Your browser does not support JavaScript!
 26 Apr 2021    12:00 WIB
Gejala Penyakit Multiple Sclerosis seperti Keluhan Aktris Selma Blair
Aktris Selma Blair, 48 tahun, tidak pernah berhenti mengungkapkan kondisi tubuhnya setelah ia didiagnosis mengidap penyakit multiple sclerosis (sklerosis ganda) pada tahun 2018. Dalam sebuah wawancara dengan majalah Town and Country, bintang film Cruel Intentions terus mempelajari kondisi kesehatannya secara mendalam, termasuk sejumlah gejala utama yang dialaminya. Hidup dengan penyakit multiple sclerosis tidak membuat Blair menutup diri. Ia mengaku merasa nyaman dengan tubuhnya. "Saya terpesona oleh tubuh ini dan kehidupan ini. Saya merasa rendah hati dan senang menjadi inspirasi bagi orang-orang," ujarnya dalam sebuah wawancara. Berikut sejumlah fakta seputar penyakit multiple sclerosis, terutama gejala yang dialami Blair: Apa itu multiple sclerosis? Penyakit multiple sclerosis adalah gangguan saraf pada otak, mata, dan tulang belakang. Penyakit ini akan menimbulkan gangguan penglihatan dan gerakan tubuh. Menurut U.S. National Library of Medicine, penyakit ini tidak diketahui penyebabnya. "Ini mungkin penyakit autoimun yang terjadi ketika sistem kekebalan tubuh Anda menyerang sel-sel sehat di tubuh secara tidak sengaja," begitu pernyataannya. Namun, ada beberapa hal yang bisa diketahui dari penyakit ini, seperti fakta bahwa multiple sclerosis lebih banyak menyerang wanita daripada pria. Biasanya penyakit ini menyerang wanita usia 16 - 55 tahun.   Otot akan terasa lemah Blair pernah merasakan kehilangan sensasi di kakinya ketika ia berjalan di New York Fashion Week untuk Christian Siriano. Sebelumnya ia mengatakan juga mengalami gejala serupa, namun ia mengabaikannya. "Di peragaan busana itu (New York Fashion Week), saya kehilangan rasa di kaki kiri, dan lantas berpikir, apa yang harus saya lakukan?" ujarnya. Memiliki masalah keseimbangan Dalam sebuah postingan di akun pribadi @selmablair, Oktober 2018, dia berjuang melawan multiple sclerosis dan menulis: "Saya cacat. Terkadang saya jatuh. Saya kerap menjatuhkan barang." Sulit menjaga keseimbangan adalah salah satu gejala gangguan gerak paling umum penderita multiple sclerosis.   Memiliki masalah berpikir dan penglihatan  Ketika mengungkapkan gejala multiple sclerosis yang dirasa, bintang film Hellboy ini mengatakan bahwa penyakit ini telah memengaruhi pemikirannya. "Ingatanku berkabut," katanya. Banyak orang yang mengalami multiple sclerosis melaporkan mempunyai masalah dengan pemikiran dan daya ingat, termasuk sulit bicara. Kepada majalah People tahun 2019, Blair juga pernah mengungkap kalau penyakit yang dideritanya ini telah mempengaruhi penglihatannya. "Saya tidak melihat dari mata kanan saya sekarang." katanya. Menurut Mayo Clinic, gangguan penglihatan sering terjadi. Ini dapat mencakup kehilangan penglihatan sebagian atau seluruhnya, biasanya pada satu mata pada satu waktu, seringkali disertai rasa sakit selama gerakan mata. Selain itu, penderita multiple sclerosis juga menghalami penglihatan ganda yang berkepanjangan atau penglihatan kabur.     Mati rasa atau mempunyai sensasi seperti tertusuk jarum Blair mengungkapkan di akun Instagram-nya bahwa multiple sclerosis ini menyebabkan ia menderita masalah propriosepsi Propriosepsi adalah kemampuan tubuh manusia untuk mendeteksi gerakan dan tekanan pada jaringan lunak dan mencetuskan reaksi untuk mencegah cedera. Keluhan lain yang ia rasakan adalah bahwa ia tidak bisa duduk diam, kejang, hingga kedutan. Mayo Clinic menggambarkan gejala ini sebagai sensasi sengatan listrik yang terjadi dengan gerakan leher tertentu, terutama menekuk leher ke depan.   Apa yang harus dilakukan jika mengalami gejala ini? Jika Anda mengalami gejala-gejala tersebut, Mayo Clinic menyarankan untuk menemui dokter sesegera mungkin. Meskipun tidak ada obat untuk multiple sclerosis dan gejala umumnya memburuk seiring waktu, pengobatan dapat membantu mempercepat pemulihan dari serangan, mengubah jalannya penyakit, dan mengelola gejala.     Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang. Baca Juga: 5 Penyakit yang Sering Dialami Wanita Penulis: Tomi Nala Sumber:Eatthis, alodokter, mayoclinic
