Your browser does not support JavaScript!
 29 Apr 2019    08:00 WIB
Merasa Sangat Lelah? Hati-hati Dampaknya Pada Jantung Anda!
Sebuah penelitian baru menemukan bahwa orang yang secara keseluruhan tampak sehat tetapi selalu merasa kelelahan lebih beresiko untuk mengalami penyakit jantung. Para peneliti menemukan bahwa orang yang mengalami kombinasi dari kelelahan berat dan mudah marah dapat meningkatkan resiko terjadinya gangguan jantung hingga 36%. Pada zaman modern sekarang ini, banyak hal yang dapat membuat seseorang mengalami stress dan bila stress ini tidak diatasi dalam waktu lama, maka stress ini pun dapat mengganggu kesehatan fisik dan psikologis orang tersebut. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kelelahan fisik ternyata juga merupakan faktor resiko terjadinya gangguan jantung seperti halnya berbagai gangguan psikologis seperti gangguan depresi dan cemas. Kelelahan fisik ini bukan hanya suatu kelelahan berat. Keadaan ini terjadi saat stress yang telah berlangsung lama mulai mengganggu kemampuan seseorang untuk pulih dari rasa lelah. Bila seseorang mengalami hal ini, maka ia mungkin terus merasa sangat lelah dan tidak bertenaga bahkan saat ia telah tidur nyenyak dan cukup di malam hari, walaupun ia tidak menderita gangguan kesehatan apapun. Dengan adanya rasa lelah yang berkepanjangan, maka orang tersebut sangat mudah marah atau tersinggung. Pada penelitian ini, para peneliti mencari tahu hubungan di antara kelelahan fisik dengan terjadinya gangguan jantung dengan menganalisa 11 data penelitian, yang meneliti lebih dari 60.000 orang yang tidak menderita gangguan jantung apapun yang diamati selama 6.5 tahun. Setelah menyingkirkan berbagai faktor resiko terjadinya gangguan jantung yang lain, kelelahan fisik tetap saja dapat meningkatkan resiko terjadinya gangguan jantung pada seseorang, hingga sepertiganya. Rasa stress dan lelah dapat mempengaruhi kesehatan jantung dengan 2 cara. Rasa stress dan lelah dapat mempengaruhi kadar hormon stress seperti adrenalin dan serotonin di dalam tubuh. Kedua hormon ini dapat mempengaruhi sistem kekebalan tubuh seseorang dan menyebabkan terjadinya proses inflamasi (radang) di dalam tubuh. Selain itu, stress dan lelah juga dapat mempengaruhi keadaan psikologis seseorang yang membuatnya melakukan berbagai hal seperti merokok dan mengkonsumsi minuman beralkohol atau makanan tiddak sehat lainnya, yang dapat meningkatkan resiko terjadinya gangguan jantung pada orang tersebut. Untuk mengatasi kelelahan fisik ini, para ahli menganjurkan para penderita untuk berolahraga, mengkonsumsi diet sehat, dan melakukan berbagai aktivitas fisik yang dapat membantu mengurangi rasa stress seperti yoga dan meditasi. Baca juga: Apakah Nyeri Dada Berarti Serangan Jantung? Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang.   Sumber: webmd
 13 Apr 2019    08:00 WIB
Manfaat Mentega Bagi Kesehatan
Kandungan Nutrisi di Dalam MentegaMentega merupakan sumber utama lemak susu dan mengandung sekitar 80% lemak susu. Mentega merupakan sumber energi dan setiap 100 gramnya mengandung 700 kalori. Mentega mengandung banyak lemak jenuh dan lemak tidak jenuh tunggal, serta berbagai jenis mineral seperti mangan, kromium, seng, dan tembaga.1.  Mencegah KankerMentega dapat membantu menghambat metabolisme sel-sel karsinogenik. Mentega merupakan sumber asam linoleat terkonjugasi yang merupakan agen anti kanker. Zat ini telah dikenal dapat benar-benar memicu terbentuknya zat yang dapat menghambat pertumbuhan tumor yang disebut dengan PTPRG. Zat ini diduga berperan dalam mencegah terjadinya kanker payudara. Berbagai asam lemak di dalam mentega juga memiliki agen anti kanker. Selain itu, mentega juga mengandung berbagai jenis antioksidan yang dapat menghambat pembentukan sel-sel kanker. Mentega juga mengandung kolesterol baik yang dapat membantu mencegah terjadinya kanker usus besar.2.  