Your browser does not support JavaScript!
 18 May 2017    18:00 WIB
Deteksi Dini Infeksi HIV Dengan Memeriksan Mulut Anda
Pada orang yang telah diketahui mengalami infeksi HIV, adanya gangguan kognitif, perubahan perilaku, atau berbagai gangguan motorik menandakan bahwa orang tersebut mengalami demensia akibat AIDS (ADC). Akan tetapi, terdapat berbagai gangguan lain yang juga dapat menyebabkan gangguan fungsi kognitif tersebut seperti gangguan metabolik, infeksi, penyakit otak degeneratif, stroke, tumor, dan sebagainya. Untuk menyingkirkan berbagai kemungkinan penyebab lain di atas, dokter anda mungkin harus melakukan berbagai pemeriksaan untuk menentukan penyebab berbagai gejala yang anda alami. Pemeriksaan Radiologi CT Scan dan MRICT scan dan MRI dapat mendeteksi adanya perubahan di dalam otak yang mendukung diagnosa ADC. Perubahan otak pada penderita ADC akan terus memburuk seiring dengan berlalunya waktu, oleh karena itu pemeriksaan ini harus dilakukan berulang kali secara teratur. Pemeriksaan ini juga dapat membantu menyingkirkan berbagai penyebab lainnya seperti infeksi, stroke, dan tumor otak.CT scan atau MRI kepala dapat menunjukkan adanya atrofi (pengecilan) otak dan berbagai perubahan lainnya pada berbagai bagian otak yang memang terjadi pada penderita ADC. PET Scan dan SPECT ScanKedua pemeriksaan ini dapat menunjukkan adanya ketidaknormalan pada metabolisme otak yang dapat ditemukan pada penderita ADC ataupun gangguan lainnya.Pemeriksaan LaboratoriumTidak ada pemeriksaan laboratorium yang dapat digunakan untuk memastikan diagnosa ADC. Pemeriksaan laboratorium hanya dapat digunakan untuk menyingkirkan berbagai kemungkinan penyebab lainnya yang dapat menyebabkan gejala yang sama. Pemeriksaan Elektroensefalografi (EEG)Pemeriksaan EEG digunakan untuk mengukur aktivitas listrik di dalam otak. Pada penderita ADC stadium lanjut, akan tampak penurunan aktivitas listrik di dalam otak (lebih lambat daripada normal). EEG juga dapat digunakan untuk melihat apakah seseorang sedang mengalami serangan kejang.Pemeriksaan NeuropsikologisPemeriksaan neuropsikologis merupakan pemeriksaan yang dapat digunakan memeriksa kemampuan kognitif, dengan hasil yang paling akurat.Pemeriksaan ini dapat memberikan gambaran yang paling tepat tentang gangguan yang terjadi sehingga dapat membantu dokter dalam menentukan pengobatan terbaik untuk mengatasi gangguan yang anda alami. Pada pemeriksaan ini, anda akan diminta untuk menjawab berbagai pertanyaan dan melakukan berbagai hal untuk melihat beberapa hal di bawah ini, yaitu:•    Bagaimana mood anda•    Tingkat kecemasan anda•    Apakah anda pernah mengalami delusi atau halusinasi•    Bagaimana kemampuan kognitif anda. Yang termasuk dalam kemampuan kognitif adalah daya ingat, konsentrasi, orientasi waktu dan tempat (mengetahui siang dan malam serta di mana anda berada), kemampuan berbahasa, dan kemampuan untuk menyelesaikan suatu tugas serta mengikuti suatu perintah atau instruksi tertentu•    Memeriksa kemampuan menganalisis, berpikir abstrak, dan menyelesaikan masalahSumber: webmd
 14 Feb 2017    18:00 WIB
10 Cara Bagaimana Cinta Mengubah Anda
