Your browser does not support JavaScript!
 21 Apr 2019    18:00 WIB
Cukupkah Waktu Tidur Anak Anda?
Sebenarnya tidak ada acuan mengenai berapa lama waktu tidur yang cukup bagi anak-anak pada berbagai usia karena setiap anak membutuhkan lama tidur yang berbeda-beda pula. Usia 1-4 Minggu → 15.5-16.5 Jam/HariBayi baru lahir biasanya memiliki waktu tidur yang singkat yaitu sekitar 2-4 jam setiap kali tidur. Bayi prematur mungkin membutuhkan waktu tidur yang lebih lama dan bayi yang rewel mungkin membutuhkan waktu tidur yang lebih singkat.Karena bayi baru lahir belum memiliki irama sirkardian (pengatur waktu tidur) sehingga pola tidur mereka tidak berhubungan dengan siang atau malam hari. Bayi baru lahir biasanya tidak memiliki pola tidur sama sekali.Usia 3 Bulan → 15 Jam/HariSaat ini bayi anda telah mulai dapat beradaptasi sehingga ia mulai memiliki pola tidur yang teratur. Waktu tidur terlama bayi anda setiap kali tidur adalah sekitar 4-6 jam dan lebih sering terjadi di malam hari.Waktu tidur siang bayi anda saat ini adalah sekitar 5 jam dan waktu tidur di malam hari adalah sekitar 10 jam.Usia 6 Bulan → 14 Jam/HariTujuan utama anda saat ini adalah menciptakan kebiasaan tidur yang sehat bagi bayi anda karena ia telah mulai dapat berinteraksi dengan orang lain dan pola tidurnya pun telah lebih teratur.Bayi biasanya akan tidur siang sebanyak 3 kali yang kemudian akan berkurang menjadi 2 kali saat ia berusia 6 bulan, yang membuat mereka dapat tidur lebih lama di malam hari, bahkan selama semalam penuh. Waktu tidur siang bayi anda saat ini adalah sekitar 4 jam dan waktu tidur di malam hari adalah sekitar 10 jam.Usia 9 Bulan → 14 Jam/HariSaat ini bayi anda telah dapat tidur lebih lama di malam hari yaitu sekitar 11 jam setiap harinya dengan waktu tidur siang yang lebih singkat yaitu sekitar 3 jam setiap harinya.Usia 1 Tahun → 14 Jam/HariSaat ini, waktu tidur siang anak anda mungkin telah berkurang menjadi 1 kali setiap harinya dan hanya membutuhkan 2.5 jam tidur siang dan 11.5 jam waktu tidur di malam hari setiap harinya.Usia 3 Tahun → 12 Jam/HariAnak-anak berusia 3 tahun biasanya akan pergi tidur pada pukul 7-9 malam dan bangun sekitar pukul 6-8 pagi. Pada saat ini sebagian besar anak masih tidur siang selama sekitar 1 jam di siang hari, dan tidur selama 11 jam di malam hari.Usia 4 Tahun → 11.5 Jam/HariAnak anda mulai jarang tidur siang atau bahkan tidak tidur siang sama sekali dan tidur selama 11.5 jam setiap malamnya.Usia 5-12 Tahun → 9-11 Jam/HariSeiring dengan semakin bertambahnya usia anda, waktu tidurnya di malam hari pun mulai sedikit berkurang. Anak anda pun mulai tidur lebih malam dari sebelumnya.Usia 12-16 Tahun → 8.5-9 JamAnak remaja anda tetap membutuhkan tidur yang cukup untuk menjaga kesehatannya, beberapa anak bahkan membutuhkan waktu tidur yang lebih lama dari beberapa tahun sebelumnya. Sumber: webmd
 24 Mar 2019    08:00 WIB
Tips Mengajari Anak Agar Cepat Bicara
Setiap orangtua selalu menantikan kata-kata pertama yang keluar dari mulut bayinya.  Orangtua selalu menoba berbagai cara yang terbaik untuk dapat membuat Anaknya bicara.Saat banyak orang berpikir belajar berbicara merupakan proses alami dan semuanya akan berjalan baik seiring bertambahnya waktu, tetapi Anda perlu tahu bahwa ada cara-cara yang bisa Anda lakukan agar anak Anda dapat belajar berbicara dengan lebih mudah. Jika Anda ingin anak Anda berbicara secepat mungkin Anda harus menciptakan suasana yang cocok untuk itu. Beberapa anak yang terlambat bicara kata pertamanya dapat berimbas pada perkembangan selanjutnya. Juga Anda perlu mengetahui kalau seorang anak akan berbicara meniru orangtuanya, untuk itu Anda harus memperhatikan tata bahasa dan tingkah laku Anda. Berikut adalah tips-tips yang bisa Anda coba untuk merangsang anak Anda mau bicara: Mulailah berbicaraSupaya balita Anda bicara, Anda harus memulai bicara dengannya. Perluas bahasa Anda untuk mengajarkan anak Anda bicara. Jika anak Anda cenderung mengulang-ulang satu kata, cobalah gunakan kata-kata lain. Misalnya apel itu berwarna merah, manis dan enak. Anda harus