Mencegah Penyakit Jantung dan Pembuluh DarahLesitin di dalam mentega dapat membantu proses pemecahan dan metabolisme kolesterol. Vitamin A di dalamnya juga dapat membantu kerja kelenjar adrenal dan kelenjar tiroid yang memiliki peran penting bagi kerja sistem kardiovaskular (jantung dan pembuluh darah). Mentega juga mengandung banyak selenium dan vitamin E yang merupakan antioksidan kuat dan dapat melindungi pembuluh darah serta mengurangi resiko terjadinya stroke. Mentega mengandung kolesterol baik dan asam lemak rantai pendek dan sedang yang mudah dicerna dan tidak meningkatkan kadar lemak di dalam tubuh anda.3.  Sumber Asam Lemak SehatMentega mengandung asam lemak rantai pendek dan sedang yang dapat membantu menguatkan sistem kekebalan tubuh anda. Asam lemak ini dapat membantu melindungi tubuh anda dari berbagai kuman. Mentega juga merupakan salah satu sumber omega 3 dan omega 6 yang sangat baik bagi kesehatan mata, kulit, dan otak.4.  Membantu Pertumbuhan dan Meningkatkan Berat BadanMentega mengandung banyak lemak dan merupakan salah satu sumber energi. Lemak di dalam mentega dapat menyediakan energi dalam waktu singkat dan membuat anda merasa kenyang saat mengkonsumsinya. Lemak pada mentega tidak akan ditumpuk pada jaringan lemak tubuh anda dan sangat mudah dicerna. Kolesterol yang terdapat di dalam mentega juga dapat membantu otak bekerja dengan lebih efisien dan membantu perkembangan sistem saraf. Mentega sangat baik bagi anak-anak.5.  Sumber VitaminMentega merupakan salah satu sumber vitamin A, yang berfungsi untuk menjaga kesehatan dan melindungi mata. Vitamin A juga membantu menguatkan tulang dan gigi anda dengan membantu kerja lapisan dentin pada gigi, yang berfungsi untuk membentuk enamel. Vitamin A juga dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh dan menguatkan lapisan mukosa serta saluran kemih. Mentega juga mengandung vitamin B, D, dan K2. Vitamin D membantu penyerapan kalsium sehingga dapat meningkatkan kekuatan tulang dan mencegah terjadinya osteoporosis. Vitamin K berperan dalam proses pembekuan darah.6.  Manfaat LainnyaBerbagai manfaat lain dari mentega bagi kesehatan adalah:•  Membantu mengatasi berbagai gangguan pencernaan (glikospingolipid, sejenis asam lemak)•  Mencegah penyakit gondok (iodium)•  Mencegah terjadinya radang sendi, nyeri otot, dan membantu mengatur serta penyerapan kalsium (faktor wulzen)Sumber: foodtofitness
 04 Apr 2019    18:00 WIB
Cegah Gangguan Jantung Pada Penderita Diabetes Dengan Konsumsi Kayu Manis
Para ahli gizi di Amerika menemukan bahwa rempah-rempah yang mengandung banyak antioksidan dapat membantu menurunkan kadar trigliserida dan berbagai lemak berbahaya di dalam darah, sehingga juga dapat menurunkan resiko terjadinya gangguan jantung pada penderita diabetes. Kadar trigliserida di dalam darah biasanya meningkat setelah seseorang mengkonsumsi makanan tinggi lemak, yang tentu saja dapat meningkatkan resiko terjadinya gangguan jantung. Para peneliti menemukan bahwa mencampurkan sejumlah rempah-rempah yang mengandung banyak antioksidan ke dalam makanan ternyata dapat menurunkan kadar trigliserida hingga 30% dibandingkan dengan hanya mengkonsumsi makanan tersebut saja. Beberapa jenis rempah-rempah yang dimaksud di atas adalah bubuk bawang putih, rosemary, oregano, kayu manis, cengkih, paprika, kunyit, jahe, dan lada hitam. Berbagai penelitian sebelumnya telah menemukan bahwa