Your browser does not support JavaScript!
 26 Dec 2014    09:00 WIB
7 Alasan Mengapa Anda Sebaiknya Mengganti Pil KB Anda Sekarang!
      Sering Lupa Mengkonsumsi Pil KB Harian Berdasarkan berbagai penelitian mengenai pil kontrasepsi, banyak wanita yang menggunakan pil KB harian ini mengaku bahwa mereka sering lupa mengkonsumsi pil KBnya, rata-rata 4 hari dalam sebulan. Sesekali lupa mengkonsumsi pil KB atau terlambat mengkonsumsinya bukanlah suatu masalah besar. Akan tetapi, bila Anda melupakannya selama lebih dari 1 baris, maka Anda pun dapat mengalami kegagalan atau dengan kata lain hamil. Bila Anda sering lupa mengkonsumsi pil KB, maka Anda mungkin harus mengganti alat kontrasepsi Anda dengan alat kontrasepsi lainnya yang tidak perlu dikonsumsi setiap hari.  2.      Sering Mengalami Perdarahan Perdarahan dapat terjadi saat Anda baru mulai menggunakan alat kontrasepsi baru, akan tetapi hal ini biasanya akan berhenti dengan sendirinya. Bila perdarahan ini terus berlangsung, maka berkonsultasilah dengan dokter Anda untuk mengganti alat kontrasepsi Anda.  3.      Mengalami Perubahan Mood yang Berat Mood yang berubah-ubah merupakan hal yang biasa dialami akibat penggunaan pil KB yang mengandung hormon. Hal ini mungkin dikarenakan adanya progestin di dalamnya. Satu hal yang perlu diingat adalah bahwa semua jenis pil KB mengandung kadar progestin yang sangat berbeda. Berkonsultasilah dengan dokter Anda untuk mengganti pil KB Anda bila pil yang Anda gunakan sekarang menyebabkan perubahan mood yang berat.  4.      Perut Kembung yang Terasa Tidak Nyaman Semua pil KB mengandung estrogen, yang dapat membuat air tertahan di dalam tubuh. Hal ini dapat membuat Anda merasa kembung.  5.      Mengalami Penurunan Gairah Seksual Pil KB dapat menghambat ovulasi, akan tetapi juga dapat menghentikan produksi hormon testosteron di dalam indung telur, yang dapat menyebabkan penurunan gairah seksual walaupun tidak dialami oleh semua wanita. Jika Anda mengalami penurunan gairah seksual, berkonsultasilah dengan dokter Anda untuk mengganti pil KB Anda.  6.      Berjerawat Hampir semua jenis pil KB dapat membantu mengatasi jerawat karena menghambat terjadinya ovulasi dan produksi testosteron yang dapat membuat kulit Anda tampak lebih indah. Akan tetapi, kadangkala jerawat dapat tetap bertahan walaupun Anda telah mengkonsumsi pil KB. Berkonsultasilah dengan dokter Anda jika jerawat tidak juga menghilang setelah Anda mengkonsumsi pil KB selama beberapa waktu.  7.      Mengalami Migrain Berat dan Aura Jika Anda mengkonsumsi pil KB dan mengalami migrain, maka pastikan Anda memberitahu dokter Anda, terutama jika Anda juga mengalami aura (perubahan ketajaman penglihatan yang kemudian disertai dengan migrain). Para peneliti menunjukkan bahwa para wanita yang mengkonsumsi pil KB dan mengalami migrain, terutama migrain dengan aura, memiliki resiko yang lebih tinggi untuk mengalami pembekuan darah dan stroke.     Sumber: womenshealthmag
 18 Dec 2014    12:00 WIB
Bercak Darah Di Antara Waktu Menstruasi
