Your browser does not support JavaScript!
 19 Oct 2020    19:00 WIB
Nyeri Saat Hubungan Seks? Atasi dengan Cara Ini
Merasa nyeri saat berhubungan seks dengan pasangan dapat membuat siapa saja merasa khawatir, apalagi bila ia tidak pernah mengalami hal ini sebelumnya. Walaupun demikian, penyebab dari timbulnya nyeri saat berhubungan seks seringkali hanya bersifat sementara dan dapat diobati. Bahkan, menurut the American Congress of Obstetricians and Gynecologists, sekitar 75% wanita pasti pernah mengalami nyeri saat berhubungan seks pada suatu masa dalam kehidupannya. Dengan mengatasi penyebab timbulnya nyeri ini, maka hubungan seks Anda bersama pasangan pun akan kembali terasa menyenangkan. Di bawah ini Anda dapat melihat beberapa penyebab timbulnya nyeri saat berhubungan seks dan bagaimana cara mengatasinya. 1.      Adanya Iritasi Pada Vagina Hal ini mungkin disebabkan oleh berbagai produk pembersih kewanitaan. Berbagai produk pembersih seperti sabun mandi, minyak urut, dan bahkan tisu toilet juga dapat menyebabkan terjadinya iritasi pada daerah kewanitaan Anda. Hal ini dikarenakan berbagai produk pembersih tersebut mengandung pewarna, pewangi, and berbagai zat kimia lainnya yang dapat memicu terjadinya vaginitis, peradangan pada kulit di sekitar vagina. Untuk mempercepat proses penyembuhan, jangan gunakan pembersih apapun pada daerah kewanitaan Anda selama 1-2 hari hingga iritasi mereda. Setelah itu, gantilah berbagai produk pembersih Anda dengan berbagai produk lain yang tidak mengandung zat kimia. 2.      Vagina Terasa Gatal atau Nyeri Serta Adanya Cairan Abnormal yang Keluar dari Vagina Hal ini mungkin disebabkan oleh adanya infeksi. Keluarnya cairan abnormal dari dalam vagina Anda dapat merupakan pertanda bahwa telah terjadi infeksi pada daerah vagina Anda, yang menyebabkan Anda merasa nyeri saat berhubungan seks dengan pasangan. Untuk mengatasinya, dianjurkan agar Anda segera memeriksakan diri ke dokter untuk memperoleh pengobatan yang tepat sedini mungkin. 3.      Vagina Anda Kram Kram vagina atau biasa dikenal dengan nama vaginismus dapat membuat penetrasi penis ke dalam vagina menjadi sangat menyakitkan bagi sang wanita atau bahkan tidak mungkin sama sekali karena vagina Anda tertutup rapat. Vaginismus ditandai dengan nyeri dan kontraksi tidak disadari dari otot-otot vagina. Hingga saat para ahli masih tidak mengetahui apa yang menyebabkan terjadinya vaginismus ini, akan tetapi mereka menduga bahwa hal ini mungkin disebabkan oleh adanya trauma masa lalu, seperti pernah mengalami kekerasan seksual. Untuk mengatasinya, pastikan Anda memberitahu dokter Anda bahwa Anda menderita vaginismus karena bila tidak dokter Anda mungkin hanya akan menganggapnya sebagai gangguan cemas atau akibat stress. 4.      