Your browser does not support JavaScript!
 11 Dec 2019    08:00 WIB
Pertolongan Pertama Pada Serangan Asma
Asma disebabkan oleh peradangan saluran napas yang menyebabkan saluran napas menyempit dan memproduksi lebih banyak lendir. Beberapa gejala terjadinya serangan asma adalah kesulitan berjalan atau berbicara yang disebabkan oleh sesak napas atau bibir atau kuku jari berubah menjadi biru. Beberapa langkah pertolongan pertama pada serangan asma yang dapat anda lakukan adalah: Ketahuilah obat-obatan yang biasa digunakan oleh penderita jika memungkinkan Posisikan penderita pada posisi yang nyaman dan longgarkan pakaiannya Jika orang tersebut membawa obat asma, seperti inhaler, bantulah orang tersebut untuk menggunakannya Jika orang tersebut tidak membawa obat asma apapun, gunakanlah obat pada kotak pertolongan pertama atau gunakanlah obat penderita asma lainnya Bila penderita memiliki inhaler, mintalah penderita untuk menghembuskan napas kemudian masukkanlah inhaler tersebut ke dalam mulut penderita Tekan inhaler satu kali dan mintalah penderita untuk menghirup napas secara perlahan melalui mulut dan menahan napasnya selama 10 detik. Lakukanlah hal ini sebanyak 4 kali dengan interval sekitar 1 menit. Tunggulah selama 4 menit Bila penderita masih mengalami gangguan napas setelah penggunaan inhaler sebanyak 4 kali, ulangilah pemberian obat melalui inhaler tersebut Jika keadaan penderita tetap tidak membaik, terus berikan obat melalui inhaler sebanyak 4 tekanan setiap 4 menit hingga ambulans tiba atau telah sampai di rumah sakit Jika penderita mengalami serangan asma berat, berikan 6-8 kali tekanan inhaler setiap 5 menit Bila penderita mengalami penurunan kesadaran bukan berarti keadaan penderita membaik, hal ini dapat merupakan tanda keadaan penderita justru memburuk Jangan menduga bahwa serangan asma telah membaik bila tidak lagi terdengar mengi (suara napas berbunyi ngik-ngik) Bawalah penderita ke rumah sakit untuk memperoleh pemeriksaan mengenai keparahan serangan asma yang terjadi dan pengobatan apa yang dapat dilakukan, terutama bila serangan asma yang terjadi cukup berat   Sumber: webmd
 21 Jul 2019    11:00 WIB
Mengatasi Bisa Gigitan Ular dan Sengatan Serangga
Kebanyakan gigitan dan sengatan binatang tidak berbahaya dan mudah diatasi. Tetapi gigtan beberapa jenis serangga dan ular dapat menembus kulit dan berpotensial menimbulkan bahaya. Berikut adalah tips menangani gigitan ular dan sengatan serangga. Gigitan ularGigitan ular akan sangat mengancam jiwa jika ular tersebut merupakan ular berbisa.Jika Anda digigit ular, ingatlah warna dan bentuk ular yang menggigit Anda. informasi ini akan sangat berguna untuk paramedis yang menolong Anda. Jika Anda berjalan di air dan tidak yakin sudah digigit oleh ular jenis apa, lihatlah bekas gigitan, kemerahan dan pembengkakannya dan nyeri yang ditimbulkannya. Gigitan seranggaBeberapa orang hanya mengalami reaksi kecil saat digigit serangga, tetapi beberapa lagi dapat menghasilkan reaksi alergi yang memerlukan pertolongan gawat darurat segera. Gigitan atau sengatan serangga dapat menyebabkan nyeri yang parah dan pembengkakan di lokasi bekas gigitan, juga dapat menimbulkan ruam secara general atau pembengkakan di wajah, sampai menyebabkan kesulitan bernafas. Jika reaksi alergi ini muncul, segera hubungi gawat darurat karena dapat menyebabkan gagal nafas. Jika Anda disengat serangga, Anda bisa obati dengan:•  Cobalah menarik sungut dari serangga. Anda bisa mengikisnya dengan benda yang kaku seperti kartu kredit misalnya atau tarik lurus menggunakan pinset jika Anda bisa melihat sungut dengan jelas. Jangan memencet luka bekas sengatan karena akan menyebabkan racun makin tersebar.