Your browser does not support JavaScript!
 31 Jan 2018    11:00 WIB
Makanan yang Sebaiknya Dikonsumsi Saat Hamil 7 Bulan
Selamat! Sekarang ini Anda sudah memasuki trimester ketiga kehamilan Anda dan sebentar lagi bayi yang Anda tunggu-tunggu pun akan segera lahir. Namun, pada trimester ketiga ini ada beberapa hal lain yang akan terjadi, seperti pembengkakan pada kaki dan pergelangan kaki Anda. Cara terbaik untuk mengatasinya adalah dengan mengkonsumsi makanan yang tepat. Di bawah ini Anda dapat melihat berbagai jenis makanan yang sebaiknya Anda konsumsi saat hamil 7 bulan.   Makanan yang Mengandung Banyak Zat Besi dan Protein Pada trimester ketiga, mengkonsumsi tambahan zat besi sangat penting untuk mencegah terjadinya anemia saat Anda mengalami perdarahan saat melahirkan nanti. Anda butuh sekitar 27 mg zat besi setiap hari. Anda dapat mencukupi kebutuhan zat besi dan protein Anda dengan mengkonsumsi daging merah, kacang-kacangan, daging unggas, biji-bijian, dan beras. Asam amino dari protein yang Anda konsumsi akan membantu pertumbuhan bayi Anda.   Makanan yang Mengandung Banyak Kalsium Kalsium merupakan zat yang sangat penting saat hamil, terutama saat Anda memasuki trimester ketiga. Hal ini dikarenakan pada trimester ketiga inilah tulang-tulang bayi Anda sedang mengalami perkembangan. Dianjurkan agar ibu hamil mengkonsumsi minimal 1.000 mg kalsium setiap harinya. Berbagai jenis makanan yang mengandung banyak kalsium adalah susu dan produknya, oatmeal, dan ikan salmon.   Baca juga: Perkembangan Kehamilan Anda (Minggu 31-34)   Makanan yang Mengandung Banyak Magnesium Magnesium akan membantu penyerapan kalsium yang Anda konsumsi dan membantu mengatasi kram kaki, melemaskan otot, dan mencegah terjadinya persalinan prematur. Dianjurkan untuk mengkonsumsi sekitar 350-400 mg magnesium setiap hari. Berbagai jenis makanan yang mengandung banyak magnesium adalah kacang almond, kacang hitam, barley, artichoke, dan biji labu.   Makanan yang Mengandung DHA DHA merupakan asam lemak yang berfungsi untuk membantu perkembangan otak bayi Anda. Dianjurkan untuk mengkonsumsi sekitar 200 mg DHA setiap harinya. DHA dapat ditemukan di dalam susu, telur, dan jus buah.   Asam Folat Asam folat merupakan nutrisi yang harus dikonsumsi oleh setiap ibu hamil, sebelum dan selama kehamilan. Pada trimester ketiga, asam folat dapat membantu menurunkan resiko terjadinya kelainan saraf pada bayi Anda. Berbagai jenis makanan yang mengandung banyak asam folat adalah oatmeal, sayuran berdaun hijau, dan buah-buahan seperti jeruk dan strawberi. Dianjurkan untuk mengkonsumsi sekitar 600-800 mg asam folat setiap hari.   Makanan Tinggi Serat Untuk mencegah terjadinya sembelit, yang memang sering terjadi pada trimester ketiga, Anda harus mengkonsumsi banyak serat. Oleh karena itu, dianjurkan untuk mengkonsumsi buah, sayuran, kacang-kacangan, dan gandum. Juga jangan lupa untuk mengkonsumsi banyak air putih.   Makanan yang Mengandung Banyak Vitamin C Untuk memastikan zat besi yang Anda peroleh dari makanan terserap dengan baik, dianjurkan agar Anda juga mengkonsumsi makanan yang mengandung banyak vitamin C seperti jeruk, melon, lemon, paprika, dan brokoli.   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang.   Sumber: momjunction
 10 Jan 2018    11:00 WIB
Psikosis Paska Melahirkan, Penyebab, Gejala, dan Pengobatannya
Psikosis paska melahirkan merupakan gangguan mental yang biasanya mengenai ibu segera setelah melahirkan. Gejala yang biasa ditemukan adalah adanya halusinasi atau perubahan mood ekstrim yang terjadi secara mendadak. Gangguan ini lebih jarang terjadi daripada gangguan mental paska melahirkan lainnya, yaitu baby blues dan depresi paska melahirkan, tetapi biasanya lebih berat.   Penyebab Gangguan ini biasanya bersifat diturunkan dari ibu, saudara perempuan, atau anggota keluarga wanita lainnya. Gangguan ini paling sering terjadi pada ibu yang baru pertama kali melahirkan. Wanita yang pernah mengalami gangguan ini pada persalinan pertamanya, memiliki resiko yang tinggi untuk mengalami gangguan yang sama pada persalinan berikutnya. Hal lain yang mungkin menyebabkan terjadinya psikosis paska melahirkan adalah perubahan kadar hormonal atau perubahan pola tidur.   