Hati Anda akan mengatakan saat Anda jatuh cinta, dan pasti Anda juga akan mengetahuinya, tetapi apakah Anda tahu jika tubuh Anda juga akan bereaksi sebelum hati Anda? iya, tubuh Anda ternyata juga ikut berubah saat Anda jatuh cinta. Apakah Anda tahu bagaimana tubuh berubah? Berikut adalah perubahan tubuh saat Anda jatuh cinta. 1.  Otak bereaksi dengan cepatotak akan dengan cepat mengetahui saat Anda jatuh cinta, bahkan sebelum Anda menyadarinya. Hal ini merupakan hasil studi yang diterbitkan oleh the Journal of Sexual Medicine. Pada detik ke 5 berbagai area di otak Anda akan bekerja bersamaan dan mengatakan pada Anda jika Anda sedang jatuh cinta. 2.  Jantung Anda berdetak dengan lebih pelanSaat jatuh cinta, tingkat hormon meningkat dan mempengaruhi tekanan darah menjadi menurun, sehingga denyut jantung akan lebih pelan. 3.  Cinta mengganggu tidurThe Journal of Adolescent Health mengatakan saat Anda mengingat kekasih Anda dapat membuat Anda terjaga minimal satu jam setiap malam. Ya cinta memang bisa membuat orang susah tidur. 4.  Menghilangkan nyeri tubuhStanford University School of Medicine mempublikasikan hasil penelitian yang mengatakan rasa cinta ternyata bisa mengubah cara kerja reseptor saraf di otak, sehingga saraf-saraf tersebut mulai bekerja seperti obat-obat anti nyeri. Hal inilah yang menyebabkan tubuh terasa lebih ringan dan rasa sakit yang dirasakan sebelumnya menghilang. 5.  Mudah lupaSaat Anda berpikir tentang seseorang terus menerus, otak akan memproduksi oksitosin atau dikenal sebagai hormon cinta. Oksitosin dapat menghambat memori sehingga bukan salah Anda jika Anda menjadi pelupa saat sedang jatuh cinta. 6.  Anda menjadi pencemburuSaat Anda melihat seorang pria mendekati wanita lain, dan kemudian Anda merasakan gelombang kecemburuan yang tidak pernah Anda rasakan sebelumnya, artinya Anda sedang jatuh cinta. Menurut penelitian dari Florida State University, seseorang cenderung menjadi overprotektif terhadap orang yang dicintainya. 7.  Semua makanan terasa manisSebuah ekperimen yang dilakukan oleh the American Psychological Association. Mereka mengumpulkan sekelompok mahasiswa dan menyuruh mereka menulis essay tentang cinta, setelah itu mereka disuguhi berbagai jenis makanan dan minuman. Menurut sekelompok mahasiswa tersebut, semua makanan dan minuman itu terasa sangat manis. 8.  Konsentrasi menurunMemikirkan kekasih Anda bisa membuat pikiran Anda tidak dapat berpikir mengenai hal lain. Anda juga sulit berkonsentrasi saat melakukan pekerjaan Anda. ternyata hal tersebut bukan sepenuhnya kesalahan Anda. itu adalah gejala Anda sedang jatuh cinta. 9.  Bahkan suara Anda berubahThe Journal of Evolutionary Psychology mengatakan bahwa suara seorang wanita akan berubah saat berbicara dengan pria yang disukainya, nada suaranya akan semakin meninggi. 10.  Tulang menjadi kuatPara ilmuwan mengatakan adanya hubungan yang erat antara pasangan yang bahagia dengan kekuatan tulang. Ternyata cinta dapat memberi pengaruh baik terhadap tubuh kita. Sumber: geniusbeauty
 03 Dec 2016    12:00 WIB
Pengobatan Gangguan Daya Ingat Akibat HIV
ADC merupakan salah satu komplikasi HIV/AIDS yang cukup sulit baik bagi anda maupun bagi anggota keluarga serta pasangan anda. Gangguan ini dapat mempengaruhi banyak aspek dalam hidup anda, termasuk hubungan anda dengan anggota keluarga yang lain, pekerjaan anda, keadaan keuangan anda, kehidupan sosial anda, dan kesehatan fisik serta jiwa anda yang dapat membuat anda merasa depresi, frustasi, dan marah. Tidak ada pengobatan yang dapat menyembuhkan gangguan daya ingat atau demensia akibat AIDS (ADC) seperti halnya tidak ada pengobatan yang dapat menyembuhkan AIDS. Akan tetapi, pada beberapa penderita, dengan pengobatan yang tepat, ADC dapat dikendalikan.Perawatan Rumah Bagi Penderita ADC Beberapa hal yang dapat anda lakukan untuk mencegah perburukan gejala adalah:•    Tetaplah aktif, baik fisik, mental, maupun sosial walaupun anda telah menderita ADC. Berolahraga (berjalan) secara teratur setiap harinya dapat membantu memaksimalkan fungsi tubuh dan mental anda serta menjaga