Your browser does not support JavaScript!
 06 Nov 2019    11:00 WIB
Tanda Awal Sklerosis Multipel
Sklerosis multipel adalah suatu penyakit autoimun, di mana sistem pertahanan tubuh anda menyerang sistem saraf pusat, medulla spinalis, dan saraf mata. Gejalanya sangat bervariasi dan hilang timbul sehingga sulit terdiagnosa. Anda bahkan dapat mengalami beberapa gejala berbeda dalam waktu beberapa tahun, yang terlihat sama sekali tidak berhubungan satu dengan yang lain. Hal ini seringkali menyebabkan diagnosa baru dapat ditegakkan beberapa tahun setelah gejala awal penyakit. Di bawah ini terdapat beberapa tanda awal sklerosis multipel yang dapat membantu anda mendapatkan pengobatan sesegera mungkin : Gangguan PenglihatanSebagian besar penderita mengalami gangguan penglihatan sebagai tanda awal sklerosis multipel. Sklerosis multipel dapat menyebabkan terjadinya neuritis optik, di mana terjadi kerusakan pada saraf yang menghubungkan mata dengan otak. Biasanya hanya mengenai satu mata, walaupun kadang-kadang dapat juga mengenai kedua mata. Gejala yang dapat ditemukan adalah penglihatan kabur, warna terlihat memudar, nyeri di mata; terutama saat menggerakkan mata. Gejala dapat membaik dengan sendirinya dalam waktu beberapa minggu atau bulan. Gangguan mata lainnya yang mungkin berhubungan dengan sklerosis multipel adalah penglihatan ganda dan pergerakan mata yang tidak disadari. Sensasi yang AnehAdanya sensasi yang tidak biasanya juga dapat merupakan tanda awal terjadinya sklerosis multipel. Gangguan sensasi yang mungkin timbul adalah: • Perasaan seperti tersetrum listrik saat anda menggerakkan kepala atau leher anda, yang menjalar ke punggung dan tangan serta kaki anda.• Mati rasa di daerah wajah• Kesemutan• Merasa sesak atau membengkak• Gatal hebat Mudah LelahGejala awal sklerosis multipel lainnya yang juga sering ditemukan adalah rasa mudah lelah. Anda dapat merasa sangat lelah walaupun tidak melakukan banyak aktivitas, bahkan anda dapat merasa lelah di pagi hari saat bangun tidur. Gangguan Berhubungan Dengan PanasSaat berolahraga, anda dapat merasa sangat lelah dan lemas setelah anda pemanasan. Anda juga dapat merasa kesulitan mengendalikan beberapa bagian tubuh anda, seperti tangan dan kaki saat anda selesai melakukan gerakan pemanasan dan anda mulai berkeringat. Gejala-gejala ini akan menghilang setelah anda beristirahat. Gangguan BerjalanSklerosis multiplel dapat menyebabkan gangguan koordinasi, yang pada akhirnya menyebabkan kesulitan berjalan. Gejala yang sering ditemukan adalah gangguan keseimbangan dan kesulitan berjalan. Gejala LainnyaTergantung pada bagian saraf yang terkena, anda juga dapat mengalami beberapa gejala di bawah ini, yaitu:• Kesulitan berpikir• Depresi• Gangguan sistem pencernaan dan sistem saluran kemih• Pusing berputar (vertigo), merasa ruangan seperti berputar• Nyeri Beberapa pemeriksaan yang biasanya dilakukan untuk memastikan diagnosis sklerosis multipel adalah:• Pemeriksaan darah untuk mencari penyebab lain• Pemeriksaan kecepatan penghantaran impuls saraf• MRI untuk melihat bagian otak mana yang mengalami kerusakan• Punksi lumbal untuk memeriksa cairan serebrospinal (suatu cairan yang terdapat di dalam otak dan medulla spinalis)  
 11 May 2019    11:00 WIB
Seliaka Penyakit Autoimun Turunan Yang Menular Dalam Keluarga
