Your browser does not support JavaScript!
 13 Jun 2020    11:00 WIB
Kenali Perdarahan Pada Saluran Pencernaan
Apakah Perdarahan saluran cerna itu?Perdarahan Saluran Cerna adalah suatu kondisi medis yang ditandai dengan perdarahan pada saluran pencernaan. Saluran pencernaan tersebut antara lain esofagus, lambung, usus halus dan usus besar.Apakah penyebab perdarahan di saluran cerna? Penyebab perdarahan pada saluran pencernaan :1.  Kerongkongan Robekan jaringan Kanker 2.  Lambung Luka kanker atau non-kanker Iritasi (gastritis) karena aspirin atau Helicobacter pylori 3.  Usus halus Luka usus dua belas jari non-kanker Tumor ganas atau jinak 4.  Usus besar Kanker Polip non-kanker Penyakit peradangan usus (penyakit Crohn atau kolitis ulserativa) Penyakit divertikulum Pembuluh darah abnormal di dinding usus (angiodisplasia) 5.  Rektum : Kanker Tumor non-kanker 6.  Anus Hemoroid Robekan di anus (fisura anus) Apakah faktor resiko dari perdarah saluran cerna?Risiko terjangkit Perdarahan Saluran Cerna meningkat bila Anda:-  pecandu alkohol-  seorang perokok-  Usia tua-  diet yang rendah serat-  Sering menggunakan Aspirin-  Sering menggunakan Obat Anti Peradangan Non-Steroid-  Telah didiagnosa mengidap Kanker Gaster-  Telah didiagnosa mengidap Kanker Kolon Apa saja gejala dari perdarahan saluran cerna?Gejalanya bisa berupa: -  muntah darah (hematemesis) -  mengeluarkan tinja yang kehitaman (melena) -  mengeluarkan darah dari rektum (hematoskezia) Tinja yang kehitaman biasanya merupakan akibat dari perdarahan di saluran pencernaan bagian atas, misalnya lambung atau usus dua belas jari. Warna hitam terjadi karena darah tercemar oleh asam lambung dan oleh pencernaan kuman selama beberapa jam sebelum keluar dari tubuh. Sekitar 200 gram darah dapat menghasilkan tinja yang berwarna kehitaman. Penderita dengan perdarahan jangka panjang, bisa menunjukkan gejala-gejala anemia:-  mudah lelah-  pucat-  nyeri dada -  pusing. Gejala yang menunjukan adanya kehilangan darah yang serius adalah :-  denyut nadi yang cepat-  tekanan darah rendah -  berkurangnya pembentukan air kemih. -  Tangan dan kaki penderita juga akan teraba dingin dan basah. Berkurangnya aliran darah ke otak karena kehilangan darah, bisa menyebabkan:-  Bingung-  Disorientasi-  rasa mengantuk -  syok. Apakah pengobatan untuk perdarahan saluran cerna?Pada lebih dari 80% penderita, tubuh akan berusaha menghentikan perdarahan. Penderita yang terus menerus mengalami perdarahan atau yang memiliki gejala kehilangan darah yang jelas, seringkali harus dirawat di rumah sakit dan biasanya dirawat di unit perawatan intensif. Bila darah hilang dalam jumlah besar, mungkin dibutuhkan transfusi.  Untuk menghindari kelebihan cairan dalam pembuluh darah, biasanya lebih sering diberikan transfusi sel darah merah (PRC/Packed Red Cell) daripada transfusi darah utuh (whole blood).  Setelah volume darah kembali normal, penderita dipantau secara ketat untuk mencari tanda-tanda perdarahan yang berlanjut, seperti peningkatan denyut nadi, penurunan tekanan darah atau kehilangan darah melalui mulut atau anus. Perdarahan dari vena varikosa pada kerongkongan bagian bawah dapat diobati dengan beberapa cara :-  memasukkan balon kateter melalui mulut ke dalam kerongkongan dan mengembangkan balon tersebut untuk menekan daerah yang berdarah. -  menyuntikan bahan iritatif ke dalam pembuluh yang mengalami perdarahan, sehingga terjadi peradangan dan pembentukan jaringan parut pada pembuluh balik (vena) tersebut. Perdarahan pada lambung sering dapat dihentikan melalui endoskopi. Dilakukan kauterisasi pembuluh yang mengalami perdarahan dengan arus listrik atau penyuntikan bahan yang menyebabkan penggumpalan di dalam pembuluh darah. Bila cara ini gagal, mungkin perlu dilakukan pembedahan. Vasopressin dan Epinephrine diberikan untuk mengecilkan pembuluh darah (vasokonstriksi) sehingga perdarahan pada saluran cerna bagian bawah dapat berkurang   Sumber: menshealth
 29 Jul 2019    11:00 WIB
Cara Mengatasi Perdarahan Akibat Varises Pada Penderita Sirosis Hati
