Your browser does not support JavaScript!
 08 Jun 2021    13:00 WIB
3 Elemen Dalam Selingkuh
1.     Suatu hubungan rahasia Tiga elemen dalam selingkuh yang pertama itu suatu hubungan, rahasia ini adalah inti utama bersifat rahasia karena memang tidak diungkapkan atau mungkin kalian jadi bohong atau mungkin kali ya karena kalian menyembunyikan ya namanya rahasia tuh disembunyikan tidak diungkapkan yang akhirnya ya itulah selingkuh ini adalah inti utama atau elemen pertama dalam selingkuh intinya.    2.      Suatu hubungan emosional sampai ke tahap tertentu   yang kedua dia disebut selingkuh apabila suatu hubungan emosional sampai ketahap tertentu, contohnya gimana kalau masalah ini kalau tentang hubungan emosional sampai ke tahap tertentu itu. Kenapa dia bisa ketahap tertentu karena memang setiap pasangan itu menganggap atau memiliki batasan-batasan selingkuh itu sendiri itu berbeda. Jadi tiap pasangan itu punya batasan sendiri-sendiri tentang selingkuh. Ada yang ngerasa kalau rangkulan kayak gini terus habis itu ngeliatin nongkrong bareng ini udah dianggap selingkuh karena ada emosional atau keterkaitan emosional contoh lainnya gini misalnya kamu lagi sibuk skripsi atau sibuk kerja kemudian ada teman kamu lawan jenis kamu ngechat kamu dan akhirnya timbul rasa diperhatikan itu tadi kalian ngerasain hal yang udah lama nggak kalian rasain, kok rasanya dia lebih pengertian ya dibanding pasanganku kok. Rasanya kok dia lebih ngertiin aku. Nah itu ada hubungan emosional dan itu biasanya batasan- batasan tertentu nya itu yang nentuin kalian yang ada di dalam hubungan tersebut.    3.     Koneksi seksual sampai ke tahap tertentu Elemen ketiga koneksi seksual sampai ke tahap tertentu kadang orang kalau cium pipi doang aja namanya selingkuh ya rasanya udah kayak melayang gitu nggak harus berhubungan seksual, tapi kontak kontak seksual tertentu itu uda rasanya uda bed aitu dan itu kenapa batasan atau batasan-batasan kalian atau apa yang dibilang selingkuh dalam hubungan itu yang nentuin kalian sendiri!
 27 May 2021    13:00 WIB
Alasan selingkuh
Kenapa kok dia selingkuh? Nah ini pasti akan ditanyakan orang-orang yang pastinya diselingkuhi dan pastinya merasakan kebingungan. Kenapa pasangannya akhirnya memutuskan untuk atau menyelingkuhi kamu. Nah ternyata selingkuh itu terjadi karena adanya rasa kerinduan longing tadi dan keinginan akan hubungan emosional sebenarnya hubungan emosional yang dimaksud di sini itu apa sih?   Hubungan emosional yang disini itu adalah tentang sesuatu yang baru dia ingin sesuatu yang baru dia bosen bilangnya bosen padahal dia menemukan sesuatu yang baru dia merasakan kebebasan dia akhirnya punya rasa atau punya hak untuk memutuskan kemudian intensitas seksual yang tadinya itu udah bosen udah nggak ada rasa sama sekali atau udah mulai berkurang akhirnya dia menemukan pasangan untuk meningkatkan intensitas seksualnya dia trus dia juga disini ingin menemukan kembali diri dia yang hilang di sini contohnya lebih ke kalau menemukan diri dia hilang tuh kayak gini kadang kalau misalnya kita pacarana sudah lama pegangan tangan itu udah nggak deg-degan lagi kayak dulu.   Tapi ketika kamu selingkuh dan kamu melakukan hal itu dengan orang lain kamu ngerasain itu kembali rasa itu hadir kembali deg-degannya itu hadir kembali. Nah itu kadang orang selingkuh itu karena merasakan itu yang akhirnya bukan sesuatu yang baru tapi loh aku tuh sekarang aku tuh kemarin sama pasangan aku kok aku udah nggak deg-degan lagi tapi kok sama yang baru ini bisa ya ternyata deg-degan. Nah itu penemuan diri dia sendiri jadi dia yang lagi mencari atau memastikan rasa yang dia punya menemukan kembali diri dia yang hilang rasa rasa yang dulu yang hilang itu dia temukan di orang lain.   Kemudian usaha untuk mengembalikan vitalitas di ambang kehilangan disini mungkin contohnya gini ada beberapa orang yang selingkuh atau berhubungan seksual dengan orang lain itu supaya dia semakin bergairah ketika berhubungan dengan pasangan-nya jadi dia berusaha untuk mengembalikan vitalitasi diri dia diambang kehilangan diri dia tersebut.