Hai guys! Para follower setia Dokter.ID! Kita kembali lagi dengan pembahasan menarik yang berhubungan dengan penyakit autoimun. Pernahkah kalian mendengar apa itu penyakit Seliaka (Celiac Disease)? Seliaka merupakan kelainan autoimun serius yang dapat terjadi pada orang yang memiliki kecenderungan genetika di mana konsumsi gluten menyebabkan kerusakan pada usus kecil. Gluten adalah jenis protein yang ditemukan dalam biji-bijian termasuk jelai (barley), gandum (wheat), spelt, rye, gandum hitam dan mungkin juga gandum havermut (oats), dan juga produk lainnya termasuk beberapa merk lipstik, vitamin dan lip balms. Penyakit pencernaan yang melemahkan tubuh ini sekarang diperkirakan menimpa 1 dari 100 orang Amerika. Dua setengah juta orang Amerika tidak terdiagnosis penyakit seliaka dan berisiko mengalami komplikasi kesehatan jangka panjang. Dan sekitar 3 juta orang Amerika memiliki penyakit seliaka. Jumlah orang Amerika yang menderita penyakit seliaka (celiac) sekarang ini hampir lima kali lipat dibandingkan dengan tahun 1950-an, menurut hasil temuan penelitian terbaru oleh Warren Air Force Base terhadap 9.133 orang yang beranjak dewasa. Laporan terbaru lainnya menemukan bahwa rata-rata penyakit seliaka naik dua kali lipat setiap 15 tahun semenjak 1974. Penyakit seliaka adalah penyakit keturunan, artinya penyakit ini menular dalam keluarga. Orang dengan kerabat tingkat pertama dengan penyakit seliaka (orang tua, anak, saudara kandung) memiliki risiko 1 dari 10 pasti terkena penyakit ini. Tanda-tanda dan gejala penyakit Seliaka, dapat sangat bervariasi dan berbeda pada anak-anak dan orang dewasa. Tanda-tanda paling umum untuk orang dewasa adalah diare, kelelahan dan penurunan berat badan. Mungkin juga akan mengalami kembung dan gastro, sakit perut, mual, sembelit, dan muntah. Namun, lebih dari setengah orang dewasa dengan penyakit Seliaka memiliki tanda dan gejala yang tidak terkait dengan sistem pencernaan, termasuk: Anemia, biasanya akibat kekurangan zat besi. Kehilangan kepadatan tulang (osteoporosis) atau pelunakan tulang (osteomalacia). Ruam kulit gatal dan melepuh (dermatitis herpetiformis). Kerusakan email gigi. Bisul mulut. Sakit kepala dan kelelahan. Cedera sistem saraf, termasuk mati rasa dan kesemutan di kaki dan tangan, kemungkinan masalah dengan keseimbangan, dan gangguan kognitif. Nyeri sendi. Mengurangi fungsi limpa (hyposplenism). Asam lambung dan mulas. Pada anak usia di bawah 2 tahun, tanda dan gejala khas penyakit seliaka meliputi: Muntah. Diare kronis. Perut bengkak. Gagal untuk berkembang. Nafsu makan buruk. Pemborosan otot. Anak yang lebih tua mungkin mengalami: Diare. Sembelit. Penurunan berat badan. Sifat lekas marah. Perawakannya pendek. Pubertas tertunda. Gejala neurologis, termasuk attention-deficit / hyperactivity disorder (ADHD), ketidakmampuan belajar, sakit kepala, kurangnya koordinasi otot dan kejang. Untuk mendiagnosa penyakit ini , kita bisa melakukan tes darah seperti transglutaminase jaringan (tTG) atau antibodi anti-endomisial. Jika kemungkinan seseorang memiliki penyakit Seliaka yang sangat tinggi atau hasil tes darah positif, maka biopsi usus kecil harus dilakukan. Pengujian genetik hanya dilakukan dalam kondisi tertentu. Tes darah Kimia darah, sel darah merah, dan hasil tes pembekuan menunjukkan tetapi tidak mengkonfirmasi diagnosis penyakit Seliaka. Tes lain seperti tes serologis dan tes pencitraan usus halus juga dapat dilakukan. Saat ini, satu-satunya pengobatan untuk penyakit Seliaka adalah belajar ketat seumur hidup terhadap diet bebas gluten. Orang yang hidup bebas gluten harus menghindari makanan dengan gandum, biji-bijian termasuk jelai (barley), gandum (wheat), spelt, rye, gandum hitam, gandum havermut (oats), termasuk roti dan bir. Karena jika kita menelan sejumlah kecil gluten, seperti remah-remahnya saja, dapat memicu kerusakan usus kecil. So guys! Bagi kalian yang mempunyai masalah penyakit ini, bisa berkonsultasi dengan petugas kesehatan atau dokter yang tersedia di website kami yah, salam sehat!!!   