Your browser does not support JavaScript!
 12 Nov 2019    16:00 WIB
Inilah Penyebab Siklus Menstruasi Anda Berubah
Apakah Anda tidak mendapatkan haid bulan ini? Masalah ini tidak hanya terjadi pada wanita yang sudah menikah saja, tetapi juga dapat terjadi pada wanita yang belum menikah. Menurut para ahli penyebab Anda tidak mendapat haid bisa disebabkan stress, menopause dini dan kondisi lain. Kondisi tidak mendapat siklus menstruasi secara medis dikenal sebagai amenorea. Berikut adalah beberapa alasan yang menyebabkan Anda tidak mendapatkan siklus menstruasi.1.  Dalam kondisi stressKebanyakan dari Anda pasti mengetahui jika stress dapat mempengaruhi tubuh Anda dan dapat menyebabkan beberapa masalah di tubuh Anda. Jika Anda sedang mengalami stress maka Anda bisa kehilangan masa menstruasi karena stress dapat menggangu siklus hormonal Anda. 2.  Apakah Anda mempunyai berat badan berlebih?Jika berat badan Anda lebih dari 92 tahun maka Anda digolongkan obesitas. Dan jika Anda mengalami siklus menstruasi yang tidak teratur bisa jadi obesitas menjadi penyebabnya. 3.  Apakah Anda mempunyai berat badan yang kurang?Mengalami gangguan makan dapat menyebabkan organ tubuh tidak dapat berfungsi dengan baik dan normal. Inilah yang menjadi alasan mengapa Anda tidak mendapat siklus haid yang teratur. 4.  Terlalu banyak melakukan perjalananJika Anda sering melakukan perjalanan lintas benua, mungkin Anda bisa mengalami masalah ini. Kerika tubuh Anda berusaha keras melakukan adaptasi terhadap waktu dapat menyebabkan Anda mengalami siklus menstruasi yang tidak teratur. 5.  Terlalu banyak olahragaSegala sesuatu yang berlebihan dapat menyebabkan gangguan kesehatan. Ketika Anda mengekspose tubuh Anda dengan latihan fisik yang berlebihan dapat menyebabkan gangguan organ tubuh misalnya saja gangguan hormonal yang menyebabkan siklus menstruasi tidak teratur. 6.  Apakah Anda sedang sakit?Penyakit juga merupaka salah satu alasan mengapa Anda tidak mendapatkan menstruasi. Ketika tingkat imunitas menurun, Anda tidak mengalami ovulasi dan menyebabkan siklus menstruasi memanjang. 7.  Menderita penyakit tiroidWanita yang menderita gangguan tiroid sering mengalami masalah ovulasi dan siklus menstruasi yang tidak teratur. Segala sesuatu yang mengganggu proses ovulasi berjalan normal dapat menyebabkan terlambatnya siklus menstruasi. 8.  Pil KBSaat Anda mengkonsumsi pil KB maka sangat mungkin Anda tidak mendapatkan siklus menstruasi atau siklus menstruasi menjadi tidak teratur.Sumber: boldsky
 18 Oct 2019    08:00 WIB
7 Kegunaan Pil KB Yang Belum Diketahui
Pil KB tidak hanya berfungsi untuk mencegah kehamilan. Pil KB juga memiliki berbagai fungsi lainnya, mulai dari mengurangi rasa sakit akibat menstruasi sampai pada pencegahan kanker.   1. Menurunkan Resiko Kanker Mengkonsumsi pil KB dapat menurunkan resiko anda terkena kanker endometrium dan kanker ovarium hingga sebanyak 70% bila dikonsumsi selama 12 tahun, dan 40% bila dikonsumsi selama 1-5 tahun. Pil KB bekerja dengan cara mengurangi jumlah ovulasi anda. Ovulasi dapat memicu berbagai perubahan pada sel di dalam ovarium (indung telur) yang dapat menyebabkan kanker.   2. Membuat Kulit Lebih Cerah Estrogen merupakan hormon wanita yang terdapat di dalam pil KB. Estrogen dapat mencerahkan kulit anda dengan cara menurunkan kadar testosteron, suatu hormone pria yang menstimulasi produksi minyak. Selain itu, pil KB juga seringkali digunakan untuk mengobati jerawat dan noda hitam. Efek ini biasanya baru terlihat setelah pil KB digunakan selama 2 bulan.   3. Mengurangi Nyeri Menstruasi Saat anda mengkonsumsi pil KB, anda tidak mengalami ovulasi, sehingga dinding rahim anda tidak berkembang terlalu banyak. Bahkan anda sebenarnya tidak mengalami menstruasi yang sebenarnya. Menstruasi yang anda alami biasanya disebabkan oleh luruhnya dinding rahim akibat penurunan kadar hormon. Oleh karena itu, pengguna pil KB biasanya mengalami menstruasi dalam waktu yang lebih singkat dan dengan jumlah yang lebih sedikit, serta sedikit atau tidak mengalami kram perut.   4. Mengurangi Sindrom Premenstruasi Perubahan keseimbangan hormonal merupakan penyebab utama timbulnya gejala pada sindrom premenstruasi. Pil KB dapat mengurangi gejala dengan menstabilkan hormon, akan tetapi gejala yang berbeda membutuhkan pil KB yang berbeda. Rasa keras dan nyeri pada dada dapat dikurangi dengan mengkonsumsi pil KB dengan kadar estrogen yang lebih rendah. Untuk mengurangi perut kembung, gunakanlah pil KB yang mengandung progestin untuk mencegah retensi cairan. Efek ini biasanya baru timbul 3 atau 4 bulan setelah penggunaan.   