Your browser does not support JavaScript!
 09 Nov 2016    12:00 WIB
9 Kalimat Mematikan yang Bisa Buat Anda dan Pasangan Berpisah!
Jika Anda telah menikah atau telah berpacaran cukup lama dengan pasangan, Anda harus belajar untuk tidak mengatakan semua hal karena kata-kata ini dapat membahayakan hubungan asmara Anda bila salah sasaran. Di bawah ini Anda dapat melihat beberapa kalimat "mematikan" yang sebaiknya tidak pernah Anda katakan pada pasangan Anda bila Anda ingin hubungan Anda dan pasangan tetap langgeng.   1.      "Kapan Kamu Bakal Cuci Piring? Jangan Terus Membiarkannya di Sana!" Menuduh pasangan Anda dengan menggunakan kata "tidak pernah" atau "selalu" biasanya akan berakhir sama, yaitu pertengkaran. Daripada demikian, akan lebih baik bila Anda menerima bahwa semua orang pasti pernah lupa melakukan berbagai hal di dalam hidupnya. Oleh karena itu, berikanlah kelonggaran pada pasangan Anda saat ia melupakan beberapa tugasnya sehingga Anda pun tidak mengeluarkan kata tuduhan yang tidak seharusnya ia terima.   2.      "Perilakumu Sama Saja Seperti Ibumu" Saat Anda dan pasangan bertengkar, fokuskanlah hanya pada diri Anda dan pasangan. Jangan membandingkan pasangan Anda dengan mertua Anda. Hal ini justru akan membuat pertengkaran menjadi semakin buruk.   3.      "Kamu Menganggap Dirimu Lebih Baik Daripada Orang Lain" Jangan memberikan gagasan yang salah pada pasangan Anda karena Anda tidak pernah tahu apa sebenarnya yang sedang ia rasakan atau pikirkan saat itu. Jadi jangan beritahu asumsi Anda padanya. Pernyataan ini justru dapat membuat pertengkaran Anda dan pasangan semakin sengit karena ia merasa diperlakukan dengan tidak adil. Apa yang Anda katakan menunjukkan bahwa Anda tidak menghargai pasangan Anda. Hal ini akan memberikan rasa sakit hati ganda pada pasangan Anda.   4.      "Apakah Aku Terlihat Cantik?" Berbagai pertanyaan seputar berat badan dan penampilan merupakan penyebab tersering dari pertengkaran dalam kehidupan pernikahan, sejak zaman dahulu. Kecantikan tidak akan bertahan lama, jadi jangan pernah mengkritik mereka bila mereka tidak lagi secantik dan setampan dulu. Satu hal yang perlu diingat adalah kecantikan akan menghilang seiring dengan berlalunya waktu, tetapi tidak dengan kepribadian baik yang dimilikinya.   5.      "Aku Rasa Kamu Bertambah Gemuk" Perkataan negatif mengenai penampilan pasangan Anda merupakan hal yang tabu. Jika Anda menyadari bahwa pasangan Anda mengalami peningkatan berat badan, bantu mereka kembali kurus dan sehat kembali, misalnya dengan mengajaknya berolahraga. Bukannya mengkritik mereka hingga membuat mereka menjadi depresi.   Baca juga: Obati Patah Hati Dengan Mengkonsumsi Empat Makanan Ini   6.      "Kamu Tidak Pandai Dalam Pekerjaanmu" Memberitahu pasangan Anda bahwa mereka tidak pandai dalam pekerjaannya, baik sebagai orang tua atau karyawan atau kekasih sangatlah salah. Kata-kata ini akan terdengar lebih kejam (bagi mereka) daripada yang Anda maksudkan. Hal ini dapat benar-benar menghancurkan pasangan Anda, tidak hanya perasaannya tetapi juga jati dirinya. Pernyataan ini juga menunjukkan bahwa Anda tidak menghargai pasangan Anda dan usaha yang dilakukannya.   7.      "Aku Paling Tidak Suka Kamu Melakukan Itu (terutama di hadapan orang lain)" Menghina pasangan Anda di hadapan orang lain merupakan hal paling tabu yang tidak boleh Anda lakukan. Hal ini akan membuat mereka merasa dipermalukan. Jika Anda benar-benar mencintai pasangan Anda, maka Anda akan menghargai dan bahkan membela pasangan Anda, terutama di masa-masa sulit. Walaupun tidak tampak demikian, pasangan Anda sangat mengandalkan Anda untuk membelanya di hadapan orang lain. Akan tetapi, bukan berarti Anda harus menyukai setiap hal yang dilakukan oleh pasangan Anda. Namun, bukan berarti Anda boleh menghina mereka, apalagi di hadapan orang lain.   8.      "Berhenti Merasa Seperti Itu" Apapun yang pasangan Anda rasakan adalah suatu hal yang nyata baginya, jadi Anda tidak dapat serta merta menyuruhnya untuk berhenti untuk membuat mereka merasa lebih baik. Hal ini tidak akan berpengaruh baik bagi kelangsungan pernikahan Anda.   9.      "Kamu Tidak Perlu Menungguku" Sesekali tidur pada waktu yang berbeda mungkin tidak akan mengganggu pernikahan Anda, namun bila hal ini terus terjadi, maka dapat berpotensi menimbulkan bahaya. Bila Anda dan pasangan seringkali tidak tidur di waktu yang sama, hal ini dapat berdampak buruk pada keintiman di antara Anda dan pasangan. Jadi, bila pasangan Anda ingin menunggu Anda untuk tidur bersama, biarkanlah, hal ini juga merupakan salah satu caranya untuk menunjukkan rasa cintanya pada Anda.   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang.   Sumber: datingtime
 07 Nov 2016    18:00 WIB