menggunakan kata yang biasa digunakan anak Anda dan perluas kata-kata itu menjadi beberapa suku kata. Hal ini sangat penting dalam mengajarkan anak berbicara sejak dini. Jangan lakukan "baby talk"Mungkin tips ini yang paling sulit Anda ikuti. Kebanyakan ibu sering mengucapkan "baby talk" dengan menambahkan kata atau bahasa yang tidak perlu. Ini harus dihindari.walaupun Anda tidak perlu menggunakan kata-kata yang sulit dicerna anak tetapi Anda juga harus berbicara dengan nada yang normal dan penggunaan kata yang baik. Buatlah mereka bicara dengan cara mereka, kemudian perbaiki dengan kata yang tepat, misalnya saat mereka bicara mam-mam, Anda melengkapi dengan ucapkan makan? Dengarkan baik-baikAnda tidak boleh mengabaikan apa yang anak Anda sedang katakan. Penting untuk mendengar apa yang mereka katakan dan memberikan perhatian. Dengan begitu Anda mengajarkan anak Anda bahwa apa yang ia katakan adalah penting dan berharga untuk Anda, juga akan membuat mereka semakin berani mengeksplorasi kata. Batasi televisiSatu hal yang penting untuk mengajari anak berbicara adalah Anda harus membatasi waktu menonton televisi. Televisi tidak akan pernah mengajarkan anak Anda berbicara. Ya televisi dapat mengajarkan konsep, huruf, warna dan lainnya, tetapi tidak berbicara. Komunikasi secara alami adalah hal yang Anda perlukan. Berbicara animatikBersenang-senanglah dengan balita Anda dengan cara berbicara disertai mimik muka yang lucu. Gunakan tangan Anda, ubah volume suara Anda atau bernyanyilah. Cara ini akan lebih menarik untuk anak Anda. Anak Anda akan memperhatikan dengan lebih baik dan belajar mengikutinya. Baca juga: Hati-hati Aktivitas di Media Sosial Mampu Picu Perceraian Lho! Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang Sumber: boldsky
 16 Mar 2019    08:00 WIB
Picu Pertumbuhan Otot Motorik Si Kecil dengan Berenang Sejak Dini
Semua anak-anak menyukai berenang dan bermain air. Berenang membuat anak-anak gembira dan motoriknya lebih terlatih. Bahkan para peneliti mengemukakan bahwa berenang sebaiknya diajarkan kepada bayi sejak kecil. Melatih bayi berenang dapat membuatnya nyaman dan tidak rewel.   Hal-hal yang perlu diperhatikan saat berlatih berenang dengan si kecil, Pertama lakukan latihan secara bertahap sesuai umur dan perkembangan si bayi. Usia yang tepat untuk mulai melatih bayi berenang adalah ketika bayi yaitu sekitar 6 bulan. Pada usia ini umumnya bayi sudah bisa duduk tegak dan menyangga tubuhnya dengan cukup baik. Jika bayi merasa takut dan menangis, maka jangan dipaksakan. Ini karena proses belajar renang harus disesuaikan dengan perkembangan fisik dan kemauan.   Kedua, Pilihlah kolam renang yang terjaga kebersihannya, jernih, airnya tidak terlalu dingin, tidak terlalu ramai, dan tidak terlalu panas karena sinar matahari. Selain itu carilah kolam renang dengan tempat mandi khusus untuk si kecil. Untuk keamanan, gunakan pelampung bayi seperti Neck Ring, yang tepat ukuran dan tekanan anginnya. Ajari ia menggerak-gerakkan kaki dan tangan. Jika bayi sudah tampak menggigil atau kulitnya menjadi putih keriput, segara selesaikan rutinitas berenang. Waktu maksimal untuk si kecil berenang adalah 20 menit. Kemudian, mandikan si kecil dan baluri tubuhnya dengan minyak telon. Pakaikan baju hangat dan susui. Ia pun akan merasa aman dan terlindungi. Baca Juga:  Isac Brown, Bocah yang Tidak Pernah Merasa Sakit   Jika dilakukan dengan benar dan rutin, melatih bayi berenang bisa mendatangkan banyak manfaat untuk si kecil. Mulai dari melatih keberaniannya sejak dini, membantu pertumbuhan otot karena berenang membutuhkan gerak seluruh otot motoriknya. Berenang juga meningkatkan daya tahan tubuh bayi terhadap penyakit. Cara ini juga ampuh untuk melatihnya beradaptasi dan bersosialisasi sejak dini. Biasanya di kolam renang juga ada orang tua lain yang mengajak bayinya berenang. Dari sini si kecil bisa mengenal temat-teman seusianya. Selamat berlatih berenang dan bersenang bersama si kecil kesayangan ;)   Sumber: Rumah Anak Sehat
 06 Mar 2019    11:00 WIB
Tegas Bukan Berarti Kasar, Para Orang Tua Harus Tau Nih!
