Your browser does not support JavaScript!
 20 Feb 2018    11:00 WIB
Konsumsi Vitamin D Membuat Anda Tampak Lebih Muda, Benarkah?
Sebuah penelitian baru pada hewan percobaan (tikus) menemukan bahwa vitamin D ternyata dapat meningkatkan kerja otak dan memperlambat proses penuaan. Pada penelitian ini, para peneliti menemukan bahwa tikus percobaan yang diberikan sejumlah vitamin D setiap harinya dapat menemukan arah dengan lebih baik saat dimasukkan ke dalam sebuah maze air yang sulit dibandingkan dengan tikus percobaan lainnya yang diberikan vitamin D dengan dosis yang lebih rendah setiap harinya. Nada Porter, seorang farmakologis biomedical di University of Kentucky College of Medicine mengatakan bahwa hasil penelitian ini menunjukkan bahwa vitamin D mungkin dapat membantu proses penerimaan dan pemrosesan sinyal di dalam otak yang berhubungan dengan daya ingat.   Baca Juga: Bagaimana Meningkatkan Asupan Vitamin D Anda?   Pada penelitian ini, para peneliti menemukan bahwa perbaikan fungsi daya ingat tampak pada para tikus percobaan yang diberikan vitamin D dengan dosis yang lebih banyak daripada yang dianjurkan oleh Institute of Medicine untuk menjaga kesehatan tulang, yaitu sekitar 50% lebih banyak. Sebagian besar proses produksi vitamin D di dalam tubuh manusia terjadi saat kulit terpapar oleh sinar UV dari matahari. Beberapa sumber vitamin D lainnya adalah susu dan suplemen vitamin D. Akan tetapi, karena terdapat banyak hal yang dapat mempengaruhi kadar vitamin D di dalam tubuh seseorang, maka akan lebih baik bila Anda berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter Anda sebelum mulai mengkonsumsi suplemen vitamin D tertentu.   Sumber: newsmaxhealth
 13 Jan 2018    18:00 WIB
Keintiman Dengan Pasangan Dapat Membantu Anda Melewati Berbagai Cobaan di Hari Tua
Berbagai gangguan kesehatan dapat menimbulkan suatu tekanan dalam kehidupan pernikahan anda, berapa pun usia anda. Akan tetapi, seiring dengan semakin bertambahnya usia anda, berbagai penyakit kronik yang anda alami dapat membuat percikan-percikan cinta di antara anda dan pasangan semakin berkurang.   Beberapa orang ahli di Amerika telah berhasil menemukan suatu cara untuk membuat anda dan pasangan anda mengatasi berbagai tekanan akibat berbagai penyakit dan penuaan, yaitu jagalah keintiman anda dengan pasangan anda, baik fisik maupun mental.   Sebuah penelitian lainnya menemukan bahwa pasangan yang tetap memiliki kehidupan seksual yang aktif setelah bertahun-tahun menikah memiliki kadar kepuasan yang lebih tinggi dalam pernikahan mereka.Untuk itu, anda hanya perlu kembali aktif dalam kehidupan seksual anda. Dari tidak pernah berhubungan seks selama setahun menjadi berhubungan seks satu kali sebulan atau lebih telah ditemukan berhubungan dengan peningkatan kualitas pernikahan anda, bahkan walaupun berbagai penyakit yang anda alami membuat hubungan seks menjadi sulit dilakukan.     Untuk membangun suatu keintiman dengan pasangan anda, berhubungan seks bukanlah satu-satunya cara. Seiring dengan semakin bertambahnya usia seseorang, makna dari hubungan seks pun dapat berubah. Untuk menemukan adanya hubungan antara seks, kebahagiaan hidup pernikahan, dan kesehatan; para ahli mengamati sekitar 500 pasangan yang berusia di antara 58-85 tahun, di mana sebagian besar pasangan telah menikah selama setidaknya 40 tahun.   