5. Mengurangi Gejala Endometriosis Endometriosis merupakan suatu keadaan di mana dinding rahim tumbuh dan berkembang pada daerah panggul lainnya, yang dapat menyebabkan pembentukan jaringan parut, nyeri hebat, dan kadang-kadang infertilitas (kemandulan). Pil KB dapat menghentikan pertumbuhan jaringan pada berbagai daerah lainnya dengan mengurangi jumlah hormon yang menyebabkan pembentukan endometriosis.   6. Mengatur Menstruasi Anda dapat menunda menstruasi dengan mengkonsumsi pil KB. Pil KB yang biasanya digunakan adalah pil dengan dua warna berbeda, yang satu merupakan pil aktif dan yang satunya lagi merupakan plasebo. Minumlah pil aktif agar tidak terjadi menstruasi dan minumlah plasebo agar menstruasi kembali terjadi.   7. Mengurangi Gejala Sindrom Ovarium Polikistik Sindrom ovarium polikistik merupakan suatu keadaan yang disebabkan oleh gangguan keseimbangan hormonal yang menyebabkan menstruasi tidak teratur, pertumbuhan rambut tubuh berlebihan, dan jerawat. Pil KB dapat mengurangi berbagai gejala di atas. Para ahli menganjurkan agar wanita penderia sindrom ovarium polikistik mengkonsumsi pil yang mengandung 30-35 mcg estrogen. Estrogen dapat membantu mengatur siklus menstruasi, mencegah berbagai gangguan kulit, dan mengurangi pertumbuhan rambut tubuh yang tidak diinginkan.   Sumber: webmd  
 13 Sep 2019    16:00 WIB
Tunda Menstruasi Dengan Pil KB
Bagaimana Menunda Menstruasi Dengan Pil KB?Pil KB terdiri dari 28 pil, tetapi hanya 21 pil yang berisi hormon untuk menurunkan fertilitas (masa subur) anda, sementara itu, 7 pil lainnya merupakan plasebo (tidak berisi hormon). Pil ini dibuat agar menyerupai siklus menstruasi normal. Perdarahan yang terjadi saat anda mengkonsumsi plasebo merupakan perdarahan akibat penghentian penggunaan obat, yang tampak seperti menstruasi. Hal ini merupakan respon tubuh anda untuk menghentikan produksi hormon. Jika anda tidak mengkonsumsi plasebo ini dan langsung mengkonsumsi pil aktif (pil yang berisi hormon), maka perdarahan ini pun tidak akan terjadi. Perdarahan yang terjadi saat anda mengkonsumsi plasebo tidak sama dengan menstruasi normal dan tidak berpengaruh bagi kesehatan anda. Oleh karena itu, anda dapat menggunakan pil KB untuk mengendalikan siklus menstruasi anda, baik untuk alasan pribadi atau untuk alasan kesehatan. Anda dapat menggunakan semua pil KB untuk menunda menstruasi anda, akan tetapi akan lebih baik bila anda menggunakan pil KB monofasik karena pil ini berisi hormon dengan jumlah yang sama pada setiap pilnya. Berkonsultasilah dengan dokter anda terlebih dahulu mengenai pil KB mana yang dapat anda gunakan.Manfaat Menunda MenstruasiMenunda menstruasi anda dapat membantu mengatasi atau mencegah berbagai gejala premenstrual. Anda mungkin dapat mempertimbangkan hal ini bila anda mengalami beberapa hal di bawah ini, yaitu:•  Gangguan fisik atau mental yang menyebabkan anda sulit menggunakan pembalut•  Adanya gangguan kesehatan lain yang memburuk saat masa menstruasi seperti endometriosis, anemia, asma, migrain, atau epilepsi•  Adanya berbagai gejala seperti payudara terasa kencang dan nyeri, perut kembung, mood berubah-ubah pada 7-10 hari sebelum masa menstruasi anda terjadi•  Anda mengalami nyeri kepala atau berbagai gejala menstruasi lainnya selama anda mengkonsumsi plasebo•  Anda mengalami gangguan menstruasi, seperti volume darah menstruasi yang berlebihan, menstruasi yang berlangsung lebih lama dari biasanya, sering mengalami menstruasi, atau mengalami menstruasi yang sangat nyeri Anda mungkin juga ingin menunda masa menstruasi anda karena berbagai alasan pribadi seperti sedang menjalani ujian penting atau ada acara atau liburan tertentu seperti pernikahan atau masa bulan madu.Apakah Aman Menunda Mentruasi?Jika dokter anda memperbolehkan anda mengkonsumsi pil KB, maka menggunakan pil KB untuk menunda menstruasi anda juga mungkin aman. Apa Akibat yang Terjadi Saat Anda Menunda Menstruasi?Anda mungkin akan mengalami perdarahan atau adanya bercak darah di antara masa menstruasi. Hal ini sering terjadi bila anda menggunakan pil KB untuk menunda atau mencegah terjadinya menstruasi, terutama pada beberapa bulan pertama penggunaan pil. Perdarahan di antara masa menstruasi ini biasanya akan berkurang seiring dengan berlalunya waktu saat tubuh anda telah dapat menyesuaikan diri.Akibat lainnya bila anda sering menunda menstruasi anda adalah agak sulit untuk mengetahui apakah anda sedang hamil. Jika anda