Your browser does not support JavaScript!
 06 Aug 2015    09:00 WIB
Tips Mencegah Terjadinya Nyeri Saat Menyusui
Terkadang menyusui dapat menyakitkan dan penyebab terseringnya karena timbulnya luka di puting payudara. Nyeri pada puting payudara merupakan masalah yang sering terjadi baik pada ibu menyusui maupun pada ibu hamil. Anda mungkin akan mengalami nyeri pada puting payudara pada 2 minggu awal menyusui. Saat bayi Anda menghisap puting susu dengan bersemangat mungkin akan menyebabkan nyeri. Pada minggi-minggu berikutnya nyeri akan semakin berkurang. Kebanyakan ibu yang mengalami nyeri payudara saat menyusui disebabkan oleh posisi menyusui yang tidak baik atau karena bayi tidak lacth-on (menempel) dengan baik. Oleh karena itu perhatikanlah apakah mulut bayi Anda membuka dengan baik saat mulai menyusui. Infeksi jamur juga dapat menyebabkan nyeri. Sakit, perdarahan, pecah-pecah, gatal atau nyeri pada puting payudara memang sering dihubungkan dengan ibu yang baru belajar menyusui. Nyeri puting dapat disebabkan oleh 3 alasan, misalnya penyumbatan, pembengkakan dan mastitis pada payudara. Jika nyeri payudara disebabkan oleh 2 alasan pertama maka Anda tidak perlu khawatir. Berikut adalah tips untuk membuat proses menyusui Anda menjadi lebih nyaman dan mencegah nyeri pada payudara. Lepaskan bra Bra yang tidak pas akan mengakibatkan payudara Anda terasa tidak nyaman dan juga kulit Anda tidak "bernafas". Masalah ini dapat ditambah oleh karena kelembaban yang terjadi. Jika Anda ingin proses menyusui Anda nyaman, maka lepaskanlah bra Anda. Dengan tidak menggunakan bra akan mencegah terjadinya iritasi. Menyusui sesering mungkinMenyusui akan menjadi nyaman jika Anda menyusui setiap 2 jam sekali. Dengan keteraturan ini bayi Anda tidak akan kelaparan selama masa tersebut. Semakin jauh rentang waktu menyusui, bayi akan menyusu lebih kuat karena si kecil lapar. Ditambah lagi bayi akan gelisah, tidak tenang ingin segera menyusu. Bila Anda belum bisa membuatnya latch on dengan baik, Anda akan kesakitan saat menyusui si kecil. Menunda-nunda memberika ASI juga membuat payudara bengkak dan nyeri saat menyusui karena terlalu penuh terisi ASI. Sebaiknya susui bayi sesuai dengan kebutuhannya setiap kali dia ingin menyusu.   Memompa ASIPompalah payudara Anda 2 menit sebelum menyusui bayi Anda karena akan membuat daerah yang dihisap bayi menjadi lebih lembut dan nyaman untuk bayi. Dengan demikian bayi Anda dapat lacht-on dengan baik. Ketika memerah ASI menggunakan pompa elektrik, ingatlah untuk mulai dari pengaturan rendah lalu perlahan-lahan naik dan berhenti sejenak atau kurangi kekuatan perah bila Anda merasa tidak nyaman. Pilih pula ukuran corong pompa ASI yang sesuai dengan ukuran payudara agar bisa menghisap lebih baik dan tidak menimbulkan sakit.   Gelitik mulut bayiSaat akan mulai menyusui, gelitik mulut bayi menggunakan puting payudara Anda untuk merangsang mulut Bayi terbuka lebih lebar. Saat bayi Anda lacht-on dengan benar maka akan mengurangi kemungkinan terjadinya nyeri payudara.  Pastikan mulut bayi terbuka lebar dan lidah terletak di bawah ketika menempel. Sebagian besar daerah areola harus masuk ke mulut bayi, terutama areola di bagian bawah. Perhatikan posisi dagu bayi. Dagu adalah bagian pertama yang melekat di payudara, jadi pastikan dagu bayi menekan payudara selama dia menyusu tapi hidungnya tidak menempel. ASICobalah mengoleskan ASI setelah selesai menyusui dan balurkan secara merata dari puting sampai areola. Kandungan ASI yang berisi antibodi baik untuk menghilangkan nyeri pada payudara.Sumber: boldsky
 02 Aug 2015    16:00 WIB
Tips Memilih Pompa Menyusui