 11 Jan 2021    15:00 WIB
Waspada Penyakit HPV
HPV atau Human Papilloma Virus, adalah penyakit menular seksual paling umum yang sering menyebabkan kutil kelamin. Sayangnya, gejala seringkali tak terasa sehingga penderita tidak tahu saat ia telah terjangkiti. Ada beberapa macam jenis virus HPV yang wajib diwaspadai. Beberapa memang tidak membahayakan karena bisa diobati dengan cepat, terutama yang berupa kutil kulit luar. Namun jika ia tumbuh di dalam rahim, maka lambat laun pertumbuhannya bisa menyebabkan kanker serviks. Tak hanya itu, HPV yang bercokol di dalam tubuh juga bisa mengakibatkan kanker penis, kanker vagina, kanker vulva, kanker anus, kanker mulut, hingga kanker tenggorokan. Berikut adalah beberapa jenis kutil yang segera bisa Anda perhatikan dan waspadai: Kutil Biasa yang berupa benjolan bulat kasar. Kutil Plantar yang berbentuk rata dengan lubang di tengahnya di mana kadang disertai dengan titik-titik hitam. Kutil Datar yang berbentuk seperti bekas cakaran di kulit yang berwarna cokelat, kekuningan, atau bahkan merah muda. Kutil Filiform yang berupa bintil daging tumbuh dengan warna yang sama seperti warna kulit, dan Kutil Periungual yang biasa tumbuh di kaki atau tangan dengan permukaan pecah-pecah seperti kembang kol. Kontak seksual yang menyebabkan HPV berpindah dari penular kepada yang tertular adalah ketika terjadi sentuhan antara kulit dengan kulit baik secara anal, oral, atau vaginal. So, tak selamanya seks oral itu aman. Untuk mendeteksi secara dini, Anda bisa lakukan pengecekan ke dokter kulit dan kelamin jika menemukan tanda-tanda kutil yang tumbuh di sekitar genital. Namun akan lebih baiknya, lakukan vaksinasi khusus HPV yang dianjurkan pada wanita usia 10 - 26 tahun yaitu vaksinasi Cervarix, Gardasil, serta Gardasil 9 yang bisa mencegah kutil kelamin serta kanker serviks. "Penularan HPV 85 persen melalui hubungan seksual, tetapi 10-15 persen bukan seksual, bisa dari tangan, handuk, atau pakaian," ujar Prof. Dr.dr. Samsuridjal Djauzi, SpPD, K-AI dari Indonesian Working Group on HPV. Berikut adalah cara-cara pencegahannya 1. Menggunakan kondom tiap kali berhubungan seks 2. Pastikan Anda dan pasangan terbebas dari virus HPV 3. Tidak berganti-ganti pasangan 4. Hindari menyentuh kutil secara langsung 5. Menjaga kebersihan area sekitar kelamin (terutama jika Anda sering berenang di kolam renang umum, dan 6. Hindari bergantian memakai barang-barang pribadi seperti celana dalam, pisau cukur, atau bahkan gunting kuku. Baca juga: Kenali Gejala Penyakit Menular Seksual
 12 Oct 2020    13:00 WIB
Waspada! Ini 10 Penyakit yang Tidak Menunjukkan Gejala
Dengan memiliki gaya hidup sehat, banyak orang mengira bahwa mereka akan terbebas dari gangguan jantung, diabetes, dan bahkan beberapa jenis kanker. Akan tetapi tahukah Anda bahwa tidak semua penyakit memiliki gejala yang jelas sehingga mudah terdeteksi? Di bawah ini Anda dapat melihat beberapa jenis penyakit yang sulit diketahui karena seringkali tidak bergejala hingga penyakit memasuki tahap akhir. Kanker Usus Besar Kanker usus besar bermula dari usus besar dan biasanya dimulai sebagai suatu benjolan kecil non kanker yang disebut dengan polip. Polip ini kemudian akan bertumbuh menjadi semakin besar dan berubah menjadi kanker walaupun tidak menunjukkan gejala apapun pada awalnya. Saat kanker sudah melewati tahap awalnya, penderita biasanya baru mulai mengalami gangguan pencernaan, seperti diare atau sembelit, adanya darah di dalam tinja, kram perut, perut kembung, penurunan berat badan, dan rasa amat lelah. Karena kanker usus besar tahap awal biasanya tidak menimbulkan gejala apapun, maka pemeriksaan kesehatan secara teratur sangatlah penting. Dengan demikian, dokter dapat menemukan polip sedini mungkin, sebelum polip ini berubah menjadi kanker. Penyakit Huntington Penyakit Huntington merupakan suatu kelainan genetik, yang biasanya tidak diketahui hingga penderita dewasa. Yang paling menakutkan