mengalami mual dan muntah di pagi hari (morning sickness), payudara terasa kencang, atau merasa lelah yang tidak biasanya; maka periksakanlah kemungkinan terjadinya kehamilan.Apa yang Dapat Dilakukan Untuk Mengatasi Perdarahan di Antara Masa Menstruasi?Walaupun perdarahan ini biasanya berkurang dengan berlalunya waktu, terdapat beberapa hal yang dapat anda lakukan untuk mengatasinya, yaitu:•  Jangan lupa untuk mengkonsumsi pil KB anda secara teratur setiap harinya•  Berhenti merokok karena wanita yang merokok lebih sering mengalami perdarahan di antara masa menstruasi dibandingkan dengan wanita yang tidak merokok Segera hubungi dokter anda bila anda tetap mengalami perdarahan walaupun telah mengkonsumsi pil aktif secara teratur sesuai petunjuk atau bila perdarahan bertambah berat atau bila perdarahan berlangsung selama lebih dari 7 hari berturut-turut.Apa yang Harus Dilakukan Untuk Menunda Menstruasi Dengan Pil KB?Dokter anda mungkin akan menyarankan anda untuk mengkonsumsi pil aktif selama 6 minggu berturut-turut tanpa mengkonsumsi plasebo. Setelah anda mengkonsumsi pil aktif selama 6 minggu berturut-turut, maka dokter mungkin akan meminta anda untuk mengkonsumi plasebo pada minggu ke tujuh. Pada saat inilah anda akan mengalami masa menstruasi anda. Untuk mengurangi volume darah yang keluar atau mengurangi gejala penghentian obat lainnya, maka dokter mungkin akan meminta anda untuk mengkonsumsi plasebo hanya selama 3 atau 4 hari. Jika anda tidak mengalami perdarahan di antara masa menstruasi atau efek samping lainnya, dokter anda mungkin akan mengijinkan anda untuk mengkonsumsi pil aktif selama 9 minggu berturut-turut pada siklus menstruasi berikutnya dan 12 minggu pada siklus menstruasi berikutnya.Sumber: mayoclinic
 19 Aug 2019    11:00 WIB
Berat Badan Meningkat Akibat Konsumsi Pil KB ?
Pil KB merupakan salah satu alat kontrasepsi paling popular yang telah banyak digunakan sejak 50 tahun lalu. Pil KB sendiri memiliki banyak merk dagang dengan komposisi yang berbeda-beda.  Akan tetapi, seperti halnya obat-obatan lainnya, pil KB pun memiliki beberapa efek samping. Beberapa efek samping yang dapat terjadi akibat penggunaan pil KB adalah perdarahan, payudara terasa keras, mual, dan nyeri kepala.  Beberapa wanita dapat mengalami peningkatan berat badan karena terjadinya retensi (tertahannya) cairan di dalam tubuh. Peningkatan berat badan ini biasanya tidak terlalu banyak dan tidak terjadi pada sebagian besar wanita. Peningkatan berat badan ini biasanya juga hanya bersifat sementara dan akan menghilang dengan sendirinya dalam waktu 2-3 bulan. Berbagai penelitian pun menemukan bahwa tidak ada bukti kuat bahwa penggunaan pil KB memang dapat menyebabkan peningkatan berat badan. Terjadinya peningkatan berat badan atau tidak setelah menggunakan pil KB sebenarnya juga dipengaruhi oleh beberapa hal seperti faktor genetika, gaya hidup, dan jenis KB yang digunakan. Sekarang ini, terdapat 2 jenis pil KB yang biasa digunakan yaitu pil kombinasi, yang mengandung estrogen dan progestin serta pil KB yang hanya mengandung progestin.  Sebagian besar jenis pil KB yang dijual di pasaran menggunakan jenis estrogen yang sama, walaupun dengan dosis yang bervariasi. Akan tetapi, kadar dan jenis progestin di dalam setiap jenis pil KB dapat berbeda-beda. Hal ini membuat setiap jenis pil KB yang dijual di pasaran memiliki jenis dan dosis hormon yang sedikit berbeda, yang menyebabkan efek samping yang dapat terjadi pun menjadi berbeda-beda.  Oleh karena itu, apapun jenis pil KB yang Anda konsumsi saat ini, pastikan Anda mengkonsumsinya selama minimal 3 bulan, untuk melihat apakah efek samping yang Anda alami mereda atau tidak. Mengapa banyak orang menduga bahwa penggunaan pil KB dapat menyebabkan terjadinya peningkatan berat badan? Hal ini dikarenakan tingginya kadar estrogen di dalam pil KB (zaman dulu). Mengkonsumsi estrogen dalam jumlah besar memang dapat menyebabkan peningkatan berat badan akibat peningkatan nafsu makan dan retensi cairan di dalam tubuh. Akan tetapi, sekarang ini, berbagai jenis pil KB yang beredar di pasaran mengandung jauh lebih sedikit hormon dibandingkan dengan pil KB pertama yang dibuat 50 tahun yang lalu sehingga efek samping peningkatan berat badan pun lebih jarang terjadi. Segera hubungi dokter Anda bila Anda mengalami peningkatan berat badan yang berlebihan dan dalam waktu lama. Dokter Anda mungkin akan menyarankan Anda untuk mengganti jenis KB yang digunakan. Sumber: webmd
 29 Jun 2019    18:00 WIB
Pil KB Membuat Gemuk ?
