Your browser does not support JavaScript!
 26 Jan 2021    15:00 WIB
Ini Tanda Anda Belum Siap Menikah
Apakah Anda dan pasangan telah mulai membicarakan mengenai pernikahan tetapi Anda sendiri masih tidak yakin apakah menikah dengan si dia merupakan hal yang tepat untuk dilakukan? Bila Anda mengalami berbagai keraguan mengenai pernikahan Anda dengan si dia, maka hal ini mungkin merupakan pertanda bahwa Anda memang belum siap untuk menikah. Di bawah ini terdapat beberapa tanda yang menunjukkan bahwa Anda mungkin belum siap untuk menikah saat ini. Anda Berharap Si Dia Berubah Apakah Anda pernah berpikir bahwa pasangan Anda akan menjadi sempurna bila ia merubah beberapa hal mengenai dirinya. Berharap bahwa pasangan Anda berbeda berarti Anda masih tidak dapat menerima si dia apa adanya dan hal ini berarti bahwa Anda mungkin belum siap untuk menikah. Menikah berarti mencintai satu sama lain walaupun Anda dan pasangan bukanlah orang yang sempurna. Jika Anda ingin mengubahnya menjadi seseorang yang sesuai dengan keinginan Anda maka Anda mungkin tidak sedang jatuh cinta padanya tetapi hanya pada pria dalam imajinasi Anda. Menikah Sama Dengan Jalan Keluar Apakah Anda ingin menikah karena Anda berpikir bahwa pernikahan merupakan jalan keluar Anda? Atau apakah Anda bersedia menikah dengan si dia karena keadaan perekonomian Anda tampaknya akan membaik setelah menikah dengannya? Jika jawaban Anda adalah ya, maka Anda mungkin belum siap menikah. Merasa Terpaksa Apakah orang tua Anda memaksa Anda untuk segera menikah walaupun Anda sebenarnya belum merasa siap atau bahkan ingin? Jangan biarkan siapa pun memaksa Anda untuk menikah, terutama jika mereka menggunakan perasaan Anda untuk menekan Anda. Anda dan pasangan sebaiknya hanya menikah jika Anda dan si dia memang telah siap membangun masa depan bersama. Berpikir Mengenai Kegagalan Jika Anda memergoki diri Anda sedang berpikir mengenai adanya kemungkinan kegagalan dalam pernikahan Anda dan jalan keluar apa yang Anda miliki, maka Anda pasti belum siap untuk menikah. Walaupun memikirkan berbagai kemungkinan yang mungkin terjadi setelah menikah, termasuk kegagalan dapat membuat diri Anda lebih siap, akan tetapi bukan berarti Anda boleh terus memfokuskan perhatian dan pikiran Anda pada kemungkinan gagal tersebut. Merasa Ragu Ada suatu perbedaan antara merasakan sedikit keraguan mengenai pernikahan dan memiliki perasaan ragu yang terus-menerus mengenai apakah menikah merupakan hal yang tepat untuk dilakukan. Dengarkanlah apa kata hati nurani Anda karena mereka jarang sekali salah. Jika Anda merasa bahwa Anda mungkin melakukan suatu kesalahan bila menikah dengan si dia, maka jangan menikah dengannya. Baca juga: 6 Tanda Si Dia Telah Siap Menikah Sumber: allwomenstalk
 19 Jan 2021    11:00 WIB
Perlukah Melakukan Konseling Pernikahan?
