Your browser does not support JavaScript!
 12 Feb 2019    16:00 WIB
Ternyata Menghentikan Cegukan Mudah Sekali
Merasa malu karena tiba-tiba mengalami cegukan padahal sedang meeting dengan si bos atau justru klien? Hampir sebagian besar orang, baik yang tua maupun muda pasti pernah mengalami cegukan, termasuk bayi yang masih berada di dalam kandungan sang ibu. Cegukan merupakan suatu keadaan di mana otot diafragma mengalami kontraksi tanpa disadari atau dengan kata lain kram. Saat otot diafragma kram, maka ruang pita suara pun akan menutup, sehingga terjadilah cegukan. Cegukan biasanya hanya berlangsung singkat, akan tetapi bila cegukan berlangsung untuk waktu yang lama atau menetap, maka cegukan dapat merupakan gejala dari adanya suatu gangguan kesehatan yang serius. Baik pria maupun wanita dapat mengalami cegukan, tetapi pria biasanya lebih sering mengalami cegukan yang berlangsung selama lebih dari 48 jam. Apa Penyebab Cegukan? Pada sebagian besar kasus cegukan tidak ditemukan penyebab yang jelas. Walaupun demikian, terdapat beberapa hal yang seringkali menyebabkan terjadinya cegukan seperti: Makan terlalu cepat sehingga ada udara yang tertelan bersama dengan makanan Makan terlalu banyak (terutama makanan pedas atau berlemak) atau minum terlalu banyak (teruama minuman bersoda atau minuman beralkohol). Keduanya akan membuat lambung meregang dan mengiritasi diafragma Berbagai jenis penyakit atau gangguan kesehatan yang mengiritasi saraf yang mengatur gerakan diafragma seperti gangguan hati, radang paru-paru (pneumonia), atau berbagai gangguan paru lainnya Baru saja melakukan tindakan pembedahan pada perut Stroke atau tumor otak yang mengenai batang otak Gangguan kesehatan kronis seperti gagal ginjal Mengkonsumsi beberapa jenis obat-obatan yang memang memiliki efek samping cegukan seperti obat lambung, obat penenang (golongan benzodiazepin), levodopa, dan nikotin Perubahan suhu udara secara tiba-tiba Rasa takut atau senang Baca juga: Tips Mudah Untuk Mengatasi Stress Bagaimana Cara Menghentikan Cegukan? Salah satu cara yang dapat dilakukan untuk menghentikan cegukan adalah dengan menahan napas, yang bertujuan untuk meningkatkan kadar karbondioksida di dalam tubuh, sehingga otot-otot diafragma menjadi lebih rileks dan cegukan pun berhenti. Cara lainnya yang dapat digunakan untuk mengatasi cegukan adalah dengan menstimulasi daerah hidung dan tenggorokan, serta menstimulasi saraf vagus dengan melakukan beberapa hal di bawah ini: Minum segelas air putih Dibuat terkejut Menghisap lemon atau mengkonsumsi makanan asam Berkumur Bila cegukan telah berlangsung cukup lama dan tidak juga berhenti dengan menggunakan beberapa metode di atas, maka dokter biasanya akan memberikan beberapa jenis obat-obatan untuk mengatasinya seperti klorpromazin, haloperidol, dan metoklopramid. Kapan Hubungi Dokter? Sebagian besar kasus cegukan biasanya dapat hilang dengan sendirinya setelah sejangka waktu dan jarang membahayakan jiwa penderita. Akan tetapi, bila cegukan telah berlangsung lebih dari 3 jam atau mengganggu tidur atau kebiasaan makan Anda, maka jangan ragu untuk segera menghubungi dokter Anda. Segera cari pertolongan medis bila cegukan yang Anda alami juga disertai dengan beberapa gejala di bawah ini, yaitu: Nyeri perut Demam Sesak napas Muntah Batuk darah Tenggorokan terasa penuh Bisakah Cegukan Dicegah? Cegukan tidak selalu dapat dicegah, akan tetapi menghindari beberapa hal di bawah ini dapat membantu mencegah terjadinya cegukan: Makan berlebihan Makan terlalu cepat Minum terlalu banyak Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur https://dokter.id/tanya-dokter"> Tanya dokter sekarang . Sumber: medicinenet
 18 Jan 2016    15:00 WIB
Perubahan Suara Pria Saat Menelepon Wanita Pujaannya…
Sadarkah Anda bahwa nada bicara Anda akan berubah tergantung siapa yang menelepon Anda? Tahukah Anda bahwa cara Anda menjawab telepon dari teman Anda akan berbeda dengan cara Anda menjawab telepon dari  pujaan hati Anda? Saat Anda ditelepon oleh wanita pujaan Anda, maka nada suara Anda pun akan meninggi dan intonasi suara Anda pun akan melembut. Menurut seorang ahli antropologi, hal ini terjadi pada setiap pria. Hal ini merupakan salah satu cara pria untuk menunjukkan bahwa mereka merupakan seseorang yang lemah lembut, dapat dipercaya, dan bukan orang yang agresif. Selain pada lawan jenis, para pria pun akan melakukan hal yang sama di sekitar anak-anak. Teman-teman Anda mungkin akan meledek Anda karena perubahan suara Anda tersebut (menjadi lebih lembut), karena mereka telah terbiasa mendengar suara "bro" Anda.   Baca juga: 5 Tempat Di Mana Pertengkaran Pasangan Paling Sering Terjadi   Hal ini dikarenakan saat seorang pria ingin mendominasi temannya, maka ia pun secara tidak sadar akan merendahkan suaranya. Sadar atau tidak, nada suara seperti inilah yang Anda gunakan setiap kali Anda berbicara dengan teman atau pria lainnya. Selain untuk membuat lawan jenis terkesan, intonasi suara yang selalu berubah-ubah ini juga bertujuan untuk membuat lawan jenisnya tetap tertarik untuk berbicara dengannya.   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang.   Sumber: menshealth
 18 Sep 2015    18:00 WIB
Kurangi Efek Radiasi Ponsel Dengan Tips Berikut Ini!