Ketegasan merupakan sikap yang diperlukan dalam berperilaku dan juga berkomunikasi. Seseorang yang memiliki sikap dan cara berkomunikasi yang tegas mampu menyampaikan perasaan dan pikiran mereka dengan sikap pantas dan langsung tepat sasaran. Memiliki ketegasan adalah hal yang sangat penting terutama dalam mendidik anak. Dengan bersikap tegas para orangtua mampu mendidik anak menjadi pribadi yang lebih baik. Namun  kebanyakan orang tua sulit membedakan antara bersikap tegas dengan kasar. Untuk membantu Anda dalam memutuskan dalam bersikap, berikut adalah perbedaan antara tegas dan kasar: Bersikap tegas Bersikap tegas adalah kemampuan untuk mengekspresikan diri dengan lebih efektif, mampu mempertahankan pendapat sendiri namun juga mampu menghargai hak dan keyakinan orang lain. Ketegasan melibatkan semua keterampilan berkomunikasi yang Anda miliki, yaitu kata-kata, tindakan, bahasa tubuh, nada suara, dan ekspresi wajah. Ketika seseorang berkomunikasi dengan tegas, semua unsur ini bekerja secara harmonis. Singkatnya, ketegasan adalah percaya diri tanpa menjadi agresif. Hal ini berarti Anda sebagai orang tua harus mampu membuat peraturan yang nantinya harus dituruti oleh anak Anda. Namun dalam peraturan tersebut Anda harus memperhatikan kondisi anak Anda. Berikan anak Anda kesempatan dalam menjelaskan keadaanya mengapa dia sampai menyalahi sebuah aturan. Misal suatu saat anak Anda mendapatkan nilai yang terlalu bagus, padahal sebagai orang tua selalu mengharapkan anak-anaknya memiliki prestasi di kelas. Jangan langsung memarahi dia, tanyakan terlebih dahulu berikan dia kesempatan untuk menjelaskan. Bisa saja dia memiliki nilai jelek karena guru yang mengajar kurang kompeten, tidak memberikan kisi-kisi karena tidak ikut les atau mungkin kondisi tubuhnya yang kurang fit pada saat ujian. Berikan kesempatan untuknya menunjukkan bahwa dia mampu mendapat nilai yang baik pada ujian berikut. Sikap kasar Dalam sikap kasar tidak ada rasa menghormati terhadap orang lain seperti menghormati perasaan, keyakinan, dan juga pandangan mereka. Seseorang yang kasar cenderung akan bersikap sarkastis, marah, kejam. Saat bersikap kasar biasanya disertai dengan teriakan, bahasa ofensif, ancaman, gerakan mengintimidasi seperti menunjuk atau bahkan mendorong. Dalam kondisi ini, biasanya orang tua berkata kasar pada anak, tidak segan memukul dan melakukan hal buruk lain seperti tidak memberi makan malam atau memotong uang jajan. Anda memang boleh memberikan sedikit hukuman bila anak Anda berbuat salah namun bukan menyiksanya. Sikap kasar yang terlalu berlebihan dapat merusak mental anak, sehingga anak cenderung menjadi pribadi yang rentan akan depresi, menjadi pendiam atau mungkin menjadi seorang pemberontak. Perhatikan bahwa orang tua tegas selalu dapat mengendalikan kemarahan mereka. Saat anak berbuat salah, dapat dimengerti kenapa Anda merasa ingin marah. Namun sekali lagi orangtua yang tegas mampu menghargai perasaan anak. Berusahalah untuk mengendalikan kemarahan Anda, berikan dia kesempatan untuk memperbaiki kesalahannya. Orang tua yang tegas mampu mengkritik sikap anak namun tidak menjatuhkan mental anak. Cara orang tua dalam mendidik yang tegas namun jauh dari kasar akan membentuk karakter anak menjadi pribadi yang lebih baik. Karakter anak yang terbentuk adalah tergantung bagaimana  orang tua mendidik dan membimbing anak. Baca juga: Ingin Anak Lebih Cerdas? Coba Tips Berikut Ini! Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang Sumber: lifehack
 02 Feb 2019    08:00 WIB
Tanda Lambatnya Perkembangan Berbicara dan Berbahasa Pada Anak
Setiap anak memiliki tahap perkembangan yang berbeda-beda, beberapa lebih cepat atau lebih lambat dari anak-anak lainnya. Akan tetapi, penting bagi para orang tua untuk mengetahui tanda-tanda adanya keterlambatan perkembangan pada anaknya, baik dalam berbicara maupun berbahasa. Pengobatan sedini mungkin dapat membantu anak anda mengejar ketinggalan perkembangannya sedini mungkin. Keterlambatan perkembangan berbicara sering terjadi pada anak-anak balita. Faktanya adalah gangguan berbicara dan berbahasa merupakan jenis keterlambatan perkembangan yang paling sering terjadi. Berbicara mengacu pada kemampuan seorang anak untuk menunjukkan ekspresi dan keinginannya melalui kata-kata, termasuk bagaimana cara anak menyebutkan kata-kata tersebut. Sementara