Your browser does not support JavaScript!
 14 Oct 2017    11:00 WIB
6 Cara Menjaga Kulit Kaki Tetap Lembut
1.  Gunakan Sepatu Dengan Ukuran yang SesuaiTumit anda akan bergerak di dalam sepatu yang terlalu besar dan menyebabkan gesekan antara kulit kaki dan sepatu anda. Hal ini dapat menyebabkan terbentuknya kapalan di permukaan tumit kaki anda. Gunakanlah sepatu dengan ukuran yang sesuai sehingga tumit anda tidak bergerak, tetapi harus cukup luas sehingga jari kaki anda dapat bergerak. Selain itu, pilihlah sepatu yang memiliki sirkulasi udara yang baik sehingga kaki anda tidak banyak berkeringat.2.  Cuci Kaki Anda Dengan Air HangatCucilah kaki anda setiap hari dengan menggunakan air hangat dan sabun. Jangan menggunakan air panas karena akan membuat kulit menjadi kering. Selain itu, air panas juga berbahaya bagi penderita diabetes dan orang yang menderita gangguan sirkulasi darah di bagian kaki.Keringkan kaki anda dengan baik, tepuk-tepuklah dengan handuk bersih untuk mengeringkannya (jangan digosok). Pastikan kaki anda benar-benar kering, terutama di sela-sela jari kaki karena jamur dan bakteri lebih mudah tumbuh di daerah yang lembab, hangat, dan gelap.Akan tetapi, jangan terlalu sering mencuci kaki anda dan hindarilah penggunaan sabun atau berbagai produk perawatan lainnya yang dapat membuat kulit anda menjadi kering.3.  Gunakan PelembabGunakanlah pelembab pada kaki anda setiap harinya, setelah mandi atau setiap kali kaki anda terkena air. Jika anda merasa kaki anda terlalu kering, maka gunakanlah pelembab yang mengandung urea. Urea biasanya ditemukan pada sel kulit, akan tetapi kadarnya menurun pada kulit normal. Urea ini berfungsi untuk menjaga kelembaban kulit. Jangan gunakan pelembab di sela-sela jari kaki dan kenakanlah kaus kaki berbahan katun. 4.  Jangan Terlalu Sering Merendam KakiMerendam kaki dapat membuat kaki terasa lebih nyaman dan rileks. Akan tetapi, jangan terlalu lama merendam kaki anda karena dapat membuat kulit anda menjadi kering. Rendamlah kaki anda hanya selama 10-15 menit, 3 kali seminggu. Jangan merendam kaki anda di dalam air panas, gunakanlah air hangat dan rendamlah kaki hingga sebatas pergelangan kaki. Tambahkanlah seperempat gelas cuka untuk melembutkan kulit yang kering. Lalu keringkan kaki anda dengan baik dan jangan lupa untuk memakaikan pelembab.5.  Jangan Garuk Kaki AndaBila kaki anda terasa gatal, jangan menggosok atau menggaruk area kulit tersebut. Kompreslah kulit anda yang gatal dengan kompres dingin selama beberapa menit untuk mengurangi rasa gatal. Hindari konsumsi alkohol dan kafein karena dapat membuat rasa gatal semakin parah.6.  Perawatan Malam HariUntuk menjaga kelembaban kulit anda di malam hari, oleskanlah campuran minyak olive dengan cuka atau air perasan lemon pada kaki anda, terutama di daerah tumit anda. Madu juga merupakan salah satu pelembab alami, jadi anda dapat memasukkannya ke dalam campuran di atas bila anda menginginkannya. Gunakanlah kaus kaki dan cucilah kaki anda hingga bersih di pagi hari, keringkan dengan baik dan gunakan pelembab.Beberapa hal lainnya yang membuat kulit kaki anda menjadi kering dan bahkan pecah-pecah adalah bila anda hidup di lingkungan yang dingin atau pekerjaan anda mengharuskan anda berdiri dalam waktu lama. Segera hubungi dokter anda bila tidak ada perbaikan pada kulit kaki anda setelah mencoba beberapa tips di atas.Sumber: mcdermottfootcare, footvitals
 20 Feb 2017    11:00 WIB
Perawatan Kulit Berminyak