kayu manis dapat membantu menurunkan kadar kolesterol dan berbagai jenis lemak darah lainnya. Pada penelitian ini, para peneliti menguji hasil penelitian sebelumnya tersebut dengan menyiapkan makanan pada 2 hari terpisah bagi 6 orang pria yang berusia di antara 30-65 tahun, yang memiliki berat badan berlebih tetapi dengan keadaan kesehatan yang baik. Menu makanan yang dihidangkan selama 2 hari tersebut adalah sama, yaitu terdiri dari ayam, roti, dan biskuit. Yang berbeda di antara makanan tersebut adalah para peneliti menambahkan 2 sendok makan rempah-rempah kaya antioksidan pada salah satu hari. Para peneliti kemudian mengamati para peserta penelitian selama 3 jam setelah makan dan mengambil contoh darah para peserta penelitian setiap 30 menit. Hasil pemeriksaan ini menunjukkan bahwa terjadi peningkatan aktivitas antioksidan di dalam darah hingga 13% setelah para pria mengkonsumsi makanan yang mengandung rempah-rempah tersebut, yang dapat menurunkan resiko terjadinya gangguan jantung dan pembuluh darah serta gangguan kesehatan lainnya yang berhubungan dengan tingginya kadar lemak di dalam darah.     Sumber: newsmaxhealth
 11 Feb 2019    16:00 WIB
Gagal Jantung (Gejala dan Pengobatan)
Apakah gagal jantung itu? Gagal Jantung (Heart Failure)adalah suatu keadaan yang serius, dimana jumlah darah yang dipompa oleh jantung setiap menitnya (cardiac output, curah jantung) tidak mampu memenuhi kebutuhan normal tubuh akan oksigen dan zat-zat makanan. Kadang orang salah mengartikan gagal jantung sebagai berhentinya jantung. Sebenarnya istilah gagal jantung menunjukkan berkurangnya kemampuan jantung untuk mempertahankan beban kerjanya.  Apa gejala dari gagal jantung? Penderita gagal jantung yang tidak terkompensasi akan merasakan lelah dan lemah jika melakukan aktivitas fisik karena otot-ototnya tidak mendapatkan jumlah darah yang cukup.  Pembengkakan juga menyebabkan berbagai gejala. Selain dipengaruhi oleh gaya gravitasi, lokasi dan efek pembengkakan juga dipengaruhi oleh sisi jantung yang mengalami gangguan. Gagal jantung kanan cenderung mengakibatkan pengumpulan darah yang mengalir ke bagian kanan jantung. Hal ini menyebabkan pembengkakan di kaki, pergelangan kaki, tungkai, hati dan perut. Gagal jantung kiri menyebabkan pengumpulan cairan di dalam paru-paru (edema pulmoner), yang menyebabkan sesak nafas yang hebat. Pada awalnya sesak nafas hanya terjadi pada saat melakukan aktivitas; tetapi sejalan dengan memburuknya penyakit, sesak nafas juga akan timbul pada saat penderita tidak melakukan aktivitas. Kadang sesak nafas terjadi pada malam hari ketika penderita sedang berbaring, karena cairan bergerak ke dalam paru-paru.  Penderita sering terbangun dan bangkit untuk menarik nafas atau mengeluarkan bunyi mengi. Duduk menyebabkan cairan mengalir dari paru-paru sehingga penderita lebih mudah bernafas. Untuk menghindari hal tersebut, sebaiknya penderita gagal jantung tidur dengan posisi setengah duduk. Pengumpulan cairan dalam paru-paru yang berat (edema pulmoner akut) merupakan suatu keadaan darurat yang memerlukan pertolongan segera dan bisa berakibat fatal. Apa pengobatan untuk gagal jantung? Pengobatan dilakukan agar penderita merasa lebih nyaman dalam melakukan berbagai aktivitas fisik, dan bisa memperbaiki kualitas hidup serta meningkatkan harapan hidupnya. Pendekatannya dilakukan melalui 3 segi, yaitu mengobati penyakit penyebab gagal jantung, menghilangkan faktor-faktor yang bisa memperburuk gagal jantung dan mengobati gagal jantung.  