itu, berbahasa merupakan cakupan yang lebih luas dari kemampuan untuk menunjukkan ekpresi dan menerima informasi, yang berupa kemampuan anak untuk mengerti apa yang orang lain katakan padanya atau mengerti arahan atau perintah tertentu.asPenyebabTerdapat beberapa hal yang dapat menyebabkan keterlambatan perkembangan kemampuan berbicara dan berbahasa, yaitu:•  Ketidakmampuan untuk belajar•  Adanya gangguan pada otot-otot yang berfungsi untuk berbicara •  Hilangnya pendengaran atau tuli yang dapat terjadi akibat infeksi telinga berat atau sedang atau akibat penggunaan obat-obatan tertentu, cedera, atau adanya kelainan genetika•  Anak mengalami autisme yang menyebabkan gangguan berkomunikasi, gangguan berinteraksi sosial, dan gangguan keterampilan kognitifPengobatanJika dokter anak anda mencurigai adanya keterlambatan perkembangan berbicara pada anak anda, maka mereka mungkin akan menganjurkan agar anak anda melakukan terapi wicara. Pada terapi wicara, terapis akan memeriksa pendengaran anak anda.Selain itu, dokter anda juga mungkin akan menyarankan anda untuk melakukan beberapa hal di bawah ini, yaitu:•  Berkomunikasi lebih sering dengan anak anda. Komunikasi ini dapat berupa menyanyi bersama anak anda atau mengobrol dengan anak anda, yang disertai dengan banyak pengulangan kata-kata•  Membacakan buku cerita pada anak anda setiap harinya•  Bila anak anda mengalami gangguan pendengaran akibat infeksi pada telinga tengah, maka dokter anak anda akan menyarankan agar anak anda memperoleh pengobatan infeksi telinga secepatnya.Tanda Awal Keterlambatan Perkembangan Berbicara dan BerbahasaSegera hubungi dokter anak anda bila anak anda mengalami beberapa gejala di bawah ini atau bila anak anda mengalami kemunduran atau kehilangan keterampilan yang sebelumnya telah dikuasai.Usia 3-4 BulanSegera hubungi dokter anak anda bila anak anda mengalami beberapa hal di bawah ini, yaitu:•  Tidak bereaksi terhadap suara keras•  Tidak pernah mengoceh atau bergumam atau berceloteh•  Telah mulai berceloteh tetapi tidak pernah mencoba untuk meniru suara-suara tertentu (saat berusia 4 bulan) Usia 7 BulanSegera hubungi dokter anak anda bila anak anda tidak berespon atau bereaksi terhadap suara apapun. Usia 1 TahunSegera hubungi dokter anak anda bila anak anda masih tidak dapat menyebutkan satu kata sederhana, misalnya "mama". Usia 2 TahunSegera hubungi dokter anak anda bila anak anda mengalami beberapa hal di bawah ini, yaitu:•  Tidak dapat mengucapkan setidaknya 50 kata•  Tidak dapat menggunakan 2 kata tanpa pengulangan atau bila hanya dapat meniru kata-kata•  Tidak berkomunikasi melalui kata-kata (berbicara) bila tidak disebabkan oleh sesuatu yang mendesakSumber: webmd
 01 Feb 2019    08:00 WIB
Tanda Terlambatnya Perkembangan Penglihatan Pada Anak
Pada keadaan normal, penglihatan bayi baru lahir biasanya masih kabur atau buram hingga ia berusia 6 bulan. Penglihatan bayi biasanya akan mulai membaik seiring dengan semakin bertambahnya usia mereka dan membuat mereka mampu mengkoordinasikan penglihatan pada kedua mata. Akan tetapi, kadangkala terjadi gangguan pada kemampuan koordinasi ini atau terdapat gangguan penglihatan lainnya yang menyebabkan gangguan perkembangan penglihatan pada anak.PenyebabBerbagai gangguan refraksi seperti rabun jauh (tidak dapat melihat dengan jelas benda atau objek yang jauh darinya) dan rabun dekat (tidak dapat melihat dengan jelas benda atau objek yang dekat dengannya) sering terjadi pada anak-anak, bahkan dapat menyebabkan kebutaan (jarang). Berbagai gangguan mata lainnya yang dapat menyebabkan terlambatnya perkembangan penglihatan pada anak adalah:•  Ambliopia yaitu gangguan penglihatan pada salah satu mata•  Katarak infantil yaitu kekeruhan pada lensa mata yang terjadi sejak bayi atau berbagai gangguan lain yang diturunkan (jarang)•  Prematur retinopati yaitu gangguan mata yang sering terjadi pada bayi premature•  Strabismus (mata juling)PengobatanPengobatan sedini mungkin dapat membantu mengatasi gangguan penglihatan secepat mungkin untuk mencegah terjadinya kebutaan. Tergantung pada gangguan mata yang terjadi, anak anda mungkin akan memerlukan beberapa hal di bawah ini, yaitu:•  Kacamata atau kontak lensa•  Kacamata khusus•  Tindakan pembedahanTanda Awal Keterlambatan Perkembangan PenglihatanSegera hubungi dokter anak anda bila anak anda mengalami