Banyak orang yang berpikir bahwa pil KB dapat membuat gemuk, apakah hal ini benar? Penelitian demi penelitian telah meneliti hubungan pil kb dengan kenaikan berat badan. Sebagian besar dari penelitian tersebut tidak menemukan bukti yang masuk akal untuk mendukung klaim yang menyatakan pil kb membuat orang menjadi lebih gemuk. Mengapa pil kb dikatakan membuat seorang wanita menjadi gemuk? Hal ini bisa disebabkan karena pengaruh hormon estrogen. Hormon estrogen yang berlebihan akan meningkatkan nafsu makan, selain itu estrogen juga dapat mengikat garam dan cairan tubuh sehingga membuat orang merasa badannya menjadi lebih gemuk. Memang beberapa dekade lalu, pil kb yang digunakan memang mengandung hormon yang berlebihan. Namun sekarang ini kadar hormon estrogen dalam pil kb lebih rendah. Selain itu biasanya saat menggunakan pil kb, wanita tidak mengalami menstruasi yang membuat hidupnya terasa lebih nyaman sehingga terasa makan lebih enak.  Jadi apabila seorang wanita menjadi lebih gemuk, hal ini bukan dikarenakan efek pil kb secara langsung.Namun bila Anda merasa menjadi lebih gemuk semenjak mengkonsumsi pil kb, maka ada beberapa cara untuk mengatasi hal ini. Berikut caranya: 1.      Beri waktuAda kemungkinan bahwa Anda akan mengalami sedikit peningkatan berat badan segera setelah mulai minum pil kb, Hal ini sering disebabkan karena terjadinya retensi air, bukan karena penumpukan lemak. Hal ini biasanya bersifat sementara dan tubuh Anda akan kembali normal. 2.      BergerakUsahakan untuk melakukan olahraga dan makan makanan yang sehat, diet seimbang akan memberikan manfaat yang baik untuk tubuh Anda dan mencegah terjadinya berbagai penyakita.Mengadopsi gaya hidup yang lebih aktif dapat membantu Anda menurunkan beberapa kg berat badan yang Anda rasakan menjadi meningkat. 3.      Ganti pil kb AndaBila Anda merasa khawatir bahwa berat badan Anda meningkat karena pil kb. Maka Anda bisa melakukan konsultasi dengan dokter spesialis kandungan. Semua pil kb yang ada berbeda, sehingga mungkin dokter Anda dapat menemukan satu pil kb yang tidak mempengaruhi nafsu makan atau berat badan Anda.Saat Anda memilih pil kb atau alat kontrasepsi lainnya. Pilihlah yang membuat Anda merasa nyaman sehingga Anda tidak merasa terganggu untuk menggunakannya. Baca juga: Stop Pil KB, Kapan Bisa Hamil Lagi? Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang Sumber: healthline
 13 Jun 2019    16:00 WIB
DVT Tidak Menimbulkan Gejala Namun Berbahaya
Bekuan darah, dalam hal ini kita membicarakan tentang DVT atau trombosis vena dalam merupakan suatu keadaan di mana terdapatnya bekuan darah pada vena dalam tubuh anda. Keadaan ini biasanya terjadi pada betis, paha, panggul, atau lengan. Gejala DVT yang dapat ditemukan berupa pembengkakan pada kulit yang kadang terasa nyeri dan keras, akan tetapi DVT tidak selalu menimbulkan gejala. Faktor Resiko Anda memiliki resiko DVT lebih tinggi bila anda: Memiliki gangguan pembekuan darah Menderita obesitas Mengkonsumsi pil KB Hamil Merokok Mengalami beberapa penyakit kronik seperti kanker, penyakit jantung, penyakit paru-paru, dan inflammatory bowel disease (suatu gangguan kesehatan yang menyebabkan gangguan saluran pencernaan) Duduk di kursi roda Tidak dapat bergerak atau bangun dalam waktu lama, seperti saat anda berada dalam penerbangan untuk waktu yang lama Bahaya Adanya Bekuan Darah Bahaya terbesar dari DVT adalah apabila bekuan darah di dalam pembuluh vena ini sampai ke dalam paru-paru dan menyebabkan terjadinya emboli paru. Emboli paru dapat merusak paru-paru anda dan berakibat fatal. Bahkan bila bekuan darah tidak masuk ke dalam paru-paru anda, bekuan darah ini tetap dapat mengganggu kesehatan anda. Bila bekuan darah terus membesar, bekuan darah ini dapat menghambat aliran darah di dalam pembuluh darah vena dan merusak katup di dalam pembuluh darah tersebut. Hal ini dapat menyebabkan terjadinya nyeri, pembengkakan, dan perubahan warna kulit kaki. Penggunaan stoking dapat membantu mengatasi gejala ini. Pengobatan DVT dapat berupa penggunaan obat-obatan, filter vena cava, dan penggunaan stoking. Pencegahan DVT DVT dapat dicegah dengan melakukan beberapa hal di bawah ini, yaitu: Jaga berat badan anda Tetap aktif Jika anda berada dalam penerbangan dalam waktu lama, berjalan-jalanlah di koridor pesawat setiap 1-2 jam Jika anda harus duduk dalam waktu lama, gerakanlah kaki anda dan tekuklah betis anda sehingga darah dapat terpompa Bergeraklah setiap 1 atau 2 jam saat bekerja Hindari konsumsi hormon estrogen jika ada anggota keluarga anda yang menderita DVT Jika anda mengalami kecelakaan atau cedera yang membuat anda harus terus terbaring di ranjang atau