 27 May 2021    12:00 WIB
Ada Orang Ketiga Pada Hubungan? Atasi Dengan Cara Ini
Ada orang ketika dalam sebuah hubungan merupakan hal yang mengganggu, ketika mengetahui adanya orang ketiga dalam hubungan jangan terbawa emosi. Rasa sedih, emosi dan kecewa pasti wajar dirasakan . Tetapi jangan larut dengan rasa emosi, jangan terburu-buru untuk menyalahkan pihak ketiga, karena dengan suasana terburu-buru hanya akan memperburuk suasana. Nah jadi bagaimana sih caranya untuk menghadapi orang ketiga yang ada dalam hubungan kamu? Simak tips dibawah ini! Cari fakta terlebih dahulu Jangan menyalahkan orang ketiga ketika terjadi perselingkuhan, lebih baik pahami dulu keadaan yang terjadi. Orang yang diselingkuhi biasanya akan lebih emosional dan akhirnya cenderung menyalahkan orang lain dibandingkan menyalahkan pasangannya. Seharusnya pasangan yang baik dapat menolak godaan dari orang lain.   Komunikasikan pada pasangan Ketika ada orang yang ingin menggangu hubungan kamu bahaslah dengan pasangan,cobalah bahas dengan pasangan. Contohnya jika ada seseorang terus menelpon pasangan terus menerus, beritahu bahwa hal itu sangat menggangu.   Tenangkan diri Usahakanlah untuk jangan emosi, karena ketika seseorang emosi akan membuat orang berfikir lebih buruk lagi. Lebih baik menahan emosi dan pikirkan apa yang harus dilakukan. Tenangkan diri untuk mendengar pengakuan atau penjelasan dari pasangan.   Blokir kontak orang ketiga Mengabaikan orang ketiga adalah langkah awal yang tepat harus dilakukan, jika kamu tidak ingin berurusan dengannya lebih baik blokir kontaknya, contohnya jika dia terus menelepon atau chat pasanganmu cukup abaikan lalu blokir kontaknya, jangan terpancing emosi.   Jangan publikasi pada media sosial Ketika ada masalah dalam hubungan lebih baik hanya kamu dan pasangan yang tahu, jangan unggah apapun di media sosial jika ada orang ketiga. Contohnya menjelek-jelekan orang ketiga lalu di publikasi. Hal itu hanya akan mempermalukan hubungan karena ada orang ketiga.   Baca Juga: Cegah Masuknya Orang Ketiga Dengan Cara Ini! Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang  
 17 May 2021    14:00 WIB
Chat dengan Wanita Lain Termasuk Selingkuh Gak Sih?
