Your browser does not support JavaScript!
 13 Oct 2018    16:00 WIB
Waspada 5 Efek Samping Paling Berbahaya dari Pil KB
Anda mungkin sudah memiliki gaya hidup sehat dengan rajin berolahraga, memiliki berat badan ideal, makan makanan sehat dan seimbang, tidak mengkonsumsi alkohol dan merokok; akan tetapi tahukah Anda bahwa pil KB yang Anda konsumsi ternyata dapat berbahaya bagi kesehatan Anda? Di bawah ini Anda dapat melihat beberapa efek samping berbahaya dari mengkonsumsi pil KB yang berisi hormon.   Terbentuknya Bekuan Darah Bahkan jika Anda tidak merokok, resiko pembentukan bekuan darah di dalam aliran darah Anda akan meningkat bila Anda mengkonsumsi pil KB. Hal ini dikarenakan pil KB mengandung drospirenone, sebuah sintetik progesteron, yang dapat meningkatkan resiko terbentuknya bekuan darah. Bekuan darah ini dapat terbentuk di berbagai arteri atau vena. Walaupun kadangkala bekuan darah ini dapat hancur dengan sendirinya, akan tetapi bekuan darah ini dapat berbahaya bila menghambat aliran darah ke dalam paru-paru, otak, atau jantung. Jadi, bila Anda yakin pil KB yang biasa Anda konsumsi mengandung drospirenone, dianjurkan agar Anda berkonsultasi dengan dokter Anda mengenai apakah Anda dapat mengganti jenis pil KB yang Anda konsumsi.   Memicu Terbentuknya Tumor Hati Jinak Kontrasepsi oral telah diketahui berhubungan dengan meningkatnya resiko terjadinya tumor jinak hati. Walaupun tumor jinak ini tidak bersifat ganas dan biasanya tidak menimbulkan resiko apapun terhadap kesehatan, akan tetapi tumor jinak hati yang disebabkan oleh pil KB dapat menimbulkan masalah bagi beberapa orang wanita. Adenoma hepatoselular yang terbentuk akibat pil KB dapat menyebabkan terjadinya perdarahan perut dan hormon di dalam pil KB juga akan membuat tumor semakin membesar, yang membutuhkan tindakan pembedahan untuk mengangkatnya.   Menyebabkan Depresi Mengkonsumsi pil KB membutuhkan penyesuaian diri dari tubuh Anda, artinya Anda mungkin akan mengalami perubahan mood yang akan membaik seiring dengan berlalunya waktu. Akan tetapi, pada beberapa orang wanita, mengkonsumsi pil KB membuat mereka mengalami depresi dan perubahan mood yang tidak menghilang hingga mereka berhenti mengkonsumsi pil KB. Hingga saat ini para ahli masih belum mengetahui secara jelas mengapa konsumsi pil KB dapat memicu terjadinya depresi pada sejumlah wanita. Beberapa orang wanita mengatakan bahwa saat mereka mengkonsumsi pil KB kombinasi yang mengandung estrogen dan progesteron, gejala depresi lebih sering muncul daripada saat mereka mengkonsumsi pil KB yang hanya terdiri dari satu jenis hormon. Bila Anda merasa sedih, cemas, tidak berdaya, merasa amat sangat lelah, sulit berkonsentrasi, atau memiliki pikiran atau kecenderungan untuk melakukan tindakan bunuh diri saat mengkonsumsi pil KB, segera beritahu dokter Anda.   Baca juga: 7 Kegunaan Pil KB   Menyebabkan Gangguan Kandung Empedu Beberapa jenis pil KB memang dapat meningkatkan resiko terjadinya gangguan empedu. Selain itu, resiko terbentuknya batu empedu akan meningkat bila Anda memiliki berat badan berlebih, menderita diabetes, atau merokok. Jika Anda mengalami nyeri perut hebat, mual, muntah, demam, dan kulit tampak kuning; segera cari pertolongan medis.   Menyebabkan Kanker Payudara dan Kanker Serviks Hingga saat ini para ahli masih mencoba menemukan apakah memang benar ada hubungan antara beberapa jenis kanker dengan pil KB. Beberapa penelitian menemukan bahwa resiko terjadinya kanker payudara dan kanker serviks akan meningkat bila seorang wanita mengkonsumsi pil KB karena kandungan hormon di dalamnya. Masih diperlukan penelitian lebih lanjut untuk memastikan hal ini. Akan tetapi, memeriksa payudara dan pap smear secara rutin dapat membantu mendeteksi kanker sedini mungkin. Jadi, selalu periksa kesehatan Anda secara teratur, terutama bila Anda mengkonsumsi pil KB.   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang.   Sumber: cheatsheet
 08 Jul 2018    13:00 WIB
Stop Pil KB, Kapan Bisa Hamil Lagi?
