Your browser does not support JavaScript!
 02 Sep 2017    15:00 WIB
7 Kalimat Untuk Mengungkapkan Rasa Cinta Pada Pasangan Anda
Mendengar dan mengatakan kata "Aku Cinta Padamu" pada masa awal berpacaran mungkin akan terasa sangat spesial dan membahagiakan bagi Anda dan pasangan. Ketiga kata tersebut jugalah yang membuat Anda dan pasangan akhirnya memutuskan untuk menikah dan membangun keluarga bersama. Akan tetapi, seiring dengan berlalunya waktu, ketiga kata tersebut mungkin tidak lagi memiliki arti seperti dulu. Namun, bukan berarti Anda tidak lagi mencintai pasangan Anda. Anda hanya menemukan berbagai cara indah lainnya untuk menyatakan rasa cinta Anda pada pasangan. Di bawah ini Anda dapat melihat 7 kalimat romantis yang ternyata juga dapat membantu Anda mengungkapkan betapa Anda sangat mencintai pasangan Anda.   1.      "Terima Kasih Untuk Semua yang Telah Kamu Lakukan Untuk Kami" Mengucapkan terima kasih dan menghargai setiap hal yang dilakukan pasangan Anda merupakan resep bagi rumah tangga yang langgeng. Buatlah pasangan Anda merasa dihargai atas semua hal yang telah dilakukannya untuk keluarga dengan mengatakan hal ini. Dengan demikian, ia pun akan merasa dicintai dan diperlukan.   2.      "Aku Semakin Mencintaimu Setiap Harinya" Tetap saling mencintai dan menjaga hubungan asmara Anda dengan suami merupakan usaha yang perlu dilakukan setiap hari dan tidak berhenti hanya dengan mengatakan "Aku cinta padamu". Dengan mengatakan kalimat di atas, Anda secara tidak langsung mengingatkan pasangan Anda bahwa Anda masih jatuh cinta padanya dan bahwa Anda masih menginginkannya. Dengan demikian, rasa cinta di antara Anda dan pasangan pun tidak akan pernah pudar.   3.      "Ayo Kita Pergi Berlibur, Hanya Kita Berdua Saja" Memberitahu pasangan Anda bahwa Anda menginginkan waktu berduaan dapat merupakan godaan terbesar baginya. Mengetahui bahwa pasangan Anda mungkin memerlukan waktu untuk berhenti sejenak dari segala rutinitasnya akan membuat mereka merasa bahwa Anda sangat perhatian terhadap kebutuhan emosional mereka.   Baca juga: Tips Efektif Untuk Menghindari Konflik   4.      "Kamu Membuatku Merasa Bahagia" Pernyataan ini mungkin akan membuat mereka merasa terkejut! Tidak peduli berapa lama waktu telah berlalu atau seberapa banyak tekanan di dalam kehidupan Anda dan pasangan, menyatakan bahwa rasa cinta yang Anda berdua miliki sudah cukup untuk membuat Anda merasa bahagia merupakan pujian tertinggi yang dapat diperolehnya.   5.      "Semua Momen yang Kulalui Bersamamu Sangat Berharga Bagiku" Di antara berbagai kesibukan Anda dalam bekerja atau mengurus anak, sangat mungkin pasangan Anda merasa bahwa dirinya bukan lagi yang nomor satu dalam kehidupan Anda. Dengan mengatakan kalimat ini, Anda menunjukkan betapa Anda sangat menghargai setiap momen yang Anda habiskan bersama pasangan dan dapat digunakan sebagai pengingat agar tidak pernah membiarkan sebuah momen bersamanya berlalu begitu saja.   6.      "Nikmatilah Waktu Bersama Teman-temanmu, Kamu Pantas Mendapatkannya" Mendukung keinginan pasangan Anda untuk pergi bersama teman-temannya secara tidak langsung memberitahu pasangan Anda bahwa Anda percaya dan menghormatinya sebagai seorang individu.  7.      "Aku Bangga Menjadi Belahan Jiwamu" Merasa insecure seringkali muncul pada sebuah hubungan asmara, bahkan di saat Anda dan pasangan telah menikah. Dengan mengatakan kalimat di atas, Anda secara tidak langsung memberitahu pasangan Anda bahwa walaupun Anda dan pasangan memiliki banyak kesulitan dalam hidup, Anda tidak pernah memiliki keinginan untuk bersenang-senang dengan orang lain.   Hal yang lebih penting dari mengatakan "Aku cinta padamu" adalah menghargai setiap hal kecil yang dilakukan Anda dan pasangan untuk satu sama lain. Perhatikan apa yang ia butuhkan, baik dalam hal kepercayaan diri atau waktu menyendiri. Hal ini merupakan cara lain untuk mengatakan "Aku cinta padamu".   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang.   Sumber: sheknows
 31 Aug 2017    18:00 WIB
4 Kebohongan yang Dapat Menghancurkan Kisah Cinta Anda Dengan Si Dia
Setiap orang pasti memiliki pandangannya sendiri mengenai seperti apa kehidupan pernikahan atau hubungan asmara yang diinginkannya. Sayangnya tidak semua pandangan umum tersebut benar dan bahkan mungkin salah. Di bawah ini Anda dapat melihat beberapa kebohongan yang dipercayai oleh sebagian besar orang saat menjalani hubungan asmara dan kebenaran yang justru dapat mengembalikan kebahagiaan dalam hubungan Anda dengan pasangan.   Kebohongan 1: "Aku Harus Tampak Sangat Sempurna" Semua orang pasti memulai kencan pertamanya dengan penampilan sempurna, baik pria maupun wanita. Kita semua pasti berusaha tampil sempurna dan ini memang bukan hal yang buruk bila Anda ingin membuat seseorang terkesan saat pertama kali bertemu dengan Anda. Akan tetapi, bila berlangsung cukup lama, maka hal ini dapat membuat jiwa Anda merasa lelah karena tidak ada seorang pun yang sempurna di dunia ini. Daripada berusaha untuk selalu menjadi pacar atau suami atau istri yang sempurna, cobalah menjadi diri Anda sendiri. Hal ini justru dapat membuat Anda dan pasangan semakin intim, serta menghilangkan rasa kesepian karena berpura-pura menjadi orang lain.   