berat badan anda•    Lakukanlah banyak aktivitas mental semampu anda. Membuat pikiran terus bekerja dapat membantu mencegah memburuknya gangguan kognitif yang anda alami. Bermain, menyusun puzzle, membaca buku, membuat berbagai kerajinan tangan, dan berbagai hobi lainnya dapat membantu membuat pikiran anda terus aktif•    Jangan menarik diri dari pergaulan dan keluarga anda. Hal ini dapat membuat pikiran anda tetap aktif dan menjaga keseimbangan emosi anda•    Konsumsilah diet sehat dan seimbang yang terdiri dari banyak buah dan sayuran untuk membantu menjaga berat badan dan mencegah terjadinya malnutrisi serta konstipasi (sembelit)•    Berhentilah merokokObat-obatanHighly active antiretroviral therapy (HAART) merupakan obat yang cukup efektif untuk mengendalikan infeksi HIV dan juga dapat melindungi banyak orang dengan HIV positif dari ADC. Pada sebagian besar kasus, HAART dapat mengurangi sebagian atau seluruh gejala ADC.Walaupun telah menggunakan HAART, beberapa penderita ADC tetap mengalami perburukan gejala. Ada pula penderita ADC yang tidak dapat menggunakan HAART dan menyebabkan keadaan penderita lebih buruk lagi.Pada banyak penderita ADC lainnya, demensia akan memburuk dalam waktu beberapa bulan yang membuat penderita tidak lagi dapat mengurus dirinya sendiri, tidak dapat turun dari tempat tidur, tidak dapat berkomunikasi, dan membutuhkan bantuan orang lain untuk merawat dirinya.Tidak ada obat tertentu yang dapat mengobati penurunan kognitif pada penderita AIDS. Dokter biasanya hanya akan memberikan obat simptomatik untuk mengatasi gejala yang ada. Beberapa obat simptomatik yang sering digunakan adalah:•    Obat anti depresan yang digunakan untuk mengatasi gejala depresi•    Obat anti psikotik yang digunakan untuk mengatasi agitasi (rasa gelisah) berat, perilaku agresif, halusinasi, atau delusi Bila anda menderita ADC, maka anda harus melakukan pemeriksaan rutin sehingga dokter anda dapat mengetahui perkembangan penyakit anda dan apakah diperlukan penyesuaian dosis obat serta mengetahui apakah dosis obat yang anda gunakan telah sesuai.PencegahanHighly active antiretroviral therapy (HAART) dapat menghambat atau mencegah perkembangan ADC pada beberapa penderita HIV, terutama bila obat ini diberikan pada masa awal penyakit. Akan tetapi, tidak ada langkah pencegahan yang secara pasti dapat mencegah terjadinya ADC.Sumber: webmd
 03 Dec 2016    11:00 WIB
Penyebab dan Gejala Gangguan Daya Ingat Pada Penderita HIV
Penurunan fungsi mental merupakan salah satu komplikasi HIV yang sering terjadi. Demensia (gangguan daya ingat) akibat AIDS biasanya timbul saat jumlah CD4 (salah satu jenis sel darah putih) kurang dari 200 sel/µL. PenyebabDemensia akibat AIDS (ADC) ini terjadi akibat infeksi HIV itu sendiri dan bukan disebabkan oleh infeksi oportunistik lainnya yang biasa terjadi pada penderita AIDS. Para ahli masih tidak mengetahui bagaimana virus ini merusak sel-sel otak. HIV diduga dapat mempengaruhi fungsi otak melalui beberapa mekanisme. Protein virus mungkin dapat merusak sel-sel saraf secara langsung atau dengan cara menginfeksi sel-sel penyebab inflamasi (radang) di dalam otak dan medulla spinalis. Kemudian virus ini mungkin memicu sel-sel penyebab inflamasi ini untuk merusak dan melumpuhkan sel-sel saraf. HIV tampaknya menyebabkan peradangan menyeluruh di dalam tubuh, yang menyebabkan terjadinya berbagai penyakit kronik, gangguan daya ingat, mempercepat proses penuaan, penyakit jantung, dan berbagai penyakit lainnya.GejalaADC biasanya mempengaruhi perilaku, daya ingat, kemampuan berpikir, dan gerakan. Pada awalnya, berbagai gejala