Benarkah radiasi dari telepon genggam yang Anda gunakan setiap hari berbahaya bagi otak Anda? Hingga saat ini para ahli masih berdebat mengenai jawaban dari pertanyaan di atas. Radiasi telepon genggam diduga dapat menyebabkan terjadinya berbagai gangguan kesehatan; mulai dari nyeri kepala, kemandulan, hingga kanker. Akan tetapi, hingga saat ini belum ada penelitian ilmiah yang benar-benar dapat menguatkan pernyataan di atas. Radiasi telepon genggam sendiri sebenarnya merupakan suatu gelombang elektromagnetik yang sangat kuat, yang diduga dapat menyebabkan terganggunya fungsi berbagai sel dan sistem saraf pada tubuh manusia. Untuk menghindari berbagai bahaya yang mungkin ditimbulkan dari radiasi telepon genggam Anda, di bawah ini Anda dapat melihat beberapa tips yang dapat membantu mengurangi paparan radiasi dari telepon genggam Anda tersebut.   Gunakan Pengeras Suara Tahukah Anda bahwa dari seluruh radiasi gelombang yang dipancarkan oleh telepon genggam, sekitar 97-99% di antaranya akan diserap masuk ke dalam otak, terutama ke bagian otak yang berdekatan dengan tempat Anda menggunakan telepon genggam Anda? Lobus temporal merupakan bagian otak yang menerima paling banyak radiasi telepon genggam. Bagian otak yang satu ini berfungsi untuk mengatur pendengaran, memproses suara, membentuk ingatan jangka panjang, berbicara, dan melihat. Untuk mengurangi efek radiasi pada otak Anda, maka dianjurkan agar saat Anda menelepon seseorang atau menerima telepon dari orang lain, gunakanlah pengeras suara. Bila tidak memungkinkan, Anda dapat menggunakan headphone atau earphone (headphone atau earphone tanpa kabel lebih baik karena telepon genggam tidak harus diletakkan di kantong celana yang tetap berdekatan pada tubuh).   Gunakan telepon di Ruangan Terbuka Karena radiasi telepon genggam akan menjadi lebih tinggi di ruangan tertutup maka dianjurkan agar Anda lebih sering bertelepon di ruangan terbuka.   Jangan Terlalu Dekat, Terlalu Lama, Terlalu Sering Saat Anda meletakkan telepon genggam Anda, pastikan Anda tidak meletakkannya terlalu dekat dengan Anda karena radiasi yang Anda terima akan semakin tinggi. Selain itu, jangan gunakan telepon genggam Anda terlalu sering, terutama bila Anda sedang hamil.   Pesan Singkat Lebih Baik Daripada Telepon Saat Anda ingin menghubungi seseorang, bila memungkinkan, gunakanlah pesan singkat daripada meneleponnya secara langsung untuk mengurangi efek radiasi ke otak Anda. Hal ini dikarenakan efek radiasi telepon genggam ke otak manusia ternyata dapat memicu timbulnya berbagai gangguan pada otak atau organ lain di kepala. Menurut berbagai penelitian, radiasi telepon genggam dapat meningkatkan resiko terjadinya berbagai gangguan di bawah ini, yaitu: Kanker otak. Resiko terjadinya glioma dan neuroma akustik akan meningkat 50-90% Tumor kelenjar air liur. Sebuah penelitian di Israel menemukan bahwa orang yang sering menggunakan telepon genggam memiliki resiko tumor kelenjar air liur yang lebih tinggi yaitu hingga 50-60% Gangguan perilaku. Sebuah penelitian yang dilakukan di Denmark menemukan bahwa anak-anak yang sering menggunakan telepon genggam memiliki resiko lebih tinggi (hingga 80%) untuk menderita gangguan emosional dan perilaku hiperaktif. Keadaan ini terutama terjadi pada anak-anak yang ibunya sering menggunakan telepon genggam saat hamil Migrain dan vertigo. Menurut sebuah penelitian yang juga dilakukan di Denmark, orang dewasa yang sering menggunakan telepon genggam lebih sering (10-20%) menderita migrain dan vertigo dibandingkan dengan orang yang lebih jarang menggunakan telepon genggamnya   Gunakan Hanya Bila Sinyal Baik Saat sinyal telepon kurang baik, maka telepon genggam Anda pun akan mengeluarkan “tenaga” ekstra untuk mendapatkan sinyal. Hal ini berarti akan lebih banyak radiasi yang akan dipancarkan ke dalam tubuh Anda. Oleh karena itu, bila sinyal telepon genggam Anda sedang kurang baik, tunggulah sebentar hingga sinyalnya membaik sebelum menelepon atau menggunakan telepon genggam Anda.   Baca Juga: Dampak Telepon Genggam Pada Otak Anak-anak   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang .   Sumber: bodyecology