Your browser does not support JavaScript!
 13 Jun 2019    16:00 WIB
DVT Tidak Menimbulkan Gejala Namun Berbahaya
Bekuan darah, dalam hal ini kita membicarakan tentang DVT atau trombosis vena dalam merupakan suatu keadaan di mana terdapatnya bekuan darah pada vena dalam tubuh anda. Keadaan ini biasanya terjadi pada betis, paha, panggul, atau lengan. Gejala DVT yang dapat ditemukan berupa pembengkakan pada kulit yang kadang terasa nyeri dan keras, akan tetapi DVT tidak selalu menimbulkan gejala. Faktor Resiko Anda memiliki resiko DVT lebih tinggi bila anda: Memiliki gangguan pembekuan darah Menderita obesitas Mengkonsumsi pil KB Hamil Merokok Mengalami beberapa penyakit kronik seperti kanker, penyakit jantung, penyakit paru-paru, dan inflammatory bowel disease (suatu gangguan kesehatan yang menyebabkan gangguan saluran pencernaan) Duduk di kursi roda Tidak dapat bergerak atau bangun dalam waktu lama, seperti saat anda berada dalam penerbangan untuk waktu yang lama Bahaya Adanya Bekuan Darah Bahaya terbesar dari DVT adalah apabila bekuan darah di dalam pembuluh vena ini sampai ke dalam paru-paru dan menyebabkan terjadinya emboli paru. Emboli paru dapat merusak paru-paru anda dan berakibat fatal. Bahkan bila bekuan darah tidak masuk ke dalam paru-paru anda, bekuan darah ini tetap dapat mengganggu kesehatan anda. Bila bekuan darah terus membesar, bekuan darah ini dapat menghambat aliran darah di dalam pembuluh darah vena dan merusak katup di dalam pembuluh darah tersebut. Hal ini dapat menyebabkan terjadinya nyeri, pembengkakan, dan perubahan warna kulit kaki. Penggunaan stoking dapat membantu mengatasi gejala ini. Pengobatan DVT dapat berupa penggunaan obat-obatan, filter vena cava, dan penggunaan stoking. Pencegahan DVT DVT dapat dicegah dengan melakukan beberapa hal di bawah ini, yaitu: Jaga berat badan anda Tetap aktif Jika anda berada dalam penerbangan dalam waktu lama, berjalan-jalanlah di koridor pesawat setiap 1-2 jam Jika anda harus duduk dalam waktu lama, gerakanlah kaki anda dan tekuklah betis anda sehingga darah dapat terpompa Bergeraklah setiap 1 atau 2 jam saat bekerja Hindari konsumsi hormon estrogen jika ada anggota keluarga anda yang menderita DVT Jika anda mengalami kecelakaan atau cedera yang membuat anda harus terus terbaring di ranjang atau kursi roda, bergeraklah sebanyak mungkin. Komplikasi Emboli Paru Tergantung pada ukuran bekuan darah dan ke mana bekuan darah ini tersangkut, DVT dapat berakibat fatal. Bahaya terbesar dari DVT adalah apabila bekuan darah terlepas dan mengikuti aliran darah dan merusak sebuah organ, biasanya paru-paru. Bekuan darah yang tersangkut di dalam paru-paru ini dapat menyebabkan terjadinya emboli paru. Bekuan darah yang tersangkut pada pembuluh darah otak dapat menyebabkan stroke. Bekuan darah yang tersangkut pada pembuluh darah jantung dapat menyebabkan serangan jantung. Bekuan darah yang tersangkut pada ginjal dapat menyebabkan terjadinya gagal ginjal. Gejala emboli paru yang sering ditemukan adalah: Batuk Batuk berdarah Nyeri dada Sesak napas tanpa penyebab yang jelas Denyut jantung tidak teratur Gejala lainnya yang lebih jarang ditemui adalah: Cemas Denyut jantung cepat Perasaan melayang Berkeringat Pingsan Bekuan darah yang terdapat di dalam paru-paru dapat menurunkan kadar oksigen di dalam darah anda, yang dapat menyebabkan kerusakan pada berbagai organ lainnya. Emboli paru pun dapat merusak paru-paru dan meningkatkan tekanan di dalam pembuluh darah arteri paru sehingga terjadi hipertensi pulmonal. Segera hubungi dokter anda bila anda mengalami berbagai gejala di atas untuk memperoleh penanganan secepatnya. Sindrom Post Trombotik Bahaya lain DVT adalah sindrom post trombotik yang dapat mengenai sekitar 60% penderita DVT. Sindrom post trombotik menyebabkan gejala yang terus terjadi dalam waktu lama pada kaki atau lengan yang terkena DVT. Gejala sindrom post trombotik adalah nyeri, pembengkakan, dan perubahan warna kulit pada tempat yang terkena. Walaupun sindrom post trombotik biasanya menyebabkan gejala ringan, akan tetapi juga dapat terjadi gejala berat dan menyebabkan pembentukan luka terbuka pada kulit kaki yang terkena. Pada sindrom post trombotik, katup di dalam pembuluh vena dapat mengendur dan tidak dapat berfungsi sebagaimana mestinya. Hal ini dapat menyebabkan terkumpulnya darah pada daerah tersebut. Tidak ada hal yang dapat dilakukan untuk menguatkan katup-katup vena ini, oleh karena itu sangat penting agar penderita DVT tetap aktif bergerak. Dengan demikian, darah dari kaki dapat kembali ke jantung akibat aktivitas otot kaki anda. Berbaring dengan posisi kaki lebih tinggi dari jantung anda juga dapat membantu mengurangi bengkak dan nyeri. Sayangnya, tidak ada langkah khusus yang dapat dilakukan untuk mencegah terjadinya sindrom post trombotik selain tidak menderita DVT. Saat ini para dokter menyarankan agar semua penderita DVT menggunakan stoking untuk mencegah terjadinya sindrom post trombotik ini.  