Tahukah anda, bahwa kulit berminyak merupakan jenis kulit yang paling rentan terserang jerawat. Karena itu kita harus melakukan perawatan yang benar untuk jenis kulit berminyak ini. Karena jika dirawat dengan benar, jenis kulit ini juga berpotensi awet muda. Sebum yang diproduksi kelenjar minyak berguna untuk menjaga agar kulit tampak lebih sehat, namun jika produksi sebum berlebihan juga bisa menimbulkan beberapa masalah kulit seperti jerawat maupun tertutupnya pori-pori kulit akibat sel-sel kulit mati yang bercampur dengan sebum. Ciri-ciri jenis kulit berminyak: Lapisan kulit tanduk sering terkelupas. Memiliki elastisitas atau kelenturan kulit yang tinggi. Permukaan kulit tampak kasar dan lebih berminyak dibagian dagu, dahi dan hidung. Di kulit wajah banyak terdapat komedo dan pori pori besar. Sehabis dibersihkan, kulit wajah tampak mengkilap. Berikut beberapa tips perawatan kulit untuk mengendalikan kelebihan sebum pada kulit yang berminyak: 1. Pembersih Para ahli dermatologis sepakat bahwa cara yang efektif untuk mengatasi kulit berminyak adalah dengan membersihkan wajah secara rutin setiap pagi dan malam. Menurut April Amstrong, MD., seorang asisten professor dari Departement Dermatology University of California menyarankan untuk memilih sabun yang lembut daripada memilih harsh soap yang justru dapat meningkatkan produksi sebum. Pilih sabun dengan kandungan benzoyl peroxide, salicylic acid, glycolic acid, atau beta-hydroxy acid. 2. Toner Untuk mengaplikasikan toner, cukup digunakan pada area yang berminyak saja dan tidak perlu digunakan pada area kulit yang kering. Seperti pada kulit kombinasi, cukup diaplikasikan pada area dahi, hidung, dan dagu atau T-zone. 3. Masker Menggunakan masker dapat membantu mengurangi kelebihan sebum dan membersihkan pori-pori. Karena biasanya setelah menggunakan masker kulit jadi lebih kering, maka jangan lupa menggunakan pelembab setelahnya. 4. Pelembab Siapa bilang kulit berminyak tidak butuh pelembab? Sebuah ide yang buruk jika Anda yang memiliki kulit berminyak malah menjauhi pelembab. Kulit berminyak pun juga membutuhkan pelembab, maka dari itu pilihlah pelembab yang oil free. 5. Sunscreen Biasanya orang dengan kulit berminyak malas menggunakan tabir surya karena membuat kulit terlihat semakin berminyak. Padahal tabir surya sangat dibutuhkan untuk melindungi kulit dari paparan sinar UV yang dapat merusak kulit. 6. Pengelupasan Pengelupasan akan membantu menyingkirkan sel-sel mati dan memberikan tampilan yang lebih segar. Pengelupasan akan menghilangkan kotoran pada kulit anda dan mengurangi penampilan berminyak. Pengelupasan kulit sekali seminggu adalah cara terbaik untuk mencegah jerawat. 7. Gunakan Kertas Penyerap Minyak Ketika wajah terlihat berminyak, gunakan kertas khusus penyerap minyak dengan cara menepuk-nepukkannya dengan pelan. Jangan digosok-gosok karena bisa menyebabkan iritasi dan menyebabkan make up berantakan. Untuk menghilangkan minyak dilarang menggunakan toner yang berkadar alkohol tinggi, ini bisa menjadi penyebab timbulnya jerawat. Ingatlah bahwa untuk mengatasi kulit berminyak akan membutuhkan perawatan ekstra. Anda harus menjauhkan diri air panas saat mencuci muka. Air dengan suhu kamar adalah yang terbaik untuk digunakan saat mencuci wajah anda. Laser dan chemical peel dapat membantu mengurangi kelebihan sebum dan memperbaiki kulit., namun Anda harus berkonsultasi dengan dokter kulit terlebih dahulu. Perlu Anda ketahui juga bahwa kulit berminyak cenderung memiliki sedikit keriput saat mengalami penuaan kulit nantinya. Jangan berlebihan untuk menghilangkan sebum karena kulit Anda tetap membutuhkannya. 
