Your browser does not support JavaScript!
 18 Mar 2019    18:00 WIB
Bagaimana Depresi Berhubungan Dengan Bunuh Diri?
Bunuh diri memang tidak selalu menjadi hasil akhir dari depresi, tetapi depresi yang tidak ditangani dengan baik dapat meningkatkan pemikiran bunuh diri dan juga percobaan bunuh diri. Ketika seseorang mengalami depresi berat, pemikiran untuk menyakiti diri sendiri paling sering muncul dipikiran dan juga menyebabkan peningkatan keinginan melakukan percobaan bunuh diri, menurut mayo clinic. Dengan mengetahui faktor resiko dan bagaimana mendukung seseorang yang mengalami depresi dapat mencegah munculnya keinginan bunuh diri. Ada beberapa pertimbangan dalam memahami hubungan antara depresi dan bunuh diri, seperti fakta-fakta, gejala depresi, tanda-tanda perilaku bunuh diri, dukungan dan pencegahan.   Fakta mengenai depresi dan bunuh diri Menurut data terbaru di US yang dibuat oleh the American Association of Suicidology mengenai tingkat kematian, bunuh diri menempati peringkat ke 11 penyebab kematian di US, dengan rata-rata satu orang bunuh diri setiap 15 menitnya. Tak jarang seseorang melakukan 25 kali percobaan pembunuhan sebelum sukses melakukan bunuh diri. Sebagian besar upaya bunuh diri didahului oleh gejala depresi yang berat. Mereka tidak hanya mencoba untuk mendapatkan perhatian, tapi keinginan yang sebenarnya adalah untuk tidak lagi hidup di dunia ini.    Gejala dari depresi Depresi dapat mempengaruhi tiap orang berbeda dengan range mulai dari ringan, sedang sampai berat ketika didiagnosa. Depresi ditandai oleh gejala signifikan selama dua minggu atau lebih, termasuk: kesedihan terus menerus, kehilangan minat terhadap aktivitas sehari-hari, gangguan tidur, perubahan pola makan, mudah terganggu, peningkatan rasa marah, tidak dapat beristirahat, mengisolasi diri, menolak untuk tampil didepan umum, sulit berkonsentrasi, tidak dapat mengambil keputusan, menangis berkepanjangan, dan munculnya pemikiran untuk bunuh diri.   Tanda dari perilaku bunuh diri Tanda yang sering muncul dari perilaku bunuh diri adalah ketika seseorang berbicara serius mengenai keinginan untuk menyakiti diri sendiri, gejala lain kurang begitu mudah dikenali. Sangat tidak biasa untuk seseorang berniat mengakhiri hidup dalam berbagai macam bentuk kematian. Indikator tinggi resiko seseorang berpotensial melakukan bunuh diri adalah seseorang memiliki keinginan kuat untu bunuh diri, sedang dalam pengobatan tanda-tanda depresi, sedang depresi dan menggunakan obat-obatan atau alkohol, mempunyai riwayat disakiti atau mempunyai kondisi medis yang serius. Sebagai tambahan untuk resiko tinggu bunuh diri adalah perilaku bunuh diri, misalnya, suka mengambil atau menggunakan senjata, mengkonsumsi pil dalam jumlah besar, sering memberikan hadiah kepada orang yang dekat, perubahan pola hidup rutin, suka melakukan kegiatan yang beresiko dan mengucapkan selamat tinggal kepada orang terdekat.     Sumber: livestrong
 25 Sep 2015    09:00 WIB
OMG! Ternyata Kesepian Bisa Bikin Mati Lho!