Mengobati penyebab gagal jantung Pembedahan bisa dilakukan untuk:   memperbaiki penyempitan atau kebocoran pada katup jantung  memperbaiki hubungan abnormal diantara ruang-ruang jantung  memperbaiki penyumpatan arteri koroner  yang kesemuanya bisa menyebabkan gagal jantung.  Pemberian antibiotik untuk mengatasi infeksi.  Kombinasi obat-obatan, pembedahan dan terapi penyinaran terhadap kelenjar tiroid yang terlalu aktif.  Pemberian obat anti-hipertensi. Menghilangkan faktor yang memperburuk kondisi jantung: Merokok, garam, kelebihan berat badan dan alkohol akan memperburuk gagal jantung.  Dianjurkan untuk berhenti merokok, melakukan perubahan pola makan, berhenti minum alkohol atau melakukan olah raga secara teratur untuk memperbaiki kondisi tubuh secara keseluruhan.  Perubahan gaya hidup dapat Anda buat untuk membantu mencegah gagal jantung meliputi: Tidak merokok  Mengendalikan kondisi tertentu, seperti tekanan darah tinggi, kolesterol tinggi dan diabetes  Tetap aktif secara fisik  Makan makanan yang sehat  Menjaga berat badan yang sehat  Mengurangi dan mengelola stress Baca juga: Banyak Makan Sosis Tingkatkan Resiko Gagal Jantung Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang. Sumber: bbc
 11 Jan 2019    11:00 WIB
Cara Alami Untuk Mengatasi Gangguan Jantung
Apakah Anda memiliki suatu gangguan jantung yang membuat Anda merasa khawatir? Bila ya, maka beberapa hal di bawah ini mungkin dapat membantu meningkatkan kesehatan jantung Anda, terutama bila Anda pernah menderita fibrilasi atrium sebelumnya.   Yoga Kombinasi dari olahraga ringan, pernapasan, dan meditasi memiliki banyak manfaat lain selain membuat Anda merasa bahagia. Dengan melakukan olahraga yoga selama 1 jam setiap hari, 3 kali seminggu; maka tekanan darah, denyut jantung, dan serangan fibrilasi atrium pun akan menurun setelah 3 bulan. Hal ini mungkin dikarenakan yoga dapat membantu menurunkan proses peradangan di dalam tubuh yang dapat memicu terjadinya fibrilasi atrium.   Akupuntur Akupuntur merupakan terapi alternatif yang telah digunakan sejak zaman dahulu kala di kawasan Asia. Terapi ini hampir tidak memiliki resiko apapun. Selain itu, beberapa penelitian menunjukkan bahwa dengan menusukkan jarum akupuntur pada titik tertentu di pergelangan tangan bagian dalam dapat membantu mengatasi fibrilasi atrium.   Konsumsi Ikan yang Mengandung Lemak Baik Ikan salmon, mackerel, dan beberapa jenis tuna mengandung vitamin D dan asam lemak omega 3 yang baik bagi jantung Anda. Hal ini dikarenakan kekurangan vitamin D telah terbukti berhubungan dengan terjadinya berbagai jenis gangguan jantung. Sebuah penelitian bahkan menemukan adanya hubungan antara kekurangan vitamin D dengan terjadinya fibrilasi atrium.   Konsumsi Koenzim Q10 Menurut sebuah penelitian, orang yang menderita fibrilasi atrium dan gagal jantung dan mengkonsumsi suplemen ini selama 12 bulan biasanya lebih jarang mengalami serangan. Akan tetapi, perlu diingat bahwa koenzim Q10 ini akan membuat obat pengencer darah (warfarin) menjadi kurang efektif. Selain itu, obat penurun kolesterol golongan statin dapat membuat kadar koenzim Q10 menurun. Jadi, berkonsultasilah dengan dokter Anda sebelum mulai mengkonsumsi suplemen ini.   Jangan Hindari Gluten Para ahli di Swedia menemukan bahwa orang yang menderita intoleransi gluten memiliki resiko yang lebih tinggi untuk mengalami fibrilasi atrium. Akan tetapi, bukan berarti hal sebaliknya juga akan terjadi. Artinya bila Anda menderita fibrilasi atrium bukan berarti Anda juga akan menderita intoleransi gluten. Jadi, Anda pun tidak perlu menghindari gluten. Serat justru baik bagi kesehatan jantung Anda.   