Baca juga: Berbagai Terapi Untuk Bekuan Darah (DVT) Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang Sumber: webmd
 30 Apr 2019    08:00 WIB
Kenali Kanker Ovarium dan Faktor Resikonya
Apa Itu Kanker Ovarium? Kanker ovarium merupakan suatu jenis kanker yang berasal dari ovarium (indung telur), yang berfungsi untuk menghasilkan sel telur pada wanita dan merupakan sumber utama hormon estrogen dan progesteron pada wanita.   Faktor Resiko Terjadinya Kanker Ovarium Riwayat Keluarga Kemungkinan seorang wanita menderita kanker ovarium meningkat bila ada anggota keluarga lain yang mengalami kanker ovarium, kanker payudara, atau kanker usus besar. Para ahli menduga adanya pengaruh suatu gen, termasuk BRCA1 dan BRCA2. Usia Faktor resiko utama kanker ovarium adalah usia. Kanker ovarium paling sering mengenai wanita yang telah memasuki masa menopause. Penggunaan terapi sulih hormon dapat meningkatkan resiko terjadinya kanker ovarium. Kejadian kanker ovarium lebih tinggi pada wanita yang menggunakan estrogen tanpa progesteron selama setidaknya 5-10 tahun. Obesitas Wanita yang mengalami obesitas memiliki resiko menderita kanker ovarium lebih tinggi daripada wanita dengan berat badan ideal.   Gejala Berbagai gejala kanker ovarium yang dapat ditemukan adalah: Perut kembung atau terasa adanya tekanan di dalam perut Nyeri perut Nyeri panggul Cepat merasa kenyang Lebih sering buang air kecil Berbagai gejala di atas juga dapat disebabkan oleh berbagai hal lainnya selain kanker. Segera hubungi dokter anda bila anda mengalami berbagai gejala di atas setiap hari selama lebih dari beberapa minggu.   Deteksi Dini Kanker Ovarium Terdapat dua cara untuk mendeteksi kanker ovarium sedini mungkin, yaitu sebelum kanker menimbulkan gejala apapun atau tampak pada pemeriksaan apapun. Cara ke satu adalah melalui pemeriksaan CA-125 di dalam darah dan USG abdomen (perut).   Apakah Saya Menderita Kanker Ovarium? CT scan dapat memperlihatkan adanya massa pada ovarium. Akan tetapi, pemeriksaan ini tidak dapat menentukan apakah massa tersebut merupakan suatu tumor jinak atau kanker. Pemeriksaan lainnya yang dapat memastikan diagnosa adalah pemeriksaan biopsi. Terdapat beberapa jenis kanker ovarium, yang tersering adalah karsinoma ovarium epitelial. Kanker ovarium jenis ini terbentuk dari sel permukaan ovarium. Jenis kanker ovarium lainnya adalah low malignant potensial tumor (tumor LMP). Kanker jenis ini lebih lambat berkembang dan lebih tidak berbahaya daripada jenis kanker ovarium lainnya.   Stadium Kanker Ovarium Disebut kanker ovarium stadium I, bila ditemukan adanya sel kanker pada salah satu atau kedua ovarium. Disebut kanker ovarium stadium II, bila sel kanker telah menyebar ke rahim atau organ lainnya di dekat ovarium. Disebut kanker ovarium stadium III, bila sel kanker telah menyebar ke kelenjar getah bening dan cabang-cabangnya di daerah perut. Disebut kanker ovarium stadium IV, bila sel kanker telah menyebar ke organ jauh, seperti paru-paru atau hati.   Pilihan Pengobatan Kanker Ovarium Tindakan Pembedahan Tindakan pembedahan biasanya digunakan untuk menentukan diagnosa dan stadium kanker ovarium, sekaligus sebagai pengobatan awal kanker ovarium. Tujuan tindakan pembedahan ini adalah untuk mengangkat sebanyak mungkin sel kanker. Pada kanker ovarium stadium I, dokter bedah biasanya akan mengangkat salah satu ovarium berserta jaringan di sekitarnya. Pada kanker ovarium stadium lanjut, mungkin diperlukan pengangkatan kedua ovarium beserta rahim dan jaringan di sekitarnya. Kemoterapi Pada semua stadium kanker ovarium, kemoterapi biasanya dilakukan setelah tindakan pembedahan. Pada kemoterapi, dokter akan menggunakan suatu obat-obatan yang berfungsi untuk membunuh sel kanker yang masih tersisa di dalam tubuh anda. Obat dapat diberikan melalui mulut, pembuluh darah, atau disuntikkan langsung ke dalam perut (kemoterapi intraperitoneal). Wanita yang menderita tumor LMP biasanya tidak memerlukan tindakan kemoterapi setelah pembedahan, kecuali bila tumor kembali tumbuh. Terapi Sel Target Terapi ini bertujuan untuk menyumbat pembuluh darah yang memberikan nutrisi pada sel kanker dengan menggunakan sebuah obat (avastin). Dengan tersumbatnya pembuluh darah ini, maka diharapkan agar jaringan tumor mengecil dan berhenti bertumbuh.   