, agar rasa tidak berubah dan nutrisinya tetap terjamin. Sedikit ide untuk mengolah bayam; kukus sebentar lalu bumbui dengan merica hitam dan sedikit minyak zaitun. 9.  Alpukat Tidak seperti makanan sumber protein lainnya, alpukat sangat mudah untuk dicerna. Beberapa orang mengatakan alpukat tidak baik kaena mengandung lemak, tetapi kandungan lemak didalamnya merupakan jenis lemak baik yang diperlukan oleh tubuh 10.  Daging merahPilihlah daging merah yang tidak sarat lemak seperti daging has dalam yang memiliki kadar lemak tak jenuh lebih sedikit. Sangat disarankan untuk sebisa mungkin hindari daging olahan. Baca juga: 8 Jenis Makanan Sehat Penunjang DIET Sumber: magforwomen
 01 Aug 2019    16:00 WIB
Bagaimana Cara Meningkatkan Sel Darah Putih?
Sel darah putih atau yang dikenal sebagai leukosit berperan sebagai pertahanan alami tubuh terhadap infeksi. Sel darah putih berfungsi menggerogoti bakteri asing dan organisme lain yang menyerang tubuh. Apabila jumlah sel darah putih rendah dalam tubuh seseorang akan rentan terhadap penyakit. Berikut adalah cara mudah untuk meningkatkan sel darah putih: Konsumsi protein yang cukup Makan-makanan sehat yang seimbang dapat menutrisi sumsum tulang dimana sel-sel darah putih yang diproduksi. Konsumsi protein seperti daging, ikan, unggas, telur dan susu. Konsumsi lemak baik  Hindari lemak jenuh, konsumsi lemak jenuh secara berlebihan akan meningkatkan risiko penyakit jantung. Contoh lemak baik seperti minyak jagung, kedelai, wijen. Konsumsi karbohidrat kompleks Konsumsi karbohidrat kompleks untuk membantu tubuh memproduksi sel darah putih seperti pisang, beras merah, oat, kentang, jagung, ubi jalar, kacang polong, labu, apel, brokoli, kol, wortel, timun, strawberry, tomat. Stop konsumsi alkohol Metabolisme alkohol dalam tubuh akan menghasilkan bahan yang dapat menghancurkan sel-sel darah putih.  Berhenti merokok Rokok mengandung bahan kimia karsinogenik dan tar yang akan menghasilkan peningkatan infeksi dan penurunan sel darah putih Tidur yang cukup Dengan tidur yang cukup akan membantu tubuh dalam proses regenerasi dan pembentukan sel darah putih Olahraga teratur Olahraga teratur membantu fungsi sel-sel darah putih dan merangsang produksi sel-sel ini dari sumsum tulang. Baca juga: Kondisi Apa Sel Darah Putih Meningkat Dan Menurun? Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang Sumber: wikihow
 14 Jul 2019    08:00 WIB
Berbagai Makanan yang Membantu Produksi Pigmen Kulit
Pigmen kulit atau disebut juga dengan melanin, merupakan salah satu komponen penting untuk menjaga kesehatan kulit anda. Melanin merupakan suatu zat warna yang melindungi kulit anda dari berbagai efek berbahaya sinar matahari. Produksi melanin dapat meningkat seiring dengan berlalunya waktu untuk membuat kulit tampak lebih hitam dan untuk melindungi anda dari paparan sinar matahari. Untuk membantu proses pembentukan melanin ini, anda perlu mengkonsumsi makanan yang tepat untuk menyediakan nutrisi yang diperlukan oleh tubuh. Di bawah ini terdapat beberapa jenis makanan yang dapat membantu tubuh anda dalam membentuk melanin:1.  Berbagai Produk HewaniBerbagai produk hewani mengandung berbagai nutrisi yang diperlukan untuk membantu proses pembentukan melanin di dalam tubuh. Salah satunya adalah tembaga. Tembaga dapat ditemukan pada tiram, berbagai jeroan terutama hati, dan kerang. Berbagai makanan lain yang juga diperlukan untuk pembentukan melanin adalah daging ayam, daging kalkun, ikan, susu dan keju.2.  Kedelai dan Biji-bijianKedelai berperan dalam pembentukan melanin di dalam tubuh karena mengandung tirosin (suatu jenis asam amino). Asam amino ini diperlukan tubuh untuk membentuk protein. Selain kedelai, tirosin juga dapat ditemukan pada kuaci (biji labu) dan biji wijen.3.  Berbagai Makanan LainnyaBerbagai makanan lainnya yang juga mengandung sedikit tirosin dan tembaga serta berbagai nutrisi lain yang dapat membantu tubuh membentuk melanin adalah kacang almond, kacang tanah, kacang kering, sayuran berdaun hijau, alpukat, pisang, berbagai produk olahan dari gandum, dan coklat.Sumber: livestrong