Setiap pasangan yang menikah tentunya berharap pernikahannya akan berlangsung awet dan langgeng sampai maut memisahkan. Namun, ketika hubungan dihadapkan pada banyak tekanan dan masalah hidup, tidak sedikit pasangan yang menjadi goyah dan mempertimbangkan untuk bercerai. Sejatinya, mendatangi terapi pernikahan tidak selalu berarti bahwa rumah tangga Anda sedang di ujung tanduk. Bantuan profesional juga bisa membantu Anda mengenali kepribadian Anda sendiri secara lebih dalam dan membuka pola pikir dari berbagai sisi. Pertimbangkan untuk ikut serta konseling pernikahan jika salah satu dari keadaan di bawah ini kerap ditemui di dalam keseharian rumah tangga Anda. Tidak Lagi Berkomunikasi Jika Anda atau pasangan, atau bahkan kalian berdua, terlalu sibuk dengan rutinitas masing-masing sehingga interaksi menjadi terbatas dan jarang berkomunikasi, hal ini bisa menjadi pertanda hubungan yang meregang. Menurut psikolog Enlightmind, Rini Hapsari Sentosa, komunikasi yang tidak sehat ditandai oleh prilaku tidak merespon, memberhentikan pembicaraan, pergi dari rumah, dan mengisolasi diri. Jika salah satu dari hal ini sering terjadi, sebaiknya Anda mencari bantuan dari pihak ketiga, yaitu psikolog pernikahan. Hubungan Seks Anda dan Pasangan Semakin Jarang "Perasaan bosan bisa menyebabkan meredupnya hubungan intim," ujar Rini kembali. Sayangnya, tidak jarang pasangan menghindari pembicaraan soal ini walaupun mereka menyadari masalah tersebut bisa mengancam hubungan pernikahan. Hal ini diungkapkan Tracy K. Ross, konsultan pernikahan dan keluarga dari New York. "Terapi bisa membantu pasangan menavigasi tantangan dan percakapan yang dianggap tabu, serta menemukan solusi untuk keduanya," ungkap sang psikolog. Perselingkuhan Hadirnya orang ketiga di dalam rumah tangga merupakan salah satu sinyal merah dalam pernikahan. "Pengkhianatan emosional, seperti berhubungan dekat dengan orang lain di luar pernikahan sampai menyita keseharian, patut diwaspadai," saran Ross. Walaupun prilaku tersebut baru sebatas kata-kata menggoda, namun hal tersebut bisa berujung lebih buruk, yaitu hubungan fisik terlarang. Selalu Bertengkar Apakah Anda semakin sulit berbicara baik-baik kepada pasangan dan setiap kata yang keluar selalu berujung perdebatan? Jika obrolan suami-istri berangsur-angsur menjadi sebuah tantangan, bahkan berkesan negatif dan satu arah, mulailah mempertimbangkan untuk bergabung dengan sesi konseling pernikahan. Gail Saltz, psikiater dan penulis buku The Power of Different: The Link Between Disorder and Genius, mendukung hal tersebut. "Jangan abaikan pertanda awal. Anggap hal itu seperti sebuah gejala penyakit yang harus dicegah sebelum semakin parah," sarannya. Ingin Memiliki Pasangan yang Lebih Baik Psikolog Kasandra Putranto mengakui jika permasalahan dalam pernikahan yang telah berjalan lama sering sekali dimulai dari pemikiran "suami/istri saya telah berubah" atau "dia bukanlah lagi seperti orang yang kukenal dulu." Hal seperti ini bisa membuat sang suami atau istri berimajinasi soal pasangan/pernikahan yang lebih baik. Jika Anda sendiri yang memendam perasaan ini, hal ini menjadi pertanda jika pernikahan Anda butuh bantuan profesional. Baca juga: Hal-hal yang Membuat Pria Tertekan Dalam Pernikahan Sumber: Bridestory
 08 Jan 2021    19:00 WIB
Jelang Menikah Hindari Jenis Makanan Ini Ya, Ladies!
Junkfood Seperti yang diketahui burger, hotdog dan kentang goreng memiliki nilai kalori yang cukup tinggi dan dapat menyebabkan kenaikan pada berat badan. Soda Usai melakukan banyak kegiatan, hindari minuman bersoda. Ganti dengan minuman seperti jus buah dan air putih yang jelas lebih sehat. Produk Susu Perlu Anda ketahui, beberapa jenis susu dan keju sulit untuk dicerna tubuh dan menyebabkan kembung karena gas. Bahkan keju dan yoghurt dapat menyebabkan penambahan berat badan. Gantilah dengan susu dan keju yang rendah lemak Pemanis buatan Anda pecinta permen? Hindari cemilan yang satu ini. Permen dapat merusak gigi yang menyebabkan terjadinya bau mulut. Kafein Sama seperti susu, menjelang hari pernikahan hindarilah minuman berkafein seperti kopi. Kafein dapat mengurangi kadar air dalam tubuh yang menyebabkan Anda tampak lesu. Baca juga: Waktu yang Tepat untuk Menikah Asin Hindari menaburkan garam pada makanan secara berlebih. Makanan asin meningkatkan tekanan darah dan juga menyebabkan dehidrasi. Pasta Makanan seperti spageti memanglah sangat lezat. Tapi, menyantapnya secara berlebih akan menyebabkan kembung dan gas. Karena pada dasarnya pasta ini terbuat dari tepung. Pencuci Mulut Puding, kue dan jenis makanan pencuci mulut lainnya memang dapat menggoda siapapun, termasuk Anda. Tetapi pemanis buatan dan kalori yang tinggi di dalamnya dapat menyebabkan penambahan berat badan. Kacang-kacangan Perlu Anda ketahui, beberapa jenis kacang mengandung beberapa jenis gula yang sulit untuk dicerna yang akan membuat Anda kembung. Baca juga: Diet Rendah Karbohidrat atau Rendah Kalori, Mana yang Lebih Baik?
