Your browser does not support JavaScript!
 23 Apr 2020    13:00 WIB
Efek Samping Suntik Insulin Bagi Penderita Diabetes
Saat ini penyakit diabetes masih sangat sulit disembuhkan. Penyakit diabetes melibatkan peningkatan kadar gula darah dan penurunan produksi dari insulin. Banyak pasien diabetes baik diabetes tipe 1 maupun 2 melakukan suntikan insulin untuk mengontrol kadar gula darah didalam tubuh tetap stabil. Pasien diabetes memerlukan suntikan insulin karena produksi insulin yang terus menerus menurun. Oleh karena itu pasien diabetes memerlukan suntikan insulin untuk menstabilkan kadar gula darah dan tetap sehat. Tetapi terkadang suntikan insulin bisa juga memberikan efek, walaupun jarang terjadi. Berikut adalah beberapa efek dari pasien diabetes. Efek samping suntikan insulin: Penurunan kadar gula darah. Saat Anda mulai menyuntik insulin, maka kadar gula darah Anda akan langsung turun. Penurunan kadar gula darah dapat menimbulkan gejala berkeringat, mual atau nafas yang cepat. Jika kadar gula darah menurun dengan drastis maka bisa menyebabkan pasien pingsan Iritasi kulit atau inflamasi yang disebabkan oleh jarum suntik. Pada pasien yang harus meyuntikkan insulin sebagai pengobatan rutin maka tindakan ini bisa menyebabkan kerusakan pada jaringan kulit. Ketika kadar gula darah menurun, maka metabolisme juga ikut menurun. Hal ini juga bisa menyebabkan perubahan metabolik pada otak yang bisa menimbulkan gejala kejang. Kondisi ini memang jarang terjadi tetapi memerlukan penanganan dokter segera. Pusing yang disebabkan oleh penurunan kadar gula darah. Otak akan bekerja lebih lambat dan hal ini bisa menimbulkan racun ke tubuh Anda. Hipoglikemia (penurunan kadar gula darah) merupakan efek samping utama saat melakukan suntikan insulin. Terlalu banyak kadar insulin di dalam tubuh juga bisa menyebabkan penurunan tekanan darah. Hal ini bisa menyebabkan kepala pusing, rasa melayang, kelemahan dan denyut jantung meningkat. Pada kasus yang ekstrim, suntikan insulin justru bisa menyebabkan hiperglikemia (peningkatan kadar gula darah). Kondisi tersebut bisa menimbulkan gejala rasa haus berlebihan, sering berkemih dan lemas Untuk beberapa pasien diabetes, suntikan insulin bisa menyebabkan alergi pada kulit dan menimbulkan gejala pembengkakan dan rasa gatal. Efek samping yang sangat jarang terjadi dari penyuntikan insulin adalah muntah, kemerahan di kulit pada daerah sekitar tempat penyuntikan, denyut jantung yang tidak stabil, penurunan konsentrasi. Kontrollah kadar gula darah Anda sealami mungkin dengan membatasi konsumsi makanan yang manis. Pemanis buatan sendiri sebenarnya bisa menimbulkan bahaya. Pastikan Anda menyuntikkan insulin 30 menit sebelum Anda makan. Anda bisa menyuntikkan insulin pada lengan, paha atau perut. Konsultasikan dengan dokter Anda bagaimana cara penyuntikan insulin dengan baik dan benar, juga bagaimana penanganan jika timbul efek samping dari pemberian insulin.  Baca juga: Tips Berolahraga Untuk Membantu Mengatasi Nyeri Saraf Akibat Diabetes Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang Sumber: boldsky
 22 Dec 2016    08:00 WIB
Tips Tetap Sehat Bagi Ibu Hamil Dengan Diabetes