Tahukah Anda bahwa rasa kesepian ternyata sangat bergantung pada kualitas hubungan sosial seseorang? Memiliki banyak teman bukanlah suatu jaminan bahwa Anda tidak akan merasa kesepian. Bila Anda tidak memiliki hubungan yang dekat dengan teman-teman Anda tersebut, maka Anda pun dapat merasa kesepian. Sebuah penelitian menemukan bahwa orang yang merasa kesepian cenderung memandang suatu hubungan sosial sebagai sesuatu yang tidak berharga di dalam hidupnya. Di bawah ini Anda dapat melihat beberapa fakta mengenai kesepian yang mungkin belum pernah Anda dengar sebelumnya.   Dapat Menular Tahukah Anda bahwa setiap orang ternyata dapat mendeteksi rasa kesepian yang sedang dialami oleh orang-orang di sekitarnya? Sebuah penelitian menemukan bahwa orang yang merasa kesepian akan menularkan rasa tidak menyenangkan ini ke orang-orang di sekitarnya sehingga orang-orang yang merasa kesepian pun akan menjadi lebih banyak   Meningkatkan Resiko Terjadinya Gangguan Jantung Akibat rasa tertekan yang terus dialami oleh seseorang yang merasa kesepian, maka hal ini pun dapat menyebabkan terjadinya peningkatan tekanan darah dan kadar kolesterol, yang tentu saja dapat mengganggu kesehatan jantung orang tersebut.   Mudah Jatuh Sakit Kesepian juga dapat menyebabkan seseorang merasa stress dan mengganggu daya tahan tubuhnya. Karena penurunan daya tahan tubuh ini, maka seseorang yang merasa kesepian mudah sekali jatuh sakit.   Sama Berbahayanya Dengan Merokok Tahukah Anda bahwa rasa kesepian yang telah berlangsung selama bertahun-tahun ternyata memiliki resiko yang sama besarnya dengan merokok? Sebuah penelitian baru menemukan bahwa kesepian dapat meningkatkan resiko terjadinya kematian dini hingga 14%.   Baca Juga: Mengalami Keraguan Sebelum Menikah, Normalkah?   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang   Sumber: psychologytoday
 13 Oct 2014    12:00 WIB
Berbagai Faktor Resiko Penyebab Timbulnya Keinginan Bunuh Diri Pada Remaja
Pada zaman sekarang ini, banyak remaja dan orang dewasa muda yang mengalami stress berat dan berbagai masalah, termasuk masalah keluarga. Bila hal ini dikombinasikan dengan ketidakseimbangan hormonal, maka para remaja mungkin merasa berbagai masalah yang dihadapinya tersebut sangatlah sulit, beberapa bahkan berpikiran untuk bunuh diri. Pada kenyataannya, bunuh diri merupakan salah satu dari 3 penyebab kematian utama pada orang yang berusia antara 10-24 tahun, terutama pada pria. Hal ini bukan berarti lebih banyak pria yang ingin melakukan bunuh diri, akan tetapi karena usaha bunuh diri yang dilakukan oleh seorang pria biasanya lebih ekstrim, maka usaha mereka pun lebih banyak yang berhasil. Wanita sebenarnya mungkin lebih banyak melakukan usaha bunuh diri, tetapi gagal. Jika Anda pernah benar-benar berkeinginan untuk bunuh diri, di mana Anda benar-benar berusaha menyusun suatu rencana bunuh diri dan bukan hanya merasa sedih, maka Anda mungkin memerlukan pertolongan medis.  Di bawah ini terdapat beberapa faktor resiko bunuh diri yang patut diwaspadai seperti: Pernah mencoba bunuh diri sebelumnya Menderita gangguan psikologis atau gangguan mental misalnya seperti gangguan depresi dan berbagai gangguan mood lainnya, skizofrenia, dan gangguan cemas Penyalahgunaan zat dan atau minuman beralkohol Pernah mengalami kekerasan fisik maupun seksual Memiliki anggota keluarga yang pernah melakukan usaha bunuh diri Merasa putus asa Menderita suatu penyakit tertentu Memiliki perilaku impulsif atau agresif Mengalami kebangkrutan atau dipermalukan di depan umum Putus cinta Isolasi atau kurangnya dukungan dari orang lain Memiliki akses untuk melakukan tindakan bunuh diri Dekat dengan orang lain yang pernah melakukan usaha bunuh diri     Sumber: webmd