Efek Pengobatan Bila pengobatan kanker ovarium menyebabkan dokter harus mengangkat kedua ovarium anda, maka anda tidak lagi dapat memproduksi hormon estrogen. Hal ini dapat memicu terjadinya menopause, berapapun usia anda. Selain itu, penurunan kadar hormon estrogen juga dapat meningkatkan resiko terjadinya osteoporosis. Pengobatan kanker seringkali membuat anda merasa lelah dan tidak bersemangat. Berolahraga teratur dapat menjadi salah satu cara untuk mengembalikan tenaga anda dan memperbaiki mood anda.   Berbagai Hal yang Dapat Menurunkan Resiko Kanker Ovarium Kehamilan Wanita yang pernah melahirkan memiliki resiko yang lebih rendah daripada wanita yang tidak pernah melahirkan. Resiko terjadinya kanker ovarium menurun dengan setiap kehamilan. Selain itu, menyusui juga dapat membantu melindungi anda dari kanker ovarium. Pil KB Kanker ovarium juga lebih jarang terjadi pada wanita yang mengkonsumsi pil KB. Wanita yang telah mengkonsumsi pil KB selama 5 tahun memiliki resiko setengah kali lebih rendah daripada wanita yang tidak pernah mengkonsumsi pil KB. Seperti halnya kehamilan, pil KB juga mencegah terjadinya ovulasi. Para ahli menduga bahwa semakin sedikit ovulasi maka semakin rendah resiko terjadinya kanker ovarium. Ligasi Tuba Ligasi tuba merupakan suatu tindakan kontrasepsi permanen, di mana saluran telur ditutup secara permanen melalui tindakan pembedahan. Ligasi tuba dan histerektomi (mengangkat rahim tanpa mengangkat kedua ovarium) diduga dapat melindungi anda dari kanker ovarium. Pengangkatan Ovarium Jika anda memiliki anggota keluarga yang menderita kanker ovarium, kanker payudara, atau kanker usus besar; maka anda memiliki resiko yang lebih tinggi untuk menderita kanker ovarium. Mengangkat kedua ovarium dapat menjadi langkah pencegahan atau bila anda telah berusia lebih dari 40 tahun dan akan melakukan prosedur histerektomi. Diet Rendah Lemak Walaupun tidak ada hubungan yang signifikan antara makanan dan kejadian kanker ovarium, suatu penelitian menemukan bahwa wanita yang mengkonsumsi diet rendah lemak selama setidaknya 4 tahun memiliki resiko terjadinya kanker ovarium yang lebih rendah. Beberapa penelitian lainnya juga menemukan bahwa, kejadian kanker ovarium lebih rendah pada wanita yang mengkonsumsi banyak sayuran.   Sumber: webmd
 16 Nov 2018    11:00 WIB
Wow Konsumsi Pil Kb Jangka Panjang Ternyata Ada Efeknya
Sebuah penelitian baru di Denmark menemukan adanya hubungan antara penggunaan pil KB dengan tumor otak. Pada penelitian ini, para peneliti menemukan bahwa sekitar 90% wanita yang berusia kurang dari 50 tahun dan menderita tumor otak langka ternyata juga menggunakan pil KB. Akan tetapi, para peneliti juga menyatakan bahwa temuan mereka ini bukanlah alasan bagi seorang wanita untuk berhenti menggunakan pil KB. Hal ini dikarenakan kasus tumor otak (glioma) ini sangat langka, yaitu hanya 5 di antara 100.000 orang wanita setiap tahunnya. Jadi, apakah mungkin bagi seorang wanita untuk mengkonsumsi pil KB dalam jangka waktu panjang tanpa mengalami efek samping apa pun? Para ahli mengatakan bahwa setiap wanita yang menggunakan pil KB harus membandingkan apakah keuntungan atau manfaat pil KB melebihi dari efek samping atau kerugiannya? Para peneliti mengatakan bahwa setiap wanita yang mengkonsumsi pil KB selama lebih dari 5 tahun memiliki resiko yang lebih tinggi untuk mengalami tumor otak, resiko ini terutama lebih tinggi pada para wanita yang mengkonsumsi pil KB yang hanya mengandung hormon progesteron. Terdapat beberapa resiko yang perlu dihadapi oleh seorang wanita saat ia memutuskan untuk mengkonsumsi pil KB. Beberapa efek samping dari konsumsi pil KB adalah meningkatkan resiko terjadinya kanker leher rahim, terbentuknya