dari penyakit ini adalah penyakit ini tidak dapat disembuhkan. Penyakit Huntington memang jarang tetapi sangat fatal. Penyakit ini menyebabkan kerusakan pada otak. Gejala biasanya mulai muncul saat penderita berusia antara 30-50 tahun. Gejalanya dikatakan mirip dengan seseorang yang menderita ALS, Parkinson, dan Alzheimer. Hal terpenting yang perlu Anda ketahui adalah bahwa penyakit ini diturunkan. Glaukoma Glaukoma merupakan penyebab kedua kebutaan di Amerika Serikat. Glaukoma biasanya tidak menunjukkan gejala apapun atau hanya menunjukkan sedikit gejala. Glaukoma akan merusak saraf optikus yang berfungsi untuk membawa informasi dari mata ke otak. Penderita biasanya mengalami peningkatan tekanan di dalam mata. Saat penyakit sudah memasuki tahap lanjut, maka dapat terjadi gangguan penglihatan perifer atau kebutaan total. Jenis glaukoma yang paling sering ditemukan adalah glaukoma sudut terbuka. Jenis glaukoma yang satu ini biasanya akan menyebabkan penurunan penglihatan perifer secara bertahap. Klamidia Klamidia merupakan salah satu penyakit menular seksual yang memiliki sedikit gejala. Infeksi ini biasanya akan menyebabkan kerusakan permanen pada saluran telur seorang wanita, yang dapat menyebabkan gangguan kesuburan atau peningkatan resiko terjadinya kehamilan ektopik. Infeksi ini dapat mengenai serviks, uretra, vagina, rektum, atau tenggorokan. Infeksi juga dapat ditularkan dari ibu kepada bayinya pada saat proses persalinan. Dapat ditemukan beberapa gejala beberapa minggu setelah penderita terinfeksi. Akan tetapi, pada sebagian besar kasus penyakit ini tidak menimbulkan gejala sama sekali. Gejala yang mungkin ditemukan adalah keputihan abnormal, nyeri pinggul, keinginan mendesak untuk buang air kecil, dan adanya darah di dalam air kemih. Penyakit ini terutama mengenai orang yang sudah aktif secara seksual. Thrombosis Vena Dalam (Deep Vein Thrombosis/DVT) DVT merupakan bekuan darah yang terbentuk di pembuluh vena dalam tubuh dan mungkin tidak menimbulkan gejala apapun. Sebagian besar DVT terjadi pada kaki bagian bawah (betis) atau paha, yang kemudian menyebabkan pembengkakan pada vena dan berbagai gejala lain. Jika bekuan darah pecah, maka bekuan-bekuan darah kecil ini dapat mengikuti aliran darah dan masuk ke dalam paru-paru. Hal ini dapat menyebabkan penurunan kadar oksigen di dalam darah, kerusakan paru-paru berat, atau kematian. Duduk dalam waktu lama, mengkonsumsi obat tertentu, dan menderita penyakit tertentu dapat meningkatkan resiko terjadinya DVT. Gejala yang biasa ditemukan adalah kulit teraba hangat dan nyeri serta kulit tampak kemerahan dan membengkak. Akan tetapi, gejala ini biasanya hanya muncul pada sebagian penderita.   Baca juga: Ini Dia 5 Penyakit yang Sering Salah Didiagnosa   Gonorea Gonorea juga merupakan salah satu penyakit menular seksual, yang jarang menimbulkan gejala. Penyakit ini dapat mengenai pria dan wanita. Bila wanita hamil terinfeksi gonorea, maka ia dapat menularkannya pada bayi di dalam kandungannya. Seperti halnya semua penyakit menular seksual lainnya, penggunaan kondom biasanya dapat membantu menurunkan resiko. Beberapa gejala gonorea yang dapat ditemukan pada pria adalah rasa panas seperti terbakar saat buang air kecil, keluar cairan abnormal dari penis, dan buah zakar terasa nyeri serta membengkak. Pada wanita, gejala yang biasa ditemukan adalah nyeri saat buang air kecil dan perdarahan di antara masa menstruasi. Diabetes Diabetes tipe 1 biasanya terjadi sejak penderita lahir karena pada diabetes tipe 1, tubuh penderita tidak dapat menghasilkan insulin sama sekali. Sementara itu, diabetes tipe 2 biasanya terjadi saat penderita sudah dewasa. Hal ini biasanya disebabkan oleh gaya hidup yang kurang aktif dan berat badan berlebih sehingga tubuh tidak dapat menggunakan hormon insulin yang ada dengan baik. Jika anggota keluarga Anda ada yang menderita diabetes, maka Anda perlu menjaga pola hidup dan pola makan Anda dengan lebih baik karena resiko Anda untuk menderita diabetes akan meningkat. Beberapa gejala diabetes yang sering ditemukan adalah rasa