Your browser does not support JavaScript!
 22 Oct 2020    21:00 WIB
Perubahan Penis Seiring Bertambahnya Usia
Penurunan fungsi seksual pada pria seiring dengan semakin bertambahnya usia anda merupakan hal yang wajar. Penurunan kadar testosteron membuat anda membutuhkan stimulasi seksual yang lebih untuk merasa bergairah. Setelah merasa bergairah pun anda membutuhkan waktu untuk mencapai ereksi dan orgasme. Penuaan juga menyebabkan penurunan volume air mani dan kualitas sperma. Disfungsi ereksi atau impotensi memang berhubungan dengan semakin bertambahnya usia anda. Selain itu, pria juga mengalami penurunan fungsi saluran kemih. Seorang pria akan mengalami penurunan aliran air kemih seiring dengan semakin bertambahnya usia anda akibat melemahnya otot-otot kandung kemih atau pembesaran prostat. Satu hal lagi yang perlu anda ketahui, bahwa penis sendiri juga mengalami perubahan seiring dengan semakin bertambahnya usia anda. Bentuk Penis Terdapat dua perubahan bentuk utama pada penis, yaitu pada kepala penis dan rambut kemaluan. Warna kepala penis akan memudar secara perlahan akibat penurunan aliran darah yang menuju ke kepala penis. Selain itu, rambut kemaluan pun akan rontok secara perlahan. Hal ini disebabkan oleh penurunan kadar hormon testosteron yang membuat penis kembali seperti pada masa pre pubertas, di mana tidak terdapat rambut kemaluan. Ukuran Penis Pertambahan berat badan merupakan suatu hal yang sering terjadi pada pria seiring dengan semakin bertambahnya usia anda. Lemak yang berkumpul pada perut bagian bawah dapat menyebabkan ukuran penis terlihat berubah (penis terlihat lebih kecil daripada sebenarnya karena tertutup oleh lemak perut). Banyaknya lemak pada perut bagian bawah dapat membuat penis terlihat lebih pendek. Penurunan berat badan yang menyebabkan penurunan lemak perut dapat membuat penis terlihat sedikit lebih besar. Selain dari berkurangnya ukuran penis akibat penumpukan lemak perut, penis juga akan benar-benar mengalami pemendekkan. Pengurangan ukuran penis baik dari panjang dan ketebalannya ini biasanya tidak terlalu banyak akan tetapi dapat disadari. Pengurangan atau pemendekkan penis ini dapat disebabkan oleh dua hal, yaitu akibat penumpukan lemak (plak) di dalam pembuluh darah kecil di dalam penis yang menyebabkan gangguan aliran darah di dalam penis (aterosklerosis). Penyebab lainnya dari pemendekkan penis ini adalah akibat pembentukan jaringan parut di sekitar badan penis. Ereksi terjadi akibat pengisian darah di dalam pembuluh darah penis. Penyumbatan pada pembuluh darah penis dan terbentuknya jaringan parut pada badan penis dapat membuat penis terlihat lebih kecil saat ereksi. Bukan hanya penis yang mengalami perubahan ukuran, ukuran buah zakar (testis) pun berubah. Pada awal usia 40 tahun, testis akan mulai mengecil. Lengkungan Penis Jika jaringan parut berkumpul secara tidak merata pada penis, maka hal ini dapat membuat penis membengkok, yang disebut dengan penyakit peyronie, yang biasa terjadi pada usia paruh baya. Penis yang melengkung dapat membuat ereksi terasa nyeri dan kesulitan melakukan penetrasi saat berhubungan seksual. Keadaan ini mungkin membutuhkan tindakan pembedahan untuk memperbaiki penis yang membengkok tersebut. Sensitivitas Penis Berbagai penelitian telah menemukan bahwa sensitivitas penis akan semakin berkurang seiring dengan semakin bertambahnya usia anda. Hal ini dapat membuat ereksi dan orgasme sulit tercapai.   Sumber: webmd
 16 Oct 2020    17:00 WIB
Ereksi Mendadak? Bagaimana Cara Tepat Untuk Menghentikannya?