berbagai gejala di bawah ini yang telah dibagi berdasarkan usia. Selain itu, awasi juga adanya tanda-tanda kemunduran atau hilangnya kemampuan yang telah diperoleh atau dipelajari oleh anak anda. Usia 3 BulanSegera hubungi dokter anak anda bila anak anda mengalami beberapa hal di bawah ini, yaitu:•  Tidak mengikuti pergerakan benda yang bergerak dengan matanya•  Tidak menyadari adanya pergerakan tangan di depannya (saat berusia 2 bulan)•  Mengalami kesulitan untuk menggerakkan salah satu atau kedua matanya ke semua arah•  Mata tampak juling hampir di setiap saat Usia 7 BulanSegera hubungi dokter anak anda bila anak anda mengalami beberapa hal di bawah ini, yaitu:•  Salah satu atau kedua mata tampak juling ke arah dalam atau kea rah luar sepanjang waktu•  Keluar air mata terus-menerus atau mata kering atau anak tampak sensitif terhadap cahay•  Tidak mengikuti gerakan benda yang bergerak baik yang berada di dekatnya (30 cm) atau jauh darinya (185 cm)Sumber: webmd
 28 Dec 2018    18:00 WIB
Kenali Gangguan Kemampuan Membaca (Disleksia) Sejak Dini
Apa itu disleksia?Disleksia adalah gangguan membaca tertentu meliputi kesulitan memisahkan kata-kata tunggal dari kelompok kata dan bagian dari kata (phonemes) dalam setiap kata. Disleksia adalah jenis tertentu dari gangguan belajar yang mempengaruhi diperkirakan 3 sampai 5 % anak-anak. Teridentifikasi lebih pada anak laki-laki dibandingkan dengan anak perempuan : bagaimanapun, bisa dengan mudah tidak dikenali lebih sering pada anak perempuan. Disleksia cenderung menurun dalam keluarga. Apakah penyebab dari dileksia?Disleksia terjadi ketika otak kesulitan membuat hubungan antara suara dan symbol (hurup). Kesulitan ini disebabkan oleh masalah kurang mengerti dengan hubungan otak tertentu. Masalah itu ada sejak lahir dan bisa menyebabkan mengeja dan menulis salah dan mengurangi kecepatan dan ketepatan ketika membaca dengan suara keras. Orang dengan diseleksia tidak memiliki masalah memahami bahasa yang dibicarakan. Apa saja gejala dari disleksia?Anak belum sekolah dengan disleksia bisa jadi terlambat bicara, memiliki masalah artikulasi berbicara, dan mempunyai kesulitan mengingat nama-nama huruf, angka, dan warna. Anak disleksia sering kesulitan memadukan suara, irama kata, mengenali letak suara pada kata, segmenting kata-kata ke dalam bunyi, dan mengenali bunyi huruf pada kata. Keterlambatan atau keragu-raguan dalam memilih kata-kata. Membuat kata pengganti, menamai angka dan gambar adalah indikasi awal disleksia. Masalah dengan daya ingat jangka pendek untuk suara dan untuk meletakkan suara pada perintah yang tepat sering terjadi. Banyak anak dengan disleksia bingung dengan hurup dan kata yang serupa. membalikkan huruf ketika menulis-sebagai contoh, on diganti menjadi no, dan saw diganti menjadi was-atau huruf yang membingungkan-sebagai contoh, b diganti menjadi d, w diganti menjadi m, n diganti menjadi h-sering terjadi. Meskipun begitu, banyak anak tanpa disleksia akan membalikkan hurup pada waktu taman kanak-kanak atau tingkat pertama. Anak yang tidak mengalami kemajuan dalam keahlian mempelajari kata-kata pada kelas pertengahan atau akhir sekolah dasar harus di uji untuk disleksia. Bagaimana mendiagnosis disleksia?Diagnosa Dyslexia melibatkan evaluasi medis, kognitif, proses sensorik, faktor pendidikan dan psikologis. Dokter Anda mungkin bertanya tentang sejarah perkembangan dan medis anak Anda serta sejarah medis keluarga Anda. Dokter Anda mungkin juga menyarakan anak Anda menjalani: 1.  Evaluasi visi, pendengaran dan neurologis. Evaluasi ini dapat membantu menentukan apakah gangguan lain mungkin menyebabkan atau memberikan kontribusi untuk kekurangmampuan membaca anak Anda. 2.  Tes psikologi. Hal ini dapat membantu menentukan apakah masalah sosial, kecemasan atau depresi dapat membatasi kemampuan anak Anda. 3.  