 03 Oct 2014    12:00 WIB
Cara Mencegah Penderita Skizofrenia Melakukan Tindakan Bunuh Diri
Para peneliti telah menemukan beberapa faktor resiko penting yang membuat seorang penderita skizofrenia melakukan tindakan bunuh diri, akan tetapi mungkin agak sulit bagi Anda untuk mengenali beberapa tanda awal bahwa seorang penderita skizofrenia akan melakukan tindakan bunuh diri. Seorang penderita skizofrenia memiliki resiko melakukan tindakan bunuh diri yang lebih tinggi saat ia baru saja keluar dari rumah sakit. Hal ini dikarenakan para penderita skizofrenia seringkali menganggap rumah sakit merupakan suatu tempat aman baginya dan semua pekerja di rumah sakit merupakan orang-orang penting dalam kehidupannya. Oleh karena itu, saat akhirnya mereka diperbolehkan keluar dari rumah sakit, mereka seringkali merasa putus asa. Selain itu, resiko terjadinya tindakan atau usaha bunuh diri juga lebih tinggi pada seorang penderita skizofrenia yang mulai menyadari bahwa mereka sakit dan bahwa penyakit yang mereka derita merupakan suatu penyakit berat. Hal ini terutama terjadi pada seorang penderita skizofrenia yang masih muda, yang memiliki kehidupan yang aktif sebelumnya, yang membuat mereka menyadari apa saja yang harus mereka korbankan atau kehilangan apa saja yang akan ia alami karena penyakitnya tersebut. Perasaan ini dapat membuat mereka merasa putus asa, tidak berdaya, dan akhirnya enggan hidup. Untuk mengetahui apakah seorang penderita skizofrenia beresiko melakukan tindakan bunuh diri, maka dokter dan anggota keluarga harus lebih perhatian dan sensitive terhadap perasaan dan perilaku penderita.  Berbagai penelitian telah menunjukkan bahwa cara paling efektif untuk mencegah terjadinya tindakan bunuh diri pada seorang penderita skizofrenia adalah dengan mengkombinasikan beberapa terapi seperti: Pengobatan untuk mengatasi berbagai gejala gangguan depresi Meningkatkan kepatuhan penderita untuk mengkonsumsi berbagai obat-obatan yang diperlukan dan melakukan berbagai terapi yang diperlukan Meningkatkan perhatian dan kewaspadaan pada para penderita skizofrenia yang memang memiliki beberapa faktor resiko untuk melakukan tindakan bunuh diri, terutama pada para penderita yang telah kehilangan berbagai hal dalam hidupnya karena penyakitnya tersebut     Sumber: webmd
 01 Oct 2014    12:00 WIB
Hubungan Antara Skizofrenia dan Bunuh Diri
Skizofrenia merupakan suatu penyakit kronik, yang menyebabkan gangguan mental, yang memiliki banyak gejala seperti: Cara berpikir yang abnormal Kehilangan kontak dengan realitas Halusinasi yaitu melihat atau mendengar sesuatu yang sebenarnya tidak ada Skizofrenia telah banyak dihubungkan dengan peningkatan resiko terjadinya percobaan bunuh diri dan kejadian bunuh diri yang sukses. Dari para penderita skizofrenia, sekitar 20-40% pernah mencoba bunuh diri, di mana sekitar 5-13% nya berhasil melakukan usaha bunuh diri tersebut dan meninggal.  