Your browser does not support JavaScript!
 13 Jul 2019    08:00 WIB
5 Kebiasaan Buruk Pembentuk Plak Pada Gigi
Apa Itu Plak Pada Gigi? Plak merupakan suatu perpaduan antara bakteri dengan zat yang dihasilkannya, yaitu mukopolisakarida yang merupakan suatu zat kimia lengket. Bakteri kemudian hidup pada lapisan plak gigi ini (biofilm).Pada awalnya, lapisan berlendir ini rapuh dan mudah dihilangkan dengan menyikat gigi. Akan tetapi, bila anda tidak menyikat gigi secara teratur, maka bakteri yang terdapat di dalam plak gigi ini akan melepaskan zat asam yang dapat merusak email gigi dan membuat gigi berlubang. Jika plak terus dibiarkan, maka lama-kelamaan plak ini akan mengeras dan membentuk karang gigi. Karang gigi merupakan plak gigi yang tidak dapat dihilangkan dengan menyikat gigi. Anda membutuhkan bantuan dokter gigi untuk menghilangkannya. Karang gigi yang terdapat pada gusi dapat menyebabkan terjadinya peradangan gusi (gingivitis) atau gangguan gusi lainnya.Untuk menghindari pembentukan plak dan karang gigi, hindarilah beberapa kebiasaan buruk di bawah ini.1.  Jarang Sikat GigiWalaupun orang lain mungkin tidak mengetahui apakah anda telah menyikat gigi anda, gigi anda mengetahuinya. Sikatlah gigi anda setidaknya 2 kali sehari menggunakan pasta gigi berfluoride. Untuk membantu membersihkan plak dari gigi anda, terdapat beberapa hal yang dapat anda lakukan, yaitu:•    Sikatlah seluruh bagian gigi anda dengan sikat dan pasta gigi dengan suatu gerakan memutar beberapa kali, pada seluruh bagian gigi dan gusi. Lakukanlah gerakan ini baik pada bagian depan maupun belakang gigi•    Untuk membersihkan daerah di antara gigi depan anda, maka luruskan (vertikal) sikat gigi anda dan sikatlah gigi anda dengan gerakan memutar•    Bersihkanlah juga lidah anda untuk mengurangi bau mulut dan menyingkirkan lebih banyak bakteri sehingga mulut anda lebih bersih2.  Jarang Melakukan Flossing GigiMenyikat gigi saja tidak dapat membersihkan sela-sela gigi anda di mana plak seringkali berada. Lakukanlah flossing (membersihkan sela-sela gigi menggunakan benang) setiap harinya untuk mencegah kerusakan gigi akibat penumpukkan plak. Flossing juga dapat membersihkan plak pada gusi dan berbagai daerah lainnya yang tidak dapat dicapai oleh sikat gigi. Plak yang terdapat pada gusi dapat menyebabkan berbagai gangguan gusi.3.  Jarang Pergi ke Dokter GigiBahkan bila anda rajin menyikat gigi dan melakukan flossing gigi setiap harinya, masih ada plak yang terlewatkan oleh anda. Setelah beberapa waktu, plak yang terlewatkan ini akan mengeras dan membentuk karang gigi, yang hanya dapat dibersihkan oleh dokter gigi anda. Hal ini dapat mengurangi resiko terjadinya gigi berlubang atau bahkan kehilangan gigi.4.  Tidak Mengkonsumsi "Sikat Gigi" AlamiTerdapat beberapa jenis makanan yang dapat membersihkan plak pada gigi anda. Makanan ini berupa sayuran atau buah-buahan tanpa kulit seperti wortel, apel, timun, dan sebagainya. Selain itu, mengkonsumsi banyak sayuran dan buah-buahan dapat membantu mencegah terjadinya obesitas, penyakit jantung, dan kanker.5.  Sering Mengkonsumsi Makanan atau Minuman ManisBakteri menyukai berbagai jenis karbohidrat, termasuk gula. Mengkonsumsi permen atau meminum minuman soda yang manis membuat gula menempel pada gigi anda dan memberi makanan bagi bakteri. Bakteri ini akan membentuk suatu lapisan plak dan mengubah gula yang menempel pada gigi anda menjadi suatu zat asam yang dapat merusak gigi. Berbagai jenis permen dan makanan siap saji dapat menyebabkan terbentuknya plak pada gigi. Pencegahan Plak, Karang Gigi, dan Gigi Berlubang Obat KumurPenggunaan obat kumur anti bakteri dapat membantu menjaga kebersihan mulut dan gigi anda. Selain itu, obat kumur juga dapat mencegah