Evaluasi pendidikan keterampilan. Anak Anda mungkin mengambil satu set tes pendidikan dan memproses kualitas keterampilan membaca nya dianalisa oleh ahli. Apakah pengobatan untuk disleksia?Pengobatan terbaik untuk mengenali kata adalah pengajaran langsung yang memasukkan pendekatan multisensori. Pengobatan jenis ini terdiri dari mengajar dengan bunyi-bunyian dengan isyarat yang bervariasi, biasanya secara terpisah dan, bila memungkinkan, sebagai bagian dari program membaca.Pengajaran tidak langsung untuk mengenali kata juga sangat membantu. Pengajaran ini biasanya terdiri dari latihan untuk meningkatkan pelafalan kata atau pengertian membaca. Anak-anak diajarkan bagaimana memproses suara-suara dengan menggabungkan suara-suara ke dalam bentuk kata-kata, dengan memisahkan kata-kata ke dalam bagian-bagian, dan dengan mengenali letak suara pada kata.Pengajaran component-skill untuk mengenali kata juga sangat membantu. Hal ini terdiri dari latihan menggabung suara-suara ke dalam bentuk kata-kata, membagi kata ke dalam bagian kata dan untuk mengenali letak suara pada kata. Pengobatan tidak langsung, selain untuk mengenali kata, kemungkinan digunakan tetapi tidak dianjurkan. Pengobatan tidak langsung bisa termasuk penggunaan lensa diwarnai yang membuat kata-kata dan huruf-huruf bisa dibaca dengan lebih mudah, latihan gerakan mata, atau latihan penglihatan perseptual. Obat-obatan seperti piracetam juga harus dicoba. Manfaat pengobatan tidak langsung tidak terbukti dan bisa menghasilkan harapan tidak realistis dan menhambat pengajaran yang dibutuhkan. Ingin mengetahui lebih lagi mengenai disleksia? Silahkan baca di siniSumber:pilihdokter.com
 15 Dec 2018    16:00 WIB
Mengenali Perbedaan Antara Autisme dan Retardasi Mental
Apa Itu Autisme?Autisme merupakan suatu keadaan di mana anak mengalami perubahan perilaku sosial, sering melakukan gerakan yang sama berulang-ulang, dan mengalami kesulitan dalam berkomunikasi, baik komunikasi verbal maupun non verbal. Apa Itu Retardasi Mental?Retardasi mental merupakan suatu gangguan fungsi kognitif yang diikuti dengan penurunan IQ, yaitu kurang dari 70.Perbedaan PenyebabPenyebab terjadinya autisme tidak diketahui dengan jelas, akan tetapi faktor genetika diduga memiliki peranan penting. Sementara itu, retardasi mental biasanya disebabkan oleh kelainan kongenital seperti sindrom Down, sindrom Klinefelter, hipoksia (kekurangan oksigen) selama persalinan, terpapar oleh zat racun tertentu (alkohol dan rokok) selama kehamilan, atau kekurangan iodium. Perbedaan GejalaAutismeAnak yang menderita autis biasanya lebih suka bermain sendirian dan mengalami kesulitan untuk berinteraksi dengan anak-anak lainnya dan orang dewasa. Anak autis biasanya jarang melakukan kontak mata saat berbicara dan sering melakukan gerakan yang sama secara berulang-ulang. Perubahan apapun pada lingkungan sekitarnya cenderung membuat anak merasa terganggu. Sebagian besar anak autis memiliki IQ normal dan beberapa anak lain bahkan memiliki IQ yang tinggi. Anak autis kurang dapat menunjukkan emosinya dan sulit membangun suatu hubungan atau kedekatan dengan orang lain. Baik anak autis maupun anak penderita retardasi mental menyukai musik dan keduanya pun cenderung menarik diri dari lingkungan sekitarnya, akan tetapi anak autis mengalami kesulitan berkomunikasi akibat keterlambatan penyampaian impuls, sementara anak penderita retardasi mental mengalami kesulitan berkomunikasi akibat adanya gangguan fungsi otak yang berperan dalam proses perkembangan keterampilan. Anak autis seringkali mengulang kata-kata yang sama dan melakukan suatu gerakan yang sama berulang-ulang. Retardasi MentalAnak yang menderita retardasi mental cenderung mengalami keterlambatan perkembangan, termasuk dalam perkembangan berbicara dan berjalan. IQ yang rendah membuat anak memiliki kemampuan daya ingat dan kemampuan belajar serta kemampuan menganalisis yang lebih rendah daripada anak-anak lainnya. Seringkali, anak yang mengalami retardasi mental juga mengalami fase vegetatif total yang membatasi perilaku dan pergerakan anak. Selain itu, anak penderita retardasi mental juga membutuhkan perhatian khusus dan seringkali tidak dapat hidup mandiri. Berbeda dengan anak autis, anak dengan retardasi mental mudah menjalin ikatan atau kedekatan dengan orang lain. Perbedaan PengobatanBagi anak penderita autis, diperlukan terapi konseling dan pendidikan khusus yang membuat mereka lebih dapat berkomunikasi dan berinteraksi dengan anak lainnya. Anak autis seringkali juga mengalami kesulitan untuk menunjuk suatu benda tertentu sehingga diperlukan pendidikan khusus agar mereka mampu menunjuk benda yang tepat. Untuk merawat anak penderita retardasi mental, diperlukan kesabaran dan kasih sayang serta perhatian yang lebih karena mereka memiliki kecepatan belajar yang lebih lambat daripada anak-anak lainnya. Anak penderita retardasi mental akan mengalami kesulitan saat harus melakukan sesuatu yang membutuhkan kemampuan berpikir, logika, dan analisa. Oleh karena itu, pendidikan khusus yang diberikan lebih bertujuan untuk mengajar suatu keterampilan khusus sehingga mereka dapat hidup mandiri, baik dalam segi keuangan maupun berkomunikasi. Sumber: differencebetween