7 Hal yang Wajib Dibahas Para Pasangan Sebelum Menikah
Jika Anda dan pasangan sudah berencana untuk menikah, maka ada kemungkinan Anda dan pasangan akan bertengkar setelah hidup berumah tangga. Hal ini dikarenakan sangat mustahil Anda dan pasangan dapat selalu sepakat mengenai semua hal. Untuk menghindari pertengkaran yang berujung pada terjadinya perceraian, di bawah ini ada beberapa hal yang wajib dibahas para pasangan sebelum mereka memutuskan untuk menikah.   1.      Harapan dan Tujuan Seksual Mungkin saat Anda masih berpacaran, Anda dan pasangan selalu ingin untuk berdekatan dan bercumbu. Akan tetapi, hal ini mungkin akan mengalami perubahan setelah Anda dan pasangan menikah. Keadaan ini merupakan hal yang normal. Baik Anda maupun pasangan tidak dapat selalu sama-sama merasa bergairah. Oleh karena itu, sangat penting untuk membicarakan harapan dan tujuan seksual sebelum Anda dan pasangan memutuskan untuk menikah. Beritahu pasangan Anda mengenai berbagai fantasi atau kesukaan Anda. Jangan hanya berdiam diri dan berharap pasangan Anda akan tahu apa yang Anda inginkan. Anda harus memintanya!   2.      Kebiasaan Berbelanja Hal ini merupakan hal yang paling sering dipertengkarkan oleh pasangan suami istri. Uang merupakan hal yang sangat penting dalam kehidupan, apalagi setelah Anda menikah. Jika salah satu pihak merupakan orang yang suka menabung sedangkan pihak yang lain merupakan orang yang suka berbelanja, maka diskusikanlah mengenai bagaimana Anda dan pasangan akan berkompromi mengenai kebiasaan masing-masing untuk memenuhi seluruh kebutuhan rumah tangga Anda.   3.      Hubungan Dengan Keluarga Anda dan pasangan dibesarkan oleh keluarga yang berbeda, dengan orang tua dan saudara yang berbeda, dan mungkin tempat tinggal yang berbeda. Jadi, baik Anda dan pasangan pun akan memiliki hubungan yang berbeda dengan anggota keluarga masing-masing. Akan tetapi, setelah Anda dan pasangan menikah bagaimana interaksi Anda dengan anggota keluarga Anda yang lain dapat menyebabkan terjadinya pertengkaran atau ketidaknyamanan. Jika Anda dan pasangan memiliki keinginan yang berbeda mengenai seberapa banyak waktu yang perlu dihabiskan bersama anggota keluarga dan seberapa banyak informasi yang boleh diketahui anggota keluarga, maka hal ini dapat menyebabkan Anda dan pasangan bertengkar. Hal ini biasanya akan menjadi lebih sulit saat anak hadir di antara Anda dan pasangan. Jadi pastikan Anda dan pasangan memiliki pemikiran yang sama dan telah menemukan jalan keluar yang sesuai bagi Anda berdua.   Baca juga: Menikah Membuat Anda Gemuk?   4.      Pembagian Kewajiban Setelah Anda menikah, pengaturan rumah Anda mungkin tidak akan sama lagi seperti saat Anda masih single. Oleh karena itu, putuskan terlebih dahulu siapa yang akan menjalankan kewajiban rumah tangga yang sama. Jika Anda merupakan orang yang sangat rapi sedangkan pasangan merupakan orang yang sangat berantakan, maka hal ini dapat menyebabkan masalah besar saat Anda dan pasangan menikah nantinya. Untuk mengatasinya, berdiskusilah dan carilah jalan keluar terbaik mengenai bagaimana nantinya setelah Anda dan pasangan menikah. Bila Anda dan pasangan tidak dapat hidup bersama, maka kemungkinan besar pernikahan Anda pun tidak akan bertahan.   5.      Keseimbangan Pekerjaan dan Keluarga Sebelum Anda dan pasangan menikah, ada baiknya bila Anda dan pasangan berdiskusi mengenai waktu kerja dan waktu keluarga. Hal ini dapat menghindari terjadinya berbagai pertengkaran tidak perlu saat salah satu pihak terlambat pulang. Pastikan pekerjaan tidak menjadi penghalang di antara Anda dan pasangan. Bicarakan juga mengenai bagaimana jika salah satu pihak ingin pindah tempat kerja ke luar kota, apakah pihak lain bersedia untuk meninggalkan pekerjaan atau keluarganya. Mencari jawaban dari setiap pertanyaan dapat membantu Anda dan pasangan di masa depan saat situasi yang sama muncul.   6.      Memiliki dan Cara Membesarkan Anak Sebelum menikah, pastikan Anda dan pasangan telah berdiskusi mengenai keinginan untuk memiliki anak. Bila Anda dan pasangan sama-sama ingin memiliki anak, maka diskusikan juga mengenai cara mendidik, mendisiplinkan, dan bagaimana cara menghadapi pertengkaran di antara anak-anak Anda.   7.      Kehidupan Pernikahan Secara Keseluruhan Hal lain yang tidak kalah penting adalah mencari tahu apa sebenarnya arti pernikahan bagi Anda dan pasangan. Kedua belah pihak harus saling memberitahu apa yang ia inginkan dan harapkan dari sebuah pernikahan. Hal ini dapat membantu menentukan apakah benar Anda dan pasangan memang berjodoh atau tidak.   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang.   Sumber: womenshealthmag    
 06 Nov 2016    08:00 WIB
Kadar Gula Darah Rendah Buat Anda Sering Bertengkar Dengan Pasangan, Benarkah?