haus terus-menerus, sering buang air kecil, selalu merasa lapar tetapi berat badan menurun, merasa lelah, dan pandangan kabur. Hepatitis C Virus hepatitis C akan menyerang hati dan gejala yang terjadi dapat ringan atau berat, tergantung pada seberapa lama penyakit dibiarkan tanpa pengobatan. Hepatitis C paling sering ditularkan melalui penggunaan alat suntik bersama pada orang yang menggunakan obat-obatan terlarang atau melalui kontak seksual. Infeksi kronik virus hepatitis C dapat menyebabkan terjadinya berbagai komplikasi seperti sirosis hati dan kanker hati. Osteoporosis Osteoporosis atau pengeroposan tulang akan membuat kepadatan tulang menurun, yang membuat tulang menjadi lebih lemah dan mudah patah. Beberapa penderita bahkan mengalami pemendekan tinggi badan dan perubahan postur tubuh (membungkuk) bila mengenai tulang belakangnya. Osteoporosis biasanya tidak menunjukkan gejala. Sebagian besar penderita baru mengetahui mereka mengalami osteoporosis setelah mengalami patah tulang atau mengalami perubahan postur tubuh. Dianjurkan untuk mengkonsumsi makanan tinggi kalsium dan vitamin D untuk mencegah terjadinya osteoporosis. Penyakit Seliak Penyakit seliak merupakan suatu penyakit autoimun, di mana usus halus penderita akan mengalami kerusakan bila penderita mengkonsumsi gluten, suatu protein yang ditemukan di dalam gandum dan barley. Hingga saat ini belum ada pengobatan lain bagi penyakit seliak selain menghindari gluten. Gejala gangguan pencernaan lebih sering ditemukan pada anak-anak dibandingkan orang dewasa. Orang dewasa yang mengalami penyakit seliak biasanya akan mengalami berbagai gejala seperti kekurangan zat besi, merasa amat lelah, nyeri sendi, depresi, migrain, dan kekurangan berbagai vitamin. Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang. Sumber: cheatsheet
 31 Aug 2020    17:00 WIB
Hindari Penyakit Menular Seksual Karena Seks Oral
Hindari Penyakit Menular Seksual Karena Seks Oral Seks oral adalah suatu hal yang sering dilakukan oleh pasangan sebelum dan sesudah melakukan hubungan seksual. Namun yang harus diwaspadai ternyata ada beberapa penyakit yang dapat disebabkan karena seks oral, seperti: Herpes PMS (Penyakit Menular Seksual)  yang paling sering ditularkan melalui seks oral. Ada dua jenis utama dari virus herpes simpleks (HSV):  HSV tipe 1, yang biasanya menyebabkan luka di sekitar mulut, HSV tipe 2, yang umumnya menyebabkan luka di sekitar alat kelamin. Jika seseorang memiliki HSV tipe 1 dan mereka memberikan atau menerima seks oral ke atau dari orang lain, herpes dapat ditularkan ke daerah genital dari orang lain, menyebabkan luka genital. Proses ini juga dapat bekerja secara terbalik, dengan HSV-2 transmisi dari alat kelamin ke mulut orang lain selama seks oral, meskipun hal ini jarang terjadi.  Gonore Dapat dengan mudah ditularkan melalui seks oral. Penyakit ini biasanya ditularkan dari alat kelamin yang terinfeksi ke tenggorokan seseorang, tetapi dapat juga ditularkan dari tenggorokan yang terinfeksi ke alat kelamin seseorang.  Sifilis Mudah menular selama seks oral jika mulut seseorang ada luka terbuka atau ruam kulit yang kontak dengan seseorang yang memiliki sifilis Human papillomavirus  Dapat menyebabkan kulit kelamin yang ditularkan melalui seks oral, hal ini dapat terjadi meski tidak sering. Klamidia Penyakit yang satu ini juga dapat ditularkan melalui seks oral. Sering kali seseorang yang memiliki klamidia mungkin tidak memiliki gejala apapun dan mungkin tidak menyadari bahwa mereka terinfeksi dengan penyakit tersebut.  Virus Hepatitis A  Ditemukan dalam kotoran manusia, dan dapat ditularkan selama seks anal dan oral Hepatitis B dan Hepatitis C Mungkin akan ditularkan selama seks oral dengan cara yang mirip dengan HIV..  Infeksi dan parasit gastrointestinal Dapat ditularkan selama kontak oral dengan anus.  HIV Transmisi melalui cairan seksual (air mani atau cairan vagina) atau darah (dari haid atau luka di suatu tempat di daerah kelamin atau daerah anus) ke dalam luka, borok di mulut atau tenggorokan mereka. Sumber: ndtv Tags: seks, seks oral, penyakit