Komplikasi lain yang sering terjadi pada penderita sirosis (pengerasan) hati selain pembengkakan pada kaki dan perut adalah terjadinya varises pada esofagus (kerongkongan) atau pada lambung bagian atas. Hal ini dapat membuat penderita sirosis hati mengalami peradarahan bila varises pecah. Bila varises telah mengalami perdarahan, maka perdarahan ini cenderung berulang dan meningkatkan resiko kematian hingga 30-35%. Oleh karena itu, diperlukan pengobatan untuk mencegah terjadinya perdarahan ini. Pengobatan dapat berupa pemberian obat-obatan, berbagai tindakan untuk menurunkan tekanan pada vena porta, dan tindakan untuk mengangkat varises itu sendiri.   Obat-obatan Beta blocker merupakan obat yang cukup efektif untuk menurunkan tekanan di dalam vena porta dan dapat digunakan untuk mencegah terjadinya perdarahan pertama dan perdarahan berulang pada varises. Obat lain yang dapat digunakan untuk menurunkan tekanan dalam vena porta adalah obat golongan nitrat. Kombinasi beta blocker dan nitrat lebih efektif untuk menurunkan tekanan di dalam vena porta atau mencegah perdarahan daripada penggunaan beta blocker saja. Selain itu, obat golongan statin juga dapat digunakan untuk menurunkan tekanan di dalam vena porta dan untuk mengatasi perdarahan akibat varises.   Skleroterapi atau Ligasi Tindakan skleroterapi atau ligasi dapat dilakukan untuk menghilangkan varises dan menghentikan perdarahan yang sedang terjadi serta mencegah terjadinya perdarahan ulang.  Tindakan skleroterapi telah jarang digunakan karena memiliki resiko komplikasi yang lebih tinggi daripada ligasi.    Transjugular Intrahepatik Portosistemik Shunt (TIPS) TIPS merupakan tindakan radiologi yang bertujuan untuk menurunkan tekanan di dalam vena porta. TIPS biasanya dilakukan oleh dokter spesialis radiologi dengan cara memasukkan sebuah stent ke dalam vena leher yang diarahkan ke bawah, ke vena cava inferior dan ke dalam vena hepatika di dalam hati. Pemasangan stent ini bertujuan untuk memperbaiki aliran darah di sekitar hati sehingga tekanan di dalam vena porta dan varises akan menurun dan mencegah terjadinya perdarahan akibat pecahnya varises. Tindakan ini biasanya dilakukan pada penderita sirosis hati yang tidak mengalami perbaikan dengan pemberian obat beta blocker atau ligasi atau pada penderita asites yang tidak membaik setelah pembatasan konsumsi garam dan air serta telah diberikan obat diuretika.  Salah satu efek samping tersering dari TIPS adalah ensefalopati hepatikum. Komplikasi lainnya yang dapat terjadi adalah penyumbatan stent yang menyebabkan kembali meningkatnya tekanan di dalam vena porta, perdarahan varises dan asites. Komplikasi lain dari tindakan TIPS adalah perdarahan karena robeknya kapsul pembungkus hati atau saluran empedu, infeksi, gagal jantung, dan gagal hati.    Tindakan Pembedahan Tindakan pembedahan bertujuan untuk membentuk suatu shunt atau jalan pintas dari vena porta ke beberapa vena lainnya dengan tekanan yang lebih rendah yang dapat membantu menurunkan aliran darah dan menurunkan tekanan di dalam vena sehingga dapat mencegah terjadinya perdarahan varises.  Tindakan pembedahan ini biasanya dilakukan pada penderita sirosis hati tahap awal yang menderita hipertensi porta. Tindakan pembedahan memiliki resiko yang lebih tinggi bila dilakukan pada penderita sirosis hati tahap lanjut.   Baca juga: Pengobatan Komplikasi Sirosis Hati Lainnya Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang Sumber: medicinenet
 23 Jun 2018    11:00 WIB
7 Tanda Anda Mengalami Keguguran
Saat hamil memang saat yang membahagiakan. Tapi terkadang takdir mengatakan sebaliknya dan semua menjadi kacau. Terkadang keguguran sering memberikan tanda peringatan awal dan pertolongan yang tepat waktu akan mencegah terjadinya keguguran, walaupun terkadang semua sudah terlambat. Akan tetapi sangat penting untuk menemui dokter jika di saat kehamilan timbul tanda-tanda berikut. Dibawah ini adalah tanda gejala terjadinya keguguran. 1.  NyeriJika Anda mengalami nyeri yang tidak biasa di perut bagian bawah, mungkin itu adalah tanda yang tidak bisa Anda anggap remeh. Nyeri yang timbul mungkin tidak tajam tetapi terus menerus. Beberapa wanita mungkin merasakan nyeri perut, beberapa akan merasakan kram seperti nyeri haid. Jika wanita hamil merasakan hal ini  maka segeralah memeriksakan diri ke dokter untuk memeriksakan apa yang terjadi. 2.  