Your browser does not support JavaScript!
 14 Jul 2019    16:00 WIB
Penyakit Paru Akibat Gangguan Pada Kantong Udara (Alveolus)
Jalan napas pada akhirnya akan bercabang-cabang menjadi saluran-saluran kecil (bronkiolus) dan membentuk suatu kantong udara (alveolus) di bagian akhir. Sebagian besar jaringan paru terdiri dari kantong-kantong udara ini. PneumoniaMerupakan penyakit yang terjadi akibat infeksi pada alveolus, yang biasanya disebabkan oleh bakteri.TuberkulosisMerupakan pneumonia progresif lambat yang disebabkan oleh infeksi Mycobacterium tuberculosis. Penyakit ini sangat mudah menular, terutama pada orang dengan daya tahan tubuh yang lemah seperti pada penderita diabetes, HIV/AIDS, dan anak-anak.EmfisemaMerupakan penyakit yang disebabkan oleh kerusakan pada jaringan penghubung antar alveolus. Keadaan ini biasanya disebabkan oleh kebiasaan merokok. Emfisema juga dapat menghambat aliran udara, sehingga menyebabkan terjadinya gangguan pada jalan napas.Edema ParuMerupakan suatu keadaan di mana cairan merembes keluar dari pembuluh darah kecil paru ke dalam kantong udara dan daerah di sekitarnya. Edema paru dapat terjadi akibat kerusakan pada jaringan paru yang menyebabkan perembesan cairan, gagal jantung, dan tekanan balik pada pembuluh darah paru. Kanker ParuKanker paru mempunyai banyak jenis dan dapat terjadi di bagian paru manapun. Akan tetapi, sel kanker paling sering ditemukan pada bagian utama paru, yaitu di dalam atau di sekitar kantong udara. Pengobatan kanker paru ditentukan berdasarkan pada jenis, lokasi, dan penyebaran kanker paru.Acute Respiratory Distress SyndromeMerupakan suatu keadaan yang disebabkan oleh kerusakan parah dan berat dari jaringan paru akibat suatu penyakit berat. Penggunaan ventilasi mekanik biasanya diperlukan untuk menunjang kehidupan sampai jaringan paru kembali normal.Pneumoconiosis Merupakan suatu keadaan yang terjadi akibat menghirup suatu zat tertentu yang dapat merusak jaringan paru. Debu batu bara dan debu asbes merupakan dua zat yang dapat menyebabkan kerusakan jaringan paru dan menyebabkan terjadinya "black lung" dan asbestosis.Sumber: webmd
 12 Nov 2016    11:00 WIB
Perbedaan Antara Pneumonia dan Asma
Gangguan pernapasan memilki banyak gejala yang sama, seperti batuk, demam, dan sebagainya. Pneumonia merupakan suatu infeksi pada jaringan paru yaitu kantong udara (alveolus) paru. Pada pneumonia, terjadi pengumpulan cairan dan sel-sel mati di dalam kantong udara yang menyebabkan kantong udara menjadi padat. Asma merupakan suatu reaksi alergi pada saluran napas akibat berbagai faktor lingkungan. Pada asma, terjadi reaksi berlebihan terhadap suatu hal yang sebenarnya tidak berbahaya, baik yang terdapat di dalam maupun di luar tubuh. Jadi asma merupakan suatu reaksi alergi yang menyebabkan penyumbatan hebat jalan napas, sehingga terjadi penurunan suplai oksigen ke dalam paru-paru dan seluruh tubuh.   Perbedaan Penyebab Penyebab pneumonia adalah berbagai jenis virus, bakteri, atau jamur. Penularan biasanya terjadi melalui proses aspirasi, yaitu secara tidak sengaja menelan cairan penderita pneumonia. Orang yang mengalami kelumpuhan seringkali mengalami pneumonia. Asma disebabkan oleh reaksi alergi terhadap berbagai hal seperti debu, bulu binatang, serbuk sari, udara dingin, cat, wewangian kuat, plastik, logam, kayu, dan sebagainya. Selain itu, beberapa jenis makanan juga dapat menyebabkan reaksi alergi, seperti tiram, susu, kacang, kerang, dan sebagainya. Selain reaksi alergi, berolahraga juga dapat menyebabkan terjadinya serangan asma pada beberapa orang.   Perbedaan Gejala Beberapa gejala pneumonia yang sering ditemukan adalah demam tinggi yang disertai dengan menggigil, batuk berdahak, dahak berwarna kuning, kadangkala disertai dengan batuk berdarah, nyeri dada, sesak napas, nyeri otot berat, hilangnya nafsu makan, dan mual. Sebaliknya, serangan asma biasanya terjadi secara mendadak yang ditAndai dengan sesak napas berat, batuk, dan mengi (suara napas berbunyi "ngik-ngik") yang merupakan ciri khas serangan asma.  Serangan asma biasanya lebih sering terjadi pada dini hari atau setelah terpapar oleh alergen seperti serbuk sari atau debu. Para penderita asma biasanya memiliki periode bebas gejala dan periode serangan asma, di mana ia merasa sesak napas atau kesulitan bernapas.   Perbedaan Pengobatan Untuk mengatasi pneumonia, dokter biasanya akan memberikan antibiotika atau obat anti jamur dan obat penurun panas. Untuk mengatasi asma, penderita biasanya diberikan berbagai jenis obat-obatan yang bertujuan untuk membantu melebarkan jalan napas.   Sumber: differencebetween
