Your browser does not support JavaScript!
 30 May 2019    11:00 WIB
Nikmatnya Mengonsumsi Air Kelapa Saat Hamil
Selain dapat membantu memenuhi kebutuhan cairan ibu hamil, air kelapa ternyata memiliki banyak manfaat lain bagi ibu hamil. Di bawah ini Anda dapat melihat berbagai manfaat lain dari air kelapa bagi ibu hamil.   Diuretik Alami Air kelapa merupakan suatu diuretik alami yang dapat meningkatkan keinginan Anda untuk buang air kecil karena mengandung kalium, magnesium, dan mineral. Air kelapa dapat membantu mengeluarkan racun dari dalam tubuh dan mengosongkan saluran pencernaan. Oleh karena itu, air kepala dapat membantu meningkatkan fungsi ginjal dan mencegah terbentuknya batu ginjal dan infeksi. Air kelapa juga dapat membantu mencegah terjadinya infeksi saluran kemih, sehingga dapat menurunkan resiko terjadinya kelahiran prematur.   Mengandung Elektrolit Alami Kebutuhan Anda akan elektrolit meningkat saat hamil karena Anda mengalami morning sickness, mual, dan diare yang akan membuat tubuh mengalami dehidrasi. Air kelapa dapat memberikan 5 elektrolit penting yaitu berbagai mineral, natrium, kalsium, kalium, dan fosfor yang dapat membantu mengurangi gejala dan memberikan energi. Hal ini dikarenakan elektrolit akan mentransmisikan listrik di dalam tubuh Anda dan membantu fungsi otot. Elektrolit juga dapat membantu menjaga kadar pH tubuh Anda dan mengendalikan tekanan darah. Air kelapa juga diketahui memiliki efek "dingin" yang dapat membantu mengatasi demam dan muntah.   Membantu Mengatasi Heartburn dan Sembelit Perubahan kadar hormonal selama kehamilan dapat menyebabkan berbagai gangguan lain seperti heartburn, sembelit, dan gangguan pencernaan. Kandungan serat yang tinggi di dalam air kelapa dapat menguatkan sistem pencernaan, membantu proses pencernaan, mengatur pH tubuh, dan mencegah sembelit. Air kelapa merupakan laksatif alami yang dapat membantu meningkatkan metabolisme dan detoksifikasi tubuh. Air kelapa juga merupakan penetralisir asam alami, yang dapat membantu mencegah terjadinya heartburn.   Mengatasi Infeksi Air kelapa mengandung banyak vitamin, mineral esensial, dan antioksidan; yang dapat meningkatkan daya tahan tubuh, membuat Anda mampu mengatasi infeksi. Air kelapa juga mengandung asam laurat yang merupakan antivirus kuat, yang juga dapat membunuh berbagai bakteri berbahaya dan melawan berbagai infeksi seperti flu, HIV, dan menjaga jumlah bakteri baik.   Membantu Meningkatkan Kesehatan Jantung Kadar elektrolit yang rendah dapat meningkatkan tekanan darah. Dan karena air kelapa dapat meningkatkan kadar kalium, magnesium, dan asam laurat; yang dapat membantu mengatur tekanan darah. Air kelapa juga dapat meningkatkan kadar kolesterol baik dan menurunkan kadar kolesterol jahat. Berbagai vitamin, protein, dan elektrolit di dalam air kelapa juga dapat membantu mengendalikan kadar gula darah, tekanan darah, dan memperbaiki sirkulasi darah. Mengkonsumsi segelas air kelapa setiap hari sangat bermanfaat bagi ibu hamil pada trimester akhir karena rasa tegang akan melahirkan dapat meningkatkan tekanan darah.   