Menyusui merupakan cara terbaik untuk membangun suatu ikatan dengan bayi anda. Akan tetapi, akan ada saatnya anda tidak dapat menyusui bayi anda secara langsung, karena harus bekerja, jatuh sakit, atau anda sedang berpergian. Untuk itu, pompa susu pun diperlukan untuk membantu para ibu baru tetap dapat memberikan ASI pada bayinya.   Memilih Pompa Susu Rental Grade atau Hospital Grade Rental grade merupakan jenis pompa susu terbaik. Pompa ini merupakan jenis pompa yang paling mirip dengan cara bayi menghisap, oleh karena itu pompa ini merupakan pompa yang paling banyak memompa susu dari payudara anda. Pompa Susu Listrik Pompa jenis ini biasanya tersedia di toko perlengkapan bayi dan sangat anda perlukan bila anda ingin kembali bekerja dan tetap menyusui bayi anda. Pompa Susu Bertenaga Batre Pompa ini lebih kecil daripada pompa susu listrik. Pompa ini tidak dapat memompa susu dengan baik. Pompa jenis ini tidak sesuai bagi anda yang harus memompa ASI anda setiap hari karena harus bekerja. Akan tetapi, pompa ini sesuai bila anda hanya perlu menggunakannya sesekali. Pompa Susu Manual Pompa ini memiliki fungsi sebaik pompa susu listrik dalam memompa susu dari payudara anda. Perbedaannya hanya pada cara pompa ini bekerja. Anda harus memompa secara manual untuk memompa air susu anda keluar dari payudara anda.   Ukuran Pompa Untuk memperoleh hasil terbaik, hal pertama yang harus anda lakukan adalah memastikan bahwa ukuran pompa yang anda gunakan sesuai dengan ukuran payudara anda. Bila anda menggunakan pompa yang berukuran terlalu kecil, maka hal ini dapat menyebabkan timbulnya luka pada puting susu dan daerah sekitarnya. Gunakanlah pompa yang berukuran satu angka lebih besar daripada pompa standar. Puting dan areola (daerah kehitaman di sekitar puting susu) anda harus dapat bergerak bebas di dalam pompa. Dengan demikian anda dapat memompa susu anda secara maksimal.   Apakah Kerja Pompa Anda Telah Maksimal? Berapa banyak susu yang terkumpul dalam satu kali pompa sangat bervariasi. Untuk memaksimalkan jumlah susu yang keluar, terdapat beberapa langkah yang dapat anda lakukan, yaitu: Peganglah payudara anda dengan jari-jari tangan anda berada di bagian bawah payudara dan ibu jari di bagian atas payudara Angkat payudara anda dan temukanlah bagian yang terasa keras pada bagian atas payudara anda (kelenjar susu) Tekanlah bagian keras tersebut dengan ibu jari dan tahanlah. ASI akan segera mengalir keluar bila anda menemukan kelenjar susu dengan tepat. Jika anda sedang menyusui, maka bayi anda akan terlihat menelan Jika ASI berhenti mengalir, maka angkat ibu jari anda dan carilah kelenjar susu lainnya. Tekanlah dengan cukup kuat tetapi tidak sampai menimbulnya rasa nyeri Anda tidak akan pernah mengeluarkan seluruh ASI yang terdapat di dalam payudara anda, karena bersamaan dengan keluarnya susu dari payudara anda, maka susu pun terus diproduksi. Pompalah susu anda setidaknya tiga kali sehari, yaitu di pagi, siang, dan malam hari.   Tips Menyimpan ASI Pindahkanlah ASI yang telah terkumpul dalam kantong susu ke dalam botol susu anda. Tulislah tanggal kapan anda memompa susu tersebut sehingga anda dapat mengetahui hingga kapan susu tersebut dapat digunakan. ASI dapat bertahan lebih lama daripada susu formula, akan tetapi anda tetap harus menyimpannya di lemari pendingin. Beberapa tips menyimpan ASI adalah: Pada suhu ruangan (25°C), ASI dapat bertahan selama 6-8 jam Pada tas pendingin, ASI dapat bertahan selama 24 jam Pada lemari pendingin, ASI dapat bertahan hingga 5 hari Pada freezer, ASI dapat bertahan hingga 2 minggu (pada kulkas 1 pintu) dan hingga 6 bulan (pada kulkas 2 pintu, dengan freezer terpisah) Tempat terbaik untuk menyimpan ASI anda adalah di bagian belakang lemari pendingin, yang merupakan tempat paling dingin di lemari pendingin anda. Dengan demikian susu akan tetap segar lebih lama. Jangan mencampur ASI yang baru saja dipompa dengan ASI yang telah didinginkan di dalam lemari pendingin atau mencampur sisa ASI dengan ASI baru untuk diberikan pada bayi anda. Untuk mencairkan ASI yang telah membeku, anda dapat merendam botol berisi ASI tersebut di air hangat. Jangan memanaskan ASI di dalam microwave karena dapat merusak berbagai nutrisi penting yang terdapat di dalam ASI dan menyebabkan terbentuknya daerah-daerah panas pada botol susu yang dapat melukai bayi anda.   Sumber: webmd