Dalam sebuah hubungan pasti semua orang tidak menginginkan perselingkuhan. Sebenarnya perselingkuhan itu seperti apa sih? Perselingkuhan bukan hanya terjadi dalam tindakan fisik, tetapi juga bisa terjadi melalui virtual. Di Zaman teknologi yang sudah maju seperti sekarang semua bisa dilakukan dengan mudah, termasuk komunikasi. Komunikasi sekarang bisa dilakukan dengan mudah tanpa harus bertemu secara langsung. Bagi sebagian orang makna perselingkuhan berbeda beda, tetapi sebenarnya membalas lawan jenis dengan pesan atau teks mesra termasuk kedalam micro-cheating atau diartikan dengan perselingkuhan yang kecil, walaupun perselingkuhan ini termasuk kecil, tetapi bisa menyakitkan pasangan. Seseorang yang sering melakukan tindakan perselingkuhan yang kecil bisa membuka kemungkinan melakukan perselingkuhan yang besar. Jadi bagaimana caranya agar mengetahui pasangan kita berselingkuh melalui virtual atau online? simak tanda-tanda berikut ini! Memasang password pada ponselnya Sesorang yang berselingkuh melalui virtual atau online pasti mengunci ponselnya dengan kata sandi, karena orang yang berselingkuh melalui online cenderung memiliki banyak rahasia, contohnya percakapan dengan selingkuhannya. Jika pasangan kamu tiba-tiba memasang kata sandi pada ponselnya kamu boleh mencurigainya.   Memiliki lebih dari satu akun media sosial Mengikuti akun pasangan pasti hal yang dilakukan oleh setiap orang, tujuan mengikuti media sosial pasangan agar bisa mengetahui aktivitasnya, seperti konten apa yang dia posting. Seseorang yang berselingkuh biasanya melakukan perselingkuhan virtual melalui akun sosial, mereka akan membuat akun khusus untuk melakukan perselingkuhan agar pasangannya tidak bisa menemukan jejak hubungan perselingkuhan ini.   Perilaku menjadi aneh Seseorang yang melakukan perselingkuhan pasti terjadi perubahan pada perilaku pasangan. Jika pasangan tiba-tiba melakukan hal diluar dari kebiasaanya, contohnya tiba-tiba bersikap sangat baik atau bersikap manis berarti dia menyembunyikan sesuatu dan mencoba menutup kesalahannya dengan berlaku baik.   Sikap menjadi tertutup Tanda-tanda terakhir yang bisa terlihat adalah sikapnya berubah menjadi tertutup dan menjadi posesif. Mereka akan menjadi lebih posesif terhadap ponsel atau laptopnya.   Baca Juga: Ini 4 Alasan Kenapa Pria Selingkuh! Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang  
 04 May 2021    12:00 WIB
Tingkatan Selingkuh Pria, Sejauh Mana Anda Mau Memaafkannya?
Sebuah penelitian yang pernah diterbitkan dalam jurnal Social Psychology Quarterly tahun 2010 menyebutkan bahwa pria dengan IQ rendah rentan selingkuh dari pasangannya. Sebetulnya kita bisa saja membantah hasil penelitian itu, karena kalau kita perhatikan, ada juga pria pintar (berpendidikan tinggi) dengan IQ tinggi pun kerap menduakan pasangannya. Sebagian besar orang menilai ketika pria melakukan hubungan intim dengan wanita yang bukan pasangannya, itu dinamakan selingkuh. Definisi lainnya adalah saat pria mengajak makan malam wanita yang bukan pasangannya, bisa disebut juga kalau pria itu selingkuh. Portal Askmen.com pernah mengulas tentang tingkat selingkuh yang dilakukan pria sebagai berikut: Tingkat pertama: Sedikit berkhayal Kerap berkhayal dengan seseorang yang bukan pasangan, meski sudah berada dalam sebuah hubungan yang berkomitmen. Contohnya memberi perhatian lebih kepada orang lain yang bukan pasangan. Contoh lainnya, ia berfantasi menyimpang dari pasangan. Meskipun secara teknis ia tidak pernah melakukan kesalahan fisik, tetapi ia sudah meletakkan dasar selingkuh.   Tingkat kedua: Karena kecerobohan Seorang pria melakukan hubungan fisik kepada wanita yang bukan pasangannya karena kecerobohan, artinya tidak ia rencanakan. Ia kehilangan kendali, dan momen itu hanya sekali dan ia tidak ingin melanjutkannya, seperti sedang dalam keadaan mabuk ketika akhirnya ia berhubungan fisik dengan wanita lain.   