 29 Aug 2016    15:00 WIB
Agar Kulit Tidak Kusam Setelah Berhenti Menggunakan Krim Wajah
Saat Anda menggunakan krim wajah mungkin Anda merasa kulit menjadi kusam, maka yang harus Anda perhatikan agar kulit tidak menjadi kusam: Dokter atau klinik kecantikan yang terpercaya Saat Anda menggunakan krim wajah sebaiknya Anda konsultasi dengan dokter spesialis kulit dan dokter yang sudah mempunyai sertifikat kursus klinik kecantikan. Sebaiknya Anda melakukan pemeriksaan langsung karena setiap orang memiliki jenis kulit yang berbeda dan permasalahan kulit yang berbeda. Sehingga kandungan obat terkandung di dalam krim merupakan bahan-bahan yang baik untuk kulit Anda. Bukan hanya memberikan efek "putih" sementara namun merusak kulit Anda nantinya.  Tanyakan isi dari krim tersebut Mungkin Anda kurang mengerti dengan bahan yang terkandung di dalam krim tersebut, namun Anda dapat sedikit bertanya apa efek dari obat tersebut. Sehingga Anda merasa lebih yakin dengan manfaat dari krim wajah tersebut. Pemakaian obat pemutih Ada beberapa bahan yang sering digunakan untuk memutihkan kulit salah satunya adalah hidrokuinon. Untuk pemakaian hidrokuinon apabila tidak melebihi 2% maka masih dalam masih batas aman. Namun bila sudah lebih dari kadar tersebut maka kulit Anda akan terlihat putih namun sebenarnya terjadi pengelupasan kulit dan bila terkena matahari maka akan merusak kulit dan timbul bintik-bintik hitam.  Untuk Anda yang berhenti menggunakan krim Mungkin akan terjadi perubahan kulit, hal ini dapat disebabkan dari bahan yang terkandung dalam obat tersebut. Karena pemutusan pemakaian obat secara tiba-tiba. Namun yang harus Anda perhatikan seperti tubuh yang diberi makan setiap hari apabila kekurangan nutrisi maka akan mengganggu proses kerja tubuh tersebut. Sama seperti kulit, bila Anda selalu menggunakan krim nutrisi untuk kulit dan tiba-tiba Anda berhenti maka hal ini akan mengganggu proses kerja kulit Anda.  Sehingga untuk pemakaian krim kulit sebaiknya diteruskan namun dengan kadar yang lebih sedikit dan mempertahankan kesehatan kulit Melakukan perawatan kulit di klinik kecantikan Untuk mendapatkan hasil yang maksimal, sebaiknya Anda juga melakukan perawatan di klinik kecantikan seperti facial, peeling, mikrodermabrasi, dermaroller. Sebaiknya saat Anda melakukan perawatan tersebut Anda konsultasi terlebih dahulu dengan dokter. Beberapa krim biasanya bersifat pengelupasan kulit dan apabila akan dilakukan tindakan peeling yang bersifat mengelupas kulit, maka Anda harus istirahat tidak menggunakan krim selama minimal 3 hari.  Baca juga: Pengaruh Berbagai Nutrisi Terhadap Kulit Anda Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang
 27 Aug 2016    12:00 WIB
Waspada Bila Sering Waxing, Ini Masalah Kulit Yang Bisa Terjadi