Kebohongan 2: "Aku Ingin Mengubah Pasanganku Agar Ia Menjadi Sempurna" Banyak orang mulai berpacaran karena merasa kagum dengan pasangannya, akan tetapi saat hubungan mereka sudah berlangsung cukup lama atau telah menikah cukup lama, banyak ornag mulai berpikir untuk memperbaiki diri pasangannya dan membuat mereka menjadi seseorang yang sempurna. Akan tetapi, ingatlah bahwa tidak ada orang yang sempurna di dunia ini. Jadi, daripada berusaha mengubah pasangan Anda, akan lebih baik bila Anda mencintai diri mereka apa adanya.   Baca juga: Tips Sukses Hubungan Asmara Jarak Jauh   Kebohongan 3: "Aku Bisa Menjadikan Mimpiku Realitas" Setiap orang pasti memiliki konsep pernikahan sempurna dan bahagia yang berbeda-beda, akan tetapi, bukan berarti impian Anda tersebut pasti akan terwujud saat Anda menikah dengan pasanagn yang Anda cintai dan mencintai Anda. Daripada terus berharap agar impian Anda menjadi kenyataan dan terus merasa kecewa karena gagal mewujudkannya, akan lebih baik bila Anda menerima bahwa kehidupan pernikahan Anda tidaklah sempurna seperti impian Anda dan terus ingat apa saja kelebihan pasangan Anda serta apa saja yang telah ia lakukan untuk Anda.   Kebohongan 4: "Aku Dapat Mengukur Keberhasilan Kehidupan Percintaanku Dengan Membandingkannya Dengan Orang Lain" Banyak orang membandingkan kebahagiaan kehidupan pernikahan atau percintaannya dengan membandingkannya dengan kehidupan pernikahan atau percintaan orang lain, yang dilihatnya di media sosial. Akan tetapi, tahukah Anda bahwa apa yang terlihat belum tentu sama dengan kenyataannya? Apa yang Anda lihat belum tentu merupakan gambaran dari bagaimana hubungan pasangan tersebut yang sebenarnya. Yang tahu bagaimana sebenarnya hubungan mereka adalah pasangan itu sendiri. Orang lain hanya melihat apa yang ingin mereka tampilkan, bukan yang sebenarnya. Jadi, daripada membandingkan kehidupan pernikahan dan asmara Anda dengan orang lain, akan lebih baik bila Anda memperhatikan bagaimana hubungan Anda dengan pasangan. Ingatlah bahwa tidak ada hubungan asmara yang sempurna karena tidak ada orang yang sempurna.   Hal terpenting yang perlu Anda ingat saat membangun sebuah rumah tangga adalah ekspektasi atau harapan yang rendah. Cintailah diri pasangan Anda apa adanya dan buang semua impian akan kesempurnaan yang ada di dalam pikiran Anda. Dengan demikian, Anda dan pasangan pun akan memiliki kehidupan pernikahan yang luar biasa.   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang.   Sumber: tipsonlifeandlove
 30 Jun 2017    08:00 WIB
Cerai Sering Terjadi Bukan Karena Selingkuh, Tetapi Karena Hal Ini....!
Anda mungkin sudah sering mendengar mengenai berbagai macam alasan mengapa sepasang suami istri akhirnya memutuskan bercerai; mulai dari adanya perselingkuhan, tidak lagi memiliki pandangan atau prinsip hidup yang sama, hingga tidak lagi mencintai pasangannya tersebut.   Apapun penyebabnya, pernahkah Anda berpikir apa sebenarnya yang menyebabkan sepasang suami istri yang merasa sangat bahagia saat menikah dapat berakhir dengan perceraian? Sesuatu pasti terjadi di antara kedua peristiwa tersebut bukan? Dan terjadinya perceraian justru sangat jarang berhubungan dengan ketidaksetiaan salah satu atau kedua belah pihak atau tidak ada rasa cinta lagi di antara sepasang suami istri.   Di bawah ini Anda dapat melihat 3 hal utama yang seringkali menyebabkan terjadinya perceraian, yang ternyata sangat berhubungan dengan sang suami dan sang istri.   Baca juga: Tahukah Anda Bahwa Wanita Ternyata Lebih Sulit Menerima Perceraian?   Rasa Malas Yang dimaksud dengan rasa malas di sini adalah salah satu atau kedua belah pihak tidak mau berusaha untuk menjaga pernikahannya. Banyak orang mengira bahwa menikah akan membuatnya merasa bahagia, seolah-olah pernikahan adalah sesuatu hal di luar diri orang tersebut yang dapat bertahan dan berjalan dengan sendirinya tanpa usaha dari sang suami dan sang istri.   Akan tetapi, apa yang terjadi bila kedua belah pihak kecewa dengan pernikahan mereka? Mereka pun mulai mencari apa masalah yang menyebabkan terjadinya kehancuran di dalam pernikahan mereka tetapi tidak pernah bertanya pada diri mereka sendiri apa sebenarnya yang dapat mereka lakukan untuk memperbaiki keadaan.   Memang akan lebih mudah bagi mereka untuk menyalahkan pasangan atau pernikahan itu sendiri daripada harus bertanggung jawab dan mencari tahu perubahan apa yang harus mereka lakukan agar pernikahan tersebut dapat diperbaiki dan terus berlanjut.   Secara keseluruhan, kedua belah pihak terlalu malas untuk mengintrospeksi diri mereka sendiri, belajar memperbaiki hubungan, dan berusaha untuk mempertahankan pernikahan mereka tersebut. Kesimpulannya adalah sebuah pernikahan membutuhkan kerja keras agar dapat bertahan, jadi bila salah satu atau kedua belah pihak tidak memiliki komitmen yang cukup untuk bekerja keras, maka pernikahannya pun tidak akan dapat bertahan.   