 23 Aug 2018    16:00 WIB
Tanda Terlambatnya Perkembangan Keterampilan Motorik Pada Anak
Setiap anak memiliki kecepatan perkembangan yang berbeda-beda. Keterlambatan perkembangan keterampilan motorik biasanya berhubungan dengan gangguan keterampilan motorik kasar, seperti merangkak atau berjalan atau mungkin juga berhubungan dengan keterampilan motorik halus seperti menggunakan jari-jari tangannya untuk menggenggam sendok. PenyebabAnak-anak yang lahir prematur biasanya tidak mengalami perkembangan otot tubuh dengan kecepatan yang sama dengan anak-anak lainnya. Anak-anak yang kurang memperoleh stimulasi saat masih kecil atau menderita autisme mungkin mengalami disfungsi integrasi sensorik. Gangguan kompleks ini dapat menyebabkan berbagai gangguan panca indra seperti:•  Bereaksi berlebihan saat disentuh atau saat merasa sakit•  Merasa sangat ketakutan akibat suatu gerakan biasa atau merasakan kebutuhan mendesak untuk melakukan suatu gerakan berulang seperti bertepuk tangan atau memutar-mutar badan•  Kesulitan untuk merencanakan suatu gerakan dan mengkoordinasikan gerakan Berbagai hal lain yang dapat menyebabkan keterlambatan perkembangan motorik adalah:•  Menderita ataksia yaitu suatu kelainan genetika yang menyebabkan gangguan koordinasi otot•  Menderita cerebral palsy yaitu suatu kondisi di mana terjadi kerusakan pada bagian otak tertentu, yang biasanya terjadi saat bayi masih berada di dalam kandungan atau selama proses persalinan atau segera setelah lahir•  Menderita gangguan belajar•  Menderita miopati yaitu suatu kelainan otot•  Menderita gangguan penglihatan•  Menderita spina bifida yaitu suatu kelainan yang menyebabkan terjadinya kelumpuhan sebagian atau total pada anggota gerak bawah (kaki) PengobatanDokter anak anda mungkin akan menganjurkan anak anda untuk melakukan lebih banyak aktivitas fisik dan melakukan fisioterapi untuk mengatasi keterlambatan perkembangan keterampilan motorik kasar. Beberapa terapi okupasional mungkin dapat membantu mengatasi keterlambatan perkembangan motorik halus atau disfungsi integrasi sensorik.Tanda Awal Keterlambatan Perkembangan Keterampilan MotorikSegera hubungi dokter anak anda bila anak anda mengalami berbagai gejala di bawah ini atau mengalami kemunduran atau hilangnya keterampilan yang telah dikuasai. Usia 3-4 BulanSegera hubungi dokter anak anda bila anak anda mengalami beberapa hal di bawah ini, yaitu:•  Tidak berusaha untuk menggapai atau menggenggam atau memegang berbagai benda•  Tidak dapat menyangga kepalanya dengan baik•  Tidak berusaha untuk memasukkan berbagai benda ke dalam mulutnya (saat berusia 4 bulan)•  Tidak berusaha untuk bergerak dengan mendorong kakinya saat berada di tempat dengan permukaan rata (saat berusia 4 bulan) Usia 7 BulanSegera hubungi dokter anak anda bila anak anda mengalami beberapa hal di bwah ini, yaitu:•  Memiliki otot yang sangat lemah atau kaku atau keras•  Tidak dapat menyangga kepalanya saat berada dalam posisi duduk•  Hanya berusaha menggapai benda dengan satu tangan atau sama sekali tidak berusaha untuk menggapai benda•  Mengalami kesulitan untuk memasukkan berbagai benda ke dalam mulutnya•  Tidak berusaha untuk mengubah posisi tidurnya (saat berusia 5 bulan)•  Tidak dapat duduk tanpa bantuan (saat berusia 6 bulan)•  Tidak dapat menahan berat badannya dengan menggunakan kaki saat anda berusaha untuk membuatnya berdiri Usia 1 TahunSegera hubungi dokter anak anda bila anak anda mengalami beberapa gejala di bawah ini, yaitu:•  Tidak pernah merangkak•  Menyeret salah satu sisi tubuhnya saat merangkak•  Tidak dapat berdiri tanpa bantuan Usia 2 TahunSegera hubungi dokter anak anda bila anak anda mengalami beberapa gejala di bawah ini, yaitu:•  Tidak dapat berjalan (saat berusia 18 bulan)•  Tidak berjalan dengan menggunakan seluruh telapak kakinya atau hanya berjalan dengan menggunakan jari kakinya (berjalan jinjit)•  Tidak dapat mendorong mainan berodaSumber: webmd
 05 Aug 2018    18:00 WIB
Bagaimana Berbicara Tentang Seks Dengan Putri Anda ?