 19 Mar 2019    18:00 WIB
7 Kebiasaan yang Membuat Lemak Menumpuk di Perut
1.      Sering Mengkonsumsi Minuman Bersoda Berdasarkan penelitian, mengkonsumsi 1 atau 2 gelas minuman bersoda setiap harinya dapat meningkatkan lebar pinggang anda hingga setidaknya 5 kali lebih cepat daripada orang yang jarang mengkonsumsi minuman bersoda. Hal ini dikarenakan kandungan gula yang tinggi dalam minuman bersoda memicu rasa lapar, sehingga anda makan lebih banyak daripada biasanya saat makan. Diet soda juga tidak berbeda, karena diet soda mengandung pemanis buatan, yang akan meningkatkan nafsu makan seperti gula. Gantilah pilihan minuman anda dengan jus buah segar atau air lemon yang lebih baik bagi kesehatan anda. Minuman bersoda dapat menyebabkan peningkatan berat badan tanpa menghilangkan rasa haus anda.   2.      Menggunakan Piring Besar Saat Makan Berhati-hatilah dalam memilih ukuran piring yang anda gunakan saat makan. Sebuah pengamatan pada sekelompok orang yang mengalami obesitas menemukan bahwa orang-orang ini lebih memilih menggunakan piring berukuran besar. Karena piring besar dapat menampung lebih banyak makanan, maka anda pun cenderung mengkonsumsi lebih banyak makanan daripada yang diperlukan dan menyebabkan lemak menumpuk pada tubuh anda. Gunakanlah piring yang lebih kecil saat makan untuk mencegah terjadinya hal di atas.   3.      Makan Terlalu Malam Walaupun tubuh anda tetap akan membakar sejumlah lemak selama anda tidur, bukan berarti anda dapat makan kenyang sesaat sebelum tidur. Selain menyebabkan penumpukkan lemak pada perut, hal ini juga dapat meningkatkan resiko terjadinya refluks asam lambung dan nyeri perut karena anda berbaring tidak lama setelah makan. Untuk mencegah terjadinya hal ini, makanlah dengan porsi yang lebih kecil di malam hari dan jangan berbaring setidaknya hingga 3 jam setelah makan.   4.      Makan Saat Marah atau Sedih Apakah anda selalu melampiaskan emosi anda pada makanan? Bila ya, maka anda harus segera mengatasi kebiasaan ini karena tidak memberikan manfaat apapun pada anda selain penumpukkan lemak pada perut. Untuk mengatasinya, anda dapat mencoba meminum segelas air atau berbicara dengan teman anda atau berjalan-jalan untuk meredakan stress atau emosi anda. Kuncinya adalah lakukan berbagai kegiatan yang tidak berhubungan dengan makan sehingga anda dapat menghindari kelebihan kalori ini.   5.      Sering Mengkonsumsi Makanan Rendah Lemak Berhati-hatilah saat anda mengkonsumsi berbagai jenis makanan rendah lemak karena mungkin mengandung gula yang akan diubah menjadi lemak oleh tubuh bila kadarnya terlalu banyak di dalam darah. Mengkonsumsi lemak tidak jenuh tunggal justru baik bagi anda dan dapat membantu mengurangi lemak pada perut anda. Beberapa jenis makanan yang mengandung lemak tidak jenuh tunggal adalah alpukat, minyak olive, dan biji-bijian.   6.      