Your browser does not support JavaScript!
 10 Dec 2014    13:00 WIB
Haruskah Ari-ari Dimakan Setelah Melahirkan?
Walaupun terdengar aneh dan menakutkan, ternyata tidak hanya hewan yang memakan ari-arinya sendiri setelah melahirkan, manusia pun melakukannya, termasuk beberapa wanita di suku Indian dan beberapa orang selebriti Amerika. Anda mungkin bertanya-tanya apa gunanya memakan ari-ari setelah melahirkan? Apa sebenarnya fungsi ari-ari atau plasenta selama proses kehamilan berlangsung? Di bawah ini Anda dapat mendapatkan jawaban dari beberapa pertanyaan ini.   Fungsi Plasenta Plasenta atau ari-ari merupakan organ pertama yang dibentuk, bahkan lebih dulu daripada organ-organ bayi setelah proses pembuahan terjadi. Plasenta berfungsi sebagai perantara antara sang ibu dan bayinya di dalam rahim, yang juga berfungsi untuk menghantarkan oksigen, nutrisi, dan hormon, serta mengeluarkan berbagai zat sisa yang dihasilkan bayi. Seiring dengan semakin bertambahnya usia kehamilan Anda, maka plasenta pun akan terus bertumbuh. Banyak orang percaya bahwa mengkonsumsi plasentanya dapat membantu meningkatkan tenaga dan kualitas ASI. Selain itu, mereka juga percaya bahkan konsumsi plasenta dapat menurunkan kadar hormon, yang juga dapat menurunkan resiko terjadinya depresi paska melahirkan dan insomnia (gangguan tidur). Akan tetapi, karena belum adanya penelitian ilmiah mengenai berbagai manfaat plasenta seperti yang disebutkan di atas, maka para ahli tidak dapat memastikan kebenaran dari pernyataan di atas. Para ahli mengatakan bahwa, pada hewan, anjing, mengkonsumsi plasentanya sendiri setelah melahirkan diduga dapat membantu mengurangi nyeri paska melahirkan dan membentuk hubungan yang kuat di antara ibu dan bayinya yang baru lahir. Memang benar bahwa plasenta mengandung protein dan lemak, akan tetapi para ahli mengatakan bahwa manusia dapat memperoleh keduanya dari berbagai jenis makanan yang sehat. Walaupun belum ada bukti ilmiah mengenai apakah benar mengkonsumsi plasenta dapat memberikan manfaat bagi kesehatan sang ibu setelah melahirkan, para ahli telah menemukan dampak negatif mengkonsumsi plasenta yaitu infeksi. Hal ini dikarenakan plasenta mungkin telah terkontaminasi oleh bakteri atau virus tertentu. Oleh karena itu, akan lebih baik bila Anda berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter Anda sebelum memutuskan untuk mengkonsumsi plasenta.     Sumber: webmd