Your browser does not support JavaScript!
 25 Mar 2019    11:00 WIB
Pengertian Alergi Penisilin dan Cara Mengatasinya
Apa yang di maksud dengan alergi penisilin?  Alergi penisilin adalah  reaksi alergi yang terjadi ketika sistem kekebalan tubuh Anda bereaksi berlebihan terhadap antibiotik penisilin.    Apa saja gejala alergi penisilin?  Reaksi alergi terhadap penisilin umum termasuk ruam, gatal-gatal, mata gatal, dan bengkak pada bibir, lidah, atau wajah.  Dalam kasus yang jarang terjadi, alergi terhadap penisilin dapat menyebabkan reaksi anafilaksis. Anafilaksis merupakan suatu  reaksi alergi berat yang terjadi tiba-tiba dan dapat menyebabkan kematian. Jenis reaksi biasanya terjadi dalam waktu satu jam setelah Anda mendapat penisilin. Gejala termasuk kesulitan bernapas, gatal-gatal, mengi, pusing, kehilangan kesadaran, nadi cepat atau lemah, kulit membiru, diare, mual, dan muntah.  Bagaimana Anda tahu bahwa Anda memiliki alergi terhadap penisilin? Reaksi alergi yang parah terhadap penisilin bisa berbahaya dan mengancam  jiwa. Anda mungkin lebih cenderung memiliki alergi jika Anda memiliki:  Tes kulit positif untuk alergi penisilin.  Timbul rasa gatal yang muncul secara cepat setelah Anda mendapatkan penisilin. Terjadi reaksi anafilaksis sebelumnya terhadap penisilin.  Jika hal tersebut terjadi pada Anda, Anda harus mengganti dengan antibiotik lain atau menjalani terapi desensitisasi. Terapi desensitisasi harus di bawah pengawasan dokter Anda, Anda mulai mendapatkan sejumlah kecil penisilin dan secara bertahap ditingkatkan. Hal ini memungkinkan membuat sistem kekebalan tubuh "terbiasa" akan obat tersebut, dan Anda mungkin tidak lagi mengalami reaksi alergi. Desensitisasi mungkin harus diulang jika Anda harus menggunakan antibiotik lagi di masa depan (desensitisasi tidak bertahan lama).  Apakah reaksi alergi terhadap penisilin adalah hal yang umum? Antibiotik Penisilin adalah penyebab paling umum dari alergi obat. Beberapa orang yang alergi terhadap penisilin juga alergi terhadap antibiotik yang terkait erat lainnya, termasuk golongan sefalosporin, seperti cephalexin, cefprozil, dan cefuroxime.  Anda bisa tanyakan hal ini kepada apoteker atau dokter tentang antibiotik tersebut. Banyak orang masih belum percaya  mereka memiliki reaksi alergi terhadap penisilin atau tidak. Untuk mengetahui hal ini lakukanlah Tes kulit.  Tes kulit adalah cara terbaik untuk mengetahui apakah Anda memiliki alergi penisilin atau tidak.   Bagaimana cara mengatasi saat terjadi reaksi alergi penisilin? Jika Anda menggunakan penisilin dan kemudian mengalami gatal-gatal dan kesulitan bernapas  atau memiliki gejala lain dari anafilaksis. Segera hubungi pelayanan kegawatdaruratan untuk mendapatkan terapi. Untuk pengobatan keadaan darurat, orang-orang yang mengalami reaksi alergi penisilin akan diberikan epinefrin. Mungkin juga Anda akan diberikan antihistamin dan kortikosteroid yang dimasukkan langsung ke pembuluh darah (intravena). Jika Anda mengalami reaksi alergi ringan, Anda dapat diterapi gejala dengan antihistamin. Namun beberapi antihistamin mempunyai reaksi seperti mengantuk.  Namun bila seseorang sebelumnya pernah mengalami reaksi alergi yang serius  terhadap penisilin, Mungkin harus membawa dan mengetahui bagaimana cara menggunakan epinefrin.  Dan tanyakan hal ini kepada dokter Anda. Jika Anda tetap memerlukan antibiotik, dokter Anda akan memberikan antibiotik jenis lain untuk Anda.   Sumber: webmd
 15 Dec 2014    11:00 WIB
Benarkah Anda Mengalami Reaksi Alergi Karena Penisilin?
Pada berbagai penelitian, sebagian besar orang yang mengaku menderita alergi terhadap penisilin, sejenis antibiotika, ternyata tidak menunjukkan tanda alergi apapun pada saat dilakukan pemeriksaan uji kulit. Walaupun banyak orang Amerika mengaku menderita alergi terhadap penisilin, sebuah penelitian baru menemukan bahwa ternyata sebagian besar dari mereka salah mengira. Melalui pemeriksaan lanjutan, para peneliti menemukan bahwa sebagian besar orang yang mengira dirinya menderita alergi terhadap penisilin, ternyata sama sekali tidak mengalami reaksi alergi apapun terhadap antibiotik tersebut. Pada penelitian pertama, para peneliti menemukan bahwa sekitar 94% dari 384 orang yang mengatakan bahwa mereka alergi terhadap penisilin ternyata memperoleh hasil negatif terhadap pemeriksaan alergi penisilin. Pada penelitian kedua, para peneliti menemukan bahwa pada pemeriksaan uji kulit penisilin pada 38 orang yang yakin bahwa mereka menderita alergi terhadap penisilin ternyata menunjukkan bahwa tidak ada satu orang pun dari mereka yang menderita alergi terhadap penisilin (hasil pemeriksaan kulit negatif). Para peneliti mengatakan bahwa para peserta penelitian mungkin pernah mengalami reaksi tidak mengenakkan saat mengkonsumsi penisilin di masa lalu seperti bentol-bentol atau pembengkakan pada kulit, akan tetapi saat ini mereka sudah tidak lagi mengalami reaksi alergi apapun terhadap penisilin. Berdasarkan hasil temuan ini, para peneliti pun menganjurkan agar orang-orang yang menduga mereka menderita alergi terhadap penisilin untuk kembali memeriksakan dirinya dengan melakukan uji alergi pada kulit untuk memastikan apakah memang benar mereka menderita alergi terhadap penisilin atau tidak.     Sumber: webmd