 16 Jul 2020    08:00 WIB
6 Macam Gejala Penyakit Yang Tidak Boleh Didiamkan
Hai Sobat Sehat, kita kembali lagi dan kali ini dengan pembahasan yang lebih menarik. Yaitu tentang 6 gejala yang tidak boleh didiamkan. Tapi sebaiknya kita kenali dulu definisi dari gejala. gejala adalah pengindikasian keberadaan suatu penyakit atau gangguan kesehatan yang tidak diinginkan, berbentuk tanda-tanda atau ciri-ciri penyakit dan dapat dirasakan. Contohnya seperti pusing, mual atau nyeri di bagian tubuh, dll. Sebagian besar dari kita mungkin tahu bahwa jika kita mengalami nyeri dada atau kelemahan mendadak, pusing, atau perubahan penglihatan, disaat itulah kita perlu pergi ke ruang gawat darurat secepat mungkin. Tapi bagaimana kita membedakan tanda dan gejala ini, sebagai hal yang berbahaya atau bukan. Karena kebanyakan dari kita biasanya lambat untuk merespon dan berpikir bahwa ini adalah hal yang normal atau lumrah, ada kalanya kita berpikir gejala itu muncul karena kita sudah berumur (tua), atau karena sedang datang bulan, atau karena kecapean (body mood) dan tapi bagaimana jika itu adalah tanda menuju penyakit beresiko atau tahap awal penyakit kritis yang perlu segera ditangani. Berikut adalah 6 gejala yang tidak boleh kita abaikan: 1. Kehilangan berat badan yang tak terduga. Jika kita mengalami penurunan berat badan, apalagi bukan karena melakukan diet, puasa ataupun olah raga teratur, itu perlu diselidiki, terutama jika berat badan turun menjadi 10 atau 15 kilogram dalam jangka waktu yang singkat. Biasanya berat badan kita naik seiring bertambahnya usia, jadi penurunan berat badan yang tidak normal, bisa menjadi pertanda masalah serius. Salah satunya adalah gejala penyakit kanker, tiroid, celiac, dan infeksi seperti HIV atau hepatitis C.   2. Tahi lalat yang berubah warna. Jangan pernah mengabaikan tahi lalat yang berubah warna, bentuk, atau ukuran. Pastikan untuk memeriksa kulit seluruh tubuh kita dengan dokter kulit setiap tahunnya. Kanker kulit adalah kanker yang paling umum, jadi jangan membuat kesalahan dengan menganggap setiap titik hanyalah bintik belaka.   3. Tidur yang berlebihan. Cukup tidur merupakan hal yang sangat penting bagi kesehatan tubuh kita, tapi jangan berlebihan, apalagi  jika kita tidur lebih dari 9 jam sehari, itu bisa menjadi tanda depresi, peradangan kronis, atau bahkan sklerosis ganda (kelainan peradangan yang terjadi pada otak dan sumsum tulang belakang, yang merusak mielin dan akson). Jika kita sering selalu lelah, mudah kantuk, tidur di siang hari, dan kelebihan berat badan, tidur berlebihan mungkin menjadi bagian dari kondisi yang disebut narkolepsi atau serangan tidur. (Gejala khas narkolepsi ada empat, yaitu hipersomnia, lumpuh tidur, halusinasi hipnagogic dan katapleksi).   4. Batuk terus-menerus. Jika kita mengalami batuk yang terus-menerus, lebih dari 2 bulan, dan tidak kunjung membaik, kita harus segera ke dokter. Batuk terus-menerus tidak hanya menjengkelkan, dan membuat kita susah tidur, tapi juga bisa menular ke orang lain atau keluarga tercinta kita, melalui udara atau air liur kita, bahkan alat makan yang tercampur, tetapi juga merupakan tanda dari tubuh kita, bahwa ada sesuatu yang tidak benar - mungkin asma, penyakit refluks asam, atau gejala penyakit paru-paru.   5. Nyeri perut di bagian kanan bawah. Perut kram sering dialami semua orang, tetapi nyeri perut yang berada di lokasi tertentu - terutama daerah kanan bawah - perlu diperiksa segera, apalagi jika berlangsung selama lebih dari beberapa hari atau bersifat intens. Itu kemungkinan kita mengalami radang usus atau (appendicitis), rasanya seperti sakit yang menggerogoti dan menyayat-nyayat isi perut kita, hal ini tidak boleh dianggap remeh dan  berpikir itu hanya gangguan pencernaan biasa. Karena skenario terburuk akan kita alami, seperti usus buntu pecah, ini bisa menyebabkan kematian.   6. Nyeri kronis. Merupakan nyeri yang menetap dan tidak pernah benar-benar hilang. Nyeri kronis juga biasanya sudah mengganggu saraf sehingga saraf akan menjadi lebih sensitif dari sebelumnya. Perlu diketahui bahwa rasa sakit setiap hari, yang berlangsung selama lebih dari 12 minggu dianggap kronis. Ini keadaan yang tidak normal pada seseorang. Ketika mengalami hal ini, kita perlu segera pergi ke dokter untuk didiagnosa.   Jadi sahabat, tubuh kita adalah komunikator yang hebat, sering memberi tahu kita apa yang salah, jadi jika kita mengalami 6 gejala di atas, jangan ada kata menunda atau berlambat-lambat di kamus kita, segera ambil tindakan medis di rumah sakit terdekat atau kunjungi dokter terdekat.   Sumber : blogs.webmd.com
