Your browser does not support JavaScript!
 24 Mar 2021    10:00 WIB
Sebelum Nikah, Coba Bicarakan Hal Ini Dengan Pasangan
Jatuh cinta adalah sebuah perasaan yang indah, namun untuk bertahan membutuhkan sebuah perjuangan Setiap pasangan memerlukan kemampuan berkomunikasi untuk dapat terus mempertahankan hubungan. Terlebih lagi untuk Anda yang ingin menjalani hubungan yang lebih serius yaitu pernikahan. Agar pernikahan Anda selalu langgeng atau beberapa hal yang harus Anda bicarakan dengan pasangan. Terkadang banyak pasangan yang merasa enggan untuk membicarakan hal yang sifatnya terlalu pribadi. Padahal ini penting untuk langgengnya hubungan pernikahan Anda dengan pasangan. Berikut adalah lima topik yang harus diskusikan dengan pasangan sebelum mengikat janji sehidup semati: 1.      Uang Bagaimana cara Anda berdua dalam mengelola keuangan? Siapa yang akan membayar tagihan?  Siapa yang akan mengelola keuangan? Apakah memiliki tabungan bersama? Apakah memegang uang masing-masing? Bagaimana rencana pengeluaran? Apakah akan hidup sederhana atau lebih royal? Aset apa saja yang dimiliki? Berapa gaji yang di dapat? Apakah ada pekerjaan tambahan? Uang adalah topik besar yang harus dibicarakan antar pasangan. Jangan sampai Anda berdua mengabaikan hal ini dan kemudian menyesal. Karena banyak pasangan yang bercerai karena masalah yang satu ini. 2.      Anak Berapa banyak anak yang ingin Anda berdua miliki? Bagaimana cara merawat mereka? Siapa yang mengurus mereka nantinya? Apakah Anda dan pasangan bergantian dalam menjaga anak? Seperti apa gaya Anda sebagai orang tua nantinya? Pendidikan apa yang akan ditempuh anak? Bagaimana cara menjaga kedisplinan anak? Apa yang akan Anda berdua lakukan bila banyak hal yang diinginkan pada anak namun tidak tercapai? Anak juga merupakan hal yang penting untuk dibahas, karena salah satu tujuan utama dari pernikahan adalah memiliki penerus dalam keluarga. Anak adalah anugerah, namun bisa menjadi masalah untuk hubungan pernikahan bila tidak berjalan dengan baik. 3.      Kerja dan Karir Apakah Anda berdua akan bekerja? Jam kerja seperti apa? Apakah tidak apa-apa bila hanya Anda atau pasangan yanng bekerja? Apabila Anda atau pasangan ditawarkan kesempatan berkarir di lokasi yang jauh dari keluarga, apakah Anda akan mengikutinya? Seperti apa tingkat ambisi Anda dalam mencapai puncak karir, sama atau berbeda/ Apakah ada masalah apabila ambisi tersebut berbeda? Apabila sama, apakah akan menyebabkan persaingan di antara Anda berdua dan bagaimana Anda mengatasi hal ini? Kerja dan karir adalah bagian penting dan besar dalam hidup Anda, karena hampir kebanyakan orang menghabiskan waktunya di tempat kerja, sehingga sangat penting bagi Anda berdua memahami hal ini dan hasilnya nanti untuk kehidupan Anda bersama di masa depan. 4.      Seks dan Keintiman Apakah Anda atau pasangan pernah berhubungan seks sebelumnya? Apakah seks merupakan hal yang sangat penting atau tidak? Apakah Anda atau pasangan memiliki masalah dalam fantasi seksual? Perlukan Anda dan pasangan memamerkan hubungan Anda berdua ke publik? Meski hubungan seks adalah salah satu masalah yang sering tabu untuk dibicarakan. Namun hal ini merupakan hal yang sangat penting. Dalam berhubungan seks maka Anda dan pasangan dapat menyampaikan perasaan dan menunjukkan cinta kasih yang dimiliki. Sehingga Anda dan pasangan bisa mengatakan apa yang diinginkan dan tidak diinginkan mengenai hubungan seks. Sehingga antar dan pasangan akan ada kejujuran dan tidak ada rasa keterpaksaan. 