Tingkat ketiga: Keintiman secara emosional Seorang pria yang sudah memiliki pasangan, namun dalam suatu titik mengakui perasaan kepada wanita lain. Bila ia melakukan ini, maka ia sudah bertindak terlalu jauh. Tingkat pengkhianatannya lebih tinggi dari selingkuh karena kecerobohan.   Tingkat keempat: Bersenang-senang Selingkuh karena ingin bersenang-senang dengan wanita lain. Tipe pria seperti ini merasa dirinya sangat berkuasa dan sukses memanipulasi hubungan. Ia seorang pemain yang murni melakukan perselingkuhan karena keinginannya. Sebaiknya tinggalkan pria yang tidak punya komitmen seperti ini, karena Anda tidak akan mendapat hubungan yang sehat.   Tingkat kelima: Perselingkuhan penuh Seorang pria yang menjalin hubungan secara bersamaan kepada dua wanita. Ia memainkan sandiwara bersama dua wanita, yang bisa jadi karena ia jatuh cinta dengan keduanya dalam satu waktu dan berat meninggalkan salah satunya.   Baca Juga: Pasangan Anda Pernah Berselingkuh? Apakah Akan Terulang Kembali? Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang.
 19 Mar 2021    10:00 WIB
Kenapa Saya Ditinggal Pasangan Saya?
Saat Anda jatuh cinta pada seseorang, Anda tentu ingin selalu bersama dengannya apapun yang terjadi. Akan tetapi, pada beberapa orang, pria khususnya, mereka dapat meninggalkan wanita yang dicintainya karena berbagai alasan. Di bawah ini Anda dapat melihat 6 alasan mengapa seorang pria meninggalkan wanita yang sebenarnya sangat dicintainya.   1.      Seks Kadangkala, suatu hubungan asmara yang tampaknya baik-baik saja dapat berakhir hanya karena seks. Bila salah satu atau kedua belah pihak merasa bahwa hubungan seks yang diperolehnya dari pasangannya tidak sehebat yang diharapkannya, maka ia mungkin akan memutuskan untuk meninggalkan pasangannya tersebut, walaupun sebenarnya ia sangat menyukainya.   2.      Ia Ingin Berhubungan Intim Dengan Orang Lain Mungkin kehidupan seksual Anda dan pasangan baik-baik saja. Akan tetapi, ia mungkin ingin mencoba melakukannya bersama dengan orang lain. Mengapa demikian? Hingga saat ini, para peneliti masih tidak mengetahui secara pasti mengapa seorang pria selalu berkeinginan untuk berhubungan seks dengan wanita lain, walaupun sebenarnya ia mencintai pasangannya saat ini.   3.      Temannya Tidak Menyukai Anda Tahukah Anda bahwa teman-temannya ternyata memiliki pengaruh yang cukup besar terhadap kehidupan asmara Anda dengannya? Bila pasangan Anda merupakan seseorang yang mudah dipengaruhi, maka ia pun mungkin akan merasa bahwa apa yang dikatakan oleh temannya, misalnya saat temannya mengatakan bahwa ia bisa memperoleh pasangan yang lebih baik dari Anda, adalah benar.   Baca juga: 6 Cara Sederhana Untuk Membuat Si Dia Tetap Tertarik Pada Anda   4.      Ibunya Tidak Menyukai Anda Salah satu hal yang dapat membuat seorang pria meninggalkan wanita yang dicintainya adalah karena ibunya tidak menyukai pilihannya tersebut. Oleh karena itu, berhati-hatilah dalam bersikap dan berkata-kata saat Anda bertemu dengan orang tuanya nanti, karena hal ini mungkin akan menentukan masa depan hubungan asmara Anda dengan si dia.   5.      Atasannya Memaksa Ia Untuk Melakukannya Bagi beberapa orang pria, karirnya merupakan segalanya baginya. Jadi, bila ia harus memilih di antara Anda dan karirnya, maka ia pun akan langsung menjatuhkan pilihannya pada pekerjaannya tersebut. Akan lebih baik bagi Anda bila Anda tidak berhubungan dengan pria jenis ini.   6.      Ia Tidak Dapat Menjalin Hubungan Asmara Jarak Jauh Tidak semua orang dikaruniai kemampuan untuk menjalin hubungan asmara jarak jauh. Oleh karena itu, bila pasangan Anda tampaknya merupakan seseorang yang sulit menjalin hubungan jarak jauh, akan lebih baik bila Anda mengikutinya pindah atau bila hal tersebut tidak memungkinkan, berpisah mungkin adalah jalan yang terbaik bagi Anda dan pasangan.   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur https://dokter.id/tanya-dokter"> Tanya dokter sekarang .   Sumber: womenshealthmag
 18 Feb 2021    19:00 WIB
Mungkinkah Pria Bisa Mencintai Dua Wanita?