bekuan darah, menderita stroke, dan serangan jantung. Walaupun berbagai penelitian menemukan bahwa konsumsi pil KB dapat membantu menurunkan resiko terjadinya kanker rahim dan kanker indung telur, akan tetapi konsumsi pil KB ternyata justru dapat meningkatkan resiko terjadinya kanker payudara, kanker leher rahim, dan kanker hati. Beberapa manfaat dari pil KB yang dapat ditemukan adalah mencegah terjadinya kanker indung telur (setelah dikonsumsi selama 7 tahun), mencegah terbentuknya kista indung telur, mencegah timbulnya jerawat, membuat siklus menstruasi menjadi lebih teratur, membantu mengatasi endometriosis, dan sebagainya. Jadi, berapa lama sebaiknya Anda mengkonsumsi pil KB? Para peneliti mengatakan bahwa sebenarnya tidak ada waktu spesifik bagi seorang wanita untuk berhenti mengkonsumsi pil KB kecuali bila mereka ingin memiliki anak. Dianjurkan agar Anda berhenti mengkonsumsi pil KB dalam waktu 3 bulan sebelum memulai usaha Anda untuk memiliki momongan. Hal ini bertujuan untuk memberikan waktu yang cukup bagi dinding rahim untuk menebal. Selain itu, para peneliti juga menemukan bahwa wanita yang mengkonsumsi pil KB selama lebih dari 5 tahun cenderung lebih mudah untuk hamil kembali dalam waktu 6 bulan sampai 1 tahun setelah mereka berhenti mengkonsumsi pil KB. Para ahli mengatakan bahwa seorang wanita yang sehat dapat mengkonsumsi pil KB hingga mereka memasuki masa menopause. Hal ini berlaku bagi pil KB yang berisi progestin dan kombinasi hormon, bagi wanita yang tidak merokok, dan bagi wanita muda perokok yang mengkonsumsi pil KB yang hanya berisi progestin.   Sumber: sheknows
 13 Oct 2018    16:00 WIB
Waspada 5 Efek Samping Paling Berbahaya dari Pil KB
Anda mungkin sudah memiliki gaya hidup sehat dengan rajin berolahraga, memiliki berat badan ideal, makan makanan sehat dan seimbang, tidak mengkonsumsi alkohol dan merokok; akan tetapi tahukah Anda bahwa pil KB yang Anda konsumsi ternyata dapat berbahaya bagi kesehatan Anda? Di bawah ini Anda dapat melihat beberapa efek samping berbahaya dari mengkonsumsi pil KB yang berisi hormon.   Terbentuknya Bekuan Darah Bahkan jika Anda tidak merokok, resiko pembentukan bekuan darah di dalam aliran darah Anda akan meningkat bila Anda mengkonsumsi pil KB. Hal ini dikarenakan pil KB mengandung drospirenone, sebuah sintetik progesteron, yang dapat meningkatkan resiko terbentuknya bekuan darah. Bekuan darah ini dapat terbentuk di berbagai arteri atau vena. Walaupun kadangkala bekuan darah ini dapat hancur dengan sendirinya, akan tetapi bekuan darah ini dapat berbahaya bila menghambat aliran darah ke dalam paru-paru, otak, atau jantung. Jadi, bila Anda yakin pil KB yang biasa Anda konsumsi mengandung drospirenone, dianjurkan agar Anda berkonsultasi dengan dokter Anda mengenai apakah Anda dapat mengganti jenis pil KB yang Anda konsumsi.   Memicu Terbentuknya Tumor Hati Jinak Kontrasepsi oral telah diketahui berhubungan dengan meningkatnya resiko terjadinya tumor jinak hati. Walaupun tumor jinak ini tidak bersifat ganas dan biasanya tidak menimbulkan resiko apapun terhadap kesehatan, akan tetapi tumor jinak hati yang disebabkan oleh pil KB dapat menimbulkan masalah bagi beberapa orang wanita. Adenoma hepatoselular yang terbentuk akibat pil KB dapat menyebabkan terjadinya perdarahan perut dan hormon di dalam pil KB juga akan membuat tumor semakin membesar, yang membutuhkan tindakan pembedahan untuk mengangkatnya.   Menyebabkan Depresi Mengkonsumsi pil KB membutuhkan penyesuaian diri dari tubuh Anda, artinya Anda mungkin akan mengalami perubahan mood yang akan membaik seiring dengan berlalunya waktu. Akan tetapi, pada beberapa orang wanita, mengkonsumsi pil KB membuat mereka mengalami depresi dan perubahan mood yang tidak menghilang hingga mereka berhenti mengkonsumsi pil KB. Hingga saat ini para ahli masih belum mengetahui secara jelas mengapa konsumsi pil KB dapat memicu terjadinya depresi pada sejumlah wanita. Beberapa orang wanita mengatakan bahwa saat mereka mengkonsumsi pil KB kombinasi yang mengandung estrogen dan progesteron, gejala depresi lebih sering muncul daripada saat mereka mengkonsumsi pil KB yang hanya terdiri dari satu jenis hormon. Bila Anda merasa sedih, cemas, tidak berdaya, merasa amat sangat lelah, sulit berkonsentrasi, atau memiliki pikiran atau kecenderungan untuk melakukan tindakan bunuh diri saat mengkonsumsi pil KB, segera beritahu dokter Anda.   