demensia ini biasanya tidak jelas dan mungkin tidak disadari oleh penderita, yang kemudian akan memburuk secara perlahan-lahan. Setiap penderita dapat memiliki gejala yang berbeda-beda.Berbagai gejala yang dapat ditemukan pada demensia tahap awal adalah:•    Penurunan produktivitas dalam bekerja•    Sulit konsentrasi•    Kesulitan untuk mempelajari suatu hal baru•    Perubahan perilaku•    Penurunan gairah seksual•    Mudah lupa•    Merasa bingung•    Kesulitan menemukan kata-kata yang tepat•    Tampak acuh tak acuh•    Tidak lagi melakukan kegiatan yang disenanginya atau menarik diri dari berbagai kegiatan sosial•    Depresi Berbagai gejala ringan di atas akan memburuk secara perlahan dan menyebabkan terjadinya beberapa hal di bawah ini, yaitu:•    Gangguan tidur•    Psikosis yaitu suatu gangguan mental dan perilaku berat, yang tampak sebagai agitasi berat, hilangnya kontak dengan realitas, ketidakmampuan memberikan respon yang sesuai dengan lingkungan, halusinasi, delusi•    Mania yang tampak seperti seseorang yang tidak pernah merasa lelah, hiperaktif, berbicara dengan sangat cepat, dan penurunan kemampuan menilai sesuatu•    Kejang Diagnosa demensia ditegakkan bila berbagai gejala di atas cukup berat sehingga mengganggu aktivitas anda sehari-hari. Dengan ditemukannya highly active antiretroviral therapy (HAART), jumlah penderita AIDS yang mengalami demensia pun telah menurun hingga menjadi kurang dari 20%. HAART tidak hanya dapat mencegah atau menghambat terjadinya demensia ini, tetapi juga dapat memperbaiki fungsi mental pada orang yang telah menderita demensia akibat AIDS ini. Tanpa HAART, berbagai gejala di atas akan terus memburuk secara perlahan dan menyebabkan penderita tidak dapat berinteraksi dengan orang lain dan tidak dapat menyadari lingkungan di sekitarnya.Sumber: webmd
 08 Aug 2016    11:00 WIB
Depresi Membuat Anda Mudah Lupa, Benarkah?
Apakah anda sering lupa di mana anda meletakkan barang anda? Kunci rumah atau dompet anda? Atau ingatkah anda apa yang anda makan kemarin malam? Bila anda pernah mengalami beberapa contoh ini atau bahkan sering, maka anda mungkin sedang mengalami penurunan daya ingat. Berbeda dari anggapan kebanyakan orang, daya ingat yang buruk tidak selalu terjadi pada saat anda memasuki masa lanjut usia. Anak-anak pun dapat mengalaminya (mudah lupa). Jadi berapa pun usia anda, baik muda maupun tua, anda dapat mengalami penurunan daya ingat. Salah satu hal yang seringkali menyebabkan terjadinya penurunan daya ingat dan bahkan mengganggu fungsi kognitif anda adalah depresi. Saat orang mengalami depresi, maka mereka akan mengalami kesulitan untuk berkonsentrasi dan mengingat kembali berbagai hal karena pikiran mereka sedang dipenuhi oleh berbagai pikiran negatif sama seperti perasaan mereka. Depresi dapat terjadi pada siapa saja dan usia berapa pun, termasuk pada anak-anak yang masih kecil yang seringkali mengalami berbagai situasi yang penuh dengan tekanan. Beberapa hal yang dapat membuat seseorang merasa stress adalah kematian seseorang yang dicintai, kurangnya penghargaan dari anggota keluarga yang lain, dan berbagai alasan lainnya. Berbagai emosi negatif yang dirasakan seperti marah, takut, dan cemas juga dapat membuat seseorang menjadi pelupa dan sulit berkonsentrasi. Tidak peduli seberapa keras mereka berusaha, penderita depresi akan sangat sulit untuk berkonsentrasi dan mengingat kembali berbagai hal karena mereka telah terfokus pada emosi negatif dan situasi menyakitkan yang terjadi dalam kehidupan mereka.Sumber: lifespan
 03 Aug 2016    18:00 WIB
Mudah Lupa Akibat Kurang Tidur dan Sibuk Bekerja?
