Your browser does not support JavaScript!
 11 Jan 2019    11:00 WIB
Cara Alami Untuk Mengatasi Gangguan Jantung
Apakah Anda memiliki suatu gangguan jantung yang membuat Anda merasa khawatir? Bila ya, maka beberapa hal di bawah ini mungkin dapat membantu meningkatkan kesehatan jantung Anda, terutama bila Anda pernah menderita fibrilasi atrium sebelumnya.   Yoga Kombinasi dari olahraga ringan, pernapasan, dan meditasi memiliki banyak manfaat lain selain membuat Anda merasa bahagia. Dengan melakukan olahraga yoga selama 1 jam setiap hari, 3 kali seminggu; maka tekanan darah, denyut jantung, dan serangan fibrilasi atrium pun akan menurun setelah 3 bulan. Hal ini mungkin dikarenakan yoga dapat membantu menurunkan proses peradangan di dalam tubuh yang dapat memicu terjadinya fibrilasi atrium.   Akupuntur Akupuntur merupakan terapi alternatif yang telah digunakan sejak zaman dahulu kala di kawasan Asia. Terapi ini hampir tidak memiliki resiko apapun. Selain itu, beberapa penelitian menunjukkan bahwa dengan menusukkan jarum akupuntur pada titik tertentu di pergelangan tangan bagian dalam dapat membantu mengatasi fibrilasi atrium.   Konsumsi Ikan yang Mengandung Lemak Baik Ikan salmon, mackerel, dan beberapa jenis tuna mengandung vitamin D dan asam lemak omega 3 yang baik bagi jantung Anda. Hal ini dikarenakan kekurangan vitamin D telah terbukti berhubungan dengan terjadinya berbagai jenis gangguan jantung. Sebuah penelitian bahkan menemukan adanya hubungan antara kekurangan vitamin D dengan terjadinya fibrilasi atrium.   Konsumsi Koenzim Q10 Menurut sebuah penelitian, orang yang menderita fibrilasi atrium dan gagal jantung dan mengkonsumsi suplemen ini selama 12 bulan biasanya lebih jarang mengalami serangan. Akan tetapi, perlu diingat bahwa koenzim Q10 ini akan membuat obat pengencer darah (warfarin) menjadi kurang efektif. Selain itu, obat penurun kolesterol golongan statin dapat membuat kadar koenzim Q10 menurun. Jadi, berkonsultasilah dengan dokter Anda sebelum mulai mengkonsumsi suplemen ini.   Jangan Hindari Gluten Para ahli di Swedia menemukan bahwa orang yang menderita intoleransi gluten memiliki resiko yang lebih tinggi untuk mengalami fibrilasi atrium. Akan tetapi, bukan berarti hal sebaliknya juga akan terjadi. Artinya bila Anda menderita fibrilasi atrium bukan berarti Anda juga akan menderita intoleransi gluten. Jadi, Anda pun tidak perlu menghindari gluten. Serat justru baik bagi kesehatan jantung Anda.   Baca juga: Cegah Serangan Jantung Dengan Mengenali Tanda-tanda Berikut Ini…   Jaga Berat Badan Tetap Ideal Tahukah Anda bahwa memiliki berat berlebih juga turut berperan dalam terjadinya fibrilasi atrium? Oleh karena itu, berolahragalah secara teratur dan konsumsi diet sehat untuk menurunkan berat badan yang berlebih. Jangan menggunakan berbagai jenis obat penurun berat badan karena dapat mempengaruhi kesehatan jantung Anda.   Bersenang-senanglah Rencanakanlah kegiatan yang menyenangkan dan lakukanlah, bahkan bila Anda tidak terlalu ingin melakukannya. Memiliki gaya hidup sehat seperti makan dengan benar, berolahraga secara teratur, dan tidur yang cukup dapat membantu membuat mood Anda menjadi lebih baik dan mengatasi stress Anda. Dengan demikian, resiko Anda untuk mengalami serangan fibrilasi atrium pun akan menurun.   Beritahu Keluarga Anda Berdiskusilah dengan keluarga Anda mengenai berbagai kekhawatiran Anda. Pelajarilah mengenai fibrilasi atrium yang Anda derita melalui internet dan periksakan diri secara teratur pada dokter Anda.   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang.   Sumber: webmd
 26 Dec 2018    18:00 WIB
Sauna Dapat Membantu Mengurangi Resiko Penyakit Jantung
