Your browser does not support JavaScript!
 16 Aug 2019    11:00 WIB
Gas Numpuk Di Perut ? Simak Tips Pencegahannya!
Terkumpulnya gas di perut anda dapat disebabkan oleh berbagai hal. Terkumpulnya gas di lambung dan usus dapat membuat perut terasa kembung dan sering sendawa atau buang gas. Gas di dalam perut dapat terjadi akibat masuknya udara saat anda makan dan minum atau sebagai hasil proses fermentasi sisa makanan di dalam usus anda.   Hindari Makanan Penghasil Gas Salah satu cara untuk mencegah pembentukan gas di dalam perut adalah menghindari makanan yang dapat menghasilkan gas. Makanan tersebut adalah kacang-kacangan, kol, bawang, brokoli, kembang kol, pisang, kismis, roti gandum, salad, dan minuman bersoda. Bila anda menderita intoleransi laktosa, hindari makanan yang mengandung laktosa, seperti susu dan produknya. Gunakanlah susu tanpa laktosa.   Kurangi Makanan Berlemak Kurangi makan makanan berlemak karena lemak memperlambat laju pencernaan dan membuat proses fermentasi semakin lama, sehingga gas yang dihasilkan semakin banyak.   Kurangi Makanan Berserat Kurangi makanan berserat saat perut anda terasa kembung. Anda kemudian dapat kembali memakan makanan berserat seperti sayur dan buah-buahan setelah keadaan perut anda membaik.   Makan Dengan Perlahan Makan atau minum terlalu cepat dapat membuat udara yang masuk ke dalam lambung semakin banyak.   Jangan Duduk Bila anda merasa terlalu kenyang setelah makan, berjalan dapat membantu mengurangi rasa penuh di perut anda. Bila setelah mencoba beberapa tips di atas dan perut anda masih terasa kembung, segera hubungi dokter anda untuk pemeriksaan dan penanganan selanjutnya. Selain itu, segera hubungi dokter anda bila anda mengalami berbagai gejala di bawah ini, yaitu: Diare Konstipasi Nyeri perut hebat Nyeri perut berulang Mual atau muntah Tinja disertai darah Tinja berwarna hitam Penurunan berat badan Demam Nyeri dada
 02 Mar 2019    16:00 WIB
4 Buah Ini Mampu Membuat Perut Kembung!
Apakah Anda sedang dalam program diet dan lebih memilih buah apel sebagai ganti camilan Anda??? Bila iya hal ini bisa dimengerti buah-buahan mengandung serat dan vitamin yang lebih baik dibandingkan sekantong keripik kentang yang memiliki kalori tinggi namun tidak memiliki kandungan gizi. Kemudian apakah pemilihan buah apel adalah hal yang tepat. Ternyata menurut seorang pakar nutrisi sekaligus pendiri sebuah blog yang membahas mengenai nutrisi untuk kehidupan mengatakan bahwa buah sarat akan gula yaitu fruktosa dan sorbitol (gula alkohol), dan kedua nutrisi ini justru dapat menimbulkan gas dan membuat kembung. Nah buah-buahan apa saja yang justru membuat perut Anda menjadi kembung??? Simak ulasan dibawah ini. Berikut adalah buah-buahan yang membuat Anda mudah kembung: Apel Apel memang kaya antioksidan. Bahkan, apel hijau mengandung lebih banyak antioksidan dari buah lainnya. Namun buah ini tidak menjadi teman harian yang baik untuk perut Anda. Buah apel mengandung tinggi fruktosa atau gula buah, yang beberapa orang sulit untuk mencernanya. Jadi saat tubuh Anda berespon untuk menurunkan kadar gula tersebut akan terbentuk banyak gas yang membuat perut Anda kembung dan sempit celana Anda. Apabila Anda mengalami hal ini, maka cobalah untuk makan setengah buah apel jangan langsung makan semuanya. Kunyahlah dengan perlahan. Apabila Anda makan lebih