 01 Jan 2021    19:00 WIB
Kunci Hidup Bahagia Setelah Menikah
Apakah Anda sudah menikah? Bila belum maka Anda mungkin sudah sering mendengar berbagai mitos mengenai apa itu sebenarnya pernikahan yang bahagia dan apa jadinya hubungan sepasang kekasih setelah mereka menikah dan menjadi suami istri. Di bawah ini Anda dapat melihat beberapa mitos yang salah mengenai pernikahan dan apa yang sebenarnya terjadi di dalam kehidupan pernikahan. 50% Pernikahan Berakhir Dengan Perceraian Anggapan salah ini dimulai pada tahun 1970an saat pengadilan memutuskan perceraian diperbolehkan dan banyak orang mulai melakukannya. Pada pertengahan tahun 80an, angka perceraian bahkan mencapai puncaknya hingga 66%. Akan tetapi, angka ini telah menurun sekarang. Menurut sebuah data dari lembaga sensus di Amerika pada tahun 2009, hanya sekitar 30.8% pernikahan berakhir dengan perceraian. Dan pada sebuah penelitian yang dilakukan pada tahun 2011, hanya sekitar 3.6 orang yang bercerai di antara 1.000 orang yang telah menikah. Pasangan yang Bahagia Tidak Pernah Bertengkar Tahukah Anda bahwa jarang bertengkar justru merupakan pertanda bahwa Anda dan pasangan tidak pernah menyelesaikan permasalahan yang ada di antara kalian? Menurut seorang ahli yang telah meneliti sekitar 350 orang pasangan selama 28 tahun, kebahagiaan selalu diiringi dengan pertengkaran. Menurutnya, apa yang membedakan pernikahan yang bahagia dan tidak adalah kemampuan kedua belah pihak untuk belajar menghadapi konflik dan perbedaan pendapat dengan cara yang sehat dan produktif. Selain itu, sebuah penelitian dari the University of Tennessee menunjukkan bahwa pasangan yang mengakui bahwa mereka pun pernah bertengkar justru merasa lebih bahagia mengenai hubungan mereka dalam jangka panjang. Baca juga: Jatuh Cinta Kembali Pada Suami Pasangan yang Memiliki Anak Lebih Bahagia Daripada yang Tidak Memiliki Anak Sebuah penelitian dari United Kingdom’s Open University menemukan bahwa pasangan suami istri yang tidak memiliki anak, rata-rata, justru merasa lebih bahagia dalam kehidupan asmara mereka dibandingkan dengan pasangan yang telah memiliki anak. Penurunan rasa bahagia ini bukan berarti bahwa rasa sayang yang dirasakan oleh pasangan suami istri yang telah memiliki anak tersebut juga berkurang. Akan tetapi, hal ini hanya menunjukkan bahwa semakin banyak tanggung jawab dan peran yang harus mereka jalani (misalnya menjadi pasangan, orang tua, karyawan, pelajar, dan lain sebagainya) membuat mereka memiliki waktu dan energi yang lebih sedikit untuk pasangannya. Kehidupan Seks Orang yang Telah Menikah Buruk Sebuah penelitian yang dilakukan oleh the Center for Sexual Health Promotion di Indiana University menunjukkan bahwa seorang wanita yang telah menikah justru melakukan hubungan seks lebih sering dibandingkan dengan wanita yang telah memiliki pasangan tetapi belum menikah. Sebuah penelitian lainnya yang dilakukan oleh Penn State juga menunjukkan bahwa rasa cinta dan komitmen yang ada di dalam kehidupan pernikahan cenderung membuat hubungan seks terasa lebih memuaskan bagi seorang wanita. Jika Telah Tinggal Bersama Sebelum Menikah, Maka Resiko Perceraian Pun Lebih Tinggi Menurut sebuah penelitian yang dilakukan pada tahun 2011, para peneliti menemukan bahwa status pernikahan (sudah menikah atau belum) sepasang kekasih saat mereka memutuskan untuk tinggal bersama tidak terlalu mempengaruhi kebahagiaan mereka dalam kehidupan pernikahan.Pada penelitian yang dilakukan pada lebih dari 7.000 orang pasangan, para peneliti dari the University of North Carolina di Greensboro justru menemukan bahwa berapa usia pasangan