5.      Kebiasaan buruk Apakah Anda merokok, peminum alkohol ataukah sering berjudi? Bila iya, apakah hal ini menjadi masalah untuk Anda dan pasangan? Apakah Anda atau pasangan memiliki gangguan kesehatan mental atau penyakit keturunan? Kebiasaan buruk lain apa yang sering dilakukan? Jangan menganggap remeh mengenai kebiasaan buruk karena terkadang sulit untuk merubah kebiasaan yang sudah sejak lama dilakukan oleh seseorang. Ketika Anda memberikan begitu banyak pertanyaan pada pasangan. Usahakan untuk melakukan di tempat dan suasana yang memadai. Karena dalam hal ini dibutuhkan kejujuran dan kemampuan untuk menerima kenyataan dari setiap jawaban yang ada, meski hal ini pahit. Semua pembicaraan yang Anda lakukan ini bukan untuk memicu pertengkaran namun untuk mendapatkan jawaban dan solusi yang terbaik untuk Anda dan pasangan. Baca juga: Ingin Menikah? Baca dulu Hal-hal berikut! Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang Sumber: yourtango
 19 Mar 2021    20:00 WIB
12 Jenis Seks yang Pasti Pernah Dialami Oleh Semua Orang
 Seiring dengan semakin bertambahnya usia Anda, maka Anda pun akan memiliki semakin banyak pengalaman dalam hal percintaan dan tentu saja seks. Berbagai pengalaman tersebut dapat menjadi guru yang membuat Anda dapat belajar dari kesalahan. Di bawah ini Anda dapat melihat 12 jenis seks yang pasti pernah dialami oleh semua orang yang telah aktif secara seksual.  1.      Seks Pertama yang Canggung Semua orang pasti pernah mengalami jenis seks yang satu ini. Pengalaman pertama yang canggung dan bahkan mungkin memalukan tersebut merupakan langkah penting bagi kelanjutan kehidupan seksual Anda, di mana Anda dapat memperoleh banyak pelajaran berharga mengenai seks, pria, dan diri Anda sendiri.  2.      Pertama Kali Anda Tahu Apa yang Anda Lakukan Setelah Anda dan pasangan berhubungan intim beberapa kali, maka pada akhirnya Anda dan pasangan pun akan menjadi lebih ahli dan tahu apa yang Anda inginkan, apa yang Anda sukai, serta apa yang pasangan Anda sukai.  3.      Seks Tanpa Batas Seks tanpa batas merupakan seks yang terjadi saat Anda benar-benar melepaskan "kekang" dari diri Anda. Pada saat ini Anda mungkin akan mencoba berbagai hal yang belum pernah Anda coba dan membuat baik Anda maupun pasangan menjadi sangat "liar".  4.      Seks Perdamaian Anda bahkan mungkin tidak akan ingat lagi apa penyebab pertengkaran Anda dengan pasangan setelah merasakan seks yang luar biasa. Akan tetapi, berhati-hatilah agar Anda tidak menjadikannya alasan untuk bertengkar minggu depan.  5.      Seks yang Sangat Memuaskan Hingga Anda Tanpa Sadar Merusak Barang Seks jenis ini merupakan seks yang sangat memuaskan hingga Anda tidak lagi dapat mengendalikan benda apa yang Anda genggam atau tendang dan menyebabkan berbagai kerusakan di sekitar Anda.  6.      Seks di Pagi Hari, Penyebab Anda Terlambat Kerja Seks di pagi hari tidak hanya dapat membuat Anda terlambat kerja, tetapi juga dapat membuat mood Anda sangat baik di sepanjang hari lho.  7.      Seks Penyesalan Baik bagi Anda yang suka berpetualang atau tidak, hampir sebagian besar orang pasti pernah mengalami seks penyesalan, di mana mereka tidak percaya mereka melakukannya, misalnya berhubungan intim di tempat umum, atau menggunakan seks toys, atau threesomes.   