sedikit maka akan mengurangi jumlah fruktosa yang masuk kedalam tubuh Anda, selain itu kadar gula yang masuk dalam tubuh secara perlahan memberi waktu untuk tubuh Anda mencerna apel tersebut sehingga gas yang terbentuk tidak terlalu banyak. Pir Untuk mendapatkan diet yang sehat, maka buah pir mendapatkan 2 jempol karena mengandung pektin, sejenis serat larut yang membantu menurunkan kolesterol dan membuat Anda merasa kenyang. Sayangnya, pir juga mengandung sejumlah kecil dari sorbitol, gula alkohol. Pada beberapa orang akan juga akan merasa perutnya penuh dengan gas, merasa kembung bahkan kram. Cara untuk mengatasinya hampir sama dengan buah apel yaitu makan dalam jumlah sedikit dan kunyah secara perlahan.  Ceri, anggur, mangga, dan nanas Siapa yang tidak jatuh cinta pada buah-buahan diatas? Rasanya yang manis, asam menjadikan buah-buahan tersebut menjadi buah favorit. Namun sekali lagi buah-buahan tersebut mengandung banyak gula. Kadang-kadang, beberapa gula yang tidak bisa sepenuhnya diserap dalam usus halus-sehingga akhirnya terjebak dalam usus besar dan menyebabkan perut Anda kembung separti balon. Cara terbaik untuk membantu tubuh Anda benar-benar mencerna semua gula adalah dengan mengunyah buah-buahan tersebut dengan sangat perlahan. Selain itu cukup makan sekitar 1 cangkir untuk buah ceri dan anggur, sedangkan mangga cukup ½ buah dan nanas cukup ¼ saja. Sehingga Anda membatasi jumlah gula yang masuk ke dalam tubuh Anda dan mencegah kembung. Buah-buahan diatas memang bisa membuat kembung oleh karena itu bila Anda memang sedang berdiet jangan lupa untuk menyertakan sayur-sayuran juga. Jangan hanya buah. Selain itu bila perlu mungkin Anda dapat minum suplemen probiotik untuk meningkatkan kualitas bakteri di usus Anda, sehingga mampu mencerna lebih baik dan tidak mudah mengalami kembung. Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang Sumber: womenshealthmag
 11 Jan 2019    08:00 WIB
Perut Terus Terasa Kembung? Ternyata Ini Penyebabnya
Buang gas alias kentut merupakan hal yang normal dan pasti terjadi pada semua orang setiap harinya. Tahukah Anda bahwa seorang manusia dapat buang gas sebanyak 15-20 kali setiap harinya? Hal ini dikarenakan bakteri yang terdapat di dalam usus manusia menghasilkan gas saat mencerna makanan yang ada di dalam usus. Gas yang dihasilkan ini biasanya akan dikeluarkan dari dalam saluran pencernaan melalui sendawa atau buang gas. Akan tetapi, apa jadinya bila Anda terus buang gas di sepanjang hari dan perut terus terasa kembung? Keadaan ini mungkin disebabkan oleh beberapa hal di bawah ini.   Anda Mengkonsumsi Terlalu Banyak Serat Biasanya makanan yang Anda konsumsi merupakan penyebab perut kembung Anda. Akan tetapi, makanan yang membuat seseorang kembung belum tentu akan membuat orang lain kembung pula. Namun, ada beberapa jenis makanan tinggi serat yang dapat membuat seseorang menjadi kembung seperti gandum utuh, buah segar, dan sayuran golongan cruciferous (seperti brokoli, kol, Brussels sprout, kale, dan sebagainya). Memang benar bahwa serat dapat membantu mengatasi sembelit, akan tetapi serat juga dapat membuat lebih banyak gas dihasilkan di dalam usus bila dimakan secara berlebihan.   