Teman-teman, siapa yang punya kebiasaan setelah fitness atau berenang kita pergi ke ruang sauna? Ruangan panas berasap ini ternyata ada manfaatnya loh. Tidak hanya membakar lemak dalam tubuh, dan membuat tubuh kita lebih relax namun ternyata ada manfaat lainnya, yaitu bisa membantu mengurangi resiko penyakit jantung. Ah masa sih? Mari kita pelajari bukti ilmiahnya. Sebuah studi baru dari para peneliti di University of Eastern Finland menemukan bahwa orang memperoleh manfaat kesehatan utama dari mandi sauna, tanpa memandang jenis kelamin. Studi sebelumnya telah banyak melihat manfaat hanya pada pria. "Kami telah menemukan pengurangan risiko untuk kejadian kardiovaskular baik pada pria maupun wanita," kata Tanjaniina Laukkanen, MSc, penulis pertama studi ini, "Kami tidak memiliki informasi ini sebelumnya." Laukkanen dan timnya menerbitkan hasil studi mereka di jurnal BMC Medicine. Apa yang ditemukan oleh studi ini, yaitu para peneliti menemukan bahwa mandi sauna sering dikaitkan dengan penurunan risiko kejadian penyakit kardiovaskular fatal (CVD) (seperti serangan jantung dan stroke) dan semua penyebab kematian. Para peneliti menggunakan studi penyakit jantung berbasis populasi sebelumnya di Finlandia, Studi Penyakit Jantung Kuopio Iskemik (KIHD) sebagai dasar untuk pekerjaan mereka. Dengan menggunakan studi KIHD, mereka melihat terjadinya insiden penyakit kardiovaskular di antara kohort 1.688 peserta, baik pria maupun wanita, antara usia 53 dan 74 tahun. Anggota kelompok awalnya diperiksa antara 1998 dan 2001, dengan kunjungan tindak lanjut reguler sejak saat itu. Peserta diminta untuk melaporkan kebiasaan mandi sauna mereka, termasuk seberapa sering (kali per minggu), durasi setiap sauna, dan suhu ruang sauna. Tergantung pada frekuensi sauna, peneliti membagi peserta menjadi satu dari tiga kelompok: satu kali per minggu, dua hingga tiga kali per minggu, dan empat hingga tujuh kali per minggu. Sebanyak 181 peristiwa CVD fatal terjadi selama kira-kira 15 tahun masa tindak lanjut - dan semakin sering orang menggunakan sauna, semakin kecil kemungkinan mereka untuk mati. Risiko terendah mortalitas terkait CVD adalah pada kelompok yang menggunakan sauna empat hingga tujuh kali per minggu. Kelompok orang yang hanya satu kali mandi sauna per minggu, memiliki sekitar empat kali lebih banyak kematian dibandingkan dengan kelompok orang yang lebih sering mandi sauna dalam seminggu. Mereka yang juga cenderung memakai sauna lebih lama (45 menit atau lebih lama per sesi, dibandingkan dengan 15 menit atau kurang) juga menunjukkan hasil yang lebih baik dalam hal mortal terkait CVD. "Kami tahu bahwa panas (dari bak air panas, uap, sauna atau bahkan iklim hangat) memiliki manfaat terapeutik berkaitan dengan menurunkan tekanan darah," kata Dr Cindy Grines, ketua kardiologi di Zucker School of Medicine di Hofstra / Northwell, New York. "Terapi panas diketahui bermanfaat bagi banyak sistem yang berbeda di dalam tubuh kita. Faktanya, alasan seseorang mengembangkan demam adalah bahwa panas memungkinkan tubuh untuk melawan infeksi dengan lebih baik, "kata Grines. Selain itu, penelitian ini memang menawarkan beberapa tantangan bagi audiens Amerika. Di Finlandia, mandi sauna sudah merupakan aktifitas harian dan budaya mereka. Bangsa Eropa utara dikatakan memiliki sauna sebanyak televisi - sekitar 3,3 juta dengan penduduk hanya berjumlah 5,5 juta. Berikut adalah beberapa rekomendasi saat menggunakan sauna: Jangan minum alkohol sebelum atau saat digunakan. Pastikan untuk tetap terhidrasi dan bawa air minum. Panas dari sauna dapat menurunkan tekanan darah, menyebabkan pusing, terutama saat berdiri. Selalu berdiri perlahan dan sadar akan sekeliling kita. Tetap disarankan bagi setiap orang yang sudah memiliki masalah penyakit jantung, sebelum masuk ruang sauna, konsultasi dulu ke dokter yah, untuk menghindari hal-hal yang tidak perlu terjadi.   Sumber : www.healthline.com