Baca juga: Ukuran Penis dan Hubungannya Dengan Kepuasan Seksual Seorang Wanita  8.      Seks Percobaan yang Gagal Setiap pasangan pasti ingin mencoba gaya bercinta atau posisi bercinta baru, di mana mereka mungkin akan terluka saat melakukannya. Akan tetapi, bukan berarti Anda tidak boleh mencobanya. Dengan mencobanya, Anda mungkin akan menemukan posisi bercinta baru yang sangat luar biasa atau menertawai diri Anda sendiri dan pasangan karena gagal.  9.      Seks yang Sangat Berisik Hubungan intim Anda bersama pasangan sangat "panas" malam ini hingga membuat tetangga marah? Jangan khawatir, hampir semua orang pernah mengalaminya. Satu-satunya resiko adalah tetangga Anda akan melihat Anda dengan pandangan yang berbeda di esok hari.  10.  Seks Perpisahan Jenis seks yang satu ini biasanya terjadi saat pasangan Anda harus bertugas cukup lama di luar kota atau Anda akan berpisah dengan pasangan.  11.  Seks Tanpa Usaha Memang benar bahwa seks yang nikmat membutuhkan kerja sama yang baik di antara Anda dan pasangan, akan tetapi setidaknya sekali dalam hidup Anda, Anda mungkin ingin merasakan seks nikmat tanpa perlu berusaha. Pastikan saja Anda "membalas" pasangan Anda.  12.  Seks Penuh Cinta Saat Anda dan pasangan baru saja menikah, maka rasa cinta yang ada akan terasa begitu besar, hingga rasanya Anda dan pasangan tidak dapat dipisahkan. Selain itu, saat Anda dan pasangan begitu saling mencintai, Anda berdua biasanya akan lebih sering berhubungan intim.     Sumber: womenshealthmag
 19 Mar 2021    10:00 WIB
Kenapa Saya Ditinggal Pasangan Saya?
Saat Anda jatuh cinta pada seseorang, Anda tentu ingin selalu bersama dengannya apapun yang terjadi. Akan tetapi, pada beberapa orang, pria khususnya, mereka dapat meninggalkan wanita yang dicintainya karena berbagai alasan. Di bawah ini Anda dapat melihat 6 alasan mengapa seorang pria meninggalkan wanita yang sebenarnya sangat dicintainya.   1.      Seks Kadangkala, suatu hubungan asmara yang tampaknya baik-baik saja dapat berakhir hanya karena seks. Bila salah satu atau kedua belah pihak merasa bahwa hubungan seks yang diperolehnya dari pasangannya tidak sehebat yang diharapkannya, maka ia mungkin akan memutuskan untuk meninggalkan pasangannya tersebut, walaupun sebenarnya ia sangat menyukainya.   2.      Ia Ingin Berhubungan Intim Dengan Orang Lain Mungkin kehidupan seksual Anda dan pasangan baik-baik saja. Akan tetapi, ia mungkin ingin mencoba melakukannya bersama dengan orang lain. Mengapa demikian? Hingga saat ini, para peneliti masih tidak mengetahui secara pasti mengapa seorang pria selalu berkeinginan untuk berhubungan seks dengan wanita lain, walaupun sebenarnya ia mencintai pasangannya saat ini.   3.      Temannya Tidak Menyukai Anda Tahukah Anda bahwa teman-temannya ternyata memiliki pengaruh yang cukup besar terhadap kehidupan asmara Anda dengannya? Bila pasangan Anda merupakan seseorang yang mudah dipengaruhi, maka ia pun mungkin akan merasa bahwa apa yang dikatakan oleh temannya, misalnya saat temannya mengatakan bahwa ia bisa memperoleh pasangan yang lebih baik dari Anda, adalah benar.   Baca juga: 6 Cara Sederhana Untuk Membuat Si Dia Tetap Tertarik Pada Anda   4.      Ibunya Tidak Menyukai Anda Salah satu hal yang dapat membuat seorang pria meninggalkan wanita yang dicintainya adalah karena ibunya tidak menyukai pilihannya tersebut. Oleh karena itu, berhati-hatilah dalam bersikap dan berkata-kata saat Anda bertemu dengan orang tuanya nanti, karena hal ini mungkin akan menentukan masa depan hubungan asmara Anda dengan si dia.   5.      