Baca juga: Apa Saja Gejala dan Resiko Terjadinya Depresi Paska Melahirkan?   Gejala Sebenarnya mengalami perubahan mood paska melahirkan adalah hal yang normal. Gejala ini biasanya berlangsung selama sekitar 10 hari paska melahirkan. Akan tetapi, perubahan mood ekstrim bahkan setelah melewati masa ini (10 hari paska melahirkan) dapat merupakan gejala dari psikosis paska melahirkan. Gejala psikosis paska melahirkan dapat berbeda-beda pada setiap wanita. Beberapa gejala yang mungkin ditemukan adalah: Beberapa wanita dapat mengalami gejala yang sama seperti pada gangguan bipolar, yaitu sulit tidur, meningkatnya perilaku sosial dan aktivitas fisik berlebihan, euphoria, mudah menangis, mudah marah, perilaku kekerasan, dan delusi. Pada kasus yang berat, dapat menyebabkan penderita berbicara tidak jelas Gejala depresi berat yang disertai oleh delusi dan halusinasi Tampak kebingungan, sangat ketakutan, paranoid, dan merasa curiga   Pengobatan Wanita yang mengalami psikosis paska melahirkan harus segera mencari pertolongan medis. Bila gejalanya berat, maka mungkin perlu diberikan obat anti psikosis dan penstabil mood. Penderita biasanya harus dirawat di rumah sakit. Anggota keluarga dan suami wanita yang mengalami psikosis paska melahirkan memiliki peran yang sangat penting dalam pengobatannya. Dengan pengobatan yang tepat, gejala biasanya tidak akan berlangsung lama.   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang.   Sumber: momjunction
 24 Dec 2017    18:00 WIB
Gangguan Tidur Saat Hamil dan Setelah Melahirkan
Gangguan tidur selama kehamilan dan setelah melahirkan dapat menjadi masalah yang sangat serius. Kurang tidur dapat berpengaruh buruk bagi anda dan bayi anda, yang membuat anda menjadi mudah marah dan lebih mudah sakit. Selain itu, wanita hamil yang mengalami banyak gangguan tidur selama hamil menjadi lebih rentan terhadap depresi paska melahirkan. Terdapat banyak hal yang dapat mengganggu tidur anda selama kehamilan, bukan hanya perubahan kadar hormonal saja. Beberapa hal lain tersebut adalah keinginan untuk buang air kecil terus-menerus, nyeri payudara, dan perut yang semakin membesar.   Di bawah ini terdapat beberapa hal yang dapat membantu anda tidur lebih nyenyak selama kehamilan adalah:•  Jangan berolahraga dalam waktu 1-2 jam sebelum tidur•  Konsumsilah sesuatu yang membuat anda merasa rileks di malam hari seperti susu hangat atau teh•  Pastikan suhu kamar tidur anda nyaman (wanita hamil dan menopause sering merasa kepanasan)   Telah melahirkan bukan berarti anda dapat segera terbebas dari gangguan tidur. Selain tangisan bayi anda yang sering membangunkan anda di malam hari, perubahan kadar hormonal pun dapat menyebabkan gangguan tidur. Karena kurang tidur dapat meningkatkan resiko terjadinya depresi paska melahirkan, maka mengkonsumsi obat antidepresan atau estrogen dosis rendah dapat membantu. Kadar estrogen yang rendah dapat menyebabkan gangguan tidur pada wanita yang baru saja melahirkan.   Berkonsultasilah dengan dokter anda sebelum mengkonsumsi obat-obatan apapun, terutama bila anda sedang menyusui. Sumber: webmd
 05 Dec 2017    08:00 WIB
Asupan Omega-3 Yang Terkandung Dalam ASI Dapat Turunkan Risiko Kencing Manis
Semua ibu di dunia pantas bersyukur atas karunia yang diberikan oleh TUHAN karena ASI merupakan asupan terbaik bagi bayi. Semua kandungan dalam ASI bisa bermanfaat untuk bayi dan ibu yang menyusui juga akan terjaga kesehatannya misal terhindar dari risiko kanker payudara. Dalam artikel ini akan dibahas mengenai manfaat dari asupan omega-3 yang mampu menurunkan risiko diabetes tipe 1. Penyakit kencing manis adalah salah satu penyakit yang jumlahnya semakin meningkat. Kencing manis ada 2 tipe. Diabetes Tipe 1 adalah kencing manis yang disebabkan karena adanya kelainan autoimun, di mana sel kekebalan tubuh sendiri menyerang sel beta. Sel beta bertanggung jawab untuk memproduksi insulin, yang diperlukan untuk menurunkan kadar gula dalam darah. Oleh karena itu, pada diabetes tipe 1, tubuh tidak dapat memproduksi