Semua orang memiliki bulu kemaluan, ada yang tidak mempermasalahkan hal ini namun ada juga yang merasa terganggu. Sehingga melakukan berbagai cara untuk menyingkirkan bulu kemaluan. Keadaan organ intim tanpa bulu kemaluan mungkin terlihat lebih seksi dan terlihat lebih bersih bagi sebagian orang. Salah satu cara yang sering dilakukan adalah melakukan waxing bulu kemaluan, kemudian melakukan laser untuk menghambat pertumbuhan bulu kemaluan secara permanen. Namun tahukah Anda bahwa cara diatas dapat menyebabkan risiko yang berbahaya bagi para wanita. Sebenarnya bulu kemaluan ini berguna untuk melindungi kulit vagina terhadap gesekan yang terjadi saat berhubungan intim karena daerah vagina merupakan daerah yang sangat sensitif. Selain itu, bulu kemaluan berfungsi untuk untuk menjaga vagina dari bakteri berbahaya yang tak diinginkan sehingga pengangkatan bulu kemaluan dapat memberikan efek yang tidak baik bagi kesehatan alat kelamin. Saat melakukan waxing biasanya akan menimbulkan iritasi, luka terbuka dan menyebabkan peradangan pada kantung rambut yang tersisa. Luka dan kondisi hangat dan lembab dari area vital, akan menjadi tempat yang baik bagi perkembangan bakteri yang berbahaya. Hal tersebut akan menyebabkan gangguan risiko kesehatan yang berbahaya, seperti: Selulitis Infeksi bakteri pada kulit dan jaringan lunak di bawah kulit. Sehingga menimbulkan pembengkakan, kemerahan dan nyeri. Herpes Genitalis Dikarenakan tidak lagi memiliki bulu kemaluan dan adanya luka maka virus herpes genitalis dapat masuk ke dalam tubuh. Gejala herpes genitalis yang pertama kali muncul adalah luka melepuh yang kemerahan dan terasa sakit di sekitar daerah genital. Luka ini bisa pecah dan menjadi luka terbuka. Impetigo Infeksi bakteri yang dapat menyebabkan luka merah dan bisa pecah. Ketika luka tersebut pecah biasanya akan keluar cairan yang menyebabkan kerak berwarna kuning kecokelatan pada kulit Moluskum Kontagiosum Moluskum Kontagiosum adalah infeksi virus pada kulit yang cepat menular. Terutama pada wanita yang tidak mampu menjaga kebersihan organ intim dengan baik. Biasanya akan membuat kulit rusak dan akan terlihat jelas saat akar rambut dipotong atau dirobek. Kutil kelamin Tumbuhnya daging kecil atau benjolan yang muncul di sekitar daerah kelamin atau dubur. Biasanya hal ini disebabkan oleh Human Papilomavirus (HPV) Rambut tumbuh ke dalam Biasanya setelah waxing, rambut baru akan mulai tumbuh. Namun karena penggunaan lilin pada saat proses waxing dilakukan, maka rambut akan terjebak di bawah permukaan yang menyebabkan benjolan disertai iritasi dan menyebabkan infeksi dalam waktu lama. Bisul Bisul ini disebabkan oleh bakteri stafilokokus dan menyebabkan area itu terkena radang dan berisi nanah. Melihat adanya dampak negatif akibat waxing ada baiknya Anda melakukan konsultasi dengan dokter spesialis kulit dan kelamin untuk mencegah terjadinya masalah kesehatan kulit vagina dan tidak melakuan waxing terlalu sering Baca juga: Makanan Anti Galau  Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang Sumber: thesun
 25 Aug 2016    18:00 WIB
Kulit Cerah Sampai Menenangkan Kulit Stres, Ini Manfaat Mengapa Anda Harus Sering Maskeran!!!