Atasannya Memaksa Ia Untuk Melakukannya Bagi beberapa orang pria, karirnya merupakan segalanya baginya. Jadi, bila ia harus memilih di antara Anda dan karirnya, maka ia pun akan langsung menjatuhkan pilihannya pada pekerjaannya tersebut. Akan lebih baik bagi Anda bila Anda tidak berhubungan dengan pria jenis ini.   6.      Ia Tidak Dapat Menjalin Hubungan Asmara Jarak Jauh Tidak semua orang dikaruniai kemampuan untuk menjalin hubungan asmara jarak jauh. Oleh karena itu, bila pasangan Anda tampaknya merupakan seseorang yang sulit menjalin hubungan jarak jauh, akan lebih baik bila Anda mengikutinya pindah atau bila hal tersebut tidak memungkinkan, berpisah mungkin adalah jalan yang terbaik bagi Anda dan pasangan.   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur https://dokter.id/tanya-dokter"> Tanya dokter sekarang .   Sumber: womenshealthmag
 15 Mar 2021    10:00 WIB
5 Tempat Di Mana Pertengkaran Pasangan Paling Sering Terjadi
Tahukah Anda bahwa ada beberapa situasi dan tempat yang tampaknya seringkali memicu terjadinya pertengkaran di antara pasangan kekasih atau suami istri. Di bawah ini Anda dapat melihat apa saja situasi dan di mana tempat tersebut dan bagaimana cara mengatasinya.  1.      Saat Berpergian BersamaKurang tidur karena sibuk berkemas, naik pesawat, merasa pegal karena tempat duduk yang sempit, dan harus memutuskan apa yang harus dilakukan setiap harinya. Keempat hal ini tentunya dapat membuat pasangan mana pun bertengkar.Saat Anda berpergian, maka rutinitas harian Anda dan pasangan pun akan sama-sama terganggu sehingga Anda dan pasangan sama-sama hanya memiliki sedikit "kendali" terhadap segala sesuatu yang terjadi. Jadi, bila ada sedikit saja sesuatu yang tidak berjalan sesuai dengan rencana Anda, maka Anda pun cenderung akan menyalahkan orang lain dan pasangan Anda merupakan sasaran empuk saat itu.Akan tetapi, sikap saling menyalahkan ini tidak akan menyelesaikan masalah Anda. Akan lebih baik bila Anda memfokuskan perhatian dan pikiran Anda pada masalah yang Anda hadapi. Oleh karena itu, beritahukanlah pada pasangan Anda saat Anda merasa kesal akan sesuatu hal dan carilah jalan keluarnya bersama. Baca juga: Tips Mengatasi Pertengkaran Dalam Pernikahan 2.      Saat Pergi Makan BersamaSaat Anda pergi makan bersama dengan pasangan bahagia lainnya dan pasangan Anda melakukan atau mengatakan sesuatu hal yang tidak Anda sukai, maka Anda pun tidak dapat menegurnya secara langsung di hadapan semua orang.Mengapa pasangan Anda melakukan hal tersebut? Hal ini mungkin dikarenakan ia sedang mencoba melucu atau sedang mencoba berbicara dengan Anda mengenai sesuatu hal yang ia tahu akan membuat Anda marah (ia merasa lebih aman saat ada banyak orang di sekitarnya sehingga Anda tidak dapat langsung marah padanya).Jadi, lain kali bila pasangan Anda mengatakan atau melakukan sesuatu hal yang membuat Anda merasa kesal, tahanlah keinginan Anda untuk langsung menegurnya, tarik napas dalam, dan fokuslah pada diri Anda sendiri. Beritahukanlah apa yang Anda rasakan pada pasangan Anda saat Anda telah berduaan dengannya di rumah. 3.      