bau mulut dan membantu mengangkat sisa-sisa makanan. Akan tetapi, anda tetap harus menyikat gigi dan melakukan flossing gigi walaupun telah menggunakan obat kumur. Permen Karet Tanpa GulaMengunyah permen karet bebas gula setelah makan juga dapat membantu mencegah kerusakan gigi. Mengunyah permen karet membuat mulut anda memproduksi lebih banyak air liur, yang mencegah pembentukan asam di dalam mulut anda setelah anda makan dan minum. Akan tetapi, ingatlah untuk tidak mengunyah permen karet secara berlebihan karena dapat menyebabkan gigi terlalu sering bergesekkan satu dengan yang lainnya atau menyebabkan gangguan sendi rahang. Sumber: webmd
 27 Jan 2018    13:00 WIB
5 Tips Supaya Gigi Bebas Dari Plak
Apakah Anda pernah bertanya-tanya mengapa dokter gigi menyarankan untuk menggosok gigi dua kali sehari? Alasan yang paling tepat adalah untuk perawatan gigi dan untuk mencegah pembentukan plak di gigi. Plak dapat dideskripsikan sebagai lapisan yang lembek dan lengket yang menempel di dinding gigi. Lapisan lengket ini bisa mengandung bakteri yang dapat menjadi penyakit gusi dan kerusakan gigi. Jika plak yang terbentuk sudah mengeras maka akan sulit untuk dilepaskan. Untuk itu idealnya Anda harus menyingkirkan plak setiap harinya untuk menghindari munculnya masalah gigi lainnya. berikut adalah beberapa tips yang dapat Anda lakukan untuk menghilangkan endapan plak pada gigi.   Menyikat gigi dengan benar Menyikat gigi dengan benar terbukti dapat mencegah terbentuknya plak di dinding gigi. Tidak peduli seberapa sering Anda menyikat gigi, yang terpenting adalah Anda harus menyikat dengan benar. Dengan menyikat gigi dengan benar tidak hanya akan mencegah pembentukan gigi tetapi juga akan memastikan kebersihan gigi secara umum.   Benang gigi (dental floss) Menggunakan benang gigi tidak hanya akan mengeluarkan sisa makanan yang masuk di sela-sela gigi. Dengan menggunakan benang gigi untuk membersihkan gigi secara teratur juga akan menjaga pembentukan plak, penyakit gusi dan gigi berlubang.   Menggunakan pasta gigi khusus Saat ini ada beberapa jenis pasta gigi yang dibuat khusus untuk menghancurkan plak gigi. Cobalah pasta gigi yang mengandung flouride atau tar-tar untuk mengontrol pembentukan plak sekaligus  menghancurkan plak.   Penggunaan baking soda Baking soda merupakan bahan alami untuk menghancurkan plak. Tuangkan baking soda ke dalam mangkuk dan rendam sikat gigi basah Anda kedalamnya. Anda juga dapat mencampurkan garam kedalam rendaman baking soda ini untuk hasil yang lebih baik.   Makan apel dan melon Makan apel dan melon setelah Anda makan dapat membantu membersihkan gigi dan mencegah pembentukan gigi.    Sumber: healthmeup
 16 Dec 2017    08:00 WIB
Berbagai Penyebab Tanggalnya Gigi Anda
TraumaTrauma pada gigi anda dapat membuat gigi anda menjadi patah, goyah, dan bahkan tanggal. Terdapat berbagai macam penyebab trauma pada gigi, yaitu:•    Terpukul oleh suatu benda atau trauma pada daerah pipi dan rahang•    Membuka tutup botol dengan menggunakan gigi•    Mengunyah es batu, menggigit coklat beku atau biji popcorn atau kulit kacang yang keras•    Mengunyah pen atau pensil•    Menggunakan gigi untuk memegang gantungan baju anda•    Membuka simpul atau bungkus makanan dengan gigi•    Memutuskan benang dengan menggunakan gigiKebiasaan menggeretakkan gigi, yang biasanya terjadi saat anda tidur (bruxism), terutama pada saat anda merasa stress, juga dapat membuat gigi anda mengalami tekanan yang terlalu besar, yang dapat membuat gigi anda patah atau retak. Penyakit TertentuPembentukan plak (suatu kumpulan bakteri yang menempel pada gigi anda) pada gigi dapat menyebabkan kerusakan gigi dan gangguan gusi. Plak dapat membuat gusi menjadi meradang dan dapat menghancurkan