tersebut saat mulai tinggal bersamalah yang lebih menentukan. Pada penelitian ini, para peneliti menemukan bahwa bila pasangan baru berusia 18 tahun saat memutuskan untuk tinggal bersama atau menikah, maka resiko perceraian mereka pun mencapai angka 60%. Sementara itu, bila sepasang kekasih telah berusia 23 tahun saat mereka memutuskan untuk tinggal bersama atau menikah, maka resiko perceraian mereka pun hanya sekitar 30%. Jika Anda Sungguh-sungguh Mencintai Pasangan Anda, Maka Gairah Tidak Akan Pernah Pudar Gairah sangat dipengaruhi oleh ada tidaknya hal baru dan misteri. Hal inilah yang seringkali membuat gairah di antara sepasang suami istri mulai memudar saat pernikahan telah berusia 12-16 bulan. Walaupun gairah memang akan berkurang seiring dengan berjalannya waktu, akan tetapi gairah ini biasanya akan digantikan oleh jenis rasa cinta lainnya yang membuat kehidupan pernikahan sepasang suami istri menjadi langgeng dan penuh kebahagiaan. Baca juga: Ini Cara Pasangan Bahagia Mengatasi Pertengkaran Sumber: womenshealthmag
 31 Dec 2020    20:30 WIB
Mantan Menikah? Jangan Baper! Lakukan Hal Ini
Walaupun sudah berpisah dalam waktu yang cukup lama, tapi ketika mendengar kabar soal si mantan yang ingin menikah memang masih membuat sakit hati. Kenapa harus dia duluan yang nikah? Huhu... Tenang, tenang.. Jangan gegabah! Simak beberapa tips berikut ini ketika mantan kalian menikah duluan! Gak Perlu Cemburu Jangan biarkan kecemburuan atau perasaan galau menguasai hati dan pikiranmu. Yakinkan dirimu bahwa ia telah memilih perempuan lain yang lebih tepat untuknya dan kamu pun sudah (atau akan) bertemu dengan laki-laki lain yang tercipta untukmu. Fokuskan dirimu pada hal-hal yang bisa membuatmu lebih produktif dan menjadi lebih baik lagi. Kedewasaanmu menghadapi situasi ini bisa menjadi kunci kesuksesanmu untuk mengikuti jejaknya menuju ke pelaminan nanti. Hindari Stalking Media Sosial Calon Istrinya Kamu adalah mantan. Perempuan yang pernah hadir dan spesial di masa lalunya. Calon istrinya adalah perempuan yang akan hidup di masa sekarang dan masa depannya. Kamu dan calon istri mantanmu berbeda. Kamu nggak perlu stalking dan membandingkan dirimu dengannya. Memang apa keuntungan yang akan kamu dapatkan setelah membandingkan dirimu dengan calon istri mantanmu? Datang Ke Pernikahannya Menghadiri pesta pernikahan mantan akan memberi kesan Anda adalah pribadi yang dewasa. Di mana kejadian buruk yang terjadi di masa lampau tidak mengusik Anda di masa sekarang. Anda juga akan dinilai sebagai seseorang yang memiliki hati seluas samudera untuk memaafkan dan melupakan. Jadi, kalau Anda tidak ingin dicap kekanak-kanakan, atau masih stuck di masa lalu, atau gagal move on, sebaiknya sih Anda hadir saja ke pernikahannya. And the best part is... free dinner for tonight! Hehe.. Tampil di pernikahan mantan bukan bencana kok. Buktikan dirimu sudah dewasa dan bisa menjalani babak hidup yang baru. Melangkahlah dengan percaya diri dan rasa bahagia yang tulus ketika mantan menikah duluan.  Baca juga: Berbagai Tips untuk Melupakan Mantan Anda
 23 Dec 2020    21:00 WIB
Tips untuk Pengantin Baru di Malam Pertama