Baca juga: 7 Kegunaan Pil KB   Menyebabkan Gangguan Kandung Empedu Beberapa jenis pil KB memang dapat meningkatkan resiko terjadinya gangguan empedu. Selain itu, resiko terbentuknya batu empedu akan meningkat bila Anda memiliki berat badan berlebih, menderita diabetes, atau merokok. Jika Anda mengalami nyeri perut hebat, mual, muntah, demam, dan kulit tampak kuning; segera cari pertolongan medis.   Menyebabkan Kanker Payudara dan Kanker Serviks Hingga saat ini para ahli masih mencoba menemukan apakah memang benar ada hubungan antara beberapa jenis kanker dengan pil KB. Beberapa penelitian menemukan bahwa resiko terjadinya kanker payudara dan kanker serviks akan meningkat bila seorang wanita mengkonsumsi pil KB karena kandungan hormon di dalamnya. Masih diperlukan penelitian lebih lanjut untuk memastikan hal ini. Akan tetapi, memeriksa payudara dan pap smear secara rutin dapat membantu mendeteksi kanker sedini mungkin. Jadi, selalu periksa kesehatan Anda secara teratur, terutama bila Anda mengkonsumsi pil KB.   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang.   Sumber: cheatsheet
 08 Jul 2018    13:00 WIB
Stop Pil KB, Kapan Bisa Hamil Lagi?
Saat ini banyak wanita menggunakan kontrasepsi atau KB untuk mencegah terjadinya kehamilan. Terdapat berbagai jenis kontrasepsi non permanen yang dapat digunakan untuk mencegah terjadinya kehamilan seperti pil KB, kondom, KB suntik atau implan, dan pemasangan IUD (spiral). Akan tetapi, apa yang terjadi bila anda telah siap hamil dan berhenti menggunakan kontrasepsi apapun? Berapa lama waktu yang dibutuhkan agar anda dapat hamil setelah berhenti menggunakan KB? Banyak wanita menemukan bahwa dirinya sulit hamil walaupun telah berhenti menggunakan kontrasepsi apapun.Akan tetapi, tidak semua wanita sulit hamil setelah berhenti menggunakan kontrasepsi. Beberapa wanita dapat hamil hanya 1 atau 2 minggu setelah berhenti menggunakan pil KB. Bila anda menggunakan kontrasepsi yang mengandung hormon, seperti pil KB atau KB suntik atau KB implan, maka selesaikanlah penggunaannya sebelum berusaha untuk hamil. Setelah anda menyelesaikan program KB anda, akan lebih baik bila anda menunggu hingga menstruasi anda kembali normal sebelum berusaha untuk hamil. Hal ini bertujuan untuk mencegah terjadinya perdarahan atau menstruasi yang tidak teratur. Secara umum, pertengahan bulan merupakan waktu terjadinya ovulasi yaitu pelepasan sel telur dari indung telur menuju ke tuba falopii (saluran telur, tempat terjadinya pembuahan), yang merupakan masa subur seorang wanita di mana kehamilan lebih mudah terjadi. Oleh karena itu, 2 minggu setelah anda berhenti menggunakan kontrasepsi merupakan saat paling subur bagi anda. Jika anda pernah hamil atau pernah mengalami keguguran sebelumnya, maka berikanlah tubuh anda waktu selama setidaknya 3 bulan untuk memulihkan dirinya sebelum kembali berusaha untuk hamil. Bila anda menggunakan IUD (spiral), maka anda harus mengangkat spiral tersebut sebelum berusaha untuk hamil. Bila anda menggunakan kondom untuk mencegah kehamilan, maka berhentilah menggunakan kondom bila anda telah siap untuk hamil Baca juga: Efek Konsumsi Pil KB Dalam Jangka Panjang Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang Sumber: webmd
 18 May 2018    16:00 WIB
9 Penyebab Meningkatnya Kadar Gula Darah
1.      Kafein Kadar gula darah dapat meningkat setelah mengkonsumsi kopi, bahkan kopi hitam yang sama sekali tidak mengandung kalori, karena adanya kafein. Selain itu, teh hitam, teh hijau, minuman energi lainnya juga dapat mengganggu kadar gula darah penderita diabetes. Akan tetapi, setiap orang memiliki reaksi yang berbeda-beda, jadi sebaiknya anda mengenali reaksi tubuh anda terhadap berbagai makanan dan aktivitas. Sebenarnya, berbagai zat lain di dalam kopi dapat membantu mencegah terjadinya diabetes tipe 2 pada orang yang sehat.   2.      Makanan Bebas Gula Banyak makanan yang bertuliskan bebas gula juga dapat meningkatkan kadar gula darah anda karena makanan tersebut masih mengandung berbagai jenis karbohidrat, seperti tepung, lemak, dan serat. Periksalah jumlah karbohidrat pada bungkus makanan anda sebelum mengkonsumsinya. Selain itu anda juga harus mewaspadai gula lainnya seperti sorbitol dan xylitol. Keduanya merupakan pemanis dengan kadar karbohidrat yang lebih rendah daripada gula (sukrosa), tetapi tetap dapat meningkatkan kadar gula darah anda.   3.      