Your browser does not support JavaScript!
 29 May 2019    18:00 WIB
Tips Untuk Mengatasi Timbulnya Gejala Psoriasis
Psoriasis ialah penyakit kulit di mana penderitanya mengalami proses pergantian kulit yang terlalu cepat, bersifat kambuhan, yang ditandai oleh adanya benjolan bersisik berwarna keperakan dan sejumlah plak (bercak yang menonjol) dengan ukuran yang bervariasi.  Bila Anda menderita psoriasis, maka Anda mungkin sudah tahu bahwa ada beberapa hal yang dapat memicu timbulnya gejala. Di bawah ini Anda dapat melihat beberapa hal yang dapat memicu timbulnya gejala dan bagaimana cara mengatasinya.   Stress Stress merupakan pemicu tersering dari kambuhnya gejala psoriasis. Hal ini dikarenakan stress akan memicu pelepasan zat kimia penyebab radang di dalam tubuh, yang akan memicu terjadinya kekambuhan. Untuk mengatasinya, cobalah mengatasi stress dengan berolahraga, yoga, atau dengan pijat. Bila Anda memiliki hobi tertentu, Anda juga dapat melakukannya untuk mengurangi stress. Meditasi juga baik untuk mengatasi stress.   Perubahan Cuaca Saat cuaca menjadi lebih dingin dan lebih kering, maka gejala psoriasis lebih sering kambuh. Untuk mengatasinya, gunakanlah pelembab atau body lotion dan pasanglah humidifier di dalam kamar tidur Anda.   Baca juga: Gejala dan Pemicu Terjadinya Psoriasis   Obat-obatan Ada beberapa jenis obat-obatan yang dapat memicu kambunya gejala psoriasis, seperti obat penurun tekanan darah, obat gangguan bipolar, dan obat anti radang (ibuprofen). Untuk mengatasinya, beritahu dokter Anda bahwa Anda menderita psoriasis sehingga dokter tidak memberikan obat-obatan tersebut di atas atau mengurangi dosisnya.   Luka dan Memar Jika kulit Anda terluka, maka gejala psoriasis dapat kambuh pada daerah kulit yang terluka ini. Keadaan ini disebut dengan fenomena Koebner. Untuk mengatasinya, hindari kegiatan yang menyebabkan terjadinya gesekan atau luka pada kulit. Jika Anda terluka dan gejala psoriasis kambuh, segera obati.   Infeksi Beberapa jenis infeksi seperti radang tenggorokan akibat bakteri Streptococcus juga dapat memicu terjadinya gejala psoriasis. Selain itu, infeksi telinga, bronkitis, dan infeksi saluran napas juga dapat memicu kambuhnya gejala psoriasis. Orang ynag sering mengalami peradangan amandel (tonsillitis), gejala psoriasisnya juga lebih sering kambuh. Untuk mengatasinya, dianjurkan agar Anda melakukan operasi pengangkatan tonsil bila Anda sering mengalami tonsillitis. Walaupun tidak dapat mencegah terjadinya psoriasis, akan tetapi tindakan ini dapat membantu mengurangi frekuensi kekambuhan.   Alkohol Mengkonsumsi alkohol dapat membuat gangguan kulit yang Anda alami, termasuk psoriasis semakin memburuk. Selain itu, mengkonsumsi alkohol juga dapat menurunkan efektivitas pengobatan. Untuk mengatasinya, batasilah konsumsi alkohol Anda, yaitu tidak lebih dari 1 gelas sehari jika Anda adalah seorang wanita atau 2 gelas sehari bila Anda adalah seorang pria.   Merokok Merokok dapat membuat gejala psoriasis semakin memburuk dan semakin sulit dikendalikan. Untuk mengatasinya, cobalah untuk berhenti merokok.   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang.   Sumber: webmd