Ketika putri anda tumbuh remaja, mereka mulai bertanya apakah itu menstruasi ? dari mana bayi datang? Apakah itu kondom? Sebelum dia mendapatkan informasi yang salah dari teman-temannya, dia perlu diberikan informasi yang akurat tentang seks dari orangtuanya, terutama ibunya. Jika "pembicaraan" ini membuat anda gugup, berikut tips yang anda dapat ikuti : Merasa malu itu tidak salah Bagian terberat untuk berbicara mengenai seks dengan anak anda adalah saat memulai pembicaraan. Adalah alami untuk merasa malu untuk memulai pembicaraan, tetapi anda harus dapat melalui ketakutan itu. Jika diperlukan mulailah dengan humor. Selagi anda merasa gugup, anda dapat tertawa dan berkata "ibuku dan aku tidak pernah membicarakan ini. Biarkan putri anda mengetahui jika anda malu untuk membicarakan masalah tersebut sehingga dia juga akan merasa lebih santai. Mulailah dengan mekanisme dan anatomi Seiring dengan pertumbuhan seksual sekunder putri anda mungkin bertanya "apakah aku perlu bra? Atau "kapan aku mendapat menstruasi?"  Ide yang bagus untuk mencari buku yang berisi informasi dan gambar mengenai organ reproduksi agar putri anda memahami apa yang terjadi pada tubuhnya. Jelaskan pada putri anda apa yang terjadi saat dia mengalami menstruasi, sehingga dia tidak merasa ketakutan saat terjadi. Jelaskan juga apa yang terjadi, apa yang harus disipakan dan apa yang harus dilalui. Gunakan gambar untuk menjelaskan lebih mudah. Diskusikan seks dalam konteks mencintaim hubungan yang dewasa Setelah anda berdikusi tentang mekanisme tubuh dengan putri anda, mudah-mudahan anda akan merasa lebih mudah untuk berbicara mengenai seks. Hal yang penting dalam membicarakan tentang seks adalah anda harus menekankan bahwa seks adalah suatu yang sehat dan normal. Tetapi anda harus menjelaskan bahwa seksual adalah hal yang harus dilakukan dalam kerangka hubungan yang dewasa dan dilakukan setelah dewasa, dimana ada cinta dan komitment didalamnya. Hal utama yang anda ingin hasilkan adalah, setelah berdiskusi dengan anda, putri anda akan berkata " sekarang saya mempunyai informasi yang akurat mengenai apa yang terjadi pada diri saya dan ibu saya berkata saya perlu menghormati dan melidungi tubuh saya" Berdikusi topik yang sesuai dengan dengan usianya Seberapa banyak informasi yang dapat dimengerti putri anda? Jika anda tidak yakin, gunakan pertanyaan-pertanyaanya sebagai barometer tentang apa yang harus dibicakan. Adalah sesuatu yang aneh untuk berbicara mengenai orgasme kepada anak umur 9 tahun. Anda tidak ingin berbicara mengenai hal-hal yang dia tidak dapat mengerti. Mulailah menanyakan tentang beberapa hal, kemudian diskusikan lagi minggu depan. Tetap ingat untuk menjaga komunikasi terbuka Ubah konteks pembicaraan anda Jika anda sedang duduk bersama putri anda di sofa, kemudian anda melihat ke matanya langsung dan berkata "kita harus berbicara tentang sex" putri anda mungkin akan terjatuh karena kaget. Coba ubah topik pembicaraan anda sehingga tidak membuatnya terlalu terkejut. Coba bicara saat situasi sedang santai, seperti saat anda menyetir mobil dan mereka dapat melihat keluar melalui jendela sehingga suasana tidak menjadi kaku.   Sumber : drphil