Semua wanita ingin memiliki tubuh yang sehat. Salah satu permasalahan kesehatan yang dialami adalah masalah saat menstruasi. Ada beberapa macam gangguan menstruasi salah satunya adalah timbulnya bercak darah diantara waktu menstruasi. Berikut adalah penyebab adanya bercak di luar masa menstruasi: Pil KB Efek samping menggunakan pil KB adalah adanya bercak darah diluar siklus menstruasi, khususnya pada bulan pertama penggunaan pil KB Polip serviks Adanya pertumbuhan berlebihan dari jaringan di saluran leher rahim yang disebut dengan polip serviks yang dapat menonjol ke dalam vagina. Polip serviks bukanlah jenis kanker namun dapat menyebabkan perdarahan Penyakit menular seksual Organ reproduksi yang terinfeksi juga dapat menyebabkan perdarahan vagina yang tidak teratur. Perdarahan dan peradangan terjadi setelah infeksi. Kehamilan Saat seseorang sedang hamil juga terkadang bisa keluar bercak perdarahan Hipotiroid Hipotiroid dapat menyebabkan keluarnya bercak perdarahan dari vagina Kanker Kanker serviks/ kanker leher rahim adalah bentuk kanker ganas yang mempengaruhi leher rahim. Perdarahan vagina abnormal merupakan gejala umum dari penyakit ini. Kanker rahim juga merupakan sumber perdarahan yang tidak teratur. Biasanya wanita mengalami kanker setelah menopause. Kanker endometrium juga dapat menyebabkan bercak perdarahan diluar siklus menstruasi, dan 93% dari pasien yang terkena adalah wanita berusia di atas 50 tahun.   Mengalami bercak perdarahan setelah melalui menopause, adalah tanda kanker, dan memberitahu dokter dengan segera adalah tindakan terbaik. Penyebab lain: Wasir Stres Ketidakseimbangan hormon Cedera pada vagina saat berhubungan seks Sumber: newhealthguide
 06 Nov 2014    09:00 WIB
Ingin Menunda Kehamilan Setelah Melahirkan?
Untuk pasangan yang baru mempunyai anak, maka sebaiknya Anda merencanakan kelahiran selanjutnya. Usia kehamilan yang terlalu dekat bukan saja tidak baik bagi kesehatan ibu, namun juga akan mempengaruhi kondisi bayi yang masih membutuhkan perawatan dari ibunya. Untuk Anda yang sedang merencanakan atau menunda kehamilan yang berikut Anda dapat menggunakan metode yang Anda sukai, namun yang perlu Anda ingat dengan menyusui bukanlah suatu metode untuk menunda kehamilan. Berikut adalah hal yang dapat Anda jadikan pertimbangan dalam rangka menunda kehamilan setelah melahirkan: Pil KB Pil ini mengandung estrogen dan progestin adalah salah satu cara yang mudah untuk menunda kehamilan. Namun Anda harus berhati-hati karena kandungan estrogen dapat mempengaruhi pasokan air susu ibu. Sebaiknya gunakan minipil yang hanya mengandung progestin. Sebaiknya Anda konsultasikan dengan dokter untuk pil KB yang terbaik. Metode Barrier Kondom dan diafragma yang memiliki efek spermisida (mematikan sel sperma) adalah alternatif lain dari kontrasepsi hormonal, terutama bagi ibu menyusui. Pilihan lain Setelah masa menyusui, Anda akan memiliki segudang pilihan lain untuk menunda kehamilan. Selain itu ada pilihan yang bersifat permanen. Seperti tubektomi ataupun vasketomi untuk pasangan Anda. Apapun pilihan Anda sebaiknya Anda mendiskusikan terlebih dahulu dengan pasangan Anda dan dokter ataupun tenaga medis yang berkompeten. Sumber: newhealthguide
 20 Oct 2014    10:00 WIB
Benarkah Pakai Pil KB Beresiko lebih besar Kanker Payudara