Mengkonsumsi "Chinese Food" Berbagai jenis makanan yang mengandung banyak lemak dapat menyebabkan kadar gula darah anda tetap tinggi lebih lama daripada biasanya. Pizza, kentang goreng, chinese food, dan berbagai makanan lain yang mengandung banyak karbohidrat dan lemak juga memiliki efek yang sama. Periksalah kadar gula darah anda sekitar 2 jam setelah makan untuk mengetahui bagaimana makanan tersebut mempengaruhi kadar gula darah anda.   4.      Menderita Flu Berat Kadar gula darah anda akan meningkat saat tubuh anda berusaha untuk melawan berbagai infeksi. Konsumsilah cukup air putih dan berbagai jenis cairan lainnya untuk mencegah terjadinya dehidrasi. Segera hubungi dokter anda bila anda mengalami diare atau muntah selama lebih dari 2 jama atau bila anda telah sakit selama 2 hari dan tidak membaik. Berbagai jenis obat-obatan seperti antibiotika dan dekongestan untuk mengatasi sinusitis (radang sinus) juga dapat mempengaruhi kadar gula darah anda.   5.      Stress Rasa stress, tidak bahagia, dan lelah juga dapat mempengaruhi kadar gula darah anda. Saat stress, tubuh anda akan melepaskan hormon yang dapat menyebabkan peningkatan kadar gula darah. Hal ini lebih sering terjadi pada penderita diabetes tipe 2 dibandingkan dengan penderita diabetes tipe 1. Belajarlah melakukan yoga atau meditasi untu mengurangi rasa stress anda.   6.      Mengkonsumsi Buah Kering Buah-buahan memang baik bagi kesehatan anda, akan tetapi waspadai buah-buahan kering. Buah kering mengandung lebih banyak karbohidrat walaupun dalam porsi kecil. 2 sendok teh kismis atau cranberi kering atau chery kering mengandung karbohidrat yang sama dengan buah kecil. 3 butir kurma mengandung sekitar 15 g karbohidrat.   7.      Menggunakan Obat Golongan Steroid dan Diuretika Obat golongan kortikosteroid seperti prednison dapat menyebabkan peningkatan kadar gula darah dan bahkan dapat memicu terjadinya diabetes pada beberapa orang. Obat golongan steroid sering digunakan untuk mengatasi alergi, radang sendi, asma, dan berbagai gangguan kesehatan lainnya. Obat golongan diuretika yang digunakan untuk mengatasi tekanan darah tinggi juga dapat meningkatkan kadar gula darah anda bila anda menderita diabetes. Beberapa jenis antidepresan juga dapat meningkatkan atau menurunkan kadar gula darah anda.   8.      Pengunaan Obat Flu Dekongestan yang terdiri dari pseudoefedrin atau fenilefrin dapat meningkatkan kadar gula darah anda. Beberapa jenis obat flu kadang juga mengandung gula atau alkohol.   9.      Penggunaan Pil KB Pil KB yang mengandung estrogen dapat mempengaruhi respon tubuh anda terhadap insulin. Akan tetapi, wanita penderita diabetes tetap dapat menggunakan pil KB. KB suntik dan implan juga dapat digunakan oleh penderita diabetes, walaupun dapat mempengaruhi kadar gula darah anda.   Hal ini bukan berarti anda tidak boleh mengkonsumsi karbohidrat sama sekali, anda hanya perlu membatasi jumlahnya agar tidak terjadi peningkatan kadar gula darah yang terlalu tinggi.   Baca juga: Terapi Magnet Membantu Mengatasi Bekuan Darah Lebih Cepat, Benarkah?   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang     Sumber: medicinenet
 24 Oct 2017    15:00 WIB
5 Alasan Anda Harus Mengunjungi Dokter Kandungan
Idealnya Anda harus memeriksakan diri ke dokter kandungan setiap tahun sekali untuk memeriksakan organ reproduksi wanita dan melakukan deteksi dini jika ada kelainan yang terjadi dan melakukan terapi yang diperlukan. Sayangnya banyak wanita sering tidak memperdulikan perlunya kunjungan ke dokter kandungan atau terkadang para wanita merasa malu, beberapa lagi ada yang merasa takut. Jika Anda salah satu diantaranya, berikut adalah 5 alasan mengapa Anda perlu melakukan kunjungan ke dokter kandungan: 1.  Siklus menstruasi yang tidak teraturSiklus menstruasi Anda menggambarkan kesehatan reproduksi Anda. Jika siklus menstruasi Anda berhenti atau tidak teratur kemungkinan disebabkan oleh masalah kesehatan Anda. Saat Anda membiarkan hal ini terjadi, kemungkinan besar Anda akan mengalami masalah reproduksi di kemudian hari. Untuk itu penting untuk Anda mengunjungi dokter kandungan saat hal ini terjadi. 2.  