jaringan penyangga gigi, termasuk ligamen dan tulang. Kematian dan kerusakan jaringan penyangga gigi ini dapat membuat gigi anda menjadi goyah, dan bahkan tanggal.Plak terutama dapat terbentuk akibat buruknya kebersihan mulut dan jarangnya melakukan pemeriksaan kesehatan gigi. Penyebab LainnyaBerbagai hal lainnya yang dapat meningkatkan resiko terjadinya gangguan gusi dan tanggalnya gigi anda adalah:•    Kebiasaan merokok•    Kurangnya nutrisi•    Menderita diabetes•    Menderita hipertensi•    Menderita radang sendi (artritis)Perubahan kadar hormonal selama kehamilan juga dapat mempengaruhi respon tubuh seorang wanita terhadap penyakit, di mana terjadi penurunan kekebalan tubuh yang membuat wanita hamil lebih rentan terhadap berbagai penyakit, termasuk gangguan gusi dan gigi.Orang-orang yang mengalami gangguan dalam perkembangan maupun mengalami suatu cacat tertentu juga memiliki resiko yang lebih tinggi terhadap berbagai gangguan kesehatan gigi dan gusi karena kurangnya kemampuan mengurus diri sendiri.   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang Sumber: webmd
 06 Aug 2016    15:00 WIB
Fakta Mengenai Sikat Gigi
Tahukah anda bahwa sikat gigi anda penuh dengan berbagai jenis kuman?? Para peneliti Inggris menemukan bahwa sikat gigi yang tidak ditutup dapat mengandung lebih dari 100 juta bakteri, termasuk bakteri E. coli yang dapat menyebabkan diare dan bakteri Staphylococci yang dapat menyebabkan infeksi pada kulit anda. Akan tetapi, anda pun tidak perlu terlalu khawatir akan hal ini karena mulut anda pun bukanlah tempat yang steril. Plak yang biasanya terdapat pada gigi anda pun sebenarnya adalah bakteri. Jadi, setiap kali anda menyikat gigi anda, maka bakteri ini pun akan berpindah ke sikat gigi anda. Terdapat beratus-ratus bakteri di dalam mulut anda setiap harinya. Keadaan ini tidak akan menyebabkan gangguan kesehatan apapun pada anda kecuali bila terjadi ketidakseimbangan jumlah bakteri di dalam mulut anda. Selain itu, pertahanan tubuh anda pun menyebabkan anda tidak mudah terinfeksi oleh berbagai bakteri ini. Perlu diingat, jangan meletakkan sikat gigi anda dekat dengan kloset anda karena setiap kali anda menyiram kloset anda, maka anda pun membantu menyebarkan bakteri ke udara dan bakteri ini pun dapat hinggap pada sikat gigi anda. Oleh karena itu, letakkanlah sikat gigi anda sejauh mungkin dari kloset anda.   Tips Menyimpan Sikat Gigi Bila anda telah menempatkan sikat gigi anda sejauh mungkin dari kloset, maka di bawah ini terdapat beberapa hal lain yang dapat membantu melindungi sikat gigi anda dari paparan kuman tambahan, yaitu: Bersihkan sikat gigi anda dengan air bersih yang mengalir setiap kali menggunakannya Jagalah agar sikat gigi anda tetap kering di antara waktu menyikat gigi karena bakteri sangat menyukai lingkungan lembab. Jangan menggunakan tutup sikat gigi karena justru dapat membuat sikat gigi lebih lembab dan memudahkan pertumbuhan bakteri Letakkan sikat gigi anda pada posisi tegak lurus (vertikal), jangan meletakkannya pada posisi horizontal Jangan menggunakan sikat gigi yang sama dengan orang lain, baik keluarga maupun pasangan atau anak anda. Usahakanlah untuk tidak meletakkan sikat gigi pada satu tempat yang sama dengan sikat gigi lainnya   Kapan Saatnya Mengganti Sikat Gigi? Cara terbaik untuk membatasi jumlah bakteri pada sikat gigi anda adalah dengan menggantinya secara teratur. American Dental Association menganjurkan agar anda mengganti sikat gigi anda setiap 3-4 bulan. Selain itu, gantilah sikat gigi anda lebih sering bila bulu sikat telah rusak, anda jatuh sakit, atau bila anda memiliki kekebalan tubuh yang lemah. Bila anda menggunakan sikat gigi listrik, maka gantilah kepala sikat setiap 3-4 bulan.   Sumber: webmd