Vagina Kering Vagina yang kering dapat disebabkan oleh stress, berbagai jenis obat-obatan, atau berbagai jenis hormon. Vagina kering merupakan salah satu penyebab paling sering dari timbulnya rasa nyeri pada para wanita saat berhubungan seks. Banyak hal yang dapat menyebabkan terjadinya kekeringan pada vagina seperti stress, gangguan cemas, atau mengkonsumsi obat-obatan tertentu seperti antihistamin, yang dapat menyebabkan membran mukosa menjadi kering. Selain itu, vagina yang kering juga dapat disebabkan oleh penurunan kadar hormon estrogen setelah melahirkan, selama menyusui, atau saat seorang wanita memasuki masa perimenopause dan menopause. Untuk mengatasinya, gunakanlah pelumas berbahan dasar silikon hingga kadar stress Anda berkurang atau hingga kadar hormon estrogen Anda kembali normal. Akan tetapi bila disebabkan oleh menopause, maka penurunan kadar hormon akan bersifat menetap. 5.      Nyeri di Satu Sisi Tubuh Saat Penetrasi Penis Hal ini mungkin disebabkan oleh adanya kista pada indung telur Anda. Nyeri tajam yang timbul mendadak saat pasangan Anda melakukan penetrasi penis dapat disebabkan karena penisnya secara tidak sengaja menyentuh kista pada indung telur Anda. Untuk mengatasinya, dianjurkan agar Anda segera berkonsultasi dengan seorang dokter, terutama bila Anda telah memasuki masa menopause, karena adanya kista dapat merupakan suatu pertanda adanya gangguan lain yang lebih serius. Akan tetapi, untuk wanita muda, kista indung telur biasanya bukanlah suatu pertanda adanya gangguan lain yang lebih serius. Sebagian besar kista biasanya bersifat jinak dan berhubungan dengan siklus menstruasi Anda, serta cenderung dapat menghilang dengan sendirinya. 6.      Adanya Suatu Benjolan Pada Liang Vagina Hal ini dapat disebabkan oleh adanya suatu mioma (tumor jinak rahim). Gejala yang biasanya ditemukan adalah adanya nyeri tajam yang terletak lebih tinggi di dalam vagina. Sebuah penelitian yang dilakukan pada tahun 2014 menemukan bahwa para wanita yang memiliki mioma memiliki resiko 3 kali lipat lebih tinggi untuk mengalami nyeri saat berhubungan seksual dibandingkan dengan wanita yang tidak memiliki mioma. Gejala lain dari mioma adalah timbulnya perdarahan di antara masa menstruasi, banyaknya volume darah yang keluar saat menstruasi, dan perut bagian bawah terasa penuh. Kadangkala, mioma akan mengecil atau menghilang dengan sendirinya dan bila mereka tidak menimbulkan komplikasi apapun, maka para dokter biasanya tidak akan melakukan tindakan apapun. Akan tetapi, bila mioma menimbulkan gangguan pada kesehatan atau kehidupan seks Anda, maka dokter dapat mengangkat mioma Anda melalui tindakan pembedahan. 7.      Nyeri Saat Berhubungan Seks Dengan Posisi Apapun Bila berhubungan seks dengan posisi apapun membuat Anda selalu mengernyit kesakitan, maka hal ini dapat disebabkan oleh adanya endometriosis. Nyeri yang ditimbulkan dapat berupa nyeri tumpul atau nyeri hebat di berbagai bagian vagina. Endometriosis terjadi bila jaringan endometrium tumbuh di luar rahim dan tumbuh di dekat berbagai bagian tubuh lain, seperti indung telur dan saluran telur Anda. Jaringan ini akan bersifat seperti lem pada berbagai organ tubuh lainnya sehingga membuat organ tersebut tidak dapat bergerak sebagaimana mestinya. Hal inilah yang akan membuat Anda merasa nyeri saat berhubungan seks. Bila Anda memang menderita endometriosis, maka dokter dapat memberikan obat-obatan untuk menghambat pertumbuhan jaringan tersebut sehingga Anda pun tidak merasa terlalu nyeri atau melakukan tindakan pembedahan untuk mengangkat berbagai jaringan tersebut dari organ tubuh Anda. 8.      