 08 Nov 2018    16:00 WIB
Satu Buah Sehari Mampu Turunkan Resiko Terjadinya Serangan Jantung
Berdasarkan sebuah penelitian di Amerika, mengkonsumsi buah setiap harinya dapat menurunkan resiko terjadinya penyakit jantung. Pada penelitian yang mengamati sekitar setengah juta orang di dunia, para peneliti menemukan bahwa hanya dengan mengkonsumsi 1 atau 2 butir buah setiap harinya, maka resiko terjadinya serangan jantung atau stroke dapat menurun hingga 40%. Penelitian yang telah berlangsung selama 7 tahun ini menemukan bahwa orang yang selalu mengkonsumsi buah setiap harinya memiliki resiko penyakit jantung dan stroke yang jauh lebih rendah dibandingkan dengan orang lainnya. Para penelitian ini, para peneliti membagi para peserta penelitian menjadi 5 kelompok, yaitu: Peserta yang tidak pernah mengkonsumsi buah Peserta yang hanya mengkonsumsi buah sesekali dalam sebulan Peserta yang mengkonsumsi buah selama 1-3 hari setiap minggunya Peserta yang mengkonsumsi buah selama 4-6 hari setiap minggunya Peserta yang mengkonsumsi buah setiap harinya Para peneliti menemukan bahwa semakin sering para peserta mengkonsumsi buah, maka semakin rendah resiko mereka untuk menderita penyakit jantung atau stroke. Para peneliti menemukan bahwa orang yang mengkonsumsi buah setiap harinya memiliki resiko menderita penyakit jantung atau serangan jantung yang lebih rendah (15% lebih rendah) dibandingkan dengan orang yang tidak pernah mengkonsumsi buah. Sementara itu, para peneliti juga menemukan bahwa resiko terjadinya stroke iskemik (jenis stroke yang terjadi karena adanya sumbatan pada pembuluh darah otak) menurun hingga 25% pada orang yang mengkonsumsi buah setiap harinya, sedangkan resiko terjadinya stroke hemoragik (jenis stroke yang terjadi karena adanya perdarahan di dalam kepala) juga menurun hingga 40%. Para peneliti juga menemukan bahwa orang yang mengkonsumsi buah setiap harinya juga memiliki tekanan darah yang lebih rendah, di mana tekanan darah sistolik lebih rendah 3.4 mmHg dan tekanan diastolik lebih rendah 4.1 mmHg. Pada penelitian ini, para peneliti tidak memeriksa apakah perbaikan keadaan kesehatan ini dipengaruhi oleh seberapa banyak buah yang dimakan oleh masing-masing peserta setiap harinya. Akan tetapi, para peneliti mencatat bahwa para peserta penelitian yang mengkonsumsi buah setiap harinya hanya mengkonsumsi 1.5 porsi buah setiap harinya. Penelitian lainnya yang dilakukan di Inggris menemukan bahwa mengkonsumsi 7 porsi buah dan sayuran dapat menurunkan resiko kematian akibat berbagai penyebab hingga 42%. Penelitian lainnya yang dilakukan di Cina juga menemukan bahwa konsumsi buah dapat menurunkan resiko terjadinya penyakit jantung dan stroke. Pada penelitian ini, para peneliti mengamati sekitar 451.681 orang yang tidak memiliki riwayat gangguan jantung dan pembuluh darah pada awal penelitian. Setelah diamati selama 7 tahun, sekitar 19.300 peserta penelitian mengalami penyakit jantung dan 19.689 orang mengalami stroke. Para peneliti mencatat bahwa sekitar seperlima (18%) peserta penelitian mengkonsumsi buah setiap harinya dan sekitar 6.3% peserta penelitian tidak pernah mengkonsumsi buah. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa mengkonsumsi buah segar setiap hari dapat menurunkan resiko terjadinya penyakit jantung dan pembuluh darah, termasuk penyakit jantung iskemik dan stroke, terutama stroke hemoragik. Selain itu, penelitian ini juga menunjukkan bahwa semakin banyak buah yang Anda konsumsi maka resiko Anda untuk menderita penyakit jantung dan pembuluh darah pun semakin rendah.   Sumber: telegraph
 26 Sep 2018    08:00 WIB
Terlalu Banyak Duduk, Bisa Beresiko Jantung Loh !
