Your browser does not support JavaScript!
 07 Oct 2017    15:00 WIB
Gangguan Stress Akut
Apa itu gangguan stress akut?Gangguan stress akut adalah periode singkat munculnya ingatan-ingatan yang mengganggu segera setelah terjadinya peristiwa traumatik yang hebat. Apa penyebab dari gangguan stress akut?Orang-orang dengan gangguan stress akut pernah mengalami peristiwa yang tidak mengenakkan. Secara mental, penderita seperti mengalami kembali peristiwa traumatik yang pernah dialami sehingga mereka menghindari hal-hal yang bisa mengingatkan mereka akan peristiwa tersebut dan menimbulkan kecemasan. Apa gejala dari gangguan stress akut?Gejala-gejala biasanya cepat terjadi dalam waktu beberapa menit atau jam, sebagai reaksi terhadap peristiwa yang membuat stress. Gejala biasanya bisa mereda dengan cukup cepat, namun terkadang bisa tetap ada selama beberapa hari atau minggu. Gejala-gejala yang dialami biasanya berupa :•  Gejala psikologis, seperti cemas, mudah marah, emosi naik-turun, gangguan tidur, sulit berkonsentrasi, dan ingin menyendiri•  Gejala fisik, seperti berdebar-debar, merasa sakit, nyeri dada, sakit kepala, nyeri perut, dan sesak nafas Gejala-gejala fisik disebabkan oleh hormon stress, seperti adrenalin, yang dilepaskan ke dalam aliran darah, dan oleh impuls saraf yang terlalu aktif ke berbagai bagian tubuh. Penderita juga bisa mengalami gejala-gejala seperti :•  Menurunnya kesadaran akan lingkungan sekitar (misalnya menjadi linglung)•  Merasa seperti semuanya tidak nyata•  Tidak mampu mengingat bagian penting dari peristiwa traumatik yang dialami•  Menarik diri atau kurangnya respon emosional•  Merasa seperti terlepas dari dirinya sendiri atau tidak nyata Apa pengobatan untuk gangguan stress akut?Banyak orang yang pulih dari gangguan stress akut setelah mereka keluar dari situasi traumatik yang mereka alami, mendapatkan dukungan dalam bentuk pengertian dan empati untuk tekanan yang dialaminya, serta mendapat kesempatan untuk mengungkapkan apa yang terjadi dan apa reaksi mereka. Sebagian penderita merasa terbantu dengan beberapa kali mengutarakan pengalamannya. Terkadang penderita bisa diberikan obat-obat sementara untuk membantu tidur, tetapi obat-obat lainnya (seperti obat anti-depresan) biasanya tidak diberikan. Sumber: healthtalk
 22 Aug 2017    12:00 WIB
Epilepsi dan Penanganan Kejang
Apa yang Harus Anda Lakukan Bila Anda Menderita Epilepsi ?• Beritahu kepada keluarga, teman kerja, atau tetangga anda bahwa anda menderita epilepsi, sehingga mereka dapat mengetahui apa yang harus dilakukan bila anda mengalami kejang• Hindari tempat-tempat dengan banyak benda berbahaya, terutama bila anda bekerja di pabrik• Tetap aktif. Anda tetap dapat berolahraga, tetapi jangan berolahraga sendirian. • Jangan mengganti atau mengubah dosis obat anti kejang sebelum berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter anda. Jenis obat anti kejang yang digunakan tergantung pada jenis epilepsi yang diderita, sedangkan dosis obatnya tergantung pada usia, berat badan, jenis kelamin, dan berbagai hal lainnya• Perhatikanlah efek samping obat dan interaksi antar obat yang mungkin terjadi. Bila anda mengkonsumsi obat anti kejang dan ingin mengkonsumsi obat lainnya, sebaiknya konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter anda• Hindari alkohol. Alkohol dapat menurunkan efektivitas obat anti kejang dan dapat menurunkan ambang batas kejang, sehingga kejang lebih mudah terjadi Apa yang Harus Anda Lakukan Pada Orang Dewasa yang Mengalami Serangan Kejang ?