Pernahkah anda terlalu sibuk bekerja hingga lupa di mana anda meletakkan kunci mobil anda? Sebagian besar orang memiliki kebiasaan untuk melakukan banyak hal sekaligus untuk membuat pekerjaan selesai secepat mungkin. Memaksakan diri untuk melakukan atau mengurus banyak hal sekaligus dapat membuat anda tidak dapat berpikir dengan jernih (kebingungan mental) dan merasa stress. Bila keadaan ini terus berlanjut, maka daya ingat anda pun akan mulai menurun yang membuat anda menjadi mudah lupa, dan bahkan tidak lagi dapat mengenali orang atau tempat atau waktu serta juga dapat mengganggu kemampuan anda untuk membuat suatu keputusan. Untuk mengatasi hal ini, belajarlah untuk mengatasi persoalan atau pekerjaan anda satu persatu. Fokuskan pikiran anda hanya pada satu pekerjaan selama kurun waktu tertentu dan lanjutkan pada pekerjaan berikutnya saat pekerjaan sebelumnya telah selesai. Selain terlalu sibuk bekerja, kurang tidur ternyata juga dapat mengganggu daya ingat anda. Tidur membantu menyegarkan kembali tubuh dan pikiran anda sambil memperbaiki berbagai kerusakan pada sel-sel dan jaringan tubuh. Gelombang otak anda pun dibentuk saat anda tidur. Salah satu fungsi gelombang otak ini adalah untuk menyimpan suatu ingatan ke dalam otak anda. Selain itu, berbagai gelombang otak ini juga berfungsi untuk memindahkan berbagai ingatan yang anda miliki ke dalam korteks prefrontal otak anda (suatu bagian otak yang berfungsi untuk menyimpan ingatan jangka panjang). Saat anda kurang tidur, maka ingatan ini tidak dapat dipindahkan ke dalam korteks prefrontal dan membuat anda mudah lupa atau bahkan mengalami amnesia jangka pendek (kehilangan ingatan jangka pendek). Oleh karena itu, disarankan agar orang dewasa tidur setidaknya selama 7-8 jam setiap harinya untuk memperbaiki daya ingat mereka dan mencegah  terjadinya gangguan pada lobus frontal otak yang dapat mengakibatkan penurunan fungsi kognitif (kecerdasan).Sumber: lifespan
 03 Jun 2014    15:30 WIB
Mengenal Amnesia
Amnesia merupakan bentuk kehilangan memori. Beberapa orang dengan amnesia mempunyai kesulitan untuk membentuk memori yang baru. Penderita amnesia yang lain kesulitan mengingat fakta dan mengingat masa lalu. Orang dengan amnesia biasanya kesulitan mengenal identitasnya, begitu juga dengan kemampuan motorik. Kehilangan daya ingat ringan dapat terjadi dengan normal sebagai bagian dari proses penuaan. Kehilangan daya ingat secara signifikan, atau ketidakmampuan membentuk daya ingat yang baru dapat diindikasikan sebagai gangguan amnesia. Beberapa tipe dari amnesia Retrograde amnesia Retrograde amnesia terjadi ketika memori yang sudah ada hilang. Amnesia ini mempengaruhi daya ingat yang sudah terbentuk. Memori yang lama dipengaruhi secara perlahan. Penyakit seperti demensia dapat menyebabkan amnesia retrograde secara gradual. Amnesia anterograde Amnesia anterograde terjadi ketika seseorang tidak bisa membentuk memori yang baru. Efek ini dapat berlangsung secara temporer, seperti saat pingsan yang disebabkan terlalu banyak konsumsi alkohol. Tetapi amnesia ini juga bisa terjadi permanen, yang terjadi ketika seseorang mengalami kerusakan didaerah otak yang dikenal sebagai hipokampus (yang mempunyai peranan penting dalam membentuk memori) Amnesia trasnsien global Amnesia transien global merupakan kondisi yang memprihatinkan dimana seseorang mengalami kebingungan yang terjadi berulang kali dalam beberapa jam. Seseorang bisa mengalami kehilangan daya ingat dalam beberapa jam sebelum serangan terjadi dan biasanya tidak mampu mengingat apapun setelah serangan. Para peneliti berpikir