Guys setiap pria sejati pasti senang kalau bisa turn on atau ereksi kalau tidak bisa malah bisa gawat. Masalahnya muncul kalau kita mengalami ereksi pada saat dan tempat yang tidak tepat. Misalnya lagi berdiri atau presentasi di depan klien atau boss, tiba-tiba mengalami ereksi kan bisa malu. Apalagi kalau pas posisinya tidak tepat, wah mesti dibetulkan supaya nyaman tapi kelihatan orang kitanya yang malu. Penyebab umum ereksi Secara umum ereksi terjadi karena adanya rangsangan seksual, namun sebenarnya ada tiga jenis ereksi: Reflexogenic      : ereksi yang terjadi disebabkan refleks karena mendapatkan sentuhan Psychogenic       : ereksi yang dihasilkan karena pikiran atau fantasi seksual Nocturnal            : ereksi ini terjadi ketika seorang dalam keadaan tidur Hormon yang berperanan penting agar bisa tetap ereksi adalah testosteron. Ketika seorang mengalami ereksi, sejumlah kecil darah mengalir ke penis bersamaan dengan hormon, otot dan syaraf membuat penis menegang. Cara mengendalikan atau menghentikan ereksi 1. Tetap tenangCara yang sederhana tentu menunggunya sampai hilang. Kuncinya jangan panik guys, namun tetap tenang dan cara bernafas perlahan. Untuk mengurangi rasa malu, dengan tenang menutupinya pakai jaket, keluarkan kemaja, atau benda lain. Selama tidak ada yang memperhatikan jangan cemas dan stay cool karena mungkin perasaan kita saja yang merasa ada orang yang memperhatikan. 2. Meditasi Seperti dijelaskan di atas salah satu penyebab ereksi adalah pikiran. Nah, untuk mengatasinya cobalah untuk meditasi tujuannya adalah supaya kita tidak fokus pada pikiran atau angan-angan menggairahkan yang tiba-tiba muncul. Meditasi bikan berarti lalu kita duduk kemudian menyilangkan kaki kita. Kalau di tempat umum malah jadi tontonan orang. Untuk mencoba meditasi beberapa hal berikut ini bisa dilakukan : Bernafas perlahan dan dalam Fokus pada suara pernafasan kita Fokuskan pikiran kita pada hal lain dengan mengulangi kata atau frasa Memang kadangkala sulit untuk bermeditasi. Namun saat ini ada kelas bahkan aplikasi yang membantu kita untuk bermeditasi. 3.Mengalihkan pikiranYang satu ini sepertinya tidak berbeda dengan sebelumnya. Namun perbedaanya kalau sebelumnya melibatkan pernafasan untuk ketenangan kita, yang satu ini adalah bagaimana kita mengalihkan pikiran kita ke pikiran lain. Tujuannya dengan memikirkan yang lain bisa membantu kita menghindari memikirkan sesuatu yang menggairahkan, misalnya: Coba pikirkan masalah hitung-hitungan matematika semakin sulit semakin baik Mengingat pidato atau presentasi yang akan kita lakukan 4. Membetulkan posisiSeperti disebutkan diatas salah satu penyebab ereksi adalah reflexogenic yang disebabkan oleh sentuhan. Ini bukan berarti ada orang yang menyentuh kita, tetapi bisa jadi karena posisi duduk atau berdiri kita yang menyebabkan hal itu atau bahkan celana yang kita kenakan. Sebab itu, kita perlu membetulkan posisi supaya tidak terjadinya sentuhan yang merangsang kita. Selain itu, dengan berbuat demikian kita bisa menyembunyikan ereksi kita agar jangan terlalu kelihatan mencolok. 5. Olahraga ringanAda beberapa orang yang melakukannya untuk menghentikan ereksi. Mungkin bisa mencobanya dengan lari-lari di tempat atau gerakan olahraga ringan lainnya. Tips di atas adalah cara-cara sederhana yang bisa kita lakukan secara praktis. Mengalami ereksi beberapa kali dalam sehari adalah wajar. Namuh jika sobat sehat ereksi lebih dari empat jam, harus segera pergi temui dokter ya. Karena bisa jadi ini adalah gejala yang disebut priapisme yang bisa merusak jaringan penis. Ereksi yang menyakitkan bisa jadi menyertai gejala ini. Jadi jangan tunda kalau mengalami gejala ini karena dampak panjangnya bisa mengalami disfungsi ereksi. So guys, tetap sehat and stay cool. Sumber : www.medicalnewstoday.com
 06 Oct 2020    17:00 WIB
Testis Besar Sebelah ? Apakah Normal ?