kursi roda, bergeraklah sebanyak mungkin. Komplikasi Emboli Paru Tergantung pada ukuran bekuan darah dan ke mana bekuan darah ini tersangkut, DVT dapat berakibat fatal. Bahaya terbesar dari DVT adalah apabila bekuan darah terlepas dan mengikuti aliran darah dan merusak sebuah organ, biasanya paru-paru. Bekuan darah yang tersangkut di dalam paru-paru ini dapat menyebabkan terjadinya emboli paru. Bekuan darah yang tersangkut pada pembuluh darah otak dapat menyebabkan stroke. Bekuan darah yang tersangkut pada pembuluh darah jantung dapat menyebabkan serangan jantung. Bekuan darah yang tersangkut pada ginjal dapat menyebabkan terjadinya gagal ginjal. Gejala emboli paru yang sering ditemukan adalah: Batuk Batuk berdarah Nyeri dada Sesak napas tanpa penyebab yang jelas Denyut jantung tidak teratur Gejala lainnya yang lebih jarang ditemui adalah: Cemas Denyut jantung cepat Perasaan melayang Berkeringat Pingsan Bekuan darah yang terdapat di dalam paru-paru dapat menurunkan kadar oksigen di dalam darah anda, yang dapat menyebabkan kerusakan pada berbagai organ lainnya. Emboli paru pun dapat merusak paru-paru dan meningkatkan tekanan di dalam pembuluh darah arteri paru sehingga terjadi hipertensi pulmonal. Segera hubungi dokter anda bila anda mengalami berbagai gejala di atas untuk memperoleh penanganan secepatnya. Sindrom Post Trombotik Bahaya lain DVT adalah sindrom post trombotik yang dapat mengenai sekitar 60% penderita DVT. Sindrom post trombotik menyebabkan gejala yang terus terjadi dalam waktu lama pada kaki atau lengan yang terkena DVT. Gejala sindrom post trombotik adalah nyeri, pembengkakan, dan perubahan warna kulit pada tempat yang terkena. Walaupun sindrom post trombotik biasanya menyebabkan gejala ringan, akan tetapi juga dapat terjadi gejala berat dan menyebabkan pembentukan luka terbuka pada kulit kaki yang terkena. Pada sindrom post trombotik, katup di dalam pembuluh vena dapat mengendur dan tidak dapat berfungsi sebagaimana mestinya. Hal ini dapat menyebabkan terkumpulnya darah pada daerah tersebut. Tidak ada hal yang dapat dilakukan untuk menguatkan katup-katup vena ini, oleh karena itu sangat penting agar penderita DVT tetap aktif bergerak. Dengan demikian, darah dari kaki dapat kembali ke jantung akibat aktivitas otot kaki anda. Berbaring dengan posisi kaki lebih tinggi dari jantung anda juga dapat membantu mengurangi bengkak dan nyeri. Sayangnya, tidak ada langkah khusus yang dapat dilakukan untuk mencegah terjadinya sindrom post trombotik selain tidak menderita DVT. Saat ini para dokter menyarankan agar semua penderita DVT menggunakan stoking untuk mencegah terjadinya sindrom post trombotik ini.  Baca juga: Berbagai Terapi Untuk Bekuan Darah (DVT) Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang Sumber: webmd
 30 Apr 2019    08:00 WIB
Kenali Kanker Ovarium dan Faktor Resikonya
Apa Itu Kanker Ovarium? Kanker ovarium merupakan suatu jenis kanker yang berasal dari ovarium (indung telur), yang berfungsi untuk menghasilkan sel telur pada wanita dan merupakan sumber utama hormon estrogen dan progesteron pada wanita.   Faktor Resiko Terjadinya Kanker Ovarium Riwayat Keluarga Kemungkinan seorang wanita menderita kanker ovarium meningkat bila ada anggota keluarga lain yang mengalami kanker ovarium, kanker payudara, atau kanker usus besar. Para ahli menduga adanya pengaruh suatu gen, termasuk BRCA1 dan BRCA2. Usia Faktor resiko utama kanker ovarium adalah usia. Kanker ovarium paling sering mengenai wanita yang telah memasuki masa menopause. Penggunaan terapi sulih hormon dapat meningkatkan resiko terjadinya kanker ovarium. Kejadian kanker ovarium lebih tinggi pada wanita yang menggunakan estrogen tanpa progesteron selama setidaknya 5-10 tahun. Obesitas Wanita yang mengalami obesitas memiliki resiko menderita kanker ovarium lebih tinggi daripada wanita dengan berat badan ideal.   Gejala Berbagai gejala kanker ovarium yang dapat ditemukan adalah: Perut kembung atau terasa adanya tekanan di dalam perut Nyeri perut Nyeri panggul Cepat merasa kenyang Lebih sering buang air kecil Berbagai gejala di atas juga dapat disebabkan oleh berbagai hal lainnya selain kanker. Segera hubungi dokter anda bila anda mengalami berbagai gejala di atas setiap hari selama lebih dari beberapa minggu.   Deteksi Dini Kanker Ovarium Terdapat dua cara untuk mendeteksi kanker ovarium sedini mungkin, yaitu sebelum kanker menimbulkan gejala apapun atau tampak pada pemeriksaan apapun. Cara ke satu adalah melalui pemeriksaan CA-125 di dalam darah dan USG abdomen (perut).   