Kurangnya Kemampuan Berkomunikasi Satu hal yang juga sering menjadi penyebab dari terjadinya perceraian adalah karena baik suami maupun istri tidak tahu bagaimana caranya berbicara satu sama lain dan bahkan tidak dapat saling mendengarkan. Selain itu, banyak pasangan suami istri juga menghindari suatu pembicaraan karena takut hal yang akan dibicarakan tersebut akan menyakiti diri mereka dan pasangan mereka.   Jika Anda tidak dapat berkomunikasi dengan pasangan Anda, maka Anda dan pasangan pun tidak akan dapat menyelesaikan berbagai permasalahan yang ada di dalam pernikahan Anda. Jadi, berbicara dan mendengarkan merupakan hal yang sangat penting dalam kehidupan pernikahan untuk menjaga pernikahan tetap langgeng.   Memiliki Harapan yang Terlalu Tinggi Memiliki harapan yang tinggi memang baik dalam beberapa hal, kecuali pernikahan. Baik pria maupun wanita memiliki banyak asumsi mengenai pernikahan dan apa yang ia harapkan dari sebuah pernikahan. Asumsi ini dipengaruhi oleh beberapa hal dan masalah dapat terjadi saat kenyataan dari kehidupan pernikahannya tidak sesuai dengan asumsi atau harapannya tersebut.   Oleh karena itu, sangat penting bagi sepasang kekasih untuk membicarakan berbagai hal termasuk seks sebelum menikah. Hal ini dikarenakan memiliki komunikasi yang baik sebelum menikah dapat mencegah kedua belah pihak memiliki harapan yang terlalu tinggi (tidak realistis) dari pernikahannya tersebut.   Kesimpulannya adalah perceraian tidak selalu terjadi akibat perselingkuhan atau rasa tidak bahagia. Perceraian dapat dihindari bila kedua belah pihak mau bekerja keras untuk merawat pernikahannya dan berkomunikasi secara efektif serta memiliki harapan yang realistis.   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur https://dokter.id/tanya-dokter"> Tanya dokter sekarang .   Sumber: divorcesupport
 18 Jun 2017    18:00 WIB
4 Alasan Mengapa Pria Selingkuh
1.      Merasa Tidak Puas (48%) Sekitar 48% pria mengatakan bahwa rasa tidak puas merupakan alasan mereka berselingkuh. Akan tetapi, sebagian besar rasa tidak puas ini bukan disebabkan oleh seks, hanya sekitar 8% pria berselingkuh karena merasa tidak puas secara seksual. Rasa tidak puas ini lebih berhubungan dengan penghargaan dan pengertian pasangannya. Seperti halnya wanita, pria pun ingin agar istri mereka menghargai mereka dan mengerti usaha keras mereka untuk memperbaiki keadaan. Akan tetapi, salah satu kelemahan pria adalah pria tidak dapat menunjukkan keinginannya untuk diperhatikan oleh istrinya. Hal ini dapat membuat anda tidak dapat mengetahui apa keinginan suami anda dan kapan suami anda ingin diperhatikan. Perlu diingat bahwa hal ini bukan berarti anda dan suami anda tidak dapat membangun sebuah pernikahan yang bahagia. Hargailah suami anda dan cobalah untuk memahami apa yang diinginkan oleh suami anda, dengan demikian suami anda pun akan melakukan hal yang sama pada anda.   2.      Memiliki Sahabat Baik yang Berselingkuh (77%) Sekitar 77% pria yang berselingkuh memiliki teman baik yang juga berselingkuh. Bergaul dengan seorang teman yang berselingkuh dapat membuat suami anda merasa bahwa berselingkuh merupakan hal yang normal dan pada akhirnya membenarkan tindakan tersebut. Anda tidak dapat melarang suami anda untuk bergaul dengan sahabatnya yang berselingkuh tersebut, tetapi anda dapat meminta pada suami anda agar tidak pergi ke tempat-tempat tertentu yang penuh dengan godaan seperti bar atau klub malam bersama temannya tersebut. Cara lainnya yang mungkin dapat memberikan pengaruh baik bagi anda dan suami anda adalah memiliki teman dan lingkungan yang memiliki kehidupan pernikahan yang berbahagia.   3.      Bertemu Dengan "Wanita Lain" di Tempat Kerja (40%) Seringkali suami anda berselingkuh dengan teman sekerjanya di kantor. Wanita ini biasanya merupakan seseorang yang sering memuji suami anda, mengagumi suami anda, dan menghargai usahanya. Oleh karena itu, sangat penting untuk membuat suami anda merasa dihargai di rumah. Salah satu tanda bahaya di mana suami anda mulai merasa tertarik pada rekannya adalah apabila suami anda lebih sering menyebut nama wanita tersebut daripada teman sekerja prianya yang lain. Saat inilah anda dan pasangan anda harus duduk dan membicarakan batas-batas mengenai hal yang boleh dan tidak boleh dilakukan saat bekerja. Beritahulah pada suami anda bila anda akan merasa lebih nyaman bila ia tidak menghabiskan banyak waktu bersama teman sekerjanya tersebut, tertuma bila hanya berdua.   4.      Merasa Pasangan Selingkuhnya Lebih Menarik daripada Istrinya (12%) Hanya sekitar 12% pria yang berselingkuh karena merasa pasangan selingkuhnya memiliki penampilan fisik yang lebih menarik daripada istrinya. Hal ini bukan dikarenakan pria merasa akan mendapatkan kepuasaan yang lebih saat berhubungan seksual dengan wanita berpenampilan menarik, hal ini lebih disebabkan oleh kekosongan yang ia rasakan. Bila anda khawatir pasangan anda akan berselingkuh, maka fokuslah pada bagaimana cara membuat hubungan anda dan pasangan lebih dekat dan mesra, bukannya dengan memperbaiki penampilan anda atau meningkatkan kemampuan anda dalam berhubungan seksual. Akan tetapi, bukan berarti seks tidaklah penting. Seringkali pria mengekspresikan rasa cintanya dan kedekatannya dengan anda melalui seks. Jadi seks tetapkan merupakan prioritas anda.   5.      