Di Tempat PestaTahukah Anda bahwa acara pesta dapat memicu timbulnya sisi kompetitif pada sejumlah pasangan, yang membuat mereka seringkali bertengkar. Melihat pasangan lainnya yang sedang dimabuk asmara dapat membuat sejumlah pasangan membandingkan hubungan asmaranya dengan pasangan lainnya.Memang benar saat pasangan Anda tidak bertindak atau berperilaku sesuai dengan harapan Anda, maka hal ini tentu saja akan membuat Anda merasa sedih dan marah. Jadi, apa yang harus Anda lakukan? Tarik napas dalam-dalam dan bertanyalah pada diri Anda sendiri apa yang Anda inginkan untuk terjadi pada 5 menit ke depan. Dengan demikian, Anda biasanya akan menyadari bahwa Anda tidak ingin bertengkar dengan pasangan Anda, apalagi di acara pesta orang lain.Jadi, fokuskan perhatian Anda pada acara yang sedang Anda hadiri dan nikmatilah pesta tersebut. Bahaslah semua permasalahan Anda dengan pasangan nanti setelah Anda memiliki waktu pribadi berduaan. 4.      Di Dalam MobilKemacetan lalu lintas biasanya merupakan situasi lainnya yang seringkali membuat sejumlah pasangan bertengkar. Hal ini biasanya dikarenakan Anda dan pasangan sama-sama merasa frustasi akan kemacetan yang Anda hadapi dan melampiaskannya pada pasangan.Jadi, apa yang harus dilakukan? Beritahukanlah apa yang Anda rasakan pada pasangan Anda (tanpa menyalahkannya karena memilih jalan tersebut misalnya) kemudian bertanyalah pada pasangan Anda apa yang ia rasakan.Selain itu, humor juga dapat membantu. Jika Anda dan pasangan tidak sedang dikejar waktu, maka berhenti dan menghabiskan waktu sebentar di tempat nongkrong terdekat juga dapat membantu menghilangkan rasa bosan dan kesal akibat macet. 5.      Di Dekat Mertua atau Ipar AndaBagi sejumlah pasangan, berada di sekitar anggota keluarga pasangannya dapat membuat mereka bertengkar, baik dikarenakan oleh ibu mertua yang selalu mengkritik setiap hal atau karena adik ipar yang terlalu terus terang. Apapun komentar dan pendapat pihak ketiga yang ikut masuk ke dalam hubungan Anda dan pasangan biasanya justru dapat memicu terjadinya pertengkaran.Akan lebih baik, bila Anda menjauhkan diri dari berbagai hal dan orang yang dapat membuat Anda atau pasangan merasa stress dan memicu terjadinya pertengkaran. Selain itu, membiarkan pasangan Anda "curhat" mengenai apa yang ia rasakan juga dapat membantu membuatnya merasa didengarkan, diperhatikan, dan membuat Anda dapat mengetahui apa yang sedang ia pikirkan dan rasakan. Jadilah seorang pendengar yang baik dan tanyakan sejak kapan ia merasa demikian. Intinya adalah jangan saling menyalahkan satu sama lain. Carilah jalan keluar terbaik bagi permasalahan Anda dan pasangan bersama-sama.  Sumber: womenshealthmag
 17 Feb 2021    17:00 WIB
5 Tanda Pernikahan Sehat
Sebenarnya bagaimana sih tanda pernikahan yang sehat itu? Pada dasarnya tergantung bagaimana Anda melihatnya. Standar pernikahan yang sehat bisa jadi tidak sama untuk semua pasangan suami istri, karena setiap pasangan memiliki kebutuhan yang berbeda. Kebutuhan spesifik seperti komunikasi, seks, kasih sayang dan sebagainya dapat berubah seiring jalannya waktu. Seperti dikutip dari Healthline, hubungan yang sehat adalah istilah luas karena apa yang membuat suatu hubungan berkembang tergantung pada kebutuhan pasangan itu sendiri. Tapi, disini ada 5 tanda yang bisa menjadi indikasi bahwa pernikahan yang sedang Anda dan pasangan jalani adalah hubungan pernikahan yang sehat. Simak yuk! Saling Percaya Kepercayaan melibatkan kejujuran dan integritas. Jika Anda dan pasangan saling percaya, maka