Guys, tentu tidak asing dengan testis yang orang bilang "biji" kemaluan atau juga dikenal sebagai "buah zakar" kita yang berjumlah dua. Kebanyakan yang didapati testis sebelah kanan lebih besar dan yang kiri menggantung lebih rendah. Teman saya pernah bercerita kalau testis salah satu keluarganya besar sebelah sehingga merisaukan. Nah, artikel kali ini kita akan membahas mengenai hal ini supaya kita jelas dalam kondisi yang bagaimana seharusnya kita segera memeriksakan testis kita ke dokter. Penyebab Berikut in adalah beberapa alasan yang menyebabkan testis membesar sebelah : Epididimistis  yaitu saluran di belakang testis mengalami peradangan yang biasanya disebabkan karena infeksi dan bisa jadi diakibatkan dari penyakit menular seksual klamidia. Gejalanya seperti nyeri saat buang air kecil. Orchitis yaitu peradangan pada testis yang disebabkan oleh virus mumps atau gondong. Kista epididymis yaitu terjadinya kelebihan cairan di duktus. Kista ini tidak berbahaya dan biasanya tidak menimbulkan rasa sakit dan biasanya hilang dengan sendirinya. Hidrokel yang merupakan kantung disekitar testis terisi cairan. Jika mengalami peradangan perlu dibawa ke dokter. Varikokel yaitu kondisi dimana pembuluh darah di sekitar skrotum membesar. Ada benjolan di testis yang kemungkinan bisa menjadi kanker testis Langkah pengecekan DIY Sobat sehat bisa melakukan pemeriksaan sendiri alias DIY (Do It Yourself) di rumah dengan langkah-langkah sebagai berikut: Pastikan skrotum atau kantong pelir yang membungkus testis kita tidak dalam keadaan tegang tetapi kendor. Dengan menggunakan jempol dan jari tangan cobalah gulung testis pelan-pelan dan hati-hati. Periksa permukaan testis apakah ada benjolan, sakit atau perubahan bentuk. Testis yang sehat halus, dan lebih dekat ke bentuk telur daripada bulat. Rasakan hingga ke bagian bawah skrotum hingga ke bagian belakang yang disebut epididimis yang seharusnya berasa seberti sekelompok tabung. Lakukan pemeriksaan ini setidaknya sebulan sekali Kapan harus segera ke dokter Setelah melakukan pengecekan maka sobat harus segera ke dokter jika menemukan beberapa gejala berikut ini : Rasa sakit atau nyeri sekali pada bagian testis Testis mengalami pembekakan Testis berwarna kemerahan Kesulitan atau susah buang air kecil Nyeri di perut bagian belakang atau bawah Pembekakan atau nyeri di kelenjar dada Jadi sobat sehat testis besar normal namun tidak menjadi normal kapankala kita menemui gejala atau kondisi seperti yang dijelaskan di atas. Begitu sobat temui, segeralah temui dokter. Tentu kita sayang dengan asset kita bukan. Maka jangan menunda kalau menemui gejala di atas, segera ke rumah sakit atau dokter agar segera dilakukan tes yang dibutuhkan entahkah tes urin, ultrasound, maupun CT scan agar bisa didapatkan hasil yang jelas. Tetap semangat, tetap sehat. Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang. Baca juga : Gangguan Pada Testis dan Infertilitas Sumber : www.medicalnewstoday.com
 01 Oct 2020    17:00 WIB
Delapan Hal Tentang Ereksi
Ada 3 Jenis Ereksi Terdapat 3 jenis ereksi tergantung pada stimulusnya. Ereksi refleksogenik merupakan jenis ereksi yang terjadi karena adanya kontak langsung. Ereksi psikogenik merupakan ereksi yang terjadi akibat adanya stimulasi audiovisual atau akibat fantasi. Ereksi nocturnal merupakan jenis ereksi yang terjadi di malam hari.  