Berdasarkan penelitian, pria lanjut usia yang menghabiskan hampir seluruh waktunya untuk duduk memiliki resiko yang lebih tingi untuk mengalami kegagalan fungsi jantung. Para ahli menemukan bahwa seorang pira yang memiliki tingkat aktivitas fisik yang rendah memiliki resiko 52% lebih tinggi untuk mengalami kegagalan fungsi jantung daripada pria dengan aktivitas fisik yang lebih tinggi. Seorang ahli lainnya mengatakan bahwa seorang pria yang duduk selama 5 jam setiap harinya memiliki resiko mengalami kegagalan fungsi jantung 34% lebih tinggi daripada pria yang duduk kurang dari 2 jam setiap harinya. Penelitian lainnya menunjukkan bahwa seorang pria dengan aktivitas fisik yang rendah (banyak duduk dan jarang berolahraga) memiliki resiko mengalami gagal jantung dua kali lebih tinggi daripada pria yang aktif dan lebih jarang duduk. Gagal jantung merupakan suatu keadaan yang terjadi akibat ketidakmampuan otot jantung untuk memompa darah ke seluruh tubuh. Keadaan ini dapat mengenai siapa saja, tetapi lebih sering mengenai orang lanjut usia. Salah satu faktor resikonya kemungkinan adalah kurangnya aktivitas fisik dan olahraga seiring dengan semakin bertambahnya usia seseorang. Berdasarkan penelitian, kurangnya "latihan" pada jantung dan paru-paru dapat meningkatkan resiko penyakit jantung dan paru. Cara terbaik bagi jantung dan paru-paru untuk "latihan" adalah dengan melakukan aktivitas fisik dan berolahraga. Selain dari banyaknya aktivitas fisik dan olahraga teratur setiap harinya, satu hal lainnya yang juga berperan dalam tinggi rendahnya resiko seseorang untuk menderita kegagalan fungsi jantung adalah faktor genetik. Para ahli berpendapat bahwa tidak ada kata terlambat untuk mulai aktif kembali, bahkan setelah anda memiliki penyakit jantung atau tekanan darah tinggi. Tetap aktif dapat membuat anda terlindung dari terjadinya kegagalan fungsi jantung. Berkonsultasilah terlebih dahulu dengan dokter anda mengenai olahraga dan aktivitas apa saja yang boleh anda lakukan dan berapa lama sebelum memulai kegiatan anda. Baca juga: Apel Mampu Cegah Serangan Jantung dan Stroke  Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang.   Sumber: webmd
 16 Sep 2018    11:00 WIB
Apa Perbedaan Antara Gagal Jantung Kanan dan Gagal Jantung Kiri?