insulin, dan pasien dengan kondisi ini harus mendapatkan suntikan insulin dari luar untuk membantu mengontrol kadar gula darah. Diabetes Tipe 2 adalah kondisi kencing manis yang disebabkan karena pola makan tidak teratur sehingga membuat insulin "malas bekerja" dan akhirnya mengalami peningkatan kadar gula darah dan mengalami kencing manis. Sebuah penelitian terbaru yang dipublikasikan dalam jurnal Diabetologia mempelajari hubungan antara tingkat serum omega-3 dan autoimunitas. Tim Institut kesehatan di Helsinki, Finlandia yang bertugas menyelidiki apakah asupan asam lemak tak jenuh ganda omega-3 dari ibu apakah dapat membantu mencegah diabetes tipe 1 pada bayi.. Lemak omega-3 adalah subtipe lemak tak jenuh ganda - yaitu jenis lemak "baik" - dan paling banyak ditemukan pada ikan dan minyak ikan, meskipun juga dapat ditemukan pada kacang-kacangan, sayuran berdaun, dan minyak nabati lainnya. Para peneliti memeriksa 7.782 bayi berusia antara 3-24 bulan yang memiliki risiko genetik terkena diabetes tipe 1. Mereka memantau autoantibodi sel pulau mereka, kemudian diambil sampel darahnya secara teratur. Sampel darah juga diambil sampai usia 15 tahun. Pulau pankreas adalah kelompok sel yang mengandung sel beta penghasil insulin. Para periset juga menggunakan kuesioner makanan dan buku harian untuk melacak penggunaan susu formula dan ASI yang merupakan dua sumber utama asam lemak untuk bayi. Hasilnya menunjukkan bahwa komponen dalam ASI terutama asam lemak mempengaruhi autoimunitas sehingga tercipta kekebalan tubuh yang lebih matang dibandingkan dengan pemberian susu formula dan kadar asam omega-3 dalam serum yang tinggi berkorelasi dengan risiko autoimunitas insulin yang lebih rendah. Hal ini menunjukkan asupan omega 3 melalui ASI menurunkan risiko gangguan autoimunitas insulin penyebab diabetes Tipe 1. Jadi untuk membantu mencegah terjadinya diabetes Tipe 1 pada anak adalah dengan memberikan ASI. Melihat banyaknya manfaat dari ASI, sebagai ibu Anda harus berusaha untuk memberikan ASI yang merupakan asupan yang terbaik untuk bayi Anda.   Baca juga: 6 Alasan Mengapa Pria Juga Mau Melakukan Seks Oral   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang   Sumber: medicalnewstoday
 23 Nov 2017    11:30 WIB
Cara Berjalan Kaki yang Aman Saat Trimester Kehamilan Anda
Karena Anda sedang hamil, ada beberapa tips berjalan kaki yang perlu Anda ketahui. Tips ini dapat berbeda-beda, tergantung pada usia kehamilan Anda.   Tips Berjalan Kaki Pada Trimester I Kehamilan (Hingga Usia 13 Minggu) Bila Anda merupakan pemula dalam hal berolahraga, beberapa hal yang perlu Anda perhatikan adalah: Pastikan Anda konsisten berolahraga. Anda dapat meningkatkan intensitas dan lama waktu olahraga seiring dengan berjalannya waktu Mulailah dengan berjalan kaki selama 15-20 menit setiap 2 hari sekali Secara bertahap tingkatkan olahraga menjadi 2 hari seminggu, kemudian tambahkan waktu 5 menit untuk setiap kalinya, jika Anda merasa nyaman Setelah beberapa minggu, Anda dapat menambah waktu olahraga Anda menjadi 5 hari seminggu Saat Anda memasuki masa akhir dari trimester pertama, maka Anda harus berjalan kaki selama 10-20 menit setiap hari selama 5 hari dalam seminggu Bila Anda sudah sering berjalan kaki sebelum hamil, maka ada beberapa hal yang perlu Anda perhatikan, yaitu: Mulailah dengan 20 menit setiap kali berjalan kaki, selama 4 hari dalam seminggu Jika Anda merasa siap, Anda dapat menambahkan menjadi 5 hari dalam seminggu, lalu kemudian 6 hari dalam seminggu. Anda juga dapat menambahkan lama waktu berjalan kaki Akhirnya, Anda harus sudah bisa berjalan kaki selama 20-40 menit setiap hari selama 6 hari dalam seminggu Bila Anda sudah sering berolahraga sebelum hamil, maka ada beberapa hal yang perlu Anda perhatikan, yaitu: Mulailah dengan berjalan kaki selama 20-30 menit setiap hari selama 5 hari dalam seminggu. Tingkatkan menjadi 6 hari dalam seminggu dan tambahkan waktunya secara bertahap Pada akhirnya Anda harus dapat berjalan kaki selama 30-60 menit setiap hari selama 6 hari dalam seminggu   Tips Berjalan Kaki Pada Trimester II Kehamilan (Antara 13-25 Minggu) Pada trimester