Apakah Saya Menderita Kanker Ovarium? CT scan dapat memperlihatkan adanya massa pada ovarium. Akan tetapi, pemeriksaan ini tidak dapat menentukan apakah massa tersebut merupakan suatu tumor jinak atau kanker. Pemeriksaan lainnya yang dapat memastikan diagnosa adalah pemeriksaan biopsi. Terdapat beberapa jenis kanker ovarium, yang tersering adalah karsinoma ovarium epitelial. Kanker ovarium jenis ini terbentuk dari sel permukaan ovarium. Jenis kanker ovarium lainnya adalah low malignant potensial tumor (tumor LMP). Kanker jenis ini lebih lambat berkembang dan lebih tidak berbahaya daripada jenis kanker ovarium lainnya.   Stadium Kanker Ovarium Disebut kanker ovarium stadium I, bila ditemukan adanya sel kanker pada salah satu atau kedua ovarium. Disebut kanker ovarium stadium II, bila sel kanker telah menyebar ke rahim atau organ lainnya di dekat ovarium. Disebut kanker ovarium stadium III, bila sel kanker telah menyebar ke kelenjar getah bening dan cabang-cabangnya di daerah perut. Disebut kanker ovarium stadium IV, bila sel kanker telah menyebar ke organ jauh, seperti paru-paru atau hati.   Pilihan Pengobatan Kanker Ovarium Tindakan Pembedahan Tindakan pembedahan biasanya digunakan untuk menentukan diagnosa dan stadium kanker ovarium, sekaligus sebagai pengobatan awal kanker ovarium. Tujuan tindakan pembedahan ini adalah untuk mengangkat sebanyak mungkin sel kanker. Pada kanker ovarium stadium I, dokter bedah biasanya akan mengangkat salah satu ovarium berserta jaringan di sekitarnya. Pada kanker ovarium stadium lanjut, mungkin diperlukan pengangkatan kedua ovarium beserta rahim dan jaringan di sekitarnya. Kemoterapi Pada semua stadium kanker ovarium, kemoterapi biasanya dilakukan setelah tindakan pembedahan. Pada kemoterapi, dokter akan menggunakan suatu obat-obatan yang berfungsi untuk membunuh sel kanker yang masih tersisa di dalam tubuh anda. Obat dapat diberikan melalui mulut, pembuluh darah, atau disuntikkan langsung ke dalam perut (kemoterapi intraperitoneal). Wanita yang menderita tumor LMP biasanya tidak memerlukan tindakan kemoterapi setelah pembedahan, kecuali bila tumor kembali tumbuh. Terapi Sel Target Terapi ini bertujuan untuk menyumbat pembuluh darah yang memberikan nutrisi pada sel kanker dengan menggunakan sebuah obat (avastin). Dengan tersumbatnya pembuluh darah ini, maka diharapkan agar jaringan tumor mengecil dan berhenti bertumbuh.   Efek Pengobatan Bila pengobatan kanker ovarium menyebabkan dokter harus mengangkat kedua ovarium anda, maka anda tidak lagi dapat memproduksi hormon estrogen. Hal ini dapat memicu terjadinya menopause, berapapun usia anda. Selain itu, penurunan kadar hormon estrogen juga dapat meningkatkan resiko terjadinya osteoporosis. Pengobatan kanker seringkali membuat anda merasa lelah dan tidak bersemangat. Berolahraga teratur dapat menjadi salah satu cara untuk mengembalikan tenaga anda dan memperbaiki mood anda.   Berbagai Hal yang Dapat Menurunkan Resiko Kanker Ovarium Kehamilan Wanita yang pernah melahirkan memiliki resiko yang lebih rendah daripada wanita yang tidak pernah melahirkan. Resiko terjadinya kanker ovarium menurun dengan setiap kehamilan. Selain itu, menyusui juga dapat membantu melindungi anda dari kanker ovarium. Pil KB Kanker ovarium juga lebih jarang terjadi pada wanita yang mengkonsumsi pil KB. Wanita yang telah mengkonsumsi pil KB selama 5 tahun memiliki resiko setengah kali lebih rendah daripada wanita yang tidak pernah mengkonsumsi pil KB. Seperti halnya kehamilan, pil KB juga mencegah terjadinya ovulasi. Para ahli menduga bahwa semakin sedikit ovulasi maka semakin rendah resiko terjadinya kanker ovarium. Ligasi Tuba Ligasi tuba merupakan suatu tindakan kontrasepsi permanen, di mana saluran telur ditutup secara permanen melalui tindakan pembedahan. Ligasi tuba dan histerektomi (mengangkat rahim tanpa mengangkat kedua ovarium) diduga dapat melindungi anda dari kanker ovarium. Pengangkatan Ovarium Jika anda memiliki anggota keluarga yang menderita kanker ovarium, kanker payudara, atau kanker usus besar; maka anda memiliki resiko yang lebih tinggi untuk menderita kanker ovarium. Mengangkat kedua ovarium dapat menjadi langkah pencegahan atau bila anda telah berusia lebih dari 40 tahun dan akan melakukan prosedur histerektomi. Diet Rendah Lemak Walaupun tidak ada hubungan yang signifikan antara makanan dan kejadian kanker ovarium, suatu penelitian menemukan bahwa wanita yang mengkonsumsi diet rendah lemak selama setidaknya 4 tahun memiliki resiko terjadinya kanker ovarium yang lebih rendah. Beberapa penelitian lainnya juga menemukan bahwa, kejadian kanker ovarium lebih rendah pada wanita yang mengkonsumsi banyak sayuran.   Sumber: webmd
 02 Dec 2018    16:00 WIB
Nyeri Payudara Sebelum Menstruasi, Normalkah?