Penetrasi Penis yang Dalam Kadangkala Terasa Sangat Menyakitkan Hal ini mungkin dikarenakan rahim Anda membengkok ke belakang. Jika Anda hanya mengalami nyeri saat penis pasangan Anda masuk cukup dalam, maka hal ini mungkin dikarenakan rahim Anda membengkok ke belakang, ke arah panggul. Beberapa orang wanita memang terlahir dengan rahim yang berbentuk demikian. Karena letak rahim yang tidak biasanya ini, maka hal ini pun meningkatkan resiko "terbenturnya" rahim saat Anda berhubungan seks. Akan tetapi, bentuk rahim seperti ini tidak akan mempengaruhi kesehatan atau kesempatan Anda untuk hamil. Untuk mencegah timbulnya nyeri saat berhubungan seks, maka pastikan pasangan Anda tidak memasukkan penisnya terlalu dalam atau berhubungan seks hanya dengan posisi wanita di atas, di mana Anda dapat mengendalikan seberapa dalam penis yang masuk. 9.      Adanya Iritasi Pada Daerah Perineum Iritasi pada daerah perineum dapat disebabkan oleh proses melahirkan. Perineum merupakan suatu area kulit yang terletak di antara vulva (vagina) dan anus (dubur). Saat melahirkan, dokter kadangkala akan memotong area perineum yang sensitif ini untuk memudahkan kepala bayi keluar (episiotomi) sehingga mencegah terjadinya robekan tidak teratur pada perineum yang mungkin dapat mencapai anus. Area perineum merupakan area yang sensitif karena mengandung banyak saraf. Sebagian besar wanita yang pernah mengalami episiotomi akan sembuh dengan sempurna, akan tetapi beberapa orang wanita tetap akan mengalami nyeri saat berhubungan seks, bahkan setelah dokter kandungannya mengijinkannya untuk kembali berhubungan seks dengan sang suami. Jika demikian, maka jangan ragu untuk segera berkonsultasi dengan dokter Anda. Dokter Anda mungkin akan melakukan perbaikan episiotomi melalui tindakan pembedahan. 10.  Terlalu Sering Berhubungan Seks Seperti halnya olahraga berlebihan dapat menyebabkan terjadinya cedera, berhubungan seks secara berlebihan juga dapat membuat jaringan vagina mengalami iritasi akibat gesekan berulang saat berhubungan seks. Untuk mengatasinya, pastikan daerah kemaluan Anda tetap kering dan gunakanlah pakaian longgar selama 1-2 hari. Istirahatlah dari hubungan seksual selama 1-2 hari.   Sumber: foxnews
 01 Oct 2020    15:00 WIB
Seks yang Luar Biasa
Seks yang menyenangkan dan memuaskan tidaklah selalu berarti bahwa Anda dan pasangan mencapai orgasme pada akhirnya. Pada kenyataannya tidak ada seks yang "sempurna". Anda dan pasangan kadang mungkin tidak mencapai orgasme, akan tetapi anda dapat tetap merasa puas. Keinginan Anda dan pasangan dapat berbeda. Anda mungkin ingin agar pasangan melakukan "pemanasan" yang lama dengan Anda, tetapi pasangan Anda mungkin ingin segera menyelesaikannya atau Anda mungkin ingin berciuman lama dengan pasangan Anda akan tetapi pasangan