Baca juga: Cara "Unik" Cegah Kehamilan di Zaman Dulu…   Membantu Menjaga Berat Badan Ideal Air kelapa bebas lemak dan mengandung sangat sedikit kalori. Dan karena hamil akan membuat berat badan Anda bertambah, air kelapa dapat membantu mencegah penumpukkan lemak dengan mengeliminasi kolesterol jahat. Air kelapa juga pengganti yang baik bagi minuman manis yang dapat menjaga kesehatan ibu dan bayinya.   Sumber Energi Air kelapa merupakan isotonik alami yang dapat memberikan tenaga saat Anda mengalami dehidrasi dan merasa sangat lelah. Selain itu, dengan tercukupinya kebutuhan cairan Anda, maka kulit Anda akan semakin elastis, sehingga resiko terbentuknya stretch mark pun akan berkurang.   Mempercepat Pertumbuhan Janin Air kelapa mengandung berbagai nutrisi penting yang dapat membantu menjaga kesehatan ibu dan pertumbuhan bayi.   Meningkatkan Jumlah Cairan Ketuban Mengkonsumsi air kelapa dapat meningkatkan kesehatan dan lingkungan hidup bayi Anda. Air kelapa, terutama bila dikonsumsi pada trimester akhir, dapat meningkatkan jumlah cairan ketuban dan dapat meningkatkan volume darah serta melancarkan sirkulasi darah.   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang.   Sumber: momjunction
 23 May 2019    16:00 WIB
Apakah Aman Naik Turun Tangga Ketika Hamil?
Apakah ibu Anda mengatakan bahwa berbahaya naik turun tangga saat sedang hamil? Apakah hal ini benar? Sebenarnya naik turun tangga selama hamil tidak berbahaya, selama Anda berhati-hati. Bahaya terbesar dari naik turun tangga saat sedang hamil adalah resiko tersandung dan terjatuh. Terjatuh dari tangga saat sedang hamil muda (trimester pertama) dapat menyebabkan terjadinya keguguran. Sedangkan terjatuh dari tangga saat sedang hamil tua (trimester dua dan tiga) dapat memicu terjadinya persalinan prematur. Pada awal masa kehamilan resiko jatuh biasanya cukup kecil karena Anda masih dapat berjalan dengan baik, akan tetapi pada saat kehamilan berkembang dan perut Anda mulai membesar, maka resiko jatuh akan meningkat karena pusat gravitasi tubuh Anda sudah berubah.   Baca juga: Penyebab Perdarahan Selama Kehamilan   Kapan Anda Perlu Menghindari Naik Turun Tangga Saat Hamil? Kecuali bila dilarang oleh dokter Anda, maka naik turun tangga pada trimester pertama kehamilan sebenarnya cukup aman. Di bawah ini ada beberapa hal yang menunjukkan bahwa Anda sebaiknya tidak naik turun tangga saat hamil: Pernah mengalami perdarahan pada trimester pertama kehamilan Memiliki resiko tinggi keguguran, mengalami kram perut, atau memiliki kadar hormon yang rendah Kehamilan Anda dinilai beresiko tinggi oleh dokter Anda atau bila Anda menderita diabetes atau penyakit autoimun lain Anda pernah mengalami keguguran sebelumnya Anda berusia lebih dari 35 tahun Anda mengalami pusing hebat atau pernah pingsan Anda hamil anak kembar Anda memiliki tekanan darah yang lebih tinggi atau rendah daripada normal Anda pernah dianjurkan untuk bed rest total   Tips Aman Naik Turun Tangga Saat Hamil Tidak peduli berapa usia kehamilan Anda, Anda perlu lebih berhati-hati saat naik dan turun tangga. Di bawah ini ada beberapa tips yang perlu Anda perhatikan saat Anda ingin naik turun tangga selama hamil: Selalu berpegangan pada susuran tangga saat naik atau turun tangga. Jika Anda sedang membawa barang, pastikan salah satu tangan Anda bebas dari barang bawaan sehingga Anda bisa berpegangan dengan nyaman pada susuran tangga Pastikan tangga memiliki penerangan yang baik Jika anak tangga berkarpet, berhati-hatilah agar Anda tidak tersandung atau jatuh Selalu berjalan dengan perlahan saat naik atau turun tangga Jika Anda jatuh atau terpeleset saat naik atau turun tangga, segera periksakan diri ke seorang dokter   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang.   Sumber: momjunction