 14 Sep 2018    11:00 WIB
Penyakit Kulit Yang Paling Sering Menyerang Diabetes Tipe 2
Pasien dengan diabetes mempunyai resiko lebih tinggi untuk terkena masalah kulit, atau dari komplikasi kulit yang tidak diketahui lebih awal, lebih sering disebabkan oleh penurunan sensasi pada kulit. Kebanyakan kondisi kulit dapat dicegah dan diobati dengan baik jika ditemukan pada tahap awal. Tetapi jika masalah kulit tersebut tidak mendapat perhatian yang baik, sebuah kelainan kulit minor pada penderita diabetes dapat berubah menjadi kondisi yang berat dan membawa komplikasi yang serius. Kondisi kulit yang terkait dengan diabetes: Skleroderma diabetikum Kondisi ini menyebabkan penebalan pada kulit di bagian leher dan punggung atas. Kondisi ini sangat jarang terjadi pada diabetes tipe 2. Pengobatan memerlukan kadar gula darah yang stabil. Losion dan pelembab terkadang dapat membantu melembutkan kulit Diabetik dermopati Disebut juga shinspot, kondisi ini berkembang sebagai akibat dari perubahan suplai aliran darah ke kulit. Dermopati terlihat seperti lesi berbentuk melingkar atau oval yang mengkilat, biasanya muncul di permukaan kulit yang tipis misalnya di bagian bawah kaki. Lesi tidak terasa sakit walaupun terkadang dapat menimbulkan rasa gatal maupun sensasi terbakar. Biasanya tidak dibutuhkan terapi khusus. Diabetik bulosa Pada kasus yang jarang terjadi, pengidap diabetes sering mengalami lesi berbentuk bulosa. Lesi bulosa ini dapat terjadi di daerah jari, tangan, kaki dan lengan atas. Lesi bulosa ini biasanya tidak menimbulkan rasa nyeri dan dapat sembuh sendiri. Lesi bulosa ini sering terjadi pada penderita diabetes berat dan juga diabetes neuropati. Dengan mengontrol kadar gula darah tetap normal maka akan terhindar dari penyakit kulit ini. Disemineted granuloma anulare Kondisi ini menyebabkan lesi kulit berbentuk cincin yang berbatas tegas di daerah kulit sekitar jari dan telinga. Lesi kulit ini juga dapat muncul di dada dan abdomen. Ruam bisa berwarna merah, merah kecoklatan atau sewarna dengan kulit. Biasanya tidak memerlukan terapi, tetapi terkadang diperlukan steroid topikal untuk pengobatannya misalnya seperti hidrokortison. Infeksi bakteri Infeksi kulit yang disebabkan oleh bakteri stafilokokus bisa menjadi masalah yang serius pada diabetes. Infeksi bakteri ini dapat menyebabkan inflamasi mulai dari kelenjar rambut. Infeksi ini sering terjadi di kelenjar di bulu mata dan infeksi kuku. Kebanyakan bakteri memerlukan pengobatan antibiotik, baik dalam bentuk pil maupun krim Infeksi jamur Infeksi jamur pada penderita diabetes sering disebabkan oleh kandida albikans. Wanita lebih mudah terkena infeksijamur ini, terutama didaerah vagina. Daerah lain yang sering diserang oleh jamur adalah di sudut bibir yang dikenal dengan istilah "angular cheilitis", yang akan terasa seperti sensasi terpotong di sudut bibir. Jamur juga sering muncul di kaki dan jari, juga di kuku (onikomikosis). Infeksi jamur yang berpotensi berbahaya disebabkan oleh Mucormycosis. Infeksi ini biasanya dimulai di lubang hidung dan dapat menyebar sampai ke mata dan otak.   Sumber: webmd
 31 Jul 2018    11:00 WIB
Seperti Apa Tahapan Terkena Cacar Air ?