Malam pertama menjadi salah satu momen yang paling ditunggu-tunggu oleh pasangan pengantin baru. Namun seringkali baik pria atau wanita kerap canggung menjalani malam pertama ini. Apa sih yang harus dilakukan? Mulai dari mana ya? Yuk simak beberapa tips berikut ini: Kebersihan Organ Intim Sebelum melakukan seks di malam pertama pernikahan mu, ada baiknya kamu tak lupa untuk memperhatikan organ intim. Jika ada waktu luang, kamu boleh juga mencukur bulu kemaluan, agar tampak lebih fresh. Bangun mood positif dan romantis Tak ada salahnya menyetel lagu syahdu dengan lampu redup, itu cocok untuk menciptakan suasana romantis. Kamu dan pasangan pun menjadi lebih intim. Foreplay Jangan pernah melupakan foreplay. Ini adalah aktivitas pendahuluan yang bertujuan untuk saling memberikan rangsangan seksual. Mulailah dengan ciuman kemudian sentuh area yang peka akan rangsangan. Penetrasi Jika ada ereksi penis yang keras dan optimal pada pria dan lubrikasi pada vagina wanita, artinya kamu dan pasangan siap untuk melakukan penetrasi seksual. Kalian bisa memulainya dengan gaya Woman on Top atau wanita di posisi atas. Posisi penetrasi ini bisa membuat penis menstimulasi area G-Spot vagina dengan maksimal. Ejakulasi dan orgasme Sangat penting mengatur gaya penetrasi, agar kedua belah pihak mendapat kenikmatan dalam seks dan bisa mencapai orgasme. Beberapa wanita ada yang sulit untuk mencapai orgasme, so kalian jangan ragu untuk membicarakannya dengan pasangan ya. Tutup dengan pelukan Pelukan sayang dan ciuman mesra bisa menambah keintiman diantara kalian. Hey pria, jangan langsung ditinggal bobo ya.. Demikian beberapa tips yang bisa kalian lakukan di malam pertama pernikahan. Tapi, seks di malam pertama sebenarnya tidak harus dilakukan ya, terutama jika stamina kalian tidak memungkinkan. Selamat mencoba! Baca juga: Malam Pertama, Enaknya Gimana Ya?
 17 Dec 2020    13:00 WIB
Waspadai Kekerasan Dalam Rumah Tangga
Masyarakat umumnya lebih banyak mengetahui dan mengenal kekerasan dalam rumah tangga pada wanita, akan tetapi kekerasan rumah tangga juga dapat terjadi pada pria. Seperti halnya pada wanita, kekerasan pada pria dapat mencakup kekerasan fisik, emosional, seksual, dan ancaman. Mengetahui kekerasan yang terjadi dalam suatu hubungan tidaklah mudah, baik pada wanita maupun pria. Pasangan anda mungkin memulainya dengan bersikap posesif yang lama-kelamaan membuat anda terisolasi dan mengontrol kehidupan anda. Mengenal tanda kekerasan dalam rumah tangga anda dan bagaimana cara terlepas dari situasi tersebut merupakan hal yang penting anda ketahui. Apa Itu Kekerasan Dalam Rumah Tangga? Kekerasan dalam rumah tangga merupakan tindakan kekerasan yang dilakukan oleh pasangan anda, yang biasanya terjadi dalam berbagai bentuk, mulai dari kekerasan emosional, seksual, fisik, dan mengancam. Pada awalnya, anda mungkin tidak menyadari kekerasan dalam hubungan anda dan pasangan. Kekerasan biasanya tidak terlihat pada awalnya dan semakin memburuk seiring dengan berlalunya waktu. Bila pasangan anda melakukan beberapa hal di bawah ini, maka anda mungkin mengalami kekerasan dalam rumah tangga anda, yaitu: - Menghina atau meremehkan anda - Melarang anda bekerja atau pergi ke sekolah - Melarang anda menemui anggota keluarga lainnya atau teman-teman anda - Berusaha untuk mengatur seluruh aspek kehidupan anda, seperti bagaimana anda memakai uang anda, ke mana anda pergi, obat-obatan yang anda gunakan, dan bahkan mengatur pakaian yang anda kenakan - Cemburu berlebihan atau perilaku posesif atau terus menuduh anda berselingkuh - Mengkonsumsi alkohol atau obat-obatan terlarang dan mudah marah karenanya - Mengancam anda dengan kekerasan atau menggunakan senjata tertentu - Memukul, menendang, mendorong, menampar, mencekik, atau berbagai tindakan lainnya yang menyakiti anda, anak anda, atau bahkan hewan peliharaan anda - Memaksa anda untuk berhubungan seksual di luar kemauan anda - Menyalahkan anda atas semua tindakan kekerasan yang terjadi pada anda - Mengatakan bahwa anda pantas mendapat perlakuan kasar atau kekerasan tersebut - Mengatakan