kedua, bila Anda merupakan pemula, maka beberapa hal yang perlu Anda perhatikan adalah: Mulailah dengan berjalan selama 10 menit setiap hari selama 4-5 hari dalam seminggu Saat Anda merasa siap, tambahkan lama waktu berjalan kaki dan jumlah harinya, misalnya menjadi 15-30 menit Pada akhir trimester kedua, Anda sudah harus bisa berjalan kaki selama 15-30 menit setiap hari selama 4-6 hari dalam seminggu Bila Anda sudah sering berjalan kaki sebelumnya, maka beberapa hal yang perlu Anda perhatikan adalah: Mulailah dengan berjalan kaki selama 20 menit setiap hari selama 4-6 hari. Anda dapat meningkatkan lama waktu berjalan kaki secara bertahap, hingga akhirnya mencapai 30-40 menit setiap hari Pada akhir trimester kedua, Anda sudah harus dapat berjalan kaki selama 25-40 menit setiap hari selama 5-6 hari dalam seminggu Bila Anda sudah aktif berolahraga sebelum hamil, maka beberapa hal yang perlu Anda perhatikan adalah: Mulailah dengan berjalan kaki selama 30-40 menit setiap hari selama 6 hari dalam seminggu Tingkatkan lama waktu berjalan Anda secara bertahap hingga menjadi 40-50 menit setiap harinya Pada akhir trimester kedua, Anda sudah harus bissa berjalan kaki selama 40-50 menit setiap hari selama 5-6 hari dalam seminggu dan selama 60 menit pada 1 hari dalam seminggu Tips lainnya yang perlu Anda perhatikan saat berjalan kaki pada trimester kedua kehamilan adalah: Karena perut Anda sudah semakin membesar, perhatikanlah postur tubuh Anda saat berjalan sehingga tidak membebani punggung dan pinggang Anda Pastikan punggung Anda dalam keadaan lurus dan pandangan lurus ke depan Gerakkan tangan untuk menjaga keseimbangan dan untuk meningkatkan kecepatan berjalan kaki bila Anda ingin Jangan berjalan kaki di tempat gelap karena dapat meningkatkan resiko terjatuh atau tersandung Jangan memaksakan diri Anda untuk berjalan kaki hingga merasa kelelahan   Baca juga: Mengapa Berapa Banyak Peningkatan Berat Badan Pada Ibu Hamil Perlu Diperhatikan?   Tips Berjalan Kaki Pada Trimester II Kehamilan (Antara 26-40 Minggu) Bila Anda merupakan seorang pemula, maka beberapa hal yang perlu Anda perhatikan adalah: Mulailah dengan berjalan kaki selama 10 menit setiap harinya selama 4-6 hari dalam seminggu Anda dapat membagi waktu berjalan kaki menjadi beberapa sesi atau mempersingkat waktunya bila Anda merasa lelah Secara bertahap, tingkatkan lama waktu berjalan kaki dan tambahkan jumlah hari dalam seminggu Pada akhir trimester ketiga, Anda harus sudah bisa berjalan kaki selama 15-30 menit setiap hari selama 5-6 hari dalam seminggu Bila Anda sudah sering berjalan kaki sebelumnya, maka beberapa hal yang perlu Anda perhatikan adalah: Mulailah dengan berjalan kaki selama 10-20 menit setiap hari selama 4-6 hari dalam seminggu Anda dapat membagi waktu berjalan kaki menjadi beberapa sesi atau mempersingkat waktunya bila Anda merasa lelah. Kurangi jarak dan kecepatan berjalan seiring dengan semakin bertambahnya usia kehamilan Anda. Anda juga boleh memberi jarak 1 hari di antara waktu olahraga (olahraga hanya 2 hari sekali) Pada akhir trimester ketiga, Anda sudah harus bisa berjalan kaki selama 20-45 menit setiap hari selama 5-6 hari dalam seminggu Bila Anda sudah aktif berolahraga sebelumnya, maka beberapa hal yang perlu Anda perhatikan adalah: Mulailah dengan berjalan kaki selama 20-50 menit setiap hari selama 4-6 hari dalam seminggu Anda dapat membagi waktu berjalan kaki menjadi beberapa sesi atau mempersingkat waktunya bila Anda merasa lelah Pada akhir trimester ketiga, Anda harus sudah bisa berjalan kaki selama 25-50 menit setiap hari selama 5-6 hari dalam seminggu Tips lainnya yang perlu Anda perhatikan saat berjalan kaki pada trimester ketiga kehamilan adalah: Anda boleh berjalan kaki selama apapun, tergantung pada kenyamanan Anda, akan tetapi hindarilah jalanan yang tidak rata karena dapat meningkatkan resiko terjatuh Bila Anda mengalami nyeri pinggang atau pinggul saat berjalan kaki, segera beritahu dokter Anda   Aturan umum berjalan kaki saat hamil adalah Anda tidak boleh tampak terengah-engah saat berolahraga selama hamil. Jika Anda tidak dapat berbicara atau kesulitan bernapas saat berolahraga, segera beristirahat. Berjalanlah dengan perlahan dan beristirahatlah di antara waktu berjalan.   