Pria Merasa Bersalah Saat Berselingkuh Sekitar 66% pria yang berselingkuh merasa bersalah pada pasangannya. Faktanya, sekitar 68% pria yang berselingkuh merupakan pria yang tidak menyangka bahwa mereka akan berselingkuh dan merasa bersalah karenanya. Akan tetapi, hal ini pun membuktikan bahwa rasa bersalah tetap tidak dapat menghentikan niat pasangan anda untuk melanjutkan perselingkuhannya. Pria merupakan seseorang yang pandai membagi-bagi perasaannya. Pria dapat menahan perasaannya dan memikirkannya nanti. Jadi pasangan anda dapat merasa bersalah tetapi tetap melanjutkan perselingkuhannya. Jadi jangan langsung mempercayai suami anda tidak akan pernah berselingkuh karena ia bersumpah tidak akan pernah melakukannya. Berdiskusilah dengan suami anda mengenai apa yang diinginkan dan diharapkannya dalam kehidupan pernikahan anda dengannya.   Pria Membutuhkan Waktu Untuk Mengenal Pasangan Selingkuhnya Hanya sekitar 6% pria yang langsung berhubungan seksual dengan wanita yang baru dikenalnya. Faktanya, sekitar 73% pria membutuhkan waktu untuk mengenal pasangan selingkuhnya, biasanya sekitar 1 bulan sebelum perselingkuhan dimulai. Hal ini berarti anda mungkin memiliki waktu untuk melihat tanda-tanda akan dimulainya perselingkuhan sebelum perselingkuhan itu terjadi. Beberapa tanda bahaya yang harus anda waspadai adalah: Pasangan anda lebih banyak menghabiskan waktu di luar rumah Berhenti mengajak anda berhubungan seksual Lebih sering mengajak anda bertengkar Tidak mengangkat telepon anda Hal pertama yang anda inginkan bila mengalami beberapa hal di atas adalah menanyakannya langsung pada pasangan anda apakah ia berselingkuh, yang tentunya akan disangkalnya, terutama bila perselingkuhan memang belum dimulai atau belum ada kontak fisik apapun dengan wanita selingkuhannya. Akan tetapi, hal yang sebaiknya anda lakukan adalah mengendalikan amarah anda dan tunjukkanlah pada pasangan anda bahwa anda menghargainya, mengutamakan waktu bersamanya, dan jangan ragu untuk memulai seks terlebih dahulu. Berikanlah berbagai alasan positif pada pasangan anda untuk selalu mengutamakan anda. Selain itu, anda pun sebaiknya lebih terbuka pada pasangan anda mengenai apa yang anda rasakan tentang hubungan anda dengannya, tentunya tanpa menyinggung adanya orang ketiga. Mulailah dengan mengatakan bahwa anda mulai merasakan ada sesuatu hal penting yang hilang dalam kehidupan pernikahan anda dan bahwa anda tidak ingin kehilangan hal penting tersebut. Baca juga: 6 Tanda Pacar Anda Selingkuh   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang. Sumber: redbookmag
 16 Apr 2017    08:00 WIB
Pesta Pernikahan Gambarkan Kehidupan Pernikahan Anda Lho!
Pada zaman sekarang ini, bisnis pernikahan tampaknya sedang maju. Pesta pernikahan saat ini tampaknya semakin hari semakin mahal saja, mulai dari biaya fotografer yang cukup tinggi hingga biaya sewa tempat acara yang sangat mahal. Akan tetapi, apakah semua kemewahan tersebut benar-benar diperlukan? Menurut sebuah penelitian yang dilakukan oleh para peneliti di the University of Virginia, para peneliti menemukan bahwa semakin mewah dan semakin formal pesta pernikahan sepasang kekasih, maka pasangan tersebut pun cenderung akan hidup lebih bahagia ke depannya dibandingkan dengan pasangan yang hanya melangsungkan sebuah pesta pernikahan sederhana. Pada penelitian ini, para peneliti mengamati sekitar 418 pasangan suami istri yang baru saja menikah dan menganalisa hubungan antara bagaimana pesta pernikahan mereka dengan kualitas pernikahan mereka. Hal pertama yang ditemukan oleh para peneliti adalah semakin besar dan mewah pesta pernikahannya, maka pasangan pengantin baru itu pun semakin bahagia. Hampir sebagian pasangan yang mengundang lebih dari 150 orang tamu mengatakan bahwa mereka bahagia dengan kehidupan pernikahan mereka. Hal ini berbeda dengan pasangan yang melangsungkan pesta pernikahan yang lebih sederhana dengan hanya mengundang sekitar 51-149 orang tamu, di mana hanya sekitar 37% pasangan tersebut mengaku bahagia dengan pernikahannya. Sementara itu, pada pasangan yang hanya mengundang 50 orang tamu atau kurang pada pesta pernikahannya, para peneliti menemukan bahwa hanya 31% di antara pasangan tersebut yang merasa cukup bahagia dengan pernikahannya. Selain itu, para peneliti juga menemukan bahwa semakin formal pesta pernikahan yang dilakukan oleh sepasang kekasih, maka mereka pun merasa semakin bahagia seiring dengan berlalunya waktu. Yang dimaksud dengan formal di sini adalah bukan pernikahan yang tak direstui alias kawin lari atau hanya mencatatkan pernikahan di catatan sipil tanpa melangsungkan pesta. Mengapa demikian? Para peneliti menduga hal ini dikarenakan pasangan kekasih tersebut secara tidak sadar ingin membuktikan bahwa kehidupan pernikahan mereka sama hebat dan romantisnya dengan pesta pernikahan yang telah mereka gelar sebelumnya. Akan tetapi, bukan berarti Anda harus melangsungkan suatu pesta pernikahan besar dan mewah bila Anda ingin rumah tangga Anda awet. Hal ini dikarenakan adanya beberapa keterbatasan di dalam penelitian ini, diantaranya adalah jumlah peserta penelitian yang kecil dan hasil penelitian ini hanya menemukan adanya hubungan antara pesta pernikahan dan kualitas pernikahan, bukan hubungan sebab akibat.   Baca juga: Apa Hubungan Antara Cincin Pertunangan Dengan Kehidupan Pernikahan Anda?   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang   Sumber: womenshealthmag