bahwa tindakan kekerasan yang terjadi merupakan keinginan anda dan menguntungkan bagi anda Kadang-kadang, kekerasan dalam rumah tangga dimulai atau meningkat saat dan selama anda hamil. Anak yang pernah atau telah menyaksikan tindakan kekerasan pada orang tuanya cenderung tumbuh menjadi anak dengan gangguan perilaku dan juga menyiksa orang lain saat dewasa. Beberapa anak bahkan berpikir bahwa kekerasan dalam suatu hubungan merupakan suatu hal yang normal. Jika anda berada dalam situasi di atas, biasanya anda akan mengalami hal ini, yaitu pasangan anda akan mengancam anda, kemudian menyiksa anda, lalu minta maaf dan berjanji tidak akan mengulanginya lagi, bahkan memberikan anda hadiah. Hal ini akan terus berulang dan kekerasan bahkan menjadi lebih berat dan sering seiring dengan berlalunya waktu. Semakin lama anda berada dalam hubungan ini, maka hal ini akan semakin mempengaruhi rasa percaya diri anda, anda akan menjadi depresi dan cemas. Anda bahkan dapat mulai meragukan kemampuan anda untuk mengurus diri anda sendiri dan mulai berpikir bahwa tindakan kekerasan yang anda alami merupakan akibat dari kesalahan anda. Bagaimana Cara Keluar dari Hubungan Penuh Kekerasan ? Langkah awal yang dapat anda lakukan adalah beritukanlah pada orang lain yang anda percayai bahwa anda mengalami kekerasan dalam hubungan atau rumah tangga anda. Pada awalnya, anda mungkin merasa sulit untuk membicarakan atau memberitahu orang lain mengenai tindakan kekerasan yang anda alami. Melepaskan diri dari pasangan yang suka menyiksa anda mungkin akan sangat sulit dan berbahaya. Di bawah ini terdapat beberapa persiapan yang sebaiknya anda lakukan: - Bila memungkinkan, hubungi lembaga-lembaga atau rumah penampungan bagi wanita maupun pria yang mengalami kekerasan - Persiapkan sebuah tas yang berisi berbagai perlengkapan yang anda perlukan saat pergi meninggalkan rumah dan pasangan anda, seperti uang, pakaian, dan berbagai kebutuhan lainnya. Simpan di tempat tersembunyi - Pastikan bahwa anda tahu ke mana anda akan pergi dan bagaimana cara anda mencapai tempat tersebut - Pasangan anda bahkan mungkin menggunakan kemajuan teknologi untuk mengawasi setiap telepon atau lokasi anda. Beberapa hal yang perlu diperhatikan adalah: - Hati-hati saat menggunakan telepon karena pasangan anda mungkin melakukan berbagai pengecekan terhadap telepon anda - Jangan gunakan komputer di rumah anda untuk mencari berbagai informasi yang anda perlukan - Gantilah kata kunci email atau hal lainnya sesering mungkin. Pilihlah kata kunci yang tidak mungkin diketahui oleh pasangan anda - Hubungi polisi atau seseorang yang anda percayai untuk mencari bantuan Baca juga: 7 Jenis Kekerasan Orang Tua Terhadap Anak Sumber: mayoclinic
 13 Dec 2020    14:00 WIB
Pacaran Lama Belum Diajak Nikah? Lakukan Ini Agar Dia Mau Melamar Anda
Anda sudah pacaran cukup lama, usia Anda dengannya sudah cukup untuk menikah, sudah menghadiri beberapa kali acara pernikahan teman, namun dia tak kunjung melamar Anda. Apakah Anda pernah mengalami hal diatas? Bila iya, tentu sekarang Anda sedang merasa bimbang dan bertanya-tanya kapan dia akan melamar Anda, atau bahkan sudah ada desakan dari keluarga kapan dia melamar. Jangan merasa bimbang untuk Anda para wanita ada loh beberapa cara untuk membuat dia segera melamar Anda. Berikut cara yang dapat Anda ikuti: 1.      Sisipkan pembicaraan mengenai pernikahan Agar tidak terkesan berlebihan dan seakan memaksa, maka Anda bisa memulai pembicaraan yang lain, namun sisipkan pembicaraan mengenai pernikahan, seperti "teman aku baru saja menikah, terus mereka honey moon ke bali. Kalau kamu mau honeymoonnya kemana?" atau "wah si x cantik sekali dengan gaun pengantin ini, kalau aku maunya cocok ga ya pakai gaun pengantin???" Sisipan pembicaraan tentang pernikahan akan membuat dia mulai berpikir bahwa Anda memang sudah ingin menikah. 