Seks Oral Dapat Membuat Ukuran Penis Lebih Besar Saat Ereksi Sebuah penelitian menemukan bahwa seorang pria yang mengalami ereksi akibat seks oral memiliki ukuran penis yang lebih besar saat ereksi dibandingkan dengan pria lain yang mengalami ereksi akibat membayangkan sesuatu atau saat masturbasi. Tidur yang Cukup Juga Mempengaruhi Ereksi Anda Tidur yang cukup ternyata tidak hanya mempengaruhi gairah seksual seseorang, tetapi juga dapat mempengaruhi ereksi seorang pria. Ereksi Membutuhkan Privasi Ereksi ternyata tidak dapat terjadi di semua tempat, tergantung pada bagaimana pria tersebut. Beberapa orang pria dapat mengalami kesulitan mencapai ereksi karena kurangnya privasi, misalnya karena ia tinggal bersama orang tua atau telah memiliki anak. Masturbasi Mempengaruhi Ukuran Penis Saat Ereksi Saat seorang pria sudah lama tidak berhubungan seks atau bermasturbasi, maka akan lebih banyak darah yang mengalir ke penis saat penis menerima suatu stimulasi. Hal ini dapat membuat penis Anda menjadi lebih besar saat ereksi. Berat Badan Juga Berpengaruh Pria yang mengalami obesitas memiliki kadar hormon testosteron yang lebih rendah, yang membuat penis tidak berfungsi secara maksimal. Hal ini dapat mempengaruhi keadaan penis Anda saat ereksi. Oleh karena itu, memiliki berat badan yang ideal juga penting. Penggunaan Kondom Dapat Mengganggu Ereksi Sebuah penelitian menemukan bahwa beberapa pria dapat mengalami gangguan ereksi bila ia harus mengenakan kondom. Gangguan ereksi yang dimaksud di sini adalah ia membutuhkan waktu lebih lama dan stimulasi seksual yang lebih banyak untuk membuatnya mencapai ereksi. Hal ini tidak terjadi pada semua pria. Lama Ereksi Bukanlah Sesuatu yang Dapat Dikendalikan Berbeda dengan wanita yang dapat mencapai orgasme berkali-kali saat berhubungan seksual, seorang pria tidak dapat melakukan hal yang sama. Mereka bahkan tidak dapat mengendalikan berapa lama ereksi mereka dapat berlangsung.  Sumber: womenshealthmag
 28 Sep 2020    17:00 WIB
Berbagai Gejala Infeksi Penis yang Perlu Diwaspadai
Infeksi penyakit menular seksual seringkali menyebabkan timbulnya berbagai gejala pada daerah penis atau kemaluan. Di bawah ini Anda dapat melihat beberapa gejala yang dapat ditemukan pada seseorang yang menderita penyakit menular seksual. Keluarnya Cairan dari Dalam Penis Keluarnya cairan kental berwarna putih, kuning, atau hijau pada bagian ujung penis dapat merupakan pertanda adanya infeksi gonorea, terutama bila Anda juga mengalami nyeri di daerah uretra (saluran yang menghubungkan antara kandung kemih dengan lubang penis) atau nyeri saat buang air kecil. Sebuah Luka Terbuka Pada Penis Pada sifilis primer, dapat ditemukan sebuah luka terbuka berukuran sebesar koin, yang tidak nyeri, dan teraba keras pada penis. Keadaan ini biasanya disertai dengan pembengkakan kelenjar getah bening di daerah selangkangan. Nyeri atau Tidak Nyaman Pada Penis Adanya rasa nyeri atau tidak nyaman, yang seringkali terjadi saat buang air kecil, mungkin merupakan tanda bahwa Anda sedang menderita suatu penyakit menular seksual. Keadaan ini juga dapat disertai dengan keluarnya cairan dari dalam uretra. Lepuhan atau Koreng yang Terasa Nyeri Pada Penis Adanya sekumpulan benjolan merah yang terasa nyeri atau sakit dan lepuhan kecil pada penis dapat merupakan pertanda terjadinya herpes genital (infeksi herpes di kemaluan). Biasanya penderita akan mengalami nyeri atau gatal terlebih dahulu sebelum lepuhan atau bintik merah muncul. Benjolan atau lepuhan merah ini juga dapat muncul pada kantong zakar, paha, dan bokong. Bintik Coklat Pada Rambut Kemaluan Adanya telur berwarna abu-kecoklatan pada pangkal rambut kemaluan Anda dapat merupakan pertanda adanya kutu pada rambut kemaluan Anda. Benjolan Merah Pada Penis dan Kantong Zakar Infeksi skabies dapat menyebabkan timbulnya benjolan merah gatal dan menonjol, biasanya tampak dalam bentuk garis lurus. Anda biasanya dapat menemukan lesi yang sama pada bagian tubuh lainnya jika Anda memang menderita infeksi skabies. Segera hubungi dokter Anda bila Anda mengalami salah satu atau beberapa gejala di atas untuk memperoleh pengobatan yang tepat sedini mungkin. Sumber: menshealth
 25 Sep 2020    17:00 WIB
Amankah Membesarkan Penis?