 22 Jun 2020    11:00 WIB
Jenis Penyakit Khas Yang Sering Menyerang Wanita
Selain kanker payudara dan kanker serviks, kaum wanita juga rentan terhadap 10 penyakit ini. Untuk itu, tingkatkan kepedulian terhadap kesehatan dengan rutin melakukan medical check-up. Serangan JantungSebanyak 38% wanita meninggal dunia akibat serangan jantung, sedangkan pria hanya 28%. DepresiFaktor emosi yang lebih dominan membuat wanita rentan masalah-masalah psikologis seperti stres, putus asa, dan depresi. OsteoporosisStruktur tulang pada wanita lebih tipis dibandingkan pria sehingga wanita lebih mudah terkena osteoporosis.Penyakit AlzheimerKondisi hormonal, perbedaan pola otak, faktor genetik dan ditambah gaya hidup membuat wanita lebih rentan terkena penyakit Alzheimer. Lupus Penyakit AutoimunLupus atau Systemic Lupus Eritematosus (SLE) dialami 9 kali lebih banyak pada wanita dibandingkan pria. Irritable Bowel Syndrome (IBS)Ini adalah gangguan iritasi kronis yang menyerang usus besar. Wanita berisiko mengalami IBS 2-3 kali lebih banyak dibandingkan pria. Gejalanya, nyeri perut yang hilang-timbul, kembung, bisa disertai dengan diare atau malah konstipasi.ArthritisTubuh wanita yang dirancang untuk mengalami kehamilan dan melahirkan membuat tendon bawah kurang stabil. Ini yang membuat mereka rentan diserang arthritis alias radang sendi. GastrointestinalKehamilan menyebabkan perubahan hormon dan tak jarang mengganggu sistem pencernaan khususnya lambung dan usus (gastrointestinal).FibromyalgiaWanita berisiko 9 kali lebih besar mengalami fibromyalgia (nyeri di sekujur tubuh yang terjadi secara kronis) dibanding pria. Gejalanya, nyeri otot, kulit terasa terbakar, kelelahan.MigrainWanita bisa mengalami migrain tiga kali lebih besar daripada pria. Mengoreksi gaya hidup menjadi lebih sehat diyakini bisa menyembuhkan penyakit ini. Sumber : Mayapada Hospital
 05 May 2020    11:00 WIB
Bangun Tidur Keringat Menetes Deras ? Ini Dia Penyebabnya
Bingung mengapa selama beberapa hari terakhir Anda selalu terbangun dengan baju basah kuyup padahal Anda tidak melakukan sesuatu hal yang membuat Anda dapat berkeringat deras? Menurut sebuah penelitian, berkeringat di malam hari merupakan suatu hal yang sangat sering terjadi. Akan tetapi, apakah hal ini merupakan hal yang normal terjadi atau ada gangguan kesehatan lain yang menyebabkannya?   Perubahan Kadar Hormonal Pada wanita, penyebab tersering dari berkeringat di malam hari adalah rendahnya kadar hormon estrogen atau kadar hormon estrogen yang sedang berfluktuasi. Perubahan kadar hormonal ini biasanya terjadi pada wanita yang baru saja melahirkan, mengkonsumsi pil KB, sedang memasuki masa perimenopause, dan telah memasuki masa menopause. Berbagai keadaan di atas dapat memicu seorang wanita berkeringat di malam hari, baik ringan maupun sangat ekstrim hingga pakaiannya basah kuyup di malam hari. Bila Anda terus saja berkeringat di malam hari, maka hal ini dapat membuat kelenjar adrenal Anda "stress", yang justru akan membuat Anda merasa sangat lelah, mengalami depresi, dan bahkan mengalami peningkatan berat badan. Untuk mengatasinya, dianjurkan agar Anda berkonsultasi dengan seorang dokter spesialis kandungan. Terapi hormon biasanya dapat membantu mengatasi keringat berlebih tersebut.   Baca juga: 8 Penyebab Timbulnya Keringat dan Cara Mengatasinya   Obat-obatan Obat-obatan merupakan penyebab lain dari keringat pada malam hari. Sekitar 22% orang yang mengkonsumsi obat anti depresi berkeringat di malam hari.   