Sebuah penelitian di tahun 2010 yang mengamati lebih dari 116.000 orang wanita menemukan bahwa para wanita yang menggunakan pil KB memang memiliki resiko menderita kanker payudara yang sedikit lebih tinggi dibandingkan dengan wanita lainnya. Akan tetapi, penelitian ini pun hanya memusatkan perhatian pada penggunaan pil KB dalam 1 tahun terakhir. Oleh karena itu, peningkatan resiko menderita kanker payudara mungkin tidak akan dialami oleh para wanita yang telah lama tidak lagi menggunakan pil KB. Sebuah metaanalisis dari 54 penelitian di tahun 1996 menemukan bahwa peningkatan resiko terjadinya kanker payudara akibat penggunaan pil KB akan menghilang bila seorang wanita tidak lagi menggunakan pil KB selama 10 tahun. Selain itu, hanya sedikit sekali wanita, yaitu hanya sekitar 0.5% wanita di dunia yang menggunakan pil KB yang mengandung estrogen dosis tinggi. Pil KB yang mengandung estrogen dosis tinggi ini dapat meningkatkan resiko terjadinya kanker payudara pada seorang wanita hingga 2.7 kali lipat. Saat ini, dengan kemajuan ilmu kedokteran dan teknologi, para ilmuwan telah berhasil membuat pil KB yang hanya mengandung estrogen dosis rendah, yang memiliki lebih sedikit efek samping.  Pil KB dengan kadar estrogen tinggi biasanya hanya diberikan pada seorang wanita bila pil KB lainnya tidak berhasil mengendalikan siklus menstruasi seorang wanita atau bila wanita tersebut menggunakan obat-obatan lainnya yang dapat berinteraksi dengan pil KB seperti obat anti kejang. Hal ini dikarenakan obat anti kejang dapat menurunkan efektivitas pil KB yang mengandung estrogen dosis rendah. Pada sebagian besar wanita, kekurangan terbesar dari pil KB yang mengandung estrogen dosis rendah adalah perdarahan di luar masa menstruasi.  Walaupun pil KB yang mengandung estrogen dosis rendah ini juga cukup efektif untuk mencegah terjadinya kehamilan (bila digunakan dengan benar) seperti halnya pil KB yang mengandung estrogen dosis tinggi, akan tetapi bila seorang wanita tidak mengkonsumsi pil KB yang mengandung estrogen dosis rendah selama 1 hari, maka kemungkinan terjadinya kehamilan lebih besar daripada bila wanita tersebut lupa mengkonsumsi pil KB yang mengandung estrogen dosis tinggi. Berkonsultasilah dengan dokter Anda mengenai pil KB mana yang tepat untuk Anda. Dokter biasanya akan menganjurkan Anda untuk menggunakan pil KB yang mengandung estrogen dosis rendah terlebih dahulu baru kemudian dosis ditingkatkan secara bertahap hingga ditemukan jenis dan dosis pil KB yang sesuai untuk Anda. Apapun pilihan pil KB Anda, para peneliti sepakat bahwa bagi sebagian besar wanita, pil KB memiliki lebih banyak dampak positif bagi kesehatan dibandingkan dengan resikonya. Berdasarkan data dari the American Center Society, 1 dari 8 orang wanita beresiko mengalami kanker payudara, di mana sekitar 1 dari 36 orang wanita meninggal karenanya, akan tetapi wanita muda biasanya memiliki resiko yang lebih rendah. Akan tetapi, berdasarkan sebuah penelitian di tahun 2010, para peneliti menemukan bahwa mengkonsumsi pil KB selama 15 tahun dapat menurunkan resiko terjadinya kanker indung telur dan kanker endometrium hingga 50%. Selain itu, penggunaan pil KB juga dapat membantu mengatasi gejala sindrom ovarium polikistik dan endometriosis. Keduanya merupakan gangguan organ reproduksi wanita yang dapat menyebabkan kemandulan, di mana diduga mengenai sekitar 10% wanita di dunia.     Sumber: womenshealthmag