Jantung merupakan organ yang harus bekerja paling keras pada tubuh seseorang. Oleh karena itu, berolahraga sangat penting untuk membantu menjaga kesehatan jantung Anda sehingga ia dapat menjalankan fungsinya (memompa darah ke seluruh tubuh) dengan baik. Jantung terbagi menjadi 4 ruangan, 2 ruangan di sebelah kanan  dan 2 ruangan di sebelah kiri. Dua ruangan di bagian atas disebut dengan atrium dan 2 ruangan di bagian bawah disebut dengan ventrikel. Setiap sisi jantung memiliki fungsinya masing-masing. Jantung sebelah kanan berfungsi untuk menerima darah (darah dengan kadar oksigen rendah) dari seluruh tubuh (atrium kanan). Ventrikel kanan jantung kemudian akan memompa darah ini ke dalam paru-paru. Dari paru-paru darah (darah dengan kadar oksigen tinggi) kembali masuk ke dalam jantung (atrium kiri) kemudian menuju ke ventrikel kiri untuk dipompakan ke seluruh bagian tubuh.   Gagal Jantung Kiri Jantung sebelah kiri berfungsi untuk menerima darah kaya oksigen dari paru-paru dan memompakan darah tersebut ke seluruh tubuh. Hal ini menyebabkan ukuran jantung bagian kiri lebih besar daripada ukuran jantung bagian kanan.  Gagal jantung kiri terjadi ketika jantung tidak memiliki cukup tenaga atau tekanan untuk memompa darah kembali ke seluruh tubuh. Keadaan ini disebut dengan kegagalan sistolik. Kegagalan diastolik terjadi ketika ventrikel kiri tidak dapat berelaksasi di antara denyut jantung sehingga ventrikel kiri tidak terisi cukup banyak darah. Baik kegagalan sistolik maupun diastolik menyebabkan darah yang dipompakan dari jantung menjadi berkurang dan darah kembali ke dalam paru-paru.   Gagal Jantung Kanan Jantung bagian kanan berfungsi untuk menerima darah rendah oksigen dari seluruh tubuh dan memompanya ke dalam paru-paru. Gagal jantung kanan biasanya terjadi akibat gagal jantung kiri. Hal ini dikarenakan jika ventrikel kiri jantung gagal memompa darah ke seluruh tubuh, maka darah di dalamnya akan kembali ke dalam paru-paru dan meningkatkan tekanan di dalam pembuluh darah paru. Peningkatan tekanan ini dapat menyebabkan kerusakan pada jantung bagian kanan dan menyebabkan terjadinya gagal jantung kanan. Baca juga: Apa Perbedaan Antara Gagal Jantung Kanan dan Gagal Jantung Kiri? Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang Sumber: differencebetween
 20 Jun 2018    13:00 WIB
Mengapa Konsumsi Daging Merah Dapat Meningkatkan Resiko Terjadinya Penyakit Jantung?
Sebuah penelitian di Amerika menemukan bahwa konsumsi daging merah mungkin dapat berdampak buruk pada kesehatan jantung Anda. Pada penelitian ini, para peneliti menemukan bahwa bakteri di dalam usus dapat mengubah L-carnitine, sejenis nutrisi yang terdapat di dalam daging merah, menjadi berbagai jenis zat yang dapat memicu terjadinya aterosklerosis (penumpukkan lemak di dalam dinding pembuluh darah yang dapat menyebabkan terjadinya penyakit jantung). Memiliki kadar L-carnitine yang terlalu tinggi di dalam tubuh dapat meningkatkan resiko terjadinya penyakit jantung. Penelitian sebelumnya bahkan menemukan bahwa L-carnitine merupakan prediktor yang lebih baik untuk menemukan kemungkinan terjadinya penyakit jantung daripada kadar kolesterol di dalam darah. Akan tetapi, para peneliti juga mengingatkan bahwa L-carnitine bukanlah satu-satunya penyebab timbulnya masalah ini, akan tetapi juga bakteri di dalam usus Anda. Masih dibutuhkan penelitian lebih lanjut untuk mengetahui apa yang dapat dilakukan untuk mencegah terjadinya peningkatan resiko penyakit jantung pada orang yang sering mengkonsumsi daging merah. Untuk saat ini, para peneliti menyarankan agar para pembaca membatasi konsumsi berbagai jenis makanan yang mengandung L-carnitine, terutama daging merah. Selain itu, minuman energi, beberapa jenis suplemen tertentu, ikan, dan ikan juga mengandung L-carnitine, walaupun dalam jumlah yang lebih sedikit dibandingkan daging merah.  Baca juga: Apel Mampu Cegah Serangan Jantung dan Stroke  Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang. Sumber: womenshealthmag
 01 Jun 2018    16:00 WIB
Apakah Diet Puasa Dapat Menurunkan Resiko Penyakit Jantung?