Baca juga: Cegah Serangan Jantung Dengan Mengenali Tanda-tanda Berikut Ini…   Jaga Berat Badan Tetap Ideal Tahukah Anda bahwa memiliki berat berlebih juga turut berperan dalam terjadinya fibrilasi atrium? Oleh karena itu, berolahragalah secara teratur dan konsumsi diet sehat untuk menurunkan berat badan yang berlebih. Jangan menggunakan berbagai jenis obat penurun berat badan karena dapat mempengaruhi kesehatan jantung Anda.   Bersenang-senanglah Rencanakanlah kegiatan yang menyenangkan dan lakukanlah, bahkan bila Anda tidak terlalu ingin melakukannya. Memiliki gaya hidup sehat seperti makan dengan benar, berolahraga secara teratur, dan tidur yang cukup dapat membantu membuat mood Anda menjadi lebih baik dan mengatasi stress Anda. Dengan demikian, resiko Anda untuk mengalami serangan fibrilasi atrium pun akan menurun.   Beritahu Keluarga Anda Berdiskusilah dengan keluarga Anda mengenai berbagai kekhawatiran Anda. Pelajarilah mengenai fibrilasi atrium yang Anda derita melalui internet dan periksakan diri secara teratur pada dokter Anda.   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang.   Sumber: webmd
 26 Dec 2018    18:00 WIB
Sauna Dapat Membantu Mengurangi Resiko Penyakit Jantung
Teman-teman, siapa yang punya kebiasaan setelah fitness atau berenang kita pergi ke ruang sauna? Ruangan panas berasap ini ternyata ada manfaatnya loh. Tidak hanya membakar lemak dalam tubuh, dan membuat tubuh kita lebih relax namun ternyata ada manfaat lainnya, yaitu bisa membantu mengurangi resiko penyakit jantung. Ah masa sih? Mari kita pelajari bukti ilmiahnya. Sebuah studi baru dari para peneliti di University of Eastern Finland menemukan bahwa orang memperoleh manfaat kesehatan utama dari mandi sauna, tanpa memandang jenis kelamin. Studi sebelumnya telah banyak melihat manfaat hanya pada pria. "Kami telah menemukan pengurangan risiko untuk kejadian kardiovaskular baik pada pria maupun wanita," kata Tanjaniina Laukkanen, MSc, penulis pertama studi ini, "Kami tidak memiliki informasi ini sebelumnya." Laukkanen dan timnya menerbitkan hasil studi mereka di jurnal BMC Medicine. Apa yang ditemukan oleh studi ini, yaitu para peneliti menemukan bahwa mandi sauna sering dikaitkan dengan penurunan risiko kejadian penyakit kardiovaskular fatal (CVD) (seperti serangan jantung dan stroke) dan semua penyebab kematian. Para peneliti menggunakan studi penyakit jantung berbasis populasi sebelumnya di Finlandia, Studi Penyakit Jantung Kuopio Iskemik (KIHD) sebagai dasar untuk pekerjaan mereka. Dengan menggunakan studi KIHD, mereka melihat terjadinya insiden penyakit kardiovaskular di antara kohort 1.688 peserta, baik pria maupun wanita, antara usia 53 dan 74 tahun. Anggota kelompok awalnya diperiksa antara 1998 dan 2001, dengan kunjungan tindak lanjut reguler sejak saat itu. Peserta diminta untuk melaporkan kebiasaan mandi sauna mereka, termasuk seberapa sering (kali per minggu), durasi setiap sauna, dan suhu ruang sauna. Tergantung pada frekuensi sauna, peneliti membagi peserta menjadi satu dari tiga kelompok: satu kali per minggu, dua hingga tiga kali per minggu, dan empat hingga tujuh kali per minggu. Sebanyak 181 peristiwa CVD fatal terjadi selama kira-kira 15 tahun masa tindak lanjut - dan semakin sering orang menggunakan sauna, semakin kecil kemungkinan mereka untuk mati. Risiko terendah mortalitas terkait CVD adalah pada kelompok yang menggunakan sauna empat hingga tujuh kali per minggu. Kelompok orang yang hanya satu kali mandi sauna per minggu, memiliki sekitar empat kali lebih banyak kematian dibandingkan dengan kelompok orang yang lebih sering mandi sauna dalam seminggu. Mereka yang juga cenderung memakai sauna lebih lama (45 menit atau lebih lama per sesi, dibandingkan dengan 15 menit atau kurang) juga menunjukkan