Saat ini banyak wanita menggunakan kontrasepsi atau KB untuk mencegah terjadinya kehamilan. Terdapat berbagai jenis kontrasepsi non permanen yang dapat digunakan untuk mencegah terjadinya kehamilan seperti pil KB, kondom, KB suntik atau implan, dan pemasangan IUD (spiral). Akan tetapi, apa yang terjadi bila anda telah siap hamil dan berhenti menggunakan kontrasepsi apapun? Berapa lama waktu yang dibutuhkan agar anda dapat hamil setelah berhenti menggunakan KB? Banyak wanita menemukan bahwa dirinya sulit hamil walaupun telah berhenti menggunakan kontrasepsi apapun.Akan tetapi, tidak semua wanita sulit hamil setelah berhenti menggunakan kontrasepsi. Beberapa wanita dapat hamil hanya 1 atau 2 minggu setelah berhenti menggunakan pil KB. Bila anda menggunakan kontrasepsi yang mengandung hormon, seperti pil KB atau KB suntik atau KB implan, maka selesaikanlah penggunaannya sebelum berusaha untuk hamil. Setelah anda menyelesaikan program KB anda, akan lebih baik bila anda menunggu hingga menstruasi anda kembali normal sebelum berusaha untuk hamil. Hal ini bertujuan untuk mencegah terjadinya perdarahan atau menstruasi yang tidak teratur. Secara umum, pertengahan bulan merupakan waktu terjadinya ovulasi yaitu pelepasan sel telur dari indung telur menuju ke tuba falopii (saluran telur, tempat terjadinya pembuahan), yang merupakan masa subur seorang wanita di mana kehamilan lebih mudah terjadi. Oleh karena itu, 2 minggu setelah anda berhenti menggunakan kontrasepsi merupakan saat paling subur bagi anda. Jika anda pernah hamil atau pernah mengalami keguguran sebelumnya, maka berikanlah tubuh anda waktu selama setidaknya 3 bulan untuk memulihkan dirinya sebelum kembali berusaha untuk hamil. Bila anda menggunakan IUD (spiral), maka anda harus mengangkat spiral tersebut sebelum berusaha untuk hamil. Bila anda menggunakan kondom untuk mencegah kehamilan, maka berhentilah menggunakan kondom bila anda telah siap untuk hamil Baca juga: Efek Konsumsi Pil KB Dalam Jangka Panjang Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang Sumber: webmd
 03 Jul 2018    11:00 WIB
Berbagai Metode Mencegah Kehamilan
Jaman dulu orang berpendapat "banyak anak, banyak rejeki." Namun, di jaman ini seringkali orang berpikir untuk membatasi jumlah anak mereka karena mungkin sisi ekonomi atau alasan lainnya. Pemerintah sendiri ada suatu program yang disebut dengan Keluarga Berencana dengan slogan "Dua anak cukup." Apapun itu yang menjadi pertimbangan untuk mencegah kehamilan, berikut adalah beberapa metode yang ada 1.         Cara alami Ini adalah cara tradisional yang tidak membutuhkan obat atau alat tertentu untuk mencegah kehamilan. Pertama adalah pantang melakukan atau menghindari hubungan seksual. Kedua adalah dengan senggama putus atau disebut juga coitus interruptus yaitu suatu metode dengan cara menarik penis dari vagina sebelum mengalami ejakulasi. Teori atau tujuannya adalah agar sperma tidak masuk atau tersimpan ke dalam vagina yang bisa mengakibatkan kehamilan. Cara senggama putus ini memerlukan pengendalian diri sehingga ketika menarik penis dari vagina pada waktu yang tepat. Namun juga perlu dipahami bahwa cara ini tidak sepenuhnya efektif karena tergantung pengendalian dan waktu yang tepat tadi. Menurut the United States Health and Human Services (HHS) Office for Population Affairs, dari 100 wanita yang menggunakan metode ini, 20 diantaranya hamil. Sedangkan penelitian lainnya dari 100 perempuan, 28 diantaranya hamil. Jadi tingkat keberhasilannya sekitar 80%. Namun, ada pasangan yang berpendapat bahwa metode ini mengganggu kesenangan seksual karena harus ejakulasi di luar yang menuntut untuk mengendalikan diri. 2.         Menggunakan alat bantu Kondom Alat bantu yang umum dipakai adalah kondom yang terbuat dari latek. Kondom bukan saja mencegah sperma masuk ke dalam vagina, namun juga mencegah penularan penyakit yang disebabkan dari hubungan seksual. Saat ini ada kondom untuk pria dan juga kondom untuk wanita. Untuk kondom pria tingkat efektifitas mencegah kehamilan 82% sedangkan kondom wanita 79%. Diafragma Alat lainnya disebut dengan diafragma yaitu karet yang berbentuk kubah yang dimasukan ke dalam vagina dan bersifat elastis. Tingkat keefektifan dalam mencegah kehamilan sekitar 88% jika digunakan dengan spermisida dan sekitar 77% - 83% jika digunakan tanpa spermisida. Cervical Cap Cervical cap atau tutup serviks ini memiliki bentuk seperti tudung saji yang terbuat dari karet latek. Alat ini diletakan di atas serviks atau dinding Rahim dengan tujuan untuk menghalabi sperma masuk. Tingkat keefetifannya 77%-83% dan jika digunakan dengan spermisida sekitar 88%.   3.         Suntikan Suntikan ini perlu dilakukan setiap 3 bulan sekali. Tujuan dari suntikan ini adalah menghentikan wanita untuk melepaskan sel telurnya agar tidak terjadi kehamilan. Tingkat keefektifannya sekitar 94%   4.         Pil kontrasepsi Pil ini harus dikonsumsi setiap hari. Pil ini merupakan kombinasi dari dua hormone yaitu estrogen dan progestin yang berfungsi untuk menghentikan ovulasi dan juga membuat dinding rahim lebih tipis. Tingkat keefektifannya antara 91%-95%.   Ini adalah sebagian dari metode mencegah kehamilan. Masih ada cara-cara lainnya seperti implant maupun vasektomi. Selain itu juga masih ada alat bantu lainnya baik yang sifatnya hormonal maupun non-hormonal. Sebab itu jika sobat sehat ingin mengenal lebih jauh dan mana yang lebih sesuai, ada baiknya sobat sehat bisa konsultasi ke dokter yang bersangkutan.