Rasa lapar dapat membuat anda menjadi mudah marah. Glukosa atau gula merupakan hal yang diperlukan untuk mengendalikan diri anda. Kemarahan adalah emosi yang paling sulit dikendalikan oleh sebagian besar orang. Sebuah penelitian dilakukan untuk mengetahui hubungan antara kadar gula darah dan emosi. Para peneliti melakukan pengamatan pada 107 pasangan yang telah menikah selama 3 minggu. Setiap malamnya, para peneliti akan mengukur kadar gula darah setiap pasangan dan meminta setiap pasangan untuk menusukkan jarum ke sebuah boneka yang melambangkan pasangannya. Hal ini bertujuan untuk menunjukkan bagaimana perasaan masing-masing pasangan. Semakin banyak jarum yang ditusukkan maka hal ini berarti semakin besar kemarahan yang dirasakan terhadap pasangannya.Walaupun menggunakan metode yang cukup unik, para peneliti kemudian menemukan bahwa semakin rendah kadar gula darah mereka, maka semakin banyak jarum yang ditusukkan pada boneka tersebut. Bahkan, orang yang memiliki kadar gula terendah menusukkan jarum 2 kali lebih banyak daripada orang yang memiliki kadar gula darah tertinggi. Penelitian ini juga menemukan bahwa pasangan tampak rukun pada sebagian besar waktu, yaitu sekitar 70% dari waktu dalam 1 hari. Alasan mengapa makanan berhubungan dengan emosi sebenarnya cukup sederhana. Hal ini dikarenakan otak anda yang walaupun berukuran kecil, mengkonsumsi sekitar 20% dari total kalori harian anda.Walaupun demikian, masih diperlukan penelitian lebih lanjut mengenai hubungan antara emosi dan kadar gula darah anda dan tentu saja tanpa menggunakan boneka untuk menunjukkan tingkat kemarahan anda terhadap pasangan.Sumber: foxnews
 01 Nov 2016    08:00 WIB
5 Penyebab Mengapa Seorang Wanita Menggugat Cerai Suaminya…
Sebuah penelitian terbaru menemukan bahwa wanita cenderung lebih sering menggugat cerai pasangannya dibandingkan para pria. Ingin tahu apa penyebabnya? Di bawah ini Anda dapat melihat beberapa alasan langsung dari para wanita mengenai mengapa mereka mengakhiri pernikahannya.   1.      Masalah Tidak Juga Bisa Teratasi, Walaupun Telah Mencoba Berbagai Cara "Aku tahu bahwa pernikahanku tidak lagi dapat diselamatkan saat masalah terus saja bermunculan tidak peduli seberapa banyak kami berusaha meredamnya. Kami telah mencoba melakukan konseling; bersama dan terpisah; berkencan, berpergian bersama anak atau hanya berduaan, berbicara dan membuat jurnal, tetapi tidak ada satu pun yang berhasil. Yang ada hanya banyak sekali rasa sakit hati dan perasaan bersalah, bahkan anak-anak kami pun akhirnya menyadari apa yang terjadi, walaupun kami telah berusaha untuk menyembunyikannya. Pernikahan kami perlahan membusk dari dalam, dan anak-anak kami terpaksa melihat kehancurannya. Untungnya, setelah banyak berusaha dan sakit hati, kami akhirnya berhasil mengesampingkan perasaan pribadi kami dan mulai bekerja sama dengan baik sebagai orang tua di sebagian besar kesempatan. Sekarang ini, anak-anak kami dapat melihat kami berdua hampir setiap hari dan mereka juga dapat melihat kedua orang tua yang bahagia yagn berusaha bekerja sama demi kepentingan mereka." --- Kasey Ferris   2.      Tidak Dapat Menjadi Diri Sendiri di Depan Pasangannya "Sebenarnya tidak ada momen khusus yang dapat kupikirkan yang membuatku ingin meninggalkan pernikahanku. Akhir pernikahanku datang secara perlahan padaku, seiring dengan pertengkaran dan ketidakbahagiaan yang menumpuk selama bertahun-tahun, hingga akhirnya Aku tersadar bahwa setiap kali Aku menjadi diriku sendiri, maka kami pun bertengkar. Aku ingin memiliki kebebasan untuk menjadi diriku sendiri tanpa perlu merasa bahwa kepribadiankulah yang menjadi penyebab hancurnya pernikahan kami. Setelah Aku mengetahui bahwa hal ini merupakan penyebab dari sebagian besar pertengkaran kami, Aku tahu Aku tidak bisa lagi melanjutkan pernikahan kami karena Aku tidak lagi ingin atau dapat berhenti mengejar impian dan keinginanku." --- Danielle Porter   Baca juga: Ini Dia Tanda Berakhirnya Pernikahan Anda!   3.      Kehidupan Pernikahannya Tidak Lagi Sehat atau Produktif "Momenku datang saat Aku akhirnya dapat menerima kenyataan bahwa semua kebohongan dan rasa sakit hati merupakan tanda jelas dari tidak sehatnya hubungan asmara yang kujalani bersama dengan suamiku. Momen ini datang pada hari ulang tahunku setelah Aku merayakan ulang tahunku bersama dengan sejumlah teman dan Aku menemukan bahwa suamiku kembali berselingkuh. Pada saat itulah air mata sakit hatiku akhirnya berubah menjadi air mata kedamaian. Untuk pertama kalinya, Aku tahu bahwa Aku boleh mengakhiri pernikahanku. Keputusanku ini bukanlah didasarkan pada rasa marah atau benci. Bukan juga berdasarkan pada apa yang sudah diperbuatnya terhadapku, tetapi karena ia akhirnya menunjukkan jati dirinya yang sebenarnya di hadapanku, dan Aku tahu bahwa suamiku tidak lagi berpengaruh baik bagi hidupku. Aku akhirnya memilih untuk menerima kenyataan dan menemukan kedamaian di dalam hatiku karena Aku tahu bahwa Aku telah mencoba semua yang bisa kulakukan untuk mempertahankan pernikahanku selama bertahun-tahun. Aku tidak pernah berkeinginan untuk berpikir mengenai "bagaimana jika" dan Aku bersyukur karena hingga saat ini Aku tidak pernah merasakan penyesalan." --- Rachel Scott   4.      