Cacar air merupakan penyakit yang terjadi 1 kali dan biasanya bermanifestasi saat usia balita atau anak-anak. Walaupun jarang, ada orang yang tidak mendapat cacar air sampai usia dewasa. Vaksinasi dan suntikan anti cacar air sudah tersedia dan sangat bermanfaat dalam pencegahan penyakit ini. Cacar air merupakan jenis penyakit yang hanya terjadi 1 kali dan tubuh segera membangun antibody yang dapat melawan virus cacar dengan cepat. Sangat jarang terjadi infeksi ulang cacar air ditemukan.Artikel ini akan membahas tahapan penyakit cacar air dan periode infeksi cacar air. Cacar air merupakan penyakit yang sangat menular . Hampir tidak ada anak kecil yang tidak pernah terkena cacar air. Ungkapan ini mungkin muncul untuk menggambarkan bahwa cacar air sebagian besar diderita oleh anak kecil. Bila penyakit ini diderita pada masa kanak-kanak, mungkin tidak akan begitu merepotkan. Namun bila yang terkena masih bayi, maka ia tidak dapat tenang karena merasakan gatal yang hebat. Tahap 1Tahap pertama dari cacar air merupakan gejala-gejala utama dari cacar air yaitu keluarnya ruam dan bisul. Periode infeksi cacar air dimulai dengan timbulnya ruam pada kulit. Ruam kemerahan dan bisul akan tersebar di seluruh bagian tubuh. Berapa lama ruam tersebut bertahan di kulit sangat bergantung pada tingkat infeksi virus terhadap orang tersebut. Pada tahap 1 cacar air, pasien akan merasa kelelahan, demam, iritasi kulit dan kelemahan. Pada tahan ini pasien harus memrawat benjolan-benjolan dan ruam yang muncul di kulit, karena jika benjolan-benjolan tersebut pecah dapat menimbulkan luka parut yang sulit hilang. Cairan yang terdapat dalam benjolan tersebut juga dapat menyebarkan virus baru yang menyebabkan munculnya benjolan baru di kulit. Tahap 2Pada tahap ini benjolan pada kulit akan berubah menjadi lepuhan. Saat benjolan membesar akan menyebabkan iritasi dan nyeri pada kulit. Lepuhan juga berisi cairan yang dapat pecah setiap saat. Bagian terburuk dari infeksi cacar air berlangsung pada periode ini. Periode ini berlangsung selama 4-5 hari setelah timbulnya bintik-bintik merah muda di kulit. Demam dan nyeri kepala paling parah juga terjadi pada tahap ini. Tahap ini merupakan tahap paling infeksius dari cacar air dan dapat menyebarkan cacar air terhadap lingkungan sekitarnya sehingga penderita cacar air harus dijauhkan dari orang yang sehat. Cuci pakaian pasien cacar terpisah dari yang lain. Tahap 3Ini merupakan tahap akhir cacar air. Pada tahap ini lepuhan akan pecah dan mengering. Lepuhan yang mengering akan menyebabkan kulit menjadi kasar. Saat lepuhan mengering akan membentung keropeng dan akan mengakhiri tahap infeksi cacar air. Penyembuhan kulit memang memerlukan waktu lebih lama lagi, tetapi sudah tidak menular lagi. Secara umum infeksi akan bertahan selama 10-12 hari. Tahap 1 terjadi selama 1-2 hari, dan infeksi menyebar ke seluruh tubuh dalam 48 jam. Tahap berikutnya terjadi dalam 4-5 hari dan tahap terakhir berlangsung selama 3-4 hari. Ini adalah waktu perkiraan dari infeksi cacar air. Baca juga: Mengenal Apa Itu Cacar air Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang Sumber: boldsky   
 15 Jan 2018    12:30 WIB
Gejala Psoriasis Pada Kulit Kepala