 23 Dec 2018    11:00 WIB
Manfaat Mengkonsumsi “Daging" Kelapa Saat Hamil
Ternyata tidak hanya air kelapa saja yang bermanfaat bagi kesehatan ibu hamil dan bayinya, "daging" kelapa pun memiliki beberapa manfaat baik bagi kesehatan ibu hamil. Di bawah ini Anda dapat melihat beberapa manfaat dari mengkonsumsi "daging" kelapa saat hamil.   Meningkatkan Produksi ASI Mengkonsumsi daging kelapa secara teratur saat hamil dapat meningkatkan suplai ASI setelah Anda melahirkan. Selain itu, minyak kelapa juga membantu produksi ASI. Mengkonsumsi daging kelapa saat menyusui juga baik karena daging kelapa mengandung asam laurat dan capriat. Kedua asam ini memiliki efek antivirus, anti bakteri, dan anti parasit; yang dapat melindungi bayi dari berbagai penyakit.   Melancarkan Sirkulasi Darah Volume darah akan meningkat menjadi 2 kali lipat selama kehamilan, yang akan membuat kaki ibu hamil membengkak. Sirkulasi darah yang buruklah yang menyebabkan terjadinya pembengkakan ini. Mengkonsumsi kelapa dapat membantu memperbaiki sirkulasi darah dan mencegah pembengkakan pada kaki.   Baca juga: Berbagai Jenis Pemeriksaan yang Biasa Dilakukan Pada Trimester I Kehamilan   Membantu Pencernaan Mengkonsumsi daging dan air kelapa juga dapat mencegah terjadinya sembelit karena daging kelapa berfungsi sebagai laksatif.   Membuat Tidur Lebih Nyenyak Mengkonsumsi kelapa dan poppy seed serta ghee dapat membuat tidur Anda lebih nyenyak.   Meningkatkan Laju Metabolisme Tubuh Saat Anda mencampurkan kelapa dengan rempah-rempah, maka hal ini dapat membantu meningkatkan metabolisme tubuh pada wanita hamil.   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang.   Sumber: momjunction
 14 Oct 2018    08:00 WIB
Tips Untuk Menjaga Berat Badan Saat Hamil
Hamil biasanya menjadi alasan sempurna untuk sang ibu untuk mengkonsumsi berbagai jenis makanan favorit mereka tanpa perlu merasa bersalah. Lagipula Anda kan makan untuk 2 orang bukan? Akan tetapi, bagaimana jadinya bila Anda menjadi gemuk? Apakah berat badan Anda bisa kembali seperti sebelum hamil dulu? Di bawah ini Anda dapat melihat beberapa hal yang dapat membantu menjaga agar berat badan Anda tidak naik secara berlebihan selama hamil.   Anda Memang Makan Untuk 2 Orang, Tapi… Memang benar bahwa hamil berarti bahwa Anda harus makan untuk Anda dan bayi Anda. Akan tetapi, Anda sebenarnya hanya perlu 20 gram protein tambahan dan 300 kalori tambahan. Selain kalori dan protein, tubuh Anda juga memerlukan berbagai nutrisi penting lainnya seperti asam folat, vitamin B12, dan kalsium. Beberapa makanan yang baik untuk dikonsumsi untuk mendapatkan protein dan kalori tambahan adalah kacang, susu, sereal, telur, dan yogurt. Anda juga dianjurkan untuk mengkonsumsi bayam karena mengandung banyak asam folat dan daging merah karena mengandung zat besi. Makan berlebihan saat hamil dapat menyebabkan terjadinya obesitas dan berbagai komplikasi kehamilan lainnya seperti tekanan darah tinggi dan diabetes gestasional pada trimester ketiga, serta membuat persalinan harus dilakukan melalui operasi Caesar. Akan tetapi, bila Anda tidak mengalami peningkatan berat badan yang cukup, Anda dapat mengalami persalinan prematur.   