Diabetes selama kehamilan atau diabetes gestasional merupakan suatu keadaan di mana terjadi peningkatan kadar gula darah selama kehamilan. Kadar gula darah biasanya kembali normal setelah melahirkan. Di bawah ini terdapat beberapa hal yang dapat anda lakukan untuk menjaga kesehatan anda dan bayi anda.   Diet Sehat Konsultasikanlah dengan dokter anda mengenai makanan apa yang boleh dan tidak boleh anda makan untuk menjaga agar kadar gula darah anda tetap stabil. Batasilah jumlah karbohidrat yang anda konsumsi dan hindarilah makanan manis seperti minuman bersoda dan berbagai jenis roti.   Olahraga Olahraga dapat membantu menjaga kadar gula darah anda. Berolahragalah selama 30 menit setiap harinya, tidak perlu olahraga atau aktivitas yang terlalu berat, berjalan atau berenang merupakan contohnya. Konsultasikan dengan dokter anda mengenai olahraga dan kegiatan apa yang boleh anda lakukan.   Kontrol Teratur Pemeriksaan kehamilan dan kesehatan anda serta bayi anda secara teratur merupakan salah satu cara untuk menjaga kesehatan anda. Dengan pemeriksaan teratur, dokter dapat mengetahui berbagai gangguan kesehatan yang anda atau bayi anda alami.   Minum Obat Sesuai Dosis Selama kehamilan obat anti diabetes yang dapat digunakan adalah insulin. Konsumsilah obat sesuai dengan dosis yang telah diberitahukan oleh dokter anda, dengan demikian kadar gula darah anda dapat terjaga tetap pada batas normal. Tanyakan pada dokter anda mengenai berapa dosis obat yang harus dikonsumsi, kapan waktu minum obat, dan caranya.   Periksa Kadar Gula Darah Anda Satu lagi cara untuk menjaga kesehatan anda adalah dengan teratur memeriksa kadar gula darah anda. Dengan pemeriksaan teratur ini, anda dapat segera menghubungi dokter anda bila kadar gula darah anda terlalu rendah atau tinggi sebelum terjadi berbagai komplikasi yang tidak diinginkan baik pada anda maupun bayi anda. Segera hubungi dokter anda bila anda mengalami beberapa hal di bawah ini, yaitu: Anda sedang sakit dan dengan demikian tidak dapat mengikuti pola makan yang telah ditentukan Anda mengalami gejala hiperglikemia (tingginya kadar gula di dalam darah), seperti gangguan konsentrasi, nyeri kepala, merasa haus terus-menerus, penglihatan kabur, atau penurunan berat badan Anda mengalami gejala hipoglikemia (kadar gula di dalam darah rendah), seperti merasa cemas, bingung, pusing, nyeri kepala, merasa lapar, rasa berdebar-debar, gemetar, pucat, berkeringat, atau badan terasa lemah Kadar gula darah lebih tinggi atau lebih rendah dari normal   Sumber: webmd    
 22 May 2016    18:00 WIB
Tips Perawatan Diabetes
Mengontrol kadar gula darah, diet sehat, olahraga, menjaga berat badan, dan kontrol teratur merupakan beberapa hal penting yang perlu diperhatikan. Akan tetapi, yang tidak kalah pentingnya adalah memperhatikan beberapa bagian tubuh lainnya yang seringkali mengalami komplikasi akibat diabetes, seperti kaki, kulit, mata, gusi dan gigi, serta jantung.   Perawatan Kaki Berbagai infeksi atau luka dapat terjadi pada kulit anda, seperti infeksi akibat jamur pada kulit kaki atau kuku jari kaki anda. Begitu juga dengan berbagai luka lecet, kapalan, kulit kering juga sering terjadi. Diperlukan penanganan khusus terhadap berbagai hal di atas pada penderita diabetes. Hal ini disebabkan oleh: Kerusakan saraf yang terjadi dapat membuat anda mati rasa sehingga tidak dapat merasakan nyeri. Hal ini dapat membuat penderita tidak mengetahui bahwa kakinya terluka Aliran darah yang buruk ke kaki membuat luka sulit