Your browser does not support JavaScript!
 27 Jun 2019    11:00 WIB
Bagaimana Polusi Udara Mempengaruhi Kesehatan Jantung?
Kita tentu sudah mengetahui jika serangan jantung terkait dengan hipertensi, diabetes dan merokok. Saat ini masyarakat dunia bisa menambahkan lagi satu faktor resiko terkait serangan jantung, yaitu polusi udara. Polusi udara akan mempengaruhi kontraksi dan ekspansi dari pembuluh darah sehingga menyebabkan tekanan darah meningkat. Menurut para peneliti dari Perancis, the Paris Cardiovascular Research Center, peningkatan kadar polutan seperti karbon monoksida, nitrogen dioksida dan partikel lain dapat mempengaruhi jantung. Yang lebih mengerikan adalah kenyataan bahwa jika setiap polutan utama meningkat sebesar 10 mikrogram per meter kubik, Anda tidak akan mengetahui perbedaannya saat Anda menghirupnya. Tetapi peningkatan dari berat polutan udara ini akan meningkatkan resiko terjadinya serangan jantung sampai 1-3%. Mempelajari tentang polusi udara saat di sekolah memang mudah, tetapi tidak demikian saat Anda menghadapinya di dunia nyata. Dengan meledaknya perkembangan industri dan meningkatnya jumlah kendaraan bermotor yang menyesakkan jalan raya, Indonesia mempunyai banyak sekali alasan untuk mulai membersihkan udara. Partikel polutan yang besar akan menyerap gelombang sinra ultraviolet B, yang bertanggung jawab untuk pembentukan vitamin D. kekurangan vitamin D akan sangat memungkinkan timbulnya serangan jantung. Terekspose partikel polutan udara juga dapat meningkatkan resiko terjadinya trombosis atau endapan darah dan blok di jantung. Ada empat cara polutan meningkatkan kemungkinan timbulnya penyakit jantung dan pembuluh darah, yaitu:1.  Jika tekanan darah Anda meningkat, denyut jantung akan meningkat dan pembuluh darah akan mengecil2.  Peningkatan jumlah endapan darah akan membuat pembuluh darah lengket3.  Selanjutnya akan membuat penebalan di dinding pembuluh arteri4.  Lemak merupakan faktor yang memicu munculnya tekanan darah tinggi. Beberapa tindakan pencegahan untuk menghindari berbagai penyakit yang disebabkan polusi udara:1.  Menggunakan filter air conditioner2.  Menutup jendela mobil saat Anda berkendara atau menutup jendela rumah saat Anda berada di rumah3.  Mandi setelah Anda melakukan aktifitas di luar rumah, agar tubuh bersih dari debu dan partikel polutan.4.  Melatih sistem pernafasanSumber: healthmeup
 21 May 2019    08:00 WIB
Pengaruh Polusi Udara Terhadap Otak
Polusi udara selama ini selalu dikaitkan dengan peningkatan terjadinya penyakit jantung dan paru-paru. Ternyata ada 1 lagi organ yang penting yang terkena dampak polusi udara, yaitu otak. Peneliti di the American Association for the Advancement of Sciences (AAAS) dalam pertemuan tahunan di Chicago mengungkapkan pengaruh polusi udara yang terus menerus terhadap perkembangan otak. Menurut para peneliti, yang menggunakan model tikus yang secara konstan menghirup udara yang berpolusi, dapat mengakibatkan pembesaran pada ventrikel otak yang merupakan tempat berkembangnya kelainan otak seperti schizophrenia dan autis. Para peneliti percaya bahwa peningkatan di dunia tingkat polusi udara mungkin  terkait dengan meningkatnya kasus penyakit sistem saraf pusat selama bertahun-tahun. Menurut Dr. Deborah Cory-Slechta, polusi udara terdiri dari berbagai campuran metal dan gas, yang seringnya terdiri dari berbagai macam ukuran partikel. Partikel yang lebih besar biasanya tidak menyebabkan resiko pada tubuh, karena partikel tersebut bisa dikeluarkan melalui mekanisme batuk. Tetapi partikel yang lebih kecil merupakan suatu ancaman kesehatan yang besar. "Komponen yang paling dikhawatirkan orang-orang adalah partikel yang berukuran sangat kecil, bahkan sangat halus, dan alasannya adalah karena partikel tersebut dapat masuk sampai ke bagian dasar paru-paru dan dapat diserap pembuluh darah" kata  Dr. Cory-Slechta, professor di University of Rochester School of Medicine Dr. Cory-Slechta mengatakan dia tidak sengaja mengambil penelitian tentang kaitan polusi udara dengan otak, setelah beberapa koleganya mengirimkan bagian dari otak tikus yang sudah terkena polusi udara