Psoriasis pada kulit kepala merupakan gangguan kulit yang sering ditemukan, yang menyebabkan timbulnya bercak bersisik, kemerahan, dan menonjol pada kulit kepala. Bercak ini dapat berupa bercak tunggal atau beberapa bercak atau bahkan menutupi seluruh kulit kepala Anda. Bercak juga dapat menyebar hingga ke dahi, leher belakang, atau bagian belakang telinga. Psoriasis merupakan gangguan kulit yang tidak menular. Hingga saat ini para ahli masih belum menemukan penyebab pasti dari psoriasis. Para ahli menduga psoriasis terjadi akibat adanya gangguan pada sistem imunitas, yang membuat sel-sel kulit tumbuh terlalu cepat dan membentuk suatu bercak pada permukaan kulit. Resiko terjadinya psoriasis pada kulit kepala akan meningkat bila ada anggota keluarga Anda yang juga mengalami gangguan kulit yang serupa. Psoriasis sebenarnya dapat mengenai semua bagian kulit, akan tetapi pada beberapa kasus gejala hanya muncul pada kulit kepala. Gejala psoriasis kulit kepala dapat ringan dan hampir tidak disadari oleh penderitanya. Akan tetapi, gejala dapat juga sangat berat, berlangsung lama, dan menyebabkan terbentuknya koreng tebal. Penderita juga dapat mengalami gatal hebat yang bahkan mengganggu tidur dan aktivitas harian penderita. Karena sering digaruk, maka dapat terjadi infeksi kulit dan kerontokan rambut.   Baca juga: Gejala dan Pemicu Terjadinya Psoriasis   Gejala psoriasis kulit kepala yang ringan dapat hanya berupa bercak bersisik halus yang berukuran kecil. Beberapa gejala psoriasis kulit kepala sedang hingga berat adalah: Adanya bercak bersisik, merah, dan menonjol pada kulit kepala Adanya kulit yang mengelupas seperti ketombe Kulit kepala kering Gatal Rasa panas atau nyeri pada kulit kepala Rambut rontok Sebenarnya psoriasis kulit kepala sendiri tidak menyebabkan kerontokan rambut; akan tetapi terlalu sering menggaruk kulit kepala dengan keras, pengobatan yang terlalu keras, dan stress dapat menyebabkan kerontokan rambut sementara. Rambut biasanya akan tumbuh kembali setelah gejala membaik. Segera periksakan diri Anda ke seorang dokter bila Anda mengalami berbagai gejala di atas untuk memastikan apakah Anda memang benar menderita psoriasis kulit kepala atau dermatitis seboroik.   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang.   Sumber: webmd
 30 Aug 2016    12:00 WIB
Ini Dia Lima Penyakit Kulit Terlangka di Dunia!
Sebagian besar orang tentunya pernah mendengar mengenai penyakit jamur, kudis/kurap/kadas, panu, dan sebagainya. Akan tetapi, tahukah Anda bahwa ternyata di dunia ini terdapat beberapa macam penyakit kulit langka yang jarang dijumpai? Di bawah ini Anda dapat melihat 5 jenis penyakit kulit paling langka di dunia.   Argiria Argiria merupakan suatu keadaan di mana kulit penderita mengalami perubahan warna, yaitu menjadi biru keabuan. Keadaan ini terjadi saat seseorang mengkonsumsi atau terpapar oleh perak dalam jumlah besar dalam waktu yang cukup lama.   Argiria yang disebabkan oleh banyaknya paparan terhadap perak biasanya dialami oleh para penambang perak atau pada buruh pabrik perak atau pada orang yang pekerjaannya adalah memproses film negatif (tempat cuci cetak foto).   Beberapa orang lainnya mengkonsumsi perak karena mendengar bahwa perak dapat membantu mengatasi beberapa gangguan kesehatan seperti radang sendi, diabetes, atau bahkan AIDS. Selain itu, penggunaan bahan penambal gigi dari perak diduga juga dapat menyebabkan terjadinya argiria. Hingga saat ini, belum ada pengobatan yang dapat menyembuhkan argiria.   Sindrom Steven Johnson  dan Nekrolisis Epidermal Toksis Sindrom Steven Johnson (Stevens-Johnson Syndrome/SJS) dan nekrolisis epidermal toksis (Toxic Epidermal Necrolysis/TEN) merupakan suatu gangguan kulit berat yang menyebabkan kulit dan bahkan lapisan organ dalam mengelupas. Keduanya pun memiliki gejala yang sama sehingga seringkali disamakan oleh para dokter (SJS/TEN).   