Wanita atau pria, tanpa terkecuali sangat ingin memiliki kulit wajah yang cerah, berseri-seri dan selalu tampil fresh. Namun tidak semua orang memiliki jenis kulit seperti itu.Ada yang memiliki kulit kering, kulit berminyak dan kulit sensitif. Masalah kulit yang terakhir memang agak sulit penanganannya.Namun jangan khawatir, meski masalah kulit ada banyak, tapi cara mengatasinya pun ada banyak. Salah satunya adalah dengan melakukan maskeran.Agar Anda menjadi rajin untuk maskeran, berikut ini akan dibahas apa saja manfaat dari maskeran. Berikut ini manfaat dari maskeran: 1.      Mencerahkan kulitTidak bisa dibohongi, kulit yang cerah masih menjadi favorit kebanyakan orang. Bila Anda memang menginginkannya maka segera ambil masker yang mengandung vitamin C. Kemampuan vitamin C untuk mencerahkan kulit tidak perlu diragukan lagi selain itu membantu menyamarkan garis-garis halus, kantung mata, dan kulit kusam. Vitamin C bekerja sebagai antioksidan dan memicu kerja kolagen agar kulit menjadi lebih kenyal dan bebas dari masalah penuaan dini. 2.      Menyeimbangkan kulit kombinasiPerawatan kulit kombinasi memang gampang-gampang sulit. Dimana kulit tersebut perpaduan antara kulit kering dan kulit berminyak di T Zone. Oleh karena itu cara mengatasinya juga dengan menggunakan masker kombinasi Untuk kulit kering, gunakan masker dengan kadar air yang tinggi dan bahan-bahan yang melembabkan kulit. Untuk bagian kulit berminyak yaitu di daerah T-zone, pilihlah masker yang mengandung asam salisilat, tanah liat, atau arang. 3.      Menenangkan kulit stresYang mengalami stres akibat rutinitas sehari-hari bukan hanya pikiran Anda saja, namun juga kulit Anda. aktifitas yang terlalu berlebihan, penggunaan kosmetik yang berlebihan juga dapat menyebabkan kulit menjadi stres. Gejala kulit stres adalah kulit terlihat kasar, kering, dan kusam. Cara mengatasinya gunakan maskeran tinggi antioksidan dan asam hyaluronic. Dijamin kulit Anda akan merasa rileks 4.      Mengatasi kulit sensitif atau kulit kemerahanKulit sensitif memang bikin pusing, kulit terlihat merah seperti udang rebus bisa saja mengganggu penampilan. Untuk membanu mengatasi masalah ini Anda dapat menggunakan masker yang berbahan dasar seperti chamomile dan aloe vera.Jangan pernah merasa ragu untuk menggunakan masker. Mungkin maskeran bisa menghabiskan waktu. Namun apa salahnya bila setelah maskeran Anda bisa mendapatkan kulit yang diimpikan... Baca juga: 5 Masker Bahan Alami Untuk Mengatasi Rambut Kering Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang. Sumber: goodhousekeeping
 23 Aug 2016    11:00 WIB
9 Hal yang Dapat Membuat Keriput Muncul
Keriput merupakan bagian alami dari proses penuaan dan kehidupan. Akan tetapi, tahukah Anda bahwa beberapa penyebab timbulnya keriput tidak berhubungan dengan proses penuaan? Beberapa perawatan kecantikan dan kebiasaan serta gaya hidup Anda juga dapat mempengaruhi proses pembentukan keriput ini. Di bawah ini terdapat berbagai hal yang dapat memicu terbentuknya keriput.   1.      Merokok Merokok merupakan salah satu hal yang paling sering menyebabkan terbentuknya keriput. Oleh karena itu, hindarilah rokok maka Anda pun dapat terhindar dari keriput.   2.      