Hampir sebagian besar pria berharap mereka memiliki penis yang lebih besar, akan tetapi, sampai saat ini belum ditemukan cara aman untuk melakukannya. Perlu diketahui, panjang penis pada saat ereksi umumnya adalah berkisar antara 13-15 cm. Ukuran penis saat relaksasi biasanya lebih bervariasi. Pada kasus yang jarang, gangguan genetik dan hormon menyebabkan penis berukuran kecil (mikropenis), di mana panjang penis saat ereksi kurang dari 8 cm. Penyakit Peyronie ataupun tindakan pembedahan kanker prostat juga dapat mengurangi ukuran penis anda. Suatu gangguan psikiatri yaitu gangguan dismorfik penis merupakan suatu keadaan di mana seorang pria merasa bahwa ukuran penisnya kecil walaupun sebenarnya tidak. Cara Aman Membesarkan Penis Cara aman dan efektif untuk membuat penis anda terlihat lebih besar adalah dengan menurunkan berat badan anda. Sebagian besar pria yang merasa bahwa penisnya berukuran kecil merupakan pria dengan berat badan berlebih. Akan tetapi, penurunan berat badan dapat membuat lemak di perut anda mengecil dan dengan demikian dapat membuat penis anda yang tertutup oleh lemak perut terlihat lebih besar walaupun sebenarnya penis anda tetap berukuran sama. Cara Lainnya Untuk Membesarkan Penis Terdapat beberapa hal lain yang diduga dapat membesarkan ukuran penis, walaupun memiliki resiko yang tinggi. Pompa Vakum Merupakan suatu alat yang berguna untuk membuat darah lebih banyak terkumpul pada penis saat ereksi dan dengan demikian membuat penis terlihat sedikit lebih besar. Untuk menjaga agar darah tetap berada di dalam penis, maka digunakanlah suatu cincin pada bagian pangkal penis untuk mencegah darah mengalir kembali ke dalam tubuh. Oleh karena itu, efek alat ini hanya bertahan selama cincin masih terpasang. Penggunaan cincin selama lebih dari 20 atau 30 menit dapat menyebabkan kerusakan jaringan. Penggunaan Beban Menggunakan beban pada ujung penis yang tidak sedang ereksi dapat membuat penis sedikit lebih panjang, akan tetapi metode ini tidak membuat ukuran penis membesar, hanya sedikit lebih panjang (kira-kira 1 cm) akibat tarikan beban pada ujung penis. Untuk memperoleh efek pemanjangan penis ini, maka anda harus menggunakan beban pada ujung penis selama setidaknya 8 jam setiap harinya selama 6 bulan. Akan tetapi, keberhasilan metode ini sangat kecil dan memiliki resiko lainnya yang lebih besar seperti robeknya jaringan penis, robeknya pembuluh darah penis, dan berbagai gangguan lainnya.  Penggunaan Pil, Suplemen, Maupun Salep Para ahli berpendapat bahwa pil, suplemen, salep, atau krim apapun sebenarnya tidak memiliki efek apapun untuk membesarkan penis. Tindakan Pembedahan Terdapat dua macam tindakan pembedahan penis, yaitu memanjangkan penis atau melebarkan penis. Melebarkan Penis Penis dapat dilebarkan dengan cara mentranplantasikan lemak atau jaringan atau menggunakan silikon. Efek samping dari tindakan ini adalah bentuk penis yang tidak beraturan. Sumber: webmd
 07 Sep 2020    21:00 WIB
Gatal Pada Mr. P, Apakah Selalu Berarti Penyakit Menular Seksual?