Tidak Ada Lagi Rasa Cinta "Aku sudah merasa sangat jengkel dengan semua perilaku tidak menghormati yang ia lakukan, akan tetapi ternyata bukan perilakunya tersebut yang membuatku mengambil keputusan akhir. Justru sikapkulah yang membuatku menyadari bahwa Aku harus mengakhiri pernikahanku. Hal ini terjadi pada salah satu dari banyaknya pertengkaran kami, Aku mendengar hinaan dan kejijikan dalam suaraku sendiri, Aku pun tahu bahwa sudah saatnya bagiku untuk pergi. Sebagai pasangan, kami tentu sering bertengkar, pasangan mana yang tidak? Akan tetapi, bahkan pada saat Aku merasa sangat frustasi dan marah, Aku masih dapat mendengar adanya rasa sayang dan cinta dalam suaraku. Jadi, saat Aku tahu tidak ada lagi keduanya dalam suaraku saat kami bertengkar, Aku tahu bahwa Aku sudah tidak dapat kembali lagi padanya." --- Soozi Baggs   5.      Tidak Menyukai Kehidupannya Saat Ini "Setelah 11 tahun menikah, Aku memutuskan untuk pergi saat Aku menyadari bahwa Aku bukan lagi diriku. Pada saat itu, kami tinggi di Eropa dan Aku telah kehilangan jati dirku. Aku menggunakan nama belakang Belanda kepunyaan suamiku. Aku pun berusaha untuk menyesuaikan diri dengan kebudayaan yang sangat berbeda dengan yang kuketahui dan Aku bahkan tidak dapat berkomunikasi dengan baik karena Aku tidak bisa berbicara bahasa Belanda dengan lancar dan tidak semua orang di sana dapat berbicara bahasa inggris. Momenku datang tepatnya di tengah malam, saat Aku berbaring tidak bisa tidur di samping suamiku yang sedang mendengkur, seperti yang sering kualami sebelumnya. Aku akhirnya membiarkan kata-kata yang telah kutekan cukup lama untuk timbul ke permukaan: "Aku benci kehidupanku". Ini terjadi 4 tahun yang lalu. Aku telah pindah kembali ke Australia dengan putri-putriku dan mantan suamiku tetap tinggal di Belanda. Kami tetap berkomunikasi setiap malam, ia pun sering datang ke sini atau putri kami yang pergi ke Belanda. Mantan suamiku tetap menjadi teman baikku. Aku hanya tidak mau lagi menjadi istrinya." --- Melanie Sheppard   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang.   Sumber: huffingtonpost
 21 Sep 2016    15:00 WIB
Menikah Membuat Jantung Anda Lebih Sehat
Ternyata pernikahan tidak hanya mempengaruhi keadaan mental atau psikologis anda, tetapi juga kesehatan tubuh anda, terutama jantung anda. Sebuah penelitian menemukan bahwa memiliki pasangan (menikah) dapat menurunkan resiko terjadinya penyakit jantung sebanyak 5%. Orang yang telah menikah memiliki seseorang yang dapat membantu mereka untuk memiliki diet yang lebih sehat dan seimbang, makan secara teratur, berolahraga secara teratur, membantu menghentikan kebiasaan merokok dan mengkonsumsi minuman beralkohol. Pasangan anda dapat menjadi penghibur bagi setiap tekanan dan stress dalam kehidupan anda. Walaupun pertengkaran pasti pernah terjadi pada setiap pasangan, akan tetapi mengetahui bahwa anda memiliki orang yang memperhatikan dan mengkhawatirkan anda dapat membuat anda merasa lebih baik. Pasangan anda pun dapat membantu mengingatkan berbagai pemeriksaan kesehatan dan janji temu dengan dokter anda. Selain itu, pasangan anda pun dapat menyadari ada sesuatu yang salah pada diri anda, bahkan sebelum anda menyadari ada yang salah pada diri anda. Hubungan antara pernikahan dan menurunnya resiko penyakit jantung dan pembuluh darah terutama terlihat saat anda berusia kurang dari 50 tahun. Akan tetapi, hal ini juga tergantung pada siapa yang anda nikahi. Hal ini berarti tidak semua orang yang telah menikah dapat memperoleh manfaat ini. Pasangan yang bahagia akan kehadiran masing-masing akan memiliki kesehatan mental dan fisik yang lebih baik dibandingkan dengan pasangan lainnya yang tidak terlalu bahagia. Selain itu, pernikahan yang baik dan bahagia pun dapat membantu menjaga kesehatan anda di masa tua. Baca juga: Kabar Gembira, Sikap Saling Mencintai Akan Membuat Jantung Makin Sehat!!! Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarangSumber: aol
 22 Jul 2016    15:00 WIB
Si Dia Tidak Mau Menceritakan Masalahnya? Coba Tips Ini!