Anda Mengkonsumsi Makanan yang Memang Tidak Cocok Bagi Tubuh Anda Banyak orang mengalami kesulitan mencerna susu dan produknya seiring dengan semakin bertambahnya usia mereka. Hal ini dikarenakan menurunnya kadar enzim laktase yang berfungsi untuk mencerna laktosa. Akan tetapi, bila Anda memang merupakan seorang penderita intoleransi laktosa, maka mengkonsumsi susu atau produksnya biasanya akan membuat perut Anda terasa kembung, kram, dan sering buang gas. Seberapa banyak gas yang dihasilkan biasanya tergantung pada tingkat sensitivitas Anda. Pada beberapa orang, beberapa jenis karbohidrat tertentu (seperti gula dan zat pati) juga dapat membuat perut mereka terasa kembung.   Baca juga: Atasi Perut Kembung Dengan Mengkonsumsi Makanan Berikut Ini…   Anda Menelan Terlalu Banyak Udara Istilah formal untuk hal ini adalah aerofagia. Beberapa hal yang dapat membuat Anda menelan terlalu banyak udara adalah mengkonsumsi minuman bersoda, merokok, makan atau minum terlalu cepat, berbicara saat makan, mengunyah permen karet, dan bernapas dengan mulut. Jadi, bila Anda terbangun dengan perut terasa kembung atau merasa sangat kenyang di pagi hari, hal ini mungkin dikarenakan Anda bernapas dengan menggunakan mulut saat tidur semalam. Untuk meminimalisir jumlah gas yang masuk ke dalam saluran pencernaan Anda, dianjurkan agar Anda tidak mengkonsumsi minuman bersoda, minum dengan menggunakan sedotan, makan dengan perlahan, dan tidak berbicara saat makan.   Keseimbangan Bakteri di Dalam Usus Terganggu Karena sumber dari semua gas yang dihasilkan di dalam saluran pencernaan Anda adalah bakteri usus, maka menjaga keseimbangan jumlah bakteri di dalam usus Anda dapat membantu mengatasi gas berlebih di dalam saluran pencernaan Anda. Mengkonsumsi probiotik biasanya dapat membantu mengembalikan keseimbangan bakteri di dalam usus Anda. Beberapa jenis makanan yang mengandung probiotik adalah greek yogurt atau kefir.     Anda Sedang Menderita Gangguan Saluran Pencernaan Sering buang gas dapat merupakan gejala dari adanya gangguan pada saluran pencernaan Anda, terutama bila Anda juga mengalami beberapa gejala lain seperti nyeri perut, dada terasa seperti terbakar, atau mengalami perubahan berat badan. Segera periksakan diri Anda ke seorang dokter bila Anda mengalami beberapa gejala di atas bersamaan dengan buang gas berlebihan.   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang.   Sumber: self
 12 Nov 2018    11:00 WIB
5 Alasan Mengapa Batuk Anda Tidak Kunjung Sembuh
Bingung mengapa batuk Anda tidak juga membaik walaupun telah mengkonsumsi berbagai jenis obat batuk? Hal ini mungkin dikarenakan Anda menderita gangguan saluran pernapasan lain dan bukan hanya flu dan batuk biasa. Di bawah ini Anda dapat melihat beberapa gangguan medis yang menyebabkan batuk Anda tidak juga sembuh, walaupun sudah berlangsung selama lebih dari 2 minggu.   Batuk Rejan (Pertusis) Walaupun penyakit ini sudah berhasil dieradikasi karena penggunaan vaksin pada tahun 1940an, akan tetapi belakangan ini penyakit ini mulai bermunculan kembali. Pada awalnya, gejala batuk rejan biasanya ringan seperti flu dan batuk biasa, seperti hidung meler, batuk ringan, dan demam. Setelah seminggu, batuk akan menjadi semakin hebat. Bila dibiarkan tanpa pengobatan, batuk rejan dapat menyebabkan terjadinya pneumonia. Jadi, bila Anda mengalami batuk hebat dan sulit berhenti, bahkan membuat Anda muntah; segera periksakan diri Anda ke dokter. Diagnosa biasanya ditegakkan berdasarkan pada hasil pemeriksaan darah dan foto rontgen dada. Pengobatan yang biasa diberikan adalah antibiotik.   