Saat seorang pria merasa gatal pada daerah kemaluannya, maka rasa gatal ini biasanya disebabkan oleh adanya bercak kemerahan akibat penyakit peradangan kulit, infeksi jamur, gigitan serangga, atau infeksi virus. Walaupun infeksi virus dan adanya kutu biasanya ditularkan melalui hubungan intim, akan tetapi gangguan kulit lainnya tidak berhubungan dengan seks. Di bawah ini Anda dapat melihat beberapa penyebab timbulnya rasa gatal pada daerah rambut kemaluan, batang penis, kepala penis, kantong zakar, dan selangkangan; baik yang ditularkan melalui hubungan seksual maupun yang tidak.   Rambut Kemaluan Beberapa hal yang dapat menyebabkan gatal pada daerah pubis (tempat tumbuhnya rambut kemaluan) adalah: Kutu kemaluan. Kutu kemaluan biasanya ditularkan melalui kontak seksual dengan penderita. Gejala utamanya adalah gatal pada daerah rambut kemaluan dan adanya bercak darah atau bintik-bintik hitam pada pakaian dalam yang merupakan kotoran kutu Folikulitis. Penderita biasanya lebih merasa nyeri daripada gatal Infeksi virus seperti molluscum contagiosum (merupakan salah satu penyakit menular seksual) dapat menyebab gatal hingga ke area batang penis   Batang Penis Beberapa hal yang dapat menyebabkan timbulnya gatal pada batang penis adalah: Herpes genitalis, suatu penyakit menular seksual yang disebabkan oleh virus herpes simpleks 1 (HSV1) atau 2 (HSV2). Gejala lain yang dapat ditemukan adalah adanya lepuhan pada batang penis Lichen nitidus, yang menyebabkan timbulnya benjolan-benjolan kecil pada batang penis, yang terasa gatal. Hal ini bukanlah suatu penyakit menular seksual   Kepala Penis Beberapa hal yang dapat menyebabkan timbulnya gatal pada kepala penis adalah: Herpes genitalis. Gejala seringkali mengenai daerah kepala penis dan kulit khatan Infeksi jamur (candidiasis) pada kepala penis. Infeksi ini dapat merupakan gejala diabetes pada pria Kutil kemaluan. Kutil kemaluan merupakan penyakit menular seksual yang disebabkan oleh infeksi virus. Kutil biasanya muncul pada kepala penis dan kulit katan, yang dapat disertai oleh keluarnya cairan abnormal dari penis, yang menyebabkan gatal. Kutil juga dapat muncul pada batang penis dan rambut kemaluan Lichen planus, psoriasis, dan dermatitis seboroik berat merupakan gangguan kulit yang dapat mengenai kepala penis dan bukan merupakan suatu penyakit menular seksual   Kantong Zakar Beberapa hal yang dapat menyebabkan timbulnya rasa gatal pada kantong zakar adalah: Eksim. Eksim merupakan gangguan kulit kronik yang ditandai dengan rasa gatal, radang, kemerahan, dan pembengkakan pada kulit Penyakit Paget. Penyakit Paget pada kantong zakar merupakan salah satu jenis kanker kulit yang tampak seperti eksim. Penyakit paget dicurigai jika gejala eksim tidak merespon terhadap pengobatan. Bercak kemerahan dapat timbul pada daerah selangkangan dan anus   Baca juga: Vitamin yang Dapat Membuat Mr. P Bekerja Lebih Optimal   Selangkangan Beberapa hal yang dapat menyebabkan timbulnya rasa gatal pada daerah selangkangan adalah: Infeksi jamur. Infeksi jamur biasanya terjadi akibat keringat dan penggunaan pakaian ketat. Gejalanya adalah gatal hebat pada daerah selangkangan. Kadangkala ditemukan adanya bercak kemerahan bersisik, yang biasanya bermula dari daerah lipatan kulit dan menyebar Kandidiasis. Kandidiasis juga merupakan salah satu jenis infeksi jamur. Kandidiasis dapat merupakan gejala awal dari diabetes pada pria, ditularkan melalui hubungan seksual dengan penderita, atau penggunaan antibiotika yang menyebabkan gangguan keseimbangan bakteri. Infeksi ini biasanya menimbulkan rasa gatal, panas, dan nyeri pada daerah kemaluan. Kandidiasis juga sering dialami oleh wanita, terutama wanita hamil Psoriasis. Penyakit kulit kronik ini ditandai dengan bercak kemerahan bersisik dan tebal pada daerah lutut, siku, pinggang, dan kulit kepala. Gambaran psoriasis pada daerah selangkangan dapat sedikit berbeda daripada psoriasis pada bagian tubuh lainnya karena tingginya kelembaban pada daerah selangkangan. Psoriasis selangkangan