mungkin hanya melakukan ciuman singkat. Hal ini dapat terjadi pada setiap pasangan, bahkan pasangan yang telah menikah lama pun dapat mengalaminya. Seperti halnya berdansa, berhubungan seks mengharuskan Anda untuk bekerja sama dan menyamakan irama dengan pasangan Anda. Banyak orang khawatir bahwa mereka akan menyinggung pasangannya bila mengatakan bahwa mereka tidak menyukai gaya pasangannya saat berhubungan seksual. Akan tetapi, Anda tetap tidak akan mendapatkan jawaban  kecuali Anda menanyakannya pada pasangan Anda. Bagaimana Cara Memberitahu Pasangan? Anda dapat mencoba memberitahu pasangan mengenai apa yang Anda inginkan dan Anda sukai saat berhubungan seksual tanpa menyinggung perasaan pasangan Anda, dengan mengatakan "bolehkah" atau "bisakah kita mencoba atau melakukan hal ini" atau "aku akan sangat senang bila kamu melakukan…". Jangan buat pasangan Anda merasa bersalah karena hal-hal yang telah atau tidak mereka lakukan. Sebelum bertanya atau berdiskusi dengan pasangan mengenai apa yang Anda inginkan saat berhubungan seksual, akan lebih baik bila Anda mencari tahu dahulu apa yang Anda inginkan, apa yang menjadi masalah, apakah teknik berhubungan seksual atau kebersihan diri pasangan Anda atau lamanya pemanasan yang menjadi masalah Anda. Ajaklah pasangan untuk mandi bersama Anda bila, bau badan atau bau mulutnya yang membuat Anda kehilangan gairah. Bila anda menginginkan "pemanasan" yang lebih lama, Anda dapat meminta pasangan Anda untuk memulainya dengan perlahan.  Apa yang Harus Dilakukan Bila Berbicara Tidak Membantu? Jika setelah Anda berdiskusi dengan pasangan, hubungan seksual Anda dan pasangan tetap tidak memuaskan, maka cobalah belajar kembali bersama pasangan Anda. Anda mungkin dapat memulai membaca buku dan mempraktekkannya bersama pasangan. Jika masalah dalam hubungan seksual Anda disebabkan oleh adanya gangguan fisik seperti ejakulasi dini atau gangguan emosional seperti stress akibat pekerjaan Anda, maka sebaiknya Anda berkonsultasi dengan dokter untuk memperoleh penanganan secepatnya. Bolehkah Berpura-pura "Puas"? Saat Anda berpura-pura merasa puas untuk menyenangkan pasangan, pada akhirnya hal ini hanya akan membuat Anda bingung mengenai apa yang sebenarnya membuat Anda bergairah dan pasangan Anda pun dapat merasakan bahwa Anda berpura-pura. Hal ini dapat membuat hubungan Anda dan pasangan menjauh. Satu hal penting yang perlu Anda ingat adalah bahwa seks bukanlah segalanya dalam suatu hubungan. Bila Anda mempunyai hubungan yang luar biasa dengan pasangan, Anda dan pasangan saling mencintai, memiliki anak-anak yang Anda cintai, tetapi seks Anda dan pasangan "biasa" saja, maka cobalah untuk menerimanya, Anda tidak dapat memiliki semua yang Anda inginkan dalam hidup. Pertimbangkanlah berbagai hal baik yang Anda dan pasangan Anda miliki selain seks. Setiap orang dapat memiliki hubungan seksual yang memuaskan bila Anda dan pasangan mau saling terbuka dan berkomunikasi. Salam syeksih, Miss V
 17 Aug 2018    18:00 WIB
Kapan Waktu Yang Tepat Untuk Berhubungan Intim Setelah Melahirkan ?