Pemeriksaan payudaraSetiap wanita memiliki resiko terkena kanker payudara karena memang tidak ada situasi khusus yang menyebabkan timbulnya penyakit ini. Deteksi dini dan pengobatan dini merupakan langkah terbaik yang harus dilakukan untuk mengalahkan penyakit ini. Kunjungan rutin ke dokter kandungan dapat Anda lakukan untuk memastikan tidak ada pertumbuhan abnormal atau benjolan di payudara Anda. 3.  Munculnya keputihan yang tidak normalKeputihan merupakan fenomena normal yang harus dihadapi wanita. Keputihan ini dianggap normal saat berwarna putih, tidak kental dan tidak berbau. Tetapi saat Anda menyadari adanya perubahan pada keputihan Anda misalnya berubah warna menjadi kuning atau kehijauan, berbau, Anda harus segera mengunjungi dokter kandungan karena keputihan abnormal tersebut mungkin saja tanda infeksi vagina 4.  Program KBSaat Anda sudah aktif secara seksual maka Anda harus segera berkunjung ke dokter kandungan untuk berdiskusi tentang penggunaan alat KB yang cocok untuk Anda, terlebih jika Anda memang tidak ingin segera hamil. Tidak hanya untuk mencegah kehamilan tetapi juga agar aman dari penyakit menular seksual. 5.  Test paps smearTes paps smear sangat penting Anda lakukan untuk memastikan organ kewanitaan Anda dalam kondisi sehat. idealnya setiap wanita yang berusia 21 tahun keatas harus melakukan tes paps smear minimal tiga sampai lima tahun sekali untuk memastikan tidak ada tanda-tanda kanker muncul.Sumber: healthmeup
 06 Aug 2017    08:00 WIB
Penelitian Terbaru Mengenai Hubungan Antara Pil KB dan Kanker Payudara
Anda mungkin sudah pernah mendengar mengenai adanya hubungan antara pil KB dan kanker payudara. Walaupun banyak penelitian menunjukkan bahwa pil KB dapat sedikit meningkatkan resiko terjadinya kanker payudara, akan tetapi berbagai penelitian ini juga menunjukkan bahwa resiko ini akan hilang bila Anda tidak lagi menggunakan pil KB selama 10 tahun. Sedangkan beberapa penelitian lainnya tidak menemukan adanya hubungan signifikan antara penggunaan pil KB dengan peningkatan resiko terjadinya kanker payudara. Pada penelitian ini, para peneliti menemukan bahwa hormon estrogen yang terdapat di dalam pil KB merupakan kunci penting yang menghubungan antara penggunaan pil KB dengan peningkatan resiko terjadinya kanker payudara. Para peneliti menemukan bahwa para wanita yang mengkonsumsi pil KB yang mengandung estrogen dosis tinggi memiliki resiko yang lebih tinggi untuk mengalami kanker payudara. Pada penelitian ini, para peneliti memeriksa riwayat penggunaan obat dari 1.102 orang wanita yang telah didiagnosa menderita kanker payudara. Para peneliti kemudian membandingkan jenis pil KB yang mereka gunakan selama satu tahun terakhir dengan jenis pil KB yang digunakan oleh 21.952 orang wanita lainnya yang tidak menderita kanker payudara. Para peneliti membagi pil KB dalam 3 kategori, yaitu pil KB yang hanya mengandung sedikit estrogen sintetik (sekitar 20 mcg etinil estradiol), pil KB yang mengandung estrogen sintetik dalam jumlah sedang (sekitar 30-35 mcg etinil estradiol atau 50 mcg mestranol), dan pil KB yang mengandung banyak estrogen sintetik (sekitar 50 mcg etinil estradiol atau 80 mcg mestranol). Para peneliti kemudian menemukan bahwa wanita yang mengkonsumsi pil KB dengan kadar estrogen yang tinggi dalam 1 tahun terakhir memiliki resiko yang lebih tinggi untuk menderita kanker payudara (2.7 kali lipat).  Sementara itu, wanita yang mengkonsumsi pil KB dengan kadar estrogen sedang dalam 1 tahun terakhir memiliki resiko menderita kanker payudara yang lebih rendah (1.6 kali lipat). Sedangkan wanita yang mengkonsumsi pil KB dengan kadar estrogen rendah sama sekali tidak mengalami peningkatan resiko terjadinya kanker payudara. Mengapa demikian? Hal ini dikarenakan hormon seks wanita, yaitu estrogen merupakan salah satu hormon yang turut berperan dalam pertumbuhan jaringan payudara dan para peneliti menduga bahwa dosis dan jenis estrogen yang terdapat di dalam pil KB dapat mempengaruhi terjadinya kanker payudara. Selain itu, hormon progestin yang juga terdapat di dalam pil KB mungkin juga memiliki peranan. Sumber: womenshealthmag
 20 Aug 2016    11:00 WIB
Atasi Jerawat Anda Dengan Pil KB