Para peneliti mengukur kualitas pernikahan masing-masing pasangan dengan cara menanyakan berbagai pertanyaan tentang seberapa dekat atau intim anda dengan pasangan anda. Pertanyaan yang diajukan dapat berupa seberapa sering anda menceritakan apa yang sebenarnya anda rasakan dan seberapa sering anda merasa pasangan anda terlalu bnayak menutut anda. Para peneliti juga memeriksa kesehatan fisik dan mental setiap orang, serta seberapa sering tiap-tiap pasangan melakukan aktivitas seksual, mulai dari sekadar belaian lembut hingga berhubungan seksual (penetrasi).   Walaupun telah ditemukan hubungan yang jelas antara kualitas pernikahan dan seberapa sering anda berhubungan intim atau melakukan berbagai aktivitas seksual lainnya dengan pasangan anda, akan tetapi para ahli masih tidak dapat menemukan seberapa besar efek aktivitas seksual ini terhadap kualitas pernikahan seseorang.   Walaupun banyak pasangan beranggapan bahwa seks bukanlah satu-satunya penentu keintiman atau kedekatan mereka dengan pasangannya, akan tetapi penelitian ini menunjukkan bahwa rata-rata orang yang sering berhubungan seks dengan pasangannya memiliki kualitas pernikahan yang lebih tinggi dibandingkan dengan pasangan yang jarang melakukan aktivitas seksual.Sumber: npr
 20 Aug 2016    12:00 WIB
Tidur dan Penuaan
Tidur yang nyenyak sangat penting bagi kesehatan anda. Akan tetapi, seiring dengan bertambahnya usia, pola tidur pun mengalami perubahan. Dengan semakin bertambahnya usia, anda akan mengalami perubahan pola tidur seperti waktu tidur anda berkurang dan mudah terbangun atau jarang sekali tidur nyenyak atau bahkan bermimpi.   Apakah Tidur Anda Cukup? Kebutuhan tidur setiap orang berbeda-beda. Kebutuhan tidur orang dewasa biasanya berkisar antara 7-9 jam setiap harinya. Jika sekarang ini anda membutuhkan waktu tidur lebih sedikit daripada saat anda masih muda, tetapi anda tetap merasa bersemangat dan tidak merasa lelah atau kurang tidur, berarti kebutuhan tidur anda memang telah berkurang. Tetapi bila waktu tidur anda berkurang dan anda merasa lelah atau mengantuk saat anda bekerja, berarti anda mempunyai masalah. Di bawah ini terdapat beberapa hal yang dapat dilakukan untuk membantu anda tidur lebih baik, yaitu: Tidurlah pada waktunya. Biasakan diri anda untuk tidur pada suatu waktu tertentu Matikanlah computer atau TV anda satu jam sebelum waktu tidur yang telah anda tetapkan Bersantailah sebelum tidur. Hal ini akan membuat anda merasa lebih nyaman dan memudahkan anda untuk tertidur Kurangi waktu tidur siang anda Jangan minum alkohol sebelum tidur Bila beberapa hal di atas ini tidak dapat membantu anda, hubungilah dokter anda untuk mencari penyebab dan cara mengatasinya. Hal-hal yang Dapat Mengganggu Tidur Anda di Hari Tua Perubahan Perubahan dalam kehidupan anda dapat sangat mempengaruhi anda. Pindah tempat tinggal, penyakit, kematian dapat membuat anda merasa stress dan mengganggu tidur anda. Kondisi Tertentu Suatu kondisi atau penyakit tertentu dapat menyebabkan gangguan tidur. Beberapa penyakit tersebut adalah artritis (rasa nyeri menyebabkan anda sulit tidur), sleep apnea (sering terbangun saat tidur), atau penyakit lainnya yang menyebabkan anda sulit memulai tidur atau sering terbangun saat tidur. Tidak Bekerja Saat anda pensiun, maka anda akan mempunyai lebih banyak waktu untuk bersantai dan aktivitas anda pun sudah jauh berkurang. Hal ini dapat menyebabkan gangguan pada pola tidur anda. Obat-obatan Beberapa obat-obatan yang anda gunakan mungkin membuat anda sulit tidur atau malah membuat anda lebih bersemangat di malam hari. Bila obat yang anda gunakan membuat anda sulit tidur, maka dokter anda dapat menyesuaikan dosis untuk mengurangi efek samping tersebut. Baca juga: Osteoporosis dan Penuaan Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang  