Hindari Junk Food, Alkohol, dan Makanan Berlemak Junk food seperti keripik kentang, es krim, biskuit, kue, dan gorengan biasanya mengandung sangat banyak garam dan gula. Hindari juga krim, keju, mayonnaise, dan makanan yang digoreng. Berbagai makanan ini dapat membuat Anda mengalami peningkatan berat badan yang berlebihan selama hamil. Hindari juga minuman beralkohol karena dapat menyebabkan kelainan bawaan dan gangguan belajar pada anak. Jus buah dan minuman bersoda juga mengandung banyak sekali gula dan hanya memberikan kalori kosong. Anda sebenarnya boleh saja mengkonsumsi berbagai makanan di atas, tetapi hanya sesekali dan batasi porsinya.   Perbanyak Konsumsi Buah dan Sayuran Buah segar dan sayuran mengandung sangat sedikit kalori, tetapi banyak nutrisi penting. Oleh karena itu, perbanyaklah konsumsi buah dan sayuran Anda.   Baca juga: Tips Tidur Nyenyak Selama Kehamilan   Buat Sendiri Makan Siang Anda Seringkali wanita hamil merasa terlalu lelah untuk memasak makanannya sendiri. Jadi, bila pagi hari Anda sulit bangun pagi, buatlah makan siang Anda malam sebelumnya dan panaskanlah di pagi hari. Makanan yang Anda masak sendiri di rumah akan lebih sehat daripada makan di luar.   Tetap Berolahraga Berolahraga selama hamil sebenarnya boleh-boleh saja, akan tetapi jangan berlebihan. Beberapa pilihan olahraga yang baik adalah berjalan kaki dan berenang. Olahraga dapat membantu mengatasi nyeri pinggang dan sembelit, serta dapat membuat Anda tidur lebih nyenyak. Berkonsutasilah dengan dokter spesialis kandungan Anda mengenai olahraga apa saja yang boleh Anda lakukan.   Pilih Makanan Anda Dengan Bijaksana Saat Anda ingin makan sesuatu, pilihlah dengan bijak. Sebisa mungkin pilihlah makanan yang sehat, yang bermanfaat bagi kesehatan Anda dan bayi Anda.   Terima Perubahan yang Terjadi Mengalami peningkatan berat badan merupakan hal yang normal selama hamil dan bahkan penting bagi kesehatan bayi Anda. Anda dapat berusaha untuk menurunkan berat badan tersebut setelah bayi Anda lahir. Akan tetapi, jangan membuat diri Anda sendiri stress mengenai bagaimana cara menurunkan semua berat badan yang naik segera setelah melahirkan. Prioritaskanlah anak dan keluarga Anda.   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang.   Sumber: momjunction
 29 Sep 2018    11:00 WIB
Ternyata Berjalan Kaki Saat Hamil Banyak Manfaatnya Lho
Berjalan kaki tidak hanya dapat membuat Anda menjadi sehat dan bugar, tetapi juga sangat bermanfaat bagi Anda yang sedang hamil. Berjalan kaki juga cukup aman dilakukan di sepanjang kehamilan selama Anda tidak melakukannya secara berlebihan dan dokter Anda mengijinkan. Akan tetapi, apakah perlu berjalan kaki selama hamil? Sebenarnya tidak, tetapi berjalan kaki merupakan olahraga yang aman dilakukan oleh para ibu hamil. Di bawah ini Anda dapat melihat beberapa manfaat dari berjalan kaki saat hamil.   Meningkatkan Kesehatan Jantung dan Memperkuat Otot Berjalan kaki saat hamil dapat membuat Anda tetap aktif secara fisik dan merasa lebih segar. Olahraga ini juga dapat meningkatkan kesehatan jantung dan menguatkan otot tubuh Anda.   