biasanya tampak seperti bercak kemerahan tetapi tidak menebal dan tidak bersisik Dermatitis seboroik   Gangguan Kulit Lain yang Bisa Menimbulkan Gatal Pada Kemaluan Pria Selain berbagai hal di atas, ada beberapa gangguan kulit lain yang dapat menimbulkan rasa gatal pada kemaluan seorang pria. Di bawah ini ada 2 gangguan kulit yang dapat menimbulkan rasa gatal pada kemaluan pria. Skabies Skabies merupakan gangguan kulit yang disebabkan oleh infeksi serangga Sarcoptes scabiei. Penularannya biasanya melalui kontak kulit dengan kulit. Gejala yang biasa ditemukan adalah gatal hebat pada derah kulit yang terinfeksi, misalnya pada kantong zakar, bokong, dan penis. Bagian tubuh lain yang juga sering terkena adalah celah-celah jari, pusar, dan ketiak. Dermatitis Kontak Dermatitis kontak merupakan iritasi kulit yang terjadi akibat kulit berkontak dengan zat atau alergen tertentu, seperti sabun anti bakteri, air kemih, dan produk berbahan karet. Gejalanya adalah  adanya bercak kemerahan atau gatal pada daerah yang terkena. Penderita mungkin lebih merasa nyeri daripada gatal, terutama bila iritasi terjadi pada daerah kantong zakar. Dermatitis kontak akibat penggunaan kondom dapat menimbulkan bercak merah gatal pada kepala penis, yang dapat menyebar hingga ke batang penis, kantong zakar, dan selangkangan.   Pencegahan Untuk mencegah dan mengatasi rasa gatal pada kemaluan, ada beberapa hal yang dapat Anda lakukan, yaitu: Bersihkan daerah kemaluan setiap hari dan keringkan daerah kemaluan dengan benar. Hal ini sangat penting untuk mencegah terjadinya infeksi jamur Ganti pakaian dalam Anda setiap hari. Bila Anda tidak mengganti pakaian dalam secara teratur, maka jamur yang terdapat di dalam sel-sel kulit mati dapat bereplikasi dan bertambah banyak, yang akhirnya menyebabkan terjadinya infeksi jamur Gunakan handuk bersih Gunakan sabun mandi tanpa pewangi. Hal ini dikarenakan pewangi yang terdapat di dalam sabun dapat menyebabkan terjadinya iritasi kulit pada daerah kemaluan dan menyebabkan rasa gatal   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang.   Sumber: healthxchange
 04 Sep 2020    21:00 WIB
Ingin Ereksi Semakin Maksimal? Ini Caranya!
Bagi banyak pasangan, penis ereksi menjadi penambah antusias dan gairah dalam hubungan. Biasanya, masalah penis ereksi atau disfungsi ereksi dapat diatasi dengan mengubah pola hidup menjadi lebih sehat. Berikut tipsnya: Pola makan sehat Makan lebih banyak buah, sayuran, dan kacang-kacangan. Nutrisi dalam makanan tersebut dapat membantu meningkatkan aliran darah ke seluruh tubuh, termasuk ke penis Anda. Sirkulasi peredaran darah yang mengalir dengan lancar ke penis menjadi salah satu kunci untuk menciptakan ereksi yang maksimal dan konsisten. Menghindari alkohol Konsumsi alkohol yang berlebihan dapat dikaitkan dengan risiko disfungsi ereksi. Satu atau dia minuman biasanya tidak berdampak besar, akan tetapi jika terlalu sering dan dosisnya berlebihan maka akan memicu masalah kinerja seksual. Olahraga minimal 20 menit dalam sehari Hanya dengan berolahraga 20 menit dalam sehari dapat membantu meningkatkan sirkulasi aliran darah dan mempermudah menjaga keseimbangan tubuh. Dua faktor itu sangat penting dalam fungsi penis ereksi. Istirahat yang cukup Disfungsi ereksi bisa juga dipengaruhi oleh kurangnya jam tidur atau pola istirahat yang tidak baik. Kehilangan jam tidur atau tidak beristirahat dengan cukup dapat mempengaruhi sirkulasi aliran darah, termasuk ke bagian penis yang akhirnya menjadi penyebab ereksi kurang maksimal. Hindari nikotin Nikotin dan bahan kimia lainnya dapat merusak pembuluh darah. Dalam nikotin mengandung zat yang mampu mengurangi kemampuan efek nitric oxide. Nitric oxide sendiri merupakan zat yang dapat membuka pembuluh dara. Sehingga, memungkinkan darah mengalir lebih mudah ketika penis ereksi. Jika, aliran darah menuju penis pria mengalami gangguan, maka akan sulit untuk mempertahankan ereksi dalam waktu lama.
 21 Jul 2020    18:00 WIB
Mengapa Mr. P Terasa Nyeri Saat Berhubungan Intim?