amnesia ini terjadi karena aktifitas otak yang menyerupai kejang yang memblok aliran darah ke otak. Penyebab dari Amnesia Lokasi dari memori bergantung dari usia dari memori tersebut. Saat seseorang kehilangan memori lama kemungkinan irang tersebut mengalami kerusakan otak yang luas seperti kehilangan daya ingat yang progresif yang disebabkan oleh penyakit alzheimern atau bentuk lain dari demensia. Orang dengan demensia biasanya lebih banyak kehilangan memori yang baru dan mampu menjaga daya ingat yang lama. Penurunan oksigen dapat menyebabkan kerusakan di seluruh otak, walaupun mungkin tidak cukup berat untuk menyebabkan kerusakan otak, tetapi cukup untuk membuta kehilangan daya ingat secara temporer. Kerusakan bagian otak hipokampus bertanggung jawab untuk membentuk memori yang baru, mempertahankan memori yang lama da juga menghubungkan memori yang lama dengan yang baru. Sel otak di hipokampus sangat rentan. Mereka mudah rusak karena kekurangan oksigen, toksin dan pengaruh lain. Sementara jika kerusakan sel di hipokampus tidak dapat diperbaiki maka seseorang akan mengalami kesulitan dalam pembentukan memori yang baru. Stroke, tumor dan infeksi dapat menyebabkan kerusakan permanen di otak, termasuk kehilangan memori secara permanen. Penyebab lain yang dapat menyebabkan amnesia: Encephalitis Trauma otak Penyalahgunaan alkohol Penggunaan terapi elektrokonvulsif untuk depresi Stress   Sumber: healthline
 19 May 2014    14:00 WIB
Dapatkah Anda Kehilangan Memori Karena Stress?
Apakah Anda pernah menonton film 50 first date? Di film ini si tokoh utama wanita mengalami kehilangan ingatan. Dia tidak dapat mengingat segala sesuatu lebih dari satu hari dan keesokan harinya dia akan memulai hari dengan memori yang sudah terhapus. Cerita ini bukan sekedar fantasi dari sutradara yang mempunyai plot cerita yang menarik. Faktanya memang terkadang masalah ini bisa ada. Tentu saja disini kita tidak membicarakan masalah kehilangan ingatan yang besar, tetapi sesuatu yang normal terjadi pada setiap orang. Bayangkanlah Anda harus mengingat banyak hal penting setiap harinya seperti membanyar tagihan atau harus membayar denda kemudian Anda lupa untuk melakukannya. Bukankah hal ini sering terjadi pada diri Anda? Ada hari dimana Anda lupa harus melakukan pertemuan dengan orang penting. Ada hari dimana Anda lupa melakukan kegiatan sederhana seperti minum air, makan siang dan lain sebagainya. Ternyata memang ada maslah penurunan daya ingat dan harus dilihat apa penyebab dari penurunan daya ingat tersebut. Berikut adalah beberapa alasan untuk penurunan daya ingat. Stress Mempengaruhi daya ingatBanyak alasan yang menyebabkan Anda mengalami stress. Dan kebanyakan dari Anda sering bertanya-tanya apakah stess dapat mempengaruhi daya ingat. Ternyata benar jika stress memang dapat menyebabkan penurunan daya ingat bahkan kehilangan daya ingat. Saat Anda mengalami stress yang tinggi terkadang Anda melupakan beberapa hal didalam hidup. Misalnya ketika Anda harus melakukan kegiatan yang penting tanpa memberikan tubuh Anda kesempatan untuk bersantai. Inilah yang akan menyebabkan timbulnya  masalah penurunan daya ingat. Daya ingat memiliki tiga versi terkait dengan pengaruh stress. Daya ingat jangka panjang berguna untuk menyimpan ingatan-ingatan dalam waktu yang lama. Anda memiliki kapasitas penyimpanan tidak terbatas di sini. Ketika Anda berada di bawah tekanan berat, memori jangka panjang Anda cenderung mengecewakan  Anda. Anda akan melihat bahwa saat Anda menghadapai situasi yang menimbulkan stress Anda justru tidak dapat mengingat apapun. Sumber: boldsky