Kanker Paru Sekitar 65% penderita kanker paru mengalami batuk kronik saat didiagnosa. Seringkali, batuk kronik merupakan satu-satunya gejala dari kanker paru. Jangan langsung merasa aman karena Anda tidak pernah merokok, karena sekitar 28% penderita kanker paru adalah orang yang tidak pernah merokok. Jadi, bila batuk Anda sudah berlangsung selama lebih dari 2 minggu, terutama bila disertai oleh adanya darah pada dahak, suara serak, nyeri saat menelan, dan nyeri dada; segera periksakan diri Anda ke seorang dokter.   Baca juga: 5 Tips Untuk Menghentikan Batuk di Malam Hari   Pneumonia Salah satu gejala utama dari pneumonia adalah batuk kering persisten, yang cenderung memburuk pada malam hari. Jadi, bila Anda mengalami batuk dan gejala seperti flu lainnya yang tidak membaik setelah 10 hari, segera periksakan diri ke seorang dokter. Bila Anda mengalami kesulitan bernapas, nyeri dada, demam lebih dari 39 derajat celcius dan atau mengeluarkan dahak berwarna hijau, kuning, atau kemerahan tidak perlu menunggu hingga 10 hari dan segera periksakan diri Anda. Diagnosa biasanya ditegakkan berdasarkan pada hasil pemeriksaan fisik, foto rontgen dada, dan kadangkala CT scan dada. Pengobatan yang biasa diberikan adalah antibiotika. Sebagian besar penderita akan mulai membaik dalam waktu beberapa hari.   Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK) Penyakit paru obstruktif kronik (PPOK) merupakan gangguan saluran napas yang akan membuat penderitanya kesulitan bernapas. Ada 2 jenis PPOK, yaitu bronkitis (peradangan pada bronkus) dan emfisema (suatu kondisi di mana alveolus mengalami kerusakan). Merokok dapat meningkatkan resiko terjadinya PPOK. Anda perlu mencurigai PPOK bila Anda merupakan seorang perokok atau mantan perokok yang mengalami batuk kronik, yang menghasilkan banyak dahak, terutama di pagi hari. Penderita biasanya juga akan mengalami sesak napas, mengi, dan dada terasa seperti diikat. Segera periksakan diri Anda ke seorang dokter karena semakin dini pengobatan maka hasilnya pun akan semakin membaik. Penderita PPOK wajib berhenti merokok.   Tuberkulosis Tuberkulosis atau TBC merupakan suatu gangguan saluran napas yang disebabkan oleh bakteri mycobacterium tuberculosis. Resiko seseorang menderita TBC akan meningkat bila ia memiliki daya tahan tubuh yang lemah (misalnya karena menderita diabetes stadium lanjut, HIV, atau kanker) dan atau baru saja berpergian ke daerah resiko tinggi. Segera periksakan diri Anda ke seorang dokter bila batuk Anda sudah berlangsung selama lebih dari 3 minggu dan disertai oleh nyeri dada, penurunan berat badan, fatigue (rasa amat sangat lelah), demam, keringat malam, dan atau bila Anda mengalami batuk darah. Tanpa pengobatan TBC dapat berakibat fatal. Kuman dapat menyebar ke seluruh tubuh Anda dan merusak tulang belakang, persendian, otak, dan bahkan jantung Anda. Diagnosa ditegakkan berdasarkan pada hasil pemeriksaan kulit atau darah. Pengobatannya adalah kombinasi antibiotika yang diberikan selama 6-9 bulan.   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang.   Sumber: womenshealthmag
 15 Jul 2018    08:00 WIB
Sering Konstipasi ? Berikut Cara Efektif Mengatasi Konstipasi Dengan Tepat