terus menerus. "Para peneliti tersebut ingin mengetahui efek polusi udara terhadap paru-paru pada tikus. Dan mereka tidak menggunakan bagian otaknya, jadi mereka bertanya kepada kami apakah kami ingin melihat bagian otaknya. Kami pun bersedia dan mengambil otak dari tikus-tikus tersebut. Tikus tersebut sudah terekspos polusi udara terus menerus selama berbulan-bulan, dan kemudian kami memeriksa otaknya dan kami tidak bisa menemukan wilayah otak yang tidak memiliki peradangan, tidak satupun." Demikian dijabarkan oleh Dr. Cory-Slechta. Berharap untuk melakukan penelitian lebih lanjut mengenai kaitan polusi udara dengan cedera otak, Dr. Cory-Slechta dan tim memulai serial penelitian pada tikus yang diekspos oleh udara yang tercemar dari Rochester, N.Y. Pada bagian ke3 dari studi mereka, para peneliti memberikan paparan pada tikus-tikus yang baru lahir, usia 4-13 hari (yang merupakan masa kritikal pada perkembangan otak tikus). Kemudian mereka memeriksa otak-otak tikus tersebut saat masa paparan berakhir. Setelah otak tikus tersebut dibagi-bagi menurut areanya, para peneliti dapat melihat lebih jelas jika area-area otak tersebut memliki tingkat kerusakan yang berbeda-beda. Tetapi dengan jelas terlihat, terdapat pelebaran ventrikel otak secara signifikan. Ventrikel otak terisi oleh cairan cerebrospinal (LCS) dan berfungsi untuk melindungi keseluruhan otak, membersihkannya dan memberikan energi. Tetapi saat ventrikel ini membesar, berarti mengidikasikan adanya perkembangan yang buruk dari sistem syaraf. Ketika ventrikel otak membesar, mereka akan mendorong jaringan otak yang lain" kata Dr. Cory-Slechta. "Kemudian ada juga bangunan diotak yang disebut ‘white matter’ yang menghubungkan kedua hemisfer otak. Pada anak-anak tikus tersebut,bagian ini menghilang atau bahkan tidak pernah terbentuk atau mati. Kami tidak mengetahui penyebab pastinya, tetapi tanda-tanda ini merupakan karakteristik dari autism dan schizophrenia." Ventriculomegaly atau pembesaran ventrikel juga diasosiasikan dengan berbagai macam gangguan otak seperti kelainan bipolar dan Alzheimer. Dr. Cory-Slechta mencatat jika kerusakan otak tersebut kebanyakan terjadi pada tikus jantan, yang membawa pada kesimpulan menarik jika autis dan schizophrenia terkait dengan gender.   Sumber: foxnews    
 13 Nov 2014    11:00 WIB
Bahaya Polusi Udara Untuk Kesehatan
Polusi merupakan istilah yang umum didengar. Polusi udara adalah salah satu bentuk yang sedemikian rupa mengacu pada kontaminasi udara, terlepas dari di dalam ruangan atau di luar ruangan. Semua perubahan fisik, biologis atau kimia pada udara di atmosfer dapat disebut sebagai polusi. Hal ini terjadi bila ada gas berbahaya, debu, asap yang masuk ke atmosfer dan membuat tanaman, hewan dan manusia sulit untuk bertahan hidup karena udara menjadi kotor. Polusi udara dapat menimbulkan banyak gangguan kesehatan seperti: Peningkatan gejala gangguan pernapasan, seperti iritasi saluran napas, batuk atau kesulitan bernafas Fungsi paru-paru menurun Memperburuk asma Meningkatkan terjadinya penyakit pernapasan yang kronis pada anak-anak Terjadi radang paru dan penyakit paru obstruktif kronis Denyut jantung tidak teratur Serangan jantung Kematian dini pada orang dengan penyakit jantung atau penyakit paru-paru, termasuk kematian akibat kanker paru-paru Gangguan polusi udara lebih jauh akan memacu pelepasan sitokin yang menyebabkan terjadi proses peradangan dalam tubuh yang merupakan faktor utama dari penyebab penyakit kencing manis dan kanker Memicu perubahan dalam bagian dari sistem saraf yang mengatur tekanan darah dan menyebabkan terjadinya penyempitan pembuluh darah. Bahkan bila Anda sehatpun Anda dapat mengalami: Iritasi pada mata, hidung dan tenggorokan Batuk Dada terasa sesak Sesak napas Jangan sampai polusi udara dapat merusak kesehatan Anda, maka Anda harus mengatasi polusi udara tersebut dengan berbagai cara, seperti: Tidak membakar sampah di pekarangan rumah Membatasi penggunaan AC dalam kehidupan sehari-hari Tidak merokok dalam ruangan Menanam tanaman hias di pekarang atau di pot-pot Menggunakan Air Purifier (pembersih udara) Sumber: sparetheair