Kadar Gula Darah Rendah Kadar gula darah yang rendah juga dapat membuat tubuh Anda menghasilkan lebih banyak keringat daripada biasanya. Keadaan ini biasanya ditemukan pada orang-orang yang mengkonsumsi insulin atau obat anti diabetes oral. Bila Anda mengalami hal ini, segera periksakan diri ke dokter Anda sehingga dokter dapat mengatur kembali dosis obat Anda atau mengganti jenis obat yang digunakan sehingga kadar gula darah Anda tidak terlalu rendah di malam hari dan membuat Anda berkeringat deras.   Hiperhidrosis Hiperhidrosis merupakan suatu keadaan di mana tubuh Anda memproduksi lebih banyak keringat daripada seharusnya walaupun tidak ditemukan penyebab medis tertentu. Penderita biasanya berkeringat lebih banyak hanya di beberapa bagian tubuhnya sementara bagian tubuh lainnya kering. Beberapa bagian tubuh yang biasanya lebih banyak berkeringat adalah telapak tangan, telapak kaki, ketiak, dan kepala. Akan tetapi, hiperhidrosis tidak hanya terjadi di malam hari. Keringat berlebih ini biasanya terjadi di sepanjang hari.   Infeksi Penyebab lain yang lebih serius dari keringat malam hari adalah adanya infeksi atau penyakit lain seperti infeksi bakteri, tuberkulosis, HIV, leukemia, dan kanker (terutama limfoma atau kanker kelenjar getah bening). Bila disebabkan oleh berbagai gangguan kesehatan tersebut, selain keringat di malam hari, penderita biasanya juga akan mengalami penurunan berat badan tanpa penyebab yang jelas dan demam.   Apa yang Dapat Anda Lakukan Untuk Mencegah Berkeringat di Malam Hari? Mulailah dengan menyesuaikan suhu kamar tidur Anda, gunakan pakaian tidur yang lebih tipis, dan hindari berbagai jenis pemicu keringat seperti makanan pedas dan minuman beralkohol. Selain itu, mengatasi stress biasanya juga dapat membantu mengurangi keparahan keringat. Akan tetapi, bila Anda terus saja berkeringat di malam hari atau ada gejala lain yang menyertainya, segera periksakan diri Anda ke seorang dokter.   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang.   Sumber: womenshealthmag
 02 Apr 2020    18:00 WIB
3 Gejala Yang Tidak Disadari Pada Wanita, Ternyata Adalah Penyakit Kencing Nanah
Ketika berhubungan dengan penyakit menular seksual, maka penyakit menular kedua yang paling sering terjadi adalah gonorrhea atau kencing nanah. Penyakit ini menyebar melalui seks melalui vaginal, anal, atau oral. Seseorang yang mengalami kencing nanah bisa saja tidak mengalami gejala terutama untuk wanita.   Berikut Adalah Gejala Kencing Nanah Pada Wanita Yang Sering Tidak Disadari: 1.      Nyeri Saat Buang Air Kecil Apabila Anda merasakan nyeri saat buang air kecil kemudian merasakan ada sensasi seperti ada sensasi terbakar saat buang air kecil. Hal ini bisa menjadi gejala awal dari kencing nanah 2.      Keluar Bercak Darah Saat Anda mengalami keluarnya bercak darah, dimana darah keluar bukan saat menstruasi, maka bisa dicurigai sebagai gejala dari kencing nanah. 3.      Keputihan Banyak Gejala lain yang seringkali dialami namun tidak dicurigai sebagai gejala dari kencing nanah adalah keluarnya keputihan yang banyak. Apabila Anda mengalami hal ini maka bisa jadi Anda mengalami kencing nanah. Terkadang, saat gejala muncul sangat ringan hingga tidak terdeteksi, namun saat dokter memeriksa maka bisa lebih mudah untuk mengetahuinya. Gejala ini juga mudah dibingungkan dengan infeksi yang lebih tidak berbahaya - seperti infeksi kandung kemih atau vagina. Sama seperti wasir, infeksi rektum dapat menyebabkankeluar cairan dari anus atau gatal pada anus, gerakan usus yang menyakitkan, dan bahkan pendarahan. Apabila Anda mengalami gejala ini maka sebaiknya Anda segera melakukan pemeriksaan ke dokter spesialis kandungan. Bila kencing nanah diabaikan atau tidak diobati dapat menyebabkan penyakit radang panggul, yang dapat menyebabkan jaringan parut yang menghalangi saluran tuba dan menyebabkan kehamilan ektopik, nyeri panggul atau perut jangka panjang, atau kemandulan. Jadi bagaimana bila Anda ingin tahu apakah Anda menderita kencing nanah atau tidak? Anda bisa melakukan pemeriksaan tes urin, Jadi, bagaimana Anda tahu jika Anda menderita gonore? Teruji. Tes urin harus memberikan jawaban. Penanganan yang diberikan adalah pemberian antibiotik obat oral ataupun suntikan antibiotik. Selama perawatan dan tujuh hari setelahnya, Anda harus menjauhkan diri dari melakukan hubungan intim dengan pasangan, ada baiknya Anda juga mengajak pasangan untuk melakukan pemeriksaan.   Baca juga: Ingin Kehidupan Seks Anda Meningkat? Pahamilah Dengan 3 Cara Ini   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang   Sumber: womansday