Gejala awal dari SJS dan TEN adalah adanya berbagai gejala seperti flu yang kemudian diikuti oleh timbulnya bercak kemerahan dan lepuhan yang terasa nyeri pada kulit. Perbedaan antara SJS dan TEN adalah pada berapa banyak kulit yang terkena.   Bila hanya mengenai 10% kulit pada permukaan tubuh, maka keadaan ini disebut dengan SJS. Bila telah mengenai sekitar 10-30% kulit pada permukaan tubuh, maka keadaan ini disebut dengan SJS/TEN. Bila telah mengenai lebih dari 30% kulit pada permukaan tubuh, maka keadaan ini disebut dengan TEN.   Sebagian besar penderita mengalami gangguan ini karena suatu reaksi alergi terhadap obat-obatan tertentu. Beberapa jenis obat-obatan yang dapat menyebabkan terjadinya SJS/TEN adalah obat golongan NSAID, allopurinol, fenitoin, karbamazepin, barbiturate, anti kejang, dan antibiotika golongan sulfa. Akan tetapi, pada sekitar seperempat kasus SJS/TEN, dokter tidak dapat menemukan penyebab yang jelas.   SJS/TEN seringkali dapat disembuhkan, tergantung pada keparahan gejala. Karena keduanya dapat mengancam nyawa penderitanya maka perawatan di rumah sakit pun biasanya diperlukan. Pengobatan yang biasa dilakukan adalah dengan memberikan immunoglobulin, antibiotika (untuk mencegah terjadinya infeksi pada kulit), dan kortikosteroid (untuk mengatasi peradangan) melalui infus.   Dermatografia Gangguan kulit yang satu ini memang sangat jarang, tetapi biasanya tidak membahayakan jiwa penderitanya. Pada dermatografia, penderitanya biasanya memiliki kulit yang sangat sensitif, di mana luka sekecil apapun dapat membuat kulit kemerahan dan bengkak. Penderita biasanya juga akan merasa gatal.   Ingin tahu sesensitif apa kulit penderita dermatografia? Anda dapat membaca apa yang Anda tulis dengan kuku jari Anda pada permukaan kulit penderita. Hanya dalam waktu beberapa menit, kulit akan langsung tampak memerah dan bengkak seperti saat Anda tergores oleh suatu benda tajam.   Hal lainnya yang juga dapat membuat kulit penderita dermatografia memerah dan bengkak adalah gesekan dengan pakaian, cuaca panas, cuaca dingin, sinar matahari, atau bahkan saat mereka marah.   Hingga saat ini, para dokter masih belum mengetahui apa penyebab pasti dari dermatografia, tetapi banyak ahli menduga keadaan ini merupakan suatu jenis reaksi alergi.   Gejala biasanya akan menghilang dalam waktu 30 menit atau beberapa jam, akan tetapi karena dapat membuat penderitanya kesakitan, maka dokter biasanya menganjurkan penderita untuk mengkonsumsi obat anti alergi secara teratur. Selain itu, dianjurkan juga agar penderita mengkonsumsi cukup air putih dan menggunakan pelembab karena kulit kering dapat membuat gejala bertambah buruk atau justru memicu timbulnya gejala.   Iktiosis Harlequin Iktiosis harlequin merupakan suatu gangguan kulit yang biasanya mengenai bayi baru lahir, di mana mereka terlahir dengan kulit yang tebal dan keras. Pada dokter menduga bahwa iktiosis harlequin disebabkan oleh suatu kelainan genetika, di mana terjadi mutasi pada gen ABCA12 yang berfungsi untuk mengatur perkembangan lapisan epidermis (lapisan kulit terluar) kulit.   Gangguan kulit yang sangat langka ini akan membuat para bayi baru lahir tersebut kesulitan mengendalikan pengeluaran cairan dari dalam tubuhnya, yang pada akhirnya akan membuat bayi mengalami dehidrasi berat.   