sembuh atau lama sembuh Penurunan daya tahan tubuh membuat penderita diabetes lebih mudah terkena infeksi Kerusakan saraf pada otot kaki dapat menyebabkan gangguan berjalan. Hal ini membuat anda harus berjalan dengan posisi tertentu yang mungkin dapat membuat kaki anda terluka Beberapa hal yang dapat anda lakukan untuk menjaga kesehatan kaki anda adalah: Lakukanlah pemeriksaan terhadap kaki anda setiap harinya. Obati setiap luka yang ada (dapat diolesi dengan salep antibiotik) dan tutup luka tersebut. Bila kulit kaki anda kering dan retak-retak pada bagian tumit, berikan pelembab untuk melembabkan kulit anda. Selalu pakai alas kaki. Gunakan alas kaki dengan ukuran yang sesuai sehingga tidak melukai kaki anda. Kontrol secara teratur ke dokter anda.   Perawatan Kulit Kulit dapat mengalami berbagai infeksi yang disebabkan oleh bakteri atau jamur. Gejala infeksi kulit yang paling sering ditemukan adalah rasa gatal. Pada penderita diabetes, akibat gangguan aliran darah dan penurunan daya tahan tubuh maka luka kecil pada kulit dapat menjadi berat dan luka pun menjadi sulit sembuh. Infeksi yang disebabkan oleh bakteri sebaiknya diobati dengan salep antibiotika pada daerah kulit yang mengalami infeksi. Infeksi jamur pada kulit biasanya terjadi pada daerah lipatan kulit, seperti di bawah payudara, lipatan paha, lipatan siku, ketiak, di antara jari kaki. Untuk infeksi jamur dapat diberikan obat anti jamur dengan cara mengoleskannya pada daerah kulit yang terinfeksi. Rasa gatal akibat kulit kering dapat diatasi dengan pemberian pelembab untuk melembabkan kulit. Beberapa hal yang dapat anda lakukan adalah: Kontrol kadar gula darah anda Gunakan pelembab pada kulit kering Gunakan bedak untuk mengurangi rasa gatal Berkonsultasilah dengan dokter anda mengenai pengobatan yang tepat bagi infeksi atau gangguan kulit yang anda alami. Bila anda bingung mengenai penyebab gangguan kulit anda atau bila infeksi atau luka tidak juga sembuh, segera hubungi dokter anda untuk memperoleh informasi yang lebih tepat   Perawatan Mata Diabetes yang tidak terkontrol dalam waktu lama seringkali menyebabkan berbagai gangguan pada mata. Berbagai gangguan mata yang sering terjadi adalah: Katarak. Katarak merupakan suatu keadaan di mana lensa mata mengeruh dan mengakibatkan gangguan penglihatan. Katarak dapat terjadi pada setiap orang. Resikonya meningkat seiring dengan semakin bertambahnya usia anda. Akan tetapi, bagi penderita diabetes, katarak biasa terjadi pada usia yang lebih muda dan cepat memburuk. Glaukoma. Glaukoma disebabkan oleh gangguan humor aqueous, suatu cairan pada mata. Akibatnya terjadi peningkatan tekanan di dalam mata. Peningkatan tekanan dalam waktu lama dapat menyebabkan kerusakan pada saraf dan pembuluh darah mata yang akhirnya menyebabkan kebutaan. Retinopati. Retinopati terjadi akibat kerusakan pembuluh darah mata. Kelainan ini merupakan salah satu komplikasi diabetes pada mata yang sering terjadi bila kadar gula darah tidak terkontrol dengan baik dan sering menyebabkan kebutaan. Untuk mencegah berbagai komplikasi serius pada mata ini, disarankan agar anda mengontrol kadar gula darah anda dan memeriksakan diri secara teratur dengan dokter anda.   