 29 Nov 2016    11:00 WIB
5 “Gejala” yang Sering Ditemukan Saat Anda Bersama Dengan Orang yang Salah
Bertemu dengan sang Mr/Mrs. Right memang bukanlah suatu hal yang mudah untuk dilakukan. Saat Anda akhirnya bertemu dengan seseorang, bagaimana Anda yakin bahwa si dia merupakan orang yang tepat? Di bawah ini Anda dapat melihat 5 "gejala" yang sering ditemukan saat Anda bersama dengan orang yang salah.   Anda Membandingkan Si Dia Dengan Mantan Anda seharusnya tidak memulai suatu hubungan asmara baru bila Anda masih belum dapat melupakan mantan Anda. Jika Anda masih membandingkan pasangan Anda yang sekarang dengan mantan, maka Anda pasti bukan bersama dengan orang yang tepat. Hal ini juga merupakan tanda bahwa Anda masih belum melupakan mantan Anda.   Anda Memiliki Daftar Panjang Mengenai Perubahan Apa Saja yang Perlu Dilakukan Oleh Si Dia Jika Anda merasa pasangan Anda yang sekarang ini tidak cukup baik bagi Anda bila ia tidak berubah, maka kemungkinan besar pasangan Anda saat ini bukanlah sang Mr/Mrs Right yang sedang Anda cari.   Baca juga: Trik Jitu Untuk Mencegah Anda Jatuh Cinta Pada Orang yang Salah   Anda Tidak Merasa Perlu Untuk Memperbaiki Diri Sendiri Saat Anda bertemu dengan orang yang tepat, Anda akan merasakan dorongan untuk memperbaiki diri Anda sendiri. Jadi, Anda berubah bukan karena si dia meminta Anda melakukannya, tetapi karena Anda ingin melakukannya untuk membuat Anda tampak sebanding dengan pasangan Anda.   Teman Dekat dan Keluarga Anda Tidak Menyukai Si Dia Memang benar bahwa Anda tidak perlu mempertimbangkan pendapat semua orang mengenai pasangan Anda karena akan ada sejumlah orang yang tidak menyukai pasangan Anda karena merasa tergantikan atau berbagai alasan egois lainnya. Akan tetapi, bila semua orang dekat Anda tidak menyukai pasangan baru Anda, terutama orang tua atau saudara Anda, maka kemungkinan besar Anda tidak bersama dengan orang yang tepat.   Anda Tidak Merasa Tertarik Untuk Membangun Masa Depan Bersamanya Anda merasa bahwa Anda akan baik-baik saja dengan atau tanpa pasangan Anda di masa depan. Jika Anda tidak merasa membutuhkan pasangan Anda (bukan dalam hal keuangan) atau memiliki keinginan untuk membangun masa depan bersamanya, maka akan lebih baik bila Anda meninggalkan pasangan Anda dan melanjutkan hidup.   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang.   Sumber: thoughtcatalog  
 28 Nov 2016    12:00 WIB
Kapan Teman Lebih dari Sekedar “Teman”???
Bila pasangan Anda menghabiskan semakin banyak waktu dengan "teman" barunya, maka kemungkinan besar "teman" barunya tersebut bukanlah sekedar teman. Pasangan Anda mungkin merasa bahwa ia memiliki banyak kesamaan dengan "teman" barunya tersebut, bahwa "teman" barunya tersebut dapat mengerti dirinya dan berbagai permasalahan yang sedang ia hadapi. Apapun alasan pertemanannya tersebut, tanda-tanda di atas merupakan tanda bahaya yang harus Anda perhatikan.   Baca juga: Pasangan Memiliki Teman Wanita Justru Baik Bagi Anda, Mengapa Begitu???   Bagaimana bila pasangan Anda tidak suka Anda memiliki teman baru yang merupakan lawan jenis Anda, walaupun Anda benar-benar hanya berteman dengannya? Sebenarnya memang tidak ada salahnya berteman dengan lawan jenis walaupun Anda sudah menikah. Akan tetapi, karena Anda telah menikah, maka Anda pun harus memikirkan bagaimana perasaan pasangan Anda atas berbagai hal yang Anda lakukan, termasuk berteman dengan lawan jenis. Daripada bersikap defensif, ada baiknya bila Anda berbicara baik-baik dengan pasangan Anda dan mencari tahu mengapa ia merasa sangat "terancam" dengan kehadiran teman baru Anda tersebut. Lalu, kapan sebuah hubungan persahabatan dapat dianggap telah melebihi batas dan menjadi lebih dari sekedar teman? Di bawah ini Anda dapat melihat beberapa tanda bahwa hubungan persahabatan Anda dengan lawan jenis sudah melebihi batasnya: Saat Anda menceritakan berbagai masalah di dalam pernikahan Anda dengan teman Anda tersebut Saat Anda merahasiakan hubungan pertemanan Anda ini dari pasangan Saat Anda mulai merasa tertarik pada teman Anda Saat Anda mencari teman baru Anda tersebut saat menghadapi suatu masalah, bukannya pasangan Anda Saat Anda tidak mengenalkan teman baru Anda tersebut pada pasangan Saat Anda lebih ingin menghabiskan waktu bersama teman baru Anda tersebut daripada bersama pasangan Saat Anda merasa bahwa teman Anda lebih mengerti diri Anda daripada pasangan Anda Jika Anda ingin tetap memiliki teman yang berlawanan jenis dengan Anda dan ingin pasangan Anda tidak merasa curiga atau cemburu dengan teman Anda tersebut, maka pastikan Anda mengajak pasangan Anda menjadi bagian dalam hubungan persahabatan tersebut. Jika Anda untuk alasan apapun merasa bahwa Anda tidak perlu mengenalkan teman baru Anda pada istri Anda, maka Anda harus bertanya pada diri Anda sendiri apa sebenarnya tujuan Anda tetap mempertahankan hubungan persahabatan tersebut.   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang.   Sumber: about
