Your browser does not support JavaScript!
 18 Dec 2018    11:00 WIB
Warna Makanan Pengaruhi Nafsu Makan Anda?
Pernahkah Anda bertanya-tanya mengapa berbagai pabrik makanan atau cemilan sering sekali mengubah kemasan produk mereka? Atau pernahkah Anda bertanya-tanya mengapa makanan yang satu tampak lebih menarik daripada makanan lainnya. Berbagai penelitian menunjukkan bahwa warna yang berbeda akan memberikan efek yang berbeda pada nafsu makan Anda lho!Di bawah ini Anda dapat melihat beberapa fakta unik mengenai hubungan antara warna dan nafsu makan Anda.  1.      Warna yang Membuat Makanan Tampak Tidak MenarikSecara alami, manusia akan menghindari makanan berwarna biru, ungu, dan hitam; karena otak manusia telah terprogam untuk mengidentikkan ketiganya dengan bahaya atau kematian. 2.      Makanan Biru, Menarik Atau Tidak?Makanan berwarna biru merupakan makanan yang paling tidak menarik bagi manusia. Sebuah penelitian menemukan bahwa makanan yang berwarna biru akan membuat seseorang lebih tidak ingin memakannya, walaupun sebenarnya rasa makanan tersebut cukup enak. 3.      Warna Pembangkit Nafsu Makan Adalah…Warna merah merupakan warna yang dapat membuat nafsu makan Anda meningkat karena merah sering dihubungkan dengan keintiman dan energi. Jika nafsu makan Anda berkurang akhir-akhir ini, pilihlah makanan berwarna merah atau gunakanlah alat makan berwarna merah. 4.      Kuning Tingkatkan Nafsu Makan?Benar sekali!! Warna kuning merupakan warna yang akan menstimulasi nafsu makan seseorang karena warna kuning berhubungan dengan rasa bahagia. Saat Anda melihat sebuah restoran memiliki cat berwarna kuning atau bunga kuning di atas mejanya, maka Anda pun secara tidak sadar akan merasa lebih nyaman dan lebih lapar tentunya. 5.      Mata Memberitahu Apa yang Anda Makan?Tahukah Anda bahwa bukan hanya lidah Anda yang dapat membantu Anda membedakan makanan atau minuman apa yang sebenarnya sedang Anda konsumsi? Warna makanan yang Anda lihat dengan mata Anda juga membantu Anda "mengenali" apa sebenarnya makanan dan minuman yang sedang Anda konsumsi.Berdasarkan pada sebuah penelitian yang dilakukan oleh the University of Washington, orang yang tidak dapat melihat warna makanan atau minuman yang mereka konsumsi, seringkali salah "mengenali" makanan atau minuman yang sedang dikonsumsinya tersebut. Baca juga: 4 Cara Mengurangi Porsi Makan Tanpa Merasa Lapar 6.      Hijau Identik Dengan Sehat, Masa Sih?Tahukah Anda bahwa makanan berwarna hijau seringkali diinterpretasikan sebagai makanan sehat, apapun jenis makanannya? Hal ini dikarenakan berbagai jenis makanan sehat seringkali berwarna hijau. Karena tampak tidak berbahaya, maka otak Anda pun akan dengan senang hati mengkonsumsi berbagai jenis makanan berwarna hijau. 7.      Bagaimana Dengan Makanan Berwarna Oranye?Makanan berwarna oranye biasanya mendorong seseorang untuk tidak mengkonsumsinya secara berlebihan. Mengapa? Hal ini dikarenakan orang seringkali menghubungkan warna oranye dengan bahaya. 8.      Ini Dia Kemasan Makanan Paling MenarikTahukah Anda bahwa melihat kemasan makanan berwarna merah dan kuning akan membuat Anda segera merasa lapar? Hal inilah yang membuat salah satu makanan siap saji sangat popular. Selain itu, kemasan berwarna demikian juga sangat ramah dan mudah diingat. 9.      Efek Lampu Biru di Dalam Lemari Pendingin AndaSaat Anda sedang berusaha untuk menurunkan berat badan, para ahli menganjurkan agar Anda meletakkan lampu berwarna biru di dalam lemari pendingin Anda. Mengapa demikian? Karena warna biru akan membuat nafsu makan Anda berkurang. 10.  Warna Putih dan Hubungannya Dengan Keinginan MengemilTahukah Anda bahwa makanan berwarna putih akan membuat Anda sangat tertarik untuk memakannya? Hal ini jugalah yang membuat Anda sangat mudah tertarik pada roti tawar putih. Untuk menghindari Anda makan secara berlebihan, pilihlah roti tawar berwarna hitam. Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang. Sumber: allwomenstalk