 09 Aug 2015    20:00 WIB
5 Makanan yang Dapat Membuat Anda Tampak Lebih Tua
Memang benar tidak ada makanan yang dapat membuat Anda tampak lebih tua hanya karena Anda mengkonsumsinya dalam satu hari, akan tetapi, jika Anda terus mengkonsumsinya seumur hidup Anda dan dalam jumlah yang berlebihan, maka beberapa jenis makanan tersebut mungkin dapat membuat Anda tampak lebih tua dan berkeriput lebih cepat. Mengapa makanan dapat membuat Anda tampak lebih tua? Hal ini dapat disebabkan oleh 2 hal, yaitu inflamasi (radang) di dalam tubuh dan kerusakan akibat radikal bebas di dalam tubuh Anda, yang mengenai kulit Anda. Penyebab kedua adalah karena Anda mungkin mengkonsumsi berbagai jenis makanan yang buruk bagi kulit dan tidak mengkonsumsi cukup banyak makanan yang dapat melindungi kulit Anda dan membuat Anda tampak lebih muda. Di bawah ini terdapat beberapa jenis makanan yang dapat membuat Anda tampak lebih tua.   Gula Di dalam tubuh, kelebihan gula akan melalui suatu proses yang disebut dengan glikasi. Pada proses ini, gula akan bergabung dengan beberapa jenis protein atau lemak untuk membentuk suatu protein yang sudah rusak (AGEs) di dalam seluruh tubuh Anda, termasuk pada kulit Anda. Protein ini tidak hanya tidak dapat bekerja dengan baik, tetapi juga lebih tidak elastis dibandingkan dengan protein alami yang terdapat di dalam tubuh Anda. Selain itu, proses glikasi juga menghasilkan berbagai jenis protein radang di dalam tubuh, yang dapat mempercepat proses penuaan kulit.   Makanan Hangus Berbagai jenis makanan yang dipanaskan pada suhu tinggi juga mengalami proses glikasi. Selain itu, paparan langsung pada suhu tinggi dapat memicu terbentuknya amino heterosiklik pro inflamasi (HCAs) dan hidrokarbon aromatik polisiklik (PAHs).   Makanan yang Digoreng Selain dapat membuat Anda menjadi lebih gemuk serta menyebabkan terjadinya berbagai proses inflamasi (radang) di dalam tubuh Anda, lemak trans yang terdapat di dalam makanan yang digoreng juga dapat menyebabkan penghancuran kolagen, protein utama kulit Anda. Hal ini dapat menyebabkan terbentuknya keriput pada kulit Anda.   Minuman Beralkohol Minuman beralkohol dapat mempengaruhi fungsi hati Anda, yang dapat membuat hati menjadi rusak atau membuat hati bekerja dengan lebih lambat untuk mengeluarkan racun dari dalam tubuh Anda. Efek tertimbunnya racun di dalam tubuh dapat Anda lihat apda kulit Anda. Selain itu, mengkonsumsi minuman beralkohol juga dapat membuat tidur Anda kurang nyenyak, karena tidak dapat mencapai fase tidur dalam yang diperlukan oleh tubuh untuk memperbaiki diri.    Makanan Olahan Seorang ahli menemukan bahwa penduduk di berbagai negara yang jarang mengkonsumsi makanan olahan memiliki kulit yang lebih baik dibandingkan dengan penduduk yang banyak mengkonsumsi makanan olahan. Nitrat dan garam yang terdapat di dalam makanan olahan dapat berdampak buruk pada kesehatan Anda, termasuk kulit Anda. Nitrat dapat memicu terjadinya inflamasi di dalam tubuh, sedangkan garam dapat membuat kulit Anda menjadi kering dan merusak pembuluh darah kecil pada kulit. Hal ini dapat memicu terbentuknya noda hitam dan jerawat.   Sumber: foxnews
 21 Jul 2015    18:00 WIB
Meninggalnya Remaja Berusia 17 Tahun yang Memiliki Tubuh Berusia 100 Tahun