• Longgarkan baju di bagian leher. Lepaskan kancing atau dasi• Jangan mencoba untuk menahan atau memegang orang tersebut. Hal ini justru dapat menyebabkan cedera• Jangan memasukkan benda apapun ke dalam mulut orang tersebut. Hal ini juga dapat menyebabkan cedera• Berikan ruang yang cukup bagi penderita kejang. Mintalah kepada orang di sekelilingnya untuk menjauh dan memberikan ruang bagi penderita• Jauhkan benda-benda yang berbahaya dari penderita, seperti kaca, perabotan, atau benda tajam lainnya• Miringkan tubuh penderita setelah kejang berhenti untuk mencegah terjadinya aspirasi (masuknya benda asing ke paru-paru) muntahan dan menjaga saluran pernapasan tetap terbuka• Jangan tinggalkan penderita sendirian setelah kejang karena penderita biasanya merasa bingung dan disorientasi setelah kejang• Hubungi petugas kesehatan bila kejang berlangsung lebih dari 5 menit atau kejang berulang dalam waktu singkat atau bila penderita tidak sadar setelah kejang atau bila penderita mempunyai penyakit lainnya, seperti penyakit jantung atau diabetes Apa yang Harus Anda Lakukan Bila Anak Anda Mengalami Serangan Kejang ?Tergantung pada jenis kejang yang terjadi, terdapat beberapa penanganan yang berbeda. Kejang Tonik Klonik/Grand Mal Seizure (Dengan Penurunan Kesadaran Saat Kejang)• Jauhkan anak dari benda-benda berbahaya (benda tajam, panas, dan keras)• Letakkan benda lunak atau bantal di bawah leher anak anda• Miringkan tubuh anak anda ke satu sisi untuk menjaga saluran pernapasannya tetap terbuka• Jangan memasukkan benda apapun ke dalam mulut penderita• Jangan memberikan minum atau obat apapun ke dalam mulut penderita saat atau sesaat setelah kejang berhenti• Jangan mencoba untuk memegangi lidah anak• Jangan mencoba menghentikan kejang atau memegangi tubuh anak anda saat kejang• Temani dan tenangkan anak anda saat kejang berhenti• Hubungi dokter segera bila kejang berlangsung lebih dari 5 menit, anak mengalami kejang untuk pertama kali, kejang terjadi lebih dari satu kali, bila anak anda terluka atau bila anak anda tetap tidak sadar setelah kejang berhenti Kejang Absence/Petit Mal Seizure (Dengan Penurunan Kesadaran Saat Kejang)• Awasi anak anda saat serangan terjadi• Catatlah seberapa sering anak mengalami serangan• Tenangkan dan temani anak anda bila ia merasa takut atau bingung setelah kejang berhenti Kejang Parsial (Tanpa Penurunan Kesadaran Saat Kejang)• Awasi anak anda saat serangan terjadi• Tenangkan dan temani anak anda bila ia merasa takut atau bingung setelah kejang berhenti• Bila terjadi kejang menyeluruh, lakukanlah penanganan seperti penanganan kejang tonik klonik Kejang Parsial (Dengan Penurunan Kesadaran Saat Kejang)• Temani anak anda selama serangan terjadi• Beritahu anak dan orang di sekitar tentang apa yang terjadi• Bila anak sedang beraktivitas atau berjalan, ajak anak pindah ke tempat yang aman Kejang Mioklonik (Dengan Penurunan Kesadaran Saat Kejang)• Temani anak anda selama serangan terjadi• Beritahu anak dan orang di sekitar tentang apa yang terjadi• Bila anak sedang beraktivitas atau berjalan, ajak anak pindah ke tempat yang aman• Bila kejang baru pertama kali terjadi, segera lakukan pemeriksaan untuk mengetahui penyebabnya Renjatan Mioklonik (Tanpa Penurunan Kesadaran)• Perhatikan apa anak terjatuh atau tidak• Tenangkan dan temani anak anda• Bila kejang baru pertama kali terjadi, segera lakukan pemeriksaan untuk mengetahui penyebabnya Atonik• Tenangkan anak anda dan perhatikan apakah terjadi cedera• Segera lakukan pemeriksaan untuk mencari penyebabnya