 24 Mar 2018    12:30 WIB
Dampak Buruk Berbagai Zat yang Ditambahkan Pada Makanan Bagi Kesehatan
Beberapa bahan kimia dan komponen lainnya yang ditambahkan pada berbagai makanan siap saji dapat membuat makanan tersebut tampak lebih menarik, baik dari warna, rasa, maupun teksturnya.  Beberapa jenis zat tersebut juga dapat menghambat pertumbuhan kuman, seperti bakteri dan jamur, yang dapat membuat makanan tersebut lebih tahan lama dan meningkatkan keuntungan perusahaan. Akan tetapi, berbagai jenis zat tersebut juga dapat menyebabkan berbagai gangguan kesehatan, mulai dari memicu terjadinya reaksi alergi dan berbagai gangguan kesehatan lainnya. Jenis-jenis Pengawet MakananPengawet makanan dapat dibagi menjadi beberapa kategori tergantung pada fungsinya secara keseluruhan. Beberapa jenis yang sering digunakan adalah pengawet, pemanis buatan, pewarna makanan, penguat rasa, pengemulsi, penstabil, pengatur keasaman, ragi, zat anti lengket, dan humektan (yang berfungsi untuk membantu menjaga kelembaban). Berbagai zat-zat ini biasanya disebutkan dalam label makanan, akan tetapi tanpa menyebutkan manfaat atau fungsi zat-zat tersebut. Reaksi AlergiAnda dapat mengalami reaksi alergi bila sistem kekebalan tubuh anda menganggap berbagai zat tersebut sebagai zat patogen atau penyebab penyakit. Berdasarkan sebuah penelitian di Turki pada tahun 2012, reaksi alergi karena zat-zat di dalam makanan ini dapat berkembang, terutama setelah anda berusia lebih dari 20 tahun. Beberapa reaksi alergi yang terjadi akibat zat-zat ini biasanya merupakan gejala ringan seperti iritasi kulit, gangguan pencernaan, dan beberapa gangguan pernapasan. Sebuah penelitian lainnya di tahun 2009 menemukan bahwa reaksi alergi terhadap zat yang ditambahkan ke dalam makanan ini tampak lebih sering terjadi (7% lebih sering) pada orang yang memiliki kulit sensitif atau menderita eksim. Beberapa bahan yang dapat memicu terjadinya reaksi alergi atau asma adalah monosodium glutamate (MSG), sulfit, perwarna makanan, dan pemanis buatan. Meningkatkan Resiko Terjadinya ADHDBeberapa penelitian di tahun 1994 telah berhasil menunjukkan adanya hubungan yang kuat antara ADHD dan jumlah zat pengawet dan pewarna buatan yang dikonsumsi oleh seseorang. Akan tetapi, penelitian lainnya justru tidak menemukan bukti kuat yang mengatakan bahwa pengawet makanan dapat menyebabkan terjadinya ADHD. Beberapa pewarna makanan dan pengawet makanan dapat meningkatkan perilaku hiperaktif pada beberapa anak. Beberapa zat kimia yang dapat menyebabkan perilaku hiperaktif adalah sodium benzoate dan pewarna makanan (merah dan kuning). Meningkatkan Resiko Terjadinya KankerTerdapat beberapa jenis zat yang terdapat di dalam makanan seperti aspartame, saccharin, nitrit, dan benzoate yang mungkin memiliki hubungan dengan terjadinya kanker (berdasarkan sebuah penelitian pada hewan) karena zat-zat tersebut menghasilkan zat-zat karsinogenik saat dimetabolisme oleh tubuh.   Sumber: healthyeating.sfgate