2.      Rencanakan perjalanan yang romantis Terkadang yang membuat belum melamar pasangannya, bukan berarti dia tidak menyukai pasangannya. Namun merasa belum menemukan momen yang tepat untuk melamar pasangannya. Jadi bila Anda ingin membuat dia melamar Anda, cobalah ajak kekasih Anda untuk melakukan perjalanan romantis. Rencanakan dari jauh hari, sehingga kekasih Anda memiliki waktu untuk memikirkan tempat tujuan liburan yang tepat untuk melamar. Anda tak perlu sebutkan tempatnya, biarkan dia yang memikirkannya. Meski dia tidak berniat melamar Anda, suasana romantis saat berlibur bisa membuat pikirannya mengarah untuk melamar. 3.      Perlihatkan bahwa Anda adalah calon istri ideal Saat mencari pacar, mungkin pria tidak memiliki seleksi yang terlalu ketat. Namun untuk seorang istri maka dia akan memilih yang terbaik. Apabila sekarang ini Anda dan kekasih sudah melewati hari bersama-sama dengan bersenang-senang. Tunjukkanlah bahwa Anda memiliki sikap ideal untuk menjadi istri yang baik. Perlihatkan kepadanya bahwa Anda seorang wanita yang mandiri, memiliki karir yang baik namun juga bisa mengurus urusan rumah tangga seperti memasak dan memiliki sisi keibuan. Melihat sisi ideal Anda ini dijamin dia akan bersemangat untuk segera melamar Anda dan merasa Andalah yang dapat melengkapi kehidupannya. 4.      Membicarakan manfaat menikah Terkadang ada beberapa pria yang takut untuk menikah. Ketakutan akan terkekang, ketakutan akan kesulitan dalam membiayai keluarga nantinya dan mungkin banyak ketakutan lain. Oleh karena itu tidak ada salahnya bila Anda membicarakan manfaat menikah dengan kekasih, seperti dengan menikah akan membuat seseorang menjadi lebih bertanggung jawab, keuangan yang lebih stabil karena ada 2 orang yang bekerja, bisa menyimpan uang dan penggunaan dana yang lebih terarah. Terhindar dari dosa dan bisa melakukan hubungan intim yang sehat. Pembicaraan mengenai manfaat pernikahan akan membuat kekasih Anda sadar akan pentingnya sebuah pernikahan. 5.      Buat ia merasa kehilangan jika dia tidak menikahi Anda Terkadang seorang pria merasa "santai-santai" saja bila kekasihnya mau saja diajak pacaran lama. Namun bila Anda sebagai wanita bisa menunjukkan bahwa Anda adalah wanita hebat yang akan membuat pria merasa beruntung bila menikahi Anda. Dan mungkin saja ada banyak pria yang menantikan Anda untuk menjadi istrinya. Hal ini akan membuat pria seperti kebakaran jenggot dan akan merasa takut akan kehilangan. Jadi berikanlah waktu untuk kekasih Anda, bahwa Anda hanya bisa menunggu sampai waktu tertentu. Cara ini akan membuatnya segera berpikir untuk melamar Anda. Sebagai seorang wanita, wanita harus mampu menunjukkan bahwa Anda wanita yang hebat dan pantas untuk dijadikan istri. Jangan biarkan dia menggangap Anda tidak berarti. Cobalah ikuti cara diatas siapa tahu dia langsung melamar Anda. Baca juga: 7 Jenis Pria yang Tidak Akan Menikahi Anda Sumber: wikihow
 13 Dec 2020    14:00 WIB
Pacaran Lama Belum Diajak Nikah? Lakukan Ini Agar Dia Mau Melamar Anda