Seorang remaja perempuan di Inggris menjadi pusat perhatian dunia internasional setelah didiagnosa menderita suatu penyakit langka yang membuat tubuhnya menyerupai seseorang yang telah berusia 100 tahun. Ia pun meninggal di usianya yang ke 17 tahun. Hayley Okines, yang berasal dari East Sussex telah didiagnosa menderita sindrom Hutchinson-Gilford progeria, suatu gangguan medis yang menyebabkan penderitanya menua 8 kali lebih cepat daripada normal. Menurut the National Institutes of Health (NIH), gangguan ini hanya terjadi pada 1 orang bayi baru lahir di antara 4 juta bayi baru lahir di seluruh dunia dan hingga saat ini hanya sekitar 130 kasus yang dilaporkan sejak gangguan ini pertama kali ditemukan pada tahun 1886. Walaupun gangguan ini sebenarnya tidak mengganggu kemampuan perkembangan intelektual atau kemampuan motoric penderita, akan tetapi gangguan ini akan menyebabkan terjadinya kerontokkan rambut, kulit yang tampak berkeriput seperti orang tua, kelainan sendi, dan hilangnya banyak lapisan lemak di bawah kulit. Gejala biasanya akan mulai tampak saat bayi memasuki masa kanak-kanak. Menurut NIH, sindrom progeria merupakan gangguan genetik, autosomal dominan, yang diakibatkan oleh mutasi pada gen LMNA dan hampir selalu terjadi pada orang-orang yang tidak memiliki keluarga yang menderita sindrom ini. Untuk membuat masyarakat menjadi lebih waspada dan mengetahui adanya gangguan ini, Okines menulis sebuah buku autobiografi saat ia berusia 14 tahun yang berjudul “Old Before My Time”, yang berisi semua detail tentang pengalamannya terhadap sindrom progeria ini. Saat ia meninggal, ibunya, Kerry, memberitahukan kabar duka ini pada halaman Facebook milik Okines.   Baca juga: Makanan dan Hubungannya Dengan Proses Penuaan   Sumber: foxnews
 02 Oct 2014    09:00 WIB
Apa Yang Harus Di Lakukan Untuk Mencegah Wajah Terlihat Lebih Tua
Mempunyai wajah yang terlihat lebih tua tentu akan menyebabkan rasa kurang percaya diri. Berikut adalah hal-hal yang dapat Anda lakukan untuk mencegah wajah terlihat lebih tua: Menjaga berat badan yang ideal Dengan diet yang tepat dan olahraga. Dan pastikan untuk memberi vitamin untuk wajah Anda juga Asam lemak omega-3. Banyak terdapat di  salmon liar dan kacang kenari yang melawan penyebab kerutan. Vitamin C seperti buah jeruk, kiwi dan bayam yang akan meningkatkan produksi kolagen  Lycopene dalam saus tomat dan anggur yang melindungi kulit terhadap kerusakan akibat sinar matahari Hentikan kebiasaan mengosok mata Anda Kebiasaan yang satu ini dapat menyebabkan terjadinya penggelapan daerah sekitar mata. Maka Anda sebaiknya hentikan kebiasaan menggosok mata. Apabila Anda tidak bisa berhenti menggosok mata Anda, maka Anda harus mencari tahu apakah Anda terkena alergi atau tidak.  Saat Anda menggunakan makeup atau saat menggunakan lensa kontak, perlakukanlah dengan lembut kulit sekitar mata Anda.  Tidur yang cukup  Hitung jam tidur Anda, usahakan untuk tidur selama 7-8 jam  Buatlah kamar tidur Anda gelap, sejuk dan tenang.  Lakukan “ritual” agar Anda dapat tidur lebih nyenyak seperti minum secangkir teh, mengoleskan minyak lavender pada kaki Anda dan mendengarkan lagu santai. Latihlah diri Anda untuk tidur telentang Ternyata bila Anda tidur dengan wajah menyamping akan menyebabkan kerut pada kulit karena kulit yang tertekan terus menerus. Sehingga sebaiknya Anda melatih diri Anda untuk tidur telentang.Hal ini akan memgurangi pembengkakan dari wajah.  Hindari minum melalui sedotan Selain itu meninggalkan kebiasaan mengerucutkan bibir Anda.   