Kapan Perlu Hubungi Dokter? Segera cari pertolongan medis bila Anda mengalami gejala di bawah ini saat berjalan kaki: Pusing Merasa sangat lelah Kehabisan napas Pingsan Mengalami kontraksi rahim Pandangan menjadi kabur Mengalami perdarahan dari vagina Mengalami kelemahan otot Mengalami nyeri dada Menyadari berkurangnya pergerakan janin Kaki tampak bengkak atau nyeri Ada cairan ketuban yang merembes Selain itu, bila Anda memiliki riwayat tekanan darah tinggi, gangguan jantung, gangguan paru-paru, atau memiliki kehamilan resiko tinggi; berkonsultasilah terlebih dahulu dengan dokter kandungan Anda sebelum mulai berolahraga.   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang.   Sumber: momjunction
 22 Nov 2017    18:30 WIB
Tips Aman Berjalan Kaki Saat Hamil
Jika Anda merasa nyaman dan dapat berjalan kaki serta bergerak bebas selama hamil, maka ada beberapa tips yang perlu Anda ikuti agar Anda mendapatkan manfaat maksimal dari berjalan kaki tersebut. Beberapa tips aman berjalan kaki saat hamil adalah: Gunakanlah maternity belt untuk membantu menjaga postur tubuh Anda saat berjalan kaki Minumlah setengah gelas susu atau makanlah setengah potong apel sebelum berjalan kaki. Dianjurkan agar Anda juga mengkonsumsi air kelapa muda segera setelah Anda selesai berjalan kaki Lihatlah ke depan saat berjaan kaki untuk mencegah Anda tersandung Jangan berjalan terlalu cepat, berjalanlah dengan kecepatan yang membuat Anda nyaman Lakukanlah peregangan sebelum dan setelah berjalan kaki untuk melemaskan otot dan jaringan ikat di sekitarnya. Hal ini dapat membuat Anda menjadi lebih fleksibel dan mengurangi rasa nyeri paska berjalan kaki Saat Anda baru mulai berjalan kaki, Anda mungkin akan merasa nyeri pada paha atau pinggul. Peregangan dapat membantu mengatasi rasa nyeri Jika Anda merasa kepanasan, kehabisan napas, atau lelah; beristirahatlah. Jangan biarkan diri Anda merasa kepanasan karena dapat memicu terjadinya kontraksi rahim Berjalanlah dengan hati-hati karena pusat gravitasi Anda akan mengalami perubahan akibat membesarnya perut Anda dapat berjalan sambil mendengarkan musik bila Anda berjalan di area sepi yang tidak memiliki banyak gangguan Berjalan kakilah selama 30 menit setiap harinya Memiliki teman berjalan kaki juga dapat membuat Anda tetap termotivasi untuk berjalan kaki Anda juga dapat berjalan-jalan di dalam mal atau kantor Bila memungkinkan, gunakanlah tangga daripada lift Jika cuaca di luar ruangan terlalu panas, berjalan kakilah di tempat yang memiliki pendingin ruangan atau tidak usah berjalan kaki pada hari itu. Anda juga dapat berenang jika enggan berjalan kaki Beristirahatlah saat Anda merasa lelah dan jangan memaksakan tubuh Anda   Baca juga: Kaki Terasa Kebas Saat Hamil, Normalkah?   Apakah Berjalan Kaki Dapat Memicu Terjadinya Kontraksi Rahim? Berjalan kaki memang merupakan salah satu olahraga yang dianjurkan oleh para dokter untuk memicu terjadinya persalinan secara alami. Hal ini dikarenakan saat Anda berjalan kaki, bayi Anda juga akan bergerak semakin ke bawah, ke arah leher rahim. Berjalan kaki juga akan memberikan tekanan terus-menerus dan memicu tubuh melepaskan hormon oksitosin, yang berfungsi untuk mengatur dan memicu terjadinya kontraksi rahim. Dengan kata lain, berjalan kaki dapat mempercepat terjadinya proses persalinan bagi wanita yang kehamilannya sudah memasuki bulan-bulan terakhir.   Apakah Berbahaya Terlalu Banyak Berjalan Kaki Saat Hamil? Berjalan kaki merupakan salah satu olahraga terbaik bagi ibu hamil, jadi terlalu banyak berjalan kaki selama hamil juga tidak terlalu berbahaya. Anda dapat menyesuaikan berapa lama Anda dapat berjalan kaki setiap harinya tergantung pada stamina Anda sebelum hamil. Tetap aktif selama hamil akan bermanfaat bagi Anda dan bayi Anda. Berkonsultasilah dengan dokter Anda sebelum memulai kegiatan berjalan kaki Anda.   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang.   Sumber: momjunction
 15 Nov 2017    11:30 WIB
Apakah Aman Berdiet Saat Hamil???