hasil yang lebih baik dalam hal mortal terkait CVD. "Kami tahu bahwa panas (dari bak air panas, uap, sauna atau bahkan iklim hangat) memiliki manfaat terapeutik berkaitan dengan menurunkan tekanan darah," kata Dr Cindy Grines, ketua kardiologi di Zucker School of Medicine di Hofstra / Northwell, New York. "Terapi panas diketahui bermanfaat bagi banyak sistem yang berbeda di dalam tubuh kita. Faktanya, alasan seseorang mengembangkan demam adalah bahwa panas memungkinkan tubuh untuk melawan infeksi dengan lebih baik, "kata Grines. Selain itu, penelitian ini memang menawarkan beberapa tantangan bagi audiens Amerika. Di Finlandia, mandi sauna sudah merupakan aktifitas harian dan budaya mereka. Bangsa Eropa utara dikatakan memiliki sauna sebanyak televisi - sekitar 3,3 juta dengan penduduk hanya berjumlah 5,5 juta. Berikut adalah beberapa rekomendasi saat menggunakan sauna: Jangan minum alkohol sebelum atau saat digunakan. Pastikan untuk tetap terhidrasi dan bawa air minum. Panas dari sauna dapat menurunkan tekanan darah, menyebabkan pusing, terutama saat berdiri. Selalu berdiri perlahan dan sadar akan sekeliling kita. Tetap disarankan bagi setiap orang yang sudah memiliki masalah penyakit jantung, sebelum masuk ruang sauna, konsultasi dulu ke dokter yah, untuk menghindari hal-hal yang tidak perlu terjadi.   Sumber : www.healthline.com
 08 Nov 2018    16:00 WIB
Satu Buah Sehari Mampu Turunkan Resiko Terjadinya Serangan Jantung
Berdasarkan sebuah penelitian di Amerika, mengkonsumsi buah setiap harinya dapat menurunkan resiko terjadinya penyakit jantung. Pada penelitian yang mengamati sekitar setengah juta orang di dunia, para peneliti menemukan bahwa hanya dengan mengkonsumsi 1 atau 2 butir buah setiap harinya, maka resiko terjadinya serangan jantung atau stroke dapat menurun hingga 40%. Penelitian yang telah berlangsung selama 7 tahun ini menemukan bahwa orang yang selalu mengkonsumsi buah setiap harinya memiliki resiko penyakit jantung dan stroke yang jauh lebih rendah dibandingkan dengan orang lainnya. Para penelitian ini, para peneliti membagi para peserta penelitian menjadi 5 kelompok, yaitu: Peserta yang tidak pernah mengkonsumsi buah Peserta yang hanya mengkonsumsi buah sesekali dalam sebulan Peserta yang mengkonsumsi buah selama 1-3 hari setiap minggunya Peserta yang mengkonsumsi buah selama 4-6 hari setiap minggunya Peserta yang mengkonsumsi buah setiap harinya Para peneliti menemukan bahwa semakin sering para peserta mengkonsumsi buah, maka semakin rendah resiko mereka untuk menderita penyakit jantung atau stroke. Para peneliti menemukan bahwa orang yang mengkonsumsi buah setiap harinya memiliki resiko menderita penyakit jantung atau serangan jantung yang lebih rendah (15% lebih rendah) dibandingkan dengan orang yang tidak pernah mengkonsumsi buah. Sementara itu, para peneliti juga menemukan bahwa resiko terjadinya stroke iskemik (jenis stroke yang terjadi karena adanya sumbatan pada pembuluh darah otak) menurun hingga 25% pada orang yang mengkonsumsi buah setiap harinya, sedangkan resiko terjadinya stroke hemoragik (jenis stroke yang terjadi karena adanya perdarahan di dalam kepala) juga menurun hingga 40%. Para peneliti juga menemukan bahwa orang yang mengkonsumsi buah setiap harinya juga memiliki tekanan darah yang lebih rendah, di mana tekanan darah sistolik lebih rendah 3.4 mmHg dan tekanan diastolik lebih rendah 4.1 mmHg. Pada penelitian ini, para peneliti tidak memeriksa apakah perbaikan keadaan kesehatan ini dipengaruhi oleh seberapa banyak buah yang dimakan oleh masing-masing peserta setiap harinya. Akan tetapi, para peneliti mencatat bahwa para peserta