Anda sudah pacaran cukup lama, usia Anda dengannya sudah cukup untuk menikah, sudah menghadiri beberapa kali acara pernikahan teman, namun dia tak kunjung melamar Anda. Apakah Anda pernah mengalami hal diatas? Bila iya, tentu sekarang Anda sedang merasa bimbang dan bertanya-tanya kapan dia akan melamar Anda, atau bahkan sudah ada desakan dari keluarga kapan dia melamar. Jangan merasa bimbang untuk Anda para wanita ada loh beberapa cara untuk membuat dia segera melamar Anda. Berikut cara yang dapat Anda ikuti: 1.      Sisipkan pembicaraan mengenai pernikahan Agar tidak terkesan berlebihan dan seakan memaksa, maka Anda bisa memulai pembicaraan yang lain, namun sisipkan pembicaraan mengenai pernikahan, seperti "teman aku baru saja menikah, terus mereka honey moon ke bali. Kalau kamu mau honeymoonnya kemana?" atau "wah si x cantik sekali dengan gaun pengantin ini, kalau aku maunya cocok ga ya pakai gaun pengantin???" Sisipan pembicaraan tentang pernikahan akan membuat dia mulai berpikir bahwa Anda memang sudah ingin menikah. 2.      Rencanakan perjalanan yang romantis Terkadang yang membuat belum melamar pasangannya, bukan berarti dia tidak menyukai pasangannya. Namun merasa belum menemukan momen yang tepat untuk melamar pasangannya. Jadi bila Anda ingin membuat dia melamar Anda, cobalah ajak kekasih Anda untuk melakukan perjalanan romantis. Rencanakan dari jauh hari, sehingga kekasih Anda memiliki waktu untuk memikirkan tempat tujuan liburan yang tepat untuk melamar. Anda tak perlu sebutkan tempatnya, biarkan dia yang memikirkannya. Meski dia tidak berniat melamar Anda, suasana romantis saat berlibur bisa membuat pikirannya mengarah untuk melamar. 3.      Perlihatkan bahwa Anda adalah calon istri ideal Saat mencari pacar, mungkin pria tidak memiliki seleksi yang terlalu ketat. Namun untuk seorang istri maka dia akan memilih yang terbaik. Apabila sekarang ini Anda dan kekasih sudah melewati hari bersama-sama dengan bersenang-senang. Tunjukkanlah bahwa Anda memiliki sikap ideal untuk menjadi istri yang baik. Perlihatkan kepadanya bahwa Anda seorang wanita yang mandiri, memiliki karir yang baik namun juga bisa mengurus urusan rumah tangga seperti memasak dan memiliki sisi keibuan. Melihat sisi ideal Anda ini dijamin dia akan bersemangat untuk segera melamar Anda dan merasa Andalah yang dapat melengkapi kehidupannya. 4.      Membicarakan manfaat menikah Terkadang ada beberapa pria yang takut untuk menikah. Ketakutan akan terkekang, ketakutan akan kesulitan dalam membiayai keluarga nantinya dan mungkin banyak ketakutan lain. Oleh karena itu tidak ada salahnya bila Anda membicarakan manfaat menikah dengan kekasih, seperti dengan menikah akan membuat seseorang menjadi lebih bertanggung jawab, keuangan yang lebih stabil karena ada 2 orang yang bekerja, bisa menyimpan uang dan penggunaan dana yang lebih terarah. Terhindar dari dosa dan bisa melakukan hubungan intim yang sehat. Pembicaraan mengenai manfaat pernikahan akan membuat kekasih Anda sadar akan pentingnya sebuah pernikahan. 5.      Buat ia merasa kehilangan jika dia tidak menikahi Anda Terkadang seorang pria merasa "santai-santai" saja bila kekasihnya mau saja diajak pacaran lama. Namun bila Anda sebagai wanita bisa menunjukkan bahwa Anda adalah wanita hebat yang akan membuat pria merasa beruntung bila menikahi Anda. Dan mungkin saja ada banyak pria yang menantikan Anda untuk menjadi istrinya. Hal ini akan membuat pria seperti kebakaran jenggot dan akan merasa takut akan kehilangan. Jadi berikanlah waktu untuk kekasih Anda, bahwa Anda hanya bisa menunggu sampai waktu tertentu. Cara ini akan membuatnya segera berpikir untuk melamar Anda. Sebagai seorang wanita, wanita harus mampu menunjukkan bahwa Anda wanita yang hebat dan pantas untuk dijadikan istri. Jangan biarkan dia menggangap Anda tidak berarti. Cobalah ikuti cara diatas siapa tahu dia langsung melamar Anda. Baca juga: 7 Jenis Pria yang Tidak Akan Menikahi Anda Sumber: wikihow