 25 Nov 2016    15:00 WIB
9 Tanda Si Dia Telah Mengkhianati Anda!
Apakah Anda curiga bahwa pasangan Anda telah berselingkuh? Di bawah ini Anda dapat melihat beberapa tanda bahwa si dia telah mengkhianati Anda (pastikan Anda mencari bukti terlebih dahulu sebelum mengkonfrontasi pasangan Anda mengenai ketidaksetiaannya).   Mengatakan "Aku Mencintaimu Tetapi Aku Tidak Jatuh Cinta Padamu" Jika Anda mendengar pasangan Anda mengatakan hal ini, maka hal ini merupakan bel tanda bahaya. Karena sebagian besar pasangan yang berselingkuh pasti mengatakan kalimat ini. Keinginan untuk merasakan kembali rasa cinta yang bergelora atau merasa tidak puas dengan kehidupan pernikahannya atau adanya masalah dalam kehidupan pernikahannya seringkali membuat seseorang melampiaskannya dengan mencari hal baru, dalam hal ini, pasangan baru. Jika Anda berselingkuh karena merasa pasangan Anda selalu berusaha untuk mengendalikan Anda, tidak mempedulikan perasaan Anda, tidak bertanggung jawab dalam hal keuangan, tidak memiliki cukup banyak waktu bersama keluarga, menolak berhubungan intim dengan Anda, terlalu sering bekerja, atau tidak mau bekerja sama untuk memperbaiki kehidupan pernikahan Anda; maka dianjurkan untuk berbicara jujur mengenai hal ini pada pasangan Anda. Walaupun sulit dan bahkan mungkin menyakitkan bagi pasangan Anda, akan tetapi bersikap jujur dan terbuka merupakan satu-satunya jalan untuk menyelesaikan permasalahan yang ada di dalam pernikahan Anda. Karena dengan mengatakan kalimat di atas, maka hal ini merupakan pertanda bahwa ada yang salah dalam kehidupan pernikahan Anda. Jika pasangan Anda mengatakan kalimat di atas pada Anda, jangan buru-buru bersikap defensif. Anda perlu mengatakan apa yang Anda rasakan dan juga mendengar apa yang ia rasakan. Sangat penting bagi kedua belah pihak untuk mendengar pandangan dan pendapat satu sama lain mengenai masalah yang ada. Anda mungkin berpikir bahwa Anda telah menjadi seorang istri atau suami yang sempurna, akan tetapi pasangan Anda mungkin memiliki pandangan yang berbeda. Jika Anda bersedia untuk mendengar pasangan Anda, Anda mungkin akan menemukan bahwa Anda juga memiliki kekurangan, bahwa ada sesuatu hal yang dibutuhkan oleh pasangan Anda tetapi tidak dapat Anda berikan.   Ia Menghabiskan Lebih Banyak Waktu Bersama "Teman" Barunya Jika Anda menyadari bahwa pasangan Anda menghabiskan lebih banyak waktu dengan "teman" barunya, maka "temannya" tersebut mungkin lebih dari sekedar teman bagi pasangan Anda. Pasangan Anda mungkin merasa bahwa ia dan "teman" barunya tersebut memiliki banyak kesamaan atau bahwa "temannya" tersebut dapat lebih mengerti dirinya dan permasalahan yang sedang ia hadapi. Apapun alasan pertemannya tersebut dimulai, bila si dia mulai menghabiskan lebih banyak waktu bersama dengan "teman" barunya tersebut, maka Anda perlu bersikap waspada.   Tiba-tiba Butuh Privacy Jika berbagai hal yang biasanya Anda dan pasangan gunakan bersama tiba-tiba menjadi suatu hal yang pribadi baginya, hal ini merupakan suatu tanda bahaya. Pasangan Anda mungkin mulai menggunakan password pada komputer atau ponselnya. Si dia tampak menyembunyikan lembaran tagihan kartu kreditnya. Jika Anda bertanya atau berusaha untuk mencari tahu informasi yang dianggapnya sebagai hal "pribadi" tersebut, si dia mungkin akan menuduh Anda sedang memata-matinya atau berusaha mengekangnya.   Meminta "Ruang" Untuk Dirinya Sendiri Pria dan wanita yang sedang berselingkuh biasanya akan meminta lebih banyak waktu bagi dirinya sendiri. Mereka mungkin beralasan bahwa mereka bingung dengan perasaannya sendiri atau sedang merasa stress dengan pekerjaannya. Hal ini dapat merupakan pertanda sudah ada orang ketiga dalam hubungan Anda dengan pasangan dan si dia sedang berusaha mencari cara untuk memperoleh lebih banyak kebebasan.   Baca juga: 9 Hal yang Dikatakan Oleh Pria Saat Mereka Berselingkuh   Perubahan Waktu Kerja Kerja lembur merupakan alasan yang sempurna bagi seseorang yang sedang berselingkuh. Jika pasangan Anda tiba-tiba mengatakan bahwa ia harus bekerja lembur setelah bertahun-tahun selalu pulang ke rumah tepat waktu, maka Anda boleh mulai merasa curiga bahwa ada hal lain selain pekerjaan. Di bawah ini ada beberapa hal yang merupakan tanda bahwa ada sesuatu yang salah sedang terjadi pada diri pasangan Anda yang harus Anda perhatikan: Jika waktu kerja pasangan Anda berubah setelah bertahun-tahun tidak pernah berubah, kecuali bila ia baru saja pindah kerja atau naik jabatan Jika pasangan Anda tiba-tiba harus pergi dinas ke luar kota di akhir pekan. Dianjurkan agar Anda ikut pergi dengannya bila hal ini terjadi. Jika si dia tampak tidak senang dengan ide Anda, maka hal ini mungkin berarti bahwa sudah ada "orang lain" yang akan menemaninya di luar kota Jika pasangan Anda mulai bercerita tentang rekan kerjanya (lawan jenis), perhatikanlah apa yang ia katakan. Hal ini dikarenakan apa yang awalnya memang hanya hubungan kerja dapat berubah menjadi hubungan cinta terlarang. Dengan mendengar apa yang pasangan Anda katakana mengenai rekan kerjanya, Anda dapat mengira-ngira apa yang akan terjadi di kemudian hari. Selain itu, Anda juga boleh memberitahu pasangan Anda bahwa Anda tidak suka ia terlalu dekat dengan rekan kerjanya (lawan jenis) di kantor   Menghabiskan Banyak Waktu di Depan Komputer Pada zaman modern seperti sekarang ini, seseorang dapat berpacaran dan bahkan berselingkuh tanpa perlu pergi keluar rumah. Chatting melalui internet atau kencan online juga dapat menyebabkan pasangan Anda berselingkuh secara emosional. Jadi, bila pasangan Anda mulai menggunakan internet lebih banyak daripada biasanya, maka Anda perlu lebih waspada.   