Makanan yang Dikonsumsi Apa yang Anda makan dapat mempengaruhi keadaan kulit Anda. Mengkonsumsi terlalu banyak gula dan makanan dengan indeks glikemik yang tinggi tidak hanya dapat membuat Anda menjadi lebih gemuk tetapi juga dapat membuat Anda tampak lebih tua. Melalui suatu proses yaitu glikasi, maka molekul gula akan bertempelan dengan berbagai protein di dalam kulit Anda, termasuk kolagen, yang akan membuat jaringan kolagen menjadi kaku dan berbentuk abnormal. Hal ini akan menyebabkan kulit kehilangan elastisitasnya, yang akan memicu terbentuknya keriput. Gula dan berbagai karbohidrat sederhana lainnya akan memicu terjadinya proses peradangan di dalam seluruh tubuh yang akan menyebabkan peningkatan kadar insulin. Proses peradangan ini akan memicu terbentuknya berbagai jenis enzim yang akan memecah kolagen dan elastin, yang tentu saja akan membuat kulit menjadi kendur dan terbentuk keriput. Oleh karena itu, hindarilah konsumsi gula dan karbohidrat sederhana.   3.      Mengkonsumsi Minuman Beralkohol Semua jenis minuman beralkohol akan membuat kulit mengalami dehidrasi. Hal ini berarti kulit Anda tidak akan tampak sekencang dan sesegar biasanya di pagi hari setelah Anda mengkonsumsi minuman beralkohol. Seiring dengan berlalunya waktu, kulit Anda akan kehilangan elastisitasnya dan terbentuknya keriput karena kurangnya jumlah air di dalam kulit. Selain itu, minuman beralkohol juga berdampak besar pada kadar vitamin A, yang mana merupakan salah satu antioksidan yang sangat penting bagi kesehatan kulit dan tubuh manusia. Vitamin A juga memiliki peranan yang sangat penting pada proses regenerasi sel baru dan produksi kolagen. Jadi, saat kadar kolagen Anda menurun, maka elastisitas kulit Anda pun akan ikut menurun dan membuat kulit Anda tampak lebih kendor dan berkeriput.   4.      Mengunyah Permen Karet Mengunyah permen karet dapat menyebabkan terbentuknya suatu keriput tertentu pada bagian bawah mulut. Selain itu, mengunyah permen karet juga dapat menyebabkan terjadinya berbagai gangguan pada mulut.   5.      Tidak Membersihkan Riasan Saat Anda tidur tanpa membersihkan riasan di wajah Anda, maka Anda secara tidak langsung mengundang keriput untuk datang. Riasan dan berbagai kotoran yang menempel dan menumpuk pada wajah Anda akan masuk ke dalam pori-pori kulit Anda dan merusak jaringan kolagen serta elastin. Proses ini akan mempercepat proses penuaan dan membentuk garis halus serta keriput pada kulit wajah. Oleh karena itu, pastikan Anda memberishkan dan menggunakan pelembab pada kulit wajah Anda setiap malam sebelum tidur.   6.      Memencet Jerawat Memencet jerawat dapat menyebabkan kerusakan pada kulit, iritasi kulit, bekas luka, dan bahkan keriput pada kulit wajah. Oleh karena itu, pastikan Anda tidak memencet jerawat Anda.   7.      Mengerutkan Wajah Saat Memakai Riasan Menggunakan riasan sambil mengerutkan alis mata atau membukan mulut dapat membuat terbentuknya keriput pada wajah Anda. Jangan tarik dan renggangkan mata Anda saat menggunakan eyeliner. Goyangkanlah wajah Anda saat menggunakan riasan.   8.      Tidak Menggunakan Tabir Surya Paparan sinar matahari, walaupun hanya beberapa menit saja, juga dapat menyebabkan terjadinya kerusakan pada lapisan kolagen kulit Anda yang dapat menyebabkan terbentuknya garis halus dan keriput. Oleh karena itu, pastikan Anda selalu menggunakan tabir surya setiap hari, baik saat panas maupun hujan, sehingga kulit Anda tidak mengalami kerusakan. Gunakanlah tabir surya dengan SPF 30 dan yang mengandung seng oksida atau titanium oksida.   9.      Posisi Tidur Jika Anda tidur tengkurap atau menyamping, maka dapat terbentuk keriput pada sisi wajah yang bersentuhan dengan bantal. Akan lebih baik bila Anda menggunakan sarung bantal berbahan sutra. Bila tidak memungkinkan, maka pastikan Anda tertidur dalam posisi terlentang.   Baca juga:  Cara Unik Untuk Mencegah Pembentukan Keriput Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang  Sumber: womenshealthmag