Gunakan pembersih yang polos tanpa anti penuaan Sehingga Anda dapat menghemat untuk pembelian pembersih anti-penuaan diganti dengan krim anti-penuaan yang mempunyai efek lebih besar terhadap kulit Anda.  Hindari stress Dengan mencari tahu apa yang dapat membuat Anda merasa santai dan tenang seperti pergi dengan teman, nonton, berbelanja, mengambil kelas yoga dan melakukannya secara teratur.  Olahraga merupakan pereda stress yang luar biasa. Dengan melakukan olahraga akan meningkatkan aliran darah, membawa oksigen dan nutrisi ke kulit dan membuat kulit Anda terlihat kemerahan.  Bernapas dalam-dalam untuk menenangkan Anda.  Oleskan tabir surya Sebaiknya oleskan pelembab yang melindungi kulit terhadap UVA dan UVB (Anda harus baca label produk tersebut) baru kemudian Anda menerapkan make up di wajah Anda.  Lakukan tindakan pengelupasan kulit di klinik kecantikan Cara ini yang dapat membantu menghilangkan kulit mati, lapisan atas yang mengandung beberapa pigmen dan menggunakan produk untuk meringankan bintik gelap.  Gunakan produk yang mengandung bahan-bahan seperti licorice, vitamin C, vitamin K, dan hydroquinone. Sebaiknya Anda mendapatkannya dari dokter spesialis kecantikan atau klnik kecantikan terpercaya.  Oleskan krim anti-penuaan wajah pada leher dan di punggung tangan Untuk mencegah penuaan dini. Oleskan juga dengan dengan tabir surya setiap hari.  Selalu gunakan kacamata hitam Gunakan kaca mata hitam dengan UVA protection / UVB  (cari pada label tulisan "dilapisi UV") Gunakan sabun yang sesuai dengan kulit Anda  setiap Anda membeli sabun (sebaiknya Anda membaca label), gunakan pelembab seperti petroleum jelly dan minum air putih yang banyak  Sumber: lifescript
 30 Sep 2014    09:00 WIB
11 Hal Yang Membuat Anda Terlihat Lebih Tua
Tidak ada satupun orang di dunia ini mau terlihat lebih tua. Terlebih bila Anda sebenarnya memiliki usia yang muda namun terlihat lebih tua.  Berikut adalah hal-hal yang dapat membuat Anda terlihat lebih tua: Anda terlalu kurus Kehilangan lemak dapat menyebabkan kulit mengendur, sehingga memberikan penampilan yang lebih tua. Berat badan yang turun naik juga berpotensi menyebabkan terjadinya penuaan dini karena akan membuat kulit Anda melonggar.  Menggosok mata Anda.  Menarik-narik dan menggosok pada kulit halus di sekitar mata dapat membuat daerah sekitar mata jadi menggelap. Terlebih karena perubahan pigmen seiring pertambahan usia, hal ini dapat menambahkan penampilan Anda terlihat lebih tua.  Tidur yang kurang Tidur sangat penting untuk mengembalikan energi, konsentrasi dan kesehatan kulit Anda.  Minum melalui sedotan Apabila Anda sering minum soda, teh ataupun kopi melalui sedotan, hal ini akan menimbulkan garis-garis halus disekitar mulut Anda. Dalam waktu yang lama, saat Anda minum melalui sedotan maka Anda akan  mengerucutkan bibir Anda, selain itu kebiasaan merokok menyebabkan keriput di sekitar mulut  Menggunakan produk anti aging yang salah  Sebenarnya tidak menjadi masalah menggunakan produk anti aging yang mengandung retinol, peptida dan antioksidan untuk memperbaiki kulit, namun bila Anda menggunakan pembersih wajah yang mengandung anti-aging maka ini adalah suatu pemborosan. Banyak pembersih memiliki bahan-bahan anti-penuaan, tapi barang-barang ini biasanya tidak dalam konsentrasi yang cukup tinggi atau kontak dengan kulit Anda tidak lama sehingga tidak memberikan efek.  