Apakah diet puasa dapat menurunkan resiko penyakit jantung? Mungkin saja. Para peneliti memang belum dapat memastikan mengapa, tetapi kemungkinan dengan menjalankan puasa (tidak makan dan minum selama 24 jam) ternyata dapat meningkatkan kesehatan jantung Anda.   Sulit untuk mengatakan apa saja efek puasa untuk kesehatan jantung Anda karena ada sebagian orang yang menjalankan puasa dengan teratur dengan alasan agama. Orang-orang ini juga cenderung tidak merokok dan minum alkohol, yang juga merupakan faktor mengurangi resiko penyakit jantung.   Tetapi, akan tetap terlihat bahwa mereka yang menjalankan diet puasa mempunyai kondisi jantung yang lebih baik dibanding mereka yang tidak melakukannya. Hal ini mungkin disebabkan karena mereka yang berpuasa secara rutin memiliki kontrol diri untuk membatasi asupan kalori yang mereka makan dan minum dan perilaku ini dapat diartikan sebagai perubahan pola makan menjadi lebih baik saat mereka tidak melakukan puasa.   Hubungan antara puasa periodik dan kondisi jantung yang lebih baik juga dapat terkait dengan cara tubuh Anda melakukan proses metabolisme kolesterol dan gula. Puasa reguler dapat menurunkan kadar LDL kolesterol atau kolesterol jahat. Puasa juga dapat memperbaiki metabolisme tubuh terhadap gula. Hal tersebut akan mengurangi resiko penambahan berat badan dan menurunkan resiko diabetes dimana keduanya merupakan faktor resiko dari penyakit jantung.   Jika Anda mempertimbangkan untuk melakukan puasa periodik, maka konsultasikan dahulu dengan dokter Anda sebelum melakukannya. Dokter Anda akan mengatakan apakah berpuasa akan baik untuk Anda lakukan atau tidak dan bagaimana Anda harus melakukannya. Ingatlah bahwa dengan melakukan puasa secara teratur tidak hanya dapat meningkatkan kesehatan jantung Anda tetapi juga meningkatkan kesehatan tubuh Anda secara keseluruhan.     Sumber: mayoclinic
 27 Jan 2018    10:00 WIB
Dampak Negatif Makanan Siap Saji Bagi Kesehatan
Tingginya kandungan lemak, kolesterol, garam, dan gula serta rendahnya kadar vitamin, mineral, dan berbagai nutrisi penting lainnya membuat makanan siap saji berdampak buruk bagi kesehatan anda. Sebuah penelitian di Amerika menunjukkan bahwa makanan siap saji dapat menyebabkan anda kekurangan berbagai nutrisi penting dan menyebabkan peningkatan berat badan. Memiliki berat badan berlebih atau obesitas dapat mempengaruhi keadaan kesehatan anda secara menyeluruh, bahkan dapat membuat umur anda lebih pendek. AterosklerosisMakanan siap saji mengandung banyak kolesterol dan garam, yang dapat menyebabkan terjadinya berbagai gangguan jantung dan pembuluh darah. The U.S. Centers for Disease Control and Prevention menemukan adanya hubungan langsung antara jumlah natrium (garam) yang anda konsumsi dan tekanan darah anda. Mengkonsumsi terlalu banyak kolesterol dapat menyebabkan terbentuknya plak lemak di dalam dinding pembuluh darah (aterosklerosis). Keadaan ini dapat menyebabkan terjadinya stroke, serangan jantung, dan kematian. Konsumsilah diet sehat seperti gandum, buah-buahan, dan sayuran yang dapat membantu menghindari berbagai gangguan kesehatan akibat aterosklerosis. DiabetesBerbagai jenis makanan siap saji mengandung banyak gula dan bila anda terlalu sering mengkonsumsinya, maka hal ini dapat berdampak negatif pada kadar gula darah anda, yang dapat meningkatkan resiko terjadinya diabetes. Untuk mengurangi resiko terjadinya diabetes, the American Heart Association (AHA) menyarankan agar anda mengganti minuman bersoda anda dengan air putih, susu rendah lemak, atau diet soda. ObesitasMakanan siap saji mengandung banyak lemak dan kalori. Hal ini dapat membuat berat badan anda meningkat, bahkan menyebabkan terjadinya obesitas. Obesitas dapat meningkatkan resiko terjadinya penyakit jantung, diabetes, berbagai jenis kanker, sindrom tidur apneu, dan asma. Selain itu, radang sendi dan komplikasi kehamilan juga lebih sering terjadi pada orang yang mengalami obesitas. Sumber: livestrong