Saat hamil, Anda pasti sering mendengar istilah makan untuk berdua dan merupakan hal yang normal bila wanita hamil mengalami peningkatan berat badan. Peningkatan berat badan ini justru sangat penting untuk menjaga kesehatan ibu dan bayinya. Akan tetapi, bagaimana bila berat badan Anda sudah berlebih atau Anda sudah mengalami obesitas sebelum hamil? Apakah Anda boleh mengalami peningkatan berat badan sama seperti ibu hamil lainnya yang lebih kurus? Apakah aman berdiet saat sedang hamil? Memang benar bahwa mengalami peningkatan berat badan yang terlalu banyak atau memiliki berat badan berlebih sebelum hamil tidak aman. Keadan ini dapat memicu terjadinya berbagai komplikasi kehamilan. Sebagian besar orang pasti akan mengatakan tidak baik berdiet saat sedang hamil. Akan tetapi, menurut para ahli sebenarnya berdiet cukup aman dilakukan saat hamil, bahkan baik untuk dilakukan. Menurut penelitian tersebut, wanita hamil yang melakukan diet sehat akan memiliki resiko yang lebih rendah terhadap preeklampsia. Resiko terjadinya diabetes gestasional juga akan menurun drastis, yaitu sebanyak 60%, begitu pula dengan resiko kelahiran prematur dan keguguran. Hasil penelitian ini menganjurkan agar wanita hamil membatasi asupan kalori mereka secara keseluruhan dan pastikan mereka mengkonsumsi makanan yang seimbang.   Baca juga: Penyebab Perdarahan Selama Kehamilan   Berapa Kg Peningkatan Berat Badan yang Diperbolehkan Saat Hamil? Jika Anda hanya mengandung satu bayi, maka: Bila Anda memiliki indeks massa tubuh kurang dari 18.5 (berat badan kurang), Anda boleh mengalami peningkatan berat badan sebanyak 13-18 kg Bila Anda memiliki indeks massa tubuh antara 18.5-24.9 (berat badan normal), Anda boleh mengalami peningkatan berat badan sebanyak 11-16 kg Bila Anda memiliki indeks massa tubuh antara 25-29.9 (berat badan berlebih), Anda boleh mengalami peningkatan berat badan sebanyak 7-11 kg Bila Anda memiliki indeks massa tubuh 30 atau lebih (obesitas), Anda boleh mengalami peningkatan berat badan sebanyak 5-9 kg Jika Anda mengandung bayi kembar, maka: Bila Anda memiliki indeks massa tubuh antara 18.5-24.9 (berat badan normal), Anda boleh mengalami peningkatan berat badan sebanyak 17-25 kg Bila Anda memiliki indeks massa tubuh antara 25-29.9 (berat badan berlebih), Anda boleh mengalami peningkatan berat badan sebanyak 14-23 kg Bila Anda memiliki indeks massa tubuh 30 atau lebih (obesitas), Anda boleh mengalami peningkatan berat badan sebanyak 11-19 kg Para ahli mengatakan bahwa wanita obesitas yang hamil boleh menurunkan berat badannya sebanyak 5 kg selama hamil dan hal ini tidak akan membahayakan kesehatan bayi mereka.   Makanan yang Harus Dimakan Saat Hamil Memang benar bahwa Anda boleh berdiet saat hamil dan diet juga cukup aman dilakukan, akan tetapi bukan berarti Anda boleh melakukan diet ketat. Anda tetap harus makan dengan teratur, tetapi jangan berlebihan. Menu makanan yang boleh Anda konsumsi adalah: Protein. Pilihlah makanan seperti udang, tuna, ayam, tahu, dan telur. Semua makanan ini mengandung banyak protein tetapi rendah kalori Karbohidrat. Pilihlah karbohidrat yang tidak akan membuat Anda menjadi gemuk seperti buah, kacang-kacangan, beras merah, dan kentang Lemak. Pilihlah lemak sehat untuk mencegah peningkatan berat badan berlebih seperti kacang, biji-bijian, dan alpukat Selain itu, dianjurkan agar Anda menghindari makanan siap saji atau makan olahan karena keduanya dapat meningkatkan berat badan dengan cepat. Ingat juga untuk mengkonsumsi banyak air putih dan luangkan sedikit waktu untuk berolahraga untuk menjaga berat badan Anda selama hamil. Yang terpenting adalah jangan melakukan diet tanpa terlebih dahulu berkonsultasi dengan dokter Anda. Hal ini dikarenakan berdiet saat hamil membutuhkan pengawasan dokter. Jika dokter Anda mengatakan Anda tidak boleh berdiet, maka sebaiknya Anda tidak berdiet.   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang.   Sumber: momjunction
 13 Nov 2017    11:30 WIB
Apakah Aman Berenang Saat Hamil?
