Your browser does not support JavaScript!
 25 Dec 2018    11:00 WIB
Panaskan Makanan Dalam Plastik Dapat Mematikan!
Tahukah Anda bahwa memanaskan makanan berbungkus plastik di dalam microwave ternyata dapat berdampak buruk bagi kesehatan Anda? Mengapa demikian? Hal ini dikarenakan kandungan zat kimia yang ada di dalam plastik dapat berpindah ke dalam makanan saat dipanaskan. Berbagai zat kimia berbahaya ini dapat memicu terjadinya kanker, gangguan sistem reproduksi, dan berbagai penyakit lainnya pada tubuh manusia.   Plastik sendiri dibentuk dari berbagai jenis zat kimia yang berfungsi untuk membuat plastik memiliki bentuknya. Dua bahan utama yang sering digunakan untuk membentuk plastik adalah: Bisphenol A (BPA), yang digunakan untuk membuat plastik tampak jernih dank eras Phthalates, yang digunakan untuk membuat plastik yang lembut dan fleksibel Saat ini, keduanya dianggap berbahaya bagi manusia karena dapat mengganggu fungsi endokrin. Baik bisphenol A maupun phthalates dapat masuk ke dalam makanan bila Anda memanaskan makanan berbungkus plastik atau menggunakan wadah berbahan plastik saat memanaskan makanan di dalam microwave, terutama bila makanan tersebut merupakan makanan berlemak seperti daging dan keju.   Jadi, bila Anda ingin tetap menggunakan microwave untuk memanaskan makanan, terdapat beberapa hal yang perlu Anda perhatikan, yaitu: - Pindahkan makanan ke wadah kaca atau keramik sebelum dipanaskan - Lepaskan plastic warp saat memanaskan makanan karena plastik tersebut dapat lumer -  Lepaskan tutup wadah kaca atau wadah plastik Anda sebelum memanaskan makanan di dalam microwave   Baca juga: Meletakkan Makanan Panas di Dalam Plastik Ternyata Sebabkan Kanker Lho!   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter  sekarang .   Sumber: health.harvard
 11 Sep 2015    20:00 WIB
Hati-hati, pembungkus makanan dapat menyebabkan kanker!
Angka kejadian kanker prostat terus meningkat pada beberapa tahun belakangan ini. Sebuah penelitian baru menunjukkan bahwa hal ini mungkin berhubungan dengan sebuah bahan kimia yang banyak digunakan di dalam pembungkus makanan dan makanan kaleng.   Baca juga: Tanda BPA Free Bukan Berarti Minuman Anda Aman   Bisphenol A merupakan suatu bahan kimia yang banyak digunakan oleh pabrik pembuat berbagai jenis botol plastik, tempat makan plastik, pembungkus makanan, dan makanan kaleng.   Para ahli sebenarnya telah lama menduga bahwa bisphenol A dapat mengganggu hormon seks manusia, yang mungkin turut berperan dalam peningkatan kasus kanker prostat belakangan ini.   Seorang ahli biologi di the University of Missouri mengatakan bahwa permasalahan ini telah dimulai sejak bayi masih berada di dalam kandungan ibunya dan dampaknya baru akan terlihat bertahun-tahun setelah bayi lahir. Masuknya dosis kecil tetapi sering dari bisphenol A pada makanan wanita hamil diduga dapat menyebabkan terjadinya berbagai perubahan mikroskopis pada sel-sel tubuh.   Para ahli mengatakan bahwa berbagai perubahan ini biasanya tidak terdeteksi saat bayi baru lahir. Gejala biasanya baru mulai terlihat bertahun-tahun kemudian dalam bentuk berbagai perubahan di uretra (suatu saluran yang menghubungkan antara kandung kemih dengan lubang kencing), pembesaran kelenjar prostat, dan kanker prostat.   Berbagai perubahan di atas terjadi karena bisphenol A menyebabkan terjadinya perubahan genetik (mutasi genetik) pada gen yang berfungsi untuk mengatur pembelahan sel. Akibatnya, pembelahan sel pun akan meningkat seiring dengan semakin bertambahnya usia seorang pria. Pembelahan sel yang melebihi batas normal inilah yang merupakan dasar dari terjadinya kanker.   Selain turut berperan dalam terjadinya kanker prostat, para ahli juga menemukan bahwa paparan bisphenol A dalam dosis kecil ternyata berhubungan dengan terjadinya obesitas dan sindrom ovarium polikistik pada wanita.   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang .   Sumber: menshealth
 03 Sep 2015    20:00 WIB
Selain BPA, Bahan Plastik Ini Dapat Menyebabkan Kanker!