penelitian yang mengkonsumsi buah setiap harinya hanya mengkonsumsi 1.5 porsi buah setiap harinya. Penelitian lainnya yang dilakukan di Inggris menemukan bahwa mengkonsumsi 7 porsi buah dan sayuran dapat menurunkan resiko kematian akibat berbagai penyebab hingga 42%. Penelitian lainnya yang dilakukan di Cina juga menemukan bahwa konsumsi buah dapat menurunkan resiko terjadinya penyakit jantung dan stroke. Pada penelitian ini, para peneliti mengamati sekitar 451.681 orang yang tidak memiliki riwayat gangguan jantung dan pembuluh darah pada awal penelitian. Setelah diamati selama 7 tahun, sekitar 19.300 peserta penelitian mengalami penyakit jantung dan 19.689 orang mengalami stroke. Para peneliti mencatat bahwa sekitar seperlima (18%) peserta penelitian mengkonsumsi buah setiap harinya dan sekitar 6.3% peserta penelitian tidak pernah mengkonsumsi buah. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa mengkonsumsi buah segar setiap hari dapat menurunkan resiko terjadinya penyakit jantung dan pembuluh darah, termasuk penyakit jantung iskemik dan stroke, terutama stroke hemoragik. Selain itu, penelitian ini juga menunjukkan bahwa semakin banyak buah yang Anda konsumsi maka resiko Anda untuk menderita penyakit jantung dan pembuluh darah pun semakin rendah.   Sumber: telegraph
 26 Sep 2018    08:00 WIB
Terlalu Banyak Duduk, Bisa Beresiko Jantung Loh !
Berdasarkan penelitian, pria lanjut usia yang menghabiskan hampir seluruh waktunya untuk duduk memiliki resiko yang lebih tingi untuk mengalami kegagalan fungsi jantung. Para ahli menemukan bahwa seorang pira yang memiliki tingkat aktivitas fisik yang rendah memiliki resiko 52% lebih tinggi untuk mengalami kegagalan fungsi jantung daripada pria dengan aktivitas fisik yang lebih tinggi. Seorang ahli lainnya mengatakan bahwa seorang pria yang duduk selama 5 jam setiap harinya memiliki resiko mengalami kegagalan fungsi jantung 34% lebih tinggi daripada pria yang duduk kurang dari 2 jam setiap harinya. Penelitian lainnya menunjukkan bahwa seorang pria dengan aktivitas fisik yang rendah (banyak duduk dan jarang berolahraga) memiliki resiko mengalami gagal jantung dua kali lebih tinggi daripada pria yang aktif dan lebih jarang duduk. Gagal jantung merupakan suatu keadaan yang terjadi akibat ketidakmampuan otot jantung untuk memompa darah ke seluruh tubuh. Keadaan ini dapat mengenai siapa saja, tetapi lebih sering mengenai orang lanjut usia. Salah satu faktor resikonya kemungkinan adalah kurangnya aktivitas fisik dan olahraga seiring dengan semakin bertambahnya usia seseorang. Berdasarkan penelitian, kurangnya "latihan" pada jantung dan paru-paru dapat meningkatkan resiko penyakit jantung dan paru. Cara terbaik bagi jantung dan paru-paru untuk "latihan" adalah dengan melakukan aktivitas fisik dan berolahraga. Selain dari banyaknya aktivitas fisik dan olahraga teratur setiap harinya, satu hal lainnya yang juga berperan dalam tinggi rendahnya resiko seseorang untuk menderita kegagalan fungsi jantung adalah faktor genetik. Para ahli berpendapat bahwa tidak ada kata terlambat untuk mulai aktif kembali, bahkan setelah anda memiliki penyakit jantung atau tekanan darah tinggi. Tetap aktif dapat membuat anda terlindung dari terjadinya kegagalan fungsi jantung. Berkonsultasilah terlebih dahulu dengan dokter anda mengenai olahraga dan aktivitas apa saja yang boleh anda lakukan dan berapa lama sebelum memulai kegiatan anda. Baca juga: Apel Mampu Cegah Serangan Jantung dan Stroke  Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang.   Sumber: webmd
 16 Sep 2018    11:00 WIB
Apa Perbedaan Antara Gagal Jantung Kanan dan Gagal Jantung Kiri?