 13 Jan 2018    10:00 WIB
11 Makanan Sumber Kalsium Selain Susu
Kalsium merupakan mineral yang paling banyak terdapat di dalam tubuh dan dapat ditemukan pada berbagai jenis makanan dan minuman. Selain berfungsi untuk menjaga kekuatan tulang dan gigi anda, kalsium juga berfungsi untuk menjaga kesehatan pembuluh darah, mengatur tekanan darah, dan bahkan mencegah terjadinya resistensi insulin (yang dapat menyebabkan terjadinya diabetes tipe 2). Orang dewasa harus mengkonsumsi sekitar 1.000 mg kalsium setiap harinya, yang dapat anda peroleh dengan mudah dari segelas susu skim, 1 potong keju cheddar, dan 1 gelas yogurt. Walaupun susu dan produknya telah dikenal sebagai sumber utama kalsium, akan tetapi, selain dari susu dan berbagai produk olahannya masih terdapat berbagai jenis makanan lain yang ternyata juga mengandung cukup banyak kalsium, seperti sayuran hijau, seafood, buah-buahan, dan berbagai minuman serta makanan lain yang telah diperkaya oleh kalsium.1.  Ikan SardenSatu kaleng sarden mengandung 321 mg kalsium. Satu kaleng sarden biasanya berisi sekitar 7 ekor sarden. Ikan sarden mengandung kalsium, omega 3, dan vitamin D.2.  Buah Ara KeringDelapan buah ara kering mengandung 107 mg kalsium. Selain kalsium, buah ara kering juga mengandung berbagai antioksidan dan serat.3.  Sayur Bok ChoySatu porsi bok choy mengandung sekitar 74 mg kalsium. Selain kalsium, sayur bok choy juga mengandung vitamin A, vitamin C, dan serat.4.  Kacang Almond20 butir kacang almond mengandung 72 mg kalsium. Selain kalsium, kacang almond juga mengandung kalium, vitamin E, dan zat besi.5.  JerukSatu buah jeruk berukuran sedang mengandung 65 mg kalsium. Selain kalsium, jeruk juga mengandung vitamin C.6.  Lobak HijauSatu porsi lobak hijau mengandung 197 mg kalsium. Selain kalsium, lobak hijau juga mengandung berbagai jenis antioksidan dan asam folat yang dapat membantu memperbaiki mood.7.  Biji WijenSatu sendok teh biji wijen mengandung 88 mg kalsium. Biji wijen dapat membantu menurunkan tekanan darah, mengurangi radang, dan bahkan membantu melawan beberapa jenis kanker. 8.  Rumput LautSatu porsi rumput laut mengandung 126 mg kalsium. Rumput laut mengandung banyak kalsium, serat, dan iodium; yang dapat membantu kerja kelenjar tiroid. 9.  OatmealSatu gelas oatmeal mengandung 187 mg kalsium. Berbagai jenis oatmeal dan sereal telah diperkaya dengan kalsium dan serat.10.  Jus JerukJus jeruk juga merupakan salah satu jenis makanan dan minuman yang juga diperkaya dengan kalsium. Satu gelas jus jeruk mengandung 500 mg kalsium. Selain kalsium, jus jeruk juga mengandung vitamin C.11.  Susu KedelaiSatu gelas susu kedelai mengandung sekitar 30 mg kalsium. Selain kalsium, susu kedelai juga mengandung protein, bahkan lebih banyak daripada susu sapi biasa. Sumber: huffingtonpost
 29 Sep 2017    18:00 WIB
Tips Mencegah Penyakit Jantung dan Stroke