Dalam sebuah penelitian yang dilakukan aplikasi Celebalike, ternyata pria bisa menyukai 2 hingga 3 wanita lain meski sedang menjalin hubungan. Survei yang dilakukan pada beberapa pria kantoran ini menunjukkan bahwa setidaknya ada 2 rekan kerja wanita yang menarik perhatian mereka. Tempat kerja memang dikenal jadi salah satu tempat paling umum di mana bibit perselingkuhan kerap muncul. Namun, kantor bukan jadi satu-satunya tempat, lho. Bahkan 1 dari 10 pria yang mengikuti survei menganggap tetangga wanita mereka lebih cantik, dan seperlimanya mengungkapkan bahwa mereka menyukai pasangan temannya. Peneliti dari aplikasi Celebalike mengungkapkan adanya stereotip umum bahwa pria lebih mudah tertarik pada wanita lain di luar hubungannya. Dari hasil penelitian tersebut pun menunjukkan bahwa kebanyakan pria memang memiliki rahasia yang disembunyikan dari pasangannya. Lalu, apakah hal ini normal? Sebenarnya, jika seorang pria atau wanita tertarik pada orang lain di luar hubungannya, hal itu adalah normal dan wajar. Namun, seharusnya perasaan itu tidak memengaruhi kualitas dan komitmen yang mereka miliki dalam hubungan saat ini. Sebut saja seperti pasangan Hollywood, Will Smith dan Jada Pinkett-Smith. Saat diwawancara oleh sebuah media, keduanya sangat terbuka akan ketertarikannya terhadap aktris Eva Mendes, setelah bekerja sama dalam film Hitch dan The Women. Bahkan, hal ini sempat menimbulkan rumor keretakan pernikahan mereka yang telah berusia 17 tahun. Baca juga: Mitos Seputar Perselingkuhan Hal lain yang mengkhawatirkan dari penemuan ini adalah 1 dari 10 pria yang merasa bahwa pasangan mereka tidak semenarik dulu. Inilah yang membuat mereka mencari pelampiasan pada orang lain.  Selain itu, 1 dari 4 pria juga mengungkapkan bahwa pacar mereka adalah sosok pencemburu sehingga mereka merasa "tidak nyaman" dalam hubungan tersebut. Well, jika pasangannya melihat berita ini, apakah mereka bisa disalahkan untuk merasa cemburu? Penelitian tersebut juga menunjukkan bahwa 43% pria akan main mata dengan wanita lain di belakang pasangan mereka, bahkan 1 dari 10 pria tersebut juga mengungkapkan bahwa hal itu adalah hal yang biasa dan terjadi sehari-hari. Ironisnya, hanya 1 dari 5 pria yang menunjukkan bahwa mereka memilih untuk setia dengan pasangannya saat ini. Bahkan mereka juga tak berniat atau punya keinginan untuk melirik wanita lain meski sedang tidak bersama pasangannya. Namun, walau hasil penelitian menunjukkan lebih banyak pria yang cenderung "tidak setia", mereka tetap berusaha untuk menjaga kepercayaan dan kesetiaan tersebut karena menghargai pasangan mereka. Selain itu, mereka juga sadar bahwa rasa ketertarikan yang dimiliki pada orang lain bisa menciptakan masalah dalam hubungan saat ini. Sikap ini pun akhirnya memicu banyak pertanyaan. Apakah kamu sebagai wanita keberatan jika pasanganmu menggoda wanita lain tanpa sepengetahuanmu? Atau kamu justru bisa menolerirnya karena itu hanya sebatas "godaan" yang tidak berujung pada fisik dan emosional? Pada akhirnya, arti "selingkuh" dalam setiap hubungan cukup beragam dan setiap pasangan memiliki batasannya masing-masing. Namun, tak ada salahnya untuk memikirkan apabila pasanganmu selingkuh, apakah kamu siap untuk memaafkannya? Baca juga: Mengembalikan Rasa Percaya Setelah Diselingkuhi Sumber: Herworld
 05 Feb 2021    19:00 WIB
Sekali Selingkuh, akan Selingkuh Lagi?