Setelah seorang wanita melahirkan, biasanya akan terjadi perlukaan di jalan kelahiran. Oleh karena itu apabila Anda ingin melakukan hubungan seks setelah melahirkan, sebaiknya ada jeda waktu. Dokter biasanya menyarankan bahwa pasangan sebaiknya menunggu 4-6 minggu setelah melahirkan sebelum berhubungan seks lagi.  Dalam waktu ini akan memberikan waktu leher rahim dan rahim cukup waktu untuk masa penyembuhan. Pada saat setelah melahirkan biasanya lapisan rahim sangat rentan terhadap infeksi. Melakukan penetrasi akan menyebarkan bakteri yang akan meningkatkan terjadinya infeksi. Lokia (cairan normal yang keluar dari vagina setelah melahirkan) biasanya akan mengalir dari dinding rahim selama 2-8 minggu. Apabila Anda sudah tidak melihat lokia yang berwarna merah, itu berarti Anda sudah mengalami proses penyembuhan.  Selain itu proses melahirkan secara normal biasanya akan menyebabkan robekan pada daerah vagina, sehingga sebaiknya menghindari penetrasi yang akan menyebabkan penyebaran bakteri.  Yang dapat Anda lakukan: Selama menunggu proses penyembuhan Anda pasangan masih dapat menikmati hubungan seks tanpa melakukan penetrasi. Dalam mempertahankan keintiman Anda dapat melakukan pegangan tangan, memijat pasangan Anda, berpelukan, berciuman dengan pasangan.  Selain itu Anda harus menghindari menggunakan tampon untuk menghentikan aliran lokia.  Tidak ada barang yang boleh dimasukkan kedalam vagina Anda tanpa pengetahuan dokter, karena hal tersebut akan berpotensi menyebabkan terjadinya infeksi.    Sumber: newhealthguide
 19 Jul 2014    10:00 WIB
Kenali Gejala Ejakulasi Dini
Ejakulasi dini terjadi saat seorang pria mengalami ejakulasi yang terlalu cepat saat berhubungan seksual. Ejakulasi dini adalah permasalahan seksual yang sering dialami. Diperkirakan sebanyak 1 dari 3 pria mengalami ejakulasi dini dalam beberapa waktu. Apabila seseorang mengalami ejakulasi dini tidak terlalu sering, hal ini tidak perlu dikuatirkan. Namun bila terjadi terus menerus hal ini yang harus diperhatikan. Apa saja kriteria diagnosa ejakulasi dini: Selalu atau hampir selalu mengalami ejakulasi dalam waktu satu menit melakukan penetrasi. Hampir selalu tidak dapat menunda ejakulasi selama berhubungan seksual  Merasa tertekan dan frustasi dan akhirnya cenderung menghindari untuk berhubungan seksual. Faktor psikologis dan biologis dapat mempengaruhi terjadinya ejakulasi dini. Meskipun banyak pria merasa malu untuk berbicara mengenai hal ini. Ejakulasi dini adalah kondisi yang sering dialami oleh pria dan dapat diatasi. Obat-obatan, konseling dan teknik seksual dapat mengatasi ejakulasi dini dan dapat meningkatkan kehidupan seksual Anda dengan pasangan. Gejala utama dari ejakulasi dini adalah ketidakmampuan untuk menunda ejakulasi selama lebih dari satu menit setelah penetrasi. Namun masalah ejakulasi dini tidak hanya terjadi selama saat berhubungan seksual namun juga bisa terjadi saat masturbasi. Ejakulasi dini dapat diklasifikasikan:  Primer Sekunder (didapat)  Ejakulasi dini yang primer adalah ejakulasi dini yang dialami seorang pria hampir setiap atau setiap akan melakukan hubungan seksual.  Ejakulasi dini sekunder (yang didapat) adalah keadaan dimana seorang belum pernah mengalami ejakulasi dini pada awalnya kemudian mengalami ejakulasi dini saat berhubungan seksual. Apabila Anda mempunyai masalah ejakulasi dini dan hal ini sudah mengganggu kehidupan Anda. Anda dapat segera melakukan konsultasi kepada dokter. Bicarakan dengan dokter Anda jika Anda mengalami ejakulasi lebih cepat dari yang Anda inginkan hampir setiap melakukan hubungan seksual.  Yang sering terjadi adalah pria sering merasa malu saat membahas masalah kesehatan seksual, tapi jangan biarkan hal ini mencegah Anda berbicara dengan dokter Anda. Karena Ejakulasi dini adalah masalah yang sering terjadi  dan dapat diobati.   Bagi sebagian pria, percakapan dengan dokter dapat membantu meringankan rasa kekhawatiran tentang ejakulasi dini. Sebagai contoh, seseorang akan merasa lebih tenang apabila sudah mendengar bahwa saat melakukan hubungan seksual sampai terjadinya ejakulasi sekitar lima menit masih dianggap normal. Sumber: mayoclinic