Menjaga Berat Badan Anda dan Bayi Tetap Ideal Berjalan kaki juga dapat membantu menjaga berat badan Anda dan bayi Anda tetap ideal. Dengan demikian, bayi Anda pun dapat lahir dengan lebih mudah.   Menurunkan Resiko Terjadinya Diabetes Gestasional Kadar gula darah yang tinggi selama hamil dapat meningkatkan resiko terjadinya diabetes setelah Anda melahirkan dan meningkatkan resiko terjadinya kelahiran prematur serta memiliki bayi obesitas. Berolahraga dapat membantu menjaga berat badan Anda selama hamil dan menurunkan resiko terjadinya diabetes gestasional.   Menurunkan Resiko Terjadinya Preeklampsia Preeklampsia merupakan komplikasi kehamilan yang ditandai dengan tekanan darah tinggi dan adanya protein di dalam air kemih. Berjalan kaki dapat membantu menjaga berat badan Anda tetap ideal dan menurunkan kadar kolesterol, sehingga dapat membantu menjaga tekanan darah Anda selama hamil. Dengan demikian, resiko Anda untuk mengalami persalinan prematur akibat preeklampsia juga akan berkurang.   Baca juga: Kaki Bengkak Saat Hamil? Atasi Dengan Kiat Berikut Ini!   Membantu Mengatasi Stress Stress merupakan gejala yang sering dialami oleh para wanita hamil. Hal ini memang disebabkan oleh perubahan kadar hormonal di dalam tubuh. Berjalan kaki dapat membantu melepaskan endorfin, suatu zat kimia yang dapat membuat Anda merasa lebih baik, yang menjadikan olahraga ini merupakan salah satu cara untuk mengatasi stress dan memperbaiki mood Anda.   Meningkatkan Peluang Melahirkan Secara Normal Berjalan kaki selama hamil akan meningkatkan fleksibilitas dan kekuatan otot-otot dasar panggul, yang akan membuat proses persalinan Anda menjadi lebih cepat, lebih mudah, dan lebih tidak nyeri. Berjalan di pagi hari dapat membantu Anda dapat melahirkan secara normal.   Membantu Mengatasi Nyeri dan Rasa Tidak Nyaman Lainnya Saat hamil, Anda mungkin akan sering mengalami berbagai keluhan nyeri dan tidak nyaman, yang terjadi karena Anda tidak lagi seaktif dulu secara fisik. Berjalan kaki dapat membantu mengurangi rasa nyeri dan tidak nyaman ini.   Manfaat Lainnya Berjalan kaki juga dapat menurunkan resiko terjadinya morning sickness, fatigue, kram otot, sembelit, varises vena, dan sulit tidur di malam hari. Berolahraga secara teratur dapat membuat tidur Anda lebih nyenyak di malam hari dan membantu membakar lebih banyak kalori di sepanjang hari.   Berapa Lama Anda Boleh Berjalan Kaki Saat Hamil? Jika Anda sudah sering berjalan kaki sebelum hamil, maka lanjutkanlah olahraga ini. Jika Anda baru mulai berjalan kaki, mulailah dengan berjalan kaki selama 15-30 menit, 3 hari seminggu, kemudian perpanjang hingga 60 menit di hampir setiap hari. Para ahli menganjurkan agar ibu hamil berjalan kaki selama 150 menit setiap minggunya. Anda masih tetap dapat berjalan kaki saat kehamilan Anda sudah memasuki trimester ketiga dan bahkan setelah Anda melahirkan selama Anda merasa nyaman. Selain itu, berjalan kaki juga dapat membantu menguatkan otot-otot dasar panggul.   