Your browser does not support JavaScript!
 12 Aug 2015    09:00 WIB
Say Bye-bye to PMS!
PMS atau Pre Menstrual Syndrome memang seringkali membuat wanita menjadi serba salah. Saat wanita mengalami PMS sering merasa mudah lelah, mudah emosi dan beberapa masalah lain yang dapat sangat mengganggu. Supaya PMS tidak mengganggu Kamu lagi. Berikut ada beberapa cara yang dapat dilakukan seperti:   Perubahan gaya hidup Berolahraga secara teratur. Setiap minggunya, Anda harus melakukan: o   Dua setengah jam olahraga dengan intensitas sedang o   Satu jam lima belas menit olahraga dengan intensitas berat o   Latihan beban selama 2 hari Makan makanan yang sehat, seperti buah-buahan, sayuran, dan biji-bijian. Hindari konsumsi garam, makanan bergula, kafein, dan alkohol berlebihan, terutama ketika Anda mengalami gejala PMS. Tidur yang cukup. Cobalah untuk tidur sekitar 8 jam sehari. Temukan cara yang sehat untuk mengatasi stres. Berkumpul bersama dengan teman-teman Anda, atau menulis dalam sebuah jurnal. Selain itu Anda juga bisa melakukan yoga, pijat, atau terapi relaksasi Jangan merokok. Baca juga: 5 Cara Mengatasi Kram Perut Saat Menstruasi Konsumsi vitamin Vitamin dan mineral tertentu telah ditemukan dapat membantu meringankan beberapa gejala PMS, seperti: Asam folat 400 mikrogram/ hr Magnesium 400 miligram/ hr Vitamin B-6 50 sampai 100 mg/ hr Vitamin E 400 internasional unit/ hr Kalsium dengan vitamin D o   Usia  9-18                    : 1300 mg/hr o   Usia 19-50                   : 1000 mg/hr o   51 tahun keatas           : 1200 mg/hr Obat Namun bila Anda merasa nyeri PMS yang luar biasa seperti kram, sakit kepala, sakit punggung, dan nyeri payudara. Anda bisa membantu meredakan dengan konsumsi obat-obatan seperti ibuprofen atau asam mefenamat. Bila nyeri yang dirasakan masih sangat mengganggu disarankan untuk konsultasi ke dokter. Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang Sumber: womenshealth
 11 Aug 2015    12:00 WIB
Kenapa Wanita Mengalami PMS?
Salah satu masalah yang sering dihadapi oleh seorang wanita adalah PMS. PMS sering kali mengganggu aktivitas dan membuat wanita merasa tidak nyaman. Disini Kita akan membahas mengenai apa itu PMS dan penyebab PMS. Check it out! Apa itu PMS? PMS merupakan singkatan dari Pre Menstrual Syndrome yang artinya adalah adanya sekelompok gejala yang terkait dengan siklus menstruasi. Gejala PMS terjadi 1 sampai 2 minggu sebelum periode menstruasi Anda dimulai. Gejala biasanya hilang setelah Anda mulai memasuki periode menstruasi. PMS dapat mempengaruhi menstruasi wanita dari segala usia dan mempunyai efek yang berbeda untuk setiap wanita. Bagi sebagian wanita, PMS bisa sangat mengganggu namun ada juga yang tidak mengalami masalah dengan PMS. Apa yang menyebabkan terjadinya PMS? Penyebab PMS sebenarnya tidak jelas, tetapi ada beberapa faktor yang mungkin terlibat. Perubahan hormon selama siklus menstruasi tampaknya menjadi penyebab utama. Perubahan hormon ini dapat berpengaruh pada beberapa wanita. Perubahan reaksi kimia di otak juga mungkin terlibat. Stres dan masalah emosional, seperti depresi, dapat membuat PMS menjadi lebih buruk. Beberapa kemungkinan penyebab lain meliputi: Rendahnya kadar vitamin dan mineral dalam tubuh Terlalu banyak makan makanan yang asin Terlalu banyak minum alkohol dan kafein, yang dapat mengubah suasana hati dan tingkat energi Anda Apa saja gejala PMS? Timbulnya Jerawat Payudara membengkak Mudah merasa lelah Sulit tidur                        Sakit perut, kembung, sembelit, atau diare Sakit kepala atau sakit punggung Perubahan nafsu makan atau justru nafsu makan meningkat Nyeri sendi atau otot Gangguan  konsentrasi atau memori Merasa tegang, mudah emosi, perubahan suasana hati, atau mudah menangis Mudah merasa cemas dan merasa depresi Gejala ini biasanya bervariasi antara satu wanita dengan wanita yang lain. Baca juga: Solusi Pintar Bagi Para Pria Untuk Menghadapi Wanita Saat PMS Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang Sumber: womenshealth
 23 Dec 2014    12:00 WIB
Penyakit Menular Seksual Mengakibatkan Kemandulan?