Guys, kalau pernah mengalami konstipasi atau sembelit pasti meraskan tidak nyaman bukan? Begitu mengalaminya mungkin yang paling terpikir adalah makan buah papaya. Nah, artikel kali ini kita akan membahas makanan apa saja yang membantu kita untuk mengurangi sembelit yang kita rasakan. GEJALA Namun terlebih dahulu, coba kita lihat gejala atau tanda-tanda apa yang dialami seorang ketika mengalami sembelit: Tinja keras, kering dan sering bentuknya terlihat seperti kelereng bulat-bulat Merasa nyeri atau tidak nyaman di perut kita ketika usus kita bergerak Merasa tidak plong karena berasa tidak tuntas mengosongkan perut Karena perut terasa penuh maka kehilangan nafsu makan Perut sedikit bengkak Ini adalah keluhan umum bukan hanya kita rasakan di Indonesia bahkan negara maju seperti Amerika pun mengalaminya. Di Amerika Serikat, sekitar 16 dari 100 orang dewasa memiliki gejala konstipasi. Risiko sembelit meningkat seiring bertambahnya usia. Sekitar 33 dari setiap 100 orang dewasa yang berusia di atas 60 tahun di AS memiliki gejala konstipasi. PENYEBAB Konstipasi jangka pendek biasanya disebabkan oleh faktor gaya hidup atau penggunaan obat-obatan. Konstipasi kronis umumnya berkaitan dengan kondisi gastrointestinal, metabolik, atau neurologis. Faktor gaya atau pola hidup berikut ini yang meningkatkan resiko sembelit : Makan makanan yang banyak menganduk lemak dan kuran asupan serat Mengalami dehidrasi yang disebabkan kurang minum Suka menahan untuk saat berasa mau buang air besar Tidak cukup olah raga Sembelit bisa berlangsung berhari-hari, berminggu-minggu bahkan berbulan-bulan. Wah pasti kita tidak mau mengalami hal itu bukan? Jadi berikut adalah makanan yang bisa membantu kita meredahkan sembelit yang kita rasakan MAKANAN MEMBANTU MERINGANKAN 1.         Air minum             Dehidrasi adalah penyebab umum. Kekurangan air menyebabkan usus tidak bisa membuat kotoran kita menjadi lembek sehingga tinja menjadi keras dan kering. Jadi perlu minum air lebih banyak agar meringankan gejalan sembelit. 2.         Yogurt dan Kefir             Kedua bahan ini merupakan produk olahan susu yang mengandung bakteri baik yang disebut sebagai probiotik. Bakteri ini membantu memperbaiki kesehatan usus dan melembutkan tinja. Suatu penelitian tahun 2014 menemukan bahwa makan 180 mililiter yogurt ini setiap pagi selama 2 minggu memendekkan waktu yang dibutuhkan limbah untuk bergerak melalui usus pada orang dengan sembelit kronis. 3.         Biji-bijian             Kebanyakan jenis kacang memiliki serat yang tinggi yang membantu meningkatkan pencernaan dan mengurangi konstipasi. 100 gram biji-bijian juga mengandung sejumlah besar nutrisi lain yang membantu meredakan sembelit, seperti kalium, folat, seng, dan vitamin B6. 4.         Sop bening             Sop bening dan hangat umumnya merupakan makanan yang mudah dicerna. Selain itu juga membantu melunakan tinja sehingga mudah dibuang. 5.         Prune             Buah prune atau juga dikenal sebagai plum mengandung banyak serat sehingga membantu meringankan dan mempercepat kerja usus. Sebuah tinjauan tahun 2014 menyimpulkan bahwa makan plum dapat meningkatkan frekuensi buang air besar pada orang yang mengalami sembelit. 6.         Brokoli             Brokoli mengandung sulforaphane, suatu zat yang dapat melindungi usus dan memudahkan pencernaan. Dalam studi tahun 2017 para peneliti menemukan bahwa orang-orang yang makan tunas brokoli memiliki gejala sembelit lebih sedikit dan gerakan usus lebih cepat. 