Your browser does not support JavaScript!
 03 Sep 2019    08:15 WIB
Dapatkah Suplemen Minyak Ikan Mencegah Terjadinya Preeklampsia?
Minyak ikan pada ikan dan suplemen dapat menjadi sumber lemak baik untuk menjaga kesehatan wanita hamil dan janin di dalam kandungannya. Minyak ikan dapat menurunkan resiko beberapa komplikasi kehamilan, termasuk preeklampsia. Akan tetapi, para ahli masih belum mengetahui dengan jelas seberapa efektif minyak ikan dapat mencegah terjadinya preeklampsia pada ibu hamil. Berkonsultasilah dulu dengan dokter anda sebelum mengkonsumsi suplemen apapun.Apa yang Terdapat Dalam Minyak Ikan?Minyak ikan merupakan sumber asam lemak omega 3, yaitu EPA dan DHA. Tubuh anda tidak dapat memproduksi asam lemak baik ini sehingga anda hanya dapat memperolehnya melalui makanan. Kedua asam lemak tersebut dapat membantu mengendalikan tekanan darah, mengurangi inflamasi (peradangan), dan memperbaiki membran sel tubuh. Selain itu, asam lemak omega 3 juga penting bagi perkembangan sistem saraf pada janin selama kehamilan.Apa Itu Preeklampsia?Preeklampsia merupakan gangguan yang dapat terjadi selama kehamilan, di mana ibu hamil mengalami tekanan darah tinggi dan ditemukannya  protein dalam air kemihnya. Penyebab pasti preeklampsia masih tidak diketahui, akan tetapi para ahli menduga bahwa keadaan ini dapat dipicu oleh makanan, gangguan pembuluh darah, atau gangguan autoimun. Preeklampsia dapat menyebabkan pembengkakan pada wajah dan tangan, peningkatan berat badan, mudah marah, nyeri kepala, mual, dan atau muntah. Preeklampsia dapat membahayakan jiwa ibu hamil bila berkembang menjadik eklampsia karena dapat menyebabkan terjadinya kejang, kebutaan, dan nyeri kepala hebat.Minyak Ikan dan Resiko PreeklampsiaApakah minyak ikan benar-benar dapat menurunkan resiko terjadinya preeklampsia sebenarnya masih merupakan suatu kontroversi. Sebuah penelitian di tahun 2007 menemukan bahwa wanita yang mengkonsumsi lebih banyak asam lemak omega 3 memiliki resiko preeklampsia yang lebih rendah. Akan tetapi, penelitian lainnya pada tahun 2007 menemukan bahwa pemberian suplemen minyak ikan tidak dapat menurunkan resiko terjadinya preeklampsia pada wanita hamil secara signifikan. Oleh karena itu, belum ada bukti jelas mengenai apakah minyak ikan benar-benar dapat menurunkan resiko terjadinya preeklampsia. Selain diduga dapat menurunkan resiko preeklampsia, pemberian asam lemak omega 3 pada wanita hamil dapat membantu perkembangan otak janin (bagian kognitif dan penglihatan). Selain itu, asam lemak omega 3 juga dapat menurunkan resiko terjadinya alergi pada bayi dan dapat membantu mencegah terjadinya depresi selama kehamilan pada ibu hamil. Secara umum, suplemen minyak ikan aman dikonsumsi selama kehamilan. Akan tetapi, dianjurkan agar para wanita hamil berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter anda sebelum mengkonsumsi suplemen apapun.Sumber: healthyeating.sfgate
 23 Apr 2019    11:00 WIB
Waspada Tanda Bahaya Ketika Hamil
Beberapa hal yang anda alami selama hamil dapat merupakan gejala normal selama kehamilan, akan tetapi dapat pula merupakan suatu tanda bahaya bagi kehamilan anda dan juga diri anda. Bila anda mengalami beberapa gejala di bawah ini, sebaiknya anda segera menghubungi dokter anda tanpa perlu menunggu sampai jadwal pemeriksaan kehamilan anda berikutnya.   Perdarahan Perdarahan selama kehamilan dapat disebabkan oleh berbagai hal. Jika anda mengalami perdarahan hebat dan nyeri perut hebat atau nyeri perut seperti saat menstruasi atau merasa ingin pingsan pada saat trimester pertama kehamilan anda, anda mungkin mengalami kehamilan ektopik. Kehamilan ektopik terjadi bila janin anda tidak melekat di dalam rahim anda, tetapi di tempat lainnya. Hal ini dapat membahayakan. Perdarahan hebat dan nyeri perut pada trimester pertama atau awal trimester kedua kehamilan juga dapat merupakan tanda keguguran. Perdarahan hebat pada trimester ketiga kehamilan dapat disebabkan oleh terlepasnya plasenta dari rahim anda akibat sesuatu hal. Hal ini dapat menyebabkan perdarahan hebat yang sulit dihentikan. Perdarahan selalu merupakan tanda bahaya. Perdarahan pada usia kehamilan berapa pun, sedikit atau banyak selalu membutuhkan pemeriksaan dan penanganan secepatnya. Segeralah hubungi dokter anda bila anda mengalami hal ini.   Mual dan Muntah Berat Mual dan muntah merupakan gejala normal selama kehamilan. Akan tetapi, bila mual dan muntah yang terjadi sangat berat dan menyebabkan anda tidak dapat makan atau minum sama sekali, maka hal ini merupakan suatu hal yang serius. Mual dan muntah hebat dapat menyebabkan terjadinya dehidrasi dan malnutrisi. Dehidrasi dan malnutrisi dapat berbahaya bagi kesehatan bayi anda. Segera hubungi dokter anda bila anda mengalami gejala ini untuk mendapatkan penanganan secepatnya.   