Berat Badan MenurunPenurunan berat badan saat hamil mungkin sebuah tanda adanya ancaman kegigiran. 3.  Keluar Lendir dari VaginaLendir yang berwarna pink yang keluar dari vagina juga dapat menjadi tanda keguguran. 4.  Perdarahan per VaginaPerdarahan sering menjadi tanda yang jelas dari keguguran. Teteapi spotting atau perdarahan sering terjadi pada kehamilan awal tanpa diikuti keguguran. Jadi penting untuk Anda untuk memeriksakan diri ke dokter jika Anda mengalami perdarahan pervagina. 5.  Jaringan dari Janin yang keluar dari VaginaJika Anda menemukan jaringan berwarna keabu-abuan keluar dari vagina maka Anda harus segera menyiapkan diri Anda dan segera pergi ke dokter. Terkadang ada bagian dari jaringan janin yang keluar dan diikuti dengan terjadinya keguguran. Kejadian ini sering disertai keluarnya endapan darah yang tebal. 6.  Penurunan Tanda-Tanda KehamilanTanda-tanda seperti morning sickeness dan tanda lainnya seperti menghilang kemungkinan merupakan tanda akan terjadi keguguran. Hal ini terjadi karena perubahan hormon yang disebabkan oleh ancaman keguguran. 7.  KontraksiJika Anda merasakan kontraksi pada masa awal kehamilan, mungkin hal itu tanda akan terjadinya keguguran. Bila tanda ini muncul, segeralah pergi ke dokter.Sumber: magforwomen
 15 Aug 2016    15:00 WIB
Segala Sesuatu Tentang Varises yang Anda Harus Tahu
Apa itu varises?Varises vena atau vena varikosa adalah pelebaran vena permukaan di tungkai. Apakah Penyebab sari varises?Penyebab pasti dari varises vena tidak diketahui, tetapi kemungkinan penyebabnya adalah suatu kelemahan pada dinding vena permukaan. Lama-lama kelemahan ini menyebabkan vena kehilangan kelenturannya. Vena akan meregang dan menjadi lebih panjang dan lebih lebar. Untuk menyesuaikan dengan ruangnya yang normal, vena yang memanjang ini menjadi berliku-liku dan jika menyebabkan penonjolan di kulit yang menutupinya, akan tampak gambaran yang menyerupai ular. Pelebaran vena menyebabkan terpisahnya daun-daun katup. Sebagai akibatnya, jika penderita berdiri, vena dengan cepat akan terisi oleh darah dan vena berdinding tipis yang berliku-liku ini akan semakin melebar. Apa saja gejala dari varises?Selain tidak enak dilihat, varise vena sering terasa sakit dan menyebabkan kaki mudah lelah. Tetapi banyak juga penderita yang tidak merasakan nyeri, meskipun venanya sangat melebar. Tungkai bagian bawah dan pergelangan kaki bisa terasa gatal, terutama jika tungkai dalam keadaan hangat (setelah menggunakan kaos kaki atau stoking). Rasa gatal menyebabkan penderita menggaruk dan menyebabkan kulit tampak kemerahan atau timbul ruam. Hal ini sering disalah-artikan sebagai kulit yang kering. Gejala yang terjadi pada varises yang sedang berkembang kadang lebih buruk daripada gejala pada vena yang telah sepenuhnya teregang. Apakah varises bisa menyebabkan komplikasi?Hanya sebagian kecil penderita yang memiliki komplikasi, yaitu berupa:•  Dermatitis•  Flebitis•  Perdarahan Apakah pengobatan yang bisa dilakukan untuk mengobati varises?Karena varises vena tidak dapat disembuhkan, pengobatan terutama ditujukan untuk mengurangi gejala, memperbaiki penampilan dan mencegah komplikasi. •  Mengangkat kaki bisa mengurangi gejala tetapi tidak dapat mencegah varises vena. •  Varises vena yang timbul selama kehamilan biasanya akan membaik dalam waktu 2-3 minggu setelah melahirkan. •  Stoking elastis •  Pembedahan Tujuan dari pembedahan adalah untuk mengangkat sebanyak mungkin varises vena. •  Terapi suntikan Pada terapi suntikan, vena ditutup, sehingga tidak ada darah yang dapat melewatinya. Suatu larutan disuntikkan untuk mengiritasi vena dan menyebabkan terbentuknya gumpalan (trombus). Terapi suntikan biasanya dilakukan hanya jika varises kembali timbul setelah pembedahan atau jika penderita menginginkan tungkainya tampak cantik. Apakah ada tidandakan pencegahan untuk varises?Langkah-langkah yang sama dapat Anda lakukan untuk mengobati ketidaknyamanan dari varises di rumah dapat membantu mencegah varises, termasuk:•  Berolahraga •  Memantau berat badan •  Makan makanan yang tinggi serat, diet rendah garam •  Menghindari sepatu hak tinggi dan kaus kaki ketat •  Mengangkat kaki Anda •  Mengubah posisi duduk atau berdiri secara teratur