Suka Mengangkat Telepon Dengan Sembunyi-sembunyi/Menghabiskan Banyak Waktu Dengan Ponselnya Perselingkuhan emosional biasanya dimulai dari telepon, terutama telepon genggam. Jadi, bila Anda menyadari bahwa pasangan Anda tiba-tiba mematikan teleponnya saat Anda masuk ke dalam ruangan atau pasangan menghapus riwayat teleponnya dan bersikap defensif saat Anda menanyakan alasannya, maka bersikaplah lebih waspada dan periksa riwayat teleponnya.   Perilakunya Berubah Sikap atau perilaku pasangan berubah. Sering menghilang tanpa alasan yang jelas. Pengeluaran yang tidak diketahui untuk apa. Menemukan nota belanja yang tidak pernah Anda lakukan. Pakaian yang hilang. Menemukan pakaian yang tidak pernah Anda lihat sebelumnya. Ketahuan berbohong mengenai beberapa hal kecil setiap harinya. Jika Anda menemukan beberapa hal di atas pada diri pasangan Anda, maka hal tersebut dapat merupakan pertanda bahwa si dia sedang berselingkuh.   Insting Anda Mengatakan Si Dia Berselingkuh Jika Anda menyadari bahwa Anda mulai mencari alasan untuk membenarkan perilaku pasangan Anda atau berusaha menyakinkan diri Anda sendiri bahwa si dia tidak akan berselingkuh dari Anda, maka hal ini dapat merupakan tanda bahaya. Insting Anda sendiri seringkali merupakan indikator yang terbaik. Jika Anda mencurigai pasangan Anda telah berselingkuh, maka lakukanlah sesuatu untuk menyelidikinya, kemudian berbicaralah dengan si dia mengenai berbagai hal yang Anda temukan. Lakukan dengan cara yang tenang dan sopan. Minta si dia berkata jujut, tetapi juga persiapkan diri Anda bila si dia berkata bohong.   Perlu diingat bahwa menemukan pasangan Anda berselingkuh bukan berarti Anda juga harus mengakhiri kehidupan pernikahan Anda. Memang benar bahwa si dia telah mengkhianati kepercayaan Anda dan menyakiti hari Anda, akan tetapi bila Anda dan pasangan sama-sama mau berusaha, pernikahan Anda masih bisa diselamatkan.   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang.   Sumber: about
 24 Nov 2016    11:00 WIB
6 Hal yang Harus Diketahui Setiap Pria Sebelum Menikah!
Pada zaman modern sekarang ini, banyak orang, baik pria maupun wanita, memutuskan untuk menunda pernikahannya karena merasa belum siap atau belum menemukan pasangan yang sesuai dengan harapan. Akan tetapi, bagi Anda para pria lajang yang akan segera menikah, ada beberapa hal yang perlu Anda ketahui sebelum menikah untuk memudahkan Anda beradaptasi dengan kehidupan pernikahan Anda nantinya. Di bawah ini Anda dapat melihat 6 hal yang perlu diketahui para pria yang akan segera melepas masa lajangnya.   Hidup Bersama Anda Lebih Sulit dari yang Anda Kira Saat Anda masih lajang, Anda biasanya tidak akan menyadari betapa sulitnya harus hidup bersama Anda, mengapa demikian? Hal ini dikarenakan teman dekat atau pacar Anda merupakan seseorang yang dapat dengan mudah Anda tinggalkan saat mulai menimbulkan masalah. Akan tetapi, saat Anda akhirnya memutuskan untuk menikah, maka istri Anda akan memberitahu dengan terus terang bahwa Anda sangat berantakan, bahwa lelucon Anda tidak lucu, atau bahwa Anda sering melanggar janji. Pada tahap ini, Anda harus memilih antara terus hidup dalam penyangkalan atau berusaha untuk berubah. Apapun pilihan Anda, istri Anda hanya berusaha untuk memberitahu yang sebenarnya pada Anda karena ia mencintai Anda. Dengan demikian, Anda pun akhirnya akan mendapatkan obat pahit yang mungkin memang Anda perlukan sedari dulu.   Tidak Peduli Seberapa Baik Istri Anda, Ia Juga Memiliki Masalah Ada suatu kebohongan besar di dalam masyarakat yang seringkali juga dipercayai oleh para pria yaitu bila Anda berhasil menemukan wanita cantik dan mudah dihadapi, maka Anda akan menikah dengan seseorang yang tidak memiliki masalah besar. Akan tetapi, pada kenyataan anggapan ini salah besar. Perasaan insecure dan emosi yang dialami istri Anda akan sama besarnya seperti Anda, tetapi ia mungkin akan menyelesaikan permasalahan yang dimilikinya dengan cara yang berbeda dengan Anda. Tergantung pada seberapa besar perbedaan kepribadian istri Anda dengan Anda, maka caranya menyelesaikan masalah mungkin akan membuat Anda merasa bingung. Akan tetapi, anggaplah hal ini sebagai sarana untuk terus mendapatkan ilmu baru.   Peran Istri Tidak Sama Dengan Peran Ibu Anda Bagaimanapun hubungan Anda dengan ibu Anda, jangan pernah mengharapkan hal yang sama akan terjadi di antara Anda dengan istri Anda. Jika Anda telah memilih seorang istri yang baik, biarkan ia menjadi istri yang baik dengan caranya sendiri. Ia mungkin tidak memiliki semua kelebihan (atau kekurangan) yang dimiliki oleh ibu Anda, akan tetapi ingatlah bahwa ia memang bukan ibu Anda, ia adalah istri Anda.   Baca juga: Mengapa Pria Sebaiknya Jangan Terlambat Menikah?   Pastikan Hanya Istrilah Pemuas Nafsu Anda Anda mungkin tidak akan pernah benar-benar berselingkuh dari istri Anda, akan tetapi melihat wanita cantik dan merasa bergairah karenanya kemudian melakukan masturbasi juga bukan hal yang baik untuk dilakukan. Temukanlah kepuasan pada istri Anda melalui hubungan intim yang sesungguhnya.   Anak-anak Bukanlah Penghancur Pernikahan, Mereka Justru Adalah Sebuah Berkat Memiliki anak tidak harus berarti hubungan Anda dengan istri menjadi dingin karena kesibukan masing-masing. Tetaplah pergi berkencan dengan istri Anda walaupun Anda telah memiliki anak.   Berdoalah Bersama Istri Bisa Perkuat Hubungan Anda Dengannya Selain keintiman fisik, keintiman rohani dengan istri juga dapat membantu membuat hubungan Anda dan istri menjadi semakin erat. Oleh karena itu, berdoa bersama istri dapat membuat hubungan Anda dan istri semakin kuat.   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang.   Sumber: foxnews