Penurunan Gerak Janin Gerakan bayi anda akan berkurang saat anda memasuki bulan terakhir kehamilan anda. Hal ini disebabkan oleh semakin sedikitnya ruang bergerak bagi bayi anda. Tetapi, sangat penting bagi anda untuk membedakan penurunan gerakan yang normal dengan penurunan gerakan yang abnormal. Bagaimana anda dapat membedakannya? Dianjurkan agar anda mencatat seberapa sering bayi anda bergerak untuk melihat penurunan atau peningkatannya. Dengan demikian, anda dapat menentukan seberapa sering biasanya bayi anda bergerak. Bila bayi anda bergerak atau menendang kurang dari 10 kali selama 2 jam, maka disarankan untuk segera menghubungi dokter anda untuk memeriksa keadaan bayi anda.   Kontraksi Pada Awal Trimester Ketiga Kehamilan Terdapat dua macam kontraksi selama akhir kehamilan anda. Kontraksi penanda persalinan dan kontraksi palsu atau kontraksi Braxton hicks. Kontraksi palsu biasanya timbul mendadak, tidak teratur, dan tidak semakin sering dan semakin nyeri. Kontraksi palsu ini biasanya akan mereda dalam waktu 1 jam atau dengan pemberian cairan. Kontraksi persalinan biasanya lebih teratur, berjarak sekitar 10 menit atau kurang dari setiap kontraksinya, semakin sering, menimbulkan nyeri yang menjalar dari pinggang ke perut, dan tidak mereda dengan pemberian cairan. Bila anda mengalami kontraksi persalinan, segera hubungi dokter anda. Bila belum waktunya anda melahirkan, maka dokter dapat segera melakukan berbagai hal yang diperlukan untuk menghentikan proses ini.   Tanda Preeklampsia Adanya nyeri kepala menetap, gangguan penglihatan, nyeri perut, pembengkakan badan, dan peningkatan tekanan darah selama trimester ketiga kehamilan dapat merupakan tanda-tanda preeklampsia. Tanda-tanda ini biasanya timbul setelah kehamilan berusia di atas 20 minggu, yang ditandai dengan tekanan darah tinggi dan adanya protein pada air kemih. Preeklampsia merupakan salah satu komplikasi kehamilan yang dapat membahayakan, baik bagi bayi maupun ibu.   Mengalami Gejala Flu Bila anda hamil, sangat dianjurkan agar anda mendapatkan vaksin flu, karena wanita hamil biasanya lebih mudah sakit dan lebih sering mengalami komplikasi berat akibat flu. Baca juga:  Menderita Diabetes Saat Hamil Tetapi Tetap Ingin Berpuasa? Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang  
 06 Sep 2015    09:00 WIB
Melahirkan Sebelum Waktunya, Bolehkah?
Bahaya Melahirkan Sebelum Waktunya Beberapa minggu terakhir kehamilan merupakan saat penting bagi pertumbuhan bayi anda. Berbagai organ penting bayi, seperti otak dan paru-paru masih dalam tahap perkembangan saat kehamilan anda berusia 37 dan 38 minggu. Oleh karena itu, bayi yang lahir sebelum usia kehamilan mencapai 39 minggu memiliki resiko yang lebih tinggi untuk mengalami berbagai gangguan kesehatan, seperti: Gangguan pernapasan karena paru-paru yang belum berkembang secara menyeluruh Gangguan makan karena bayi mengalami kesulitan menghisap atau menelan Infeksi berat yang dapat membahayakan nyawa bayi anda   Apakah Saya Benar-benar Harus Melahirkan Sebelum Waktunya? Kadangkala, anda harus melahirkan sebelum waktunya karena adanya beberapa gangguan kesehatan, seperti: Bayi anda tidak bertumbuh sesuai usia kehamilan (Intra Uterine Growth Retardation/IUGR) Ketuban pecah dini Anda telah menderita diabetes sebelum hamil atau mengalami diabetes selama kehamilan (diabetes gestasional) Anda memiliki tekanan darah tinggi atau preeklampsia Pada berbagai gangguan kesehatan di atas, melahirkan sebelum waktunya memiliki manfaat yang lebih besar daripada resikonya. Bila anda atau bayi anda tidak memiliki gangguan kesehatan yang mengharuskan anda melahirkan lebih awal, maka akan lebih baik untuk melahirkan pada waktunya.   Kontraindikasi Melahirkan Sebelum Waktunya Melahirkan sebelum waktunya dapat membahayakan anda dan bayi anda. Trimester terakhir kehamilan anda dapat membuat anda sangat tidak nyaman, akan tetapi bukan berarti anda boleh melahirkan lebih awal. Beberapa alasan yang mungkin menyebabkan anda ingin melahirkan lebih awal walaupun tanpa adanya gangguan kesehatan yang mengharuskannya adalah: Anda tidak ingin berat badan anda bertambah lagi Khawatir bayi anda terlalu besar Anda mengalami gangguan tidur Anda ingin menyesuaikan jadwal kelahiran anda dengan kebutuhan pekerjaan atau liburan anda Dokter anda ingin berpergian Anda ingin melahirkan pada tanggal tertentu   Sumber: webmd