akan merasa aman dan nyaman karena masing-masing tahu tidak akan menyakiti baik fisik ataupun emosi. Komunikasi Pernikahan yang sehat apabila suami dan istri dapat dengan mudah berkomunikasi dan berdiskusi tentang hal-hal yang terjadi dalam hidup. Anda dan pasangan merasa nyaman membicarakan apapun. Sekalipun Anda dan pasangan memiliki cara pandang yang berbeda, namun masing-masing akan tetap mendengarkan tanpa menghakimi dan kemudian membagi perspektif yang dia miliki. Intinya, komunikasi harus berjalan dua arah ya. Nyaman Berbagi Tugas Rumah Tangga Seringkali perbedaan gender menjadi panduan dalam berbagi tugas di rumah. Mentang-mentang laki-laki, lantas pekerjaan mencuci baju otomatis jadi pekerjaan istri. Karena sudah ada suami mencari nafkah, maka istri yang mengerjakan semua pekerjaan rumah tangga. Sudah bukan jamannya lagi, sih, berpikir seperti ini. Berbagi tugas berarti meringankan pekerjaan masing-masing pasangan terutama ketika Anda memilih tidak punya ART di rumah.  Keintiman Fisik Nggak melulu soal hubungan seks. Walaupun hubungan pernikahan tentu nggak lepas dari hal tersebut dan tetap penting. Tapi keintiman fisik juga melibatkan kecupan di kening, peluk hangat, dan mengelus rambut. Apa pun jenis keintiman yang dibagi, hubungan dan ikatan fisik itu penting. Bercanda dan tertawa bersama Kalau Anda bisa bercanda dan tertawa bersama, itu pertanda baik. Apalagi pas mood lagi sama-sama enak. Terkadang tantangan atau kesusahan hidup dapat memengaruhi salah satu atau bahkan kedunya sehingga sangat mungkin faktor-faktor ini jadi mengubah nada bicara kita. Namun, bisa berbagi momen ringan yang membantu meredakan ketegangan, meski sebentar, memperkuat hubungan suami istri bahkan di masa sulit. Baca juga: Hal-hal Yang Perlu Dihindari Dalam Pernikahan Sumber: Mommies Daily
 05 Feb 2021    17:00 WIB
Jelang Pernikahan, Hindari Konsumsi Makanan Ini Ya!
Junkfood Seperti yang diketahui burger, hotdog dan kentang goreng memiliki nilai kalori yang cukup tinggi dan dapat menyebabkan kenaikan pada berat badan. Soda Usai melakukan banyak kegiatan, hindari minuman bersoda. Ganti dengan minuman seperti jus buah dan air putih yang jelas lebih sehat. Produk Susu Perlu Anda ketahui, beberapa jenis susu dan keju sulit untuk dicerna tubuh dan menyebabkan kembung karena gas. Bahkan keju dan yoghurt dapat menyebabkan penambahan berat badan. Gantilah dengan susu dan keju yang rendah lemak Pemanis buatan Anda pecinta permen? Hindari cemilan yang satu ini. Permen dapat merusak gigi yang menyebabkan terjadinya bau mulut. Kafein Sama seperti susu, menjelang hari pernikahan hindarilah minuman berkafein seperti kopi. Kafein dapat mengurangi kadar air dalam tubuh yang menyebabkan Anda tampak lesu. Asin Hindari menaburkan garam pada makanan secara berlebih. Makanan asin meningkatkan tekanan darah dan juga menyebabkan dehidrasi. Pasta Makanan seperti spageti memanglah sangat lezat. Tapi, menyantapnya secara berlebih akan menyebabkan kembung dan gas. Karena pada dasarnya pasta ini terbuat dari tepung. Pencuci Mulut Puding, kue dan jenis makanan pencuci mulut lainnya memang dapat menggoda siapapun, termasuk Anda. Tetapi pemanis buatan dan kalori yang tinggi di dalamnya dapat menyebabkan penambahan berat badan. Kacang-kacangan Perlu Anda ketahui, beberapa jenis kacang mengandung beberapa jenis gula yang sulit untuk dicerna yang akan membuat Anda kembung.