Bingung mengenai apa yang harus Anda lakukan untuk membuat pasangan Anda yang tertutup agar mau menceritakan permasalahan apa yang sebenarnya sedang ia hadapi? Di bawah ini Anda dapat melihat beberapa tips yang dapat membantu Anda mengorek rahasia tersebut langsung dari mulut pasangan Anda. Baca juga: Apa Sebenarnya Penyebab Seseorang Berselingkuh?  1.      Dukung Dia dan Jangan MemaksaSetiap pria merasa bahwa seorang pria haruslah kuat dan harus dapat menyelesaikan masalahnya sendiri. Bila pasangan Anda merupakan tipe pria tertutup dan tidak mau menceritakan permasalahan yang sedang dialaminya pada Anda, maka Anda hanya perlu mengatakan bahwa, "Jika kamu perlu teman bicara, Aku ada d sini." Anda tidak perlu membantu menawarkan jalan keluar atau memaksanya untuk menceritakan permasalahannya pada Anda. Ia justru akan merasa tertekan dan terkungkung. Sekitar 99% kasus, ia akan melewati masa sulitnya tersebut dengan sendirinya dan sekitar 1% kasus, ia akan menceritakan permasalahannya pada Anda dengan sukarela. 2.      Beritahu Dia Saat Ia MenyebalkanApakah Anda harus mendiamkannya saat ia menjadi sangat menyebalkan karena permasalahan yang sedang dihadapinya? Jawabannya adalah Tidak! Anda harus memberitahunya bahwa Anda memang mencintainya tetapi ia sangat menyebalkan belakangan ini. Hal ini akan membantu mengingatkannya bahwa bila segala sesuatu tidak berjalan sesuai dengan keinginannya bukan berarti ia dapat bersikap seenaknya. 3.      Bersikap Jujur PadanyaSuami Anda mengeluh tentang berat badannya yang terus bertambah dan merasa kesal karenanya, tetapi juga tidak melakukan apapun untuk menurunkan berat badannya. Lalu apa yang harus Anda lakukan untuk menyemangatinya tanpa terdengar seperti menghina?Jika memungkinkan, akan lebih baik bila Anda berkata jujur pada suami Anda. Jika tidak, cobalah untuk berolahraga terlebih dahulu sehingga suami Anda pun dengan sendirinya akan mengikuti Anda berolahraga. Menurut sebuah penelitian yang dilakukan di John Hopkins, sekitar 70% orang pria akan berolahraga saat melihat istrinya berolahraga. 4.      Semangati DiaApa yang harus Anda lakukan bila suami Anda kehilangan rasa percaya dirinya karena gajinya lebih kecil daripada Anda atau saat ia kehilangan pekerjaannya? Untuk membantunya mengatasi hal ini, semangatilah dia dengan menantangnya untuk tetap berpikir positif dan bahwa hilangnya pekerjaan atau lebih rendahnya gaji yang ia hasilkan merupakan suatu kesempatan baginya untuk kembali mencari jati dirinya yang sebenarnya dan bahwa setiap waktu yang ia habiskan dengan bersedih sangatlah berharga karena hidup hanya satu kali dan apa yang terjadi padanya akan mempengaruhi seluruh anggota keluarga Anda. 5.      Berhubungan Seks DengannyaApakah berhubungan seks benar-benar dapat menyelesaikan semua masalah? Jawabannya adalah Ya, untuk sekitar 30 menit. Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang Sumber: womenshealthmag
 18 Nov 2015    20:00 WIB
Ini Dia Tanda Berakhirnya Pernikahan Anda!
Pada sebagian besar kasus perceraian, salah satu pihak merasa terkejut saat mereka menerima surat panggilan pengadilan karena pasangannya telah menggugat cerai mereka. Oleh karena itu, sangat penting bagi Anda untuk memperhatikan apa saja tanda-tanda bahaya yang menunjukkan bahwa pernikahan Anda dan pasangan mungkin sedang berada di ujung jurang.Di bawah ini Anda dapat melihat beberapa tanda peringatan yang menunjukkan bahwa pernikahan Anda sedang berada di ambang pintu perceraian.  1.      Anda dan Si Dia Tidak Lagi Memiliki KesamaanApakah Anda dan pasangan masih tinggal serumah, pergi ke berbagai acara bersama, dan masih melakukan berbagai kegiatan rutin; tetapi hampir tidak pernah mengobrol? Bila ya, maka hal ini merupakan tanda utama bahwa Anda dan pasangan memiliki suatu masalah dalam pernikahan yang telah Anda bina selama ini.Komunikasi dan menceritakan berbagai hal yang Anda alami di sepanjang hari serta memberitahu si dia apa yang Anda pikirkan dan rasakan adalah hal yang sangat penting yang dapat membentuk ikatan dalam hubungan Anda dan pasangan. Oleh karena itu, bila Anda merasa semakin jarang mengobrol dengan pasangan Anda, mulailah dengan membuka percakapan terlebih dahulu dan berbicaralah. 2.      Apapun yang Anda Lakukan Selalu SalahApakah Anda merasa apapun yang Anda lakukan selalu dianggap salah oleh pasangan Anda? Atau apakah si dia terus mengkritik segala sesuatu yang Anda lakukan? Kritik dan kata-kata pedas yang terus-menerus keluar dari mulut pasangan Anda dapat merupakan pertanda adanya masalah besar dalam kehidupan pernikahan Anda.Ajaklah pasangan Anda untuk duduk dan berdiskusi bersama mengenai apa sebenarnya yang membuat ia merasa kesal pada Anda. Mencari tahu masalah yang ada dan apa jalan keluar terbaik untuk menyelesaikannya dapat membantu memperbaiki hubungan Anda dan pasangan. Baca juga: Perceraian dan Akibatnya Pada Anak 3.      Selalu Menjadi Orang Terakhir yang TahuApakah si dia mulai jarang memberitahu Anda apapun mengenai pekerjaannya, masalahnya, atau bahkan kesuksesannya? Apakah Anda baru mengetahui berbagai hal tersebut dari orang lain atau secara tidak sengaja mendengarnya sedang bercerita dengan temannya? Bila ya, maka Anda dan pasangan berarti sedang memiliki masalah besar dalam hal komunikasi! Bila si dia enggan memulai percakapan, Anda pun dapat memulainya. Jangan merasa gengsi! Karena harga diri Anda tidak dapat menyelamatkan pernikahan Anda. 4.      Perubahan Penampilan Pada PasanganSeiring dengan berlalunya waktu, rasa nyaman yang ada di antara Anda dan pasangan memang akan membuat Anda dan pasangan mulai enggan terlihat sempurna di hadapan masing-masing. Akan tetapi, perubahan drastis dalam hal penampilan dan kebersihan diri (menjadi lebih buruk) yang dialami oleh pasangan Anda dapat merupakan pertanda bahwa si dia tidak lagi perduli atau karena ia tidak menghargai Anda dan pernikahannya.Jika pasangan Anda mulai tidak memperhatikan penampilan fisiknya, ajaklah si dia berdiskusi secara baik-baik dan beritahu si dia bahwa Anda akan lebih menghargai dan menghormatinya bila ia memperbaiki penampilannya. 