Penyakit Menular Seksual (PMS) dapat menyebabkan gangguaan kesuburan pada pria dan wanita. PMS dapat ditularkan melalui kontak seksual dengan pasangan yang terinfeksi melalui oral (mulut), anal (anus), atau vaginal. PMS yang paling umum terjadi pada remaja dan dewasa muda usia 15 sampai 24 tahun. Klamidia dan gonore adalah penyakit menular seksual akibat bakteri yang paling umum terjadi. Seringkali seseorang yang mengalami Klamidia dan gonore tidak memiliki gejala pada awalnya. Klamidia dan gonore apabila tidak diobati dapat mempengaruhi kesuburan pria dan wanita. Pada wanita, gonore dan klamidia dapat menyebabkan servisitis (radang serviks/ leher rahim) atau uretritis (radang uretra). Apabila tidak ditangani dengan baik. Sekitar 10 sampai 15 persen dari infeksi klamidia akan menyebabkan infeksi saluran kelamin bagian atas dalam rahim atau saluran tuba. Infeksi pada saluran kelamin bagian atas disebut penyakit radang panggul. Gejala yang terjadi seperti nyeri panggul, cairan vagina abnormal, perdarahan vagina, mual dan demam. Penyakit radang panggul adalah kondisi yang sangat serius karena secara permanen dapat merusak rahim dan saluran tuba. Seseorang yang mengalami PMS, apabila tidak ditangani dengan baik akan menyebabkan terjadinya jaringan parut pada saluran tuba yang dapat mencegah sel telur dan sperma bertemu, sehingga menghambat pembuahan. Jaringan parut ini juga meningkatkan risiko kehamilan ektopik, kehamilan di dalam saluran tuba. Kehamilan ektopik berpotensi mengancam nyawa. Tanpa operasi darurat, seorang wanita dapat mengalami kematian karena pendarahan. Gonore dan klamidia juga menyebabkan uretritis pada pria, yang sebagian besar juga tidak menunjukkan gejala apapun. Apabila tidak diobati, infeksi dapat menyebar sampai saluran genital dan menyebabkan epididimitis, yaitu peradangan pada epididimis. Epididimitis kronis, yang dapat menyebabkan kemandulan karena dengan merusak pergerakan sperma, fungsi dan jumlah sperma. Sumber: livestrong
 25 Nov 2014    12:00 WIB
Fakta Aktivitas Seksual Remaja
Untuk seorang remaja sebaiknya menghindari seks bebas. Katakan TIDAK terhadap seks. Karena seks bebas memberikan dampak yang negatif untuk semua pihak terutama untuk remaja itu sendiri. Berikut adalah fakta aktivitas seksual remaja: Dilaporkan ada sekitar empat dari sepuluh perempuan yang melakukan hubungan pertama mereka pada usia 13 atau 14 tahun baik karena adanya pemaksaan atau tanpa paksaan Sekitar 13% persen dari remaja berusia 15 tahun sudah pernah melakukan hubungan seksual 7 dari 10 remaja yang berusia 19 tahun sudah melakukan hubungan seksual setidaknya sekali Remaja yang tidak menggunakan kondom mempunyai kemungkinan untuk hamil sekitar 90% Hampir sepertiga remaja yang hamil melakukan aborsi Di Amerika terdapat 214.750 aborsi pada remaja berusia 15-19 tahun Angka tertinggi kehamilan remaja di negara maju terjadi di negara Amerika Bayi yang lahir dari ibu yang masih remaja mempunyai risiko berat badan lahir rendah dan lebih cenderung kurang baik dalam pendidikan. Selain itu berisiko untuk menerima kekerasan dan ditelantarkan Kemungkinan anak yang lahir dari seorang ibu remaja berakhir di penjara 13% atau anak perempuan dari ibu yang masih remaja dapat hamil kembali di luar pernikahan sekitar 22% 18,9 juta kasus Penyakit Menular Seksual (sifilis, gonore, klamidia, trikomoniasis, infeksi HPV (Human papillomavirus) baru setiap tahunnya hampir 48% atau 9,1 juta terjadi di pada remaja berusia 15-24 tahun Sumber: medindia