Bayi yang menderita iktiosis harlequin biasanya akan mengalami kesulitan untuk bergerak, bernapas, melawan infeksi, dan mengatur suhu tubuhnya. Berbagai hal inilah yang biasanya akan membuat bayi baru lahir meninggal dalam waktu beberapa minggu setelah lahir.   Walaupun demikian, beberapa orang bayi dapat bertahan hidup, tetapi mereka tetap membutuhkan perawatan intensif di dalam inkubator untuk menjaga agar suhu tubuhnya tetap stabil serta membuat para petugas medis dapat mengawasi berapa banyak cairan dan nutrisi yang hilang, yang harus segera digantikan. Iktiosis harlequin merupakan suatu gangguan kulit yang tidak dapat disembuhkan. Salah seorang penderita yang berhasil bertahan hidup hingga memasuki masa remaja mengatakan bahwa ia harus mengkonsumsi sekitar 7.500 kalori setiap harinya untuk menggantikan nutrisi yang hilang karena proses pengelupasan kulitnya yang berlangsung 10 kali lebih cepat dari normal dan harus mengoleskan pelembab pada kulitnya sekitar 7 kali sehari.   Xeroderma Pigmentosum Bila dermatografia merupakan suatu gangguan kulit yang membuat penderitanya sangat sensitif terhadap sentuhan atau gesekan, maka xeroderma pigmentosum merupakan suatu gangguan kulit yang membuat penderitanya menjadi sangat sensitif terhadap sinar ultraviolet (UV).   Penderita xeroderma pigmentosum harus menghindari pancaran sinar matahari yang menembus masuk melalui jendela dan bahkan sinar fluoresens. Apa yang terjadi pada kulit penderita bila mereka terpapar oleh sinar UV? Sebenarnya sama dengan semua orang lainnya, tetapi jauh lebih parah karena kulit mereka amat sangat sensitif.   Gejala yang timbul saat penderita terpapar sinar matahari (walaupun sangat sedikit) adalah kulit terbakar, timbulnya lepuhan pada kulit, dan bercak kehitaman pada kulit. Selain itu, kulit penderita juga menjadi sangat tipis hingga pembuluh darah di bawah kulit pun terlihat.   Keadaan ini tentu saja akan membuat penderita menjadi sangat rentan terhadap kanker kulit. Anak-anak yang mengalami gangguan kulit ini biasanya akan mengalami kanker kulit dan meninggal saat mereka baru saja memasuki masa dewasa.   Xeroderma pigmentosum terjadi akibat adanya kelainan genetika, yang menyebabkan gangguan pada proses perbaikan DNA. Pada orang normal, kerusakan DNA yang terjadi akibat terbakar sinar matahari dapat segera diperbaiki, akan tetapi pada penderita xeroderma pigmentosum perbaikan ini tidak dapat berlangsung.   Walaupun telah tersedia berbagai jenis obat-obatan untuk mengatasi gejala, akan tetapi para ahli masih belum menemukan cara menyembuhkan kelainan ini.   Baca Juga: Berbagai Jenis Sayuran Untuk Memperindah Kulit Anda! Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang Sumber: health.howstuffworks
 14 Sep 2015    18:00 WIB
Alergi Terhadap Sinar Matahari, Mungkinkah
Anda mungkin sudah sering mendengar banyak orang mengatakan bahwa mereka alergi terhadap debu atau makanan tertentu, akan tetapi pernahkah Anda mendengar ada orang yang alergi terhadap sinar matahari?   Reaksi alergi sebenarnya terjadi akibat sistem kekebalan tubuh Anda bereaksi secara berlebihan (menyerang) terhadap sesuatu hal yang sebenarnya tidak berbahaya. Perlawanan sistem kekebalan tubuh terhadap suatu alergen (hal yang dianggap berbahaya oleh sistem kekebalan tubuh) ini akan memicu pelepasan histamin di dalam tubuh. Histamin merupakan suatu zat kimia yang menyebabkan timbulnya berbagai gejala alergi seperti bersin, hidung meler dan timbulnya bercak kemerahan pada kulit.   