5.      Tidak Saling BerbicaraApakah Anda dan pasangan selalu terlihat sibuk dengan urusan masing-masing saat berada di rumah? Bila ya, maka hal ini dapat merupakan petunjuk adanya masalah di dalam pernikahan Anda dan si dia.Merupakan hal yang umum bagi seseorang untuk mencari pengalih perhatian untuk menghindari berbagai masalah yang ada di dalam kehidupan pernikahannya. Oleh karena itu, segera ajak si dia berdiskusi untuk mencari tahu apa sebenarnya masalah yang ada di dalam pernikahan Anda dan cari jalan keluarnya. Bila tidak, Anda mungkin akan bertemu dengan pasangan di hadapan hakim nantinya! 6.      Selalu Bertengkar Mengenai Hal yang SamaJika Anda dan pasangan selalu bertengkar mengenai hal yang sama dan tetap tidak menemukan jalan keluar bagi permasalahan tersebut, maka ada 2 kemungkinan yang akan terjadi, yaitu pernikahan Anda akan tetap bertahan atau justru cepat berakhir. Anda mungkin membutuhkan bantuan seorang terapis professional untuk mencari tahu apa sebenarnya masalah yang ada di antara Anda dan pasangan. 7.      Kemesraan Sudah Tidak Ada LagiSalah satu tanda bahaya yang paling mudah dikenali adalah jarangnya kontak fisik di antara Anda dan pasangan. Keintiman adalah suatu hal yang penting untuk menjaga hubungan asmara di antara Anda dan pasangan. Jika pasangan Anda tidak atau jarang sekali menunjukkan ketertarikan fisik terhadap Anda, maka hal ini berarti mereka tidak terlalu memperdulikan hubungan emosional di antara Anda dengannya. Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang  Sumber: divorcesupport
 02 Nov 2015    20:00 WIB
9 Tanda Si Dia Adalah Sang “Mr. Right”
Orang tua Anda telah meminta Anda untuk segera menikah, tetapi Anda masih bingung apakah si dia memang orang yang tepat bagi Anda? Bila ya, maka cobalah lihat 9 tanda di bawah ini yang menunjukkan apakah pasangan Anda memang merupakan orang yang tepat bagi Anda.   1.      Ia Tidak Marah Saat Anda Memberitahu Jumlah Hutang Anda Saat Anda memberitahu si dia bahwa Anda telah terlibat suatu masalah besar, misalkan Anda ternyata memiliki banyak hutang kartu kredit dan si dia tidak menjauh, diam, atau bahkan marah; maka hal ini menunjukkan bahwa ia merupakan seseorang yang cukup dewasa dan berpikiran terbuka. Kedua hal ini sangatlah penting bila Anda sedang mencari seorang pria untuk dijadikan suami. Seorang pria yang ingin Anda jadikan suami adalah seseorang yang dapat menerima semua masalah yang sedang Anda hadapi dan selalu ada di samping Anda.   2.      Ia Memperbolehkan Anda Pergi Bersama Teman-teman Wanita Anda Hal lainnya yang merupakan pertanda bahwa si dia adalah orang yang tepat bagi Anda adalah Anda tidak pernah merasa bersalah saat Anda berpergian bersama teman-teman Anda karena si dia juga mendukung Anda untuk melakukan hal ini.   Baca juga: Tips Mengatasi Pertengkaran Dalam Pernikahan   3.      Ia Selalu Mencari Tahu Hal Baru Tentang Anda Anda telah menjalin hubungan asmara cukup lama dengannya, tetapi setiap kali Anda bertemu dengannya, si dia dan Anda tetap memiliki banyak hal untuk dibicarakan. Si dia tentunya telah mengetahui berbagai hal yang Anda sukai dan tidak Anda sukai, akan tetapi si dia tetap saja berusaha untuk mencari tahu berbagai hal mengenai diri Anda, seperti apa impian Anda dan lain sebagainya. Hal ini menunjukkan bahwa si dia masih terus berusaha untuk lebih mengenal dan memahami diri Anda.   4.      Ia Mau Berbaur Dengan Teman-teman Anda Saat si dia dan Anda memutuskan untuk melanjutkan hubungan asmara Anda ke tingkat yang lebih lanjut, maka baik Anda maupun pasangan harus sama-sama belajar untuk berbaur dan berteman dengan sahabat masing-masing.   5.      Ia Dapat Diajak Berbicara Walaupun Sedang Bertengkar Jika Anda berencana untuk menghabiskan sisa hidup Anda bersama dengan si dia, pastikan ia merupakan orang yang tetap dapat diajak berdiskusi, di saat sulit sekalipun. Artinya adalah carilah seseorang yang tidak akan pergi meninggalkan Anda saat Anda dan si dia sedang menghadapi suatu masalah. Hal ini menunjukkan bahwa si dia dapat memegang komitmennya dan telah cukup dewasa, kedua hal ini merupakan hal yang sangat penting dalam kehidupan pernikahan. Jadi, bila pasangan Anda tetap ada di samping Anda dan berusaha menyelesaikan permasalahan yang ada di antara kalian, serta tidak kabur atau menyendiri atau malah mematikan telepon genggamnya; maka si dia adalah orang yang tepat untuk diajak menikah.   6.      Ia Mau Diajak Menonton Film “Wanita” Sebuah penelitian menemukan bahwa saat sepasang kekasih atau suami istri menonton suatu film komedi romantis bersama, maka mereka biasanya memiliki hubungan yang kuat. Para peneliti menemukan bahwa pasangan yang menonton film komedi romantis bersama dan membahasnya justru lebih jarang bercerai dibandingkan pasangan lain yang tidak melakukannya.   7.      Ia Sangat Mendukung Kesetiaan Sebuah penelitian baru menunjukkan bahwa orang yang pernah berselingkuh memiliki kemungkinan yang lebih besar untuk kembali berselingkuh, yaitu hingga 3.5 kali lipat. Hal ini bukan berarti pasangan yang pernah berselingkuh tidak cukup layak untuk dinikahi, tetapi hal ini berarti bahwa Anda dan pasangan harus membicarakan mengenai masalah kesetiaan ini dengan lebih serius.   8.      Semua Temannya Telah Menikah Jika Anda sering pergi ke berbagai acara pernikahan teman-temannya, maka hal ini dapat berarti bahwa si dia mungkin juga telah memikirkan hal yang sama. Jika semua teman-temannya telah menikah, maka hal ini dapat membantu menghilangkan rasa takut dari dalam dirinya.   9.      Anda Merasa Dialah “Mr. Right” Anda Anda mungkin telah membaca berbagai hal di atas, tetapi hal yang paling menentukan sebenarnya adalah insting Anda sendiri. Berdasarkan pada sebuah penelitian, bila Anda merasa bahwa si dia adalah orangnya, maka hal ini dapat menunjukkan betapa kuat jalinan hubungan asmara antara Anda dengan si dia.   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang .   Sumber: womenshealthmag
 28 Sep 2015    20:00 WIB
Ingin Menikah? Cari Tahu Hal Ini Dulu!