7.         Buah Apel dan Pir             Apel dan pir mengandung beberapa senyawa yang meningkatkan pencernaan diantaranya serat, sorbitol, dan fruktosa. Selain itu, buah-buahan ini juga mengandung kadar air yang tinggi, yang dapat membantu meringankan pencernaan dan mencegah konstipasi. Untuk mendapatkan manfaat paling banyak dari apel dan pir, makanlah utuh dengan kulitnya. 8.         Buah-buah yang mengandung serat dan kandungan air yang tinggi seperti anggur, kiwi, berry 9.         Makanan yang mengadung gandum utuh             Produk gandum utuh merupakan sumber serat larut yang sangat baik, yang menambah bobot kotoran dan mempercepat aliran bahan melalui usus. Untuk mendapatkan nutrisi lebih banyak makanlah mentah atau sedikit dimasak. 10.       Minyak zaitun dan flaxseed             Kedua macam minyak ini memiliki efek pencahar ringan sehingga membantu kreja usus dan mengurangi konstipasi. Minyak ini juga mengandung senyawa yang meningkatkan pencernaan dan memiliki sifat antioksidan, antibakteri, dan anti-inflamasi. Jadi sobat sehat, silahkan mencoba di rumah supaya kita bisa merasakan lega dan usus kita sehat. Jika masih mengalami gangguan konstipasi apalagi dalam waktu yang lama, tidak ada salahnya sobat segera pergi ke dokter untuk mendapatkan diagnosis yang lebih tepat dan lengkap. Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang. Sumber : www.medicalnewstoday.com
 03 Jul 2016    12:00 WIB
Makanan Yang Menyebabkan Perut Kembung
Perut kembung disebabkan karena munculnya gas di usus. Perut kembung atau gas dapat timbul saat mengkonsumsi makanan berminyak, meminum minuman karbonasi, makan terlalu cepat, merokok dan stress. Pada artikel ini kita akan mencari tahu apa saja makanan yang menimbulkan perut kembung. Apa yang menyebabkan perut kembung dan buang gas?Menelan udara dalam jumlah banyak, misalnya saat makan permen karet, merokok, memakai gigi palsu yang salah ukuran, makan terlalu cepat atau berbicara saat makan. Terkadang udara dapat masuk terlalu dalam sampai saluran cerna bagian dalam. Diet juga dapat menyebabkan gas di perut. Hal ini bisa terjadi karena beberapa jenis makanan seperti jenis kacang-kacangan yang dapat menyebabkan gas dibanding saat makan makanan lain. Makanan yang kaya serat juga sulit untuk dicerna. Usus kecil tidak dapat memecah ikatan-ikatan tertentu, yang artinya diperlukan kerja ekstra untuk memproduksi bakteri di usus yang menghasilkan gas lebih banyak di perut. Makanan yang menyebabkan kembung dan buang gasMemakan makanan yang tidak bisa Anda toleransi, sebagai contoh jika Anda mengalami intoleransi laktosa dan mengkonsumsi makanan dari susu dapat menyebabkan:•  Perut sensitif (irritable bowel syndrome)•  Konstipasi•  Pertumbuhan bakteri yang disebabkan oleh beberapa jenis antibiotik Berikut adalah  jenis makanan yang harus Anda hindari untuk mencegah perut kembung:1.  Jagung dan berbagai jenis makanan dari jagung, misalnya popcorn2.  Chinnese food3.  Makanan yang difermentasi4.  Makanan yang melalui proses produksi sepeti keripik dan cemilan yang asin. Ingatlah setiap orang memiliki reaksi yang berbeda terhadap berbagai jenis makan. Anda harus mengenali makanan mana saja yang dapat menimbulkan gas di perut Anda dan Anda harus menghindarinya.Sumber: healthmeup