Anda mungkin sudah sering mendengar orang tua Anda mengatakan jangan mengkonsumsi makanan panas di dalam steroform, akan tetapi tahukah Anda bahwa meletakkan makanan panas di dalam plastik juga berbahaya bagi kesehatan Anda? Di bawah ini, Anda dapat melihat beberapa jenis zat kimia yang digunakan untuk membuat plastik dan bahayanya bagi kesehatan Anda. Polivinil klorida (PVC) Zat kimia jenis ini banyak ditemukan pada pembungkus makanan, pembungkus plastik, tempat makan, kemasan alat mandi, kemasan kosmetik, ranjang bayi, ubin, dot bayi, tirai mandi, mainan, pipa air, selang air, pelapis, kolam renang tiup. Zat kimia ini diduga dapat menyebabkan kanker, kelainan bawaan, mutasi genetik, bronkitis kronik, ulkus (luka terbuka), gangguan kulit, tuli, gangguan penglihatan, gangguan pencernaan, dan gangguan fungsi hati.   Phthalates (DEHP dan DINP) Berbagai jenis benda yang mengandung phthalates adalah kain berbahan vinil, tiner, sepatu atau sandal, tinta, beberapa jenis mainan anak, berbagai jenis pembungkus makanan, ubin, kantong darah, botol infus, sarung tangan bedah, selang oksigen, peralatan laboratorium, masker oksigen, dan berbagai peralatan medis lainnya. Adanya phthalates di dalam tubuh dapat menyebabkan gangguan fungsi kelenjar endokrin, meningkatkan resiko terjadinya asma, gangguan perkembangan, dan gangguan organ reproduksi. Bila dibakar, PVC dan phthalates dapat menyebabkan gangguan kesehatan lainnya karena terlepasnya dioksin dan merkuri ke udara. Beberapa gangguan kesehatan yang dapat terjadi adalah kanker, kelainan bawaan, perubahan kadar hormonal, penurunan jumlah sperma, kemandulan, endometriosis, dan gangguan sistem kekebalan tubuh.   Bisphenol A Bisphenol A paling banyak ditemukan pada tempat makan dan botol minum plastik. Beberapa peneliti telah berhasil menemukan adanya hubungan antara paparan bisphenol A dosis rendah dengan terjadinya kanker, gangguan fungsi sistem kekebalan tubuh, pubertas dini, obesitas, diabetes, dan perilaku hiperaktif.   Polistiren Polistiren banyak ditemukan pada berbagai jenis pembungkus makanan, sterofoam, piring plastik, bungkus roti, bungkus cemilan, tempat kaset, tempat CD, alat makan plastik, alat bangunan, cetakan es batu, keramik dining, cat, nampan, gelas kertas, dan mainan. Polistiren dapat menyebabkan iritasi pada mata, hidung, dan tenggorokan; serta dapat menyebabkan pusing dan penurunan kesadaran. Paparan polistiren biasanya terjadi saat polistiren berpindah dari bungkus makanan ke makanan, yang akan disimpan di dalam lemak tubuh. Paparan polistiren ini dapat meningkatkan resiko terjadinya kanker kelenjar getah bening dan kanker darah, terutama pada para buruh pabrik yang memproduksi berbagai jenis produk plastik tersebut.   Polietilen (PET) Polietilen banyak ditemukan pada botol air minum atau botol minuman bersoda, serat karpet, permen karet, pengaduk kopi, gelas minum, tempat makan, pembungkus makanan, plastik yang dipanaskan, peralatan dapur, kantong plastik, dan mainan. Para peneliti menduga polietilen merupakan salah satu zat karsinogenik bagi manusia.   Poliester Poliester banyak ditemukan pada kasur, pakaian, popok sekali pakai, pembungkus makanan, tampon, dan kain pelapis perabotan rumah tangga (misalnya kain pembungkus sofa). Poliester dapat menyebabkan iritasi mata dan saluran pernapasan, serta dapat memicu timbulnya bercak kemerahan pada kulit.   Urea-Formaldehida Kombinasi urea-formaldehida dapat ditemukan pada papan tulis, triplek, dan kain. Para peneliti menduga bahwa formaldehida juga merupakan zat karsinogenik dan telah terbukti dapat menyebabkan terjadinya kelainan bawaan dan mutasi genetik.   Akrilik Akrilik banyak ditemukan pada pakaian, selimut, karpet yang terbuat dari serat akrilik, lem, lensa kontak, gigi palsu, lem ubin, peralatan dapur, popok sekali pakai, pembalut, dan cat. Akrilik diduga dpaat menyebabkan terjadinya gangguan pernapasan, muntah, diare, mual, badan terasa lemah, nyeri kepala, dan rasa lelah hebat.   Tetrafluoro-etilen Tetrafluoro-etilen banyak ditemukan pada berbagai jenis peralatan masak berbahan Teflon, setrika, pipa dan peralatan saluran air lainnya. Tetrafluoro-etilen dapat menyebabkan terjadinya iritasi pada mata, hidung, dan tenggorokan, serta dapat menyebabkan terjadinya gangguan pernapasan.   Baca juga: Dapat Menyebabkan Kanker, Penjualan Gelang Loom Band Dihentikan   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang .   Sumber: ecologycenter