•  Cucilah luka dengan air dan sabun•  Kompres menggunakan es untuk mengurangi pembengkakan dan nyeri. Awasi munculnya gejala alergi berat.•  Jika luka bekas gigitan serangga semakin memburuk dalam beberapa hari, segera hubungi medis untuk mendapatkan pengobatan untuk kemungkinan timbulnya infeksi. Hubungi juga medis jika Anda bekas gigitan serangga menunjukkan tanda alergi berat atau bahkan reaksi anafilaksis. Gejala dari reaksi alergi mencakup:•  Gatal, ruam di daerah yang digigit juga ditempat lain yang jauh dari lokasi gigitan•  Pembengkakan bibir atau kelopak mata•  Kesulitan bernafas•  Penurunan atau kehilangan kesadaran Pencegahan yang bisa Anda lakukan:•  Gunakan lotion anti nyamuk. Jangan gunakan sabun yang wnagi, parfum, hairspray atau tabir surya yang dapat menarik perhatian nyamuk•  Hindari aktifitas luar ruangan pada jam puncak serangga keluar•  Hindari tempat serangga hidup, misalnya genangan air, tumpukan sampah, kebun bunga.•  Jangan tinggalkan makanan, minuman atau tempat sampah tidak tertutup.Sumber: healthmeup
 22 Oct 2018    18:00 WIB
Pertolongan Pertama Untuk Gigi Nyeri
Kerusakan gigi sering menjadi penyebab utama nyeri gigi pada anak-anak dan orang dewasa. Bakteri yang hidup didalam mulut Anda berasal dari gula dan remah-remah makanan yang Anda makan. Bakteri ini akan membentuk plak yang lengket di permukaan gigi Anda. Zat asam yang diproduksi oleh bakteri yang hidup dalam plak bersifat keras dan dapat merusak lapisan pelindung luar gigi (enamel), dan membuat gigi berlubang. Tanda awal dari kerusakan gigi dapat berupa sensasi nyeri yang terjadi ketika Anda memakan sesuatu yang manis, sangat dingin atau sangat panas. Nyeri gigi sering menjadi indikasi jika Anda harus segera membuat janji bertemu dokter gigi. Tips perawatan diri Sampai Anda bisa menemui dokter gigi, cobalah lakukan beberapa tips dibawah ini untuk meredakan nyeri pada gigi Anda: Berkumur dengan menggunakan air hangat Bersihkan gigi menggunakan benang gigi atau dental floss untuk membersihkan sela gigi dari sisa makanan yang tertinggal Mengkonsumsi obat nyeri yang dijual bebas, sesuai dengan dosis yang tertera pada kemasan Aplikasikan antiseptik yang dijual bebas di pasaran, yang mengandung benzocaine langsung ke gusi atau gigi yang terasa nyeri untuk meredakan nyeri sementara waktu. Benzocaine terkait dengan kondisi yang langka tetapi serius, bahkan terkadang bisa menimbulkan kematian (methemoglobinemia) yang menyebabkan penurunan kadar oksigen yang dibawa oleh darah. Jadi jangan gunakan benzocaine untuk anak-anak berusia dibawah dua tahun tanpa pengawasan dari tenaga medis profesional, karena anak usia tersebut sangat rentan terhadap pengaruh benzocaine. Jangan gunakan benzocaine melebihi dosis yang direkomendasikan pada kemasan. Mengaplikasikan minyak cengkeh langsung ke gusi juga bisa membantu meredakan nyeri gigi. Jangan pernah mengaplikasikan aspirin atau obat anti nyeri lainnya langsung ke gusi karena dapat merusak jaringan gusi Anda. Hubungi dokter gigi Anda Jika Anda mengalami gejala infeksi, seperti pembengkakan, nyeri saat menggigit, gusi merah dan perubahan indera perasa Jika nyeri berlangsung lebih dari dua hari Jika Anda mengalami demam Jika Anda mengalami kesulitan bernafas atau mengunyah   Sumber: mayoclinic
 22 Aug 2017    18:00 WIB
Pertolongan Pertama pada Luka Bakar Parah