 21 Feb 2015    13:00 WIB
Influenza dan Komplikasinya
Pada orang sehat sekalipun, flu juga dapat menyebabkan timbulnya berbagai komplikasi berupa sinusitis, bronkitis, dan bahkan pneumonia.   Apa Itu Flu ? Influenza atau flu merupakan suatu penyakit yang disebabkan oleh infeksi virus influenza yang sangat menular dan paling sering terjadi saat musim hujan. Virus influenza dapat menginfeksi dan menyebar dengan cepat pada saluran napas atas anda dan kadang bahkan mengenai paru-paru anda juga.   Gejala Beberapa gejala yang sering anda alami saat menderita flu adalah: Demam, biasanya berupa demam tinggi Nyeri kepala Rasa lelah atau sangat lelah Batuk Nyeri tenggorokan Hidung meler atau hidung tersumbat Nyeri otot Diare dan muntah, sering terjadi pada anak-anak dan jarang pada orang dewasa   Komplikasi Komplikasi tersering dari flu adalah: Pneumonia viral atau bacterial Radang otot Gangguan sistem saraf pusat Gangguan jantung, seperti serangan jantung, radang otot jantung, dan radang selaput pembungkus jantung Selain berbagai gangguan di atas, flu juga dapat menyebabkan timbulnya infeksi telinga dan sinus (terutama pada anak-anak), dehidrasi, dan memperburuk berbagai penyakit kronik, seperti gagal jantung kongestif, asma, atau diabetes.   Siapa yang Beresiko Terkena Komplikasi ? Resiko terjadinya komplikasi flu lebih tinggi pada: Orang dewasa yang berusia lebih dari 50 tahun Anak-anak yang berusia 6 bulan sampai 4 tahun Tenaga kesehatan Orang dewasa dan anak-anak yang memiliki penyakit jantung atau paru-paru Orang dengan gangguan sistem kekebalan tubuh seperti pada penderita HIV/AIDS Wanita hamil   Apakah Vaksin Flu Berguna ? Vaksin flu merupakan salah satu langkah pencegahan flu dan menurunkan resiko terjadinya berbagai komplikasi flu, termasuk pneumonia dan berbagai komplikasi lainnya. Akan tetapi, perlu diingat bahwa keberhasilan pencegahan flu juga tergantung pada keadaan sistem kekebalan tubuh anda. Konsultasikan dengan dokter anda mengenai kapan anda memerlukan vaksinasi flu atau pneumonia.   Kapan Hubungi Dokter ? Jika anda mengalami flu dengan demam tinggi dan kesulitan bernapas, segera hubungi dokter anda. Gejala lainnya yang merupakan penanda beratnya serangan flu yang anda alami adalah: Demam disertai dengan menggigil Batuk disertai dengan adanya darah pada dahak Kesulitan bernapas Napas cepat Sesak napas Nyeri dada Mengi (suara napas berbunyi ngik-ngik)   Sumber: webmd
 17 Jun 2014    14:00 WIB
Variasi Gejala Influensa
Gejala influensa mungkin akan terlihat satu sampai empat hari setelah infeksi. Gejala mungkin akan segera terlihat dan dengan cepaat menjadi parah. Gejala influensa biasanya berlangsung selama satu sampai dua minggu sebelum sembuh sempurna. Gejala umum dari influensa  Gejala yang paling sering muncul saat influensa adalah: Demam tinggi Meriang Kelelahan Nyeri di seluruh tubuh dan otot Penurunan nafsu makan Nyeri kepala Batuk kering Nyeri tenggorokan Hidung berair Sementara gejala lain bisa menghilang dalam satu atau dua minggu, batuk kering dan kelelahan mungkin akan berlangsung beberapa minggu. Gejala influensa yang lain Gejala yang mungkin muncul saat mengalami influensa misanya kepala pusing, bersin-bersin dan sesak nafas. Mual dan muntah bukanlah gejala yang umum terjadi pada orang dewasa, tetapi bisa terjadi pada anak-anak. Gejala berbahaya dari influensa Pneumonia merupakan komplikasi yang paling sering terjadi saat flu, terutama pada kelompok yang beresiko tinggi. Anda harus pergi ke dokter segera jika Anda mengalami berbagai gejala pneumonia, termasuk: Batuk yang berat disertai dahak yang kental Kesulitan bernafas atau nafas pendek-pendek Demam lebih dari 39 derajat celcius Nyeri dada Menggigil Influensa vs flu perut Penyakit yang dikenal sebagai flu perut sebenarnya merupakan bentuk lain dari gastroenteritis atau iritasi pada perut. Gastroenteritis dapat disebabkan oleh berbagai macam patogen, misalnya virus, bakteri dan parasit. Gejala yang paling sering muncul termasuk mual, diare, dan demam ringan. Virus influensa tidak secara spesifik menyebabkan mual atau diare, kecuali pada anak kecil. Sangat penting untuk bisa membedakan gejala dari influensa biasa dan flu perut sehingga Anda bisa mendapatkan pengobatan yang benar.   Sumber: healthline