Bingung apakah pasangan Anda saat ini memang merupakan pasangan yang terbaik bagi diri Anda? Bila ya, maka 7 hal di bawah ini mungkin dapat membantu Anda menemukan jawaban dari pertanyaan yang terus bergulir di dalam hati dan pikiran Anda tersebut. Baca juga: 5 Alasan Mengapa Pria Senang Memiliki Pacar  1.      Di Mana Ia Ingin Tinggal?Saat Anda akan menikah dengan seseorang, pastikanlah terlebih dahulu bahwa Anda dan si dia memiliki keinginan yang sama atau setidaknya dapat berkompromi mengenai di mana Anda dan si dia akan tinggal nantinya. Hal ini sangat penting untuk membantu menghindari terjadinya pertengkaran di antara Anda dan pasangan nantinya. 2.      Apakah Ia Taat Beribadah?Satu hal lainnya yang sangat penting saat Anda dan si dia berencana untuk menikah adalah apakah Anda dan si dia memiliki pandangan yang sama mengenai kehidupan agama dan kepercayaan apa yang ingin ia tanamkan pada anak-anaknya kelak. Hal ini bukan berarti Anda dan pasangan harus memiliki keyakinan yang sama (walaupun lebih baik demikian), akan tetapi ada beberapa hal yang mungkin harus didiskusikan terlebih dahulu bersama pasangan Anda sebelum Anda memasuki kehidupan rumah tangga bersamanya. 3.      Apakah Ia Berkeinginan Untuk Menjadi Seorang Ayah?Sebelum Anda dan pasangan menikah, pastikan Anda dan si dia memiliki harapan yang sama mengenai keturunan, apakah si dia atau Anda menginginkan kehadiran seorang anak atau tidak. Selain itu, Anda juga perlu mencari tahu bagaimana ia ingin mendidik anak-anaknya nanti, di mana ia ingin menyekolahkannya dan bahkan makanan apa yang boleh dan tidak boleh dikonsumsi oleh anak-anaknya kelak.Hal ini dikarenakan memiliki anak merupakan suatu hal yang sangat tidak terduga, tidak perduli seberapa baik Anda telah merencanakan masa depan Anda tersebut. Oleh karena itu, memiliki pandangan dan cara didik yang sama dapat sangat membantu Anda dan pasangan dalam membesarkan anak-anak Anda nantinya. 4.      Bagaimana Caranya Mengatur Keuangannya?Sebelum Anda menikah dengan seseorang, pastikan Anda mengetahui terlebih dahulu bagaimana keadaan keuangannya, apakah ia memiliki hutang atau apakah ia dapat menyesuaikan pengeluarannya dengan pendapatannya. Hal ini bukan berarti Anda matre, akan tetapi Anda perlu mengetahui apakah Anda dan si dia memiliki pandangan yang sama mengenai uang dan keuangan, karena uang merupakan suatu hal yang seringkali memicu terjadinya pertengkaran dan bahkan perpisahan di antara pasangan suami istri. 5.      Bagaimana Ia Memperlakukan Ibunya?Ingin tahu bagaimana masa kecilnya? Lihatlah bagaimana ia memperlakukan ibu atau ayahnya. Bila si dia memiliki hubungan yang baik dengan orang tuanya dan memperlakukan mereka dengan hormat, maka hal ini berarti orang tuanya telah memberikannya cukup perhatian dan kasih sayang.Akan tetapi, perlu diingat bahwa bila hubungan si dia dengan orang tuanya tidak baik bukan berarti hal ini merupakan pertanda bahwa si dia bukanlah orang yang baik. Hal ini mungkin dikarenakan orang tuanya yang tidak memperlakukan ia sebagaimana mestinya. 6.      Bagaimana Sikapnya Terhadap Pelayan Restoran atau Toko?Ingin tahu bagaimana kepribadian si dia yang sebenarnya? Perhatikanlah bagaimana ia memperlakukan pelayan restoran atau supir taksi atau orang lain yang melayaninya. Hal ini sangat penting terutama saat si dia sedang menghadapi hari yang buruk. Orang yang dapat tetap memperlakukan orang lain dengan baik walaupun ia sedang stress merupakan seseorang yang mampu menghadapi stress dan berbagai hal tak terduga dalam kehidupan, yang merupakan aset yang sangat penting saat Anda dan si dia menjalani kehidupan rumah tangga nantinya. 7.      Seberapa Sering (Banyak) Ia Ingin Berhubungan Seks?Selain rasa cinta dan kasih sayang, seks merupakan suatu hal yang penting dalam kehidupan pernikahan. Oleh karena itu, ada baiknya bila Anda dan pasangan telah saling mengetahui apa harapan masing-masing akan kehidupan seksual setelah kalian menikah nantinya.Anda sebaiknya mencari tahu seberapa sering ia ingin berhubungan seks dan seberapa pandai Anda dan si dia dalam berhubungan seks (bila memungkinkan). Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang . Sumber: womenshealthmag
 23 Sep 2015    20:00 WIB
6 Mitos Salah Mengenai Pernikahan