Kurang Tidur Idealnya, setiap orang dewasa membutuhkan tidur setidaknya selama 7-9 jam setiap malamnya. Bila anda kekurangan tidur, maka kadar kortisol (hormon stress) akan meningkat dan membuat anda ingin mengkonsumi makanan manis. Usahakanlah agar waktu tidur anda cukup setiap malamnya sehingga kadar kortisol tidak terlalu tinggi dan malah membuat produksi leptin meningkat. Leptin merupakan suatu jenis hormon yang dapat membantu mengendalikan nafsu makan anda.   7.      Kekurangan Protein Dalam Menu Makanan Orang dewasa dalam keadaan kesehatan yang baik harus mengkonsumsi setidaknya 20-25 gram protein pada setiap waktu makan, walaupun hal ini tergantung pada aktivitas dan ukuran tubuh anda. Pria biasanya membutuhkan lebih banyak protein (sekitar 10 gram lebih banyak) untuk menjaga kesehatan tubuhnya. Dengan meningkatkan konsumsi protein anda, maka anda dapat membantu menyeimbangkan kadar gula darah anda dengan mengurangi kadar insulin untuk meningkatkan laju metabolisme tubuh. Selain itu, protein juga membantu mengendalikan hormon yang dapat meningkatkan nafsu makan anda sehingga berat badan anda pun dapat turun dengan sendirinya. Oleh karena itu, konsumsilah berbagai jenis makanan tinggi kalori seperti keju ricotta, kerang, ayam kalkun, ayam tanpa kulit, salmon, dan telur.   Sumber: lifespan
 15 Mar 2019    18:00 WIB
Cegah Rapuhnya Sistem Imun Tubuh Dengan Menjauhkan 4 Kebiasaan Ini
Anda mungkin sudah sering mendengar bahwa kurang berolahraga dan sering mengkonsumsi makanan berlemak tinggi dapat mengganggu kesehatan Anda, akan tetapi tahukah Anda bahwa berbagai kebiasaan lain yang sering Anda lakukan sehari-hari juga berdampak buruk bagi kesehatan Anda ?   Di bawah ini Anda dapat melihat 4 hal yang mungkin Anda lakukan setiap hari dan ternyata berbahaya bagi kesehatan Anda.   DUDUK TERLALU LAMA Tahukah Anda bahwa duduk terlalu lama ternyata berbahaya bagi kesehatan Anda? Tidak hanya dapat memicu timbulnya varises atau pelebaran pembuluh darah vena yang akan membuat kaki Anda terus merasa pegal, tetapi duduk lama ternyata juga dapat membuat Anda lebih gampang sakit lho!   Hal ini dikarenakan duduk terlalu lama dapat memperlambat proses metabolisme tubuh sehingga penyerapan berbagai nutrisi penting yang diperlukan tubuh pun melambat. Akibatnya, sistem kekebalan tubuh Anda pun akan menurun.   Baca juga: 5 Hal Tak Terduga yang Dapat Membuat Anda Tampak Lelah     POLUSI Tinggal di lingkungan yang dikelilingi oleh udara yang terkontaminasi berbagai zat berbahaya (polusi) dapat mengganggu kesehatan dan menurunkan efektivitas sistem imun tubuh Anda. Polusi akan membuat Anda lebih rentan terhadap berbagai jenis gangguan saluran pernapasan seperti flu, batuk, dan bronkitis.   KURANG TIDUR Saat Anda kurang tidur, maka tubuh Anda pun tidak akan memproduksi cukup banyak melatonin. Akibatnya, sistem kekebalan tubuh Anda pun tidak dapat memproduksi cukup banyak sel darah putih yang berfungsi untuk melawan berbagai bakteri dan virus yang masuk ke dalam tubuh Anda.   Selain membuat daya tahan tubuh menurun, kurangnya produksi melatonin ini juga akan membuat tubuh kesulitan memperbaiki sel-selnya yang telah mengalami kerusakan.   TERLALU BANYAK PROTEIN Kelebihan protein di dalam tubuh, khususnya protein hewani, akan membuat tubuh memproduksi hormon IGF1 lebih banyak dari yang seharusnya. Hormon ini merupakan hormon yang berfungsi untuk mempercepat proses penuaan di dalam tubuh. Selain mempercepat timbulnya garis-garis halus pada kulit, proses penuaan juga akan membuat daya tahan tubuh seseorang menurun sedikit demi sedikit seiring dengan semakin bertambahnya usia orang tersebut.   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya Dokter sekarang.   Sumber: healthy