 22 Aug 2016    11:00 WIB
5 Perawatan Alami Untuk Mengecilkan Pori-Pori Kulit
Kita semua tentu menginginkan kulit yang lembut, bercahaya dan pori-pori kulit yang besar akan sangat mempengaruhi penampilan kulit kita. Pori-pori kulit wajah yang besar dapat terjadi karena faktor genetik, karena faktor penuaan dan karena terlalu lama terekspos sinar matahari. Pasti kita tidak ingin pori-pori besar merusak penampilan kulit kita bukan? Berikut adalah 5 perawatan alami dengan menggunakan bahan alami juga untuk mengecilkan pori-pori kulit di wajah. 1.  LemonPeras separuh lemon dan aplikasikan perasan lemon itu ke wajah Anda sebelum Anda tidur. Lemon merupakan astingent yang alami. Lemon akan membantu pori-pori mengecil dan juga mencerahkan warna kulit wajah. 2.  TomatHancurkan tomat sampai lembut kemudian aplikasikan ke wajah Anda sebagai masker selama 10-15 menit. Setelah itu bersihkan wajah Anda dengan air hangat dan kemudian air dingin untuk meminimalisir pori-pori. 3.  Madu Madu tidak hanya mengandung antibakterial, tetapi juga dapat mengecilkan pori, mengurangi kadar minyak di wajah. Madu dapat digunakan sebagai tambahan masker wajah lain atau dapat langsung diaplikasikan ke wajah dengan tambahan sedikit perasan air lemon. Pijat wajah Anda dan kemudian diamkan beberapa menit. Setelah itu cuci wajah Anda menggunakan air dingin. 4.  Sari MentimunHancurkan mentimun, ambil sarinya kemudian campurkan dengan tepung jangung dan aplikasikan campuran ini ke wajah Anda. Diamkan selama 15 menit kemudian basuh wajah Anda dengan air hangat kuku. Campuran ini akan membantu mengecilkan pori-pori di wajah Anda. 5.  Es BatuLangkah cepat dan efektif untuk mengecilkan pori-pori dengan cepat adalah dengan menggosok es batu ke wajah. Suhu dingin dari es batu akan membuat pori-pori menciut dan juga membantu mengurangi produksi minyak di wajah. Baca juga: Mengapa Kulit Kaki Anda Kering dan Pecah-pecah? Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang Sumber: healthmeup
 20 Aug 2016    11:00 WIB
Atasi Jerawat Anda Dengan Pil KB
Selain mencegah kehamilan, pil KB ternyata juga dapat membantu para wanita mengatasi masalah kulitnya, yaitu jerawat. Penggunaan pil KB untuk mengatasi jerawat hanya dianjurkan jika jerawat anda tidak berespon terhadap berbagai pengobatan lainnya. Jerawat terbentuk dari gabungan antara sebum dan sel kulit mati di dalam folikel rambut. Bakteri pun turut berperan dengan memicu terjadinya infeksi dan peradangan. Pil KB dapat mengatasi jerawat dengan cara mengurangi sebum, yaitu suatu zat berminyak yang berfungsi sebagai pelumas pada rambut dan kulit anda. Akan tetapi, karena pil KB ini hanya dapat mengatasi salah satu penyebab jerawat, yaitu sebum yang berlebihan, maka akan lebih baik bila anda juga menggunakan obat anti jerawat lainnya, seperti salep anti jerawat yang mengandung benzoil peroksida atau asam salisilat.Anda