 26 Jan 2021    15:00 WIB
Ini Tanda Anda Belum Siap Menikah
Apakah Anda dan pasangan telah mulai membicarakan mengenai pernikahan tetapi Anda sendiri masih tidak yakin apakah menikah dengan si dia merupakan hal yang tepat untuk dilakukan? Bila Anda mengalami berbagai keraguan mengenai pernikahan Anda dengan si dia, maka hal ini mungkin merupakan pertanda bahwa Anda memang belum siap untuk menikah. Di bawah ini terdapat beberapa tanda yang menunjukkan bahwa Anda mungkin belum siap untuk menikah saat ini. Anda Berharap Si Dia Berubah Apakah Anda pernah berpikir bahwa pasangan Anda akan menjadi sempurna bila ia merubah beberapa hal mengenai dirinya. Berharap bahwa pasangan Anda berbeda berarti Anda masih tidak dapat menerima si dia apa adanya dan hal ini berarti bahwa Anda mungkin belum siap untuk menikah. Menikah berarti mencintai satu sama lain walaupun Anda dan pasangan bukanlah orang yang sempurna. Jika Anda ingin mengubahnya menjadi seseorang yang sesuai dengan keinginan Anda maka Anda mungkin tidak sedang jatuh cinta padanya tetapi hanya pada pria dalam imajinasi Anda. Menikah Sama Dengan Jalan Keluar Apakah Anda ingin menikah karena Anda berpikir bahwa pernikahan merupakan jalan keluar Anda? Atau apakah Anda bersedia menikah dengan si dia karena keadaan perekonomian Anda tampaknya akan membaik setelah menikah dengannya? Jika jawaban Anda adalah ya, maka Anda mungkin belum siap menikah. Merasa Terpaksa Apakah orang tua Anda memaksa Anda untuk segera menikah walaupun Anda sebenarnya belum merasa siap atau bahkan ingin? Jangan biarkan siapa pun memaksa Anda untuk menikah, terutama jika mereka menggunakan perasaan Anda untuk menekan Anda. Anda dan pasangan sebaiknya hanya menikah jika Anda dan si dia memang telah siap membangun masa depan bersama. Berpikir Mengenai Kegagalan Jika Anda memergoki diri Anda sedang berpikir mengenai adanya kemungkinan kegagalan dalam pernikahan Anda dan jalan keluar apa yang Anda miliki, maka Anda pasti belum siap untuk menikah. Walaupun memikirkan berbagai kemungkinan yang mungkin terjadi setelah menikah, termasuk kegagalan dapat membuat diri Anda lebih siap, akan tetapi bukan berarti Anda boleh terus memfokuskan perhatian dan pikiran Anda pada kemungkinan gagal tersebut. Merasa Ragu Ada suatu perbedaan antara merasakan sedikit keraguan mengenai pernikahan dan memiliki perasaan ragu yang terus-menerus mengenai apakah menikah merupakan hal yang tepat untuk dilakukan. Dengarkanlah apa kata hati nurani Anda karena mereka jarang sekali salah. Jika Anda merasa bahwa Anda mungkin melakukan suatu kesalahan bila menikah dengan si dia, maka jangan menikah dengannya. Baca juga: 6 Tanda Si Dia Telah Siap Menikah Sumber: allwomenstalk
 19 Jan 2021    11:00 WIB
Perlukah Melakukan Konseling Pernikahan?
Setiap pasangan yang menikah tentunya berharap pernikahannya akan berlangsung awet dan langgeng sampai maut memisahkan. Namun, ketika hubungan dihadapkan pada banyak tekanan dan masalah hidup, tidak sedikit pasangan yang menjadi goyah dan mempertimbangkan untuk bercerai. Sejatinya, mendatangi terapi pernikahan tidak selalu berarti bahwa rumah tangga Anda sedang di ujung tanduk. Bantuan profesional juga bisa membantu Anda mengenali kepribadian Anda sendiri secara lebih dalam dan membuka pola pikir dari berbagai sisi. Pertimbangkan untuk ikut serta konseling pernikahan jika salah satu dari keadaan di bawah ini kerap ditemui di dalam keseharian rumah tangga Anda. Tidak Lagi Berkomunikasi Jika Anda atau pasangan, atau bahkan kalian berdua, terlalu sibuk dengan rutinitas masing-masing sehingga interaksi menjadi terbatas dan jarang berkomunikasi, hal ini bisa menjadi pertanda hubungan yang meregang. Menurut psikolog Enlightmind, Rini Hapsari Sentosa, komunikasi yang tidak sehat ditandai oleh prilaku tidak merespon, memberhentikan pembicaraan, pergi dari rumah, dan mengisolasi diri. Jika