Apakah Anda sudah menikah? Bila belum maka Anda mungkin sudah sering mendengar berbagai mitos mengenai apa itu sebenarnya pernikahan yang bahagia dan apa jadinya hubungan sepasang kekasih setelah mereka menikah dan menjadi suami istri. Di bawah ini Anda dapat melihat beberapa mitos yang salah mengenai pernikahan dan apa yang sebenarnya terjadi di dalam kehidupan pernikahan.  1.      50% Pernikahan Berakhir Dengan PerceraianAnggapan salah ini dimulai pada tahun 1970an saat pengadilan memutuskan perceraian diperbolehkan dan banyak orang mulai melakukannya. Pada pertengahan tahun 80an, angka perceraian bahkan mencapai puncaknya hingga 66%. Akan tetapi, angka ini telah menurun sekarang. Menurut sebuah data dari lembaga sensus di Amerika pada tahun 2009, hanya sekitar 30.8% pernikahan berakhir dengan perceraian. Dan pada sebuah penelitian yang dilakukan pada tahun 2011, hanya sekitar 3.6 orang yang bercerai di antara 1.000 orang yang telah menikah. Baca juga: Kunci Bahagia Dalam Kehidupan Pernikahan 2.      Pasangan yang Bahagia Tidak Pernah BertengkarTahukah Anda bahwa jarang bertengkar justru merupakan pertanda bahwa Anda dan pasangan tidak pernah menyelesaikan permasalahan yang ada di antara kalian? Menurut seorang ahli yang telah meneliti sekitar 350 orang pasangan selama 28 tahun, kebahagiaan selalu diiringi dengan pertengkaran. Menurutnya, apa yang membedakan pernikahan yang bahagia dan tidak adalah kemampuan kedua belah pihak untuk belajar menghadapi konflik dan perbedaan pendapat dengan cara yang sehat dan produktif.Selain itu, sebuah penelitian dari the University of Tennessee menunjukkan bahwa pasangan yang mengakui bahwa mereka pun pernah bertengkar justru merasa lebih bahagia mengenai hubungan mereka dalam jangka panjang. 3.      Pasangan yang Memiliki Anak Lebih Bahagia Daripada yang Tidak Memiliki AnakSebuah penelitian dari United Kingdom’s Open University menemukan bahwa pasangan suami istri yang tidak memiliki anak, rata-rata, justru merasa lebih bahagia dalam kehidupan asmara mereka dibandingkan dengan pasangan yang telah memiliki anak.Penurunan rasa bahagia ini bukan berarti bahwa rasa sayang yang dirasakan oleh pasangan suami istri yang telah memiliki anak tersebut juga berkurang. Akan tetapi, hal ini hanya menunjukkan bahwa semakin banyak tanggung jawab dan peran yang harus mereka jalani (misalnya menjadi pasangan, orang tua, karyawan, pelajar, dan lain sebagainya) membuat mereka memiliki waktu dan energi yang lebih sedikit untuk pasangannya. 4.      Kehidupan Seks Orang yang Telah Menikah BurukSebuah penelitian yang dilakukan oleh the Center for Sexual Health Promotion di Indiana University menunjukkan bahwa seorang wanita yang telah menikah justru melakukan hubungan seks lebih sering dibandingkan dengan wanita yang telah memiliki pasangan tetapi belum menikah.Sebuah penelitian lainnya yang dilakukan oleh Penn State juga menunjukkan bahwa rasa cinta dan komitmen yang ada di dalam kehidupan pernikahan cenderung membuat hubungan seks terasa lebih memuaskan bagi seorang wanita. 5.      Jika Telah Tinggal Bersama Sebelum Menikah, Maka Resiko Perceraian Pun Lebih TinggiMenurut sebuah penelitian yang dilakukan pada tahun 2011, para peneliti menemukan bahwa status pernikahan (sudah menikah atau belum) sepasang kekasih saat mereka memutuskan untuk tinggal bersama tidak terlalu mempengaruhi kebahagiaan mereka dalam kehidupan pernikahan.Pada penelitian yang dilakukan pada lebih dari 7.000 orang pasangan, para peneliti dari the University of North Carolina di Greensboro justru menemukan bahwa berapa usia pasangan tersebut saat mulai tinggal bersamalah yang lebih menentukan.Pada penelitian ini, para peneliti menemukan bahwa bila pasangan baru berusia 18 tahun saat memutuskan untuk tinggal bersama atau menikah, maka resiko perceraian mereka pun mencapai angka 60%. Sementara itu, bila sepasang kekasih telah berusia 23 tahun saat mereka memutuskan untuk tinggal bersama atau menikah, maka resiko perceraian mereka pun hanya sekitar 30%. 6.      Jika Anda Sungguh-sungguh Mencintai Pasangan Anda, Maka Gairah Tidak Akan Pernah PudarGairah sangat dipengaruhi oleh ada tidaknya hal baru dan misteri. Hal inilah yang seringkali membuat gairah di antara sepasang suami istri mulai memudar saat pernikahan telah berusia 12-16 bulan. Walaupun gairah memang akan berkurang seiring dengan berjalannya waktu, akan tetapi gairah ini biasanya akan digantikan oleh jenis rasa cinta lainnya yang membuat kehidupan pernikahan sepasang suami istri menjadi langgeng dan penuh kebahagiaan. Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang . Sumber: womenshealthmag