Your browser does not support JavaScript!
 08 Sep 2019    08:00 WIB
Merokok Cerutu Bisa Menimbulkan Berbagai Penyakit
Kebanyakan orang percaya jika merokok cerutu lebih aman dibandingkan merokok sigaret. Tetapi ternyata salah. Bahkan jika anda tidak menghirup asapnya, sangat tidak aman merokok cerutu jenis apapun. Berikut adalah alasan mengapa cerutu tidak baik : Nikotin Cerutu, seperti sigaret, mengandung nikotin, suatu zat yang menyebabkan ketergantungan terhadap tembakau. Satu batang serutu mengandung jumlah nikotin sebanyak beberapa batang sigaret. Bahkan ketika anda tidak menghirupnya, sejumlah nikotin akan masuk terserap melalui mulut. Sehingga merokok cerutu tidak akan menghilangkan kecanduan anda terhadap nikotin. Kanker Semua rokok tembakau mengandung 60 zat kimia yang dapat menyebabkan kanker, dan cerutu juga bukan pengecualian. Merokok cerutu secara teratur dapat meningkatkan resiko terkena kanker, termasuk kanker mulut, kanker bibir, kanker lidah, kanker tenggorokan, kanker esophagus, kanker laring, dan kanker paru-paru Penyakit kardiovaskular Menghisap cerutu secara teratur akan meningkatkan resiko terkena penyakit kardiovaskular dan paru-paru, seperti empisema dan bronchitis kronik, yang akan berakhir menjadi penyakit paru obstruktif (obstructive pulmonary disease/COPD) Penyakit mulut Menghisap cerutu meningkatkan resiko terjadinya penyakit mulut dan gigi, seperti penyakit di gusi dan gigi tanggal Perokok pasif Perokok pasif dari cerutu menghirup racun yang sama seperti yang didapat perokok pasif dari sigaret. Menjadi perokok pasif akan meningkatkan resiko kanker dan penyakit kardiovaskular dan dapat menyebabkan infeksi telinga pada orang dewasa dan episode asma pada anak-anak Jika anda berpikir mengganti sigaret ke cerutu karena anda percaya cerutu lebih aman, anda salah. Seharusnya anda harus berpikir untuk berhenti mengisap tembakau samasekali. Semakin lama dan semakin sering anda menghisap cerutu, semakin tinggi resiko yang anda dapatkan.   Sumber : mayoclinic