Sebuah penelitian di Amerika yang mengamati data dari 3 buah penelitian terpisah mengenai hubungan asmara menemukan bahwa sekitar 75% pria dan wanita di Amerika mengatakan bahwa mereka pernah mengalami "godaan" dalam hubungannya dengan pasangan. Walaupun beberapa di antaranya hanya berupa hubungan asmara singkat, tetapi ternyata sekitar 63% pria dan 54% wanita yang "dicuri" dari pasangannya dapat menjalin hubungan asmara dalam waktu lama dengan pasangan barunya. Para peneliti pun membandingkan antara hubungan asmara yang berawal dari perselingkuhan dengan hubungan asmara yang tidak berawal dari perselingkuhan. Para peneliti pun menemukan bahwa pasangan yang mengawali hubungannya dari sebuah perselingkuhan ternyata memiliki komitmen, kepuasan, dan usaha yang lebih rendah di dalam hubungan asmaranya yang baru. Para peneliti menemukan bahwa orang yang pernah berselingkuh ternyata memiliki resiko yang lebih tinggi untuk kembali berselingkuh dibandingkan dengan orang yang tidak pernah berselingkuh sebelumnya. Intinya adalah bila seseorang selalu melihat bahwa rumput tetangga lebih hijau daripada rumput di rumahnya, maka ia pun akan terus berpikiran demikian walaupun sudah mengganti rumputnya dengan rumput tetangga. Mengapa orang yang tergoda untuk berselingkuh dapat kembali tergoda untuk berselingkuh? Hal ini dikarenakan hubungan yang dibangun atas dasar perselingkuhan biasanya tidaklah sekuat dan seintim hubungan yang dibangun di atas dasar yang lebih baik, yaitu kepercayaan dan kejujuran. Jadi orang yang pernah tergoda karena sesuatu hal cenderung dapat dengan mudah tergoda akan hal yang sama pada hubungan asmaranya yang baru, misalnya karena kurangnya perhatian atau berbagai hal lainnya. Tentu saja, tidak semua orang yang pernah berselingkuh pasti akan kembali berselingkuh lagi. Akan tetapi, tidak ada salahnya bila Anda mempertimbangkan kembali keputusan Anda sebelum menjalin hubungan asmara dengan seseorang yang pernah berselingkuh.