 11 Nov 2016    11:00 WIB
15 Tanda Pacar Anda Merupakan Calon Istri yang Tepat!
Bingung mengenai apakah Anda sudah benar memilih pasangan hidup Anda sebelum melanjutkan hubungan asmara Anda dengan pasangan ke langkah selanjutnya? Bila ya, maka 15 tanda di bawah ini mungkin dapat membantu Anda menemukan jawaban yang Anda cari. 1.      Ia Suka "Menyombongkan" AndaIa suka sekali menyombongkan Anda di hadapan teman-temannya, rekan kerjanya, bahkan semua orang karena ia merasa bangga pada Anda dan merasa bahwa Anda merupakan orang terkeren yang pernah ia temui. Teman-temannya bahkan akan mengetahui berbagai hal mengenai diri Anda sebelum bertemu dengan Anda. Intinya, Anda seperti artis pujaannya, yang ia kencani. 2.      Dapat Berlibur Bersama dan Jarang BertengkarJika Anda dapat "bertahan hidup" di sebuah tempat liburan menyebalkan tanpa terus bertengkar, maka Anda dan si dia memiliki sesuatu yang istimewa.  3.      Anda Memergokinya Sering Memandangi AndaHal ini berarti bahwa si dia benar-benar merasa bahwa Anda merupakan manusia paling seksi dan dengan senang hati akan memberitahu Anda. 4.      Memiliki Pandangan Hidup yang SamaBaik Anda maupun pasangan sama-sama mengingini jenis hubungan yang sama, Anda dan pasangan sama-sama memiliki pandangan yang sama mengenai anak, dan tujuan hidup Anda dan pasangan pun sama. 5.      Perhatian Pada Teman-teman AndaSi dia tahu semua nama teman-teman Anda dan benar-benar peduli terhadap mereka, bahkan ingin mereka merasa bahagia juga. 6.      Anda Tidak Pernah Ingin Mengeluh Mengenai Pasangan AndaSering mendengar teman-teman Anda mengeluh mengenai pacarnya masing-masing tetapi Anda tidak merasa tergoda untuk melakukannya juga dan malah ingin memuji pasangan Anda? Bila ya, maka jangan ungkapkan hal ini di hadapan teman-teman Anda saat itu juga. 7.      Ia Merupakan Pendukung Terbesar AndaIa percaya bahwa Anda dapat melakukan semua hal bahkan di saat Anda sendiri tidak yakin Anda mampu karena ia sangat mempercayai Anda, bahkan di saat Anda sedang merasa terpuruk, karena ia percaya bahwa Anda adalah sebuah keajaiban. 8.      Merasa Nyaman Merencanakan Masa Depan BersamanyaAnda dapat memesan tiket konser atau merencanakan liburan beberapa bulan sebelumnya tanpa merasa khawatir si dia akan memutuskan Anda atau apakah Anda akan memutuskannya sebelum waktu tersebut karena Anda benar-benar mempercayai pasangan Anda dan ia telah menjadi bagian dari masa depan Anda. Baca juga: Ingin Mendapatkan Maaf Dari Pacar Anda? Coba Cara Ini… 9.      Mau Saling BerkorbanBaik Anda maupun pasangan sama-sama mau berkorban untuk satu sama lain. Si dia bahkan tidak akan pernah mengungkit hal tersebut karena ia merasa senang saat Anda merasa bahagia dan Anda pun merasakan hal yang sama. 10.  Ia Tidak Mencoba Mengubah AndaIa mengetahui semua keburukan dan keanehan yang Anda lakukan saat Anda tidur, bangun, lelah, dan bahkan saat Anda marah; tetapi ia tetap dapat menerimanya walaupun Anda sendiri tidak yakin ada orang lain yang dapat melakukannya. 11.  Teman-teman Anda Benar-benar Ikut Bahagia Untuk AndaSetelah menemani Anda pada semua masa putus cinta Anda, teman-teman Anda mungkin akan merasa sangat lega karena Anda akhirnya bersama dengan seseorang yang benar-benar cocok bagi Anda.  12.  Anda Dapat Mengatakan Apapun PadanyaTidak peduli Anda sedang merasa cemas, khawatir, gugup, atau takut; Anda dapat memberitahu semua hal pada si dia dan ia tidak akan menghakimi Anda.  13.  Ia Merupakan Orang Pertama yang Ingin Anda Beritahu Mengenai Sesuatu HalSebelum bersama dengan si dia, mungkin Anda hanya akan memberitahu teman baik Anda, akan tetapi sekarang ini Anda lebih ingin memberitahu si dia daripada teman Anda mengenai berbagai hal yang baru saja Anda alami. 14.  Ia Menerima Kekurangan AndaIa tahu semua kekurangan Anda, misalnya malas mandi dan senang makan kue. Tidak hanya dapat menerima semuanya, tetapi kadangkala ia juga membelikan kue kesukaan Anda tersebut. 15.  Anda Ingin MelindunginyaWalaupun si dia benar-benar tidak membutuhkan perlindungan Anda, tetapi Anda selalu merasa ingin melindunginya. Hal ini dikarenakan Anda benar-benar mencintainya. Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang. Sumber: apexlista