Nyeri yang terjadi di payudara merupakan sesuatu yang dikeluhkan oleh wanita. Nyeri payudara paling sering terjadi pada masa sebelum menstruasi dan saat masa menstruasi. Nyeri dada juga bisa terjadi setelah masa menstruasi juga. Tetapi apakah nyeri payudara itu normal? Nyeri payudara merupakan hal normal yang terjadi pada wanita dan merupakan bagian dari  premenstrual syndrome (PMS). Sindrom pada PMS juga termasuk nyeri pada perutbawah, perubahan mood yang tiba-tiba dan kesulitan beritirahat. Pada artikel ini kita akan membahas apakah nyeri payudara itu normal dan kondisi apakah yang menyebabkan nyeri payudara ini menjadi kondisi yang serius dan berat. Fluktuasi hormonal Alasan utama mengapa tidak terjadi nyeri payudara adalah karena peningkatan sekresi dari hormon esterogen. Estrogen ini merupakan salah satu hormon yang paling penting untuk tubuh. Keluarnya hormon esterogen yang terlalu banyak akan menyebabkan terjadinya kekakuan pada jaringan payudara, dan payudara menjadi lebih keras. Oleh karena itu tidak munculnya nyeri payudara sebelum masa menstruasi merupakan hal yang normal. Hal tersebut biasanya terjadi pada hari ke 21 siklus menstruasi. Oleh karena itu tanda ini sering sekali terjadi pada banyak wanita sebelum masuk masa menstruasi. Jika nyeri payudara yang muncul tidak terlalu berat dan mengganggu seharusnya tidak perlu membuat Anda khawatir. Mengamati Pada kebanyakan wanita, gejala nyeri payudara menjelang masa menstruasi merupakan hal sering sekali terjadi. Anda tidak perlu menjadi tegang dan khawatir mengenai nyeri payudara yang Anda alami. Kecuali nyeri payudara yang Anda alami sangat berat dan tidak bisa ditoleransi maka Anda tidak harus menganggapnya serius. Efek samping Terkadang pada wanita yang sudah menikah sering mengkonsumsi pil kb untuk mencegah terjadinya kehamilan yang tidak diinginkan. Tetapi ketika mereka berhenti mengkonsumsinya, keseimbangan hormon menjadi kacau dengan tiba-tiba dan dapat memunculkan nyeri payudara. Hal ini merupakan kondisi yang sepenuhnya normal. Jika Anda khawatir dengan gejala ini maka Anda dapat menghubungi dokter kandungan Anda. Obesitas Berat badan berlebih dan gaya hidup yang tidak sehat dapat menimbulkan keluhan nyeri payudara. Hal ini tidak berbahaya karena penyebab utama dari nyeri payudara disebabkan oleh peningkatan berat badan. Untuk mengurangi atau bahkan menghilangkan nyeri payudara ini maka Anda harus menjaga pola makan yang sehat dan menurunkan berat badan Anda. Meminum banyak air putih juga dapat menurunkan nyeri payudara yang Anda rasakan.   Perubahan menjadi wanita dewasa Nyeri payudara sangat mungkin dialami seorang gadis muda, terutama saat mulai mendapat menstruasi. Nyeri dada merupakan hal yang normal terjadi pada seorang gadis mda. Untuk itu Anda tidak harus khawatir jika mengalami nyeri payudara saat pertama kali mendapat menstruasi.   Sumber: boldsky
 16 Nov 2018    11:00 WIB
Wow Konsumsi Pil Kb Jangka Panjang Ternyata Ada Efeknya
Sebuah penelitian baru di Denmark menemukan adanya hubungan antara penggunaan pil KB dengan tumor otak. Pada penelitian ini, para peneliti menemukan bahwa sekitar 90% wanita yang berusia kurang dari 50 tahun dan menderita tumor otak langka ternyata juga menggunakan pil KB. Akan tetapi, para peneliti juga menyatakan bahwa temuan mereka ini bukanlah alasan bagi seorang wanita untuk berhenti menggunakan pil KB. Hal ini dikarenakan kasus tumor otak (glioma) ini sangat langka, yaitu hanya 5 di antara 100.000 orang wanita setiap tahunnya. Jadi, apakah mungkin bagi seorang wanita untuk mengkonsumsi pil KB dalam jangka waktu panjang tanpa mengalami efek samping apa pun? Para ahli mengatakan bahwa setiap wanita yang menggunakan pil KB harus membandingkan apakah keuntungan atau manfaat pil KB melebihi dari efek samping atau kerugiannya? Para peneliti mengatakan bahwa setiap wanita yang mengkonsumsi pil KB selama lebih dari 5 tahun memiliki resiko yang lebih tinggi untuk mengalami tumor otak, resiko ini terutama lebih tinggi pada para wanita yang mengkonsumsi pil KB yang hanya mengandung hormon progesteron. Terdapat beberapa resiko yang perlu dihadapi oleh seorang wanita saat ia memutuskan untuk mengkonsumsi pil KB. Beberapa efek samping dari konsumsi pil KB adalah meningkatkan resiko terjadinya kanker leher rahim, terbentuknya bekuan darah, menderita stroke, dan serangan jantung. Walaupun berbagai penelitian menemukan bahwa konsumsi pil KB dapat membantu menurunkan resiko terjadinya kanker rahim dan kanker indung telur, akan tetapi konsumsi pil KB ternyata justru dapat meningkatkan resiko terjadinya kanker payudara, kanker leher rahim, dan kanker hati. Beberapa manfaat dari pil KB yang dapat ditemukan adalah mencegah terjadinya kanker indung telur (setelah dikonsumsi selama 7 tahun), mencegah terbentuknya kista indung telur, mencegah timbulnya jerawat, membuat siklus menstruasi menjadi lebih teratur, membantu