 28 Jan 2021    13:00 WIB
Mitos Seputar Perselingkuhan
Banyak orang menganggap bahwa pihak yang biasa berselingkuh adalah pria, akan tetapi ternyata tidak demikian, saat ini wanita pun telah banyak menjadi pihak yang berselingkuh. Berbagai anggapan yang salah atau mitos seputar perselingkuhan pun telah banyak berkembang. Di bawah ini terdapat beberapa mitos salah yang mungkin pernah Anda dengar. Saat Sebuah Perselingkuhan Diketahui, Maka Pernikahan Pun Akan Hancur Saat suatu perselingkuhan terjadi, maka timbullah rasa sakit hati, kecewa, sedih, marah, dan sebagainya. Akan tetapi, seiring dengan berlalunya waktu dan usaha yang keras, berbagai emosi negatif ini pun dapat dikurangi atau bahkan dihilangkan. Perselingkuhan memang menyakitkan, akan tetapi bila Anda dan pasangan berhasil melalui cobaan ini, maka hubungan Anda dan pasangan mungkin dapat menjadi lebih kuat daripada sebelumnya. Tentunya hal ini membutuhkan kerja sama dan kerja keras kedua belah pihak. Banyak orang mengira bahwa perselingkuhan berarti akhir dari suatu pernikahan. Akan tetapi, tahukah Anda bahwa banyak pernikahan yang dapat melalui cobaan ini? Untuk mempertahankan pernikahan, dibutuhkan kerja sama dan kerja keras dari kedua belah pihak untuk membangun kembali kepercayaan yang telah hilang pada salah satu pihak. Pada kenyataannya, perselingkuhan bukanlah penyebab utama hancurnya sebuah pernikahan, akan tetapi tinggal terpisah dan kurangnya komunikasi di antara pasangan. Penyebab Perselingkuhan Tidak Selalu Adalah Seks Memang benar beberapa perselingkuhan terjadi akibat tidak tercukupinya suatu kebutuhan emosional tertentu, akan tetapi pada beberapa orang perselingkuhan memang terjadi akibat seks. Tanpa Seks, Maka Sebuah Hubungan Bukanlah Suatu Perselingkuhan Banyak perselingkuhan terjadi tanpa seks. Banyak orang memulai perselingkuhan mereka dengan saling berkirim pesan singkat di malam hari mengenai berbagai hal, termasuk hal-hal yang sangat intim. Walaupun orang yang menjalaninya mungkin tidak menganggap hal ini sebagai suatu perselingkuhan, akan tetapi pasangannya mungkin menganggap sebaliknya. Perselingkuhan Terjadi Akibat Adanya Masalah Dalam Rumah Tangga Setiap pernikahan tentunya memiliki masalahnya masing-masing. Perselingkuhan tidak terjadi akibat adanya masalah dalam suatu pernikahan, tetapi terjadi akibat kedua belah pihak tidak dapat mencari jalan keluar untuk memecahkan masalah tersebut. Sekali Berselingkuh, Pasti Berulang Kembali Memang benar terdapat beberapa orang di dunia ini yang memang merupakan seorang "tukang selingkuh" sejati; akan tetapi hal ini bukan berarti setiap orang yang pernah berselingkuh pasti akan mengulangi lagi perbuatannnya tersebut. Langkah pertama untuk memperbaiki hubungan Anda dengan pasangan Anda setelah sebuah perselingkuhan adalah dengan memberitahukan seluruh kebenaran mengenai perselingkuhan tersebut pada pasangan Anda. Pasangan Selingkuh Biasanya Merupakan Orang yang Lebih Muda atau Lebih Menarik Pasangan selingkuh tidak selalu merupakan seseorang yang lebih muda atau lebih cantik atau lebih tampan atau lebih kaya daripada pasangannya. Perselingkuhan Terjadi Karena Pria Selalu Mencari "Mangsa" Sebagian besar perselingkuhan justru terjadi pada orang-orang yang tidak berniat untuk melakukannya. Perselingkuhan biasanya dimulai dengan timbulnya rasa nyaman berada di dekat seseorang yang bukan pasangan Anda. Rasa nyaman ini kemudian dapat berlanjut menjadi saling memberitahukan rahasia terdalam dan perselingkuhan pun mulai berkembang. Baca juga: 4 Alasan Mengapa Pria Selingkuh Sumber: askmen
 13 Jan 2021    15:00 WIB
Flirting Sama Dengan Selingkuh?