Ternyata tidak hanya wanita yang dapat merasakan nyeri saat berhubungan intim, para pria pun bisa. Mr. P yang terasa nyeri saat berhubungan intim dapat tidak hanya dapat mengganggu performa Anda tetapi juga kepuasan dan kenikmatan yang Anda rasakan. Rasa nyeri ini bahkan dapat mempengaruhi keadaan psikologis Anda, misalnya membuat Anda merasa takut untuk melakukan penetrasi, yang pada akhirnya dapat berujung pada terjadinya impotensi (disfungsi ereksi). Hal ini tentu saja akan berdampak buruk pada hubungan asmara Anda dengan pasangan. Untuk mengetahui pengobatan apa yang paling tepat bagi Anda, langkah pertama yang harus Anda lakukan adalah mencari tahu penyebabnya. Di bawah ini Anda dapat melihat beberapa hal yang dapat menyebabkan Mr. P terasa nyeri saat berhubungan intim.   Infeksi Mr. P dapat terasa nyeri karena adanya infeksi, misalnya seperti infeksi herpes atau gonorea yang tidak diobati.   Gangguan Pada Kulit Khatan Kulit khatan yang terlalu kencang (fimosis) atau robek atau mengalami luka lecet atau meradang juga dapat membuat Mr. P terasa nyeri saat berhubungan intim dengan pasangan.   Kelainan Bentuk Penis Suatu keadaan yang disebut dengan hipospadia (lubang kencing terletak di batang penis bagian bawah) atau adanya jaringan parut pada penis akibat trauma atau infeksi dapat menyebabkan Mr. P terasa nyeri saat berhubungan intim. Selain itu, adanya tumor jinak atau ganas atau batu pada saluran kemih juga dapat membuat Mr. P terasa nyeri saat berhubungan intim.   Priapismus Priapismus merupakan suatu keadaan di mana Mr. P terus bereksi selama lebih dari 4 jam walaupun tidak ada stimulasi seksual apapun. Hal ini akan membuat Mr. P terasa nyeri, yang harus segera ditangani.   Baca juga: Nyeri Saat Berhubungan Seksual, Apa Penyebabnya?   Alergi Beberapa orang pria dapat mengalami reaksi alergi terhadap cairan vagina atau bahan kimia yang terdapat pada berbagai jenis alat kontrasepsi.   Terlalu Sensitif Mr. P dapat menjadi sangat sensitif setelah seorang pria berhasil mencapai orgasme dan berejakulasi. Bila hubungan intim terus dilanjutkan, maka hal ini dapat membuat Mr. P terasa nyeri.   Bila Anda mengalami nyeri saat berhubungan intim, segera periksakan diri Anda ke seorang dokter. Jangan kembali melakukan hubungan intim hingga Anda telah menerima pengobatan, terutama bila rasa nyeri disebabkan oleh infeksi.   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang.   Sumber: about
 11 Jun 2020    18:00 WIB
Vitamin yang Dapat Membuat Mr. P Bekerja Lebih Optimal
Sebuah penelitian baru di Italia menemukan bahwa rendahnya kadar vitamin D pada seorang pria dapat meningkatkan resiko terjadinya disfungsi ereksi. Pada penelitian ini, para peneliti mengamati 143 orang pria yang menderita disfungsi ereksi pada berbagai tingkat keparahan. Para peneliti kemudian menemukan bahwa hampir setengah dari para pria ini mengalami kekurangan vitamin D dan hanya 1 di antara 5 orang pria yang memiliki kadar nutrisi yang optimal. Selain itu, para peneliti juga menemukan bahwa para pria yang mengalami disfungsi ereksi berat memiliki kadar vitamin D yang 24% lebih rendah dibandingkan dengan pria yang menderita disfungsi ereksi yang lebih ringan. Kekurangan vitamin D dapat memicu produksi radikal bebas yang disebut dengan ion superoksida. Radikal bebas ini dapat menurunkan kadar nitrit oksida, suatu molekul yang berfungsi untuk membantu pembuluh darah Anda menjalankan fungsinya dengan baik. Dengan demikian, hal ini tentu saja akan membuat Mr.P seorang pria sulit mencapai ereksi (disfungsi ereksi). Nitrit oksida merupakan suatu molekul yang dapat membuat pembuluh darah menjadi rileks, yang berarti juga membantu memperlancar aliran darah dan menyebabkan terjadinya ereksi. Kekurangan nitrit oksida membuat pembuluh darah seseorang sulit menjadi rileks, sehingga ereksi pun sulit dicapai. Oleh karena itu, bagi para pria yang memiliki kadar vitamin D yang rendah di dalam tubuhnya, para peneliti menganjurkan agar para pria tersebut mengkonsumsi suplemen vitamin D hingga kadar vitamin D di dalam tubuhnya mencapai 30 ng/mL atau lebih. Hingga saat ini, para peneliti masih meneliti mengenai apakah konsumsi suplemen vitamin D dapat membantu mencegah atau memperlambat terjadinya disfungsi ereksi pada pria yang belum pernah mengalami disfungsi ereksi sebelumnya.   Baca juga: Tips Untuk Mencegah Timbulnya Bau Tidak Sedap Pada Penis   Sumber: womenshealthmag