Stress Saat seseorang mengalami stress akan merangsang hormon kortisol yang dapat merusak kolagen, sehingga menyebabkan kulit kendur, keriput dan menyebabkan peradangan  Mengandalkan makeup yang mengandung tabir surya Banyak makeup mengklaim memiliki tabir surya untuk menghalangi sinar berbahaya, tapi biasanya mengandung tabir surya yang mungkin kurang cukup untuk menangkal kerusakan kulit dan penuaan dini. Kebanyakan makeup melindungi terhadap sinar UVB, tapi tidak menghalangi sinar UVA, yang menyebabkan garis-garis halus, bintik-bintik cokelat, pori-pori membesar. Selain itu biasanya make up yang mengandung tabir surya biasanya harganya lebih murah.   Hanya Berfokus pada keriput.  Tanda-tanda penuaan dini bukan hanya garis keriput namun kulit kering, kusam dan bintik-bintik hitam di kulit juga merupakan tanda penuaan dini. Bahkan perubahan warna kulit seperti bintik-bintik dikulit dan pigmentasi yang tidak merata dikulit akan membuat wanita terlihat setidaknya 10 tahun lebih tua dari usia sesungguhnya  Mengabaikan leher dan tangan.  Biasanya daerah leher dan tangan jarang mendapatkan perhatian. Berdasarkan sebuah penelitian yang dilakukan oleh Jurnal Plastic and Reconstructive Surgery 2006 menemukan bahwa wanita yang tangannya memiliki bintik-bintik dan keriput yang dianggap lebih tua dari rekan-rekannya yang memiliki kulit tangan yang mulus.  Melupakan kacamata hitam.  Saat Anda tidak menggunakan kaca hitam saat di luar dalam keadaan sering terpapar sinar matahari. Makan Anda akan melakukan gerakan berulang seperti menyipitkan mata, tertawa dan mengerutkan kening dalam jangka panjang akan menimbulkan garis kerutan di wajah Anda. Selain itu paparan sinar matahari memecah kolagen di kulit yang sebenanya sudah tipis di sekitar mata Anda dan dapat menyebabkan pigmentasi.  Menggunakan sabun Apabila Anda menggunakan sabun yang tidak cocok untuk kulit Anda terlebih sabun yang mengandung deterjen yang akan merusak kulit Anda dan membuat kulit menjadi kering.  Kulit kering tidak dapat melindungi diri diri dari alergen dan iritan seperti bakteri dan virus. Kulit terhidrasi akan terlihat lebih lembut dan kenyal, sehingga garis penuaan tidak terlihat jelas.  Sumber: lifescript
 18 Aug 2014    13:00 WIB
Tahukah Anda Bahwa Ada Area Otak yang Tidak Pernah Menua?
Para peneliti di Australia sedang melakukan suatu penelitian mengenai suatu bagian otak tertentu pada orang lanjut usia yang masih berfungsi seperti saat mereka masih muda. Otak manusia terbagi menjadi dua bagian besar yaitu otak kiri dan kanan. Otak kanan merupakan bagian otak yang berfungsi untuk mengatur respon terhadap berbagai stimulus visual dan non visual. Proses penuaan tidak hanya mempengaruhi tubuh secara fisik, tetapi juga mempengaruhi fungsi otak Anda, termasuk fungsi kognitif, terutama yang berhubungan dengan kecepatan respon, yang seringkali semakin melambat seiring dengan semakin bertambahnya usia seseorang. Akan tetapi, pada penelitian ini, para peneliti menduga bahwa ada suatu bagian otak tertentu yang mengatur fungsi kognitif tertentu pada bagian otak kanan yang tidak terpengaruh oleh proses penuaan. Peserta penelitian pada penelitian ini terdiri dari 60 orang yang berusia antara 18-38 tahun dan 55-95 tahun. Para peserta diminta untuk melakukan beberapa hal yang berhubungan dengan menyentuh, melihat, dan mendengar untuk memeriksa kemampuan spasialnya. Para peneliti kemudian menemukan bahwa tidak ada perbedaan yang signifikan antara kedua kelompok peserta penelitian tersebut. Masih diperlukan penelitian lebih lanjut mengenai mengapa dan bagaimana bagian otak ini tidak terpengaruh oleh proses penuaan serta mengapa bagian otak lainnya lebih rentan terhadap proses penuaan. Sumber: newsmaxhealth