Untuk alergi terhadap sinar matahari, gejala yang paling sering ditemukan adalah timbulnya bercak kemerahan pada kulit. Bercak kemerahan ini dapat pula disertai dengan kulit bersisik, bercak kehitaman, atau bahkan lepuhan pada kulit. Berbagai gejala ini dapat berlangsung selama beberapa hari.   Gejala biasanya terjadi pada bagian tubuh yang terpapar oleh sinar matahari. Pada kasus yang berat, gejala juga dapat menyebar hingga ke bagian tubuh yang tidak pernah terpapar oleh sinar matahari. Gejala biasanya akan timbul bila penderita terpapar oleh sinar matahari, walaupun hanya sesaat, misalnya hanya selama beberapa detik.   Alergi terhadap sinar matahari ini lebih banyak ditemukan pada wanita dan dapat bersifat diturunkan dalam keluarga (herediter). Alergi terhadap sinar matahari dapat dibagi menjadi beberapa jenis, yaitu: PMLE (polymorphous light eruption). Lebih banyak terjadi pada wanita dibandingkan pada pria Aktinik prurigo atau PMLE herediter. Alergi jenis ini hanya mengenai suku Indian di Amerika dan bersifat diturunkan dalam keluarga Urtikaria solar. Gejala yang timbul biasanya merupakan bercak kemerahan yang agak menonjol pada kulit dan terasa nyeri. Keadaan ini juga lebih sering ditemukan pada wanita dibandingkan pada pria Ironisnya, beberapa jenis alergi sinar matahari justru disebabkan oleh penggunaan tabir surya. Hal ini dikarenakan salah satu atau beberapa jenis zat kimia yang terdapat di dalam produk tabir surya tersebut bereaksi terhadap sinar ultraviolet dan kulit Anda. Keadaan ini disebut dengan erupsi fotoalergik. Berbeda dengan jenis alergi sinar matahari lainnya, gejala erupsi fotoalergik biasanya membutuhkan waktu yang lebih lama untuk membaik.   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang .   Sumber: health.howstuffworks
 01 Jan 1970    07:00 WIB
Sering Terkena Eksim? Terapi Apa Saja Yang Dapat Dilakukan
Dermatitis atopik (juga disebut eksim) adalah kondisi kulit kronis yang dapat terjadi pada banyak orang di seluruh dunia.Suatu kelainan pada kulit yang ditandai dengan suatu keadaan hipersensitivitas, yang membuat kulit sangat meradang, gatal, merah, kering, dan bersisik. Penyebabnya tidak diketahui, tetapi banyak faktor yang dapat memicu gejala-gejala tersebut. Hal ini berhubungan dengan  genetik, serta komponen alergi. Bayi dan anak-anak yang paling sering terkena, namun juga dapat dialami orang dewasa. Untuk seseorang yang sering kali mengalami dermatitis atopik, maka akan disarankan oleh dokter untuk melakukan terapi, seperti: Perban basah Untuk keadaan eksim yang parah, seseorang akan diberikan terapi dengan menggunakan perban basah yang dioleskan dengan obat kortikostreoid yang dapat membantu mengendalikan gejala eksim dalam beberapa jam sampai beberapa hari. Hal ini sering dilakukan di rumah sakit oleh perawat, tetapi Anda juga dapat meminta dokter Anda untuk mengajarkan Anda bagaimana cara melakukan hal ini di rumah. Fototerapi Merupakan terapi cahaya yang memaparkan kulit dengan sinar matahari alami ataupun menggunakan sinar ultraviolet buatan (UVA atau UVB) yang dikombinasikan dengan obat-obatan. Namun, terapi jangka panjang dapat menyebabkan penuaan dini pada kulit dan dapat meningkatkan risiko kanker kulit. Mengobati stres Konseling dapat membantu mengurangi stres, dengan membantu mengurangi stres diharapkan kejadian eksim akan menurun Modifikasi perilaku Pendekatan ini dilakukan sebagai alternatif dapat membantu mengurangi kebiasaan menggaruk. Sumber: newhealthguide