 23 Jan 2020    11:00 WIB
Efek Negatif Junkfood untuk Kesehatan
Siapa yang tidak pernah makan junk food? Hampir semua orang pernah memakan makanan yang satu ini, rasanya yang enak, gurih dan disajikan dengan menarik dapat membuat semua orang menyukainya. Namun ada berbagai efek buruk yang didapat apabila konsumsi junkfood secara berlebihan, seperti: 1. Konsumsi rutin junk food merupakan salah satu faktor yang bertanggung jawab terjadinya obesitas/ kegemukan. 2. Konsumsi minuman ringan (yang mengandung gula) telah dikaitkan dengan terjadinya berat badan yang berlebihan dan meningkatkan risiko untuk terkena kencing manis tipe 2. 3. Kolesterol tinggi akibat sering konsumsi junk food memberikan beban berlebihan kepada hati, yang akan menyebabkan kerusakan jangka panjang untuk organ penting ini. 4. Konsumsi junkfood merupakan penyebab utama terjadinya penyakit pada jantung 5. Penelitian telah menunjukkan bahwa diet tinggi lemak juga dapat merusak fungsi otak yang penting, sepert kemampuan untuk konsentrasi dan memori. 6. Makanan junk food terlalu penuh dengan gula dan garam. Jika Anda memiliki tekanan darah tinggi atau kolesterol, makanan ini akan memperburuk kesehatan Anda. 7. Junk food tidak mengandung nutrisi penting, meskipun jumlahnya banyak tetap saja tidak memberi energi pada Anda dan akan membuat Anda merasa lemah. 8. Gorengan memang enak, namun makanan ini sangat mengerikan. Terutama makanan yang digoreng dalam minyak lemak terhidrogenasi parsial atau trans. Minyak ini menurunkan kolesterol baik dan meningkatkan kolesterol jahat.   Sumber: ndtv
 08 Jan 2020    08:00 WIB
Komplikasi Diabetes: Pengobatan Nyeri Saraf Diabetikum
Nyeri saraf yang disebabkan oleh diabetes atau yang juga dikenal dengan nama neuropati perifer diabetikum dapat bersifat berat, konstan, dan sulit diobati. Gejala awalnya dapat berupa rasa kesemutan, yang kemudian akan diikuti oleh mati rasa dan nyeri. Untuk mengatasinya, di bawah ini ada beberapa hal yang perlu Anda lakukan.   Kendalikan Kadar Gula Darah Anda Hal penting pertama yang perlu Anda lakukan untuk mengatasi semua komplikasi diabetes adalah dengan mengendalikan kadar gula darah Anda. Pastikan kadar gula darah Anda selalu dalam batas normal atau mendekati normal dengan mengkonsumsi obat anti diabetes. Berkonsultasilah dengan dokter Anda mengenai jenis dan dosis obat yang diperlukan.   Konsumsi Obat Anti Nyeri Untuk mengatasi nyeri, Anda dapat mengkonsumsi obat anti nyeri. Jenis obat anti nyeri yang digunakan biasanya tergantung pada tingkat keparahan nyeri. Bila rasa nyeri tidak terlalu berat, Anda biasanya dapat mengkonsumsi: Obat golongan NSAID seperti aspirin, ibuprofen, dan naproxen Asetaminofen Capsaicin yang biasa ditemukan dalam bentuk koyo Lidokain krim atau gel. Lidokain merupakan obat bius yang dapat membuat area yang terasa nyeri menjadi mati rasa   Baca juga: 5 Hal yang Perlu Anda Ketahui Mengenai Diabetes   Bila rasa nyeri cukup berat atau Anda tidak tahan dengan efek samping obat anti nyeri di atas, maka dokter dapat memberikan obat lainnya untuk mengatasi nyeri, seperti: Obat antidepresan Obat anti kejang Obat golongan opioid Akan tetapi, ketiga jenis obat di atas memerlukan resep dokter.   Pengobatan Lainnya Selain berbagai obat di atas, ada beberapa pengobatan lain yang dapat dilakukan untuk mengatasi nyeri, seperti: Tindakan pembedahan untuk menghancurkan saraf atau mengeluarkan saraf yang terjepit Memasang implan yang bertujuan untuk mengurangi nyeri Stimulasi listrik pada saraf   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang.   Sumber: webmd