Selain mencegah kehamilan, pil KB ternyata juga dapat membantu para wanita mengatasi masalah kulitnya, yaitu jerawat. Penggunaan pil KB untuk mengatasi jerawat hanya dianjurkan jika jerawat anda tidak berespon terhadap berbagai pengobatan lainnya. Jerawat terbentuk dari gabungan antara sebum dan sel kulit mati di dalam folikel rambut. Bakteri pun turut berperan dengan memicu terjadinya infeksi dan peradangan. Pil KB dapat mengatasi jerawat dengan cara mengurangi sebum, yaitu suatu zat berminyak yang berfungsi sebagai pelumas pada rambut dan kulit anda. Akan tetapi, karena pil KB ini hanya dapat mengatasi salah satu penyebab jerawat, yaitu sebum yang berlebihan, maka akan lebih baik bila anda juga menggunakan obat anti jerawat lainnya, seperti salep anti jerawat yang mengandung benzoil peroksida atau asam salisilat.Anda mungkin harus mengkonsumsi pil KB selama beberapa bulan sebelum merasakan efeknya pada kulit anda. Kulit anda pun dapat menjadi lebih buruk dulu sebelum akhirnya membaik.Efek SampingPil KB biasanya aman dan efektif bagi sebagian besar orang. Akan tetapi, pada beberapa orang lainnya, pil KB dapat menimbulkan beberapa efek samping seperti:•    Nyeri kepala•    Perubahan siklus menstruasi•    Payudara mengencang•    Meningkatkan resiko terjadinya penyakit jantung, tekanan darah tinggi, dan pembentukan bekuan darah, walaupun hanya sedikit Berkonsultasilah terlebih dahulu dengan dokter anda sebelum menggunakan pil KB untuk mengatasi jerawat anda. Jangan menggunakan pil yang mengandung kombinasi estrogen dan progestin bila anda:•    Berusia 35 tahun atau lebih dan merokok•    Memiliki riwayat penyakit jantung•    Memiliki riwayat kanker payudara, kanker rahim, atau kanker hati•    Pernah mengalami pembentukan bekuan darah pada kaki atau paru-paru Baca juga: Oatmeal Bukan Hanya Untuk Dimakan, Namun Juga Untuk Jerawat Dan....... Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarangSumber: webmd
 22 May 2015    10:00 WIB
Dampak Pil KB Pada Kepuasan Seksual Anda
Bagaimana kehidupan seksual anda cukup memuaskan? Sebuah penelitian menemukan bahwa kepuasan seksual seorang wanita mungkin tergantung pada pil KB, atau lebih tepatnya kapan anda berhenti atau mulai menggunakan pil KB.Anda tentunya telah mengetahui bagaiman hormon mempengaruhi tubuh anda dalam berbagai cara, mulai dari mood anda hingga gairah seksual anda. Dan karena pil KB dapat mempengaruhi kadar hormon anda, maka pil KB mungkin juga turut berperan dalam gairah seksual dan kepuasan anda.Akan tetapi, sampai saat ini para peneliti masih belum menemukan banyak hal mengenai bagaimana pil KB dapat mempengaruhi kepuasan seksual anda. Pada sebuah penelitian baru, para peneliti mengamati sekitar 365 pasangan heteroseksual. Setiap pasangan ini diberikan pertanyaan seputar kehidupan seksual mereka, termasuk bagaimana kepuasan mereka akan hubungan mereka, baik dari segi seksual maupun non seksual. Para peneliti juga menanyakan pada para wanita mengenai jenis kontrasepsi apa yang mereka gunakan di awal hubungan mereka dengan pasangannya dan jenis kontrasepsi apa yang mereka gunakan saat ini.Hasil penelitian ini menemukan bahwa wanita yang memulai atau menghentikan konsumsi pil KB kombinasi selama berhubungan seks dengan pasangan mereka merasa kurang puas dibandingkan dengan wanita yang tidak pernah mengkonsumsi pil KB atau wanita yang terus menggunakan pil KB. Akan tetapi, penggunaan pil KB tampaknya tidak mempengaruhi kepuasan non seksual dalam hubungan mereka dan juga tidak mempengaruhi kepuasan para pria.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa menghentikan atau mulai menggunakan pil KB selama berhubugan seksual tampaknya membuat seorang wanita kurang bergairah dan kurang puas saat berhubungan seks. Para peneliti masih belum dapat menjelaskan mengapa konsumsi atau penghentian pil KB dapat mempengaruhi kepuasan seksual seorang wanita. Sebuah penelitian lainnya menemukan hal lainnya yang cukup menarik, yaitu bagaimana pil KB juga dapat mempengaruhi siapa orang yang anda sukai dan siapa yang anda kencani. Para peneliti pada penelitian ini hanya menemukan adanya hubungan antara penggunaan atau penghentian pil KB dengan kepuasan seksual seorang wanita dan bukannya suatu hubungan sebab akibat di antara keduanya.Akan tetapi, ternyata tidak semua wanita yang mengalami penurunan kepuasan seksual setelah menggunakan atau berhenti menggunakan pil KB. Beberapa wanita justru mengalami peningkatan gairah seksual.Sumber: womenshealthmag