Apa yang Perlu Disiapkan Sebelum Mulai Berjalan Kaki? Sebelum Anda mulai berjalan kaki, ada beberapa hal yang perlu Anda persiapkan, yaitu: Gunakan sepatu yang dapat menyanggah lengkung dan pergelangan kaki. Tidak dianjurkan menggunakan sandal atau sandal jepit saat berjalan kaki karena dapat menyebabkan Anda terpeleset Bawalah sebotol air putih untuk membantu mencegah terjadinya dehidrasi. Dehidrasi dapat membahayakan kesehatan Anda dan bayi Anda Gunakan tabir surya dan topi Saat berjalan, letakkanlah tumit kaki Anda terlebih dahulu baru kemudian diikuti oleh jari-jari kaki Anda   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang.   Sumber: momjunction
 17 Jul 2018    16:00 WIB
Berbagai Mitos Seputar Air Kelapa dan Kehamilan
Anda mungkin sering mendengar berbagai mitos saat hamil, apa saja yang boleh dan tidak boleh Anda lakukan atau makan. Di bawah ini Anda dapat melihat berbagai mitos mengenai air kelapa dan hubungannya dengan kehamilan.   Air Kelapa Mengandung Banyak Sekali Nutrisi Mitos: air kelapa mengandung sangat banyak nutrisi, yang sangat dianjurkan bagi wanita hamil. Fakta: memang benar bahwa air kelapa mengandung nutrisi, akan tetapi bukan berarti mengkonsumsi air kelapa saja sudah cukup untuk memenuhi semua kebutuhan nutrisi ibu hamil. Tidak ada makanan yang dapat mencukupi semua kebutuhan nutrisi Anda. Oleh karena itu, Anda perlu mengkonsumsi berbagai jenis makanan, buah, dan sayuran.   Baca juga: Ini Dia Posisi Bercinta yang Cocok Untuk Berbagai Usia Kehamilan Anda…   Air Kelapa Dapat Membuat Rambut Bayi Semakin Tebal Mitos: bayi Anda akan terlahir dengan rambut tebal bila Anda mengkonsumsi air kelapa saat hamil. Fakta: tidak ditemukan hubungan antara konsumsi air kelapa dan ketebalan rambut bayi.   Air Kelapa Dapat Membuat Kulit Bayi Anda Lebih Cantik dan Sehat Mitos: mengkonsumsi air kelapa saat hamil akan membuat kulit bayi Anda mulus dan cantik. Fakta: mengkonsumsi air kelapa saja tidak akan membuat kulit bayi Anda mulus dan cantik. Kulit dan kesehatan bayi Anda tergantung pada banyak hal seperti faktor keturunan, nutrisi, kesehatan orang tua dan lainnya.   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang.   Sumber: momjunction
 01 Mar 2018    11:00 WIB
Hamil 7 Bulan? Hindari Makanan Berikut Ini…
Dada terasa panas seperti terbakar (heartburn), kaki dan tangan bengkak, amat sangat lelah, dan sembelit merupakan berbagai keluhan yang sering dialami oleh para ibu hamil yang telah memasuki trimester terakhir kehamilan. Untuk mencegah Anda mengalami berbagai gejala di atas atau setidaknya membantu meringankan gejala, Anda harus menghindari beberapa jenis makanan tertentu. Di bawah ini Anda dapat melihat makanan apa saja yang harus Anda hindari untuk mencegah atau mengurangi terjadinya berbagai gejala tidak mengenakkan di atas.   Baca juga: Perkembangan Kehamilan Anda (Minggu 35-40)   Makanan Tinggi Lemak dan Pedas Untuk memastikan agar Anda tidak perlu mengalami heartburn, Anda harus menghindari berbagai jenis makanan yang digoreng karena makanan ini mengandung banyak lemak. Anda juga harus menghindari makanan pedas yang dapat memicu terjadinya heartburn. Selain itu, dianjurkan untuk tidak makan berat saat makan malam agar tidak terjadi heartburn di malam hari.   