Berbeda dengan anggapan banyak orang, berenang saat hamil sebenarnya sangat aman. Berenang tidak akan membahayakan kesehatan Anda dan bayi Anda. Akan tetapi, selama Anda memperhatikan beberapa hal. Akan tetapi, dianjurkan agar Anda berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter kandungan Anda mengenai hal ini. Perlu diingat bahwa wanita hamil yang pernah mengalami keguguran atau beresiko tinggi mengalami keguguran, tidak dianjurkan untuk berenang saat hamil. Selain itu, dianjurkan agar Anda tidak berenang secara berlebihan saat hamil.   Beberapa manfaat berenang bagi kehamilan Anda adalah: Dapat membantu Anda tidur lebih nyenyak, terutama bagi wanita yang mengalami kesulitan tidur selama hamil Sangat efektif membakar lemak dan membuat Anda dapat tetap aktif selama hamil Membantu mengatasi rasa lelah dan lemah, serta membuat Anda lebih bertenaga Membantu menguatkan otot dan membangun tenaga Berenang secara teratur dapat membantu mengurangi pembengkakan dan retensi cairan Dapat memperbaiki sirkulasi darah dan meningkatkan fungsi jantung serta paru-paru Membantu mengurangi berbagai nyeri otot selama hamil   Baca juga: 5 Jenis Olahraga yang Dapat Dilakukan Saat Hamil   Walaupun berenang cukup aman bagi wanita hamil, akan tetapi ada beberapa hal yang perlu Anda perhatikan, yaitu: Jika Anda sebelumnya jarang berenang, mulailah dengan perlahan dan tingkatkan waktu berenang secara bertahap Jangan berlebihan. Tujuan dari berolahraga saat hamil adalah membuat Anda lebih bertenaga, bukanlah menjadi semakin lelah Lakukanlah gaya renang yang membuat Anda merasa paling nyaman. Jangan melakukan gaya renang yang membuat Anda tidak nyaman Segera cari pertolongan medis bila Anda merasa pusing atau mengalami perdarahan saat atau setelah berenang Tingkatkan konsumsi kalori Anda saat berolahraga Pastikan Anda mengkonsumsi cukup air putih Jika Anda pernah mengalami kelahiran prematur, keguguran, memiliki leher rahim yang lemah, atau pernah mengalami pecah ketuban dini; jangan berenang, terutama pada trimester pertama dan terakhir kehamilan Gunakanlah baju renang yang memang dikhususkan untuk ibu hamil sehingga tidak mengganggu sirkulasi darah Anda Gaya dada merupakan gaya renang terbaik bila usia kehamilan Anda sudah memasuki trimester ketiga Ingatlah untuk segera menghentikan renang bila Anda merasa lelah atau tidak nyaman. Selain itu,   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang.   Sumber: momjunction
 06 Nov 2017    18:00 WIB
Apakah Aman Mengkonsumsi Air Kelapa Saat Hamil?