1.  BerolahragaAnda tetap dapat berolahraga tanpa harus bergabung dengan sasana kesehatan (gym) manapun. Berjalan cepat selama 30 menit setiap harinya juga memiliki manfaat yang sama dengan berbagai olahraga berat lainnya. Berjalan dapat menurunkan tekanan darah anda, membantu memperbaiki kadar kolesterol anda, dan tentunya membakar kalori. Sebuah penelitian di Amerika menemukan bahwa wanita yang berjalan kaki selama setidaknya 3-4 jam setiap minggunya memiliki resiko penyakit jantung dan stroke yang lebih rendah (turun hingga 35%).2.  Konsumsi Lemak SehatLemak jenuh, yang terutama ditemukan pada daging dan produk susu tinggi lemak seperti mentega dan keju dapat meningkatkan kadar kolesterol di dalam darah anda. Lemak tidak jenuh seperti pada minyak sayuran dapat membantu menurunkan kadar kolesterol anda.Kurangilah konsumsi lemak daging dan gunakanlah minyak sayur sebagai pengganti mentega saat memasak. Makanlah setidaknya 2 porsi ikan setiap minggunya. Asam lemak omega 3 yang terdapat di dalam ikan (salmon dan sardin) juga telah terbukti dapat membantu mencegah terjadinya gangguan irama jantung yang dapat menyebabkan terjadinya serangan jantung.3.  Perbanyaklah Gandum, Sayuran, dan Buah-buahanGandum, buah, dan sayuran merupakan makanan tinggi serat dan rendah kalori sehingga merupakan makanan ideal untuk menjaga berat badan anda. Selain itu, ketiga makanan ini juga mengandung berbagai vitamin dan antioksidan yang dapat membantu mencegah penempelan kolesterol pada dinding pembuluh darah. Sebuah penelitian menemukan bahwa anda dapat menurunkan resiko penyakit jantung hingga 81% dan penyakit stroke hingga 50% bila anda menjaga berat badan (tidak berlebih), berolahraga 3.5 jam atau lebih setiap minggunya, tidak merokok, dan mengkonsumsi banyak gandum, buah, dan sayuran.4.  Jaga Berat BadanMenurunkan berat badan dan menjaga berat badan anda tidak meningkat bukan merupakan hal yang mudah. Akan tetapi, menjaga berat badan anda tetap ideal merupakan salah satu cara menurunkan resiko penyakit jantung dan stroke. Salah satu cara mencegah peningkatan berat badan adalah membatasi jumlah kalori yang anda konsumsi dan membakar kalori lebih banyak melalui olahraga.Jangan langsung patah semangat bila berat badan turun secara perlahan. Bahkan bila anda memiliki berat badan berlebih atau mengalami obesitas, anda tetap dapat menurunkan resiko penyakit jantung dan stroke dengan berolahraga, diet sehat, dan berhenti merokok.5.  Berhenti MerokokSelain paru-paru, rokok juga dapat mengganggu kesehatan jantung anda. Rokok mengganggu fungsi jantung, merusak pembuluh darah, dan bahkan mempengaruhi sel-sel darah anda. Perokok memiliki resiko menderita penyakit jantung 2-4 lebih tinggi daripada orang yang tidak merokok. Perokok juga memiliki resiko menderita stroke 2 kali lebih tinggi daripada orang yang tidak merokok. Berhenti merokok bukanlah hal yang mudah akan tetapi bukan berarti tidak dapat dilakukan. Berkonsultasilah dengan dokter anda untuk memperoleh informasi mengenai hal-hal yang dapat membantu anda berhenti merokok.6.  Lakukanlah Pemeriksaan Kesehatan Secara TeraturLakukanlah pemeriksaan kesehatan secara teratur setiap tahunnya untuk mengetahui secara dini berbagai gangguan maupun faktor resiko yang anda miliki, seperti tekanan darah tinggi, kadar kolesterol yang tinggi, dan resistensi insulin (tanda awal diabetes). Dengan demikian dokter anda dapat memberikan berbagai hal yang dapat anda lakukan untuk mencegah ketiga faktor resiko di atas berkembang lebih jauh (penyakit jantung dan stroke). Baca juga: Apel Mampu Cegah Serangan Jantung dan Stroke  Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang.Sumber: webmd