Makanan yang Diasinkan Perut kembung dan pembengkakan pada kaki dan tangan dapat dicegah dengan mengkonsumsi cukup air putih. Pastikan Anda selalu mengkonsumsi banyak air putih. Selain itu, Anda juga harus mengurangi konsumsi garam (natrium). Beberapa makanan yang mengandung banyak garam adalah keripik kentang, saus tomat, makanan kalengan, acar, dan berbagai jenis saus lainnya.   Kafein, Alkohol, dan Rokok Anda mungkin sudah tahu bahwa ketiga hal ini perlu dihindari saat Anda sedang hamil. Berbagai jenis minuman berkafein dapat menyebabkan terjadinya sembelit dan membuat Anda merasa tidak nyaman, terutama pada trimester ketiga kehamilan. Alkohol dan rokok juga sangat berbahaya bagi kesehatan Anda dan bayi Anda.   Junk Food Mengkonsumsi sedikit junk food saat ngidam tentu boleh-boleh saja, akan tetapi perlu diingat untuk tidak mengkonsumsi makanan yang satu ini secara berlebihan. Selain tidak sehat, makanan ini juga tidak mengandung banyak nutrisi.   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang.   Sumber: momjunction
 31 Jan 2018    11:00 WIB
Makanan yang Sebaiknya Dikonsumsi Saat Hamil 7 Bulan
Selamat! Sekarang ini Anda sudah memasuki trimester ketiga kehamilan Anda dan sebentar lagi bayi yang Anda tunggu-tunggu pun akan segera lahir. Namun, pada trimester ketiga ini ada beberapa hal lain yang akan terjadi, seperti pembengkakan pada kaki dan pergelangan kaki Anda. Cara terbaik untuk mengatasinya adalah dengan mengkonsumsi makanan yang tepat. Di bawah ini Anda dapat melihat berbagai jenis makanan yang sebaiknya Anda konsumsi saat hamil 7 bulan.   Makanan yang Mengandung Banyak Zat Besi dan Protein Pada trimester ketiga, mengkonsumsi tambahan zat besi sangat penting untuk mencegah terjadinya anemia saat Anda mengalami perdarahan saat melahirkan nanti. Anda butuh sekitar 27 mg zat besi setiap hari. Anda dapat mencukupi kebutuhan zat besi dan protein Anda dengan mengkonsumsi daging merah, kacang-kacangan, daging unggas, biji-bijian, dan beras. Asam amino dari protein yang Anda konsumsi akan membantu pertumbuhan bayi Anda.   Makanan yang Mengandung Banyak Kalsium Kalsium merupakan zat yang sangat penting saat hamil, terutama saat Anda memasuki trimester ketiga. Hal ini dikarenakan pada trimester ketiga inilah tulang-tulang bayi Anda sedang mengalami perkembangan. Dianjurkan agar ibu hamil mengkonsumsi minimal 1.000 mg kalsium setiap harinya. Berbagai jenis makanan yang mengandung banyak kalsium adalah susu dan produknya, oatmeal, dan ikan salmon.   Baca juga: Perkembangan Kehamilan Anda (Minggu 31-34)   Makanan yang Mengandung Banyak Magnesium Magnesium akan membantu penyerapan kalsium yang Anda konsumsi dan membantu mengatasi kram kaki, melemaskan otot, dan mencegah terjadinya persalinan prematur. Dianjurkan untuk mengkonsumsi sekitar 350-400 mg magnesium setiap hari. Berbagai jenis makanan yang mengandung banyak magnesium adalah kacang almond, kacang hitam, barley, artichoke, dan biji labu.   Makanan yang Mengandung DHA DHA merupakan asam lemak yang berfungsi untuk membantu perkembangan otak bayi Anda. Dianjurkan untuk mengkonsumsi sekitar 200 mg DHA setiap harinya. DHA dapat ditemukan di dalam susu, telur, dan jus buah.   Asam Folat Asam folat merupakan nutrisi yang harus dikonsumsi oleh setiap ibu hamil, sebelum dan selama kehamilan. Pada trimester ketiga, asam folat dapat membantu menurunkan resiko terjadinya kelainan saraf pada bayi Anda. Berbagai jenis makanan yang mengandung banyak asam folat adalah oatmeal, sayuran berdaun hijau, dan buah-buahan seperti jeruk dan strawberi. Dianjurkan untuk mengkonsumsi sekitar 600-800 mg asam folat setiap hari.   