Perawatan Gigi dan Gusi Diabetes menyebabkan anda menjadi sangat rentan terhadap berbagai infeksi. Selain itu, kadar gula darah yang tinggi juga dapat memperburuk penyakit pada gusi yang anda miliki. Hal ini dapat menyebabkan terjadinya perdarahan pada gusi dan menyebabkan gusi terlepas dari gigi. Bila hal ini berlanjut, maka anda mungkin memerlukan tindakan pembedahan untuk menjaga keutuhan gigi anda. Berbagai keluhan lainnya yang dapat anda temukan pada gigi dan gusi adalah: Inflamasi atau peradangan pada gusi Luka yang sulit sembuh Mulut terasa kering Mulut atau lidah terasa seperti terbakar Gosoklah gigi anda setelah anda makan. Selain itu, kontrollah kesehatan gigi dan gusi anda secara teratur dengan dokter gigi anda, minimal 2 kali dalam setahun.   Perawatan Jantung Komplikasi diabetes lainnya adalah serangan jantung, gagal jantung, dan stroke. Ketiga komplikasi serius ini seringkali disebabkan oleh gangguan aliran darah yang menuju ke jantung dan otak. Gangguan aliran darah ini biasanya disebabkan oleh adanya penyumbatan pada pembuluh darah yang diakibatkan oleh penumpukkan lemak pada dinding pembuluh darah, sehingga arteri mengeras (arterosklerosis). Lemak dapat menempel pada dinding pembuluh darah disebabkan oleh kerusakan pada dinding pembuluh darah yang diakibatkan oleh tingginya kadar gula darah. Pencegahan terbaik yang dapat anda lakukan adalah dengan mengontrol kadar gula darah, tekanan darah tinggi, dan kadar kolesterol total anda. Untuk itu, diperlukan kontrol teratur, kepatuhan minum obat diabetes dan tekanan darah, serta perubahan gaya hidup berupa olahraga teratur, diet sehat tinggi serat dan rendah lemak, serta berhentilah merokok.   Sumber: webmd
 05 Nov 2015    12:00 WIB
Menderita Diabetes Saat Hamil? Atasi Dengan Ini….
Sebuah penelitian kecil yang dilakukan di Iran menemukan bahwa suplemen kalsium dan vitamin D ternyata dapat membantu menurunkan kadar gula darah pada wanita yang menderita diabetes saat hamil (diabetes gestasional) dan juga meningkatkan kesehatan wanita tersebut secara keseluruhan.   Baca juga: Benarkah Vitamin D Dapat Membuat Proses Persalinan Tidak Terlalu Menyakitkan?   Diabetes gestasional merupakan suatu keadaan di mana kadar gula darah seorang wanita menjadi sangat tinggi saat hamil walaupun sebelumnya ia tidak pernah menderita diabetes. Keadaan ini dapat meningkatkan resiko terjadinya komplikasi berat selama proses persalinan berlangsung dan meningkatkan resiko terjadinya diabetes tipe 2 pada sang ibu di beberapa tahun mendatang. Pada penelitian ini, para peneliti memberikan 1.000 mg kalsium setiap harinya dan 50.000 unit vitamin D 2 kali sehari selama 6 minggu atau memberikan plasebo pada 56 orang wanita yang menderita diabetes gestasional. Para peneliti kemudian mengambil contoh darah pada awal dan akhir penelitian. Mereka kemudian menemukan bahwa para wanita hamil yang mengkonsumsi suplemen kalsium dan vitamin D memiliki kadar gula darah puasa dan kadar kolesterol yang lebih baik. Walaupun hasil penelitian ini cukup menjanjikan, akan tetapi suplemen vitamin D sebenarnya tidak dapat dikonsumsi oleh semua wanita. Hal ini dikarenakan vitamin D memiliki efek beracun pada wanita dan bayinya. Oleh karena itu, konsumsi suplemen vitamin D hanya dianjurkan bagi para ibu hamil yang menderita diabetes gestasional dan yang juga mengalami defisiensi (kekurangan) vitamin D.   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang .   Sumber: newsmaxhealth