mungkin harus mengkonsumsi pil KB selama beberapa bulan sebelum merasakan efeknya pada kulit anda. Kulit anda pun dapat menjadi lebih buruk dulu sebelum akhirnya membaik.Efek SampingPil KB biasanya aman dan efektif bagi sebagian besar orang. Akan tetapi, pada beberapa orang lainnya, pil KB dapat menimbulkan beberapa efek samping seperti:•    Nyeri kepala•    Perubahan siklus menstruasi•    Payudara mengencang•    Meningkatkan resiko terjadinya penyakit jantung, tekanan darah tinggi, dan pembentukan bekuan darah, walaupun hanya sedikit Berkonsultasilah terlebih dahulu dengan dokter anda sebelum menggunakan pil KB untuk mengatasi jerawat anda. Jangan menggunakan pil yang mengandung kombinasi estrogen dan progestin bila anda:•    Berusia 35 tahun atau lebih dan merokok•    Memiliki riwayat penyakit jantung•    Memiliki riwayat kanker payudara, kanker rahim, atau kanker hati•    Pernah mengalami pembentukan bekuan darah pada kaki atau paru-paru Baca juga: Oatmeal Bukan Hanya Untuk Dimakan, Namun Juga Untuk Jerawat Dan....... Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarangSumber: webmd
 18 Aug 2016    12:00 WIB
Perbedaan Antara Tahi Lalat dan Kanker Kulit
Satu lagi dampak berbahaya dari paparan sinar matahari berlebihan pada kulit anda, kanker kulit. Dapatkah pemakaian tabir surya mencegah terjadinya kanker kulit? Mungkin, akan tetapi para ahli menganjurkan selain menggunakan tabir surya, anda juga sebaiknya mengetahui apa jenis kulit anda. Sebagian besar orang memiliki lebih dari 100 tahi lalat pada tubuhnya. Sebagian besar tahi lalat dan tanda lainnya pada kulit anda bukanlah keganasan. Akan tetapi, bila tahi lalat baru timbul saat dewasa dan tampak berbeda dari tahi lalat lainnya pada tubuh anda, maka anda mungkin harus mulai waspada. Tahi lalat yang berdarah, mengeluarkan suatu cairan, terasa gatal, tampak bersisik, atau menjadi lebih keras atau terasa nyeri harus segera diperiksa. Segera hubungi dokter kulit anda bila anda mengalami beberapa hal di atas. Periksalah kulit anda di depan kaca dan perhatikanlah daerah kulit yang sering terpapar oleh sinar matahari, seperti tangan, dada, kepala, wajah, leher, dan kaki. Di bawah ini terdapat tanda-tanda kanker kulit yang mungkin menyerupai tahi lalat (ABCDE). Segera hubungi dokter anda bila anda mengalami beberapa hal di bawah ini, yaitu:•  Asimetri, yaitu bila setengah bagian tahi lalat anda berbeda dengan setengah bagian lain dari tahi lalat anda•  Border, yaitu bila tahi lalat anda memiliki batas yang tidak jelas•  Color, yaitu bila tahi lalat anda memiliki berbagai jenis warna atau bercorak kecoklatan, coklat, hitam, biru, putih, atau merah•  Diameter, yaitu bila diameter tahi lalat anda lebih besar daripada diameter penghapus pada ujung pensil kayu•  Evolving, yaitu bila tahi lalat tampak berbeda dengan tahi lalat lainnya dan atau bila terjadi perubahan pada ukuran, warna, atau bentuknyaFaktor ResikoBeberapa faktor resiko terjadinya kanker kulit yang perlu anda waspadai adalah:•  Mengalami luka bakar yang cukup berat pada kulit akibat paparan sinar matahari yang berlebihan•  Memiliki anggota keluarga yang menderita kanker kulit•  Memiliki kulit putih, memiliki banyak bintik-bintik hitam, atau rambut merah Baca juga: Perbedaan Antara Kanker Kulit dan Kutil Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang Sumber: mysuncoast