salah satu dari hal ini sering terjadi, sebaiknya Anda mencari bantuan dari pihak ketiga, yaitu psikolog pernikahan. Hubungan Seks Anda dan Pasangan Semakin Jarang "Perasaan bosan bisa menyebabkan meredupnya hubungan intim," ujar Rini kembali. Sayangnya, tidak jarang pasangan menghindari pembicaraan soal ini walaupun mereka menyadari masalah tersebut bisa mengancam hubungan pernikahan. Hal ini diungkapkan Tracy K. Ross, konsultan pernikahan dan keluarga dari New York. "Terapi bisa membantu pasangan menavigasi tantangan dan percakapan yang dianggap tabu, serta menemukan solusi untuk keduanya," ungkap sang psikolog. Perselingkuhan Hadirnya orang ketiga di dalam rumah tangga merupakan salah satu sinyal merah dalam pernikahan. "Pengkhianatan emosional, seperti berhubungan dekat dengan orang lain di luar pernikahan sampai menyita keseharian, patut diwaspadai," saran Ross. Walaupun prilaku tersebut baru sebatas kata-kata menggoda, namun hal tersebut bisa berujung lebih buruk, yaitu hubungan fisik terlarang. Selalu Bertengkar Apakah Anda semakin sulit berbicara baik-baik kepada pasangan dan setiap kata yang keluar selalu berujung perdebatan? Jika obrolan suami-istri berangsur-angsur menjadi sebuah tantangan, bahkan berkesan negatif dan satu arah, mulailah mempertimbangkan untuk bergabung dengan sesi konseling pernikahan. Gail Saltz, psikiater dan penulis buku The Power of Different: The Link Between Disorder and Genius, mendukung hal tersebut. "Jangan abaikan pertanda awal. Anggap hal itu seperti sebuah gejala penyakit yang harus dicegah sebelum semakin parah," sarannya. Ingin Memiliki Pasangan yang Lebih Baik Psikolog Kasandra Putranto mengakui jika permasalahan dalam pernikahan yang telah berjalan lama sering sekali dimulai dari pemikiran "suami/istri saya telah berubah" atau "dia bukanlah lagi seperti orang yang kukenal dulu." Hal seperti ini bisa membuat sang suami atau istri berimajinasi soal pasangan/pernikahan yang lebih baik. Jika Anda sendiri yang memendam perasaan ini, hal ini menjadi pertanda jika pernikahan Anda butuh bantuan profesional. Baca juga: Hal-hal yang Membuat Pria Tertekan Dalam Pernikahan Sumber: Bridestory
 08 Jan 2021    19:00 WIB
Jelang Menikah Hindari Jenis Makanan Ini Ya, Ladies!
Junkfood Seperti yang diketahui burger, hotdog dan kentang goreng memiliki nilai kalori yang cukup tinggi dan dapat menyebabkan kenaikan pada berat badan. Soda Usai melakukan banyak kegiatan, hindari minuman bersoda. Ganti dengan minuman seperti jus buah dan air putih yang jelas lebih sehat. Produk Susu Perlu Anda ketahui, beberapa jenis susu dan keju sulit untuk dicerna tubuh dan menyebabkan kembung karena gas. Bahkan keju dan yoghurt dapat menyebabkan penambahan berat badan. Gantilah dengan susu dan keju yang rendah lemak Pemanis buatan Anda pecinta permen? Hindari cemilan yang satu ini. Permen dapat merusak gigi yang menyebabkan terjadinya bau mulut. Kafein Sama seperti susu, menjelang hari pernikahan hindarilah minuman berkafein seperti kopi. Kafein dapat mengurangi kadar air dalam tubuh yang menyebabkan Anda tampak lesu. Baca juga: Waktu yang Tepat untuk Menikah Asin Hindari menaburkan garam pada makanan secara berlebih. Makanan asin meningkatkan tekanan darah dan juga menyebabkan dehidrasi. Pasta Makanan seperti spageti memanglah sangat lezat. Tapi, menyantapnya secara berlebih akan menyebabkan kembung dan gas. Karena pada dasarnya pasta ini terbuat dari tepung. Pencuci Mulut Puding, kue dan jenis makanan pencuci mulut lainnya memang dapat menggoda siapapun, termasuk Anda. Tetapi pemanis buatan dan kalori yang tinggi di dalamnya dapat menyebabkan penambahan berat badan. Kacang-kacangan Perlu Anda ketahui, beberapa jenis kacang mengandung beberapa jenis gula yang sulit untuk dicerna yang akan membuat Anda kembung. Baca juga: Diet Rendah Karbohidrat atau Rendah Kalori, Mana yang Lebih Baik?