Sumber : novenrique.blogspot.com, www.beyondceliac.org, emedicine.medscape.com, www.mayoclinic.org, medlineplus.gov, www.webmd.com, www.emedicinehealth.com
 17 Jan 2019    18:00 WIB
Waspada Penyakit Autoimun Menyerang Diri Sendiri
Penyakit Autoimun!!! Halo sahabat setia dokter.ID, pernahkah kita mendengar tentang hal ini, atau mungkin diantara kita ada yang mengalami hal ini, mari kita pelajari lebih dalam, apa itu penyakit autoimun. Penyakit autoimun adalah suatu kondisi di mana sistem kekebalan tubuh kita secara keliru menyerang tubuh kita sendiri. Sistem kekebalan tubuh kita berfungsi untuk melindungi tubuh atau sel kita dari serangan kuman seperti bakteri dan virus. Ketika merasakan penjajah asing ini, ia mengirimkan pasukan sel tempur untuk menyerang mereka. Dan biasanya, sistem kekebalan tubuh kita dapat membedakan antara sel asing dengan sel kita sendiri. Namun penyakit defisiensi imun ini bekerja sebaliknya, ia menurunkan kemampuan tubuh untuk melawan si penjajah yaitu bakteri dan virus, sehingga menyebabkan kerentanan terhadap infeksi. Penyebab penyakit autoimun ini tidak diketahui. Tapi wanita mendapatkan penyakit autoimun lebih besar dibandingkan seorang pria, 6,4 persen wanita vs 2,7 persen pria. Seringkali penyakit ini dimulai selama tahun-tahun subur seorang wanita (usia 14 hingga 44). Penyakit autoimun tertentu, seperti multiple sclerosis dan lupus, menurun dalam keluarga. Tidak setiap anggota keluarga memiliki penyakit yang sama, tetapi mereka mewarisi kerentanan terhadap kondisi autoimun. Karena kejadian penyakit autoimun meningkat, peneliti menduga faktor lingkungan seperti infeksi dan paparan bahan kimia atau pelarut juga menjadi penyebabnya. Teori lain yaitu hipotesis kebersihan juga merupakan salah satu pemicunya. Tetapi karena vaksin dan antiseptik, anak-anak saat ini tidak terpapar kuman sebanyak di masa lalu. Ada lebih dari 80 penyakit autoimun yang berbeda namun list nama-nama penyakit di bawah ini adalah yang paling umum. Diabetes tipe 1 Rheumatoid arthritis (RA) Psoriasis / radang sendi psoriatik Sklerosis multipel Lupus erythematosus sistemik (lupus) Penyakit radang usus Penyakit Addison Penyakit Graves Sindrom Sjogren Tiroiditis Hashimoto Myasthenia gravis Vaskulitis Anemia pernisiosa Penyakit celiac Gejala awal dari banyak penyakit autoimun sangat mirip, seperti: kelelahan otot pegal bengkak dan kemerahan demam ringan kesulitan berkonsentrasi mati rasa dan kesemutan di tangan dan kaki rambut rontok ruam kulit   Penyakit individu juga dapat memiliki gejala uniknya sendiri. Misalnya, diabetes tipe 1 menyebabkan rasa haus yang ekstrem, penurunan berat badan, dan kelelahan. IBD menyebabkan sakit perut, kembung, dan diare. Dengan penyakit autoimun seperti psoriasis atau RA, gejalanya datang dan pergi. Periode gejala disebut flare-up. Periode ketika gejala hilang disebut remisi. Dan kalau kita meragukan, apakah kita benar-benar mengalami hal ini, ada baiknya kita konsultasikan dengan dokter, dan biasanya dokter akan menyarankan kita untuk menjalani Tes darah ANA, yaitu  Antibodi anti-nuclear (ANA, Anti-nuclear antibodies) atau dikenal juga sebagai Faktor anti-nuklear (ANF, Anti-nuclear factor) adalah antibodi yang timbul lebih tinggi ketika terjadi penyakit otoimun. Uji ANA mengukur pola dan jumlah dari otoantibodi yang dapat merusak jaringan tubuh bila jaringan tersebut dianggap sebagai benda asing, menunjukkan bahwa kita memiliki penyakit autoimun. Dan perlu kita ketahui pula bahwa, perawatan tidak dapat menyembuhkan penyakit autoimun, tetapi dapat mengontrol respon imun yang terlalu aktif dan menurunkan peradangan. Obat yang digunakan untuk mengobati kondisi ini meliputi: obat antiinflamasi nonsteroid (NSAID) seperti ibuprofen (Motrin, Advil) dan naproxen (Naprosyn). obat penekan kekebalan tubuh. Perawatan juga tersedia untuk meredakan gejala seperti nyeri, bengkak, kelelahan, dan ruam kulit. Makan makanan yang seimbang dan berolahraga teratur juga dapat membantu kita merasa lebih baik. Jadi sahabat, jika ada diantara kita mengalami penyakit autoimun, jangan putus asa yah, tetap semangat dan jaga kesehatan, serta selalu berkonsultasi dengan dokter, moga artikel hari ini sangat membantu, Salam sehat!!!   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang. Sumber : www.healthline.com, www.webmd.com
 10 May 2017    18:00 WIB
7 Fakta Mengenai Lupus Yang Harus Anda Ketahui
Bulan Mei adalah bulan peduli Lupus dan berikut adalah beberapa hal mengenai lupus yang menarik untuk Anda ketahui. Mungkin Anda seorang pengidap lupus atau mungkin seseorang yang Anda kenal menderita lupus. Dengan mengetahui mengenai suatu penyakit akan membantu Anda memahami apa yang sedang terjadi pada penderita penyakit tersebut dan apa yang ia rasakan. Mengetahui mengenai penyakit juga dapat membantu Anda menghilangkan mitos yang yang beredar. Berikut ini adalah beberapa fakta mengenai lupus.1.  Lupus merupakan jenis penyakit autoimunSistem imunitas Anda berfungsi sebagai sistem yang melindungi tubuh dari serangan benda asing. Inilah mengapa Anda bisa bersih atau mengeluarkan air mata ketika terpapar dengan debu. Tetapi pada penderita lupus, sistem imunitas tubuhnya menjadi hiperaktif dan mulai menyerang sel tubuh yang sehat sehingga membuat tubuh menderita lupus menjadi sakit. 2.  Ada beberapa jenis lupusTipe yang paling sering terjadi adalah  systemic lupus erythematosus, yang dapat menyerang berbagai bagian dari tubuh. Tipe lupus yang lain adalah Discoid lupus erythematosus, yang menyebabkan ruam di kulit tidak pernah menghilang. Tipe subacute cutaneous lupus erythematosus menyebabkan kulit yang terekspose sinar matahari terasa sakit. Lupus yang terinduksi obat-obatan merupakan bentuk dari alergi terhadap obat-obatan dan lupus neonatal adalah bentuk lupus yang menyerang bayi baru lahir. 3.  Lupus dapat menyebabkan kerusakan berbagai organ didalam tubuhSendi, kulit, ginjal, hati, paru-paru, pembuluh darah, dan otak adalah beberapa bagian dari tubuh yang mengalami kerusakan saat tubuh terserang lupus. 4.  Untuk mengatasi lupus diperlukan tim dokterUntuk dapat mengatasi lupus diperlukan kerjasama tim dokter dari berbagai disiplin ilmu. Beberapa spesialisasi yang mungkin terlibat saat terjadi kasus lupus adalah kedokteran keluarga, dokter ahli imunologi, dokter ahli ginjal, dokter ahli hati, dokter kulit, dokter ahli rematik, dokter jantung, dokter ahli endokrin, psikolog dan perawat. 5.  