Peristiwa bencana kebakaran atau ledakan berisiko menyebabkan terjadinya luka bakar yang parah dan fatal. Sebelum membawa korban ke rumah sakit, ada beberapa hal yang dapat dilakukan untuk meminimalisir kerusakan tubuh yang terjadi. Luka bakar parah atau luka bakar tingkat III adalah luka bakar yang menghancurkan semua lapisan kulit. Kontak terlalu lama dengan sumber panas dan luka bakar akibat tersengat listrik adalah penyebab utama luka bakar tingkat III. Luka bakar tingkat III terjadi disemua lapisan kulit. Lemak, saraf, otot dan bahkan tulang bahkan mungkin terpengaruh Biasanya beberapa bagian hangus atau tamapk kering. Rasa sakit yang terjadi mungkin akan sangat parah atau bahkan tidak terasa sama sekali karena sudah terjadi kerusakan saraf yang sangat besar dan berat Beberapa tindakan yang dapat dilakukan jika menemui kasus ini adalah: -          Jika korban masih dalam keadaan terbakar, padamkan api menggunakan selimut, bed cover, karpet, jaket atau bahan lain. Jangan melepaskan pakaian yang melekat pada luka. -          Terkadang korban mengalami kesulitan napas, khususnya bila luka terdapat pada leher, wajah dan di sekitar mulut, bisa juga akibat menghirup asap. Lakukan pemeriksaan untuk memastikan korban bisa bernapas. -          Tempelkan kain basah atau air dingin untuk menurunkan suhu pada daerah luka. Jangan gunakan air es untuk luka di bagian wajah, tangan dan kaki sebab dapat menyebabkan syok. -          Tutup luka bakar dengan perban steril dan tebal, kain bersih, sarung bantal, popok bersih atau bahan lain yang dapat ditemukan. Tetapi jangan gunakan bahan yang mudah rontok seperti kapas atau kapuk. Jangan oleskan minyak atau ramuan lain pada luka. -          Segera telepon ambulans. Korban perlu mendapat penanganan medis dengan segera.
 09 Aug 2016    18:00 WIB
Cara Mengatasi Berbagai Jenis Keracunan Bahan Kimia
Keracunan zat-zat kimia pada tubuh manusia dapat membahayakan kelangsungan hidup. Bahan kimia beracun tersebut akan merusak jaringan tubuh terpenting sehingga menggangu atau bahkan menghentikan fungsinya. Beberapa jaringan tubuh yang rentan terhadap keracunan diantaranya kulit, susunan syaraf, sumsum tulang, ginjal, hati, dan alat-alat pencernaan. Jika organ tersebut terganggu, terjadilah penurunan tingkat kesehatan yang akan membahayakan jiwa manusia, terutama bila pertolongan terlambat diberikan. Pertolongan pertamaPertolongan pertama pada kecelakaan keracunan bahan kimia sebaiknya dilakukan jika dokter belum juga tiba di lokasi keracunan tersebut. Langkah-langkah untuk melakukannya adalah sebagai berikut:•  Cucilah bahan kimia yang masih kontak dengan tubuh (kulit, mata da organ tubuh lainnya)•  Usahakan penderita keracunan tidak kedinginan.•  Jika sukar bernafas, bantu dengan pernafasan dari mulut ke mulut•  Segera bawa ke rumah sakit Jika menemukan orang menelan racunPastikan rumah Anda aman dari berbagai bahan yang berpotensial menimbulkan keracunan, gunakan pakaian pelindung atau peralatan pelindung tubuh saat berhubungan denga bahan kimia dan ikuti petunjuk dan peringatan yang ditemukan pada label produk obat-obatan atau bahan kimia rumah tangga. Cara tetap aman yang berhubungan dengan bahan kimia saat berada di rumah:•  Bacalah label pada produk barang yang Anda gunakan dan ikulah instruksinya dengan benar.•  Jika Anda menemukan seseorang di rumah Anda menelan racun segaja atau tidak, pastikan Anda tahu jenis racun yang tertelan, apa deskripsinya, sebanyak apa yang sudah tertelan, dan sudah berapa lama. Pastikan juga Anda mengetahui berat badan dan tinggi badan korban, atau paling tidak mendeskripsikannya.•  Lebih aman jika Anda juga membawa wadah yang berisi racun yang tertelan bersama ke unit gawat darurat•  Pastikan korban bernafas. Jika tidak, dan Anda sudah terlatih melakukannya, mulai berikan pertolongan pernafasan. Menghirup asap beracun•  Segera bawa orang tersebut ke tempat yang bisa membuat dia menghirup udara segar. Anda juga harus menghindar menghirup asap beracun tersebut.•  Segera cari bantuan jika Anda mencurigai keracunan karbonmonoksida.•  Jika orang yang menghirup racun tidak bernafas dan jika Anda sudah terlatih melakukannya, mulai berikan pertolongan pernafasan.Sumber: healthmeup