Berikut ini ada beberapa pendapat dari para wanita tentang apakah flirting itu termasuk kategori selingkuh seperti dikutip dari Herworld. Simak yuk! "Flirting itu versi lebih keren dari mild cheating. Saya menarik batas pada '1-second checking out', di mana pasangan boleh melirik perempuan lain dalam waktu 1 detik saja. Karena sebenarnya, kita biasanya tidak pernah menyadari bahwa kita sedang mengamati seseorang lebih lama dari seharusnya. Maksudnya, jika melakukan lebih dari itu, perasaan tertarik itu akan lebih mudah berubah jadi perasaan suka dan ingin mengenal orang tersebut lebih dalam. Nah, apalagi laki-laki, yang pada dasarnya gemar 'berburu'!" - Gemala Komara, 30, PR & Marketing Manager.  "Bagi saya batasnya ada pada kontak mata yang intens, saling menyentuh atau memuji tanpa alasan yang jelas. Bahkan, saya akan merasa lebih tersinggung kalau sampai orang sekitar turut menyadari ada sesuatu di antara mereka berdua dan menyuruh saya untuk melakukan sesuatu. Tapi sebenarnya kembali lagi ke pasangan saya: kalau ia bisa dipercaya, maka saya bisa sangat cuek. Kalau tidak, ya sudah, biar ia sama perempuan itu saja." - Vira, 31, Finance & Operation. "Kebetulan kita bekerja di industri yang sama, di mana kita berhubungan dengan klien berbeda setiap harinya dan sedikit flirting justru malah dibutuhkan agar transaksinya sukses (tertawa)! Tanpa bermaksud mengecilkan hubungan ataupun pekerjaan kita berdua, pada akhirnya kita saling percaya - bukan hanya pada hubungan kita, tapi juga diri masing-masing. We won't look the other way but at each other." - Elisabeth Nugroho, 27, IT Auditor.  "Flirting is a double standard! Intinya, tak apa bila saya yang sedikit lebih ramah kepada lawan jenis, tapi lain lagi ceritanya kalau tunangan saya yang begitu. Ini alasannya: saya tahu di mana batasan saya. Saya yang tahu apakah saya ingin bertindak lebih jauh atau tidak. Tapi lain lagi dengan pasangan, di mana saya hanya bisa berasumsi. Seringkali kenyataan lebih buruk dari asumsi tersebut, meskipun pasangan juga flirting tanpa ada maksud apa-apa di baliknya. Bagi perempuan, rasanya itu selalu 'kelewatan' meski ia hanya sedikit genit." - Adinda Viraya, 28, Flight Attendant. "Selama tidak dilakukan di depan saya, tak apa-apa. Kalau hanya 'gombal-gombalan' semata untuk bercanda sih, menurut saya biasa saja. Bersikap ramah kepada lawan jenis juga tak masalah, tapi kalau sudah mulai ada sentuhan secara fisik... no way! Semua kegiatan 'lanjutan' dari pembicaraan seperti mengirim SMS atau menelepon, it's not OK. Karena dari situ akan tercipta koneksi lebih intim antara mereka berdua sehingga menjadi 'celah' tumbuhnya perasaan yang lebih dalam." - Sitaresti Astarini, 23, Regional Executive Marcom. "Kalau ia harus 'menahan diri' untuk tidak mengobrol dengan seseorang yang menurutnya cantik hanya karena saya takut ia akan selingkuh, rasanya percuma saja pacaran. Ia memang orang yang ramah, dan tak pernah melakukan lebih dari sekadar bercana dengan teman-teman perempuannya. Saya malah jadi semakin menghargainya. Tapi tentunya, ia harus ingat batasannya: kalau sudah mulai menunjukkan perhatian berlebihan, it's time to put my foot down." - Anatasia Reigita, 26, Digital & Social Media Officer. FAKTA 33% laki-laki tak keberatan kalau pasangan mereka melakukan casual flirting dengan orang lain, meski di depan mereka sekalipun. Tapi, sebanyak 96% erempuan merasa lebih nyaman bila pasangan mereka tidak memberi ruang sedikit pun untuk casual flirting. Baca juga: Mengembalikan Rasa Percaya Setelah Diselingkuhi