Air kelapa merupakan minuman isotonik alami yang dapat membantu menggantikan cairan tubuh yang hilang. Lalu, apakah manfaat ini juga boleh dinikmati oleh para ibu hamil?   Amankah Mengkonsumsi Air Kelapa Saat Hamil? Jawabannya adalah ya. Air kelapa aman dikonsumsi saat hamil, tetapi dalam jumlah sedang. Mengkonsumsi air kelapa pada trimester pertama kehamilan dapat membantu mengatasi dehidrasi akibat morning sickness. Air kelapa juga dapat membantu mengatasi heartburn dan sembelit, yang sering ditemukan pada wanita hamil. Anda dapat mengkonsumsi air kelapa kapan pun, tetapi waktu terbaik adalah di pagi hari. Hal ini dikarenakan elektrolit dan nutrisi di dalam air kelapa akan lebih mudah terserap bila lambung Anda kosong. Kandungan nutrisi di dalam 250 ml air kelapa adalah: Mengandung sekitar 46 kalori Mengandung sekitar 252 mg natrium Mengandung sekitar 600 mg kalium Mengandung sekitar 8.9 gram karbohidrat Mengandung sekitar 2.6 gram serat Mengandung sekitar 6.26 gram gula Mengandung kalsium   Baca juga: 10 Mitos Mengenai Kehamilan   Apakah Ada Efek Samping Mengkonsumsi Air Kelapa Saat Hamil? Hingga saat ini belum ada bukti yang menunjukkan bahwa air kelapa akan menimbulkan efek samping pada kehamilan. Seperti halnya sari buah lainnya, air kelapa tampaknya cukup aman. Akan tetapi ada 2 hal yang perlu Anda ingat yaitu bahwa air kelapa juga mengandung natrium, yang sebaiknya tidak dikonsumsi oleh wanita hamil yang mengalami preeklampsia dan air kelapa tua dapat menyebabkan sembelit.   Berapa Banyak Air Kelapa yang Boleh Dikonsumsi Wanita Hamil? Mengkonsumsi segala sesuatu dengan jumlah sedang merupaakn kunci diet sehat. Anda boleh mengkonsumsi segelas air kepala setiap harinya. Minum air kelapa segera setelah dibuka karena air kelapa segar mengandung lebih banyak nutrisi. Pilihlah air kelapa segar, bukan air kelapa kalengan atau botolan. Dan jangan mengkonsumsi air kelapa bila Anda mengalami suatu reaksi alergi atau tidak menyukai rasanya.   Bagaimana Cara Memilih Kelapa yang Tepat? Air kelapa segar biasanya akan terasa ringan dan manis dan tidak mengandung banyak "daging" kelapa. Air kelapa tua atau basi akan terasa asam. Pilihlah air kelapa hijau karena mengandung lebih banyak air.   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang.   Sumber: momjunction
 08 May 2017    12:00 WIB
Kenali Tanda-tanda Perdarahan Abnormal Setelah Melahirkan
Perdarahan hebat setelah melahirkan atau juga dikenal dengan istilah hemoragik postpartum merupakan suatu komplikasi persalinan yang dapat membahayakan jiwa ibu. Perdarahan postpartum (paska melahirkan) merupakan suatu keadaan di mana sang ibu kehilangan 500 ml darah atau lebih dari daerah kemaluan dalam waktu 24 jam pertama setelah melahirkan. Perdarahan postpartum ringan (minor) merupakan suatu keadaan di mana sang ibu kehilangan sekitar 500-1.000 ml darah dari daerah kemaluan dalam waktu 24 jam pertama setelah melahirkan. Perdarahan postpartum mayor merupakan suatu keadaan di mana sang ibu kehilangan sekitar 1-2 liter darah dari daerah kemaluan dalam waktu 24 jam pertama setelah melahirkan. Bila perdarahan yang terjadi mencapai lebih dari 2 liter, maka keadaan ini disebut dengan perdarahan postpartum berat. Perdarahan postpartum sekunder merupakan suatu keadaan di mana terjadi perdarahan abnormal atau berlebihan di antara 24 jam pertama setelah melahirkan hingga 12 minggu setelah melahirkan.Perdarahan postpartum merupakan komplikasi persalinan yang cukup jarang terjadi dan dapat menyebabkan terjadinya anemia, bahkan kematian ibu.Faktor ResikoBeberapa hal yang dapat meningkatkan resiko terjadinya perdarahan setelah melahirkan adalah:•  Adanya riwayat perdarahan postpartum atau retensi plasenta•  Kadar hemoglobin ibu yang rendah pada awal proses persalinan•  Peningkatan indeks massa tubuh ibu•  Telah 4 kali bersalin atau lebih•  Plasenta letak rendah (letak plasenta dekat dengan jalan lahir)•  Ibu berusia 35 tahun atau lebih•  Persalinan berlangsung dengan bantuan induksi persalinan•  Persalinan yang berlangsung dalam waktu lama•  Persalinan yang berlangsung dalam waktu singkat (kurang dari 3 jam, yang dimulai dari kontraksi pertama rahim hingga bayi lahir)•  Persalinan melalui tindakan section caesarPengobatanDiperlukan pengobatan segera untuk menangani perdarahan postpartum oleh dokter spesialis kandungan, yang berupa pemijatan rahim, pemasangan infus, dan penyuntikan oksitosin untuk menstimulasi kontraksi rahim untuk mengurangi perdarahan. Jika ibu kehilangan terlalu banyak darah, maka mungkin perlu dilakukan tindakan transfusi darah.PencegahanUntuk mencegah terjadinya perdarahan postpartum, dokter atau bidan biasanya akan menyuntikkan oksitosin untuk menstimulasi kontraksi rahim, yang membantu proses pelepasan plasenta.Sumber: webmd