Wanita penderita lupus dapat hamil dan melahirkan bayi dengan aman dan sehatSangat mungkin untuk wanita dengan lupus untuk hamil dan melahirkan dengan sehat. hanya saja ia harus berkonsultasi dengan dokter secara teratur selama masa kehamilannya untuk memastikan tidak ada komplikasi yang muncul. 6.  Tidak ada tes yang dapat mendiagnosis jika Anda terkena lupusDiperlukan serial tes dan banyak sekali pemeriksaan fisik dan gejala-gejala yang dikumpulkan sebelum seorang dokter dapat menegakkan diagnosis lupus. Beberapa jenis tes yang harus dilakukan untuk melengkapi riwayat kesehatan misalnya tes seluruh tubuh, tes darahm biopsi kulit dan biopsi ginjal. 7.  Penyebab pasti dari lupus belum diketahui dengan pastiFaktor genetik selama ini diduga memainkan peranan penting dalam menyebabkan lupus. Sampai saat ini para peneliti masih melakukan berbagai penelitian untuk mengetahui penyebab pasti dari lupus sehingga dapat didiagnosa dengan cepat dan dapat diobati sejak dini.Sumber: magforwomen
 20 Aug 2014    13:00 WIB
Satu Lagi Anak Perempuan yang Harus Melawan Penyakit Autoimun Langka
Seorang anak dengan nama unik di Amerika, Rylee, merupakan seorang anak lucu yang berusia 4 tahun yang masih tetap dapat tersenyum walaupun sedang melalui masa-masa sulit. Ibunya bercerita bahwa Rylee merupakan seorang anak yang pemalu, akan tetapi hal ini akan berubah setelah ia telah mengenal Anda. Ia suka berdansa dan bercerita. Rylee juga memiliki kepribadian yang kuat. Akan tetapi, terlepas dari semua hal di atas, Rylee juga menderita penyakit autoimun langka yang mengganggu kemampuan motoriknya. Keadaan ini membuatnya harus mengkonsumsi obat-obatan dalam jangka panjang, yang membuatnya mengalami pembengkakan parah pada seluruh tubuh, terutama pada bagian wajah. Semua hal ini berawal pada Desember 2013 saat Rylee sedang mengerjakan tugas sekolahnya. Ia berusaha untuk mengangkat pensil untuk menulis namanya, akan tetapi ibunya melihat bahwa ia sepertinya tidak dapat memegang pensil tersebut. Selain itu, ibunya juga menyadari bahwa Rylee terlihat agak goyah saat berjalan dan terjatuh saat berusaha keluar dari dalam mobil. Orang tuanya kemudian harus membawa Rylee ke beberapa rumah sakit sebelum bertemu dengan seorang dokter spesialis saraf yang dapat menemukan penyebab dari berbagai gejala yang dialaminya. Dokter tersebut mengatakan bahwa Rylee mengalami peradangan pembuluh darah otak, yang membuat sistem kekebalan tubuhnya menyerang sel-sel tubuhnya sendiri dan berbagai pembuluh darah kecil di dalam otaknya membengkak (ensefalomielitis disseminatif akut). Bila tidak segera ditangani, gangguan ini dapat membuat Rylee tidak dapat makan sendiri atau bahkan berjalan. Karena sebelumnya dokter menduga Rylee menderita ataksia, maka Rylee pun menerima pengobatan steroid. Akan tetapi, ternyata tidak hanya steroid yang dapat membantu mengatasi berbagai gejala yang dialaminya, obat kemoterapi pun ternyata dapat membantu. Saat ini, dokter telah mulai mengurangi pemberian steroid pada Rylee secara perlahan-lahan untuk mencegah terjadinya syok akibat penghentian steroid secara mendadak. Rylee akan terus menerima pengobatan kemoterapi untuk membantu mengurangi pembengkakan otak. Bila keadaan Rylee semakin membaik, dokter berencana untuk mengubah kemoterapi infus menjadi pil. Saat ini, keadaan Rylee telah semakin membaik. Orang tuanya bahkan berencana untuk kembali memasukkan Rylee ke sekolah. Dukungan anggota keluarga dan lingkungan di sekitarnya membuat Rylee dapat tetap tegar menghadapi berbagai pemeriksaan dan pengobatan yang harus dilakukannya. Sumber: foxnews