Dibandingkan dengan orang lainnya, para penderita skizofrenia memiliki resiko yang lebih tinggi untuk melakukan usaha bunuh diri, yaitu sebanyak 8 kali lipat. Selain itu, para penderita skizofrenia pun memiliki resiko yang lebih tinggi untuk mengalami kematian akibat penyebab alami, misalnya seperti gangguan pernapasan. Pencegahan usaha bunuh diri pada seorang penderita skizofrenia dapat sulit dilakukan karena tindakan dan perilaku seorang penderita skizofrenia seringkali sulit ditebak dan impulsif. Oleh karena itu, sangatlah penting bagi para petugas medis, anggota keluarga, dan teman penderita skizofrenia untuk mengetahui beberapa faktor resiko terjadinya usaha bunuh diri dan situasi lingkungan seperti apa yang seringkali ditemui saat usaha bunuh diri dilakukan. Seorang penderita skizofrenia memiliki resiko yang lebih tinggi untuk melakukan usaha bunuh diri bila ia merupakan seorang pria, dewasa muda, kulit putih, dan tidak pernah menikah.  Selain itu, seorang penderita skizofrenia juga memiliki resiko bunuh diri yang lebih tinggi bila ia sebelumnya dapat melakukan segala sesuatunya dengan baik sebelum didiagnosa menderita skizofrenia, lalu mengalami depresi setelah didiagnosa menderita skizofrenia, dan memiliki riwayat mengkonsumsi alkohol atau penyalahgunaan zat lainnya, serta pernah melakukan usaha bunuh diri sebelumnya. Ciri khas seorang penderita skizofrenia yang seringkali melakukan usaha bunuh diri adalah: Berjenis kelamin pria Berusia kurang dari 30 tahun Memiliki IQ yang tinggi Memiliki karir yang sukses di masa remaja dan dewasa muda Menyadari apa dampak skizofrenia pada keadaan mentalnya Faktor resiko lainnya yang sering memicu seorang penderita skizofrenia untuk melakukan usaha bunuh diri adalah: Merasa putus asa Mengisolasi diri dari lingkungan atau pergaulan sosial Dirawat di rumah sakit Mengalami penurunan keadaan kesehatan Baru saja kehilangan sesuatu atau seseorang atau baru saja mengalami suatu penolakan Kurangnya dukungan dari orang-orang di sekitarnya Adanya masalah dalam keluarga Merasa takut bahwa dirinya akan mengalami gangguan jiwa lainnya atau bahwa gangguan jiwanya akan semakin memburuk Sangat tergantung pada pengobatan Kehilangan kepercayaan pada berbagai pengobatan yang dilakukan Selain itu, usaha bunuh diri di antara penderita skizofrenia tampaknya juga berhubungan dengan beberapa hal di bawah ini, yaitu: Menderita suatu penyakit kronik Memiliki anggota keluarga yang pernah melakukan usaha bunuh diri Pernah atau sedang menderita gangguan depresi Pernah atau sedang menyalahgunakan zat Memiliki perilaku impulsif dan agitatif Memiliki pikiran untuk melakukan usaha bunuh diri Harus mengkonsumsi obat-obatan yang lebih banyak untuk mengatasi gejala skizofrenia dan depresi yang dialaminya Memiliki sikap negatif terhadap pengobatan dan tidak patuh pada pengobatan Sangat tergantung pada orang lain untuk melakukan aktivitas sehari-hari dan tidak dapat bekerja  Beberapa penelitian menduga bahwa penyalahgunaan alkohol yang banyak dihubungkan dengan peningkatan resiko tindakan bunuh diri pada orang sehat secara umum, mungkin bukanlah salah satu faktor resiko terjadinya tindakan bunuh diri pada seorang penderita skizofrenia. Penyalahgunaan zat atau obat-obatan terlarang lebih banyak berhubungan dengan peningkatan resiko tindakan bunuh diri pada seorang penderita skizofrenia. Selain itu, seorang penderita skizofrenia memang dua kali lebih sering menyalahgunakan zat atau obat-obatan terlarang dibandingkan dengan orang sehat pada umumnya.     Sumber: webmd