mengatasi endometriosis, dan sebagainya. Jadi, berapa lama sebaiknya Anda mengkonsumsi pil KB? Para peneliti mengatakan bahwa sebenarnya tidak ada waktu spesifik bagi seorang wanita untuk berhenti mengkonsumsi pil KB kecuali bila mereka ingin memiliki anak. Dianjurkan agar Anda berhenti mengkonsumsi pil KB dalam waktu 3 bulan sebelum memulai usaha Anda untuk memiliki momongan. Hal ini bertujuan untuk memberikan waktu yang cukup bagi dinding rahim untuk menebal. Selain itu, para peneliti juga menemukan bahwa wanita yang mengkonsumsi pil KB selama lebih dari 5 tahun cenderung lebih mudah untuk hamil kembali dalam waktu 6 bulan sampai 1 tahun setelah mereka berhenti mengkonsumsi pil KB. Para ahli mengatakan bahwa seorang wanita yang sehat dapat mengkonsumsi pil KB hingga mereka memasuki masa menopause. Hal ini berlaku bagi pil KB yang berisi progestin dan kombinasi hormon, bagi wanita yang tidak merokok, dan bagi wanita muda perokok yang mengkonsumsi pil KB yang hanya berisi progestin.   Sumber: sheknows
 13 Oct 2018    16:00 WIB
Waspada 5 Efek Samping Paling Berbahaya dari Pil KB
Anda mungkin sudah memiliki gaya hidup sehat dengan rajin berolahraga, memiliki berat badan ideal, makan makanan sehat dan seimbang, tidak mengkonsumsi alkohol dan merokok; akan tetapi tahukah Anda bahwa pil KB yang Anda konsumsi ternyata dapat berbahaya bagi kesehatan Anda? Di bawah ini Anda dapat melihat beberapa efek samping berbahaya dari mengkonsumsi pil KB yang berisi hormon.   Terbentuknya Bekuan Darah Bahkan jika Anda tidak merokok, resiko pembentukan bekuan darah di dalam aliran darah Anda akan meningkat bila Anda mengkonsumsi pil KB. Hal ini dikarenakan pil KB mengandung drospirenone, sebuah sintetik progesteron, yang dapat meningkatkan resiko terbentuknya bekuan darah. Bekuan darah ini dapat terbentuk di berbagai arteri atau vena. Walaupun kadangkala bekuan darah ini dapat hancur dengan sendirinya, akan tetapi bekuan darah ini dapat berbahaya bila menghambat aliran darah ke dalam paru-paru, otak, atau jantung. Jadi, bila Anda yakin pil KB yang biasa Anda konsumsi mengandung drospirenone, dianjurkan agar Anda berkonsultasi dengan dokter Anda mengenai apakah Anda dapat mengganti jenis pil KB yang Anda konsumsi.   Memicu Terbentuknya Tumor Hati Jinak Kontrasepsi oral telah diketahui berhubungan dengan meningkatnya resiko terjadinya tumor jinak hati. Walaupun tumor jinak ini tidak bersifat ganas dan biasanya tidak menimbulkan resiko apapun terhadap kesehatan, akan tetapi tumor jinak hati yang disebabkan oleh pil KB dapat menimbulkan masalah bagi beberapa orang wanita. Adenoma hepatoselular yang terbentuk akibat pil KB dapat menyebabkan terjadinya perdarahan perut dan hormon di dalam pil KB juga akan membuat tumor semakin membesar, yang membutuhkan tindakan pembedahan untuk mengangkatnya.   Menyebabkan Depresi Mengkonsumsi pil KB membutuhkan penyesuaian diri dari tubuh Anda, artinya Anda mungkin akan mengalami perubahan mood yang akan membaik seiring dengan berlalunya waktu. Akan tetapi, pada beberapa orang wanita, mengkonsumsi pil KB membuat mereka mengalami depresi dan perubahan mood yang tidak menghilang hingga mereka berhenti mengkonsumsi pil KB. Hingga saat ini para ahli masih belum mengetahui secara jelas mengapa konsumsi pil KB dapat memicu terjadinya depresi pada sejumlah wanita. Beberapa orang wanita mengatakan bahwa saat mereka mengkonsumsi pil KB kombinasi yang mengandung estrogen dan progesteron, gejala depresi lebih sering muncul daripada saat mereka mengkonsumsi pil KB yang hanya terdiri dari satu jenis hormon. Bila Anda merasa sedih, cemas, tidak berdaya, merasa amat sangat lelah, sulit berkonsentrasi, atau memiliki pikiran atau kecenderungan untuk melakukan tindakan bunuh diri saat mengkonsumsi pil KB, segera beritahu dokter Anda.   Baca juga: 7 Kegunaan Pil KB   Menyebabkan Gangguan Kandung Empedu Beberapa jenis pil KB memang dapat meningkatkan resiko terjadinya gangguan empedu. Selain itu, resiko terbentuknya batu empedu akan meningkat bila Anda memiliki berat badan berlebih, menderita diabetes, atau merokok. Jika Anda mengalami nyeri perut hebat, mual, muntah, demam, dan kulit tampak kuning; segera cari pertolongan medis.   Menyebabkan Kanker Payudara dan Kanker Serviks Hingga saat ini para ahli masih mencoba menemukan apakah memang benar ada hubungan antara beberapa jenis kanker dengan pil KB. Beberapa penelitian menemukan bahwa resiko terjadinya kanker payudara dan kanker serviks akan meningkat bila seorang wanita mengkonsumsi pil KB karena kandungan hormon di dalamnya. Masih diperlukan penelitian lebih lanjut untuk memastikan hal ini. Akan tetapi, memeriksa payudara dan pap smear secara rutin dapat membantu mendeteksi kanker sedini mungkin. Jadi, selalu periksa kesehatan Anda secara teratur, terutama bila Anda mengkonsumsi pil KB.   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang.   Sumber: cheatsheet