Makanan Tinggi Serat Untuk mencegah terjadinya sembelit, yang memang sering terjadi pada trimester ketiga, Anda harus mengkonsumsi banyak serat. Oleh karena itu, dianjurkan untuk mengkonsumsi buah, sayuran, kacang-kacangan, dan gandum. Juga jangan lupa untuk mengkonsumsi banyak air putih.   Makanan yang Mengandung Banyak Vitamin C Untuk memastikan zat besi yang Anda peroleh dari makanan terserap dengan baik, dianjurkan agar Anda juga mengkonsumsi makanan yang mengandung banyak vitamin C seperti jeruk, melon, lemon, paprika, dan brokoli.   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang.   Sumber: momjunction
 10 Jan 2018    11:00 WIB
Psikosis Paska Melahirkan, Penyebab, Gejala, dan Pengobatannya
Psikosis paska melahirkan merupakan gangguan mental yang biasanya mengenai ibu segera setelah melahirkan. Gejala yang biasa ditemukan adalah adanya halusinasi atau perubahan mood ekstrim yang terjadi secara mendadak. Gangguan ini lebih jarang terjadi daripada gangguan mental paska melahirkan lainnya, yaitu baby blues dan depresi paska melahirkan, tetapi biasanya lebih berat.   Penyebab Gangguan ini biasanya bersifat diturunkan dari ibu, saudara perempuan, atau anggota keluarga wanita lainnya. Gangguan ini paling sering terjadi pada ibu yang baru pertama kali melahirkan. Wanita yang pernah mengalami gangguan ini pada persalinan pertamanya, memiliki resiko yang tinggi untuk mengalami gangguan yang sama pada persalinan berikutnya. Hal lain yang mungkin menyebabkan terjadinya psikosis paska melahirkan adalah perubahan kadar hormonal atau perubahan pola tidur.   Baca juga: Apa Saja Gejala dan Resiko Terjadinya Depresi Paska Melahirkan?   Gejala Sebenarnya mengalami perubahan mood paska melahirkan adalah hal yang normal. Gejala ini biasanya berlangsung selama sekitar 10 hari paska melahirkan. Akan tetapi, perubahan mood ekstrim bahkan setelah melewati masa ini (10 hari paska melahirkan) dapat merupakan gejala dari psikosis paska melahirkan. Gejala psikosis paska melahirkan dapat berbeda-beda pada setiap wanita. Beberapa gejala yang mungkin ditemukan adalah: Beberapa wanita dapat mengalami gejala yang sama seperti pada gangguan bipolar, yaitu sulit tidur, meningkatnya perilaku sosial dan aktivitas fisik berlebihan, euphoria, mudah menangis, mudah marah, perilaku kekerasan, dan delusi. Pada kasus yang berat, dapat menyebabkan penderita berbicara tidak jelas Gejala depresi berat yang disertai oleh delusi dan halusinasi Tampak kebingungan, sangat ketakutan, paranoid, dan merasa curiga   Pengobatan Wanita yang mengalami psikosis paska melahirkan harus segera mencari pertolongan medis. Bila gejalanya berat, maka mungkin perlu diberikan obat anti psikosis dan penstabil mood. Penderita biasanya harus dirawat di rumah sakit. Anggota keluarga dan suami wanita yang mengalami psikosis paska melahirkan memiliki peran yang sangat penting dalam pengobatannya. Dengan pengobatan yang tepat, gejala biasanya tidak akan berlangsung lama.   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang.   Sumber: momjunction