 24 Jul 2014    13:00 WIB
Tips Agar Tetap Sehat Saat Menstruasi
Saat menstruasi adalah saat yang dirasakan tidak nyaman untuk para wanita. PMS dapat membuat emosi seorang wanita menjadi tidak menentu, mengganggu kehidupan pribadi maupun kehidupan pekerjaan Anda. Kabar gembira untuk para wanita Anda dapat membuat saat menstruasi tidak mengganggu kehidupan Anda. Berikut tips yang dapat Anda ikuti: Hindari konsumsi tepung putih, gula dan makanan olahan. Makanan ini akan memperburuk gejala PMS dan mengganggu periode menstruasi seorang wanita. Meski belum terbukti dengan  menghindari gula dan karbohidrat dapat memperpendek masa menstruasi seseorang namun dengan menghindari gula dan karbohidrat membantu mengurangi kembung dan kram. Coba diet mediterania Beberapa wanita yang mengkonsumsi buah-buahan, sayuran, biji-bijian, ikan dan daging tanpa lemak memiliki efek besar pada siklus menstruasi. Diet mediterania adalah rendah sodium, lemak jenuh, dan karbohidrat olahan, yang semuanya menyebabkan tubuh menahan air. Sehingga dengan diet mediterania akan membantu mengatasi masalah-masalah PMS.Mengkonsumsi makanan tinggi kalium. Tingkat kalium dalam tubuh yang rendah dapat menyebabkan siklus tidak teratur, gangguan saat menstruasi seperti kram yang menyakitkan, Selama siklus menstruasi dan menjelang siklus menstruasi ada baiknya mengkonsumsi makanan tinggi kalium. Makanan tinggi kalium seperti pisang, ubi jalar, kacang, yogurt, salmon, dan kismis. Merebus makanan mengurangi kadar kalium dalam makanan. Makanan dengan cara diuap atau dengan cara dipanggang akan mendapatkan manfaat kalium secara penuh. Meningkatkan dan mempertahankan asupan nutrisi penting lainnya Makanan kaya asam lemak esensial, kalsium, magnesium, zinc, dan vitamin B, C, dan E merupakan makanan yang ideal dikonsumsi selama menstruasi. Makanan tersebut akan membantu menguatkan dinding pembuluh darah. Besi juga penting untuk pembentukan sel darah merah yang hilang saat menstruasi. Olahraga secara teratur. Olahraga ringan yang dilakukan secara teratur dapat menjaga siklus menstruasi tetap teratur. Olahraga akan membuat berat badan menjadi lebih ideal dan membuat tubuh menjadi lebih sehat. Seseorang yang memiliki kadar lemak yang terlalu banyak dalam tubuh akan mengganggu siklus menstruasi dan menyebabkan gangguan menstruasi lainnya. Beberapa wanita melaporkan bahwa latihan ringan seperti berenang, jogging, dan berjalan membuat periode menstruasi menjadi lebih pendek dan tidak mengalami gangguan saat menstruasi, saat menstruasi terasa lebih ringan. Lakukan olahraga sekitar 30 menit  5-6 kali per minggu. Sumber: wikihow