Jantung merupakan organ yang harus bekerja paling keras pada tubuh seseorang. Oleh karena itu, berolahraga sangat penting untuk membantu menjaga kesehatan jantung Anda sehingga ia dapat menjalankan fungsinya (memompa darah ke seluruh tubuh) dengan baik. Jantung terbagi menjadi 4 ruangan, 2 ruangan di sebelah kanan  dan 2 ruangan di sebelah kiri. Dua ruangan di bagian atas disebut dengan atrium dan 2 ruangan di bagian bawah disebut dengan ventrikel. Setiap sisi jantung memiliki fungsinya masing-masing. Jantung sebelah kanan berfungsi untuk menerima darah (darah dengan kadar oksigen rendah) dari seluruh tubuh (atrium kanan). Ventrikel kanan jantung kemudian akan memompa darah ini ke dalam paru-paru. Dari paru-paru darah (darah dengan kadar oksigen tinggi) kembali masuk ke dalam jantung (atrium kiri) kemudian menuju ke ventrikel kiri untuk dipompakan ke seluruh bagian tubuh.   Gagal Jantung Kiri Jantung sebelah kiri berfungsi untuk menerima darah kaya oksigen dari paru-paru dan memompakan darah tersebut ke seluruh tubuh. Hal ini menyebabkan ukuran jantung bagian kiri lebih besar daripada ukuran jantung bagian kanan.  Gagal jantung kiri terjadi ketika jantung tidak memiliki cukup tenaga atau tekanan untuk memompa darah kembali ke seluruh tubuh. Keadaan ini disebut dengan kegagalan sistolik. Kegagalan diastolik terjadi ketika ventrikel kiri tidak dapat berelaksasi di antara denyut jantung sehingga ventrikel kiri tidak terisi cukup banyak darah. Baik kegagalan sistolik maupun diastolik menyebabkan darah yang dipompakan dari jantung menjadi berkurang dan darah kembali ke dalam paru-paru.   Gagal Jantung Kanan Jantung bagian kanan berfungsi untuk menerima darah rendah oksigen dari seluruh tubuh dan memompanya ke dalam paru-paru. Gagal jantung kanan biasanya terjadi akibat gagal jantung kiri. Hal ini dikarenakan jika ventrikel kiri jantung gagal memompa darah ke seluruh tubuh, maka darah di dalamnya akan kembali ke dalam paru-paru dan meningkatkan tekanan di dalam pembuluh darah paru. Peningkatan tekanan ini dapat menyebabkan kerusakan pada jantung bagian kanan dan menyebabkan terjadinya gagal jantung kanan. Baca juga: Apa Perbedaan Antara Gagal Jantung Kanan dan Gagal Jantung Kiri? Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang Sumber: differencebetween
 20 Jun 2018    13:00 WIB
Mengapa Konsumsi Daging Merah Dapat Meningkatkan Resiko Terjadinya Penyakit Jantung?
Sebuah penelitian di Amerika menemukan bahwa konsumsi daging merah mungkin dapat berdampak buruk pada kesehatan jantung Anda. Pada penelitian ini, para peneliti menemukan bahwa bakteri di dalam usus dapat mengubah L-carnitine, sejenis nutrisi yang terdapat di dalam daging merah, menjadi berbagai jenis zat yang dapat memicu terjadinya aterosklerosis (penumpukkan lemak di dalam dinding pembuluh darah yang dapat menyebabkan terjadinya penyakit jantung). Memiliki kadar L-carnitine yang terlalu tinggi di dalam tubuh dapat meningkatkan resiko terjadinya penyakit jantung. Penelitian sebelumnya bahkan menemukan bahwa L-carnitine merupakan prediktor yang lebih baik untuk menemukan kemungkinan terjadinya penyakit jantung daripada kadar kolesterol di dalam darah. Akan tetapi, para peneliti juga mengingatkan bahwa L-carnitine bukanlah satu-satunya penyebab timbulnya masalah ini, akan tetapi juga bakteri di dalam usus Anda. Masih dibutuhkan penelitian lebih lanjut untuk mengetahui apa yang dapat dilakukan untuk mencegah terjadinya peningkatan resiko penyakit jantung pada orang yang sering mengkonsumsi daging merah. Untuk saat ini, para peneliti menyarankan agar para pembaca membatasi konsumsi berbagai jenis makanan yang mengandung L-carnitine, terutama daging merah. Selain itu, minuman energi, beberapa jenis suplemen tertentu, ikan, dan ikan juga mengandung L-carnitine, walaupun dalam jumlah yang lebih sedikit dibandingkan daging merah.  Baca juga: Apel Mampu Cegah Serangan Jantung dan Stroke  Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang. Sumber: womenshealthmag